PETA KONSEP
1. Pengertian Nabi dan Rasul
2. Nama-nama Rasul yang harus diketahui
3. Dalil Beriman Kepada Rasul
4. Rasul ulul azmi beserta mu’jizat-mu’jizatnya
5. Tugas-tugas Rasul-rasul Allah SWT
6. Sifat-sifat Rasul-rasul Allah SWT
7. Cara Menumbuhkan Iman Kepada Rasul
8. Hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT
1. A. Pengertian Nabi dan Rasul
Nabi dalam bahasa arab berasal dari kata naba.Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang
yang menceritakan suatu berita lewat wahyu. Sedangkan Rasul secara bahasa berasal dari
kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang
masyhur, Nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk
menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syariat dan
diperintahkan untuk menyampaikannya.[1]
Jadi perbedaan antara Nabi dan Rasul :
 Ø Nabi adalah Orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu, tetapi
tidak wajib mengerjakan dan menyampaikan kepada umatnya.
 Ø Rasul adalah Orang yang menyampaikan terpilih dan diangkat oleh Allah SWT
untuk menerima wahyu dan berkewajiban dan mengajarkan kepada umatnya. Dan
khusus Rasul Muhammad SAW diwajibkan menyampaikan kepada seluruh umat
manusia dan syari’atnya berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat.
Dengan demikian iman kepada Rasul berarti menyakini bahwa Allah telah memilih orang-
orang terbaik-Nya untuk menjadi Nabi atau Rasul. Termasuk didalamnya keyakinan bahwa
para Nabi dan Rasul itu menyampaikan petunjuk, perintah, larangan dan peringatan-
peringatan Allah kepada umat manusia, serta memberikan contoh perilaku terpuji seperti
yang telah mereka amalkan.
Oleh sebab itu kita sebagai umat muslim kita harus beriman kepada Rasul karena Rasul itu
adalah utusan Allah SWT. Sebagaimana kewajiban seorang mukmin kepada Rasulullah SAW
yaitu :
1. Mengimaninya
Banyak ayat yang menyebutkan iman kepada Allahdan Rasulnya, secara bersamaan.
Ini artinya bahwa iman Kepada Rasul tidak bisa dipisahkan dengan iman kepada
Allah. Keislaman seseorang dianggap batal bila hanya iman kepada Allah tapi tidak
iman kepada Rasul, disebut inkaru sunnah.
2. Mencintainya
Iman seseorang dinggap sempurna bila ia telah mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih
besar cintanya kepada yang lain bahkan kepada dirinya sendiri.
3. Mengagungkanya
Jasa dan pengorbanannya untuk umant ini berikut sifat-sifat kesempurnaan yang Allah
berikan kepadanya membuatnya layak untuk diagungkan. Namun pengagungan ini
tidak boleh melampaui batas karena Islam melarang kultus.
4. Membelanya
Membelanya adalah kewajiban mukmin. Caranya, dengan ittiba’ kehidupannya, maka
Allah pasti akan memberi pengahargaan atasnya.
5. Mencintai mereka yang mencintainya
Mereka cinta Allah dan Rasul-Nya, mereka bertemu dan berpisah karena dorongan
cinta tersebut. Mereka bagian tubuh yang satu, bila ada yang sakit, semua merasakan
demam dan tidak bisa tidur.
1. Menghidupkan sunnahnya
bukan sunnah dalam ibadah khusus, bahkan termasuk aktivitas sehari-hari yang kecil
dan sederhana. Bila aktivitas tersebut dimaksudkan untuk ittiba’ rasul, maka pasti
bernilai ibadah.
2. Memperbanyak shalawat kepadanya
Satu shalawat nabi diucapkan seorang muslim akan dibalas dengan sepuluh kali doa
Rasul untuknya.
3. Mengikuti manhajnya
Manhaj yang dimaksud tidak lain adalah sistem Islam yang mengatur segala aspek
kehidupan manusia. Mewarisi risalahnya Dengan menjaga, membela, dan
memperjuangkan dalam gerak bawah dan jihad.
