MIOKARDITIS
OLEH: KELOMPOK 4
ANATOMI DAN FISIOLOGI
• jantung terletak sebelah kiri sedikit dari tengah
dada, dan di belakang tulang dada (sternum).
• jantung orang dewasa memiliki panjang 12 cm,
lebar 9 cm dan mempunyai berat sekitar 300-
350 g. Ia terdiri dari empat ruang, dua atrium di
atas dan dua ventrikel di bawah.
CONT..
DINDING JANTUNG:
A. ENDOKARDIUM
Menutupi seluruh permukaan dalam jantung.
B. MIOKARDIUM
Miokardium atau otot jantung, bersifat lurik dan involenter,
berkosentrasi secara ritmis dan automatis, hanya terdapat
pada miokard dan pada dinding pembuluh darah besar yang
langsung berhubungan dengan jantung
C. EPIKARDIUM
Perikardium terbagi menjadi dua, yaitu :
Perikardium Viseralis: pembungkus jantung yang melekat
pada jaringan jantung
Perikardium Parietalis: pembungkus jantung yang terletak
disebelah luar perikardium parietalis.
Myocarditis adalah peradangan pada
otot jantung atau miokardium. Pada
umumnya disebabkan oleh penyakit-
penyakit infeksi, tetapi dapat sebagai
akibat reaksi alergi terhadap obat-
obatan dan efek toxin bahan-bahan
kimia dan radiasi (FKUI, 1999)
DEFINISI
1. Infeksi
∗ Infeksi bacterial: streptokokus, stafilokokus,
meningokokus, hemofilus, salmonelosis.
∗ Infeksi spiroketa: sifilis, leptosirosis
∗ Infeksi jamur: aspergitosis, kandidiasis, kriptokokis.
∗ Infeksi virus: coxsackie b virus, arbovirus, hepatitis,
cytomegalo virus, influenza, mumps, poliomyelitis, rabies,
varicella, dan HIV.
∗ Infeksi rickettsia: rocky mountain spotted fever, scrub
typhus.
ETIOLOGI
2. Reaksi alergi
∗ Antibiotic: amfoterisin B, penicillin, kloramfenikol,
streptomisin,
∗ Sulfonamid: sulfadiostin, sulfasoksazol
∗ Anti konvulsan: fenitoin, karbamazepin,
∗ Anti tuberculosis: isoniazid, paraminosasilat
∗ Anti inflamasi: indometazin, fenibutazol
∗ Diuretic: asetazoiamid, klortalidon, spirolonakton,
hidroklorotiazid.
CONT.
3. Reaksi toksik karena bahan-bahan tertentu
seperti:
∗ Bahan-bahan kimia: arsenic, timah
∗ Anti neoplastik: interferon alfa, interleukin-2,
siklofosfamid
∗ Bias ular, laba-laba, kalajengking
∗ Lain-lain: radiasi kokain
CONT.
∗..PATHWAY MIOKARDITIS.docx
PATHWAY
ASUHAN KEPERAWATAN
MIOKARDITIS
1. B1 (breathing)
∗ Gejala : Nafas pendek; nafas pendek kronis
memburuk pada malam hari (miokarditis)
∗ Tanda : Dispneu nokturnal, batuk, inspirasi
mengi, takipnea, krekels dan ronki,
pernafasan dangkal
PENGKAJIAN
2. B2 (blood)
∗ Gejala : Riwayat demam rematik, penyakit jantung
kongenital, Infark miokard, bedah jantung (CABG /
penggantian katup / by pass kardiopulmonal lama),
palpitasi, jatuh pingsan
∗ Tanda : Takikardia, disritmia , perpindahan TIM (Titik influks
Maksimal) kiri dan inferior (pembesaran jantung) Friction
Rub perikardial biasanya intermitten (terdengar di batas
sternal kiri)
CONT.
3. B3 (Brain)
∗ Kesadaran klien biasanya compos mentis. Sering
ditemukan sianosis perifer apabila terjadi gangguan
perfusi jaringan berat. Pengkajian objektif klien
meliputi wajah meringis, menangis, merintih,
meregang, dan menggeliat.
4. B4 (bladder)
∗ Gejala : Riwayat penyakit ginjal / gagal ginjal.
Penurunan frekuensi/ jumlah urine.
∗ Tanda : urine pekat dan gelap
CONT.
5. B5 (bowel)
∗ Gejala : nyeri pada dada anterior ( sedang sampai berat/
tajam ) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakan menelan,
berbaring, hilang dengan duduk bersandar ke depan
( perikarditis )tidak hilang dengan nitrogliserin. Nyeri dada
/punggung/ sendi ( endokarditis )
∗ Tanda : perilaku distraksi misal gelisah
6. B6 (bone)
∗ Gejala : kelelahan dan kelemahan
∗ Tanda : Takikardi, penurunan TD, Dispnea dengan aktifitas
CONT.
∗ ..PATHWAY MIOKARDITIS.docx
ANALISA DATA
1. Nyeri berhubungan dengan inflamasi miokardium,
efek-efek sistemik dari infeksi, iskemia jaringan.
2. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung
berhubungan dengan degenerasi otot jantung,
penurunan/kontriksi fungsi ventrikel.
3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan
dengan penrunan cardiac output.
4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan inflamasi
dan degenerasi sel-sel otot miokard, penurunan curah
jantung.
DIAGNOSA
1. ..PATHWAY MIOKARDITIS.docx
INTERVENSI
1. Nyeri hilang atau terkontrol
2. Mengidentifikasi perilaku untuk
menurunkan beban kerja jantung.
