Andri Riyanto 
Arvina Frida Karela 
Eka Dasa EA 
Reska Oktaviana
Profesi 
Kependidikan 
Kelompok 
6 
Pengertian 
Profesi 
Profesi 
Keguruan Kaitan antara 
Profesi 
Kependidikan 
& Kegururan
Secara etimologi, istilah profesi berasal dari bahasa 
inggris yaitu profession atau bahasa Latin, profecus 
yang artinya adanya pengakuan menyatakan mampu, 
atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. 
Sedangkan secara Terminologi, profesi berarti suatu 
pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi 
bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan 
mental yaitu adanya persyaratan pengetahuan 
teoritis sebagai instrument untuk melakukan 
pebuatan praktis, bukan pekerjaan manual.
Dalam arti luas, profesi berarti kegiatan "apa saja" 
dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang 
dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Dalam 
arti sempit, profesi berarti kegiatan yang 
dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan 
sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan 
norma-norma sosial dengan baik.
PAUL F. COMENISCH (1983) 
Profesi adalah "komunitas moral" yang memiliki 
cita-cita dan nilai bersama. 
DE GEORGE 
Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai 
kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup 
dan yang mengandalkan suatu keahlian.
DONI KOESOEMA A 
Profesi merupakan pekerjaan, atau jabatan yang 
menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika 
khusus untuk jabatan tersebut serta pelayanan 
baku terhadap masyarakat. 
KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA 
Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi 
pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan 
sebagainya) tertentu.
Profesi kependidikan adalah suatu keahlian khusus 
yang dimiliki seseorang dalam pendidikan guna 
mengatur jalannya pendidikan, misalnya 
management pendidikan, suatu sekolah akan 
bagus jika management pendidikannya bagus, 
guru TU dll.
1. Adanya pengetahuan khusus, yang biasanya 
keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat 
pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang 
bertahun-tahun. 
2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat 
tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi 
mendasarkan kegiatannya pada kode etik 
profesi. 
3. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu 
profesi.
4. Mengabdi pada kepentingan masyarakat, 
artinya setiap pelaksana profesi harus 
meletakkan kepentingan pribadi di bawah 
kepentingan masyarakat. 
5. Sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi 
yang diberikan kepada masyarakat, maka 
anggota profesi secara perseorangan atau 
kelompok memperoleh imbalan finansial atau 
material.
Dalam UU Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru 
dan Dosen, secara tegas dinyatakan bahwa Guru 
adalah tenaga profesional yang berkewajiban 
untuk senantiasa mendidik, mengajar, 
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan 
mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan 
formal, pada jenjang pendidikan dasar dan 
pendidikan menengah serta menjunjung tinggi 
Kode Etik Guru
PGRI telah merealisasikan pengertian profesi 
keguruan untuk pendidikan di Indonesia sebagai 
berikut : 
1. Profesi keguruan adalah suatu bidang 
pengabdian atau dedikasi kepada kepentingan 
anak didik dalam perkembangannya menuju 
kesempurnaan manusiawi. 
2. Para anggota profesi keguruan, terikat oleh 
pola sikap dan perilaku guru yang dirumuskan 
dalam kode etik guru indonesia.
4. Para anggota profesi keguruan, dituntut untuk 
menyelesaikan suatu proses pendidikan 
persiapan jabatan yang relatif panjang. 
5. Para anggota profesi keguruan terpanggil 
untuk senantiasa menyegarkan serta 
menambah pengetahuan. 
6. Para anggota harus memiliki kecakapan atau 
keterampilan teknis yang mampu menyentuh 
nilai-nilai kamanusiaan yang mendasar. 
7. Para anggota profesi keguruan perlu memiliki 
sikap bahwa jaminan tentang hak-hak 
profesional harus seimbang dan merupakan 
imbalan dari profesi profesionalnya.
Ahli yang menyatakan ada sebelas kompetensi 
yang harus dikuasai guru, yaitu: 
1. Menguasai bahan ajar, 
2. Menguasai landasan-landasan kependidikan, 
3. Mampu mengelola program belajar mengajar, 
4. Mampu mengelola kelas, 
5. Mampu menggunakan media/sumber belajar 
lainnya,
6. Mampu mengelola interaksi belajar mengajar, 
7. Mampu menilai prestasi peserta didik untuk 
kepentingan pengajaran, 
8. Mengenal fungsi dan program pelayana 
bimbingan dan penyuluhan, 
9. Mengenal penyelenggaraan administrasi 
sekolah, 
10. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan 
hasil-hasil penelitian pendidikan guna 
keperluan pengajaran, dan 
11. Memiliki kepribadian yang tinggi.
1. ASMA (Asal masuk kelas). 
2. ASAM URAT (Asal Sampai Materi Urutan tidak 
Akurat). 
