Peta Konsep
Komposisi
Mineral
Klasifikasi
Penamaan
Tekstur
Struktur
Kristaloblastik
Palimsest
Foliasi
Non Foliasi
Mineral Stress
Mineral Anti-Stress
Calcic/pelitik
Quartz Feldspathic
Calcareus
Basic
Magnesia
Pengertian Agen - Agen
Tipe – Tipe
Batuan
Metemorf
Metemorfisme
Temperatur
Tekanan
Fluida Aktif
Lokal
Regional
Pengertian
Batuan
Kumpulan dari dua
macam atau lebih
mineral yang bersatu
dan merupakan
pembentuk lapisan
bumi/kulit bumi.
Pengertian
Batuan Metemorf
Batuan yang telah
mengalami perubahan
bentuk dari batuan beku,
batuan sedimen, dan/atau
batuan metamorf yang
mengalami metamorfosa.
META =
perubahan;
MORPHO =
bentuk
proses rekristalisasi di kedalaman
kerak bumi (3-20 km) yang
keseluruhannya atau sebagian
besar terjadi dalam keadaan padat,
yakni tanpa melalui fasa cair,
sehingga terbentuk struktur dan
mineralogi baru akibat dari
pengaruh temperatur (T) (200°-
650°) dan tekanan (P) yang tinggi.
Metamorfisme
Pengertian
Agen – Agen
Metamorfisme
Temperatur Temperatur – pertambahan PANAS-
- Mineral menjadi tidak stabil
- Membentuk mineral baru (KondisiBaru)
- Sumber Panas :
- Gradient Geothermal
- Peluruhan Radioaktif
- Migrasi
Agen – Agen
Metamorfisme
Tekanan
Adanya peningkatan tekanan
Agen – Agen
Metamorfisme
Fluida Aktif
- Perubahan komposisi kimia – Pelepasan H20 dan CO2.
Contoh : Calcite (CaCO3) dan lempung [Al2Si2O5(OH)4]
terurai melepas H2O dan CO2. Larutan ini akan
mengendap pada Kondisi dan temperatur yang sesuai
(baru)
- Metasomatisme : infiltrasi fluida asal luar, terkait dengan
magma intrusion → Hydrotermal alteration
Tipe – Tipe
Metamorfisme
Lokal metamorfisme terjadi secara lokal pada
batuan yang dekat dengan magma chamber
Kontak disebabkan oleh adanya
kenaikan temperatur
pada batuan tertentu
Tipe – Tipe
Metamorfisme
metamorfisme terjadi secara lokal pada
batuan yang dekat dengan magma chamber
Lokal
Dislokasi/
Kataklastik
/Dinamo
terjadi pada lokasi dimana batuan ini
mengalami proses penggerusan secara
mekanik yang disebabkan oleh faktor
penekanan secara kompresional baik
tegak maupun mendatar.
Tipe – Tipe
Metamorfisme
Regional
Regional /
Dinamo
Termal
tegasan skala besar dan pemanasan
batuan karena deep burial atau terkait
dengan kerak atau lempeng kontinen dan
tubrukan (colliding)
terjadi pada kulit bumi
bagian dalam dan faktor
yang berpengarug adalah
temperatur dan tekanan
yang sangat tinggi
Tipe – Tipe
Metamorfisme
Regional
Beban
tegasan skala besar dan pemanasan
batuan karena deep burial atau terkait
dengan kerak atau lempeng kontinen dan
tubrukan (colliding)
terbentuk oleh oleh proses
pembebanan oleh suatu massa
sedimentasi yang sangat tebal
pada suatu cekungan yang sangat
luas atau dikenal dengan sebutan
cekungan geosinklin
LepiNe Idi
Xeno GraPor
Tekstur batuan metamorf
yang didominasi oleh
mineral-mineral pipih yang
memperlihatkan orientasi
sejajar seperti minera-
mineral biotit, mika, dan
sebagainya.
Kristaloblastik
Tekstur
LepiNe Idi
Xeno GraPor
Terdiri dari mineral-mineral
berbentuk prismatic
menjarum yang
memperlihatkan orientasi
sejajar.
Kristaloblastik
Tekstur
LepiNe Idi
Xeno GraPor
Tekstur pada batuan
metamorf dimana bentuk
mineral-mineral penyusunnya
berbentuk euhedral-batas
batas mineral baik
Kristaloblastik
Tekstur
LepiNe Idi Xeno
GraPor
Tekstur pada batuan
metamorf dimana bentuk
mineral-mineral penyusunnya
berbentuk euhedral-batas
batas mineral rusak
Kristaloblastik
Tekstur
LepiNe Idi Xeno
GraPor
Tekstur batuan metamorf
yang terdiri dari mineral-
mineral yang membutir
seragam
Kristaloblastik
Tekstur
LepiNe Idi Xeno
GraPor
Tekstur pada batuan
metamorf dimana suatu
Kristal besar (fenokris)
tertanam dalam massa
dasar yang relative halus.
