Oleh kelompok 3:
1. Beryl Yudha Kurniawan
2. Devi Elok Irawati
3. Ella Dwi Ernawati
4. Hadis Aji Romadhona
5. Maulana Fajar Alfathoni
6. Ana Septiyanik
Definisi
Asfiksia neonatrum merupakan suatu kondisi di
mana bayi tidak dapat bernafas secara spontan
dan teratur segera setelah lahir
Klasifikasi
• Asfiksia Livida, ciri-cirinya : warna kulit
kebiru biruan, tonus otot masih baik, reaksi
rangsangan positif, bunyi jantung reguler,
prognosi lebih baik.
• Asfiksia Pallida, ciri-cirinya : warna kulit
pucat, tonus otot sudah kurang, tidak ada
reaksi rangsangan, bunyi jantung irreguler,
prognosis jelek
Etiologi
Asfiksia neonatorum dapat disebabkan oleh beberapa
factor, di antaranya adalah:
• Adanya penyakit pada ibu hamil seperti hipertensi,
gangguan dan penyakit paru, dan gangguan kontraksi
uterus.
• Pada ibu yang kehamilannya berisiko
• Factor plasenta
• Factor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada
tali pusat, seperti tali pusat menumbung atau melilit
pada leher
• Factor persalinan seperti partus lama dan partus
dengan tindakan tertentu
Pathway
Persalinan lama, lilitan tali
pusar
Faktor persalinan partus lama Penyakit ibu hamil, hipertensi
Asfiksia
Janin kekurangan O2 dan kadar CO2
meningkat
Otot jantung melemah
Penurunan aliran darah ke paru
Penurunan aliran darah ke paru
Suplai O2 ke paru menurun
Nafas cepat
Apnea
Pola nafas tidak efektif
Ekspansi paru menurun
Peningkatan produksi
mucus
Bersihan jalan tidak
efektif
Gangguan metabolism dan
perubahan asam basa
Asidosis respiratorik
Gangguan perfusi ventilasi
Gangguan pertukaran
gas
Penatalaksanaan
1. Pemantauan gas darah, denyut nadi, fungsi
system jantung, dan paru dengan melakukan
resusitasi, memberikan oksigen yang cukup,
serta memantau perfusi jaringan tiap 2-4 jam.
2. Mempertahankan jalan nafas agar tetap baik,
sehingga proses oksigenasi cukup agar sirkulasi
darah tetap baik.
Komplikasi
1. Edema otak dan Perdarahan otak
2. Anuria atau Oliguria
3. Kejang
4. Koma
Konsep Hospitalisasi Pada Usia Neonatus
(0-28 Hari)
Hospitalisasi adalah suatu proses yang karena suatu
alasan berencana atau darurat, mengharuskan anak
untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan
perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah.
1. Reaksi anak terhadap Hospitalisasi
Pada masa bayi (0-4 bulan) reaksi yangg akan
ditimbulkan oleh bayi adlaah menangis keras,
terus apabila adanya luka, bayi biasanya
menangis keras,banyak grakan tubuh atau
meolak tindakan dan ekspresi wajah yang tidak
menyenangkan.
2. Reaksi orang tua terhadap hospitalisasi anak
a. Perasaan cemas dan takut
b. Perasaan Sedih
c. Perasaan Frustasi
ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
Pengkajian yang dilakukan terhadap klien adalah
sebagai berikut:
a. Identitas klien/bayi dan keluarga
b. Diagnosa medik yang ditegakkan saat klien masuk
rumah sakit
c. Alasan klien/bayi masuk ruang perinatologi
d. Riwayat kesehatan klien/bayi saat ini
e. Riwayat kehamilan ibu dan persalinan ibu
f. Riwayat kelahiran klien/bayi
g. Pengukuran nilai APGAR score, bila nilainya 0-3
asfiksia berat, bila nilainya 4-6 asfiksia sedang
Pengkajian dasar data neonatus :
1. Breathing
 Skor APGAR : 1 menit......5 menit....... skor
optimal harus antara 7-10.
 Rentang dari 30-60 permenit, pola periodik
dapat terlihat.
 nafas bilateral, kadang-kadang crackels umum
pada awalnya silindrik thorak : kartilago xifoid
menonjol, umum terjadi.
2. Blood
Nadi apikal dapat berfluktuasi dari 110 sampai
180 x/mnt. Tekanan darah 60 sampai 80 mmHg
(sistolik), 40 sampai 45 mmHg (diastolik).
Bunyi jantung, lokasi di mediasternum dengan
titik intensitas maksimal tepat di kiri dari
mediastinum pada ruang intercosta III/ IV.
Murmur biasa terjadi di selama beberapa jam
pertama kehidupan.
