Materi Akuntansi Keuangan
Lanjutan 1
Nama
NIM
Prodi
Semester
Tahun

: Hendie Cahya Maladewa
: 11.03.3926
: Akuntansi
: 5 (Lima)
: 2013

Pengampu : Ibu Dra. Sri Purwati W, MBA
Pengertian Persekutuan
Komanditer
Persekutuan Komanditer (commanditaire vennootschap atau CV) adalah suatu
persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang
mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang
menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
Dari pengertian di atas, sekutu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
Sekutu aktif atau sekutu Komplementer, adalah sekutu yang menjalankan perusahaan
dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. Artinya, semua kebijakan
perusahaan dijalankan oleh sekutu aktif. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero
kuasa atau persero pengurus.
Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer, adalah sekutu yang hanya menyertakan modal
dalam persekutuan. Jika perusahaan menderita rugi, mereka hanya bertanggung
jawab sebatas modal yang disertakan dan begitu juga apabila untung, uang mereka
memperoleh terbatas tergantung modal yang mereka berikan. Status Sekutu
Komanditer dapat disamakan dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu
perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari inbreng yang dimasukan
itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan, pengusahaan, maupun kegiatan usaha
perusahaan. Sekutu ini sering juga disebut sebagai persero diam.
Persekutuan komanditer biasanya didirikan dengan akta dan harus didaftarkan. Namun
persekutuan ini bukan merupakan badan hukum (sama dengan firma), sehingga tidak
memiliki kekayaan sendiri.
Jenis – Jenis CV
Berdasarkan perkembangannya, bentuk perseroan komanditer adalah
sebagai berikut:
Persekutuan komanditer murni
Bentuk ini merupakan persekutuan komanditer yang pertama. Dalam
persekutuan ini hanya terdapat satu sekutu komplementer, sedangkan
yang lainnya adalah sekutu komanditer.
Persekutuan komanditer campuran
Bentuk ini umumnya berasal dari bentuk firma bila firma membutuhkan
tambahan modal. Sekutu firma menjadi sekutu komplementer sedangkan
sekutu lain atau sekutu tambahan menjadi sekutu komanditer.
Persekutuan komanditer bersaham
Persekutuan komanditer bentuk ini mengeluarkan saham yang tidak dapat
diperjualbelikan dan sekutu komplementer maupun sekutu komanditer
mengambil satu saham atau lebih. Tujuan dikeluarkannya saham ini adalah
untuk menghindari terjadinya modal beku karena dalam persekutuan
komanditer tidak mudah untuk menarik kembali modal yang telah
disetorkan.
Prosedur Pendirian, Tanggung
Jawab Keluar dan Berakhirnya
Persekutuan
Prosedur Pendirian
Dalam KUH Dagang tidak ada aturan tentang pendirian,
pendaftaran, maupun pengumumannya, sehingga persekutuan
komanditer dapat diadakan berdasarkan perjanjian dengan lisan
atau sepakat para pihak saja (Pasal 22 KUH Dagang). Dalam
praktik di Indonesia untuk mendirikan persekutuan komanditer
dengan dibuatkan akta pendirian/berdasarkan akta notaris,
didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang
dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI. Dengan kata
lain prosedur pendiriannya sama dengan prosedur mendirikan
persekutuan firma.
Tanggung Jawab Keluar
Sekutu bertanggung jawab keluar adalah sekutu kerja atau sekutu
komplementer (Pasal 19 KUH Dagang). salah satu atau beberapa
anggota bertangungjawab secara tidak terbatas dan anggota
lain bertanggung jawab secara terbatas terhadap utang
Berakhirnya Persekutuan
Karena persekutuan komanditer pada
hakikatnya adalah persekutuan perdata
(Pasal 16 KUH Dagang), maka mengenai
berakhirnya persekutuan komanditer sama
dengan berakhirnya persekutuan perdata
dan persekutuan firma (Pasal 1646 s/d 1652
KUH Perdata)
Kelebihan dan Kekurangan
Persekutuan Komanditer
Kelebihan Persekutuan Komanditer
Mudah proses pendiriannya.
Kebutuhan akan modal dapat lebih dipenuhi.
Persekutuan komanditer cenderung lebih mudah
memperoleh kredit.
Dari segi kepemimpinan, persekutuan komanditer
relatif lebih baik.
Sebagai tempat untuk menanamkan modal,
persekutuan komanditer cenderung lebih baik,
