OLEH KELOMPOK 2
Nova Nopiyanti, Elmayanti, Septri Wulandari, Herlinda Elvionita, Indah Kartika
Sari, Andika Saputra
EKOLOGI TUMBUHAN EKOSISTEM MANGROVE
KABUPATEN BENGKALIS,KECAMATAN BUKIT
BATU,DESA SUNGAI API-API DAN PANTAI BUKIT
BATU
KELAS 6D BIOLOGI UIR
T.A 2014
Gambar 1 : Persebaran hutan mangrove di Indonesia
Persebaran hutan mangrove di
Indonesia
Created By:
Biologi 6D
Gambar: Peta Kabupaten Bengkalis
luas wilayah: 1.423 km2
Bentuk wilayah: 90% datar sampai dengan berombak
Letak wilayah : 0000’LU s/d 1037’22” LU:101026’41” BT s/d 102010’54” BT
3
Darat
Laut
Air
tawar
Gambut,
rawa-rawa,
Mangrove
Pesisir
Muara
sungai, rawa
asin
Sungai, danau,
waduk
Hutan, gurun,
gunung, padang
rumput dll
Terumbu karang,
laut dalam, laut
tropis dll
Created
By:
Biologi 6D
2014
Menurut Saenger, dkk, 1983
dalam (Elfis) Mangrove
didefenisikan sebagai formasi
tumbuhan daerah litoral yang
khas dipantai daerah tropis dan
sub tropis yang terlindung.
Pengertian Ekosistem
Mangrove
• Ekosistem mangrove dinamakan juga hutan
pasang surut. Hal ini disebabkan mangrove
berada diwilayah yang dipengaruhi pasang
surut air laut. Ekosistem hutan mangrove
muncul pada daerah yang terjadi pelumpuran
dan akumulasi bahan-bahan organik. Biasanya
hal ini terjadi didaerah taluk yang terlindung
dari gempuran arus dan ombak laut atau
sekitar muara sungai.
ekosistem mangrove memiliki banyak nilai dan manfaat.
Diantaranya, mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai
mengingat sistem perakarannya yang dapat meredam ombak,
arus, serta menahan sedimen.
Dalam beberapa kasus, penggunaan vegetasi mangrove
untuk penahan erosi lebih murah dan memberikan dampak
ikutan yang menguntungkan dalam hal meningkatkan kualitas
perairan di sekitarnya, dimana hal ini tidak bisa diperoleh dari
penggunaan struktur bangunan keras. Mangrove dapat juga
berfungsi untuk melindungi pantai dari hempasan badai dan
angin .
Peran lainnya adalah pemanfaatan mangrove untuk
menahan intrusi air laut, fungsi ini sama dengan fungsi hutan
yaitu menyimpan air tanah.
Fungsi Ekosistem Mangrove
o Tanahnya tergenang air laut secara berkala, baik setiap
hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama.
o Tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang
cukup dari darat.
o Daerahnya terlindung dari gelombang besar dan arus
pasang surut yang kuat.
o Airnya berkadar garam (bersalinitas) payau (2 – 22
o/oo) hingga asin (mencapai 38 bagian permil).
