KONSEP PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AL-QUR’AN
TELAAH SURAT AL-BAQARAH AYAT 282
MAKALAH

Diajukan Sebagai Tugas Terstruktur
Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi
Dosen Pengampu : Imas Mufti M.Si,

Oleh :
Biyah Siti Murbiyyah
NIM:10501018

SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM (STEI) AL-ISHLAH
CIREBON
KATA PENGANTAR

Bismillahirahmanirrahim
Alhamdulillah, kata pertama yang penulis ucapkan sebagai ungkapan
rasa syukur yang tiada tara kepada Allah Yang Maha Kuasa, atas segala
nikmat dan karunia-Nya yang tak terhitung, sehingga penulis dapat
menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini.
Shalawat dan salam, penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad
SAW, suri tauladan dalam segenap aspek kehidupan, juga kepada keluara,
sahabat, dan seluruh umatnya yang mencintai dan merindukannya.
Makalah ini berjudul “Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an “ ,
sebuah kajian sederhana yang menelaah surat Al-Baqarah ayat 282 dan
mencari relevansinya dengan teori pengendalian internal, salah satu kajian
dalam mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi.
Dalam proses penyusunan makalah ini, terlibat banyak pihak yang
memberikan kontribusi moril maupun materil, sehingga terselesaikan
penyusunan makalah ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis
ingin mengucapkan terima kasih kepada:
 Ayahanda dan Ibunda tercinta di rumah, atas cinta dan pendidikan
kehidupan, penanaman moral dan pembentukan karakter

yang

telah diberikan kepada penulis semenjak kecil hingga kini. Semoga
Allah senantiasa memuliakan kalian di dunia dan akhirat
 Segenap keluarga Djauhar family, atas motivasi dan refreshingnya
setiap saat.
 Bapak Prof. Dr. Adang Djumhur S. Selaku ketua STEI Al-Ishlah
 Bapak Imas Mufti M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah
Sistem Informasi akuntansi
 Rekan-rekan mahasiswa STEI Al-Ishah
Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu semua
saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis nantikan sebagai bahan
perbaikan bagi penyusunan makalah di masa mendatang.
Penulis berharap, makalah ini dapat menjadi stimulan bagi penulis
sendiri dan bagi pembaca pada umumnya untuk lebih menggali dan
memperdalam pemahaman mengenai Akuntansi dan relevansinya dalam AQur’an.
Akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat dan bisa menjadi rekreasi
membaca yang menyenangkan. Selamat membaca dan berekreasi.