karena bagi sekutu diam akan lebih mudah untuk
menginvestasikan maupun mencairkan kembali
modalnya.
Kekurangan Persekutuan Komanditer
Kelangsungan hidup tidak menentu,
karena banyak tergantung dari sekutu aktif
yang bertindak sebagai pemimpin
persekutuan.
Tanggung jawab para sekutu komanditer
yang terbatas mengendorkan semangat
mereka untuk memajukan perusahaan jika
dibandingkan dengan sekutu-sekutu pada
persekutuan firma
Proses Likuidasi
Proses pembubaran persekutuan meliputi dua tahap yaitu :
•Proses penghitungan laba-rugi sampai saat likuidasi. Proses ini
dijalankan apabila likuidasi yang dilaksanakan tidak bertepatan
dengan awal atau akhir tahun, sehingga perlu diketahui apakah mulai
awal periode sampai pelaksanaan likuidasi perusahaan mendapat
laba atau mengalami kerugian. Laba atau rugi dibagikan kepada
para anggota sekutu sesuai dengan perbandingan pembagian laba
rugi.
•Proses realisasi, yaitu proses mengubah harta kekayaan non kas milik
persekutuan menjadi uang kas. Dalam proses ini apabila harga jual
aktiva non kas tidak sama dengan nilai bukunya maka akan timbul
laba/rugi penjualan aktiva. Laba/rugi tersebut dibagikan kepada para
anggota sekutu sesuai dengan perbandingan laba rugi.
•Proses likuidasi, yaitu proses pembayaran kepada pihak-pihak yang
berhak (terlebih dahulu dibayar kepada kreditur ekstern, kemudian
kreditur intern, baru sisanya kepada para anggota sekutu).
Prosedur Likuidasi
Secara ringkas urutan (prosedur) dalam melikuidasi persekutuan adalah sebagai berikut :
•Rekening-rekening pembukuan dilakukan penyesuaian dan penutupan kemudian laba/rugi
selama periode tersebut dipindahkan ke rekening modal masing-masing sekutu.
•Aktiva dicaikan menjadi kas (bisa dijual atau dibeli sendiri oleh anggota sekutu), jika terjadi
selisih antara nilai buku dengan harga jualnya maka laba rugi yang terjadi dibagikan kepada
masing-masing sekutu sesuai dengan perjanjian.
•Jika ditemukan rekening modal salah satu sekutu bersaldo debet maka dapat ditutup dengan
salah saldo piutangnya, tetapi jika salado piutangnya tidak punya maka sekutu tersebut harus
menyetorkan modalnya kembali. Dan jika ternyata juga tidak punya maka saldo debet harus
ditanggung anggota sekutu lainnya.
•Jika uang kas telah tersedia dibagikan, maka terlebih dahulu dibayarkan kepada kreditur luar,
setelah itu baru digunakan untuk membayar saldo modal masing-masing anggota sekutu.
Berdasarkan saat dan cara pembayaran  (distribusi) pembagian kas, maka likuidasi dapat
dikelompokkan menjadi 2 yaitu :
•Likuidasi berlangsung setelah proses realisasi aktiva non kas selesai (likuidasi secara langsung)
•Likuidasi berlangsung setiap saat setelah realisasi aktiva non kas dilakukan (likuidasi bertahap)
Likuidasi Berangsur
Yaitu likuidasi yang nilai realisasi non-kasnya
diketahui secara bertahap sehingga realisasinya
juga dilakukan secara berangsur.
Proses realisasi kadang memakan waktu lama
karena memerlukan prediksi dan proyeksi yang
akurat untuk harga realisasi. Oleh karena itu
pembagian kas dapat dilakukan sebelum selesainya
realisasi. Setelah semua hutang kepada pihak ketiga
berarti ada sisa kas lagi yang dapat dibagi dan
menjadi hak sekutu.
Kemudian untuk menentukan besarnya pembagian
kas ada dua cara, yaitu:
I. Membuat perhitungan pembagian
II. membuat program pembagian kas.
Venture
Istilah yang banyak dipakai untuk
proyek-proyek yang ruang lingkupnya
terbatas dan sifatnya sementara,
yang bisa berbentuk single venture
dan joint venture
Single Venture
Pengusahaan suatu pekerjaan yang dilakukan
satu unit tertentu.
„ Dalam hal ini cukup dengan menggunakan
pembukuan sederhana yang menggunakan
rekening tersendiri yg disebut “venture account”
mengkredit apabila terjadi pendapatan dan
mendebetnya apabila terjadi biaya atau sering
disebut sebagai rekening ekploitasi.
Joint Venture
Kerjsama diantara dua orang/badan atau
lebih untuk melakukan kegiatan usaha
tertentu dengan waktu yang terbatas.
Masing-masing pihak menyerahkan aset
sebagai kontribusi modal. Keuntungan
joint venture didasarkan pada perjanjian
pembgaian laba rugi.
Perbedaan Joint Venture dan
Persekutuan
Joint Venture