Adapun inti dari keimanan terhadap Rasul, bagi orang islam yaitu, menyakini bahwa
Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang di utus Allah untuk memperbaiki akhlak
manusia dengan ajaran Al-qur’an. Kemudian keimanan atas kerasulan Muhammad SAW
adalah keyakinan bahwa beliau adalah Rasul terakhir dan Al-qur’an yang beliau bawakan
adalah firman Allah.[2]
Oleh sebab itu, seorang muslim wajib menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah
dalam seluruh aspek kehidupan. Beriman kepada Rasul menurut Ibn Saleh al-Utsimin
mengandung empat unsur yaitu :
1. Meyakini sepenuh hati bahwa risalah yang dibawa Nabi adalah bersumber dari Allah
SWT.
1. Meyakini bahwa beberapa Nabi seperti Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim,Nabi
Musa, Nabi Isa, Nabi Nuh merupakan “ Rasul ulul azmi “.
2. Membenarkan semua yang diajarkan Nabi kepada kita.
3. Mengamalkan syari’at yang dibawa Nabi.[3]
1. B. Nama-nama Rasul yang harus diketahui.
Para Nabi dan Rasul itu sangat banyak jumlahnya, tidak ada seseorangpun yang mengetahui
jumlahnya melainkan Allah SWT. Sebagian nama dan kisah mereka di cantumkan di dalam
Al-Qur’an tetapi sebagian yang lain tidak terterah didalamnya. Allah SWT berfirman :
ô‰s)s9ur $uZù=y™ö‘ r& Wxߙ①`ÏiB y7Î=ö7s% Oßg÷YÏB `¨B $oYóÁ|Ás% y7ø‹ n=tã
Nßg÷YÏBur `¨B öN©9 óÈÝÁø)tR š •ø‹ n=tã 3 ÇÐÑÈ
Artinya : “ Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, diantara
mereka ada yang kami ceritakan kepadamu diantara mereka ada pula yang tidak kami
ceritakan kepadamu”. ( Q.S Al-Mu’min : 78 ).
Dalam sebuah hadits yang di ceritakan, ketika sahabat Abu Dzar Al-Ghiffari bertanya kepada
Rasulullah SAW tentang jumlah para Nabi dan Rasul, maka Rasulullah SAW menjawab :
Artinya : “ ( Jumlah Nabi dan Rasul ) adalah 120.000 orang dan para Rasul sebagian dari
mereka berjumlah 313 orang”.( H.R. Al-Bukhari dan Muslim ).
Dari jumlah Nabi dan Rasul itu, di dalam Al-Qur’an diterangkan nama-nama mereka
sebanyak 25 orang Rasul yang di ketahui oleh kaum muslimin,[4] yaitu :
1. Adam AS 11. Yusuf AS 21. Yunus AS
2. Idris AS 12. Ayyub AS 22. Zakaria AS
3. Nuh AS 13. Syu’aib AS 23. Yahya AS
4. Hud AS 14. Zulkifli AS 24. Isa AS
5. Saleh AS 15. Musa AS 25. Muhammad SAW
6. Ibrahim AS 16. Harun AS
7. Luth AS 17. Daud AS
8. Ismail AS 18. Sulaiman AS
1. Ishaq AS 19. Ilyas AS
10. Yakub AS 20. Ilyasa AS
1. Dalil Tentang Beriman Kepada Rasul
Banyak sekali dalil-dalil yang berkenaan dengan iman kepada Rasul, namun diantaranya
yaitu :
 Dalam surah Al-Ahzab : 45
$pkššr’¯»tš šÓÉ<¨Z9$# !$¯RÎ) y7»oYù=y™ö‘ r& #Y‰Îg»x© #ZŽÅe³t6ãBur
#•ƒ É‹ tRur ÇÍÎÈ
Artinya: “ Wahai Nabi! Sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa
kabar gembira, dan pemberi pringatan.” ( QS. Al-Ahzab : 45
 Dalam surah Al-Ahzab : 21
ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’ Îû ÉAqß™u‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ö•tƒ
©!$# tPöqu‹ ø9$#ur t•ÅzFy$#
t•x.sŒur ©!$# #ZŽ•ÏVx. ÇËÊÈ
Artinya :” Sungguh dalam diri Rasulullah kamu mendapatkan teladan yang baik bagimu, bagi
orang yang mengharapkan Allah dan hari kemudian dan yang banyak mengingat Allah”. (
