TEORI PEMBENTUKAN BUMI
1.Annisa Nirmala A.
1506742275
2.Dewi Syurawati
1706975210
3.Dita Puspitasari
1706027055
4.Muhammad Fauzan
1706023403
5.Rizki Pramayuda
1706035441
6.Selpa Aldiansyah
1706026001
Oleh Kelompok 6
ALUR PRESENTASI
Semua material di alam semesta
ini pasti pernah mengalami proses awal
pembentukan. Dikarenakan rasa
keingintahuan manusia yang begitu besar,
maka dari itu para ilmuan dari jaman dulu
hingga jaman sekarang mencoba menguak
misteri mengenai awal pembentukan
bumi serta alam semesta. Banyak bukti
yang mendukung teori dan hipotesis yang
dicetuskan oleh para ilmuan sebagai
sebuah jawaban dari rasa penasaran
manusia terhadap alam semesta ini.
LATAR BELAKANG
Setelah kami membaca teori dan
mendiskusikannya, kami telah merumuskan
masalah sebagai berikut :
1. Apa bunyi teori yang dikemukakan oleh
para ahli?
2. Bukti apa yang mendukung teori
tersebut?
RUMUSAN MASALAH
• Teori Nebula (Awan
Debu)
• Teori Planetesimal
• Teori Pasang Surut
• Teori Bintang Kembar
• Teori Whipple
• Teori Big Bang
DAFTAR PAPARAN
Selpa Aldiansyah
1706026001
Teori Nebula (Awan Debu)
Pencetus :
Emmanuel Swedenborg Immanuel Kant
Piere Marquis de Laplaces
Teori Nebula adalah hipotesis pertama
kali yang disampaikan oleh
Emmanuel Swendenborg pada tahun
1734.
Teori ini kemudian disempurnakan
kembali oleh Immanuel Kant pada
tahun 1775.
Pada tahun 1796 Teori serupa juga
dikemukakan oleh Piere Marquis de
Laplace. Sehingga teori nebula ini juga
dikenal dengan teori Nebula Kant-
Laplace.
Penjelasan :
Tata surya berawal dari sebuah kabut yang berpijar dan berpilin di luar angkasa.
Kabut tersebut berputar sehingga membentuk bola dan semakin kecil bola tersebut,
putarannya semakin cepat. Akibatnya, bentuk bola itu semakin memepat pada
kutubnya dan semakin melebar pada bagian equatornya. Bahkan, ada sebagian massa
kabut gas menjauh dari intinya dan membentuk cincin di sekeliling inti kabut
tersebut.
Kabut ini disebut sebagai Nebula. Kemudian kabut mengalami penyusutan karena
gaya gravitasi yang dimilikinya. Selama proses penyusutan, kabut tersebut berputar
sehingga akhirnya memanas dan berubah menjadi bintang raksasa.
Bintang raksasa tersebut adalah matahari. Ukuran dari matahari raksasa tersebut
terus menyusut dan berputar semakin cepat. Sehingga cincin-cincin gas dan es
terlempar keluar ke sekeliling matahari. Pada akhirnya akibat adanya gaya tarik
gravitasi dan penurunan temperatur, gas dan es tersebut memadat dan membentuk
planet-planet.
Penjelasan Visual :
Daftar Pustaka : 1. K Khoiriyah - Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni,
2016 - ejournal.radenintan.ac.id
2. www.informazone.com
Teori Planetesimal
Dita Puspitasari
1706027055
Dicetuskan oleh :
Thomas Chrowder Chamberline
(1843-1928). Sumber gambar
http://scientists.culturesite.org/index.php
?52
Forest R. Moulton (1872-
1952). Sumber gambar
http://scientists.culturesite.org/ind
ex.php?52
Penjelasan Teori Plantesimal
 Planetesimal dapat diartikan sebagai
planet kecil
 Teori plantesimal menyatakan bahwa
matahari telah ada sebelum terbentuknya
tata surya sebagai salah satu bintang yang
terdapat di langit.
Sumber gambar
http://archive.oapd.inaf.it/meteoriti.html/cap3.htm
Sumber tulisan http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-
MODES/KONSEP_DASAR_BUMI_ANTARIKSA_UNT
UK_SD/BBM_6.pdf
 Pada suatu ketika, matahari berpapasan
dengan bintang lain pada jarak yang tidak
terlalu jauh. Akibatnya, terjadilah peristiwa
pasang naik pada permukaan matahari.