Cirebon, Juni 2011

Penulis
DAFTAR ISI

Kata pengantar ........................................................................................
Daftar isi .................................................................................................
Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an .............................................
A. Pendahuluan ......................................................................................
B. Pengendalian Internal .......................................................................
1. Definisi Pengendalian Internal .....................................................
2. Tujuan Pengendalin Internal ........................................................
3. Fungsi Pengendalian Internal .......................................................
4. Aktivitas Pengendalian Internal ...................................................
C. Interpretasi Surat Al-Baqarah Ayat 282 .............................................
1. Surat Al-Baqarah Ayat 282 ............................................................
2. Interpretasi Para Mufassir ............................................................
3. Pengendalian Internal Menurut Surat Al-Baqarah Ayat 282 .........
D. Relevansi pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an ...........................
E. Penutup .............................................................................................
1. Kesimpulan ...................................................................................
2. Saran .............................................................................................
Daftar pustaka .........................................................................................
Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an
A. Pendahuluan
Ekonomi dalam agama islam adalah suatu disiplin ilmu yang tidak
hanya berputar di sekitar materi, tetapi juga memuat misi ukhrowi. Ajaran
islam menyediakan proporsi yang cukup banyak dalam kajian keilmuannya
tentang ekonomi.
Al-Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber hukum ajaran islam yang
utama, memuat bahasan yang lengkap tentang dunia perekonomian yang
dapat dijadikan sebagai sandaran setiap muslim dalam menjalankan roda
perekonomian sesuai dengan ruh keislaman yang dianut dan diyakininya.
Pernyataan di atas tidak berlebihan jika kita melihat fakta bahwa
dalam A-Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang memiliki muatan
ekonomis mulai dari segi konsep dan prinsip dasar, hingga ke tataran
praktisnya.
Tengok saja surat Al-baqarah ayat 282, yang akan kita bahas dalam
makalah ini, sangat detail mengetengahkan teknis pelaksanaan pencatatan
utang piutang, berikut tawaran solusi dan tips yang sangat penting dalam
pelaksanaan transaksi tersebut, agar masing-masing pihak tidak ada yang
dirugikan dan merugikan. Hal ini sesuai dengan prinsip paling mendasar
dalam transaksi ekonomi islam, tidak mendzalimi dan tidak didzalimi.
Sementara pengendalian internal, adalah suatu teori dalam sistem
informasi akuntansi yang sangat menekankan adanya pengendalian proses
dan sistem operasional perusahaan dalam rangka mencegah terjadinya
manipulasi dan kesenjangan atau Gap antara harapan pemilik dan pengelola
perusahaan dengan realitas perusahaan yang tidak memenuhi ekspektasi
mereka.
Pengendalian internal meliputi segenap langkah-langkan dan aturan
prosedural yang diyakini mampu menekan adanya berbagai kekeliruan dan
penyimpangan dalam perusahaan, agar tujuan perusahaan dapat tercapai
secara optimal.
Kaitannya dengan surat Al-baqarah ayat 282, ada dugaan bahwa
substansi ayat tersebut adalah pengendalian internal atau dengan kata lain
bahwa pengendalian internal adalah fisikny sementara surat Al-baqarah ayat
282 tersebut adalah nyawa atau ruhnya.
Tentu saja pendapat ini masih berupa pendapat atau dugaan kasar yang
masih memerlukan kajian yang lebih mendalam lagi, baik dari sisi
interpretasi ayat tersebut mauun dari segi penelaahan teori pengendalian
internalnya.
Hal inilah sesungguhnya yang mendorong penulis untuk menyusun
makalah berjudul “Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an: Telaah Surat
Al-Baqarah ayat 282” ini.
Selain itu makalah ini juga merupakan bentuk tanggung jawab penulis
untuk menunaikan tugas terstruktur mata kuliah Sistem Informasi
Akuntansi.
Rumusan masalah yang penulis ketengahkan adalah Apakah terdapat
relevansi antara teori pengendalian internal dengan surat Al-baqarah ayat
282?
Penyususnan makalah ini bertujuan untuk memperkaya khasanah
keilmuan penulis sendiri sebagai mahasiswa yang Concern di bidang
ekonomi.
Selain itu, makalah ini bertujuan untu memenuhi tugas terstruktur
mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi.
B. Pengendalian Internal
1. Definisi Pengendalian Internal
Dari segi bahasa, pengendalian memiliki padanan kata bahasa inggris
Control. Control berarti suatu proses atau upaya mengendalikan atau
mengarahkan aktivitas obyek, organisasi, atau sistem untuk mencapai suatu
tujuan.
Intern berarti memiliki cakupan di dalam suatu obyek, organisasi, atau
sistem yang ingin dikendalikan.
Sehingga, pengendalian intern adalah suatu proses untuk mengarahkan
aktivitas obyek, organisasi, atau perusahaan dari dalam lingkup obyek,
organisai, atau perusahaan tersebut dalam rangka mencapai tujuan-tujuan
yang diinginkan.
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, pengendalian intern
didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya
manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu
organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu.
Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan,
mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan
penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan
melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan
lahan) maupun tidak (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti
merek dagang).
Sementara Krismiaji menulis dalam bukunya yang berjudul “Sistem
Informasi Akuntansi”, bahwa pengendalian intern adalah rencana organisasi
dan metoda yang digunakan untuk menjaga dan melindungi aktiva,
menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, memperbaiki
efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen. (Krismiaji,
2002: 218)
Jadi bisa disimpulkan bahwa pengendalian internal adalah upaya
untuk mengarahkan aktivitas di dalam perusahaan untuk mencapai tujuan
perusahaan dan menghindari
2. Tujuan Pengendalian Internal
Secara umum, tujuan pengendalian internal adalah untuk mencegah
timbulnya kerugian sebuah perusahaan atau organisasi. Kerugian sebuah
organisasi atau perusahaan bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab,
diantaranya adalah :
a) Penggunaan sumber daya yang tidak efisien
b) Keputusan manajemen yang tidak tepat
c) Kesalahan yang tidak disengaja dalam pencatatan dan pemrosesan
data
d) Kehilangan atau kerusakan data secara tidak sengaja
e) Kehilangan aktiva karena kecerobohan pegawai
f) Tidak ditaatinya kebijakan manajemen dan peraturan lainnya oleh
para karyawan
g) Perubahan secara tidak sah terhadap sistem informasi akuntansi dan
komponen-komponennya.
3. Fungsi Pengendalian Internal
Sistem pengendalian internak berfungsi untuk mencegah dan
mengatasi berbagai ancaman yang berpotensi merugikan organisasi atau
perusahaan. Ancaman-ancaman tersebut adalah :
a) Bencana alam dan bencana politik , misalnya kebakaran , banjir,
gempa mi, perang, kerusuhan, dan lain sebagainya.
b) Kesalahan software dan tidak berfungsinya perangkat keras
c) Tindakan atau kejadian yang tidak terduga misalnya kecelakaan,
kecerobohan kerja, dan lain sebagainya.
d) Tindakan-tindakan yang disengaja yang disbabkan karena Human
Error, seperti kejahatan komputer, kecurangan, korupsi, dan lainlain.
4. Aktifitas Pengendalian Internal
Pengendalian internal diimplementasikan dalam sebuah organisasi
atau perusahaan melalui berbagai aktifitas dna kebijakan serta aturan-aturan
yang harus ditaati secara konsisten agar tjuan organisasi atau perusahaan
dapat tercapai.
Dengan demikian bentuk-bentuk dan aktivitas pengendalian internal
adalah