ciri-ciri khusus ekosistem
mangrove, diantaranya adalah:
Gambar : zonasi hutan mangrove
Selalu
tergenang
Selalu
tergenang
Tergena
ng saat
pasang
tinggi
Kadang kadang
tergenang
Jarak dari pinggir perairan (m)
Tergenang
saat pasang
tinggi
9
Selalu tergenang
Tergenang pada saat
pasang tinggi
Kadang-kadang tergenang
10
Komponen-komponen ekosistem
hutan mangrove
Komponen Biotik
Ekosistem Hutan
Mangrove
Merupakan semua
makhluk hidup yang
hidup di daerah
hutan mangrove
Ikan
buntal
kepiting
keong
Lokasi II hutan mangrove pesisir
pantai
Lokasi I hutan mangrove
air payau
Ikan tembakul
(Periophthalmus
gracilis)kepiting
Keong/siput
Ular
Monyet
Burung
Komponen Abiotik
Ekosistem hutan
Mangrove
Merupakan seluruh komponen fisik
dan kimia yang ada di hutan
mangrove tersebut seperti tanah,
cahaya, iklim, salinitas, pasang
suru, air, nutrien, angin, suhu, dan
curah hujan
Jenis-jenis mangrove asli
yang ditemukan pada daerah
observasi
(Desa Api-Api, Kecamatan
Bukit batu, Kabupaten
Bengkalis)
Bruguiera
gymnorrsiza
Bunga dari tanaman
Bruguiera
gymnorrsiza
Acrostichum aureum
(piai raya)
Avicennia alba (api-api)
( SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014)
18
Sonnertia alba (Pedada)
( SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014)
19
Avicennia alba (Api-
api)
Daun dan bunga
Avicennia alba (Api-
api)
Hibiscus tiliaceus (Waru Laut)
( SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014)
21
Lumnitzera racemosa (Nipah)
( SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014)
22
Rantai Makanan
23
Ular
Burung
Raja
Udang
Ikan
Tembakul
Udang –udang
Detrivus
Rantai Makanan
Gambar : SALAH SATU CONTOH RANTAI MAKANAN DI EKOSISTEM MANGROVE SUNGAI API-API 24
Jaring-jaring Makanan Di Hutan Mangrove
Babi
Kepiting
bakau
Ikan kecil
Udang
Daun
Kerang-
kerangan
Burung raja
udang
Ikan besar
Dekomposer
Manusia
Biawak
Ular
Siput
25
Berdasarkan hasil pengamatan pola interaksi terjadi di
ekosistem hutan mangrove kec. Bukit Batu
26
A. Simbiosis komensalisme
Mangrove laba-laba
27
B. Simbiosis mutualisme
Mangrove semut
28
Pasang
Lama
pasang
Durasi
pasang
Rentang
pasang
Fisiografi
Pantai
Fisiografi pantai dapat mempengaruhi komposisi, distribusi spesies
dan lebar hutan mangrove. Pada pantai yang landai, komposisi
ekosistem mangrove lebih beragam jika dibandingkan dengan
pantai yang terjal. Hal ini disebabkan karena pantai landai
menyediakan ruang yang lebih luas untuk tumbuhnya mangrove
sehingga distribusi spesies menjadi semakin luas dan lebar. Pada
pantai yang terjal komposisi, distribusi dan lebar hutan mangrove
lebih kecil karena kontur yang terjal menyulitkan pohon mangrove
untuk tumbuh.Gelomb
ang dan
arus • Gelombang dan arus dapat merubah struktur
dan fungsi ekosistem mangrove.
• Gelombang dan arus juga berpengaruh
langsung terhadap distribusi spesies.
• Gelombang dan arus mempengaruhi daya
tahan organisme akuatik melalui transportasi
nutrien-nutrien penting dari mangrove ke laut.
faktor lingkungan yang mempengaruhi
pertumbuhan mangrove di suatu lokasi adalah :
E
D
A
P
H
I
S
E
K
O
S
I
S
T
E
M
M
A
N
G
R
O
V
E
Merupakan tempat hidup satwa liar dan jasad renik melalui
penanaman vegetasi yang sesuai dengan ekosistem yang ada di
hutan mangrove tersebut.
Contoh edaphis pada ekosistem mangrove adalah : Tanah.
Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik
berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran
penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air
dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai
hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan
unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B,
Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota
(organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara
tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi
tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang
produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi
baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan,
maupun kehutanan.
