Di
                S
                U
                S
                U
                N
              Oleh:
Putri Yusril
Paramitha Yemima
Ribka R
Sapriani Wijayanti
Yousantho Nono




  tahun ajaran 2012/2013
Perubahan entalpi reaksi
Tujuan :
      Menemukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan
natrium hidroksida dengan larutan asam klorida yang menghasilkan 1
mol air.

Teori Singkat :

      Penentuan kalor reaksi secara kalori metris merupakan penentuan
yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan
calorimeter dengan prinsip perpindahan kalor, yaitu jumlah kalor yang
diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap.

      Kalorimeter adalah suatu system terisolasi (tidak ada pertukaran
materi maupun energi dengan lingkungan diluar kalorimeter). Dengan
demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi dalam
calorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air
serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus :

     Qlarutan = m.c

     Qkalorimeter = c.

Oleh karena itu, tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. Maka kalor
reaksi sama dengan yang diserap oleh larutan dan kalorimeter, tetapi
tandanya berbada :

     Qreaksi = (qlarutan+ qkalorimeter)

Pada reaksi antara larutan NaOH dengan larutan HCl dalam suatu gelas
kalorimeter dan terjadi kenaikan suhu yang menyebabkan suhu reaksi
naik, demikian pula suhu sekitarnya. Pada percobaan tersebut , yang
menjadi pusat perhatian adalah NaOH dan HCl adalah system.
Sedangkan tabung reaksi, suhu udara, tekanan udara merupakan
lingkungan.

      Menekankan reaksi netralisasi HCl dan NaOH menggunakan alat
kalorimeter sederhana adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor
yang diserap atau dibebaskan system.



Alat dan Bahan :

     Gelas ukur               a. larutan natrium hidroksida (NaOH) 1M
     Bejana plastic           b. Larutan asam klorida (HCl) 1M
     Thermometer


Langkah kerja :

  1. Masukkan 25ml larutan NaOH 1M ke dalam bejana plastik dan
     25ml larutan HCl 1M kedalam gelas ukur .
  2. Ukur suhu kedua larutan tersebut . Termometer harus dibersihkan
     dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari satu larutan satu ke
     larutan yang lain. Jika suhu kedua larutan berbeda, tentukan suhu
     rata-rata dan catat!
  3. Tuangkan HCl kedalam bejana plastic yang berisi larutan NaOH,
     aduk dengan thermometer dan perhatikan suhu yang ditunjukkan
     oleh thermometer. Suhu akan naik kemudian menjadi turun tetap
     dan selanjutnya turun. Catatlah suhu yang tetap itu sebagai suhu
     akhir.
Kesimpulan :
Hasil Pengamatan :

No .              Kegiatan               Pengamatan ( )
  1    Suhu larutan NaOH 1M                    25
  2    Suhu larutan HCl 1M                     25
  3    Suhu rata-rata (suhu awal)              25
  4    Suhu akhir                              29
  5    Kenaikan suhu                            4

Analisis Data :

      Ke dalam suatu calorimeter gelas plastik direaksikan sebanyak
25ml larutan NaOH 1M dengan 25ml larutan HCl 1M dengan suhu awal
25℃, ternyata suhu campuran naik menjadi 29℃ dan kenaikan suhunya
adalah 4℃. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air
yaitu 4,2Jgr – 1C – 1 .

      Reaksi antara NaOH dengan HCl mengakibatkan kenaikan suhu dari
25℃ menjadi 29℃ sehingga dengan demikian reaksi tersebut tergolong
reaksi eksoterm karena kalor jenis larutan sama dengan kalor jenis air.
Sehingga massa jenis larutan juga sama dengan massa jenis air yaitu
1grL – 1 .
1. Energi yang harus dipindahkan ke lingkungan agar suhu larutan hasil
reaksi turun menjadi sama dengan suhu pereaksi (suhu awal).
diketahui:
            m = 50gr
            c = 4,2J
            ∆t = 4℃
ditanya : Q = ……?
penyelesaian :
                  Q= m.c.∆t
                   = 50 . 4,2 . 4
                   = 840 J => 0,84kJ
2. jumlah mol NaOH dalam 25ml larutan NaOH 1M dan jumlah mol
HCl dalam 25ml larutan HCl 1M.
diketahui : M NaOH = 1M
            V NaOH = 25ml x 1M = 0,025mol
            M HCl = 1M
            V HCl = 25ml x 1M = 0,025MOL
ditanya : mol = …..?
penyelesaian :
      untuk NaOH :                     untuk HCl :
           M = mol/V                       M = mol/V
           mol = m . V                     mol = m . V
               = 1 . 0,025                     = 1 . 0,025
               = 0,025mol                      = 0,025mol