kebijakan-kebijakan

manajemen

untuk

menanggulangi

dan

mencegah berbagai ancaman dan kerugian organisasi atau perusahaan.
Diantara aktivitas pengendalian internal adalah sebagai berikut:
a) Otorisasi yang tepat terhadap transaksi dan aktifitas
Dalam upaya pengendalian internal, manajemen perlu menetapkan
kebijakan umum yang harus diikuti dan ditaati oleh para karyawan,
berdasarkan deskripsi tugas (Job Description), memberdayakan mereka untk
melaksanakan kegiatan, dan membuat keputusan.
Pemberian otorisasi yang tepat dan terpisah antara beberapa pos
tertentu dapat mencegah adanya manipulasi dan kecurangan. Otorisasipada
umumnya didokumentasikan dengan menandatangani, memberi paraf, atau
mencantumkan kode otorisasi pada dokumen atau catatan yang mewakili
transaksi.
Dengan adanya otorsasi, maka setiap karyawan dapat mengecek
pihak-pihak yang berwenang memberikan otorisasi ketika melaksanakan
kegiatan perusahaan. Sehingga, suatu transaksi mutlak memerlukan otorisasi
dari bagian yang diberikan wewenang memberikan otorisasi atas transaksi
tersebut. Konsekuensinya, jikaditemukan transaksi yang tidak memiliki
otorisasi dari bagian terkai, maka transaksi tersebut dianggap tidak sah.
Contoh, transaksi penjualan harus mendapatkan otorisasi dari bagian
kredit pelanggan dan pengiriman barang.
b) Pemisahan tugas
Pengendalian internal yang baik menghendaki bahwa tidak ada
seorang yang diberi terlalu banyak wewenang dan tanggung jawab tugas.
Karena kondisi ini sanat potensial terjadinya kecurangan dari karyawan
tersebut.
Pemisahan tugas yang efektif mensyaratkan bahwa fungsi-fungsi
berikut dipisahkan:
 Otorisasi, yaitu persetujuan terhadap transaksi yang akan
dilaksanakan dan keputusan yang akan diambil.
 Pencatatan

mencakup

pembuatan

dokumen

sumber,

pemeliharaanjurnal dan buku besar, pembuatan rekonsiliasi, dan
pembuatan laporan kerja.
 Penyimpanan dapat dilakukan secara langsung misalnya dalam
penanganan kas atau pemeliharaan gudang penyimpanan.

c) Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai
Manajemen merancang dokumen pencatatan yang sederhanaagar
pencatatan dapat dilakukan denagn efisien sehingga kesalahan pencatatan
dapat diminimalisir dan memudahkan pengkajian dan verifikasi.
d) Penjagaan yang memadai terhadap aktiva dan catatan
Dalam era semaju ini, aktiva tidak hanya berupa kas dan barangbarang milik peusahaan, tetapi yang tak kalah penting adal informasi.
Oleh karena itu, perusahaan harus memikirkan langkah-langkah untuk
melakuakn perlindungan yang memadai terhadap aktiva tersebut.
e) Pengecekan independen terhadap kinerja
Pengecekan secara independen bertujuan untuk menjamin dan
memastikan bahwa transaksi telah diproses secara akurat dan sesuai dengan
kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pihak manajemen.
C. Interpretasi Surat Al-Baqarah Ayat 282
1. Interpretasi Surat Al-Baqarah Ayat 282
Berikut dituliskan terjemahan surat Al-Baqarah ayat 282 yang kan kita
bahas:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak
secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya.
Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan
benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah
mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang
berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia
bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun
daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya
atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan,
maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah
dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada
dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan
dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang
seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi
keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis
hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya.
Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian
dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah
mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang
kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu
tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan
janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan
(yang demikian), maka sesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada
dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah
Maha Mengetahui segala sesuatu.
Surat Al-Baqarah ayat 282 adalah surat yang terpanjang dalam AlQur’an dan berbicara soal hak manusia. Interpreasi terhadap ayat ini bisa
saja beraneka, namun, namun pada dasarnya emiliki kesamaan. Bahwa ayat
ini merupakan ayat ekonomi, dalam arti memilki pesan-pesan yang menjadi
landasan dan sandaran egiatan ekonomi secara teknis.
Ayat ini pula yang sering disebut-sebut sebagai akuntansi akibat
adanay unsur perintah pencatatan dalam ayat tersebut. Hal ini tidak
mengherankan karen apada dasarnya akuntansi juga berbicara tentang
oencatatan transaksi, sesuai dengan pesan ayat ini.
Makna lain yang dapat digali dari ayat ini yaitu memelihara hak
keuangan masyarakat. Menyusuli ayat-ayat sebelumnya mengenai hukumhukum ekonomi Islam yang dimulai dengan memacu masyarakat supaya
berinfak dan memberikan pinjaman dan dilanjutkan dengan mengharamkan
riba, ayat ini menjelaskan cara yang benar bertransaksi supaya transaksi
masyarakat terjauhkan dari kesalahan dan kedzaliman dan kedua pihak tidak
merugi.
Disusul dengan ayat berikutnya, semakin menguatkan pesan dari ayat
tersebut. Berikut terjemahan dari surat Al-Baqarah ayat