Persekutuan

Lingkupnya lebih
terbatas, yaitu untuk
usaha tertentu.
Waktunya tertentu, yaitu
sampai dengan tujuan
tercapai

Lingkupnya tak terbatas,
yaitu untuk usaha yang
menghasilkan laba, bisa
lebih satu macam
Waktunya tak tertentu,
yaitu sampai
selamalamanya (going
concern)
Metode Pencatatan
Ada 2 metode akuntansi untuk mencatat
transaksi joint venture yaitu:
•Pembukuan dijadikan satu dengan
pembukuan usaha rutin salah satu sekutu
•Pembukuan terpisah dari pembukuan
usaha rutin sekutu
Pembukuan dijadikan satu
dengan pembukuan usaha
rutin salah satu sekutu
Dalam metode ini semua transaksi yang
berhubungan dengan operasi joint venture
dicatat oleh semua sekutu dengan
pembukuan sebagai berikut:
Keterangan

Sekutu bukan pemegang

pembukuan
Aktiva, hutang

Sekutu pemegang

pembukuan

Nama
dengan

aktuva,
diberi

hutang Nama

tanda

pemegang

joint pembukuan

venture
Modal

Nama pemegang modal

Nama penanam modal

Rekening Nominal

joint venture

Joint venture
Kasus 1
Pada tanggal 1 januari 2005 Adi dan lili membuka usaha joint venture dalam
menjual tanah kaplingan. Disepakati Adi menyerahkan tanah 20 kapling dengan
harga pokok @ Rp. 1.000.000 dan diberi harga oleh Adi untuk joint venture
sebesar Rp. 1.250.000,-. Lili menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000 untuk
biaya perijinan. Laba dibagi dengan komposisi 75% untuk adi dan 25% untuk Lili.
Transaksi 1 januari samapai dengan Agustus 2005 yaitu periode pembentukanjoint
venture sebagai berikut:
•Dibayar biaya perijininan Rp. 500.000
•Dibayar biaya perbaikan lingkungan Rp. 2.000.000
•Dibayar biaya penjualan Rp. 1.000.000
•Dibayar biaya kantor Rp.500.000
•Dijual 20 kapling tanah @ Rp. 2.000.000 secara kredit
•Piutang sebesar Rp. 2.000.000 tak tertagih
•Pada tanggal 31 Agustus kas dikembalikan pada anggota jointventure
pemegang pembukuan (Adi)
Diminta : susunlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut
Transaksi
Investasi Adi

Buku Adi
JV

Buku Lili

25.000

JV

Tanah

20.000

Tanah

Laba penyerahan tnh

Pembahasan

25.000
20.000

Laba penyerahan tnh

5.000

5.000

Investasi Lili

Kas-JV

5.000

Lili

Membayar biaya-biaya

JV

Adi
5.000

4.000

Piutang-Jv

4.000
40.000

JV

Penerimaan piutang tertagih

Kas-JV

Kas
JV

Kas-JV

Menjual tanah

5.000
5.000
4.000
Adi

Adi

40.000

4.000
40.000

JV

40.000

38.000

 