Ciri-Ciri Tanah
Tingkatan
Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi
C-organik (%) < 1,00 1,00-2,00 2,01 - 3,00 3,01 – 5,00 > 5,00
N-total (%)
a. Mineral
b. Gambut
< 0,10 0,10-0,20
< 0,80
0,21 - 0,50
0,80 – 2,50
0,51 – 0,75
> 2,50
> 0,75
Rasio C/N < 5 5 – 10 11 – 15 16 – 25 > 25
P2O5 Bray 1 (ppm) < 10 10 –15 16 – 25 26 – 35 > 35
K (me/100 g) < 0,10 0,10-0,20 0,30 – 0,50 0,60 – 1,00 > 1,00
Na (me/100 g) < 0,10 0,10-0,30 0,40 – 0,70 0,80 – 1,00 > 1,00
Mg (me/100 g) < 0,40 0,40-1,00 1,10 – 2,00 2,10 – 8,00 > 8,0
Ca (me/100 g) < 2 2 – 5 6 – 10 11 – 20 > 20
KTK (me/100 g) < 5 5 – 16 17 – 24 25 – 40 > 40
Kejenuhan Basa (%) < 20 20 –35 36 – 50 51 – 70 > 70
Kadar Abu (%) < 5 5 – 10 > 10
Sangat
Masam
Masam Agak Masam Netral Agak Alkalis Alkalis
pH (H2O)
a. Mineral < 4,5 4,5 – 5,5 5,6 – 6,5 6,6-7,5 7,6 -8,5 > 8,5
Sangat masam Sedang Tinggi
pH (H2O)
Klimatologis adalah orang yang mempelajari
klimatologi, mempelajari baik sifat alam dari
iklim-lokal, regional, atau global dan faktor
yang disebabkan oleh alam atau manusia yang
menyebabkan perubahan iklim. Klimatologi
memperhatikan perubahan iklim masa lalu dan
masa depan.
Contoh dari klimatologis ekosistem hutan
mangrove adalah : Suhu dan temperature
udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara,
dan curah hujan.
Klimatologis hutan
mangrove
No
Bulan
Suhu udara harian (oC)
9.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00
1. April 26,1 26,0 26,0 26,5 26,2 26,1 26,1
2. Mei 28,1 26,1 26,5 29,1 29,1 26,2 26,2
3. Juni 26,1 26,4 29,0 28,0 28,1 29,1 29,1
4. Juli 26,4 26,2 29,2 28,5 28,4 28,1 29,1
5. Agustus 26,5 29,1 26,2 28,0 28,1 29,1 26,1
6. September 28,1 26,1 26,1 28,4 29,2 29,1 26,0
7. Oktober 28,4 26,1 26,1 28,1 29,1 29,1 26,1
8. November 28,1 26,1 26,4 29,0 29,1 26,5 26,2
9. Desember 26,5 29,1 26,2 28,0 28,1 29,1 26,1
10. Januari 28,1 26,1 26,1 28,4 29,2 29,1 26,0
11. Februari 28,4 26,1 26,1 28,1 29,1 29,1 26,1
12. Maret 28,1 26,1 26,4 29,0 29,1 26,5 26,2
Daftar Referensi
Noor, Y.R., M. Khazali, dan N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di
Indonesia. Wetlands Internasional Indonesia Programe. Bogor. Dalam Bahan Ajar
Ekologi Tumbuhan. Dr. H. Elfis, M.Si. Laboratorium Ekologi UIR: Pekanbaru.
Furkon. 2010. Ekosistem Hutan Mangrove di pantai Karangsong Indramayu, Jawa
Barat. Available at: http://furkonabel’s.wordpress.com/. Diakses pada: 17 Mei 2014.
Surianta. 2010. Ekosistem Mangrove. Available at:
http://hendrasurianta.wordpress.com/. Diakses pada: 17 Mei 2014.
Admin. 2010. Persebaran Mangrove. Available at: http://www.irwantoshut.com. Diakses
pada: 17 Mei 2014
Ghufrona. 2011. Penyebaran Jenis-jenis Mangrove. Available at:
http://ghinaghufrona.blogspot.com/. Diakses pada: 17 Mei 2014.
Mulyadi, E., Laksmono, R., dan Aprianti, D. 2009. Fungsi Mangrove Sebagai Pengendali
Pencemaran Logam Berat. Jawa Timur. Dalam Jurnal tekhik Lingkungan vol. 1 Edisi
Khusus.
Irawan, Budi. 2005. Kondisi Vegetasi Mangrove di Luwak Banggai Sulawesi Tengah.
Dalam Jurnal Biologi FMIPA UNPAD. Disampaikan pada Seminar Nasional Penggalang
Taksonomi Tumbuhan Indonesia FMIPA UPI.
Rochana, Erna. 2013. Ekosistem Mangrove dan Pengelolaannya di Indonesia. Available
at: www.irwantoshut.com. Diakses pada: 17 Mei 2014
34
PPT MANGROVE

PPT MANGROVE

  • 1.