283, yang

mendukung ayat sebelumnya:
“Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai)
sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada
barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika
sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang
dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia
bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi)
menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya,
maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah
Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Jamiann atau barang tanggungan dalam ayat ini ditekankan untuk
tetap menjaga para pelaku trasnsaksi berbuat kecurangan dan saling
mendzalimi. Akan tetapi, aspek keprcayaan dan kejujuran menjadi tiang
utama sebuah binis, begitu kira-kira pesan dalam ayat ini.
Kepercayaan dan kejujuran adalah nilai etika yang bersumber dari
keimanan yang mendalam dan penghayatan nilai-nilai keimanan tersebut
dalam kehidupan sehari-hari termasuk kegiatan bisnis atau jual beli.
Secara tegas, islam memberikan aturan bahwa kegiatan duniawi
manusia memiliki efek terhadap kegiatan ukhrowinya. Oleh sebab itu, tak
ada pemisahan antara keduanya. Keduanya berjalan saling melengkapi dan
menyempurnakan.
Secara gamblang Al-Qur’an menegaskannya dalam surat Al-Jum’ah
ayat 9 di bawah ini:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan
sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat
Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika
kamu mengetahui”
Dalam ayat di atas, shalat jum’at adalah interpretasi saja dari kegiatan
ukhrowi yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan duniawi manusia. Pada
intinya, ayat ini mengetengahkan pentingnya ketaatan kepada nilai-nilai
agama dalam menjalakan kegiatan duniawi.
2. Pengendalian Internal Menurut Surat Al-Baqarah Ayat 282
Surat al-baqarah ayat 282, memiliki mengandung pesan praktis suatu
kegiatan transaksi. Paling tidak ada beberapa syarat yang diungkapakan
dalam ayat ini mengenai keabsahan suatu transaksi, diantaranya adalah
sebagai berikut:
a)

Untuk setiap agama, baik hutang maupun jual beli secara hutang,
haruslah tertulis dan berdokumen.

b) Harus ada penulis selain dari kedua pihak yang bertransaksi,
namun berpijak pada pengakuan orang yang berutang.
c)

Orang yang berhutang dan yang memberikan pinjaman haruslah
memperhatikan Tuhan dan tidak meremehkan kebenaran dan
menjaga kejujuran.

d) Selain tertulis, harus ada dua saksi yang dipercayai oleh kedua
pihak yang menyaksikan proses transaksi.
e)

Dalam transaksi tunai, tidak perlu tertulis dan adanya saksi sudah
mencukupi.

D. Relevansi pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an
Setelah kita mempelajari konsep dari pengendalian internal, dan
menelaah surat Al-Baqarah ayat 282, maka kita bisa melihat bahwa
keduanya memiliki substansi yang sama.
Pengendalian internal adalah sebuah langkah atau proses yang
dilakukan untuk mengarahkan perusahaan agar dapat menghindarkan
organisasi atau perusahaan dai adanya kekeliruan atau tinadakan
kecurangan.
Al-Baqarah ayat 282 juga menegaskan adanya kewaspadaan dan
pencegahan dari tindakan-tindakan kecurangan dan kekeliruan dalam
transaksi.
Dengan demikian, keduanya memiliki substansi yang sama, yaitu
sama-sama menyususn strategi untuk mengarahkan perusahaan atau bisnis
agar terhindar dari kekeliran dan kecurangan.
Kita bisa membandingkan keduanya dari beberapa hal di bawah ini:
Kehandalan pencatatan, pengendalian internal menekankan pada
kehandalan pencatatan dokumen sebagai bukti transaksi penting, begitu juga
surat Al-baqarah ayat 282 yang menekankan pentingnya pencatatan dokuen
atas kejadian atau transaksi.
Pengendalia internal menuntut adanya konsistensi pada integritas dan
nilai-nilai untuk menjaga iklim perusahaan agar tetap kondusif dan ersih,
demikian juga dtegaskan dalam surat Al-aqarah ayat 282.
Jaminan merupakan hal yang ditawarkan untuk menjaga aset atau
harta perusahaan, dan hal ini juga ditegaskan dalam Surat al-baqarah ayat
283 yang merupakan lanjutan surat Al-Baqarah ayat 282.
Disamping itu masih banyak hal-hal yang merupakan komponen teori
pengendalian internal , yang sesungguhnya memiliki substansi yang senafas
dengan surat Al-baqarah ayat 282.
E. Penutup
1. Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian
internal ternyata memiliki relevansinya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah
ayat 282 dan 283.
2. Saran
Saran yang penulis ajuan adalah, perlunya pengkajian yang lebih
mendalam terhadap Al-Qur’an karena di dalamnya terdapat banyak sekali
ilmu dan pengetahuan yang sangat mendukung dan bahkan merupakan
referensi utama perkembangan ilmu pengetahuan masa kini termasuk di
dalamnya ilmu ekonomi dan akunansi.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Qur’an dan Terjemahannya. Departemen Agama RI. 2009
Krismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: AMP YKPN
http://id.wikipedia.org/wiki/hadits