3. BATUK (Baca Ngantuk). 
4. DIARE (Di kelas Anak diRemehkan) 
5. GATAL (Gaji Tambah Aktifitas Lesu). 
6. GINJAL (Gaji Nihil Jarang Aktif dan Lambat). 
7. HIPERTENSI (Hilang Perhatian Terhadap Nasib 
Siswa). 
8. KANKER (Kantong Kering).
9. STRUK (Suka Terlambat Untuk masuk Kelas). 
10. LIPER (Lekas Ingin Pergi). 
11. PROSTAT (Program dan Strategi tidak dicatat). 
12. REMATIK (Rendah Motivasi Anak Tidak 
Simpatik) 
13. T B C (Tidak Bisa Computer) 
14. KUDIS (Kurang Disiplin) 
15. KURAP (Kurang Rapih). 
16. KUSTA (Kurang Strategi). 
17. LESU (Lemah Sumber).
Kaitannya sangat erat karena profesi kependidikan 
adalah profesi yang mengatur jalannya pendidikan 
seperti management pendidikan, guru TU, dll 
sedangkan profesi keguruan adalah keahlian 
khusus dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan 
pelatihan yang ditekuni untuk menjadi mata 
pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup 
yang bersangkutan (guru) serta menuntut 
keprofesionalan pada bidang tersebut.
Menurut National Education Association (NEA) ciri-ciri 
profesi keguruan sebagai berikut : 
1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 
2. Labatan yang menggeluti suatu batang tubuh 
ilmu yang khusus. 
3. Jabatan yang memerlukan persiapan 
profesional yang lama (bandingkan dengan 
pekerjaan yang memerlukan latihan umum 
belaka).
4. Jabatan yang memerlukan latihan dalam 
jabatan yang berkesinambungan. 
5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan 
kenggotaan yang permanen. 
6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) 
sendiri. 
7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan 
diatas keuntungan pribadi. 
8. Jabatan yang mempunyai organisasi 
profesional yang kuat dan terjalin erat.
Profesi Keguruan

Profesi Keguruan

  • 1.
    Andri Riyanto ArvinaFrida Karela Eka Dasa EA Reska Oktaviana
  • 2.
    Profesi Kependidikan Kelompok 6 Pengertian Profesi Profesi Keguruan Kaitan antara Profesi Kependidikan & Kegururan
  • 4.
    Secara etimologi, istilahprofesi berasal dari bahasa inggris yaitu profession atau bahasa Latin, profecus yang artinya adanya pengakuan menyatakan mampu, atau ahli dalam melakukan suatu pekerjaan. Sedangkan secara Terminologi, profesi berarti suatu pekerjaan yang mempersyaratkan pendidikan tinggi bagi pelakunya yang ditekankan pada pekerjaan mental yaitu adanya persyaratan pengetahuan teoritis sebagai instrument untuk melakukan pebuatan praktis, bukan pekerjaan manual.
  • 5.
    Dalam arti luas,profesi berarti kegiatan "apa saja" dan "siapa saja" untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Dalam arti sempit, profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik.
  • 6.
    PAUL F. COMENISCH(1983) Profesi adalah "komunitas moral" yang memiliki cita-cita dan nilai bersama. DE GEORGE Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.
  • 7.
    DONI KOESOEMA A Profesi merupakan pekerjaan, atau jabatan yang menuntut keahlian tertentu serta memiliki etika khusus untuk jabatan tersebut serta pelayanan baku terhadap masyarakat. KAMUS BESAR BAHASA INDONESIA Profesi adalah bidang pekerjaan yang dilandasi pendidikan keahlian (ketrampilan, kejuruan, dan sebagainya) tertentu.
  • 9.
    Profesi kependidikan adalahsuatu keahlian khusus yang dimiliki seseorang dalam pendidikan guna mengatur jalannya pendidikan, misalnya management pendidikan, suatu sekolah akan bagus jika management pendidikannya bagus, guru TU dll.
  • 10.
    1. Adanya pengetahuankhusus, yang biasanya keahlian dan keterampilan ini dimiliki berkat pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang bertahun-tahun. 2. Adanya kaidah dan standar moral yang sangat tinggi. Hal ini biasanya setiap pelaku profesi mendasarkan kegiatannya pada kode etik profesi. 3. Ada izin khusus untuk menjalankan suatu profesi.
  • 11.
    4. Mengabdi padakepentingan masyarakat, artinya setiap pelaksana profesi harus meletakkan kepentingan pribadi di bawah kepentingan masyarakat. 5. Sebagai konsekuensi dari layanan dan prestasi yang diberikan kepada masyarakat, maka anggota profesi secara perseorangan atau kelompok memperoleh imbalan finansial atau material.