Kristaloblastik
Tekstur
Blastoporfiritik
Blastopsefit
Blastopsamit
Blastoppellite
Suatu tekstur sisa dari batuan asal yang bertekstur seperti kristal
Suatu tekstur sisa dari batuan sedimen yang ukuran butirnya lebih besar dari
pasir.
Sama dengan balastopsefit hanya saja disini ukuran butirnya sama dengan pasir
Tekstur sisa dari batuan sedimen yang berukuran butir lempung.
Palimsest
Tekstur
Schistosa
Gneisik
Merupakan derajat metamorf rendah dari lempung
mineral-mineral berukuran dan kesan kesejajarannya halus
sekali memperlihatkan belahan-belahan yang rapat
dimana mulai terdapat daun-daun mica halus.
Struktur ini hamper mirip dengan struktur slay cleavage
hanya mineral dan kesejajarannya sudah mulai agak kasar.
Derajat metamorfosanya lebih tinggi dari pada slate
Foliasi
Struktur
Slaty-Cleavage
Phylitik
Slaty cleavage
Phylitic
Adalah suatu struktur dimana
mineral pipih lebih dominan dibandingkan mineral butiran.
Struktur ini biasanya dihasilkan oleh proses metamorfosa
regional.
Struktur dimana jumlah mineral yang grnulose relative
lebih banyak dari mineral pipih.
Foliasi
Struktur
Schistosa
Gneissik
Non Foliasi
Hornfelsik
Milonitik
Kataklastik
Pilonitik
Flaser
Augen
Dicirikan adanya butiran-butiran yang seragam, terbentuk pada bagian dalam
daerah kontak sekitar tubuh batuan beku. Pada umumnya merupakan
rekristalisasi batuan asal. Struktur ini diibaratkan seperti tanduk.
Struktur yang berkembang oleh adanya penghancuran terhadap batuan asal
yang mengalami metamorfosa dynamo, batuan berbutir halus dan liniasinya
ditunjukan oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk rentikuler
terkadang masih menyimpan lensa batuan asalnya.
Struktur ini hamper sama dengan struktur milonit hanya butiranya lebih
kasar
Struktur
HornFelsik
Millonitik
Kataklastik
Non Foliasi
Hornfelsik
Milonitik
Kataklastik
Pilonitik
Flaser
Augen
Granulose
Liniasi
Struktur ini menyerupai milonit tetapi butirannya relative lebih kasar dan
strukturnya mendekati struktur pada tipe phylitik.
Seperti struktur kataklastik dimana struktur batuan asal berbentuk lensa
yang tertanam pada massa dasar milonit.
Seperti struktur flaser hanya lensa-lensanya terdiri dari butir-butir feldsfar
dalam massa dasar yang lebih halus.
Struktur
Augen
Mineral Stress
Komposisi
Mineral
 Stabil
 Berbentuk Pipih atau Tabuler, Prismatik
 Contoh : mika,actinolit, hornblende,
serpentine, silimanite, kyanite, seolite
Mineral Anti-
Stress
Komposisi
Mineral
 Stabil
 Berbentuk equidimensional
 Contoh : Kuarsa, feldsfar, gernet, kalcit,
dan kordierite
Merupakan batuan metamorf yang
berasal dari batuan yang banyak
mengandung Al seperti lempung
Calcic/Pelitic
Quartz
Feldspathic
Calcareus
Basic
Magnesia
Klasifikasi
Penamaan
Merupakan batuan metamorf yang berasal
dari batuan yang banyak mengandung unsur
kuarsa dan feldsfar seperti batu pasir dan
batuan beku asam
Calcic/pelitik
Calcareus
Basic
Magnesia
Quartz
Feldspathic
Klasifikasi
Penamaan
Merupakan batuan metamorf yang
berasal dari batuan gamping dan
dolomite
Calcareus
Quartz
Feldspathic
Calcic/pelitik
Basic
Magnesia
Klasifikasi
Penamaan
Merupakan batuan metamorf yang
berasal dari batuan beku basa misalnya
tuff
Basic
Quartz
Feldspathic
Calcic/pelitik
Calcaerus
Magnesia
Klasifikasi
Penamaan
Merupakan batuan metamorf yang
berasal dari batuan yang banyak
mengandung unsur magnesium seperti
serpentine
Magnesia
Quartz
Feldspathic
Calcic/pelitik
Calcaerus
Basic
Klasifikasi
Penamaan
Ppt batuan metamorf

Ppt batuan metamorf

  • 2.