PENGENDALIAN INTERNAL DALAM AL-QUR'AN

  • 1.
    KONSEP PENGENDALIAN INTERNALDALAM AL-QUR’AN TELAAH SURAT AL-BAQARAH AYAT 282 MAKALAH Diajukan Sebagai Tugas Terstruktur Mata Kuliah : Sistem Informasi Akuntansi Dosen Pengampu : Imas Mufti M.Si, Oleh : Biyah Siti Murbiyyah NIM:10501018 SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM (STEI) AL-ISHLAH CIREBON
  • 2.
    KATA PENGANTAR Bismillahirahmanirrahim Alhamdulillah, katapertama yang penulis ucapkan sebagai ungkapan rasa syukur yang tiada tara kepada Allah Yang Maha Kuasa, atas segala nikmat dan karunia-Nya yang tak terhitung, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas penyusunan makalah ini. Shalawat dan salam, penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW, suri tauladan dalam segenap aspek kehidupan, juga kepada keluara, sahabat, dan seluruh umatnya yang mencintai dan merindukannya. Makalah ini berjudul “Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an “ , sebuah kajian sederhana yang menelaah surat Al-Baqarah ayat 282 dan mencari relevansinya dengan teori pengendalian internal, salah satu kajian dalam mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Dalam proses penyusunan makalah ini, terlibat banyak pihak yang memberikan kontribusi moril maupun materil, sehingga terselesaikan penyusunan makalah ini. Oleh karena itu dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:  Ayahanda dan Ibunda tercinta di rumah, atas cinta dan pendidikan kehidupan, penanaman moral dan pembentukan karakter yang telah diberikan kepada penulis semenjak kecil hingga kini. Semoga Allah senantiasa memuliakan kalian di dunia dan akhirat  Segenap keluarga Djauhar family, atas motivasi dan refreshingnya setiap saat.  Bapak Prof. Dr. Adang Djumhur S. Selaku ketua STEI Al-Ishlah  Bapak Imas Mufti M.Si., selaku dosen pengampu mata kuliah Sistem Informasi akuntansi  Rekan-rekan mahasiswa STEI Al-Ishah Makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karena itu semua saran dan kritik yang konstruktif sangat penulis nantikan sebagai bahan perbaikan bagi penyusunan makalah di masa mendatang.
  • 3.
    Penulis berharap, makalahini dapat menjadi stimulan bagi penulis sendiri dan bagi pembaca pada umumnya untuk lebih menggali dan memperdalam pemahaman mengenai Akuntansi dan relevansinya dalam AQur’an. Akhirnya, semoga makalah ini bermanfaat dan bisa menjadi rekreasi membaca yang menyenangkan. Selamat membaca dan berekreasi. Cirebon, Juni 2011 Penulis
  • 4.
    DAFTAR ISI Kata pengantar........................................................................................ Daftar isi ................................................................................................. Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an ............................................. A. Pendahuluan ...................................................................................... B. Pengendalian Internal ....................................................................... 1. Definisi Pengendalian Internal ..................................................... 2. Tujuan Pengendalin Internal ........................................................ 3. Fungsi Pengendalian Internal ....................................................... 4. Aktivitas Pengendalian Internal ................................................... C. Interpretasi Surat Al-Baqarah Ayat 282 ............................................. 1. Surat Al-Baqarah Ayat 282 ............................................................ 2. Interpretasi Para Mufassir ............................................................ 3. Pengendalian Internal Menurut Surat Al-Baqarah Ayat 282 ......... D. Relevansi pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an ........................... E. Penutup ............................................................................................. 1. Kesimpulan ................................................................................... 2. Saran ............................................................................................. Daftar pustaka .........................................................................................
  • 5.
    Pengendalian Internal DalamAl-Qur’an A. Pendahuluan Ekonomi dalam agama islam adalah suatu disiplin ilmu yang tidak hanya berputar di sekitar materi, tetapi juga memuat misi ukhrowi. Ajaran islam menyediakan proporsi yang cukup banyak dalam kajian keilmuannya tentang ekonomi. Al-Qur’an dan Al Hadits sebagai sumber hukum ajaran islam yang utama, memuat bahasan yang lengkap tentang dunia perekonomian yang dapat dijadikan sebagai sandaran setiap muslim dalam menjalankan roda perekonomian sesuai dengan ruh keislaman yang dianut dan diyakininya. Pernyataan di atas tidak berlebihan jika kita melihat fakta bahwa dalam A-Qur’an terdapat banyak sekali ayat yang memiliki muatan ekonomis mulai dari segi konsep dan prinsip dasar, hingga ke tataran praktisnya. Tengok saja surat Al-baqarah ayat 282, yang akan kita bahas dalam makalah ini, sangat detail mengetengahkan teknis pelaksanaan