QS. Al-Ahzab : 21
1. Rasul Ulul Azmi beserta Mu’jizat-mu’jizatnya
Ulul azmi artinya orang yang memiliki keteguhan hati, tidak pernah berputus asa dalam
mencapai segala yang di cita-citakan, ia memiliki kesungguhan dan keuletan dalam berusaha
sehingga apa yang di cita-citakannya dapat tercapai. Dalam Firman Allah :
÷šÉ9ô¹$$sù $yJx. ušy9|¹ (#qä9’ré& ÏQ÷šyèø9$# z`ÏB È@ßššš9$#……. ÇÌÎÈ
Artinya : “Maka bersabarlah kami seperti orang-orang yang mempunyai keteguhanhati dari
Rasul-rasul telah bersabar”. ( Q.S Al- Ahqaf, 46 : 35 )
Adapun Rasul ulul azmi ada lima yaitu : Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa,
Nabi Muhammad SAW. Para Rasul ulul azmi ini di bekali Allah dengan mu’jizat yaitu :
 Mu’jizat Nabi Musa AS antara lain membelah lautan dengan tongkat, lalu
terbentanglah jalan raya di tengahnya, kejadian sebelumnya tongkat berubah menjadi
ular besar yang melahap ular-ular kecil milik tukang sihir suruhan fir’aun.
 Mu’jizat Nabi Nuh AS yaitu memancarnya air yang begitu deras dan dahsyat,
sehingga menyebabkan banjir besar yang merendam seluruh negeri serta merupakan
banjir terbesar di dunia.
 Mu’jizat Nabi Ibrahim AS yaitu tidak hangus terbakar dalam api yang besar.
 Mu’jizat Nabi Isa AS yaitu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit berat
yang tidak mampu disembuhkan oleh para dokter ahli saat itu sesuai dengan
kecendrungan pengobatan masa itu.
 Mu’jizat Nabi Muhammad SAW yaitu disamping mu’jizat yang hissiyyah ( indrawi )
seperti keluar air dari sela-sela jarinya guna keperluan para sahabat untuk berwudhu,
Beliau juga dilengkapi mu’jizat yang abadi sepanjang zaman yaitu kitab suci Al-
Qur’an.[5]
1. E. Tugas-tugas Rasul Allah SWT
Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syariat dari setiap
Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa
diantara tugas tersebut yaitu :
1. Menyampaikan risalah Allah Ta’ala dan wahyu-Nya.
2. Dakwah kepada Allah SWT.
3. Memberikan kabar gembira dan mempringatkan manusia dari segala kejelekan.
4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya.
5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang.
6. Menegakkan hujjah atas manusia.
7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.[6]
1. F. Sifat-sifat Rasul Allah SWT
Para Rasul memiliki beberapa sifat utama melebihi manusia umumnya yaitu :
1. Benar ( shiddiq ) yaitu para Rasul selalu benar dalam perkataan dan perbuatan.
2. Terpercaya ( amanah ) yaitu Rasul tidak pernah menghianati amanah Tuhan yang
dipikulnya.
3. Menyampaikan ( tabliqh ) yaitu Rasul selalu menyampaikan segala pengajaran Allah
kepada umatnya.
4. Cerdik ( fathanah ) yaitu para Rasul memiliki kemampuan berfikir yang tinggi.[7]
Selain itu ada juga sifat-sifat Rasul seperti :
1. Basyariyyaturrasul yaitu para Nabi juga membutuhkan hal-hal yang bersifat umum
seperti manusia biasa yaitu makan, minum, menikah, berketurunan.
2. Ishmaturrasul adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam
kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah, sehingga
selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apapun.
3. Iltizamurrasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apapun yang mereka
ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah,
meskipun untuk menjalankan perintah Allah itu harus berhadapan dengan tantangan-
tantangan yang berat baik dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Dalam
hal ini para Rasul tidak pernah sejengkalpun menghindar atau mundur dari perintah
Allah.[8]
1. G. Cara Menumbuhkan Iman Kepada Rasul
 Mengenali sikap dan keteladanan serta kepribadian Rasul SAW yang mulia
 Membaca dan menghayati kisah-kisah para Rasul SAW
 Kehalusan tutur kata Rasul, bagusnya sikap dan tingkah laku Rasul dapat dijadikan
teladan dalam kehidupan
o Menerapkan sunah-sunah Rasul dalam kehidupan sehari-hari
o Tidak berputus asa dalam menjalankan apa yang telah di contohkan oleh Rasul
1. H. Hikmah Beriman Kepada Rasul-rasul Allah SWT
Beriman kepada Rasul-rasul Allah akan memberikan hikmah yang besar bagi kita antara lain
:
1. Mengetahui betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambanya sehingga diutus
beberapa Nabi untuk membimbing dan memberi petunjuk untuk kebahagian manusia
baik didunia maupun diakhirat.
2. Kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena mengutus Nabi sebagai pembimbing
keselamatan kita, itu adalah merupakan nikmat yang amat besar.
3. Melahirkan rasa cinta dan ta’zhim kepada Rasul, karena mereka berhasil mengemban
amanah dari Allah SWT, walaupun dihalau oleh beberapa tantangan dan rintangan, namun
risalah tersebut tetap tersebar sampai saat ini.[9]
Selain itu hikmah beriman kepada Rasul juga dapat mengetahui jejak Rasul-rasul Allah,
sehingga makin mantaplah keyakinan akan kesempurnaan islam yang dibawa Nabi
Muhammad SAW dan makin teguh berpegang pada ajaran Tuhan yang maha sempurna.

Peta konsep

  • 1.
    PETA KONSEP 1. PengertianNabi dan Rasul 2. Nama-nama Rasul yang harus diketahui 3. Dalil Beriman Kepada Rasul 4. Rasul ulul azmi beserta mu’jizat-mu’jizatnya 5. Tugas-tugas Rasul-rasul Allah SWT 6. Sifat-sifat Rasul-rasul Allah SWT 7. Cara Menumbuhkan Iman Kepada Rasul 8. Hikmah beriman kepada Rasul-rasul Allah SWT 1. A. Pengertian Nabi dan Rasul Nabi dalam bahasa arab berasal dari kata naba.Dinamakan Nabi karena mereka adalah orang yang menceritakan suatu berita lewat wahyu. Sedangkan Rasul secara bahasa berasal dari kata irsal yang bermakna membimbing atau memberi arahan. Definisi secara syar’i yang masyhur, Nabi adalah orang yang mendapatkan wahyu namun tidak diperintahkan untuk menyampaikan sedangkan Rasul adalah orang yang mendapatkan wahyu dalam syariat dan diperintahkan untuk menyampaikannya.[1] Jadi perbedaan antara Nabi dan Rasul :  Ø Nabi adalah Orang yang dipilih oleh Allah SWT untuk menerima wahyu, tetapi tidak wajib mengerjakan dan menyampaikan kepada umatnya.  Ø Rasul adalah Orang yang menyampaikan terpilih dan diangkat oleh Allah SWT untuk menerima wahyu dan berkewajiban dan mengajarkan kepada umatnya. Dan khusus Rasul Muhammad SAW diwajibkan menyampaikan kepada seluruh umat manusia dan syari’atnya berlaku sepanjang masa sampai hari kiamat. Dengan demikian iman kepada Rasul berarti menyakini bahwa Allah telah memilih orang- orang terbaik-Nya untuk menjadi Nabi atau Rasul. Termasuk didalamnya keyakinan bahwa para Nabi dan Rasul itu menyampaikan petunjuk, perintah, larangan dan peringatan- peringatan Allah kepada umat manusia, serta memberikan contoh perilaku terpuji seperti yang telah mereka amalkan. Oleh sebab itu kita sebagai umat muslim kita harus beriman kepada Rasul karena Rasul itu adalah utusan Allah SWT. Sebagaimana kewajiban seorang mukmin kepada Rasulullah SAW yaitu :
  • 2.