    Peta Konsep Komposisi Mineral Klasifikasi Penamaan Tekstur Struktur Kristaloblastik Palimsest Foliasi Non Foliasi MineralStress Mineral Anti-Stress Calcic/pelitik Quartz Feldspathic Calcareus Basic Magnesia Pengertian Agen - Agen Tipe – Tipe Batuan Metemorf Metemorfisme Temperatur Tekanan Fluida Aktif Lokal Regional
  • 3.
    Pengertian Batuan Kumpulan dari dua macamatau lebih mineral yang bersatu dan merupakan pembentuk lapisan bumi/kulit bumi.
  • 4.
    Pengertian Batuan Metemorf Batuan yangtelah mengalami perubahan bentuk dari batuan beku, batuan sedimen, dan/atau batuan metamorf yang mengalami metamorfosa. META = perubahan; MORPHO = bentuk
  • 5.
    proses rekristalisasi dikedalaman kerak bumi (3-20 km) yang keseluruhannya atau sebagian besar terjadi dalam keadaan padat, yakni tanpa melalui fasa cair, sehingga terbentuk struktur dan mineralogi baru akibat dari pengaruh temperatur (T) (200°- 650°) dan tekanan (P) yang tinggi. Metamorfisme Pengertian
  • 6.
    Agen – Agen Metamorfisme TemperaturTemperatur – pertambahan PANAS- - Mineral menjadi tidak stabil - Membentuk mineral baru (KondisiBaru) - Sumber Panas : - Gradient Geothermal - Peluruhan Radioaktif - Migrasi
  • 7.
  • 8.
    Agen – Agen Metamorfisme FluidaAktif - Perubahan komposisi kimia – Pelepasan H20 dan CO2. Contoh : Calcite (CaCO3) dan lempung [Al2Si2O5(OH)4] terurai melepas H2O dan CO2. Larutan ini akan mengendap pada Kondisi dan temperatur yang sesuai (baru) - Metasomatisme : infiltrasi fluida asal luar, terkait dengan magma intrusion → Hydrotermal alteration
  • 9.
    Tipe – Tipe Metamorfisme Lokalmetamorfisme terjadi secara lokal pada batuan yang dekat dengan magma chamber Kontak disebabkan oleh adanya kenaikan temperatur pada batuan tertentu
  • 10.
    Tipe – Tipe Metamorfisme metamorfismeterjadi secara lokal pada batuan yang dekat dengan magma chamber Lokal Dislokasi/ Kataklastik /Dinamo terjadi pada lokasi dimana batuan ini mengalami proses penggerusan secara mekanik yang disebabkan oleh faktor penekanan secara kompresional baik tegak maupun mendatar.
  • 11.
    Tipe – Tipe Metamorfisme Regional Regional/ Dinamo Termal tegasan skala besar dan pemanasan batuan karena deep burial atau terkait dengan kerak atau lempeng kontinen dan tubrukan (colliding) terjadi pada kulit bumi bagian dalam dan faktor yang berpengarug adalah temperatur dan tekanan yang sangat tinggi
  • 12.
    Tipe – Tipe Metamorfisme Regional Beban tegasanskala besar dan pemanasan batuan karena deep burial atau terkait dengan kerak atau lempeng kontinen dan tubrukan (colliding) terbentuk oleh oleh proses pembebanan oleh suatu massa sedimentasi yang sangat tebal pada suatu cekungan yang sangat luas atau dikenal dengan sebutan cekungan geosinklin
  • 13.
    LepiNe Idi Xeno GraPor Teksturbatuan metamorf yang didominasi oleh mineral-mineral pipih yang memperlihatkan orientasi sejajar seperti minera- mineral biotit, mika, dan sebagainya. Kristaloblastik Tekstur
  • 14.
    LepiNe Idi Xeno GraPor Terdiridari mineral-mineral berbentuk prismatic menjarum yang memperlihatkan orientasi sejajar. Kristaloblastik Tekstur
  • 15.
    LepiNe Idi Xeno GraPor Teksturpada batuan metamorf dimana bentuk mineral-mineral penyusunnya berbentuk euhedral-batas batas mineral baik Kristaloblastik Tekstur
  • 16.
    LepiNe Idi Xeno GraPor Teksturpada batuan metamorf dimana bentuk mineral-mineral penyusunnya berbentuk euhedral-batas batas mineral rusak Kristaloblastik Tekstur
  • 17.