pencatatan utang piutang, berikut tawaran solusi dan tips yang sangat penting dalam pelaksanaan transaksi tersebut, agar masing-masing pihak tidak ada yang dirugikan dan merugikan. Hal ini sesuai dengan prinsip paling mendasar dalam transaksi ekonomi islam, tidak mendzalimi dan tidak didzalimi. Sementara pengendalian internal, adalah suatu teori dalam sistem informasi akuntansi yang sangat menekankan adanya pengendalian proses dan sistem operasional perusahaan dalam rangka mencegah terjadinya manipulasi dan kesenjangan atau Gap antara harapan pemilik dan pengelola perusahaan dengan realitas perusahaan yang tidak memenuhi ekspektasi mereka. Pengendalian internal meliputi segenap langkah-langkan dan aturan prosedural yang diyakini mampu menekan adanya berbagai kekeliruan dan penyimpangan dalam perusahaan, agar tujuan perusahaan dapat tercapai secara optimal.
  • 6.
    Kaitannya dengan suratAl-baqarah ayat 282, ada dugaan bahwa substansi ayat tersebut adalah pengendalian internal atau dengan kata lain bahwa pengendalian internal adalah fisikny sementara surat Al-baqarah ayat 282 tersebut adalah nyawa atau ruhnya. Tentu saja pendapat ini masih berupa pendapat atau dugaan kasar yang masih memerlukan kajian yang lebih mendalam lagi, baik dari sisi interpretasi ayat tersebut mauun dari segi penelaahan teori pengendalian internalnya. Hal inilah sesungguhnya yang mendorong penulis untuk menyusun makalah berjudul “Pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an: Telaah Surat Al-Baqarah ayat 282” ini. Selain itu makalah ini juga merupakan bentuk tanggung jawab penulis untuk menunaikan tugas terstruktur mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. Rumusan masalah yang penulis ketengahkan adalah Apakah terdapat relevansi antara teori pengendalian internal dengan surat Al-baqarah ayat 282? Penyususnan makalah ini bertujuan untuk memperkaya khasanah keilmuan penulis sendiri sebagai mahasiswa yang Concern di bidang ekonomi. Selain itu, makalah ini bertujuan untu memenuhi tugas terstruktur mata kuliah Sistem Informasi Akuntansi. B. Pengendalian Internal 1. Definisi Pengendalian Internal Dari segi bahasa, pengendalian memiliki padanan kata bahasa inggris Control. Control berarti suatu proses atau upaya mengendalikan atau mengarahkan aktivitas obyek, organisasi, atau sistem untuk mencapai suatu tujuan. Intern berarti memiliki cakupan di dalam suatu obyek, organisasi, atau sistem yang ingin dikendalikan. Sehingga, pengendalian intern adalah suatu proses untuk mengarahkan aktivitas obyek, organisasi, atau perusahaan dari dalam lingkup obyek,
  • 7.
    organisai, atau perusahaantersebut dalam rangka mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan. Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, pengendalian intern didefinisikan sebagai suatu proses, yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang). Sementara Krismiaji menulis dalam bukunya yang berjudul “Sistem Informasi Akuntansi”, bahwa pengendalian intern adalah rencana organisasi dan metoda yang digunakan untuk menjaga dan melindungi aktiva, menghasilkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya, memperbaiki efisiensi, dan untuk mendorong ditaatinya kebijakan manajemen. (Krismiaji, 2002: 218) Jadi bisa disimpulkan bahwa pengendalian internal adalah upaya untuk mengarahkan aktivitas di dalam perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan dan menghindari 2. Tujuan Pengendalian Internal Secara umum, tujuan pengendalian internal adalah untuk mencegah timbulnya kerugian sebuah perusahaan atau organisasi. Kerugian sebuah organisasi atau perusahaan bisa ditimbulkan oleh beberapa sebab, diantaranya adalah : a) Penggunaan sumber daya yang tidak efisien b) Keputusan manajemen yang tidak tepat c) Kesalahan yang tidak disengaja dalam pencatatan dan pemrosesan data d) Kehilangan atau kerusakan data secara tidak sengaja e) Kehilangan aktiva karena kecerobohan pegawai f) Tidak ditaatinya kebijakan manajemen dan peraturan lainnya oleh para karyawan
  • 8.
    g) Perubahan secaratidak sah terhadap sistem informasi akuntansi dan komponen-komponennya. 3. Fungsi Pengendalian Internal Sistem pengendalian internak berfungsi untuk mencegah dan mengatasi berbagai ancaman yang berpotensi merugikan organisasi atau perusahaan. Ancaman-ancaman tersebut adalah : a) Bencana alam dan bencana politik , misalnya kebakaran , banjir, gempa mi, perang, kerusuhan, dan lain sebagainya. b) Kesalahan software dan tidak berfungsinya perangkat keras c) Tindakan atau kejadian yang tidak terduga misalnya kecelakaan, kecerobohan kerja, dan lain sebagainya. d) Tindakan-tindakan yang disengaja yang disbabkan karena Human Error, seperti kejahatan komputer, kecurangan, korupsi, dan lainlain. 4. Aktifitas Pengendalian Internal Pengendalian internal diimplementasikan dalam sebuah organisasi atau perusahaan melalui berbagai aktifitas dna kebijakan serta aturan-aturan yang harus ditaati secara konsisten agar tjuan organisasi atau perusahaan dapat tercapai. Dengan demikian bentuk-bentuk dan aktivitas pengendalian internal adalah kebijakan-kebijakan manajemen untuk menanggulangi dan mencegah berbagai ancaman dan kerugian organisasi atau perusahaan. Diantara aktivitas pengendalian internal adalah sebagai berikut: a) Otorisasi yang tepat terhadap transaksi dan aktifitas Dalam upaya pengendalian internal, manajemen perlu menetapkan kebijakan umum yang harus diikuti dan ditaati oleh para karyawan, berdasarkan deskripsi tugas (Job Description), memberdayakan mereka untk melaksanakan kegiatan, dan membuat keputusan. Pemberian otorisasi yang tepat dan terpisah antara beberapa pos tertentu dapat mencegah adanya manipulasi dan kecurangan. Otorisasipada umumnya didokumentasikan dengan menandatangani, memberi paraf, atau