Piutang-JV

-

38.000

Menghapus piutang

JV

2.000

JV

Piutang-JV

2.000
Adi

2.000

2.000

Mengakui laba joint venture

JV

9.000
Laba JV

6.750

Lili

Pengambilan kas joint venture

JV

31.750

LILI

7.250
Kas JV

Adi

2.250

Kas

9.000
Laba JV

Kas

2.250
7.250

Adi
39.000

6.750

7.250
Pembukuan terpisah dari
pembukuan usaha rutin sekutu
Bila joint venture membuat catatan terpisah,
maka catatan/pembukuan joint venture
dicatat seperti usaha biasa sedangkan anggota
joint venture hanya mencatat transaksi yang
ada hubungannya dengan dirinya saja sepert:
•Penawaran dana kej oint venture
•Perolahanlaba atas joint venture
•Penarikankembali dana yang tertanam dalam
joint venture
Kasus 2
Dari kasus 1 tapi dicatat dalam pembukuan
yang terpisah
transaksi

 

Buku Joint Venture

Tanah

20.000

Buku Adi

Invs. Pd JV

25.000

Pembahasan

1
2

Mdl Adi

20.000

Buku Lili

Tanah

 
20.000

-

 

Kas

5.000

Mdl Lili

 

5.000

Invs. Pd JV

-

5.000

Kas

20.000

 

3

Biaya

4.000

Kas

 
4
5

Piutang

40.000

Penjualan

Kas

38.000

6
 
 
7

 

40.000

Invs. Pd JV

4.000

Penghapusan

6.750

Laba JV

Invs. Pd JV
6.750

 

piutang

2.250

Laba JV

2.250

 

2.000
20.000
6.750

Mdl Lili

8

 

2.000

Mdl adi

 

 

 

Biaya

Tanah

 

2.000

Piutang
Penjualan

 

38.000

Penghapusan
piutang

 

40.000

Piutang

 