3. Perfusi jaringan perifer kembali
normal
4. Pasien memiliki cukup energi untuk
beraktivitas.
EVALUASI
Terima kasih 

powerpoint askep miokarditis

  • 1.
  • 2.
    ANATOMI DAN FISIOLOGI •jantung terletak sebelah kiri sedikit dari tengah dada, dan di belakang tulang dada (sternum). • jantung orang dewasa memiliki panjang 12 cm, lebar 9 cm dan mempunyai berat sekitar 300- 350 g. Ia terdiri dari empat ruang, dua atrium di atas dan dua ventrikel di bawah.
  • 3.
    CONT.. DINDING JANTUNG: A. ENDOKARDIUM Menutupiseluruh permukaan dalam jantung. B. MIOKARDIUM Miokardium atau otot jantung, bersifat lurik dan involenter, berkosentrasi secara ritmis dan automatis, hanya terdapat pada miokard dan pada dinding pembuluh darah besar yang langsung berhubungan dengan jantung C. EPIKARDIUM Perikardium terbagi menjadi dua, yaitu : Perikardium Viseralis: pembungkus jantung yang melekat pada jaringan jantung Perikardium Parietalis: pembungkus jantung yang terletak disebelah luar perikardium parietalis.
  • 4.
    Myocarditis adalah peradanganpada otot jantung atau miokardium. Pada umumnya disebabkan oleh penyakit- penyakit infeksi, tetapi dapat sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat- obatan dan efek toxin bahan-bahan kimia dan radiasi (FKUI, 1999) DEFINISI
  • 5.
    1. Infeksi ∗ Infeksibacterial: streptokokus, stafilokokus, meningokokus, hemofilus, salmonelosis. ∗ Infeksi spiroketa: sifilis, leptosirosis ∗ Infeksi jamur: aspergitosis, kandidiasis, kriptokokis. ∗ Infeksi virus: coxsackie b virus, arbovirus, hepatitis, cytomegalo virus, influenza, mumps, poliomyelitis, rabies, varicella, dan HIV. ∗ Infeksi rickettsia: rocky mountain spotted fever, scrub typhus. ETIOLOGI
  • 6.
    2. Reaksi alergi ∗Antibiotic: amfoterisin B, penicillin, kloramfenikol, streptomisin, ∗ Sulfonamid: sulfadiostin, sulfasoksazol ∗ Anti konvulsan: fenitoin, karbamazepin, ∗ Anti tuberculosis: isoniazid, paraminosasilat ∗ Anti inflamasi: indometazin, fenibutazol ∗ Diuretic: asetazoiamid, klortalidon, spirolonakton, hidroklorotiazid. CONT.
  • 7.
    3. Reaksi toksikkarena bahan-bahan tertentu seperti: ∗ Bahan-bahan kimia: arsenic, timah ∗ Anti neoplastik: interferon alfa, interleukin-2, siklofosfamid ∗ Bias ular, laba-laba, kalajengking ∗ Lain-lain: radiasi kokain CONT.
  • 8.
  • 9.
  • 10.
    1. B1 (breathing) ∗Gejala : Nafas pendek; nafas pendek kronis memburuk pada malam hari (miokarditis) ∗ Tanda : Dispneu nokturnal, batuk, inspirasi mengi, takipnea, krekels dan ronki, pernafasan dangkal PENGKAJIAN
  • 11.
    2. B2 (blood) ∗Gejala : Riwayat demam rematik, penyakit jantung kongenital, Infark miokard, bedah jantung (CABG / penggantian katup / by pass kardiopulmonal lama), palpitasi, jatuh pingsan ∗ Tanda : Takikardia, disritmia , perpindahan TIM (Titik influks Maksimal) kiri dan inferior (pembesaran jantung) Friction Rub perikardial biasanya intermitten (terdengar di batas sternal kiri) CONT.
  • 12.
    3. B3 (Brain) ∗Kesadaran klien biasanya compos mentis. Sering ditemukan sianosis perifer apabila terjadi gangguan perfusi jaringan berat. Pengkajian objektif klien meliputi wajah meringis, menangis, merintih, meregang, dan menggeliat. 4. B4 (bladder) ∗ Gejala : Riwayat penyakit ginjal / gagal ginjal. Penurunan frekuensi/ jumlah urine. ∗ Tanda : urine pekat dan gelap CONT.
  • 13.
    5. B5 (bowel) ∗Gejala : nyeri pada dada anterior ( sedang sampai berat/ tajam ) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakan menelan, berbaring, hilang dengan duduk bersandar ke depan ( perikarditis )tidak hilang dengan nitrogliserin. Nyeri dada /punggung/ sendi ( endokarditis ) ∗ Tanda : perilaku distraksi misal gelisah 6. B6 (bone) ∗ Gejala : kelelahan dan kelemahan ∗ Tanda : Takikardi, penurunan TD, Dispnea dengan aktifitas CONT.
  • 14.
  • 15.
    1. Nyeri berhubungandengan inflamasi miokardium, efek-efek sistemik dari infeksi, iskemia jaringan. 2. Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan degenerasi otot jantung, penurunan/kontriksi fungsi ventrikel. 3. Gangguan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penrunan cardiac output. 4. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan inflamasi dan degenerasi sel-sel otot miokard, penurunan curah jantung. DIAGNOSA
  • 16.
  • 17.
    1. Nyeri hilangatau terkontrol 2. Mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung. 3. Perfusi jaringan perifer kembali normal 4. Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas. EVALUASI
  • 18.