By
Etiyasningsih, S.Pd. M.Pd
   Kata Manajemen perupakan pengembangan dari kata Administrasi yang
    berasal dari bahasa latin, Administrare yang berarti sebagai pemberian
    jasa atau bantuan.
   Kata Administrasi mengandung arti melayani (to service), pemimpin
    (administrator), atau memimpin (to manage) yang akhirnya berarti
    Manajemen
   Sementara Manajemen itu sendiri merupakan inti dari Administrasi ,
    sehingga pembicaraan masalah manajemen sekaligus juga
    membicarakan masalah administrasi


    Administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan
    merumuskan kebijakan umum.


     Manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang
    perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas
    kebijaksanaan umum yang telah dirumuskan.
   Felix A. Nigro dan Lloyd G. Nigro berpendapat bahwa manajemen
    kepegawaian        meliputi      kegiatan    pengangkatan        dan
    seleksi, pengembangan yang meliputi latihan jabatan (in service
    trainning), promosi, dan pemberhentian.
   Kemudian Flippo memberikan batasan tentang menajemen
    kepegawaian            (personal        management)          sebagai
    perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan
    terhadap pengadaan, pembinaan, kompensasi (pemberian
    gaji/upah), integrasi, pemeliharaan dan pemberhentian / pensiun.


Dalam batasan ini terdapat 2 fungsi pokok, yaitu :
 Fungsi manajemen, meliputi
  perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan
 Fungsi operatif kepegawaian (pelaksanaan), meliputi
  pengadaan, pembinaan/pengembangan, kompensasi, perawatan/
  pemeliharaan.
Manajemen Kepegawaian, meliputi kegiatan-kegiatan :
   Pengadaan dan seleksi tenaga kerja/ pegawai, yang diketahui dari
    rangkaian kegiatan tentang pengadaan, seleksi, dan
    pengangkatan melalui ujian calon pelamar menjadi pegawai.
   Penempatan dan penunjukkan, diketahui melalui rangkaian
    ditempatkannya calon pegawai pada jabatan atau fungsi tertentu
    yang telah ditetapkan.
   Pengembangan, yang diketahui dari segenap proses latihan
    (training) baik sebelum/sesudah menduduki jabatan dikaitkan
    promosi pegawai
   Pemberhentian, yang diketahui melalui proses diberhentikannya
    tenaga kerja/pegawai, baik sebelum masanya maupun sudah
    saatnya (pensiun)
Fungsi-fungsi manajemen merupakan kerangka dasar dari peran
kegiatan manajerial secara universal. Fungsi manajemen dikategorikan
sebagai berikut :

   Perncanaan (planning)
   Pengorganisasian (organizing)
   Pemberian motivasi (motivation) yang terbagi dalam pengisian staff
    (staffing) dan pengarahan (directing)
   Pengawasan (controling)
   Penilaian (evaluating)
Sistem dan proses manajemen PNS menurut UU No. 42 Tahun 1999


1. Perencanaan
   Planning merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan
    secara matang mengenai hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang
    akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.
   Perencanaan adalah unsur yang mengawali seluruh kegiatan
    administrasi kepegawaian.
   Perencanaan menjadi unsur yang penting dalam mengawali
    pelaksanaan manajemen PNS.
Sehubungan dengan aturan hukum tentang perencanaan administrasi
kepegawaian. UU No. 43 Tahun 1999 mengatur 3 hal pokok, yaitu :
   Formasi Pegawai Negeri Sipil
    - Diatur dalam Pasal 15 UU No. 43 Tahun 1999
    - PP No. 54 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas PP No. 97 Tahun
    2000
    Pengadaan Pegawai Negeri Sipil
    - Diatur dalam Pasal 16 UU No. 43 Tahun 1999
   Penempatan Pegawai Sipil
    PNS yang telah diangkat dari calon pegawai diberikan jabatan dan
    pangkat tertentu dan ditempatkan pada unit kerja yang
    direncanakan menerima tambahan tenaga baru.
2. Pengadaan