 
4.000

2.250

Mdl adi

31.750

Mdl LILI

7.250

Kas

39.000

Kas

31.750

Invs pd JV

Kas
31.750

7.250

Invs. pd JV

7.250

Persekutuan Komanditer

  • 1.
    Materi Akuntansi Keuangan Lanjutan1 Nama NIM Prodi Semester Tahun : Hendie Cahya Maladewa : 11.03.3926 : Akuntansi : 5 (Lima) : 2013 Pengampu : Ibu Dra. Sri Purwati W, MBA
  • 2.
    Pengertian Persekutuan Komanditer Persekutuan Komanditer (commanditairevennootschap atau CV) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin. Dari pengertian di atas, sekutu dapat dibedakan menjadi dua, yaitu : Sekutu aktif atau sekutu Komplementer, adalah sekutu yang menjalankan perusahaan dan berhak melakukan perjanjian dengan pihak ketiga. Artinya, semua kebijakan perusahaan dijalankan oleh sekutu aktif. Sekutu aktif sering juga disebut sebagai persero kuasa atau persero pengurus. Sekutu Pasif atau sekutu Komanditer, adalah sekutu yang hanya menyertakan modal dalam persekutuan. Jika perusahaan menderita rugi, mereka hanya bertanggung jawab sebatas modal yang disertakan dan begitu juga apabila untung, uang mereka memperoleh terbatas tergantung modal yang mereka berikan. Status Sekutu Komanditer dapat disamakan dengan seorang yang menitipkan modal pada suatu perusahaan, yang hanya menantikan hasil keuntungan dari inbreng yang dimasukan itu, dan tidak ikut campur dalam kepengurusan, pengusahaan, maupun kegiatan usaha perusahaan. Sekutu ini sering juga disebut sebagai persero diam. Persekutuan komanditer biasanya didirikan dengan akta dan harus didaftarkan. Namun persekutuan ini bukan merupakan badan hukum (sama dengan firma), sehingga tidak memiliki kekayaan sendiri.
  • 3.
    Jenis – JenisCV Berdasarkan perkembangannya, bentuk perseroan komanditer adalah sebagai berikut: Persekutuan komanditer murni Bentuk ini merupakan persekutuan komanditer yang pertama. Dalam persekutuan ini hanya terdapat satu sekutu komplementer, sedangkan yang lainnya adalah sekutu komanditer. Persekutuan komanditer campuran Bentuk ini umumnya berasal dari bentuk firma bila firma membutuhkan tambahan modal. Sekutu firma menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain atau sekutu tambahan menjadi sekutu komanditer. Persekutuan komanditer bersaham Persekutuan komanditer bentuk ini mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan dan sekutu komplementer maupun sekutu komanditer mengambil satu saham atau lebih. Tujuan dikeluarkannya saham ini adalah untuk menghindari terjadinya modal beku karena dalam persekutuan komanditer tidak mudah untuk menarik kembali modal yang telah disetorkan.
  • 4.
    Prosedur Pendirian, Tanggung JawabKeluar dan Berakhirnya Persekutuan Prosedur Pendirian Dalam KUH Dagang tidak ada aturan tentang pendirian, pendaftaran, maupun pengumumannya, sehingga persekutuan komanditer dapat diadakan berdasarkan perjanjian dengan lisan atau sepakat para pihak saja (Pasal 22 KUH Dagang). Dalam praktik di Indonesia untuk mendirikan persekutuan komanditer dengan dibuatkan akta pendirian/berdasarkan akta notaris, didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri yang berwenang dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI. Dengan kata lain prosedur pendiriannya sama dengan prosedur mendirikan persekutuan firma. Tanggung Jawab Keluar Sekutu bertanggung jawab keluar adalah sekutu kerja atau sekutu komplementer (Pasal 19 KUH Dagang). salah satu atau beberapa anggota bertangungjawab secara tidak terbatas dan anggota lain bertanggung jawab secara terbatas terhadap utang
  • 5.
    Berakhirnya Persekutuan Karena persekutuankomanditer pada hakikatnya adalah persekutuan perdata (Pasal 16 KUH Dagang), maka mengenai berakhirnya persekutuan komanditer sama dengan berakhirnya persekutuan perdata dan persekutuan firma (Pasal 1646 s/d 1652 KUH Perdata)
  • 6.