    OLEH KELOMPOK 2 NovaNopiyanti, Elmayanti, Septri Wulandari, Herlinda Elvionita, Indah Kartika Sari, Andika Saputra EKOLOGI TUMBUHAN EKOSISTEM MANGROVE KABUPATEN BENGKALIS,KECAMATAN BUKIT BATU,DESA SUNGAI API-API DAN PANTAI BUKIT BATU KELAS 6D BIOLOGI UIR T.A 2014
  • 2.
    Gambar 1 :Persebaran hutan mangrove di Indonesia Persebaran hutan mangrove di Indonesia Created By: Biologi 6D
  • 3.
    Gambar: Peta KabupatenBengkalis luas wilayah: 1.423 km2 Bentuk wilayah: 90% datar sampai dengan berombak Letak wilayah : 0000’LU s/d 1037’22” LU:101026’41” BT s/d 102010’54” BT 3
  • 4.
    Darat Laut Air tawar Gambut, rawa-rawa, Mangrove Pesisir Muara sungai, rawa asin Sungai, danau, waduk Hutan,gurun, gunung, padang rumput dll Terumbu karang, laut dalam, laut tropis dll Created By: Biologi 6D 2014
  • 5.
    Menurut Saenger, dkk,1983 dalam (Elfis) Mangrove didefenisikan sebagai formasi tumbuhan daerah litoral yang khas dipantai daerah tropis dan sub tropis yang terlindung. Pengertian Ekosistem Mangrove
  • 6.
    • Ekosistem mangrovedinamakan juga hutan pasang surut. Hal ini disebabkan mangrove berada diwilayah yang dipengaruhi pasang surut air laut. Ekosistem hutan mangrove muncul pada daerah yang terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan-bahan organik. Biasanya hal ini terjadi didaerah taluk yang terlindung dari gempuran arus dan ombak laut atau sekitar muara sungai.
  • 7.
    ekosistem mangrove memilikibanyak nilai dan manfaat. Diantaranya, mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai mengingat sistem perakarannya yang dapat meredam ombak, arus, serta menahan sedimen. Dalam beberapa kasus, penggunaan vegetasi mangrove untuk penahan erosi lebih murah dan memberikan dampak ikutan yang menguntungkan dalam hal meningkatkan kualitas perairan di sekitarnya, dimana hal ini tidak bisa diperoleh dari penggunaan struktur bangunan keras. Mangrove dapat juga berfungsi untuk melindungi pantai dari hempasan badai dan angin . Peran lainnya adalah pemanfaatan mangrove untuk menahan intrusi air laut, fungsi ini sama dengan fungsi hutan yaitu menyimpan air tanah. Fungsi Ekosistem Mangrove
  • 8.
    o Tanahnya tergenangair laut secara berkala, baik setiap hari atau hanya tergenang pada saat pasang pertama. o Tempat tersebut menerima pasokan air tawar yang cukup dari darat. o Daerahnya terlindung dari gelombang besar dan arus pasang surut yang kuat. o Airnya berkadar garam (bersalinitas) payau (2 – 22 o/oo) hingga asin (mencapai 38 bagian permil). ciri-ciri khusus ekosistem mangrove, diantaranya adalah:
  • 9.
    Gambar : zonasihutan mangrove Selalu tergenang Selalu tergenang Tergena ng saat pasang tinggi Kadang kadang tergenang Jarak dari pinggir perairan (m) Tergenang saat pasang tinggi 9
  • 10.
    Selalu tergenang Tergenang padasaat pasang tinggi Kadang-kadang tergenang 10
  • 11.
    Komponen-komponen ekosistem hutan mangrove KomponenBiotik Ekosistem Hutan Mangrove Merupakan semua makhluk hidup yang hidup di daerah hutan mangrove
  • 12.
  • 13.
    Lokasi I hutanmangrove air payau Ikan tembakul (Periophthalmus gracilis)kepiting Keong/siput
  • 14.
  • 15.
    Komponen Abiotik Ekosistem hutan Mangrove Merupakanseluruh komponen fisik dan kimia yang ada di hutan mangrove tersebut seperti tanah, cahaya, iklim, salinitas, pasang suru, air, nutrien, angin, suhu, dan curah hujan
  • 16.
    Jenis-jenis mangrove asli yangditemukan pada daerah observasi (Desa Api-Api, Kecamatan Bukit batu, Kabupaten Bengkalis) Bruguiera gymnorrsiza Bunga dari tanaman Bruguiera gymnorrsiza
  • 17.