Sebagian dari masa matahari itu tertarik ke
arah bintang yang lewat. Material yang
tertarik ada yang kembali ke matahari dan
sebagian lainnya terlepas dan menjadi planet-
planet, salah satunya adalah bumi kita sendiri.
Sumber tulisan http://file.upi.edu/Direktori/DUAL-
MODES/KONSEP_DASAR_BUMI_ANTARIKSA_UNTUK_SD/BBM_6.
pdf
Muhammad Fauzan
1706023403
Teori Pasang Surut
Dikemukakan Oleh :
Harold Jeffreys dan Sir James Jeans
Proses Awal
Sebuah bintang besar
mendekati matahari dan
tarikan gravitasinya
menyedot filamen gas yang
berbentuk cerutu panjang.
Filamen membesar di bagian
tengah dan mengecil di
kedua ujungnya.
Selain itu mendekatnya bintang yang berukuran besar
kearah matahari juga menghasilkan gaya tarik yang
mengakibatkan terbentuknya gunung gunung raksasa
pada matahari. Dan karena matahari masih berada
dalam keadaan gas, mendekatnya bintang tersebut ke
matahari menyebabkan terjadinya pasang surut di
matahari. Kejadian tersebut hampir sama seperti
pasang surut air laut yang ada di muka bumi yang
diakibatkan oleh gaya tarik gravitasi bulan. Bedanya
pasang surut air laut ukurannya lebih
kecil dibandingkan teori pasang surut
tata surya. Hal tersebut bisa terjadi
dikarenakan kecilnya massa bulan dan
jauhnya jarak antara bulan dan bumi
(60 kali jari-jari bumi).
Referensi
Website :
gurugeografi.id/
e-polymers.org/
Buku :
Eni Anjayani, Tri Haryanto.2009.Geografi Kelas 10 SMA
Copyright by Rizki Pramayuda
PENCETUS TEORI BINTANG KEMBAR
Sir R.A Lyttleton
(1939) adalah
astronom
berkebangsaan
inggris. Beliau banyak
berkontribusi di
bidang astrofisika dan
kosmologi.
Sir Fred Hoyle adalah
ilmuan berkabangsaan
inggris dan sebagai
alumni Universitas
Cambridge. Beliau
banyak berkontribusi
pada teori
nukleosintesis
bintang.
Source image by
http://www.anashir.com/astronomi/tata-surya-dan-
teori-terbentuknya/
Descript by
https://www.britannica.com/biography/Raymond-Arthur-Lyttleton
-and-Fres-Hoyle
Rizki Pramayuda
Teori Whipple
Teori ini mengemukakan
hipotesis bahwa pada awalnya
matahari merupakan bintang
kembar yang saling mengelilingi
satu sama lain. Pada suatu masa,
melintas bintang lain yang
mendekat dan menabrak salah
satu bintang kembar tersebut dan
menghancurkannya hingga
menjadi bagian kecil yang terus
berpilin dan mendingin menjadi
planet yang mengelilingi bintang
yang tetap bertahan yakni
matahari. https://www.
space.com/22538-
nemesis-star.html
Dewi Syurawati
1706975210
Teori Whipple
Teori Whipple
Teori Whippel dikemukakan
oleh seorang ahli astronomi
Amerika Dr. Fred Lawrence
Whipple, yang menganggap
awalnya tata surya terdiri
dari gas dan kabut debu
kosmos yang berotasi
membentuk piringan
Fred L. Whipple. Sumber gambar:
http://www.phys-
astro.sonoma.edu/brucemedalists
/whipple/
Menurut Whipple, calon sistem
tata surya merupakan awan luas
terdiri atas debu dan gas
kromosom yang diperkirakan
berbentuk piring.
Ketidakteraturan dalam awan itu
menyebabkan terjadinya
perputaran. Debu dan gas yang
berputar mengalami pemekatan
massa dan menggumpal menjadi
padat. Gumpalan yang padat
saling bertabrakan dan
membentuk planet-planet
Sumber gambar:
https://www.pinterest.com/pin/253538654
002439199/
Sumber tulisan:
http://itbecomefind.blogspot.co.id/2015/0
3/sejarah-pembentukan-muka-bumi.html
Teori Big Bang
Annisa Nirmala A.