    Kelebihan dan Kekurangan PersekutuanKomanditer Kelebihan Persekutuan Komanditer Mudah proses pendiriannya. Kebutuhan akan modal dapat lebih dipenuhi. Persekutuan komanditer cenderung lebih mudah memperoleh kredit. Dari segi kepemimpinan, persekutuan komanditer relatif lebih baik. Sebagai tempat untuk menanamkan modal, persekutuan komanditer cenderung lebih baik, karena bagi sekutu diam akan lebih mudah untuk menginvestasikan maupun mencairkan kembali modalnya.
  • 7.
    Kekurangan Persekutuan Komanditer Kelangsunganhidup tidak menentu, karena banyak tergantung dari sekutu aktif yang bertindak sebagai pemimpin persekutuan. Tanggung jawab para sekutu komanditer yang terbatas mengendorkan semangat mereka untuk memajukan perusahaan jika dibandingkan dengan sekutu-sekutu pada persekutuan firma
  • 8.
    Proses Likuidasi Proses pembubaranpersekutuan meliputi dua tahap yaitu : •Proses penghitungan laba-rugi sampai saat likuidasi. Proses ini dijalankan apabila likuidasi yang dilaksanakan tidak bertepatan dengan awal atau akhir tahun, sehingga perlu diketahui apakah mulai awal periode sampai pelaksanaan likuidasi perusahaan mendapat laba atau mengalami kerugian. Laba atau rugi dibagikan kepada para anggota sekutu sesuai dengan perbandingan pembagian laba rugi. •Proses realisasi, yaitu proses mengubah harta kekayaan non kas milik persekutuan menjadi uang kas. Dalam proses ini apabila harga jual aktiva non kas tidak sama dengan nilai bukunya maka akan timbul laba/rugi penjualan aktiva. Laba/rugi tersebut dibagikan kepada para anggota sekutu sesuai dengan perbandingan laba rugi. •Proses likuidasi, yaitu proses pembayaran kepada pihak-pihak yang berhak (terlebih dahulu dibayar kepada kreditur ekstern, kemudian kreditur intern, baru sisanya kepada para anggota sekutu).
  • 9.
    Prosedur Likuidasi Secara ringkasurutan (prosedur) dalam melikuidasi persekutuan adalah sebagai berikut : •Rekening-rekening pembukuan dilakukan penyesuaian dan penutupan kemudian laba/rugi selama periode tersebut dipindahkan ke rekening modal masing-masing sekutu. •Aktiva dicaikan menjadi kas (bisa dijual atau dibeli sendiri oleh anggota sekutu), jika terjadi selisih antara nilai buku dengan harga jualnya maka laba rugi yang terjadi dibagikan kepada masing-masing sekutu sesuai dengan perjanjian. •Jika ditemukan rekening modal salah satu sekutu bersaldo debet maka dapat ditutup dengan salah saldo piutangnya, tetapi jika salado piutangnya tidak punya maka sekutu tersebut harus menyetorkan modalnya kembali. Dan jika ternyata juga tidak punya maka saldo debet harus ditanggung anggota sekutu lainnya. •Jika uang kas telah tersedia dibagikan, maka terlebih dahulu dibayarkan kepada kreditur luar, setelah itu baru digunakan untuk membayar saldo modal masing-masing anggota sekutu. Berdasarkan saat dan cara pembayaran  (distribusi) pembagian kas, maka likuidasi dapat dikelompokkan menjadi 2 yaitu : •Likuidasi berlangsung setelah proses realisasi aktiva non kas selesai (likuidasi secara langsung) •Likuidasi berlangsung setiap saat setelah realisasi aktiva non kas dilakukan (likuidasi bertahap)
  • 10.
    Likuidasi Berangsur Yaitu likuidasiyang nilai realisasi non-kasnya diketahui secara bertahap sehingga realisasinya juga dilakukan secara berangsur. Proses realisasi kadang memakan waktu lama karena memerlukan prediksi dan proyeksi yang akurat untuk harga realisasi. Oleh karena itu pembagian kas dapat dilakukan sebelum selesainya realisasi. Setelah semua hutang kepada pihak ketiga berarti ada sisa kas lagi yang dapat dibagi dan menjadi hak sekutu. Kemudian untuk menentukan besarnya pembagian kas ada dua cara, yaitu: I. Membuat perhitungan pembagian II. membuat program pembagian kas.
  • 11.
    Venture Istilah yang banyakdipakai untuk proyek-proyek yang ruang lingkupnya terbatas dan sifatnya sementara, yang bisa berbentuk single venture dan joint venture
  • 12.
    Single Venture Pengusahaan suatupekerjaan yang dilakukan satu unit tertentu. „ Dalam hal ini cukup dengan menggunakan pembukuan sederhana yang menggunakan rekening tersendiri yg disebut “venture account” mengkredit apabila terjadi pendapatan dan mendebetnya apabila terjadi biaya atau sering disebut sebagai rekening ekploitasi.
  • 13.