Perubahan entalpi reaksi

  • 1.
    Di S U S U N Oleh: Putri Yusril Paramitha Yemima Ribka R Sapriani Wijayanti Yousantho Nono tahun ajaran 2012/2013
  • 2.
    Perubahan entalpi reaksi Tujuan: Menemukan perubahan entalpi pada reaksi antara larutan natrium hidroksida dengan larutan asam klorida yang menghasilkan 1 mol air. Teori Singkat : Penentuan kalor reaksi secara kalori metris merupakan penentuan yang didasarkan atau diukur dari perubahan suhu larutan dan calorimeter dengan prinsip perpindahan kalor, yaitu jumlah kalor yang diberikan sama dengan jumlah kalor yang diserap. Kalorimeter adalah suatu system terisolasi (tidak ada pertukaran materi maupun energi dengan lingkungan diluar kalorimeter). Dengan demikian, semua kalor yang dibebaskan oleh reaksi yang terjadi dalam calorimeter, kita dapat menentukan jumlah kalor yang diserap oleh air serta perangkat kalorimeter berdasarkan rumus : Qlarutan = m.c Qkalorimeter = c. Oleh karena itu, tidak ada kalor yang terbuang ke lingkungan. Maka kalor reaksi sama dengan yang diserap oleh larutan dan kalorimeter, tetapi tandanya berbada : Qreaksi = (qlarutan+ qkalorimeter) Pada reaksi antara larutan NaOH dengan larutan HCl dalam suatu gelas kalorimeter dan terjadi kenaikan suhu yang menyebabkan suhu reaksi naik, demikian pula suhu sekitarnya. Pada percobaan tersebut , yang
  • 3.
    menjadi pusat perhatianadalah NaOH dan HCl adalah system. Sedangkan tabung reaksi, suhu udara, tekanan udara merupakan lingkungan. Menekankan reaksi netralisasi HCl dan NaOH menggunakan alat kalorimeter sederhana adalah suatu alat untuk mengukur jumlah kalor yang diserap atau dibebaskan system. Alat dan Bahan : Gelas ukur a. larutan natrium hidroksida (NaOH) 1M Bejana plastic b. Larutan asam klorida (HCl) 1M Thermometer Langkah kerja : 1. Masukkan 25ml larutan NaOH 1M ke dalam bejana plastik dan 25ml larutan HCl 1M kedalam gelas ukur . 2. Ukur suhu kedua larutan tersebut . Termometer harus dibersihkan dan dikeringkan sebelum dipindahkan dari satu larutan satu ke larutan yang lain. Jika suhu kedua larutan berbeda, tentukan suhu rata-rata dan catat! 3. Tuangkan HCl kedalam bejana plastic yang berisi larutan NaOH, aduk dengan thermometer dan perhatikan suhu yang ditunjukkan oleh thermometer. Suhu akan naik kemudian menjadi turun tetap dan selanjutnya turun. Catatlah suhu yang tetap itu sebagai suhu akhir.
  • 4.
    Kesimpulan : Hasil Pengamatan: No . Kegiatan Pengamatan ( ) 1 Suhu larutan NaOH 1M 25 2 Suhu larutan HCl 1M 25 3 Suhu rata-rata (suhu awal) 25 4 Suhu akhir 29 5 Kenaikan suhu 4 Analisis Data : Ke dalam suatu calorimeter gelas plastik direaksikan sebanyak 25ml larutan NaOH 1M dengan 25ml larutan HCl 1M dengan suhu awal 25℃, ternyata suhu campuran naik menjadi 29℃ dan kenaikan suhunya adalah 4℃. Jika kalor jenis larutan dianggap sama dengan kalor jenis air yaitu 4,2Jgr – 1C – 1 . Reaksi antara NaOH dengan HCl mengakibatkan kenaikan suhu dari 25℃ menjadi 29℃ sehingga dengan demikian reaksi tersebut tergolong reaksi eksoterm karena kalor jenis larutan sama dengan kalor jenis air. Sehingga massa jenis larutan juga sama dengan massa jenis air yaitu 1grL – 1 .
  • 5.
    1. Energi yangharus dipindahkan ke lingkungan agar suhu larutan hasil reaksi turun menjadi sama dengan suhu pereaksi (suhu awal). diketahui: m = 50gr c = 4,2J ∆t = 4℃ ditanya : Q = ……? penyelesaian : Q= m.c.∆t = 50 . 4,2 . 4 = 840 J => 0,84kJ 2. jumlah mol NaOH dalam 25ml larutan NaOH 1M dan jumlah mol HCl dalam 25ml larutan HCl 1M. diketahui : M NaOH = 1M V NaOH = 25ml x 1M = 0,025mol M HCl = 1M V HCl = 25ml x 1M = 0,025MOL ditanya : mol = …..? penyelesaian : untuk NaOH : untuk HCl : M = mol/V M = mol/V mol = m . V mol = m . V = 1 . 0,025 = 1 . 0,025 = 0,025mol = 0,025mol