e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN   ISSN 20894554




      “JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN”




                                        Diterbitkan Oleh :
                     Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
                                        Universitas Gresik




                                                                                 Gresik
 e-Jurnal       Volume                  Nomor                 Halaman
                                                                                Desember
Pendidikan         1                      1
                                          1                     1-59
                                                                                  2011
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




                                  JENDELA PENDIDIKAN

              JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


                                           Pelindung
                                    Rektor Universitas Gresik


                                              Penasehat
                                              Dekan FKIP


                                        Pimpinan Redaksi
                                   Dra. Eka Srirahayu Ar, M.Pd


                                         Dewan Redaksi
                                  Prof. Dr. H. Sukiyat, SH, M.Si
                                       Dr. Soesetijo, M.Pd
                                   Dra. Hj. Siti Bariroh, M.Pd
                                    Drs. Syaiful Khafid, M.Pd


                                      Redaktur Pelaksana
                                      Dra. Adrijanti, M.Pd
                                 Drs. Agus Tri Sulaksono, M.Pd
                                   Etiyasningsih, S.Pd.,M.Pd
                                    Sri Sundari, S.Pd., M.Pd


                                        Sekretariat Penerbit
                                          Ahmad Faizin, SS


                                   Alamat Penerbit / Redaksi
                                  Kampus Universitas Gresik
                             Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B Gresik
                                     Telp/Fax (031) 3978628




Terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember, bersisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan
                           kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan




                                                     2i
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




                                            KATA PENGANTAR



        Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan
hidayah, sehingga Jurnal Jendela Pendidikan bisa hadir di kalangan pendidikan.
        Jurnal Jendela Pendidikan berisi tentang sejumlah artikel penelitian baik artikel
bersifat empiris atau laporan penelitian maupun artikel yang bersifat kajian teori atau artikel
konseptual. Penulis artikel berasal dari kalangan akademisi atau dosen di Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik yang akan dipublish pada para pemangku pendidikan
dan masyarakat luas khususnya para pemerhati pendidikan. Hal ini sesuai dengan misi utama
keberadaan e-Jjurnal Pendidikan sebagai media komunikasi dan informasi yang bersifat
ilmiah.
        Kami berharap partisipasi berbagai kalangan baik akademisi, praktisi, maupun
birokrasi untuk menulis dalam jurnal ini, sehingga berbagai temuan, pemikiran dan ide serta
gagasan dapat terkomunikasi dalam jurnal ini semoga terbitan pertama Jurnal Jendela
Pendidikan bermanfaat bagi kita semua.



                                                                      Gresik, Desember 2011


                                                                                 Penulis




      Terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember, bersisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan
                                 kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan




                                                           ii
                                                           3
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
                                                                                      ISSN 20894554




        “JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN”



                                            DAFTAR ISI

    PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP
    PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN
    BAHASA INDONESIA DI SD TUNAS BANGSA
    KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA                                                               1-9
    Etiyasningsih

    IKLIM KERJA LEMBAGA DI PONDOK PESANTREN AL-
    FUTUHIYAH GENDONGKULON-BABAT LAMONGAN                                                    10 - 19
    Sri Sundari

    PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI
    BELAJAR SISWA DI SDN BANJARSARI CERME GRESIK                                             20 - 28
    Etiyasningsih

    PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA
    SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DALAM
    PELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN
    NGAGELREJO II/397 KECAMATAN WONOKROMO
    KOTA SURABAYA                                                                            29 - 38
    Sri Sundari




                                                                                           Gresik
 e-Jurnal               Volume                  Nomor                 Halaman
                                                                                          Desember
Pendidikan                 1                       1                    1-38
                                                 4                                          2011
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
   PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD TUNAS BANGSA
              KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA

                                          Etiyasningsih*)

Abstrak, Bahasa Indonesia dipakai di sekolah dari tingkat paling rendah sampai perguruan
tinggi, dipakai juga dalam acara resmi pada pemerintahan termasuk kehakiman pengadilan,
serta di segala bentuk komunikasi tingkat nasional. Dari segi ilmiah dapat dijadikan kunci
untuk membuka pintu untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya, dengan pertimbangan
tersebut maka yang perlu diperjatikan adalah bimbingan orang tua dalam menunjang prestasi
anak di sekolah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, guru dan
masyarakat. Namun berperan serta orang tua dan masyarakat dalam menunjang prestasi
belajar anaknya belum tampak menggembirakan, apabila status pendidikan orang tuanya atau
masyarakat pada umumnya masih rendah, maka semata-mata pendidikan anaknya diserahkan
kepada guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang
tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.
      Penelitian dilakukan di SD Tunas Bangsa Kecamatan Wonokromo Surabaya. Populasi
sebanyak 34 anak dan orang tua. Sampel diambil dengan teknik total sampling diperoleh 34
responden anak dan orang tua siswa. Pengumpulan data dengan dokumentasi dan kuesioner,
selanjutnya dilakukan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang tua
terhadap prestasi belajar siswa.
        Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 16,995 > Ftabel = 4,17. Oleh karena Fhitung >
Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan bimbingan
orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,000
jauh di bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan.
        Berdasarkan hasil penelitian diharapkan orang tua lebih banyak memberikan
bimbingan kepada anaknya terutama dalam belajar bahasa Indonesia, bimbingan di keluarga
hendaknya mencakup bantuan belajar, pengawasan, pengaturan waktu belajar dan keteladanan
yang ditunjukkan secara rutin, dan orang tua wali murid selalu mengawasi cara belajar
anaknya dan selalu berkonsultasi dengan guru atau orang lain. Pihak sekolah diharapkan dapat
sering mengadakan hubungan dan konsultasi mengenai perkembangan belajar anak dan juga
memecahkan kesulitan yang timbul dalam bimbingan belajar anak dengan wali murid atau
orang tua siswa

Kata Kunci : Bimbingan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa


PENDAHULUAN                                            merupakan tanggung jawab keluarga,
    Pendidikan yang berlangsung seumur                 masyarakat dan pemerintah. Banyak orang
hidup dan dilaksanakan sedini mungkin                  tua    berpendapat      bahwa     tugas