  • 13.
    Dalam UU Nomor14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, secara tegas dinyatakan bahwa Guru adalah tenaga profesional yang berkewajiban untuk senantiasa mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada jalur pendidikan formal, pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah serta menjunjung tinggi Kode Etik Guru
  • 14.
    PGRI telah merealisasikanpengertian profesi keguruan untuk pendidikan di Indonesia sebagai berikut : 1. Profesi keguruan adalah suatu bidang pengabdian atau dedikasi kepada kepentingan anak didik dalam perkembangannya menuju kesempurnaan manusiawi. 2. Para anggota profesi keguruan, terikat oleh pola sikap dan perilaku guru yang dirumuskan dalam kode etik guru indonesia.
  • 15.
    4. Para anggotaprofesi keguruan, dituntut untuk menyelesaikan suatu proses pendidikan persiapan jabatan yang relatif panjang. 5. Para anggota profesi keguruan terpanggil untuk senantiasa menyegarkan serta menambah pengetahuan. 6. Para anggota harus memiliki kecakapan atau keterampilan teknis yang mampu menyentuh nilai-nilai kamanusiaan yang mendasar. 7. Para anggota profesi keguruan perlu memiliki sikap bahwa jaminan tentang hak-hak profesional harus seimbang dan merupakan imbalan dari profesi profesionalnya.
  • 16.
    Ahli yang menyatakanada sebelas kompetensi yang harus dikuasai guru, yaitu: 1. Menguasai bahan ajar, 2. Menguasai landasan-landasan kependidikan, 3. Mampu mengelola program belajar mengajar, 4. Mampu mengelola kelas, 5. Mampu menggunakan media/sumber belajar lainnya,
  • 17.
    6. Mampu mengelolainteraksi belajar mengajar, 7. Mampu menilai prestasi peserta didik untuk kepentingan pengajaran, 8. Mengenal fungsi dan program pelayana bimbingan dan penyuluhan, 9. Mengenal penyelenggaraan administrasi sekolah, 10. Memahami prinsip-prinsip dan menafsirkan hasil-hasil penelitian pendidikan guna keperluan pengajaran, dan 11. Memiliki kepribadian yang tinggi.
  • 18.
    1. ASMA (Asalmasuk kelas). 2. ASAM URAT (Asal Sampai Materi Urutan tidak Akurat). 3. BATUK (Baca Ngantuk). 4. DIARE (Di kelas Anak diRemehkan) 5. GATAL (Gaji Tambah Aktifitas Lesu). 6. GINJAL (Gaji Nihil Jarang Aktif dan Lambat). 7. HIPERTENSI (Hilang Perhatian Terhadap Nasib Siswa). 8. KANKER (Kantong Kering).
  • 19.
    9. STRUK (SukaTerlambat Untuk masuk Kelas). 10. LIPER (Lekas Ingin Pergi). 11. PROSTAT (Program dan Strategi tidak dicatat). 12. REMATIK (Rendah Motivasi Anak Tidak Simpatik) 13. T B C (Tidak Bisa Computer) 14. KUDIS (Kurang Disiplin) 15. KURAP (Kurang Rapih). 16. KUSTA (Kurang Strategi). 17. LESU (Lemah Sumber).
  • 21.
    Kaitannya sangat eratkarena profesi kependidikan adalah profesi yang mengatur jalannya pendidikan seperti management pendidikan, guru TU, dll sedangkan profesi keguruan adalah keahlian khusus dalam bidang pendidikan, pengajaran, dan pelatihan yang ditekuni untuk menjadi mata pencaharian dalam memenuhi kebutuhan hidup yang bersangkutan (guru) serta menuntut keprofesionalan pada bidang tersebut.
  • 22.
    Menurut National EducationAssociation (NEA) ciri-ciri profesi keguruan sebagai berikut : 1. Jabatan yang melibatkan kegiatan intelektual. 2. Labatan yang menggeluti suatu batang tubuh ilmu yang khusus. 3. Jabatan yang memerlukan persiapan profesional yang lama (bandingkan dengan pekerjaan yang memerlukan latihan umum belaka).
  • 23.
    4. Jabatan yangmemerlukan latihan dalam jabatan yang berkesinambungan. 5. Jabatan yang menjanjikan karir hidup dan kenggotaan yang permanen. 6. Jabatan yang menentukan baku (standarnya) sendiri. 7. Jabatan yang lebih mementingkan layanan diatas keuntungan pribadi. 8. Jabatan yang mempunyai organisasi profesional yang kuat dan terjalin erat.