Tali pusat putih dan bergelatin, mengandung 2
arteri dan 1 vena.
3. Brain
 Tonus otot : fleksi hipertonik dari semua ekstremitas.
 Sadar dan aktif mendemonstrasikan refleks menghisap
selama 30 menit pertama setelah kelahiran (periode
pertama reaktivitas). Penampilan asimetris (molding,
edema, hematoma).
 Menangis kuat, sehat, nada sedang (nada menangis tinggi
menunjukkan abnormalitas genetik, hipoglikemi atau efek
narkotik yang memanjang).
4. Bladder
Dapat berkemih saat lahir.
5. Bowel
Berat badan : 2500-4000 gram
Panjang badan : 44-45 cm
Turgor kulit elastis (bervariasi sesuai gestasi)
6. Bone
Kulit : lembut, fleksibel, pengelupasan tangan/ kaki
dapat terlihat, warna merah muda atau
kemerahan, mungkin belang-belang menunjukkan
memar minor (misal : kelahiran dengan forseps),
atau perubahan warna herlequin, petekie pada
kepala/ wajah (dapat menunjukkan peningkatan
tekanan berkenaan dengan kelahiran atau tanda
nukhal), bercak portwine, nevi telengiektasis
(kelopak mata, antara alis mata, atau pada nukhal)
atau bercak mongolia (terutama punggung bawah
dan bokong) dapat terlihat. Abrasi kulit kepala
mungkin ada (penempatan elektroda internal).
Pemeriksaan diagnostic
• PH tali pusat : tingkat 7,20 sampai 7,24
menunjukkan status parasidosis, tingkat rendah
menunjukkan asfiksia bermakna.
• Hemoglobin/ hematokrit (HB/ Ht) : kadar Hb 15-20
gr dan Ht 43%-61%.
• Tes combs langsung pada daerah tali pusat.
Menentukan adanya kompleks antigen-antibodi
pada membran sel darah merah, menunjukkan
kondisi hemolitik.
Diagnosa keperawatan
1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan
dengan peningkatan produksi mukus
2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan
suplai 02 ke paru menurun ditandai dengan
nafas cepat
3. Kerusakan pertukaran gas berhubungan
dengan ketidakseimbangan perfusi ventilasi
Intervensi
Presentation1

Presentation1

  • 2.
    Oleh kelompok 3: 1.Beryl Yudha Kurniawan 2. Devi Elok Irawati 3. Ella Dwi Ernawati 4. Hadis Aji Romadhona 5. Maulana Fajar Alfathoni 6. Ana Septiyanik
  • 3.
    Definisi Asfiksia neonatrum merupakansuatu kondisi di mana bayi tidak dapat bernafas secara spontan dan teratur segera setelah lahir
  • 4.
    Klasifikasi • Asfiksia Livida,ciri-cirinya : warna kulit kebiru biruan, tonus otot masih baik, reaksi rangsangan positif, bunyi jantung reguler, prognosi lebih baik. • Asfiksia Pallida, ciri-cirinya : warna kulit pucat, tonus otot sudah kurang, tidak ada reaksi rangsangan, bunyi jantung irreguler, prognosis jelek
  • 5.
    Etiologi Asfiksia neonatorum dapatdisebabkan oleh beberapa factor, di antaranya adalah: • Adanya penyakit pada ibu hamil seperti hipertensi, gangguan dan penyakit paru, dan gangguan kontraksi uterus. • Pada ibu yang kehamilannya berisiko • Factor plasenta • Factor janin itu sendiri, seperti terjadi kelainan pada tali pusat, seperti tali pusat menumbung atau melilit pada leher • Factor persalinan seperti partus lama dan partus dengan tindakan tertentu
  • 6.
    Pathway Persalinan lama, lilitantali pusar Faktor persalinan partus lama Penyakit ibu hamil, hipertensi Asfiksia Janin kekurangan O2 dan kadar CO2 meningkat Otot jantung melemah Penurunan aliran darah ke paru Penurunan aliran darah ke paru Suplai O2 ke paru menurun Nafas cepat Apnea Pola nafas tidak efektif Ekspansi paru menurun Peningkatan produksi mucus Bersihan jalan tidak efektif Gangguan metabolism dan perubahan asam basa Asidosis respiratorik Gangguan perfusi ventilasi Gangguan pertukaran gas
  • 7.
    Penatalaksanaan 1. Pemantauan gasdarah, denyut nadi, fungsi system jantung, dan paru dengan melakukan resusitasi, memberikan oksigen yang cukup, serta memantau perfusi jaringan tiap 2-4 jam. 2. Mempertahankan jalan nafas agar tetap baik, sehingga proses oksigenasi cukup agar sirkulasi darah tetap baik.
  • 8.