                                                  1
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




mencerdaskan anak adalah tugas guru dan                     Dalam mendidik seseorang anak tidak
institusi pendidikan, sementara mereka                 akan berhasil tanpa ada kerjasama yang
selaku orang tua asyik dengan profesinya               baik antara orang tua yang mendidik di
sendiri, implikasi dari pendapat semacam               rumah, dengan guru yang mendidik di
ini adalah memunculkan ketidakpedulian                 sekolah. Demikian juga dengan lingkungan
orang tua terhadap spiritual, intelektual dan          di sekitarnya juga menunjang. Antara
moral anaknya sendiri. Masih banyak di                 orang tua, guru dan lingkungan dalam
antara orang tua yang lalai akan tugasnya              menangani anak harus ada kerjasama yang
dalam membantu perkembangan dan                        baik sehingga merupakan tri tunggal yang
pemahaman diri putra putrinya, mereka                  tidak dapat dipisahkan. Sehubungan
menyibukkan dirinya dengan urusan                      dengan hal tersebut, jika ditinjau ari segi
masing-masing.                                         waktu belajar antara pendidikan sekolah
     Bagi orang tua yang taraf ekonominya              dan ada dirumah, maka waktu belajar
kuat, waktunya banyak digunakan untuk                  tersebut lebih banyak dirumah. Oleh sebab
acara-acara yang dianggap sesuai dengan                itu sebagai orang tua harus benar-benar
martabat sosialnya, sementara bagi orang               dapat membantu dan mengarahkan putra
tua yang taraf ekonominya lemah,                       putrinya, memahami lebih jauh dan
waktunya banyak digunakan kegiatan                     mendalam tentang pola dan upaya
untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.                  mencerdaskan. Orang tua harus mengerti
Sehingga dengan keadaan ini timbulah                   tentang dasar-dasar pendidikan, psikologi
berbagai kesulitan yang dihadapi oleh anak             perkembangan, proses belajar mengajar
terutama kesulitan alam belajar yang                   dan pengetahuan lain guna mencapai
mengakibatkan prestasi belajar mereka                  tujuan yang sesuai dengan harapan dan
semakin menurun.                                       cita-citanya.
     Ketika anaknya gagal memenuhi                          Negara Indonesia merupakan Negara
harapannya, pihak pertama yang dituding                yang sedang berkembang, dan sedang
adalah guru dan institusi pendidikan, kalau            getol-getolnya membangun, seiring dengan
kita renungkan anggapan orang tua bahwa                pembangunan itu, maka di segala bidang
pencapaian itu hanyalah tergantung pada                harus dikembangkan pemerintah. Di dalam
lembaga sekolah, pendapat seperti ini                  persiapan pembangunan yang siap dipakai
kurang tepat, dan akan merugikan diri                  perlu sumber daya manusia yang handal,
sendiri. Bagaimanapun guru, sekolah, dan               maka        pemerintah      menggalakkan
institusi pendidikan yang lainnya hanyalah             pembangunan di bidang pendidikan.
pihak yang membantu mencerdaskan                            Maka tidaklah mengherankan apabila
peserta didik. Sedangkan keberhasilan                  pemerintah selalu berusaha dengan getol
dalam suatu pendidikan itu ditentukan oleh             untuk meningkatkan pendidikan baik
tiga komponen, yaitu orang tua (keluarga),             secara kuantitatif maupun kualitatif, guna
guru (pemerintah), dan masyarakat                      mempercepat        tercapainya       tujuan
(lingkungan).                                          pendidikan yang telah ditetapkan. Untuk
                                                       itu di dalam merealisir tujuan pendidikan




                                                  2
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




itu, maka diseluruh jalur, jenis dan jenjang           baik dan benar. Dalam hal ini termuat
pandidikan baik dengan jalur formal                    dalam dokumen resmi Negara, seperti :
maupun non formal berkewajiban untuk                   Sumpah Pemuda dan dalam Undang-
segera mendukung dan mewujudkannya.                    undang Dasar 1945, Bab XV pasal 36 :
Bahkan dilingkungan keluargapun di                     Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia.
harapkan peran serta aktifnya, karena suatu                 Bahasa Indonesia dipakai di sekolah
program akan berhasil dengan baik apabila              dari tingkat paling rendah sampai
aktifitas di dukung oleh semua pihak.                  perguruan tinggi, dipakai juga dalam acara
     Di dalam Undang-undang pendidikan                 resmi pada pemerintahan termasuk
Nomor 2 tahun 1989, disebutkan bahwa                   kehakiman pengadilan, serta di segala
tujuan pendidikan di Indonesia adalah                  bentuk komunikasi tingkat nasional. Dari
sebagai berikut : “Pendidikan nasional                 segi ilmiah dapat dijadikan kunci untuk
bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa                membuka pintu untuk mempelajari ilmu-
dan mengembangkan manusia yang                         ilmu yang lainnya, dengan pertimbangan
beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang                 tersebut maka yang perlu diperjatikan
Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur,               adalah bimbingan orang tua dalam
memiliki pengetahuan dan ketrampilan,                  menunjang prestasi anak disekolah.
kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian              Pendidikan merupakan tanggung jawab
yang mantap dan mandiri serta rasa                     bersama antara orang tua, guru dan
tanggung jawab kemasyarakatan dan                      masyarakat. Namun berperan serta orang
kebangsaan”. Pendidikan Nasional harus                 tua dan masyarakat dalam menunjang
juga menumbuhkan jiwa patriotic dan                    prestasi belajar anaknya belum tampak
mempertebal rasa cinta tanah air,                      menggembirakan,         apabila      status
meningkatkan semangat kebangsaan dan                   pendidikan orang tuanya atau masyarakat
kesetiakawanan social serta kesadaran                  pada umumnya masih rendah, maka
pendidikan sejarah perjuangan bangsa dan               semata-mata       pendidikan       anaknya
sikap menghargai jasa para pahlawan serta              diserahkan kepada guru di sekolah.
berorientasi ke masa depan. Iklim belajar                   Kesadaran bahwa tugas utama
mengajar yang dapat menumbuhkan rasa                   memberi bimbingan anak adalah tugas
percaya diri dan budaya belajar di                     orang tua, maka akan memberikan
lingkungan masyarakat, terus juga di                   pengaruh positif dalam pembentukan
kembangkan agar tumbuh sikap dan                       tanggung jawab dan mendorong motivasi
perilaku yang kreatif, dan berkeinginan                belajar, mempermudah proses belajar pada
untuk maju.                                            anak dan pengkoordinasian lingkungan
     Dan sebagai bangsa Indonesia harus                keluarga untuk mewujudkan anak-anak
berkomunikasi di antara suku satu dengan               cerdas dan berprestasi terutama pada
suku yang lainnya dengan baik, agar tetap              bidang studi bahasa Indonesia. Pemikiran
terpelihara rasa persatuan dan kesatuan                inilah    yang      menjadikan      penulis
bangsa. Berkomunikasi antara suku kita                 mengangkat judul skripsi ini dengan
harus menggunakan bahasa Indonesia yang                harapan dapat mengetahui pengaruh