1506742275
Teori Big Bang : Sang Teori Pembentukan Alam Semesta
Para ahli astronomi telah lama berusaha merumuskan
berbagai teori yang dapat menjelaskan tentang kejadian
alam semesta. Salah satu teorinya disebut teori
dentuman dahsyat (big bang). Teori ini pertama kali
dikemukakan oleh kosmolog Abbe Lemaitre pada tahun
1920-an. Menurutnya alam semesta ini bermula dari
gumpalan super-atom raksasa yang isinya tidak bisa kita
bayangkan tetapi kira-kira seperti bola api raksasa yang
suhunya antara 10 milyar sampai 1 trilyun derajat celcius
(air mendidih suhunya hanya 100 oC). Gumpalan super-
atom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu.
Hasil sisa dentuman dahsyat tersebut menyebar menjadi
debu dan awan hidrogen. Setelah berumur ratusan juta
tahun, debu dan awan hidrogen tersebut membentuk
bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda.
Seiring dengan terbentunya bintang-bintang, di antara
bintang-bintang tersebut berpusat membentuk
kelompoknya masing-masing yang kemudian kita sebut
galaksi.
Sumber:
http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/19
4902051978031-
DJAKARIA_M_NUR/TEORI_KEJADIAN_ALAM_SEMESTA.pdf
KESIMPULAN
Proses terbentuknya bumi serta alam semesta
terbagi menjadi 6 teori yaitu diantaranya : Teori
Nebula, Teori Planetesimal, Teori Pasang Surut, Teori
Bintang Kembar, Teori Whipple dan Teori Big Bang.
Teori tersebut menjelaskan bahwa proses
pembentukan bumi ada gaya yang bekerja terdiri atas
gravitasi (Tarik-menarik), Pembekuan, Perputaran,
Tabrakan, Ledakan, Fusi?Penggabungan, dan Apa
adanya. Pembentukan bumi juga dipengaruhi oleh
Matahari, Partikel bermassa, Orbit, dan Gravitasi.

Ppt geofis kelompok 6

  • 1.
  • 2.
    1.Annisa Nirmala A. 1506742275 2.DewiSyurawati 1706975210 3.Dita Puspitasari 1706027055 4.Muhammad Fauzan 1706023403 5.Rizki Pramayuda 1706035441 6.Selpa Aldiansyah 1706026001 Oleh Kelompok 6
  • 3.
  • 4.
    Semua material dialam semesta ini pasti pernah mengalami proses awal pembentukan. Dikarenakan rasa keingintahuan manusia yang begitu besar, maka dari itu para ilmuan dari jaman dulu hingga jaman sekarang mencoba menguak misteri mengenai awal pembentukan bumi serta alam semesta. Banyak bukti yang mendukung teori dan hipotesis yang dicetuskan oleh para ilmuan sebagai sebuah jawaban dari rasa penasaran manusia terhadap alam semesta ini. LATAR BELAKANG
  • 5.
    Setelah kami membacateori dan mendiskusikannya, kami telah merumuskan masalah sebagai berikut : 1. Apa bunyi teori yang dikemukakan oleh para ahli? 2. Bukti apa yang mendukung teori tersebut? RUMUSAN MASALAH
  • 6.
    • Teori Nebula(Awan Debu) • Teori Planetesimal • Teori Pasang Surut • Teori Bintang Kembar • Teori Whipple • Teori Big Bang DAFTAR PAPARAN
  • 7.
  • 8.
    Pencetus : Emmanuel SwedenborgImmanuel Kant Piere Marquis de Laplaces Teori Nebula adalah hipotesis pertama kali yang disampaikan oleh Emmanuel Swendenborg pada tahun 1734. Teori ini kemudian disempurnakan kembali oleh Immanuel Kant pada tahun 1775. Pada tahun 1796 Teori serupa juga dikemukakan oleh Piere Marquis de Laplace. Sehingga teori nebula ini juga dikenal dengan teori Nebula Kant- Laplace.
  • 9.