  • 9.
    mencantumkan kode otorisasipada dokumen atau catatan yang mewakili transaksi. Dengan adanya otorsasi, maka setiap karyawan dapat mengecek pihak-pihak yang berwenang memberikan otorisasi ketika melaksanakan kegiatan perusahaan. Sehingga, suatu transaksi mutlak memerlukan otorisasi dari bagian yang diberikan wewenang memberikan otorisasi atas transaksi tersebut. Konsekuensinya, jikaditemukan transaksi yang tidak memiliki otorisasi dari bagian terkai, maka transaksi tersebut dianggap tidak sah. Contoh, transaksi penjualan harus mendapatkan otorisasi dari bagian kredit pelanggan dan pengiriman barang. b) Pemisahan tugas Pengendalian internal yang baik menghendaki bahwa tidak ada seorang yang diberi terlalu banyak wewenang dan tanggung jawab tugas. Karena kondisi ini sanat potensial terjadinya kecurangan dari karyawan tersebut. Pemisahan tugas yang efektif mensyaratkan bahwa fungsi-fungsi berikut dipisahkan:  Otorisasi, yaitu persetujuan terhadap transaksi yang akan dilaksanakan dan keputusan yang akan diambil.  Pencatatan mencakup pembuatan dokumen sumber, pemeliharaanjurnal dan buku besar, pembuatan rekonsiliasi, dan pembuatan laporan kerja.  Penyimpanan dapat dilakukan secara langsung misalnya dalam penanganan kas atau pemeliharaan gudang penyimpanan. c) Perancangan dan penggunaan dokumen dan catatan yang memadai Manajemen merancang dokumen pencatatan yang sederhanaagar pencatatan dapat dilakukan denagn efisien sehingga kesalahan pencatatan dapat diminimalisir dan memudahkan pengkajian dan verifikasi. d) Penjagaan yang memadai terhadap aktiva dan catatan Dalam era semaju ini, aktiva tidak hanya berupa kas dan barangbarang milik peusahaan, tetapi yang tak kalah penting adal informasi.
  • 10.
    Oleh karena itu,perusahaan harus memikirkan langkah-langkah untuk melakuakn perlindungan yang memadai terhadap aktiva tersebut. e) Pengecekan independen terhadap kinerja Pengecekan secara independen bertujuan untuk menjamin dan memastikan bahwa transaksi telah diproses secara akurat dan sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan pihak manajemen. C. Interpretasi Surat Al-Baqarah Ayat 282 1. Interpretasi Surat Al-Baqarah Ayat 282 Berikut dituliskan terjemahan surat Al-Baqarah ayat 282 yang kan kita bahas: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu'amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. Dan janganlah penulis enggan menuliskannya sebagaimana Allah mengajarkannya, meka hendaklah ia menulis, dan hendaklah orang yang berhutang itu mengimlakkan (apa yang akan ditulis itu), dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya, dan janganlah ia mengurangi sedikitpun daripada hutangnya. Jika yang berhutang itu orang yang lemah akalnya atau lemah (keadaannya) atau dia sendiri tidak mampu mengimlakkan, maka hendaklah walinya mengimlakkan dengan jujur. Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya. Janganlah saksi-saksi itu enggan (memberi keterangan) apabila mereka dipanggil; dan janganlah kamu jemu menulis hutang itu, baik kecil maupun besar sampai batas waktu membayarnya. Yang demikian itu, lebih adil di sisi Allah dan lebih menguatkan persaksian dan lebih dekat kepada tidak (menimbulkan) keraguanmu. (Tulislah mu'amalahmu itu), kecuali jika mu'amalah itu perdagangan tunai yang kamu jalankan di antara kamu, maka tidak ada dosa bagi kamu, (jika) kamu tidak menulisnya. Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli; dan janganlah penulis dan saksi saling sulit menyulitkan. Jika kamu lakukan
  • 11.
    (yang demikian), makasesungguhnya hal itu adalah suatu kefasikan pada dirimu. Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Surat Al-Baqarah ayat 282 adalah surat yang terpanjang dalam AlQur’an dan berbicara soal hak manusia. Interpreasi terhadap ayat ini bisa saja beraneka, namun, namun pada dasarnya emiliki kesamaan. Bahwa ayat ini merupakan ayat ekonomi, dalam arti memilki pesan-pesan yang menjadi landasan dan sandaran egiatan ekonomi secara teknis. Ayat ini pula yang sering disebut-sebut sebagai akuntansi akibat adanay unsur perintah pencatatan dalam ayat tersebut. Hal ini tidak mengherankan karen apada dasarnya akuntansi juga berbicara tentang oencatatan transaksi, sesuai dengan pesan ayat ini. Makna lain yang dapat digali dari ayat ini yaitu memelihara hak keuangan masyarakat. Menyusuli ayat-ayat sebelumnya mengenai hukumhukum ekonomi Islam yang dimulai dengan memacu masyarakat supaya