    1. Mengimaninya Banyak ayatyang menyebutkan iman kepada Allahdan Rasulnya, secara bersamaan. Ini artinya bahwa iman Kepada Rasul tidak bisa dipisahkan dengan iman kepada Allah. Keislaman seseorang dianggap batal bila hanya iman kepada Allah tapi tidak iman kepada Rasul, disebut inkaru sunnah. 2. Mencintainya Iman seseorang dinggap sempurna bila ia telah mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih besar cintanya kepada yang lain bahkan kepada dirinya sendiri. 3. Mengagungkanya Jasa dan pengorbanannya untuk umant ini berikut sifat-sifat kesempurnaan yang Allah berikan kepadanya membuatnya layak untuk diagungkan. Namun pengagungan ini tidak boleh melampaui batas karena Islam melarang kultus. 4. Membelanya Membelanya adalah kewajiban mukmin. Caranya, dengan ittiba’ kehidupannya, maka Allah pasti akan memberi pengahargaan atasnya. 5. Mencintai mereka yang mencintainya Mereka cinta Allah dan Rasul-Nya, mereka bertemu dan berpisah karena dorongan cinta tersebut. Mereka bagian tubuh yang satu, bila ada yang sakit, semua merasakan demam dan tidak bisa tidur. 1. Menghidupkan sunnahnya bukan sunnah dalam ibadah khusus, bahkan termasuk aktivitas sehari-hari yang kecil dan sederhana. Bila aktivitas tersebut dimaksudkan untuk ittiba’ rasul, maka pasti bernilai ibadah. 2. Memperbanyak shalawat kepadanya Satu shalawat nabi diucapkan seorang muslim akan dibalas dengan sepuluh kali doa Rasul untuknya. 3. Mengikuti manhajnya Manhaj yang dimaksud tidak lain adalah sistem Islam yang mengatur segala aspek kehidupan manusia. Mewarisi risalahnya Dengan menjaga, membela, dan memperjuangkan dalam gerak bawah dan jihad. Adapun inti dari keimanan terhadap Rasul, bagi orang islam yaitu, menyakini bahwa Muhammad SAW adalah Nabi terakhir yang di utus Allah untuk memperbaiki akhlak manusia dengan ajaran Al-qur’an. Kemudian keimanan atas kerasulan Muhammad SAW
  • 3.
    adalah keyakinan bahwabeliau adalah Rasul terakhir dan Al-qur’an yang beliau bawakan adalah firman Allah.[2] Oleh sebab itu, seorang muslim wajib menjadikan Rasulullah SAW sebagai uswatun hasanah dalam seluruh aspek kehidupan. Beriman kepada Rasul menurut Ibn Saleh al-Utsimin mengandung empat unsur yaitu : 1. Meyakini sepenuh hati bahwa risalah yang dibawa Nabi adalah bersumber dari Allah SWT. 1. Meyakini bahwa beberapa Nabi seperti Nabi Muhammad, Nabi Ibrahim,Nabi Musa, Nabi Isa, Nabi Nuh merupakan “ Rasul ulul azmi “. 2. Membenarkan semua yang diajarkan Nabi kepada kita. 3. Mengamalkan syari’at yang dibawa Nabi.[3] 1. B. Nama-nama Rasul yang harus diketahui. Para Nabi dan Rasul itu sangat banyak jumlahnya, tidak ada seseorangpun yang mengetahui jumlahnya melainkan Allah SWT. Sebagian nama dan kisah mereka di cantumkan di dalam Al-Qur’an tetapi sebagian yang lain tidak terterah didalamnya. Allah SWT berfirman : ô‰s)s9ur $uZù=y™ö‘ r& Wxߙ①`ÏiB y7Î=ö7s% Oßg÷YÏB `¨B $oYóÁ|Ás% y7ø‹ n=tã Nßg÷YÏBur `¨B öN©9 óÈÝÁø)tR š •ø‹ n=tã 3 ÇÐÑÈ Artinya : “ Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, diantara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu diantara mereka ada pula yang tidak kami ceritakan kepadamu”. ( Q.S Al-Mu’min : 78 ). Dalam sebuah hadits yang di ceritakan, ketika sahabat Abu Dzar Al-Ghiffari bertanya kepada Rasulullah SAW tentang jumlah para Nabi dan Rasul, maka Rasulullah SAW menjawab : Artinya : “ ( Jumlah Nabi dan Rasul ) adalah 120.000 orang dan para Rasul sebagian dari mereka berjumlah 313 orang”.( H.R. Al-Bukhari dan Muslim ). Dari jumlah Nabi dan Rasul itu, di dalam Al-Qur’an diterangkan nama-nama mereka sebanyak 25 orang Rasul yang di ketahui oleh kaum muslimin,[4] yaitu : 1. Adam AS 11. Yusuf AS 21. Yunus AS 2. Idris AS 12. Ayyub AS 22. Zakaria AS 3. Nuh AS 13. Syu’aib AS 23. Yahya AS 4. Hud AS 14. Zulkifli AS 24. Isa AS 5. Saleh AS 15. Musa AS 25. Muhammad SAW 6. Ibrahim AS 16. Harun AS 7. Luth AS 17. Daud AS 8. Ismail AS 18. Sulaiman AS
  • 4.