    Penjelasan : Tata suryaberawal dari sebuah kabut yang berpijar dan berpilin di luar angkasa. Kabut tersebut berputar sehingga membentuk bola dan semakin kecil bola tersebut, putarannya semakin cepat. Akibatnya, bentuk bola itu semakin memepat pada kutubnya dan semakin melebar pada bagian equatornya. Bahkan, ada sebagian massa kabut gas menjauh dari intinya dan membentuk cincin di sekeliling inti kabut tersebut. Kabut ini disebut sebagai Nebula. Kemudian kabut mengalami penyusutan karena gaya gravitasi yang dimilikinya. Selama proses penyusutan, kabut tersebut berputar sehingga akhirnya memanas dan berubah menjadi bintang raksasa. Bintang raksasa tersebut adalah matahari. Ukuran dari matahari raksasa tersebut terus menyusut dan berputar semakin cepat. Sehingga cincin-cincin gas dan es terlempar keluar ke sekeliling matahari. Pada akhirnya akibat adanya gaya tarik gravitasi dan penurunan temperatur, gas dan es tersebut memadat dan membentuk planet-planet.
  • 10.
    Penjelasan Visual : DaftarPustaka : 1. K Khoiriyah - Jurnal Ilmiah Pendidikan Fisika Al-Biruni, 2016 - ejournal.radenintan.ac.id 2. www.informazone.com
  • 11.
  • 12.
    Dicetuskan oleh : ThomasChrowder Chamberline (1843-1928). Sumber gambar http://scientists.culturesite.org/index.php ?52 Forest R. Moulton (1872- 1952). Sumber gambar http://scientists.culturesite.org/ind ex.php?52
  • 13.
    Penjelasan Teori Plantesimal Planetesimal dapat diartikan sebagai planet kecil  Teori plantesimal menyatakan bahwa matahari telah ada sebelum terbentuknya tata surya sebagai salah satu bintang yang terdapat di langit. Sumber gambar http://archive.oapd.inaf.it/meteoriti.html/cap3.htm Sumber tulisan http://file.upi.edu/Direktori/DUAL- MODES/KONSEP_DASAR_BUMI_ANTARIKSA_UNT UK_SD/BBM_6.pdf
  • 14.
     Pada suatuketika, matahari berpapasan dengan bintang lain pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya, terjadilah peristiwa pasang naik pada permukaan matahari. Sebagian dari masa matahari itu tertarik ke arah bintang yang lewat. Material yang tertarik ada yang kembali ke matahari dan sebagian lainnya terlepas dan menjadi planet- planet, salah satunya adalah bumi kita sendiri. Sumber tulisan http://file.upi.edu/Direktori/DUAL- MODES/KONSEP_DASAR_BUMI_ANTARIKSA_UNTUK_SD/BBM_6. pdf
  • 15.
  • 16.
    Dikemukakan Oleh : HaroldJeffreys dan Sir James Jeans
  • 17.
    Proses Awal Sebuah bintangbesar mendekati matahari dan tarikan gravitasinya menyedot filamen gas yang berbentuk cerutu panjang. Filamen membesar di bagian tengah dan mengecil di kedua ujungnya.
  • 18.
    Selain itu mendekatnyabintang yang berukuran besar kearah matahari juga menghasilkan gaya tarik yang mengakibatkan terbentuknya gunung gunung raksasa pada matahari. Dan karena matahari masih berada dalam keadaan gas, mendekatnya bintang tersebut ke matahari menyebabkan terjadinya pasang surut di matahari. Kejadian tersebut hampir sama seperti pasang surut air laut yang ada di muka bumi yang diakibatkan oleh gaya tarik gravitasi bulan. Bedanya pasang surut air laut ukurannya lebih kecil dibandingkan teori pasang surut tata surya. Hal tersebut bisa terjadi dikarenakan kecilnya massa bulan dan jauhnya jarak antara bulan dan bumi (60 kali jari-jari bumi).
  • 19.
    Referensi Website : gurugeografi.id/ e-polymers.org/ Buku : EniAnjayani, Tri Haryanto.2009.Geografi Kelas 10 SMA
  • 20.
  • 21.