    Diatur oleh PP No. 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan
    PNS.
    Pasal 2 ayat 1 PP No. 98 Tahun 2000.
    a. tahap perencanaan
    b. pengumuman
    c. pelamaran
    d. penyaringan
    e.pengangkatan calon PNS (CPNS)
    f. pengangkatan PNS
   Pasal 2 ayat 2 PP No. 98 Tahun 2000
    Pengadaan dilaksanakan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
3. Pengembangan Kualitas


    Diatur dalam UU No. 43 Tahun 1999 menentukan bahwa
    untuk mencapai daya guna dan hasil yang sebesar-besarnya
    diadakan pengaturan dan penyelenggaraan pendidikan dan
    pelatihan jabatan PNS yang bertujuan untuk meningkatkan
    pengabdian, mutu keahlian, kemampuan, dan
    keterampilan.

   Untuk melaksanakan Pasal tersebut dikeluarkan PP No. 101
    Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS
4. Penempatan

   Penenpatan pegawai merupakan suatu proses yang tidak
    terpisahkan dengan pengadaan pegawai.
   Prinsip penempatan menurut A.W. Widjaja adalah the right man
    on the right place (penempatan orang yang tepat pada tempat
    yang tepat)
   Dalam pelaksanaannya, ada 2 hal yang perlu diperhatikan
    1) adanya analisis tugas jabatan (job analisys)
    2) adanya penilaian pelaksanaan pekerjaan (kecakapan pegawai)
   Pegawai yang bersangkutan harus memiliki kecakapan dalam
    bidang kerjanya yang ditunjukkan dengan Daftar Penilaian
    Pelaksanaan Pekerjaan (DP3).
   Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) adalah suatu daftar
    yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS
    dalam jangka waktu satu tahun yang dibuat oleh Pejabat Penilai.
   Unsur-unsur yang dinilai :
    a. Kesetiaan
    b. Prestasi kerja
    c. Tanggung jawab
    d. Ketaatan
    e. Kejujuran
    f. Kerja sama
    g. Prakarsa
    h. Kepemimpinan
   Dalam pemberian nilai berpedoman kepada Lampiran PP No. 10
    Tahun 1979.
5. Promosi (Kenaikan Pangkat)

   Promosi merupakan suatu penghargaan (reward) yang diberikan kepada
    pegawai yang berprestasi berupa kenaikan pangkat atau jabatan.
   Diatur Dalam PP No. 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS.
   Menurut Pasal 3, kenaikan pangkat dilaksanakan berdasarkan 2 sistem :
    1. Kenaikan Pangkat Reguler
       yaitu penghargaan yang diberikan kepada PNS yang telah
       memenuhi syarat yang ditentukan tanpa terikat pada jabatan.
    2. Kenaikan Pangkat Pilihan
       yaitu kepercayaan dan penghargaan yang diberikan kepada
       PNS atas prestasi kerjanya yang tinggi.
PP juga mengatur tentang jenis kenaikan pangkat lain, sbb :
    Kenaikan pangkat anumerta
    yaitu kenaikan yang diberikan kepada PNS yang tewas dan diberikan
    kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi

    Kenaikan pangkat pengabdian
    yaitu kenaikan yang diberikan kepada PNS yang akan diberhentikan
    dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia
    pensiun dan diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih
    tinggi.
6. Penggajian

•   Gaji adalah sebagai balas jasa dan penghargaan atas prestasi kerja
    Pegawai Negeri yang bersangkutan.
•   Burhannudin A. Tayibnapis mengatakan bahwa gaji menyandang fungsi
    sebagai berikut :
    a. Daya tarik untuk memperoleh tenaga-tenaga yang cakap dan
      produktif
    b. Sarana motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan
    c. Alat untuk memelihara agar karyawan tetap betah bekerja dalam
      organisasi (perusahaan)
•   Diatur dalam Pasal 7 UU No. 43 Tahun 1999
•   Penggajian PNS mengacu pada PP No. 6 Tahun 1997 tentang Perubahan
    Atas Perubahan PP No. 7 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji PNS
    sebagaimana telah sembilan kali diubah, terakhir dengan PP No. 9 Tahun
    2007
   PP No. 66 Tahun 2005 mengatur mengenai pemberian gaji pokok
    dan tunjangan.