    1. Ishaq AS19. Ilyas AS 10. Yakub AS 20. Ilyasa AS 1. Dalil Tentang Beriman Kepada Rasul Banyak sekali dalil-dalil yang berkenaan dengan iman kepada Rasul, namun diantaranya yaitu :  Dalam surah Al-Ahzab : 45 $pkššr’¯»tš šÓÉ<¨Z9$# !$¯RÎ) y7»oYù=y™ö‘ r& #Y‰Îg»x© #ZŽÅe³t6ãBur #•ƒ É‹ tRur ÇÍÎÈ Artinya: “ Wahai Nabi! Sesungguhnya kami mengutusmu untuk menjadi saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi pringatan.” ( QS. Al-Ahzab : 45  Dalam surah Al-Ahzab : 21 ô‰s)©9 tb%x. öNä3s9 ’ Îû ÉAqß™u‘ «!$# îouqó™é& ×puZ|¡ym `yJÏj9 tb%x. (#qã_ö•tƒ ©!$# tPöqu‹ ø9$#ur t•ÅzFy$# t•x.sŒur ©!$# #ZŽ•ÏVx. ÇËÊÈ Artinya :” Sungguh dalam diri Rasulullah kamu mendapatkan teladan yang baik bagimu, bagi orang yang mengharapkan Allah dan hari kemudian dan yang banyak mengingat Allah”. ( QS. Al-Ahzab : 21 1. Rasul Ulul Azmi beserta Mu’jizat-mu’jizatnya Ulul azmi artinya orang yang memiliki keteguhan hati, tidak pernah berputus asa dalam mencapai segala yang di cita-citakan, ia memiliki kesungguhan dan keuletan dalam berusaha sehingga apa yang di cita-citakannya dapat tercapai. Dalam Firman Allah : ÷šÉ9ô¹$$sù $yJx. ušy9|¹ (#qä9’ré& ÏQ÷šyèø9$# z`ÏB È@ßššš9$#……. ÇÌÎÈ Artinya : “Maka bersabarlah kami seperti orang-orang yang mempunyai keteguhanhati dari Rasul-rasul telah bersabar”. ( Q.S Al- Ahqaf, 46 : 35 ) Adapun Rasul ulul azmi ada lima yaitu : Nabi Musa, Nabi Nuh, Nabi Ibrahim, Nabi Isa, Nabi Muhammad SAW. Para Rasul ulul azmi ini di bekali Allah dengan mu’jizat yaitu :  Mu’jizat Nabi Musa AS antara lain membelah lautan dengan tongkat, lalu terbentanglah jalan raya di tengahnya, kejadian sebelumnya tongkat berubah menjadi ular besar yang melahap ular-ular kecil milik tukang sihir suruhan fir’aun.  Mu’jizat Nabi Nuh AS yaitu memancarnya air yang begitu deras dan dahsyat, sehingga menyebabkan banjir besar yang merendam seluruh negeri serta merupakan banjir terbesar di dunia.  Mu’jizat Nabi Ibrahim AS yaitu tidak hangus terbakar dalam api yang besar.
  • 5.