                                                  3
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




bimbingan orang tua terhadap prestasi                 X = Bimbingan Orang Tua
belajar siswa pada Bidang Studi Bahasa                a = Nilai konstanta
Indonesia di SD Tunas Bangsa Kecamatan                b = Nilai arah sebagai penentu ramalan
Wonokromo Surabaya.                                       (prediksi) yang menunjukkan nilai
                                                          peningkatan (+) atau nilai penurunan
METODE PENELITIAN                                         (–) variabel Y.

     Penelitian ini dilakukan dengan
mengambil populasi seluruh siswa kelas                HASIL PENELITIAN
IV SD Tunas Bangsa Kecamatan
Wonokromo Surabaya. Sampel diambil                    Hasil Pengujian Validitas
dengan teknik total sampling diperoleh                        Validitas menunjukkan sejauh
responden sebanyak 34 siswa.                          mana alat ukur yang digunakan mengukur
     Variabel bebas (X) dalam penelitian              apa yang diinginkan dan mengungkap data
ini yakni bimbingan orang tua, yang                   dari variabel yang diteliti secara tepat.
dimaksud bimbingan orang tua adalah                   Instrument valid berarti alat ukur yang
suatu proses pemberi bentuan secara terus             digunakan untuk mendapat data itu valid.
menerus dan sistematik dari pembimbing                Dalam uji validitas ini suatu butir
kepada peserta bimbingan agar tercapai                pernyataan dikatakan valid jika corrected
pemahaman dari penerima diri, pengarahan              item total correlation lebih besar dari
diri dan perwujudan diri dalam mencapai               0,339 (untuk jumlah responden 34 orang)
tingkat perkembangan yang optimal                     sebagaimana tabel r produk momen
sehingga dapat menyesuaikan diri dengan               terlampir. Hasil pengujian validitas
lingkungan dan memperoleh kebahagian                  terhadap variabel bimbingan orang tua (X)
hidup. Variabel prestasi belajar Bahasa               dan Prestasi Belajar Siswa (Y) dapat
Indonesia (Y) yaitu suatu suatu hasil yang            dilihat sebagai berikut :
teah dicapai setelah kegiatan belajar                     Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel
mengajar Bahasa Indonesia. Dalam                                Prestasi Belajar Siswa (X)
penelitian ini, indikator yang digunakan                 Pernya-      Corrected item
                                                                                           Ket
adalah nilai ulangan mata pelajaran Bahasa                taan       total correlation
Indonesia.                                                  1              0,843          Valid
     Data yang telah terkumpul kemudian                     2              0,372          Valid
dilakukan analisis. Uji hipotesis dilakukan                 3              0,638          Valid
untuk menjawab hipotesa yang telah                          4              0,601          Valid
diajukan sebelumnya. Uji yang digunakan                     5              0,540          Valid
dalam penelitian ini adalah uji Regresi                     6              0,541          Valid
Sederhana dengan rumus persamaan                            7              0,767          Valid
regresi sederhana :                                         8              0,476          Valid
Y = a + bX                                                  9              0,642          Valid
Y = Prestasi Belajar Bahasa Indonesia                      10              0,620          Valid



                                                 4
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




  Pernya-        Corrected item                                          Uji Asumsi Klasik
                                         Ket
   taan         total correlation                                        Uji normalitas
    11                0,686             Valid                                    Dalam penelitian ini uji normalitas
    12                0,355             Valid                            kriterianya adalah jika distribusi data
    13                0,677             Valid                            adalah normal, maka garis yang
    14                0,793             Valid                            menggambarkan data sesungguhnya akan
    15                0,543             Valid                            mengikuti garis diagonalnya.
    16                0,439             Valid                                            Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual
    17                0,354             Valid                                            Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa
    18                0,495             Valid                                      1,0


    19                0,535             Valid
                                                                                    ,8
    20                0,651             Valid
Sumber : Hasil Olah Data SPSS
                                                 Expected Cum Prob



    Dari tabel di atas dapat diketahui                                              ,5


bahwa untuk item pernyataan variabel
                                                                                    ,3
bimbingan orang tua, corrected item total
correlation yang diperoleh untuk seluruh
                                                                                   0,0
item pernyataan adalah lebih besar dari                                              0,0         ,3      ,5       ,8      1,0


0,339 (untuk jumlah responden 34 orang),                                                 Observed Cum Prob

hal tersebut berarti bahwa secara
keseluruhan item pernyataan mengenai                                        Gambar 1 Grafik Normalitas Standar
bimbingan orang tua adalah valid.                                                   Residual Regresi

Hasil Uji Reliabilitas                                                        Sesuai kriterianya grafik normal plot
       Suatu alat ukur dikatakan reliabel                                di atas terlihat titik-titik menyebar di
atau handal, jika alat itu dalam mengukur                                sekitar    garis     diagonalnya,    serta
suatu gejala pada waktu yang berbeda                                     penyebarannya mengikuti arah garis
senantiasa menunjukkan hasil yang relatif                                diagonal. Dengan demikian menunjukkan
sama. Untuk menguji reliabilitas suatu                                   bahwa model regresi layak dipakai karena
instrument dapat digunakan uji statistic                                 memenuhi asumsi normalitas.
Cronbach Alpha (α), dimana suatu alat
ukur dikatakan reliabel jika nilai Cronbach                              Uji Heteroskedastisitas
Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil                                            Indikator uji ini adalah melihat grafik
pengujian reliabilitas terhadap variabel                                 Scatterplot, jika titik-titik menyebar secara
bimbingan orang tua (X) diperoleh alpha                                  acak serta tersebar di atas maupun di
sebesar 0,7483 lebih besar dari 0,6                                      bawah angka 0 pada suhu Y, maka tidak
sehingga dapat diputuskan bahwa item                                     terjadi heteroskedastisitas.
kuesioner telah reliabel.