   PP No. 66 Tahun 2005 dalam Bab III mengatur pemberian
    kenaikan gaji berkala dan kenaikan gaji istimewa.

   Kenaikan gaji istimewa mendorong PNS untuk bekerja lebih baik.

   Tunjangan merupakan bagian dari kompensasi finansial langsung
    yang diberikan kepada PNS, yaitu antara lain, tunjangan keluarga,
    tunjungan jabatan, tunjangan pangan, tunjangan lain-lain.
7. Kesejahteraan


   Usaha kesejahteraan adalah kompensasi yang pemberiannya
    tidak tergantung dari jabatan/pekerjaan PNS dalam rangka
    meningkatkan kesejahteraan PNS.

   Diatur dalam Pasal 32 UU No. 43 Tahun 1999 mengatur bahwa
    untuk meningkatkan kegairahan bekerja, diselenggarakan
    usaha kesejahteraan PNS.

   Usaha kesejahteraan, meliputi, program pensiun, tabungan
    hari tua, asuransi kesehatan, tabungan perumahan, dan
    asuransi pendidikan bagi putra-putri PNS.
   Jenis kesejahteraan yang dapat diperoleh, antara lain :
     a. Cuti
        - Diatur dalam Pasal 8 UU No. 43 Tahun 1999 tentang
          setiap PNS berhak atas cuti.
       - Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam
           waktu tertentu
       - Diatur dalam PP No. 24 Tahun 1976
    b. Perawatan
        - Diatur dalam Pasal 9 UU No. 43 Tahun 1999.
       - Pasal 9 ayat 1 UU No. 43 Tahun 1999 menyebutkan bahwa
          PNS yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan
          karena menjalankan tugas kewajibannya, berhak
          memperoleh perawatan.
       - Pasal 2 ayat 1 UU No. 43 Tahun 1999 menyebutkan bahwa PNS yang
          mengalami kecelakaan karena dinas atau menderita sakit karena dinas
          berhak memperoleh pengobatan, perawatan dan atau rehabilitasi
c. Tunjangan
   - Diatur dalam Pasal 9 ayat 2 UU No. 43 Tahun 1999
     disebutkan bahwa setiap PNS yang menderita cacat jasmani
     atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas
     kewajibannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apa pun
     juga, berhak memperoleh tunjangan.

d. Uang duka
   - Diatur dalam Pasal 9 ayat 3 UU No. 43 Tahun 1999
     disebutkan bahwa setiap Pegawai Negeri yang tewas,
     keluarganya berhak memperoleh uang duka.
8. Pemberhentian

   Bagian terakhir dalam proses manajemen pegawai adalah
    pemberhentian di mana seluruh kegiatan berakhir di sini.
   Diatur dalam Pasal 23 UU No. 43 Tahun 1999 tentang
    pemberhentian PNS yang dibeda-bedakan dalam 4 unsur.
   Diatur menurut UU No. 11 Tahun 1969 tentang pensiun Pegawai
    dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.
   Diatur dalam PP No. 18 Tahun 2006 tentang penetapan pensiun
    pokok pensiunan PNS dan janda/duda.
   Dasar pensiun yang dipakai untuk menentukan besarnya pensiun
    adalah gaji pokok terakhir sebulan yang berhak diterima oleh
    pegawai yang berkepentingan berdasarkan peraturan gaji yang
    berlaku baginya.