    PENCETUS TEORI BINTANGKEMBAR Sir R.A Lyttleton (1939) adalah astronom berkebangsaan inggris. Beliau banyak berkontribusi di bidang astrofisika dan kosmologi. Sir Fred Hoyle adalah ilmuan berkabangsaan inggris dan sebagai alumni Universitas Cambridge. Beliau banyak berkontribusi pada teori nukleosintesis bintang. Source image by http://www.anashir.com/astronomi/tata-surya-dan- teori-terbentuknya/ Descript by https://www.britannica.com/biography/Raymond-Arthur-Lyttleton -and-Fres-Hoyle Rizki Pramayuda
  • 22.
    Teori Whipple Teori inimengemukakan hipotesis bahwa pada awalnya matahari merupakan bintang kembar yang saling mengelilingi satu sama lain. Pada suatu masa, melintas bintang lain yang mendekat dan menabrak salah satu bintang kembar tersebut dan menghancurkannya hingga menjadi bagian kecil yang terus berpilin dan mendingin menjadi planet yang mengelilingi bintang yang tetap bertahan yakni matahari. https://www. space.com/22538- nemesis-star.html
  • 23.
  • 24.
    Teori Whipple Teori Whippeldikemukakan oleh seorang ahli astronomi Amerika Dr. Fred Lawrence Whipple, yang menganggap awalnya tata surya terdiri dari gas dan kabut debu kosmos yang berotasi membentuk piringan Fred L. Whipple. Sumber gambar: http://www.phys- astro.sonoma.edu/brucemedalists /whipple/
  • 25.
    Menurut Whipple, calonsistem tata surya merupakan awan luas terdiri atas debu dan gas kromosom yang diperkirakan berbentuk piring. Ketidakteraturan dalam awan itu menyebabkan terjadinya perputaran. Debu dan gas yang berputar mengalami pemekatan massa dan menggumpal menjadi padat. Gumpalan yang padat saling bertabrakan dan membentuk planet-planet Sumber gambar: https://www.pinterest.com/pin/253538654 002439199/ Sumber tulisan: http://itbecomefind.blogspot.co.id/2015/0 3/sejarah-pembentukan-muka-bumi.html
  • 26.
    Teori Big Bang AnnisaNirmala A. 1506742275
  • 27.
    Teori Big Bang: Sang Teori Pembentukan Alam Semesta Para ahli astronomi telah lama berusaha merumuskan berbagai teori yang dapat menjelaskan tentang kejadian alam semesta. Salah satu teorinya disebut teori dentuman dahsyat (big bang). Teori ini pertama kali dikemukakan oleh kosmolog Abbe Lemaitre pada tahun 1920-an. Menurutnya alam semesta ini bermula dari gumpalan super-atom raksasa yang isinya tidak bisa kita bayangkan tetapi kira-kira seperti bola api raksasa yang suhunya antara 10 milyar sampai 1 trilyun derajat celcius (air mendidih suhunya hanya 100 oC). Gumpalan super- atom tersebut meledak sekitar 15 milyar tahun yang lalu. Hasil sisa dentuman dahsyat tersebut menyebar menjadi debu dan awan hidrogen. Setelah berumur ratusan juta tahun, debu dan awan hidrogen tersebut membentuk bintang-bintang dalam ukuran yang berbeda-beda. Seiring dengan terbentunya bintang-bintang, di antara bintang-bintang tersebut berpusat membentuk kelompoknya masing-masing yang kemudian kita sebut galaksi. Sumber: http://file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._GEOGRAFI/19 4902051978031- DJAKARIA_M_NUR/TEORI_KEJADIAN_ALAM_SEMESTA.pdf
  • 28.
    KESIMPULAN Proses terbentuknya bumiserta alam semesta terbagi menjadi 6 teori yaitu diantaranya : Teori Nebula, Teori Planetesimal, Teori Pasang Surut, Teori Bintang Kembar, Teori Whipple dan Teori Big Bang. Teori tersebut menjelaskan bahwa proses pembentukan bumi ada gaya yang bekerja terdiri atas gravitasi (Tarik-menarik), Pembekuan, Perputaran, Tabrakan, Ledakan, Fusi?Penggabungan, dan Apa adanya. Pembentukan bumi juga dipengaruhi oleh Matahari, Partikel bermassa, Orbit, dan Gravitasi.