                                                                     5
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




                                                                                                                 ANOVAb
               Scatterplot
                                                                                                 Sum of
               Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa             Model                     Squares           df        Mean Square         F          Sig.
        2,0                                                           1         Regression        151,891               1        151,891        16,995        ,000a
                                                                                Residual          285,991              32          8,937
        1,5                                                                     Total             437,882              33
        1,0                                                              a. Predictors: (Constant), Bimbingan Orang Tua
                                                                         b. Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa
         ,5

        0,0                                                                                     Gambar 3 Uji F
         -,5

        -1,0                                                             Gambar 3 di atas menunjukkan hasil
        -1,5
                                                                    uji F dengan program SPSS for Windows,
        -2,0
           -3         -2       -1       0       1           2       dengan Fhitung sebesar 16,995. Angka ini
               Regression Standardized Predicted Value              selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel df =
                Gambar 2 Grafik Scatterplot                         32 sebagaimana Tabel F pada lampiran
                                                                    (Critical Values for the F Distribution
     Dari grafik scatterplot di atas terlihat                       α=0,05). Tabel F dengan df = 32 dan n =1
titik menyebar secara acak dan tersebar di                          diperoleh Ftabel = 4,17. Sehingga Fhitung =
atas maupun di bawah angka 0 pada suhu                              16,995 > Ftabel = 4,17.
Y, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak                                 Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha
terjadi heteroskedastisitas pada model                              diterima dan Ho ditolak yang berarti
regresi sehingga model regresi layak                                terdapat pengaruh signifikan bimbingan
dipakai untuk mengetahui pengaruh                                   orang tua terhadap prestasi belajar siswa.
bimbingan orang tua terhadap prestasi                               Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung
belajar siswa.                                                      = 0,000 jauh di bawah 0,05, yang
                                                                    menandakan pengaruh yang signifikan.
Hasil Pengujian Regresi Linier                                           Selain     adanya     pengaruh    yang
Sederhana                                                           signifikan, pada uji korelasi juga terlihat
     Untuk mengetahui ada atau tidaknya                             adanya korelasi positif antar kedua
pergaruh antara variabel bebas bimbingan                            variabel    yang       diperoleh    Pearson
orang tua terhadap variabel terikat yang                            Correlation sebesar 0,589 lebih dari rtabel
dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa                         sebesar 0,339 (Sebagaimana r tabel
(Y), maka digunakan analisis model agresi                           Product Moment pada df = 32 terlampir).
                                                                                                            Correlations
linier sederhana dengan model persamaan
                                                                                                                               Prestasi          Bimbingan
sebagai berikut :                                                    Pearson Correlation       Prestasi Belajar Siswa
                                                                                                                             Belajar Siswa
                                                                                                                                      1,000
                                                                                                                                                 Orang Tua
                                                                                                                                                        ,589
                  Y = α + bX1                                        Sig. (1-tailed)
                                                                                               Bimbingan Orang Tua
                                                                                               Prestasi Belajar Siswa
                                                                                                                                        ,589
                                                                                                                                            ,
                                                                                                                                                       1,000
                                                                                                                                                        ,000
Dimana :                                                             N
                                                                                               Bimbingan Orang Tua
                                                                                               Prestasi Belajar Siswa
                                                                                                                                        ,000
                                                                                                                                          34              34
                                                                                                                                                            ,


Y = Prestasi Belajar Siswa                                                                     Bimbingan Orang Tua                        34              34


X = Bimbingan Orang Tua                                                          Gambar Pearson Correlations
b3 = Koefisien regresi X
     Output perhitungan dengan program                                  Besarnya pengaruh atau kontribusi
SPSS for Windows seperti terlihat dalam                             tingkat pendidikan terhadap perkembangan
gambar berikut.



                                                                6
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




perusahaan dapat dilihat pada gambar Uji t                                                                                                       orang tua akan meningkatkan prestasi
berikut ini.                                                                                                                                     belajar siswa sebesar 0,190 poin. Jika
                                                                                                                                                 angka tersebut dikalikan 1000,
                                                                Coefficientsa
                                                                                                                                                 deskripsinya menjadi setiap ada upaya
                                       Unstandardized         Standardized

Model                                  B
                                         Coefficients
                                                 Std. Error
                                                              Coefficients
                                                                  Beta           t        Sig.      Zero-order
                                                                                                                 Correlations
                                                                                                                   Partial      Part
                                                                                                                                                 bimbingan orang tua sebesar 1000 poin
1       (Constant)                     35,537         3,292                     10,797       ,000
        Bimbingan Orang Tua              ,190
  a. Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa
                                                       ,046            ,589       4,123      ,000         ,589          ,589       ,589          maka akan meningkatkan prestasi
                                                                                                                                                 belajar siswa sebesar 190 point.
                                              Gambar 4 Uji t