     Mu’jizat NabiIsa AS yaitu dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit berat yang tidak mampu disembuhkan oleh para dokter ahli saat itu sesuai dengan kecendrungan pengobatan masa itu.  Mu’jizat Nabi Muhammad SAW yaitu disamping mu’jizat yang hissiyyah ( indrawi ) seperti keluar air dari sela-sela jarinya guna keperluan para sahabat untuk berwudhu, Beliau juga dilengkapi mu’jizat yang abadi sepanjang zaman yaitu kitab suci Al- Qur’an.[5] 1. E. Tugas-tugas Rasul Allah SWT Allah mengutus pada setiap umat seorang Rasul. Walaupun penerapan syariat dari setiap Rasul berbeda-beda, namun Allah mengutus para Rasul dengan tugas yang sama. Beberapa diantara tugas tersebut yaitu : 1. Menyampaikan risalah Allah Ta’ala dan wahyu-Nya. 2. Dakwah kepada Allah SWT. 3. Memberikan kabar gembira dan mempringatkan manusia dari segala kejelekan. 4. Memperbaiki jiwa dan mensucikannya. 5. Meluruskan pemikiran dan aqidah yang menyimpang. 6. Menegakkan hujjah atas manusia. 7. Mengatur umat manusia untuk berkumpul dalam satu aqidah.[6] 1. F. Sifat-sifat Rasul Allah SWT Para Rasul memiliki beberapa sifat utama melebihi manusia umumnya yaitu : 1. Benar ( shiddiq ) yaitu para Rasul selalu benar dalam perkataan dan perbuatan. 2. Terpercaya ( amanah ) yaitu Rasul tidak pernah menghianati amanah Tuhan yang dipikulnya. 3. Menyampaikan ( tabliqh ) yaitu Rasul selalu menyampaikan segala pengajaran Allah kepada umatnya. 4. Cerdik ( fathanah ) yaitu para Rasul memiliki kemampuan berfikir yang tinggi.[7] Selain itu ada juga sifat-sifat Rasul seperti : 1. Basyariyyaturrasul yaitu para Nabi juga membutuhkan hal-hal yang bersifat umum seperti manusia biasa yaitu makan, minum, menikah, berketurunan. 2. Ishmaturrasul adalah orang yang ma’shum, terlindung dari dosa dan salah dalam kemampuan pemahaman agama, ketaatan, dan menyampaikan wahyu Allah, sehingga selalu siaga dalam menghadapi tantangan dan tugas apapun. 3. Iltizamurrasul adalah orang-orang yang selalu komitmen dengan apapun yang mereka ajarkan. Mereka bekerja dan berdakwah sesuai dengan arahan dan perintah Allah,
  • 6.
    meskipun untuk menjalankanperintah Allah itu harus berhadapan dengan tantangan- tantangan yang berat baik dalam diri pribadinya maupun dari para musuhnya. Dalam hal ini para Rasul tidak pernah sejengkalpun menghindar atau mundur dari perintah Allah.[8] 1. G. Cara Menumbuhkan Iman Kepada Rasul  Mengenali sikap dan keteladanan serta kepribadian Rasul SAW yang mulia  Membaca dan menghayati kisah-kisah para Rasul SAW  Kehalusan tutur kata Rasul, bagusnya sikap dan tingkah laku Rasul dapat dijadikan teladan dalam kehidupan o Menerapkan sunah-sunah Rasul dalam kehidupan sehari-hari o Tidak berputus asa dalam menjalankan apa yang telah di contohkan oleh Rasul 1. H. Hikmah Beriman Kepada Rasul-rasul Allah SWT Beriman kepada Rasul-rasul Allah akan memberikan hikmah yang besar bagi kita antara lain : 1. Mengetahui betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hambanya sehingga diutus beberapa Nabi untuk membimbing dan memberi petunjuk untuk kebahagian manusia baik didunia maupun diakhirat. 2. Kita selalu bersyukur kepada Allah SWT, karena mengutus Nabi sebagai pembimbing keselamatan kita, itu adalah merupakan nikmat yang amat besar. 3. Melahirkan rasa cinta dan ta’zhim kepada Rasul, karena mereka berhasil mengemban amanah dari Allah SWT, walaupun dihalau oleh beberapa tantangan dan rintangan, namun risalah tersebut tetap tersebar sampai saat ini.[9] Selain itu hikmah beriman kepada Rasul juga dapat mengetahui jejak Rasul-rasul Allah, sehingga makin mantaplah keyakinan akan kesempurnaan islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW dan makin teguh berpegang pada ajaran Tuhan yang maha sempurna.