    Joint Venture Kerjsama diantaradua orang/badan atau lebih untuk melakukan kegiatan usaha tertentu dengan waktu yang terbatas. Masing-masing pihak menyerahkan aset sebagai kontribusi modal. Keuntungan joint venture didasarkan pada perjanjian pembgaian laba rugi.
  • 14.
    Perbedaan Joint Venturedan Persekutuan Joint Venture Persekutuan Lingkupnya lebih terbatas, yaitu untuk usaha tertentu. Waktunya tertentu, yaitu sampai dengan tujuan tercapai Lingkupnya tak terbatas, yaitu untuk usaha yang menghasilkan laba, bisa lebih satu macam Waktunya tak tertentu, yaitu sampai selamalamanya (going concern)
  • 15.
    Metode Pencatatan Ada 2metode akuntansi untuk mencatat transaksi joint venture yaitu: •Pembukuan dijadikan satu dengan pembukuan usaha rutin salah satu sekutu •Pembukuan terpisah dari pembukuan usaha rutin sekutu
  • 16.
    Pembukuan dijadikan satu denganpembukuan usaha rutin salah satu sekutu Dalam metode ini semua transaksi yang berhubungan dengan operasi joint venture dicatat oleh semua sekutu dengan pembukuan sebagai berikut: Keterangan Sekutu bukan pemegang pembukuan Aktiva, hutang Sekutu pemegang pembukuan Nama dengan aktuva, diberi hutang Nama tanda pemegang joint pembukuan venture Modal Nama pemegang modal Nama penanam modal Rekening Nominal joint venture Joint venture
  • 17.
    Kasus 1 Pada tanggal1 januari 2005 Adi dan lili membuka usaha joint venture dalam menjual tanah kaplingan. Disepakati Adi menyerahkan tanah 20 kapling dengan harga pokok @ Rp. 1.000.000 dan diberi harga oleh Adi untuk joint venture sebesar Rp. 1.250.000,-. Lili menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 5.000.000 untuk biaya perijinan. Laba dibagi dengan komposisi 75% untuk adi dan 25% untuk Lili. Transaksi 1 januari samapai dengan Agustus 2005 yaitu periode pembentukanjoint venture sebagai berikut: •Dibayar biaya perijininan Rp. 500.000 •Dibayar biaya perbaikan lingkungan Rp. 2.000.000 •Dibayar biaya penjualan Rp. 1.000.000 •Dibayar biaya kantor Rp.500.000 •Dijual 20 kapling tanah @ Rp. 2.000.000 secara kredit •Piutang sebesar Rp. 2.000.000 tak tertagih •Pada tanggal 31 Agustus kas dikembalikan pada anggota jointventure pemegang pembukuan (Adi) Diminta : susunlah jurnal untuk mencatat transaksi tersebut
  • 18.
    Transaksi Investasi Adi Buku Adi JV BukuLili 25.000 JV Tanah 20.000 Tanah Laba penyerahan tnh Pembahasan 25.000 20.000 Laba penyerahan tnh 5.000 5.000 Investasi Lili Kas-JV 5.000 Lili Membayar biaya-biaya JV Adi 5.000 4.000 Piutang-Jv 4.000 40.000 JV Penerimaan piutang tertagih Kas-JV Kas JV Kas-JV Menjual tanah 5.000 5.000 4.000 Adi Adi 40.000 4.000 40.000 JV 40.000 38.000   Piutang-JV - 38.000 Menghapus piutang JV 2.000 JV Piutang-JV 2.000 Adi 2.000 2.000 Mengakui laba joint venture JV 9.000 Laba JV 6.750 Lili Pengambilan kas joint venture JV 31.750 LILI 7.250 Kas JV Adi 2.250 Kas 9.000 Laba JV Kas 2.250 7.250 Adi 39.000 6.750 7.250
  • 19.
    Pembukuan terpisah dari pembukuanusaha rutin sekutu Bila joint venture membuat catatan terpisah, maka catatan/pembukuan joint venture dicatat seperti usaha biasa sedangkan anggota joint venture hanya mencatat transaksi yang ada hubungannya dengan dirinya saja sepert: •Penawaran dana kej oint venture •Perolahanlaba atas joint venture •Penarikankembali dana yang tertanam dalam joint venture
  • 20.
    Kasus 2 Dari kasus1 tapi dicatat dalam pembukuan yang terpisah
  • 21.
    transaksi   Buku Joint Venture Tanah 20.000 BukuAdi Invs. Pd JV 25.000 Pembahasan 1 2 Mdl Adi 20.000 Buku Lili Tanah   20.000 -   Kas 5.000 Mdl Lili   5.000 Invs. Pd JV - 5.000 Kas 20.000   3 Biaya 4.000 Kas   4 5 Piutang 40.000 Penjualan Kas 38.000 6     7   40.000 Invs. Pd JV 4.000 Penghapusan 6.750 Laba JV Invs. Pd JV 6.750   piutang 2.250 Laba JV 2.250   2.000 20.000 6.750 Mdl Lili 8   2.000 Mdl adi       Biaya Tanah   2.000 Piutang Penjualan   38.000 Penghapusan piutang   40.000 Piutang     4.000 2.250 Mdl adi 31.750 Mdl LILI 7.250 Kas 39.000 Kas 31.750 Invs pd JV Kas 31.750 7.250 Invs. pd JV 7.250