       Sebagaimana Uji F di atas yang
                                                                                                                                              INTERPRETASI
menunjukkan adanya pengaruh, Uji t juga
                                                                                                                                                   Bimbingan      orang     tua    sangat
seperti pada Gambar 4.5 memperlihatkan
                                                                                                                                              berpengaruh terhadap prestasi belajar
thitung sebesar 4,123 > ttabel sebesar 2,042
                                                                                                                                              siswa. Memang bimbingan orang tu sangat
(sebagaimana Critical Value for the t
                                                                                                                                              diperlukan oleh siswa mengingat belajar di
Distribution terlampir) artinya terdapat
                                                                                                                                              sekolah tanpa diulang di rumah
pengaruh bimbingan orang tua terhadap
                                                                                                                                              kemungkinan lupa atau kurang memahami.
prestasi belajar siswa.
                                                                                                                                              Jika orang tua mau dan mampu
       Untuk      menunjukkan       besarnya
                                                                                                                                              membimbing anaknya maka anak akan
pengaruh        atau    kontribusi    tingkat
                                                                                                                                              lebih mengingat dan memahami pelajaran
pendidikan        terhadap     perkembangan
                                                                                                                                              yang diberikan oleh guru di sekolah.
perusahaan dapat dilihat koefisien regresi
                                                                                                                                                   Secara umum hal ini sesuai dengan
(standarized coefficients Beta) pada
                                                                                                                                              Ketut Sukardi bahwa bimbingan adalah
gambar 4.2 sebesar 0,589. Selanjutnya
                                                                                                                                              suatu proses bantuan yang diberikan pada
sesuai dengan rumus regresi sederhana
                                                                                                                                              seseorang agar mengembangkan potensi-
dapat dimasukkan angka-angka tersebut
                                                                                                                                              potensi yang dimiliki, mengenali dirinya
sebagai berikut :
                                                                                                                                              sendiri, mengatasi persoalan sehingga
          Y     = a + bX
                                                                                                                                              mereka dapat menentukan sendiri jalan
                = 35,537 + 0,190
                                                                                                                                              hidupnya, secara bertanggung jawab tanpa
       Selanjutnya berdasarkan persamaan di
                                                                                                                                              bergantung pada seseorang atau orang lain.
atas deskripsi pengaruh bimbingan orang
                                                                                                                                              Selain itu bimbingan merupakan suatu
tua terhadap prestasi belajar siswa
                                                                                                                                              proses pemberi bantuan yang terus
berdasarkan unstandarized coeffisients
                                                                                                                                              menerus dan sistematis terhadap individu
beta adalah sebagai berikut:
                                                                                                                                              dalam memecahkan masalah yang dihadapi
1) Konstanta sebesar 35,537 menyatakan
                                                                                                                                              agar     tercapai    kemampuan        untuk
      bahwa jika variabel tingkat pendidikan
                                                                                                                                              memahami dirinya (self undertanding),
      dianggap konstan (tidak ada upaya
                                                                                                                                              kemampuan untuk menerima dirinya (self
      membimbing), maka prestasi belajar
                                                                                                                                              aceptaince),       kemampuan          untuk
      siswa sebesar 35,537 point.
                                                                                                                                              mencurahkan dirinya (self direction),
2) Koefisien regresi tingkat pendidikan
                                                                                                                                              sesuai dengan potensi atau kemampuan
      sebesar 0,190 menyatakan bahwa
                                                                                                                                              dalam mencapai penyesuaian diri dengan
      setiap peningkatan 1 poin bimbingan



                                                                                                                                          7
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




lingkungan, baik keluarga, sekolah                    adalah dapat mengetahui keadaan pribadi
maupun masyarakat. Bantuan yang                       siswa untuk membantu kesulitan belajar
diberikan orang-orang yang memiliki                   yang mungkin dihadapi. Tujuan bimbingan
keahlian dan pengalaman khusus dalam                  belajar yang dimaksudkan adalah untuk
bidang tertentu yaitu bidang pendidikan.              memperoleh tingkat perkembangan belajar
     Bimbingan mencakup pertolongan                   yang optimal bagi setiap siswa sesuai
yang diberikan seseorang dengan tujuan                dengan kemampuannya agar dapat
untuk menolong orang itu kemana ia ingin              menyesuaikan           diri       terhadap
atau harus pergi, apa yang ia inginkan                lingkungannya.
dilakukan dan bagaimana cara yang                             Selain itu bimbingan bertujuan
sebaik-baiknya tersebut memecahkan                    untuk membantu siswa agar mencapai
masalah yang timbul dalam kehidupan.                  perkembangan yang optimal yaitu siswa
Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan             dapat     menemukan      dirinya   sendiri,
mengenai bimbingan, yaitu: Bimbingan                  mengenal lingkungan, dan merencanakan
ialah suatu proses pemberi bentuan secara             masa depan sehingga dapat mewujudkan
terus menerus dan sistematik dari                     dirinya sebagai pribadi yang mandiri dan
pembimbing kepada peserta bimbingan                   bertanggung jawab, pelajar yang kreatif
agar tercapai pemahaman dari penerima                 dan pekerja yang produktif. Drs. Bimo
diri, pengarahan diri dan perwujudan diri             Walgito menyatakan bahwa tujuan utama
dalam mencapai tingkat perkembangan                   bimbingan belajar agar masing-masing
yang      optimal       sehingga      dapat           siswa dapat mengembangkan kemampuan
menyesuaikan diri dengan lingkungan dan               yang ada pada mereka sehingga tercapai
memperoleh kebahagian hidup (Totok                    prestasi yang optimal.
Santoso, 1986:25).                                            Dengan demikian jelaslah bahwa
        Pertolongan dalam bimbingan                   tujuan belajar adalah untuk mengenali
menurut Slamet (1989:25) antara lain (1)              kemampuan-kemampuan yang terendam
Pertolongan di arahkan peningkatan                    dalam diri anak sehingga dapat diharapkan
kemampuan dalam menghadapi hidup                      anak tersebut dapat mengembangkan bakat
dengan segala persoalan, (2) Pertolongan              atau kemampuan yang terpendam, jadi
yang kontinyu yang diberikan atas dasar               bimbingan belajar sangat penting untuk
perencanaan dan pemikiran yang ilmiah,                keberhasilan siswa.
(3) Pertolongan yang proses pemecahan                         Tujuan bimbingan orang tua
dari persoalan yang membutuhkan                       terhadap anaknya antara lain (1) Untuk
aktivitas dan tanggung jawab bersama                  mengetahui keadaan pribadi anak yang
antara yang menolong dan yang ditolong,               dianggap mempunyai masalah, (2) Untuk
(4) Pertolongan yang isi, bentuk dan                  memahami jenis atau sifat kesulitan belajar
caranya disesuaikan kebutuhan tiap-tiap               yang dihadapi, (3) Untuk mengetahui
kasus.                                                faktor penyebab kesulitan anak dalam
        Secara spesifik tujuan bimbingan              pelajaran, (4) Untuk mengetahui baik
oleh orang tua ataupun pihak tertentu                 secara kuratif (penyembuhan) maupun




                                                 8
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




secara prefentif (pencegahan) kelemahan-              Ngalim Purwanto MP, Drs. 1997.
kelemahan belajar yang dihadapi oleh                     Psikologi   Pendidikan. Remaja
anak.                                                    Resdakarya Bandung.