  • 18.
    Avicennia alba (api-api) (SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014) 18
  • 19.
    Sonnertia alba (Pedada) (SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014) 19
  • 20.
    Avicennia alba (Api- api) Daundan bunga Avicennia alba (Api- api)
  • 21.
    Hibiscus tiliaceus (WaruLaut) ( SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014) 21
  • 22.
    Lumnitzera racemosa (Nipah) (SUMBER . ARSIP BIOLOGI 6D,2014) 22
  • 23.
  • 24.
    Ular Burung Raja Udang Ikan Tembakul Udang –udang Detrivus Rantai Makanan Gambar: SALAH SATU CONTOH RANTAI MAKANAN DI EKOSISTEM MANGROVE SUNGAI API-API 24
  • 25.
    Jaring-jaring Makanan DiHutan Mangrove Babi Kepiting bakau Ikan kecil Udang Daun Kerang- kerangan Burung raja udang Ikan besar Dekomposer Manusia Biawak Ular Siput 25
  • 26.
    Berdasarkan hasil pengamatanpola interaksi terjadi di ekosistem hutan mangrove kec. Bukit Batu 26
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    Pasang Lama pasang Durasi pasang Rentang pasang Fisiografi Pantai Fisiografi pantai dapatmempengaruhi komposisi, distribusi spesies dan lebar hutan mangrove. Pada pantai yang landai, komposisi ekosistem mangrove lebih beragam jika dibandingkan dengan pantai yang terjal. Hal ini disebabkan karena pantai landai menyediakan ruang yang lebih luas untuk tumbuhnya mangrove sehingga distribusi spesies menjadi semakin luas dan lebar. Pada pantai yang terjal komposisi, distribusi dan lebar hutan mangrove lebih kecil karena kontur yang terjal menyulitkan pohon mangrove untuk tumbuh.Gelomb ang dan arus • Gelombang dan arus dapat merubah struktur dan fungsi ekosistem mangrove. • Gelombang dan arus juga berpengaruh langsung terhadap distribusi spesies. • Gelombang dan arus mempengaruhi daya tahan organisme akuatik melalui transportasi nutrien-nutrien penting dari mangrove ke laut. faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove di suatu lokasi adalah :
  • 30.
    E D A P H I S E K O S I S T E M M A N G R O V E Merupakan tempat hidupsatwa liar dan jasad renik melalui penanaman vegetasi yang sesuai dengan ekosistem yang ada di hutan mangrove tersebut. Contoh edaphis pada ekosistem mangrove adalah : Tanah. Tanah adalah lapisan permukaan bumi yang secara fisik berfungsi sebagai tempat tumbuh & berkembangnya perakaran penopang tegak tumbuhnya tanaman dan menyuplai kebutuhan air dan udara; secara kimiawi berfungsi sebagai gudang dan penyuplai hara atau nutrisi (senyawa organik dan anorganik sederhana dan unsur-unsur esensial seperti: N, P, K, Ca, Mg, S, Cu, Zn, Fe, Mn, B, Cl); dan secara biologi berfungsi sebagai habitat biota (organisme) yang berpartisipasi aktif dalam penyediaan hara tersebut dan zat-zat aditif (pemacu tumbuh, proteksi) bagi tanaman, yang ketiganya secara integral mampu menunjang produktivitas tanah untuk menghasilkan biomass dan produksi baik tanaman pangan, tanaman obat-obatan, industri perkebunan, maupun kehutanan.
  • 31.