    LepiNe Idi Xeno GraPor Teksturbatuan metamorf yang terdiri dari mineral- mineral yang membutir seragam Kristaloblastik Tekstur
  • 18.
    LepiNe Idi Xeno GraPor Teksturpada batuan metamorf dimana suatu Kristal besar (fenokris) tertanam dalam massa dasar yang relative halus. Kristaloblastik Tekstur
  • 19.
    Blastoporfiritik Blastopsefit Blastopsamit Blastoppellite Suatu tekstur sisadari batuan asal yang bertekstur seperti kristal Suatu tekstur sisa dari batuan sedimen yang ukuran butirnya lebih besar dari pasir. Sama dengan balastopsefit hanya saja disini ukuran butirnya sama dengan pasir Tekstur sisa dari batuan sedimen yang berukuran butir lempung. Palimsest Tekstur
  • 20.
    Schistosa Gneisik Merupakan derajat metamorfrendah dari lempung mineral-mineral berukuran dan kesan kesejajarannya halus sekali memperlihatkan belahan-belahan yang rapat dimana mulai terdapat daun-daun mica halus. Struktur ini hamper mirip dengan struktur slay cleavage hanya mineral dan kesejajarannya sudah mulai agak kasar. Derajat metamorfosanya lebih tinggi dari pada slate Foliasi Struktur
  • 21.
  • 22.
  • 23.
    Slaty cleavage Phylitic Adalah suatustruktur dimana mineral pipih lebih dominan dibandingkan mineral butiran. Struktur ini biasanya dihasilkan oleh proses metamorfosa regional. Struktur dimana jumlah mineral yang grnulose relative lebih banyak dari mineral pipih. Foliasi Struktur
  • 24.
  • 25.
  • 26.
    Non Foliasi Hornfelsik Milonitik Kataklastik Pilonitik Flaser Augen Dicirikan adanyabutiran-butiran yang seragam, terbentuk pada bagian dalam daerah kontak sekitar tubuh batuan beku. Pada umumnya merupakan rekristalisasi batuan asal. Struktur ini diibaratkan seperti tanduk. Struktur yang berkembang oleh adanya penghancuran terhadap batuan asal yang mengalami metamorfosa dynamo, batuan berbutir halus dan liniasinya ditunjukan oleh adanya orientasi mineral yang berbentuk rentikuler terkadang masih menyimpan lensa batuan asalnya. Struktur ini hamper sama dengan struktur milonit hanya butiranya lebih kasar Struktur
  • 27.
  • 28.
  • 29.
  • 30.
    Non Foliasi Hornfelsik Milonitik Kataklastik Pilonitik Flaser Augen Granulose Liniasi Struktur inimenyerupai milonit tetapi butirannya relative lebih kasar dan strukturnya mendekati struktur pada tipe phylitik. Seperti struktur kataklastik dimana struktur batuan asal berbentuk lensa yang tertanam pada massa dasar milonit. Seperti struktur flaser hanya lensa-lensanya terdiri dari butir-butir feldsfar dalam massa dasar yang lebih halus. Struktur
  • 31.
  • 32.
    Mineral Stress Komposisi Mineral  Stabil Berbentuk Pipih atau Tabuler, Prismatik  Contoh : mika,actinolit, hornblende, serpentine, silimanite, kyanite, seolite
  • 33.
    Mineral Anti- Stress Komposisi Mineral  Stabil Berbentuk equidimensional  Contoh : Kuarsa, feldsfar, gernet, kalcit, dan kordierite
  • 34.
    Merupakan batuan metamorfyang berasal dari batuan yang banyak mengandung Al seperti lempung Calcic/Pelitic Quartz Feldspathic Calcareus Basic Magnesia Klasifikasi Penamaan
  • 35.
    Merupakan batuan metamorfyang berasal dari batuan yang banyak mengandung unsur kuarsa dan feldsfar seperti batu pasir dan batuan beku asam Calcic/pelitik Calcareus Basic Magnesia Quartz Feldspathic Klasifikasi Penamaan
  • 36.
    Merupakan batuan metamorfyang berasal dari batuan gamping dan dolomite Calcareus Quartz Feldspathic Calcic/pelitik Basic Magnesia Klasifikasi Penamaan
  • 37.
    Merupakan batuan metamorfyang berasal dari batuan beku basa misalnya tuff Basic Quartz Feldspathic Calcic/pelitik Calcaerus Magnesia Klasifikasi Penamaan
  • 38.
    Merupakan batuan metamorfyang berasal dari batuan yang banyak mengandung unsur magnesium seperti serpentine Magnesia Quartz Feldspathic Calcic/pelitik Calcaerus Basic Klasifikasi Penamaan