                                                      Suhartini Arikunto. 1981. Prosedur
DAFTAR PUSTAKA                                            Penelitian , Rineka Cipta Jakarta.

                                                      Siti Rahaju Hadi Noto, 1982. Prinsip-
Drs. Bimo Walgito. 1982. Bimbingan dan
                                                           prinsip Bimbingan dan Penyuluhan.
    Penyuluhan     Sekolah.    Yayasan
                                                           Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi
    penerbit Fakultas Psikologi UGM
                                                           UGM Yogyakarta.
    Yogyakarta.
                                                      Sutrisno Hadi, 1983. Metodologi Research
Dep. Dik. Bud. 1984. Prosedur Penelitian.
                                                          I dan II, Fakultas Psikologi UGM
   Rineka Cipta Jakarta.
                                                          Yogyakarta.
Dewa Ketut Sukerdi, Drs . 1983 .
                                                      Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang
   Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di
                                                         Sistem Pendidikan Nasional.
   Sekolah. Penerbit Indonesia.
                                                      Winamo Surahmad, Drs. Msc. 1976.
GBHN, Ketetapan         MPR        RI No.
                                                         Pengantar Penyelidikan Ilmiah. CV.
   11/MPR/1008,         Bima        Pustaka
                                                         Jenmars Bandung.
   Surabaya.
                                                      Wjs. Poerwodarminto, 1961.    Kamus
I.   Djumhur dan Moh. Surya. 1975
                                                          Bahasa Indonesia. Penerbit Balai
     Bimbingan dan Penyulahan di Sekolah
                                                          Pustaka Jakarta.
     (Guiedence Counseling). Penerbit CV.
     Ilmu Bandung.




                                                 9
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




      IKLIM KERJA LEMBAGA DI PONDOK PESANTREN AL-FUTUHIYAH
                 GENDONGKULON-BABAT LAMONGAN

                                          Sri Sundari *)

Abstrak, Iklim kerja yang kondusif adalah suatu kondisi, keadaan atau suasana kerja yang
dirasakan menyenangkan oleh setiap individu yang ada dalam lembaga sehingga orang-orang
di dalamnya selalu terdorong untuk terlibat secara produktif guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan secara efektif dan efisien. Lembaga penyelenggara pendidikan salah satunya
memiliki fungsi dalam usaha-usaha mengembangkan pendidikan dalam rangka ikut dalam
meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan iklim
kerja di Pondok Pesantren Al Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan.
     Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan fokus penelitian adalah iklim kerja di
Pondok Pesantren Al Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan. Data dikumpulkan dengan
kuesioner selanjutnya data ditampilkan dengan tabel dan dianalisis secara deskriptif.
     Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kerja organisasi yang meliputi, suasana kerja,
orientasi nilai, citra diri, gaya kepemimpinan, daya dorong, daya tanggap, dan sistem ganjaran
dirasakan nyaman, kondusif, penuh keakraban dan kekeluargaan, saling menghargai oleh
pegawainya, dan terlaksananya kepemimpinan dengan baik.
     Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pimpinan pesantren dapat mempertahankan dan
meningkatkan iklim kerja yang ada khususnya suasana kerja, orientasi nilai, gaya
kepemimpinan, daya dorong, daya tanggap, ganjaran dan meningkatkan citra diri orgaisasi di
Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan.

Kata Kunci : Iklim Kerja

PENDAHULUAN                                           apabila setiap personil yang ada baik
     Peningkatan prestasi kerja dalam suatu           pimpinan maupun staf mempunyai
lembaga      merupakan        tujuan   yang           pandangan bahwa “Keseluruhan lebih
diinginkan oleh lembaga. Sebagai satu                 berarti dan bagian”. Sebagai faktor utama
kesatuan yang kompleks dimana di                      dalam lembaga, kelangsungan hidup dan
dalamnya terdapat sekelompok manusia                  keberhasilan lembaga bergantung pada
yang memiliki kesamaan tujuan dan                     manusia yang berperan dibalik alat-alat
kepentingan, mereka kurang bekerja secara             ataupun sumber-sumber daya lainnya.
produktif jika tidak disertai dengan adanya           Oleh sebab itu, seharusnyalah lembaga
iklim kerja yang menyenangkan. Lembaga                sebagai wadah manusia beraktifitas
sebagai suatu proses, di dalamnya terdapat            mempunyai tanggungjawab penuh untuk
kerjasama antara pimpinan dan pegawai                 mengembangkan kualitas sumber daya
dalam pencapaian tujuan lembaga.                      manusia yang dimiliki serta selalu
Kerjasama dapat tercipta dengan baik,                 menciptakan iklim kerja yang kondusif