berinfak dan memberikan pinjaman dan dilanjutkan dengan mengharamkan riba, ayat ini menjelaskan cara yang benar bertransaksi supaya transaksi masyarakat terjauhkan dari kesalahan dan kedzaliman dan kedua pihak tidak merugi. Disusul dengan ayat berikutnya, semakin menguatkan pesan dari ayat tersebut. Berikut terjemahan dari surat Al-Baqarah ayat 283, yang mendukung ayat sebelumnya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermuamalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis, maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain, maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (utangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya; dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. Dan barang siapa yang menyembunyikannya,
  • 12.
    maka sesungguhnya iaadalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” Jamiann atau barang tanggungan dalam ayat ini ditekankan untuk tetap menjaga para pelaku trasnsaksi berbuat kecurangan dan saling mendzalimi. Akan tetapi, aspek keprcayaan dan kejujuran menjadi tiang utama sebuah binis, begitu kira-kira pesan dalam ayat ini. Kepercayaan dan kejujuran adalah nilai etika yang bersumber dari keimanan yang mendalam dan penghayatan nilai-nilai keimanan tersebut dalam kehidupan sehari-hari termasuk kegiatan bisnis atau jual beli. Secara tegas, islam memberikan aturan bahwa kegiatan duniawi manusia memiliki efek terhadap kegiatan ukhrowinya. Oleh sebab itu, tak ada pemisahan antara keduanya. Keduanya berjalan saling melengkapi dan menyempurnakan. Secara gamblang Al-Qur’an menegaskannya dalam surat Al-Jum’ah ayat 9 di bawah ini: “Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui” Dalam ayat di atas, shalat jum’at adalah interpretasi saja dari kegiatan ukhrowi yang tidak bisa dilepaskan dari kegiatan duniawi manusia. Pada intinya, ayat ini mengetengahkan pentingnya ketaatan kepada nilai-nilai agama dalam menjalakan kegiatan duniawi.
  • 13.
    2. Pengendalian InternalMenurut Surat Al-Baqarah Ayat 282 Surat al-baqarah ayat 282, memiliki mengandung pesan praktis suatu kegiatan transaksi. Paling tidak ada beberapa syarat yang diungkapakan dalam ayat ini mengenai keabsahan suatu transaksi, diantaranya adalah sebagai berikut: a) Untuk setiap agama, baik hutang maupun jual beli secara hutang, haruslah tertulis dan berdokumen. b) Harus ada penulis selain dari kedua pihak yang bertransaksi, namun berpijak pada pengakuan orang yang berutang. c) Orang yang berhutang dan yang memberikan pinjaman haruslah memperhatikan Tuhan dan tidak meremehkan kebenaran dan menjaga kejujuran. d) Selain tertulis, harus ada dua saksi yang dipercayai oleh kedua pihak yang menyaksikan proses transaksi. e) Dalam transaksi tunai, tidak perlu tertulis dan adanya saksi sudah mencukupi. D. Relevansi pengendalian Internal Dalam Al-Qur’an Setelah kita mempelajari konsep dari pengendalian internal, dan menelaah surat Al-Baqarah ayat 282, maka kita bisa melihat bahwa keduanya memiliki substansi yang sama. Pengendalian internal adalah sebuah langkah atau proses yang dilakukan untuk mengarahkan perusahaan agar dapat menghindarkan organisasi atau perusahaan dai adanya kekeliruan atau tinadakan kecurangan. Al-Baqarah ayat 282 juga menegaskan adanya kewaspadaan dan pencegahan dari tindakan-tindakan kecurangan dan kekeliruan dalam transaksi. Dengan demikian, keduanya memiliki substansi yang sama, yaitu sama-sama menyususn strategi untuk mengarahkan perusahaan atau bisnis agar terhindar dari kekeliran dan kecurangan.
  • 14.
    Kita bisa membandingkankeduanya dari beberapa hal di bawah ini: Kehandalan pencatatan, pengendalian internal menekankan pada kehandalan pencatatan dokumen sebagai bukti transaksi penting, begitu juga surat Al-baqarah ayat 282 yang menekankan pentingnya pencatatan dokuen atas kejadian atau transaksi. Pengendalia internal menuntut adanya konsistensi pada integritas dan nilai-nilai untuk menjaga iklim perusahaan agar tetap kondusif dan ersih, demikian juga dtegaskan dalam surat Al-aqarah ayat 282. Jaminan merupakan hal yang ditawarkan untuk menjaga aset atau harta perusahaan, dan hal ini juga ditegaskan dalam Surat al-baqarah ayat 283 yang merupakan lanjutan surat Al-Baqarah ayat 282. Disamping itu masih banyak hal-hal yang merupakan komponen teori pengendalian internal , yang sesungguhnya memiliki substansi yang senafas dengan surat Al-baqarah ayat 282. E. Penutup 1. Kesimpulan Dari uraian di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa pengendalian internal ternyata memiliki relevansinya dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 282 dan 283. 2. Saran Saran yang penulis ajuan adalah, perlunya pengkajian yang lebih mendalam terhadap Al-Qur’an karena di dalamnya terdapat banyak sekali ilmu dan pengetahuan yang sangat mendukung dan bahkan merupakan referensi utama perkembangan ilmu pengetahuan masa kini termasuk di dalamnya ilmu ekonomi dan akunansi.
  • 15.
    DAFTAR PUSTAKA Al-Qur’an danTerjemahannya. Departemen Agama RI. 2009 Krismiaji. 2002. Sistem Informasi Akuntansi. Yogyakarta: AMP YKPN http://id.wikipedia.org/wiki/hadits