Pengelolaan kepegawaian pendidikan

  • 1.
  • 2.
    Kata Manajemen perupakan pengembangan dari kata Administrasi yang berasal dari bahasa latin, Administrare yang berarti sebagai pemberian jasa atau bantuan.  Kata Administrasi mengandung arti melayani (to service), pemimpin (administrator), atau memimpin (to manage) yang akhirnya berarti Manajemen  Sementara Manajemen itu sendiri merupakan inti dari Administrasi , sehingga pembicaraan masalah manajemen sekaligus juga membicarakan masalah administrasi Administrasi berfungsi untuk menentukan tujuan organisasi dan merumuskan kebijakan umum. Manajemen berfungsi untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas-batas kebijaksanaan umum yang telah dirumuskan.
  • 3.
    Felix A. Nigro dan Lloyd G. Nigro berpendapat bahwa manajemen kepegawaian meliputi kegiatan pengangkatan dan seleksi, pengembangan yang meliputi latihan jabatan (in service trainning), promosi, dan pemberhentian.  Kemudian Flippo memberikan batasan tentang menajemen kepegawaian (personal management) sebagai perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap pengadaan, pembinaan, kompensasi (pemberian gaji/upah), integrasi, pemeliharaan dan pemberhentian / pensiun. Dalam batasan ini terdapat 2 fungsi pokok, yaitu :  Fungsi manajemen, meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan  Fungsi operatif kepegawaian (pelaksanaan), meliputi pengadaan, pembinaan/pengembangan, kompensasi, perawatan/ pemeliharaan.
  • 4.
    Manajemen Kepegawaian, meliputikegiatan-kegiatan :  Pengadaan dan seleksi tenaga kerja/ pegawai, yang diketahui dari rangkaian kegiatan tentang pengadaan, seleksi, dan pengangkatan melalui ujian calon pelamar menjadi pegawai.  Penempatan dan penunjukkan, diketahui melalui rangkaian ditempatkannya calon pegawai pada jabatan atau fungsi tertentu yang telah ditetapkan.  Pengembangan, yang diketahui dari segenap proses latihan (training) baik sebelum/sesudah menduduki jabatan dikaitkan promosi pegawai  Pemberhentian, yang diketahui melalui proses diberhentikannya tenaga kerja/pegawai, baik sebelum masanya maupun sudah saatnya (pensiun)
  • 5.
    Fungsi-fungsi manajemen merupakankerangka dasar dari peran kegiatan manajerial secara universal. Fungsi manajemen dikategorikan sebagai berikut :  Perncanaan (planning)  Pengorganisasian (organizing)  Pemberian motivasi (motivation) yang terbagi dalam pengisian staff (staffing) dan pengarahan (directing)  Pengawasan (controling)  Penilaian (evaluating)
  • 6.
    Sistem dan prosesmanajemen PNS menurut UU No. 42 Tahun 1999 1. Perencanaan  Planning merupakan keseluruhan proses pemikiran dan penentuan secara matang mengenai hal-hal yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan.  Perencanaan adalah unsur yang mengawali seluruh kegiatan administrasi kepegawaian.  Perencanaan menjadi unsur yang penting dalam mengawali pelaksanaan manajemen PNS.
  • 7.
    Sehubungan dengan aturanhukum tentang perencanaan administrasi kepegawaian. UU No. 43 Tahun 1999 mengatur 3 hal pokok, yaitu :  Formasi Pegawai Negeri Sipil - Diatur dalam Pasal 15 UU No. 43 Tahun 1999 - PP No. 54 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas PP No. 97 Tahun 2000  Pengadaan Pegawai Negeri Sipil - Diatur dalam Pasal 16 UU No. 43 Tahun 1999  Penempatan Pegawai Sipil PNS yang telah diangkat dari calon pegawai diberikan jabatan dan pangkat tertentu dan ditempatkan pada unit kerja yang direncanakan menerima tambahan tenaga baru.