    Ciri-Ciri Tanah Tingkatan Sangat RendahRendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi C-organik (%) < 1,00 1,00-2,00 2,01 - 3,00 3,01 – 5,00 > 5,00 N-total (%) a. Mineral b. Gambut < 0,10 0,10-0,20 < 0,80 0,21 - 0,50 0,80 – 2,50 0,51 – 0,75 > 2,50 > 0,75 Rasio C/N < 5 5 – 10 11 – 15 16 – 25 > 25 P2O5 Bray 1 (ppm) < 10 10 –15 16 – 25 26 – 35 > 35 K (me/100 g) < 0,10 0,10-0,20 0,30 – 0,50 0,60 – 1,00 > 1,00 Na (me/100 g) < 0,10 0,10-0,30 0,40 – 0,70 0,80 – 1,00 > 1,00 Mg (me/100 g) < 0,40 0,40-1,00 1,10 – 2,00 2,10 – 8,00 > 8,0 Ca (me/100 g) < 2 2 – 5 6 – 10 11 – 20 > 20 KTK (me/100 g) < 5 5 – 16 17 – 24 25 – 40 > 40 Kejenuhan Basa (%) < 20 20 –35 36 – 50 51 – 70 > 70 Kadar Abu (%) < 5 5 – 10 > 10 Sangat Masam Masam Agak Masam Netral Agak Alkalis Alkalis pH (H2O) a. Mineral < 4,5 4,5 – 5,5 5,6 – 6,5 6,6-7,5 7,6 -8,5 > 8,5 Sangat masam Sedang Tinggi pH (H2O)
  • 32.
    Klimatologis adalah orangyang mempelajari klimatologi, mempelajari baik sifat alam dari iklim-lokal, regional, atau global dan faktor yang disebabkan oleh alam atau manusia yang menyebabkan perubahan iklim. Klimatologi memperhatikan perubahan iklim masa lalu dan masa depan. Contoh dari klimatologis ekosistem hutan mangrove adalah : Suhu dan temperature udara, tekanan udara, angin, kelembaban udara, dan curah hujan. Klimatologis hutan mangrove
  • 33.
    No Bulan Suhu udara harian(oC) 9.00 10.00 11.00 12.00 13.00 14.00 15.00 1. April 26,1 26,0 26,0 26,5 26,2 26,1 26,1 2. Mei 28,1 26,1 26,5 29,1 29,1 26,2 26,2 3. Juni 26,1 26,4 29,0 28,0 28,1 29,1 29,1 4. Juli 26,4 26,2 29,2 28,5 28,4 28,1 29,1 5. Agustus 26,5 29,1 26,2 28,0 28,1 29,1 26,1 6. September 28,1 26,1 26,1 28,4 29,2 29,1 26,0 7. Oktober 28,4 26,1 26,1 28,1 29,1 29,1 26,1 8. November 28,1 26,1 26,4 29,0 29,1 26,5 26,2 9. Desember 26,5 29,1 26,2 28,0 28,1 29,1 26,1 10. Januari 28,1 26,1 26,1 28,4 29,2 29,1 26,0 11. Februari 28,4 26,1 26,1 28,1 29,1 29,1 26,1 12. Maret 28,1 26,1 26,4 29,0 29,1 26,5 26,2
  • 34.
    Daftar Referensi Noor, Y.R.,M. Khazali, dan N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. Wetlands Internasional Indonesia Programe. Bogor. Dalam Bahan Ajar Ekologi Tumbuhan. Dr. H. Elfis, M.Si. Laboratorium Ekologi UIR: Pekanbaru. Furkon. 2010. Ekosistem Hutan Mangrove di pantai Karangsong Indramayu, Jawa Barat. Available at: http://furkonabel’s.wordpress.com/. Diakses pada: 17 Mei 2014. Surianta. 2010. Ekosistem Mangrove. Available at: http://hendrasurianta.wordpress.com/. Diakses pada: 17 Mei 2014. Admin. 2010. Persebaran Mangrove. Available at: http://www.irwantoshut.com. Diakses pada: 17 Mei 2014 Ghufrona. 2011. Penyebaran Jenis-jenis Mangrove. Available at: http://ghinaghufrona.blogspot.com/. Diakses pada: 17 Mei 2014. Mulyadi, E., Laksmono, R., dan Aprianti, D. 2009. Fungsi Mangrove Sebagai Pengendali Pencemaran Logam Berat. Jawa Timur. Dalam Jurnal tekhik Lingkungan vol. 1 Edisi Khusus. Irawan, Budi. 2005. Kondisi Vegetasi Mangrove di Luwak Banggai Sulawesi Tengah. Dalam Jurnal Biologi FMIPA UNPAD. Disampaikan pada Seminar Nasional Penggalang Taksonomi Tumbuhan Indonesia FMIPA UPI. Rochana, Erna. 2013. Ekosistem Mangrove dan Pengelolaannya di Indonesia. Available at: www.irwantoshut.com. Diakses pada: 17 Mei 2014 34