                                                 10
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




dalam pencapaian tujuan yang telah                          Pentingnya kebebasan berinteraksi dan
ditetapkan.                                            menjalin hubungan dalam lembaga untuk
     Lingkungan         tempat       bekerja           menciptakan iklim kerja yang kondusif
merupakan faktor penting yang dapat                    telah dikemukakan oleh Stoner (dalam
mempengaruhi kinerja pegawai              di           Mulyono, 1993:67) yang mana iklim kerja
dalamnya, walaupun ada faktor-faktor lain              yang permisifdan kreatifakan terpupuk
yang          menentukan             maupun            apabila    para     individu    mempunyai
mempengaruhinya. Orang-orang yang                      kesempatan untuk berinteraksi dengan para
berada di dalam lembaga, tempat bekerja                anggota kelompoknya sendiri maupun
haruslah mampu menciptakan iklim kerja                 dengan kelompok-kelompok kerja lainnya.
yang memberikan rasa aman, pengakuan                   Interaksi   semacam       ini    mendorong
dan penghargaan serta menjanjikan                      terjadinya pertukaran informasi yang
kepuasan kerja kepada anggotanya                       bermanfaat, arus gagasan yang bebas dan
sehingga nanti pada akhirnya mampu                     perspektif yang sehat mengenai masalah
berkinerja dengan baik. Iklim lembaga                  yang ada.
yang menyenangkan akan tercipta,                            Berkenaan dengan iklim kerja
bilamana hubungan antar manusia (human                 lembaga menurut Stoner (1982) ada dua
relationship)      berkembang        dengan            golongan yang mempengaruhi situasi
harmonis.     Lingkungan       kerja    yang           pekerjaan, yaitu lingkungan kerja langsung
harmonis yang mendukung lembaga                        di dalamnya termasuk sistem imbalan
dibutuhkan oleh orang-orang dalam                      lembaga dan kebijakan serta tindakan
lembaga baik atasan maupun bawahan. Hal                lembaga. Sedangkan Cribbin, (1981)
ini sejalan dengan pemikiran Stoner dalam              menjelaskan salah satu unsur iklim kerja
Mulyono (1993:88) iklim kerja / suasana                lembaga yang kondusif adalah gaya
lembaga (work situation characteristic)                kepemimpinan. Dengan demikian iklim
adalah faktor lingkungan kerja individu. Di            kerja yang kondusif adalah suatu kondisi,
dalam      lembaga     hendaknya      timbul           keadaan atau suasana kerja yang dirasakan
dinamika kerjasama. Kerja sama ini adalah              menyenangkan oleh setiap individu yang
bagian yang vital dalam kehidupan                      ada dalam lembaga sehingga orang-orang
berlembaga. Adanya interaksi dan proses                di dalamnya selalu terdorong untuk terlibat
kerja sama anggota satu dengan anggota                 secara produktif guna mencapai tujuan
lainnya, antara bagian satu dengan bagian              yang telah ditetapkan secara efektif dan
yang lainnya maupun antara atasan dan                  efisien.
pegawainya         akan        menimbulkan             Sebagai       lembaga         penyelenggara
pemahaman terhadap suatu kondisi dan                   pendidikan, Pondok Pesantren Al-
lingkungan kerja sehingga mudah untuk                  Futuhiyah             Gendongkulon-Babat
mencrima informasi dan arus gagasan (ide)              Lamongan memiliki fungsi yang urgen
dalam      melakukan      kerjasama     guna           dalam     usaha-usaha      mengembangkan
mencapai tujuan.                                       pendidikan di daerah dalam rangka ikut
                                                       dalam meningkatkan pendidikan daerah.




                                                  11
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Secara keseluruhan keadaan iklim kerja di             lalu dan sekarang dengan melihat variabel
lingkungan      Pondok    Pesantren    Al-            yang ada.
Futuhiyah             Gendongkulon-Babat                   Penelitian ini berupa penelitian
                                                      deskriptif karena penelitian ini bertujuan
Lamongan dapat dikatakan kondusif. Hal
                                                      untuk      mencatat,      mendeskripsikan,
ini bisa dilihat bagaimana masing-masing              menganalisis dan menginterpretasikan
unit kerja begitu berhati-hati dalam                  keadaan-keadaan yang ada tentang objek
menjalankan tugas dan wewenang yang                   yang akan diteliti (Mardalis, 1990: 26).
diberikan oleh. Contohnya, informasi                  Dengan melihat variabel yang ada di dalam
internal lembaga benar-benar dijaga                   penelitian ini, penelitian ini merupakan
kerahasiaannya,     meskipun      berusaha            penelitian deskriptif dengan menggunakan
                                                      pendekatan kuantitatif.
mendapatkannya dengan prosedur yang
benar. Setiap unit menjalankan tugasnya               Populasi dan Sampel Penelitian
dengan sistem birokrasi lembaga yang baik             Populasi
sesuai dengan fungsi tiap-tiap unit/bagian                 Populasi sebagai “keseluruhan subjek
yang terdapat pada struktur lembaga.                  yang diteliti yang didapat dan suatu
Dengan kata lain tiap-tiap unit/bagian                informasi tentang masalah penelitian yang
bekerja benar-benar mengikuti aturan                  akan dilakukan” (Arikunto. 1992:102).
                                                      Latunussa (1988:11) menjelaskan “
sistem “pintu ke pintu” (door to door).
                                                      populasi adalah sekumpulan objek yang
Begitu juga hubungan antar rekan kerjanya             diteliti”. Dalam penelitian ini, yang
yang terjalin dengan baik antara satu                 menjadi populasi adalah seluruh staf di
dengan yang lain, meskipun masih terdapat             Pondok         Pesantren     Al-Futuhiyah
hubungan yang kurang baik.                            Gendongkulon-Babat Lamongan yang
                                                      berjumlah 67 orang. Lebih jelasnya dapat
                                                      dilihat pada tabel berikut.
METODE PENELITIAN
                                                                       Tabel 1
Rancangan Penelitian
     Rancangan penelitian pada dasarnya                   Jumlah Staf Pondok Pesantren Al-
                                                           Futuhiyah Gendongkulon-Babat
merupakan keseluruhan proses dan
                                                                     Lamongan
penentuan secara matang hal-hal yang
dilakukan untuk dijadikan pedoman selama                No            Sub. Bagian            Jumlah
pelaksanaan penelitian. Suatu penelitian
                                                        1.   Penasehat                         4
diselenggarakan untuk mencapai tujuan
                                                        2.   Penanggungjawab                   1
yang telah dirumuskan. Untuk mencapai
                                                        3.   Pimpinan                          4
tujuan tersebut, diperlukan metode
penelitian yang sesuai. Berkaitan dengan                4.   Staf Pengajar                    25
metode penelitian, Surakhmad (1982: 131)                5.   Tata Usaha                        5
mengemukakan tiga macam metode                          6.   Dewan Pengurus                   10
penelitian yaitu : historis, deskriptif dan             7.   Bendahara                         2
eksperimen. Ditinjau dan masalah dan                    8.   Sekretaris                        2
tujuan penelitian, maka penelitian ini                  9.   Pegawai                           8
menggunakan       rancangan      penelitian             Jumlah                                67
deskriptif    yang     bertujuan      untuk           Sumber Pondok Pesantren AI-Futuhiyah
                                                      Gendongkulon Babat Lamongan
mendeskripsikan kejadian-kejadian masa