  • 8.
    2. Pengadaan  Diatur oleh PP No. 98 Tahun 2000 tentang Pengadaan PNS.  Pasal 2 ayat 1 PP No. 98 Tahun 2000. a. tahap perencanaan b. pengumuman c. pelamaran d. penyaringan e.pengangkatan calon PNS (CPNS) f. pengangkatan PNS  Pasal 2 ayat 2 PP No. 98 Tahun 2000 Pengadaan dilaksanakan oleh Pejabat Pembina Kepegawaian
  • 9.
    3. Pengembangan Kualitas  Diatur dalam UU No. 43 Tahun 1999 menentukan bahwa untuk mencapai daya guna dan hasil yang sebesar-besarnya diadakan pengaturan dan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan jabatan PNS yang bertujuan untuk meningkatkan pengabdian, mutu keahlian, kemampuan, dan keterampilan.  Untuk melaksanakan Pasal tersebut dikeluarkan PP No. 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan PNS
  • 10.
    4. Penempatan  Penenpatan pegawai merupakan suatu proses yang tidak terpisahkan dengan pengadaan pegawai.  Prinsip penempatan menurut A.W. Widjaja adalah the right man on the right place (penempatan orang yang tepat pada tempat yang tepat)  Dalam pelaksanaannya, ada 2 hal yang perlu diperhatikan 1) adanya analisis tugas jabatan (job analisys) 2) adanya penilaian pelaksanaan pekerjaan (kecakapan pegawai)  Pegawai yang bersangkutan harus memiliki kecakapan dalam bidang kerjanya yang ditunjukkan dengan Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3).
  • 11.
    Daftar Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) adalah suatu daftar yang memuat hasil penilaian pelaksanaan pekerjaan seorang PNS dalam jangka waktu satu tahun yang dibuat oleh Pejabat Penilai.  Unsur-unsur yang dinilai : a. Kesetiaan b. Prestasi kerja c. Tanggung jawab d. Ketaatan e. Kejujuran f. Kerja sama g. Prakarsa h. Kepemimpinan  Dalam pemberian nilai berpedoman kepada Lampiran PP No. 10 Tahun 1979.
  • 12.
    5. Promosi (KenaikanPangkat)  Promosi merupakan suatu penghargaan (reward) yang diberikan kepada pegawai yang berprestasi berupa kenaikan pangkat atau jabatan.  Diatur Dalam PP No. 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat PNS.  Menurut Pasal 3, kenaikan pangkat dilaksanakan berdasarkan 2 sistem : 1. Kenaikan Pangkat Reguler yaitu penghargaan yang diberikan kepada PNS yang telah memenuhi syarat yang ditentukan tanpa terikat pada jabatan. 2. Kenaikan Pangkat Pilihan yaitu kepercayaan dan penghargaan yang diberikan kepada PNS atas prestasi kerjanya yang tinggi.
  • 13.
    PP juga mengaturtentang jenis kenaikan pangkat lain, sbb :  Kenaikan pangkat anumerta yaitu kenaikan yang diberikan kepada PNS yang tewas dan diberikan kenaikan pangkat anumerta setingkat lebih tinggi  Kenaikan pangkat pengabdian yaitu kenaikan yang diberikan kepada PNS yang akan diberhentikan dengan hormat dengan hak pensiun karena mencapai batas usia pensiun dan diberikan kenaikan pangkat pengabdian setingkat lebih tinggi.
  • 14.