    Komplikasi 1. Edema otakdan Perdarahan otak 2. Anuria atau Oliguria 3. Kejang 4. Koma
  • 9.
    Konsep Hospitalisasi PadaUsia Neonatus (0-28 Hari) Hospitalisasi adalah suatu proses yang karena suatu alasan berencana atau darurat, mengharuskan anak untuk tinggal di rumah sakit, menjalani terapi dan perawatan sampai pemulangannya kembali ke rumah.
  • 10.
    1. Reaksi anakterhadap Hospitalisasi Pada masa bayi (0-4 bulan) reaksi yangg akan ditimbulkan oleh bayi adlaah menangis keras, terus apabila adanya luka, bayi biasanya menangis keras,banyak grakan tubuh atau meolak tindakan dan ekspresi wajah yang tidak menyenangkan. 2. Reaksi orang tua terhadap hospitalisasi anak a. Perasaan cemas dan takut b. Perasaan Sedih c. Perasaan Frustasi
  • 11.
    ASUHAN KEPERAWATAN 1. Pengkajian Pengkajianyang dilakukan terhadap klien adalah sebagai berikut: a. Identitas klien/bayi dan keluarga b. Diagnosa medik yang ditegakkan saat klien masuk rumah sakit c. Alasan klien/bayi masuk ruang perinatologi d. Riwayat kesehatan klien/bayi saat ini e. Riwayat kehamilan ibu dan persalinan ibu f. Riwayat kelahiran klien/bayi g. Pengukuran nilai APGAR score, bila nilainya 0-3 asfiksia berat, bila nilainya 4-6 asfiksia sedang
  • 12.
    Pengkajian dasar dataneonatus : 1. Breathing  Skor APGAR : 1 menit......5 menit....... skor optimal harus antara 7-10.  Rentang dari 30-60 permenit, pola periodik dapat terlihat.  nafas bilateral, kadang-kadang crackels umum pada awalnya silindrik thorak : kartilago xifoid menonjol, umum terjadi.
  • 13.
    2. Blood Nadi apikaldapat berfluktuasi dari 110 sampai 180 x/mnt. Tekanan darah 60 sampai 80 mmHg (sistolik), 40 sampai 45 mmHg (diastolik). Bunyi jantung, lokasi di mediasternum dengan titik intensitas maksimal tepat di kiri dari mediastinum pada ruang intercosta III/ IV. Murmur biasa terjadi di selama beberapa jam pertama kehidupan. Tali pusat putih dan bergelatin, mengandung 2 arteri dan 1 vena.
  • 14.
    3. Brain  Tonusotot : fleksi hipertonik dari semua ekstremitas.  Sadar dan aktif mendemonstrasikan refleks menghisap selama 30 menit pertama setelah kelahiran (periode pertama reaktivitas). Penampilan asimetris (molding, edema, hematoma).  Menangis kuat, sehat, nada sedang (nada menangis tinggi menunjukkan abnormalitas genetik, hipoglikemi atau efek narkotik yang memanjang).
  • 15.
    4. Bladder Dapat berkemihsaat lahir. 5. Bowel Berat badan : 2500-4000 gram Panjang badan : 44-45 cm Turgor kulit elastis (bervariasi sesuai gestasi)
  • 16.
    6. Bone Kulit :lembut, fleksibel, pengelupasan tangan/ kaki dapat terlihat, warna merah muda atau kemerahan, mungkin belang-belang menunjukkan memar minor (misal : kelahiran dengan forseps), atau perubahan warna herlequin, petekie pada kepala/ wajah (dapat menunjukkan peningkatan tekanan berkenaan dengan kelahiran atau tanda nukhal), bercak portwine, nevi telengiektasis (kelopak mata, antara alis mata, atau pada nukhal) atau bercak mongolia (terutama punggung bawah dan bokong) dapat terlihat. Abrasi kulit kepala mungkin ada (penempatan elektroda internal).
  • 17.
    Pemeriksaan diagnostic • PHtali pusat : tingkat 7,20 sampai 7,24 menunjukkan status parasidosis, tingkat rendah menunjukkan asfiksia bermakna. • Hemoglobin/ hematokrit (HB/ Ht) : kadar Hb 15-20 gr dan Ht 43%-61%. • Tes combs langsung pada daerah tali pusat. Menentukan adanya kompleks antigen-antibodi pada membran sel darah merah, menunjukkan kondisi hemolitik.
  • 18.
    Diagnosa keperawatan 1. Bersihanjalan nafas tidak efektif berhubungan dengan peningkatan produksi mukus 2. Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan suplai 02 ke paru menurun ditandai dengan nafas cepat 3. Kerusakan pertukaran gas berhubungan dengan ketidakseimbangan perfusi ventilasi
  • 19.