    6. Penggajian • Gaji adalah sebagai balas jasa dan penghargaan atas prestasi kerja Pegawai Negeri yang bersangkutan. • Burhannudin A. Tayibnapis mengatakan bahwa gaji menyandang fungsi sebagai berikut : a. Daya tarik untuk memperoleh tenaga-tenaga yang cakap dan produktif b. Sarana motivasi untuk meningkatkan kinerja karyawan c. Alat untuk memelihara agar karyawan tetap betah bekerja dalam organisasi (perusahaan) • Diatur dalam Pasal 7 UU No. 43 Tahun 1999 • Penggajian PNS mengacu pada PP No. 6 Tahun 1997 tentang Perubahan Atas Perubahan PP No. 7 Tahun 1997 tentang Peraturan Gaji PNS sebagaimana telah sembilan kali diubah, terakhir dengan PP No. 9 Tahun 2007
  • 15.
    PP No. 66 Tahun 2005 mengatur mengenai pemberian gaji pokok dan tunjangan.  PP No. 66 Tahun 2005 dalam Bab III mengatur pemberian kenaikan gaji berkala dan kenaikan gaji istimewa.  Kenaikan gaji istimewa mendorong PNS untuk bekerja lebih baik.  Tunjangan merupakan bagian dari kompensasi finansial langsung yang diberikan kepada PNS, yaitu antara lain, tunjangan keluarga, tunjungan jabatan, tunjangan pangan, tunjangan lain-lain.
  • 16.
    7. Kesejahteraan  Usaha kesejahteraan adalah kompensasi yang pemberiannya tidak tergantung dari jabatan/pekerjaan PNS dalam rangka meningkatkan kesejahteraan PNS.  Diatur dalam Pasal 32 UU No. 43 Tahun 1999 mengatur bahwa untuk meningkatkan kegairahan bekerja, diselenggarakan usaha kesejahteraan PNS.  Usaha kesejahteraan, meliputi, program pensiun, tabungan hari tua, asuransi kesehatan, tabungan perumahan, dan asuransi pendidikan bagi putra-putri PNS.
  • 17.
    Jenis kesejahteraan yang dapat diperoleh, antara lain : a. Cuti - Diatur dalam Pasal 8 UU No. 43 Tahun 1999 tentang setiap PNS berhak atas cuti. - Cuti adalah tidak masuk kerja yang diizinkan dalam waktu tertentu - Diatur dalam PP No. 24 Tahun 1976 b. Perawatan - Diatur dalam Pasal 9 UU No. 43 Tahun 1999. - Pasal 9 ayat 1 UU No. 43 Tahun 1999 menyebutkan bahwa PNS yang ditimpa oleh sesuatu kecelakaan dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya, berhak memperoleh perawatan. - Pasal 2 ayat 1 UU No. 43 Tahun 1999 menyebutkan bahwa PNS yang mengalami kecelakaan karena dinas atau menderita sakit karena dinas berhak memperoleh pengobatan, perawatan dan atau rehabilitasi
  • 18.
    c. Tunjangan - Diatur dalam Pasal 9 ayat 2 UU No. 43 Tahun 1999 disebutkan bahwa setiap PNS yang menderita cacat jasmani atau cacat rohani dalam dan karena menjalankan tugas kewajibannya tidak dapat bekerja lagi dalam jabatan apa pun juga, berhak memperoleh tunjangan. d. Uang duka - Diatur dalam Pasal 9 ayat 3 UU No. 43 Tahun 1999 disebutkan bahwa setiap Pegawai Negeri yang tewas, keluarganya berhak memperoleh uang duka.
  • 19.
    8. Pemberhentian  Bagian terakhir dalam proses manajemen pegawai adalah pemberhentian di mana seluruh kegiatan berakhir di sini.  Diatur dalam Pasal 23 UU No. 43 Tahun 1999 tentang pemberhentian PNS yang dibeda-bedakan dalam 4 unsur.  Diatur menurut UU No. 11 Tahun 1969 tentang pensiun Pegawai dan Pensiun Janda/Duda Pegawai.  Diatur dalam PP No. 18 Tahun 2006 tentang penetapan pensiun pokok pensiunan PNS dan janda/duda.  Dasar pensiun yang dipakai untuk menentukan besarnya pensiun adalah gaji pokok terakhir sebulan yang berhak diterima oleh pegawai yang berkepentingan berdasarkan peraturan gaji yang berlaku baginya.