                                                 12
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Sampel Penelitian                                         representatif maka sampel yang digunakan
     Tujuan pengambilan sampel penelitian                 dalam penelitian ini adalah sampel total.
dimaksudkan         untuk        mengatasi                Dengan kata lain semua populasi akan
keterbatasan tenaga, waktu dan biaya,                     menjadi subjek penelitian.
namun sampel harus mewakili atau
mencerminkan seluruh populasi yang                        Instrumen Penelitian
menjadi objek penelitian.                                         Instrumen penelitian adalah alat
     Definisi sampel penelitian banyak                    yang digunakan oleh seorang peneliti
dikemukakan oleh para ahli, Arikunto                      dalam pengumpulan data. Instrumen
(1996:117) menjelaskan sampel adalah                      penelitian    yang    digunakan    untuk
“Sebagian atau wakil populasi yang                        menyimpulkan data dari lapangan untuk
diteliti”. Sedangkan Hadi (1997:21)                       variabel iklim kerja lembaga adalah
mengemukakan bahwa sampel adalah                          angket. Alasan menggunakan angket
“Sejumlah penduduk yang jumlahnya                         adalah karena pertimbangan keterbatasan
kurang dari populasi”. Sampel penelitian                  waktu, tenaga dan biaya.
ini diambil acuan sebagai wakil populasi
yang representatif. Ukuran besarnya                       Prosedur Pengembangan Instrumen
sampel yang pasti memang tidak ada,                               Berkaitan dengan pengembangan
namun untuk menjaga validitas data                        instrumen, maka langkah berikutnya yaitu
penelitian harus mempunyai pedoman                        menyusun       instrumen    masing-masing
tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh                   variabel yang berpedoman pada indikator
Arikunto (1996: 120) “Apabila subjeknya                   yang disajikan pada jabaran-jabaran.
kurang dari 100, lebih baik diambil                       Kemudian jabaran masing-masing variabel
seluruhnya, sehingga merupakan penelitian                 ditetapkan dan disajikan dalam bentuk
populasi,    selanjutnya    jika   jumlah                 matrik jabaran variabel, sub variabel dan
subjeknya besar dapat diambil antara 10-                  indikator penelitian. Sebaran nomer item
15% atau 20-50 atau lebih”.                               instrumen penelitian ini dapat dilihat pada
     Dengan melihat penjelasan di atas                    tabel 2 berikut.
untuk      mendapatkan    sampel     yang


                                                 Tabel 2

 Jabaran variabel, sub variabel, indikator penelitian san nomor item dalam instrumen
                             penelitian (sebelum uji coba)
  Variabel       Sub Variabel                                   Indikator                         No. Item
 Iklim kerja   a. Suasana kerja     a. Suasana kerja yang hangat, ramah, santai dan penuh           1,2,3
 lembaga                               kesungguhan
                                    b. Saling menghargai                                                 4
                                    c. Saling menolong                                                   5
                                    d. Terbuka terhadap gagasan baru                                     6
               b. Orientasi nilai   a. Mengerjakan yang baik-baik                                        7
                                    b. Kerjasama dengan orang lain                                       8
                                    c. Perlakuan etis                                                    9
                                    d. Memperbaiki prestasi                                             10
                                    e. Memutuskan tujuan unit atau lembaga                              11




                                                    13
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




  Variabel      Sub Variabel                                  Indikator                                No. Item
              c. Citra diri       a. Cakap                                                                12
                                  b. Percaya diri                                                         13
                                  c. Sangat konservatif dan hati-hati                                     14
              d. Gaya             a. Konsultatif dan partisipatif                                        15,16
                 kepemimpinan     b. Berorientasi pada pemecahan masalah bersama                          17
                                  c. Memberikan pengarahan dan pengendalian                               18
                                  d. Berorientasi pada manusia                                            19
                                  e. Banyak membantu dan memudahkan                                       20
                                  f. Adil                                                                 21
                                  g. Inovatif                                                             22
                                  h. Berorientasi pada kebaikan dan terpusat pada perspektif jangka      23,24
                                     pendek dan jangka panjang                                        25,26,27,28
              e. Daya tolak       a. Tumbuh sesuai rencana                                                29
                 atau daya        b. Mempertahankan kedudukan                                             30
                 dorong           c. Menekan inovasi dan teknologi                                     31,32,33
                                  d. Menekannkan sumber daya manusia dan manajemen                       34,35
              f. Daya tangkap     a. Kecepatan lembaga yang tinggi                                        36
                                  b. Tidak tergesa-gesa                                                   37
                                  c. Direncanakan                                                         38
              g. Ganjaran         a. Ganjaran materi
                                     1. Gaji                                                              39
                                     2. Tunjangan                                                     40,41,42,43
                                  b. Ganjaran psikologis
                                     1. Pengakuhan dan penghargaan                                        44
                                     2. Perhatian dan tanggung jawab                                      45



Analisis Data                                           kepemimpinan, daya dorong, daya tanggap
    Analisis data merupakan bagian                      dan pemberian kompensasi pegawai di
metode penelitian yang sangat penting                   Lingkungan Pondok Pesantren Al-
dalam mencari makna data untuk                          Futuhiyah          Gendongkulon-Babat
memecahkan masalah penelitian. Ada                      Lamongan (tujuan khusus). Adapun
beberapa teknik yang dapat digunakan                    langkah-langkah yang perlu dilaksanakan
dalam penelitian ini. Untuk menentukan                  adalah :
teknik analisis yang tepat, maka harus
memperhatikan tujuan penelitian dan data                Menentukan kualifikasi
yang tersedia.                                               Langkah      ini   dilakukan    untuk
    Teknik analisis data yang digunakan                 menentukan kualifikasi penilaian terhadap
dalam penelitian ini adalah teknik analisis             variabel penelitian, yang harus ditentukan
deskriptif. Teknik ini digunakan untuk                  terlebih dahulu lebar kelas intervalnya.
mendeskripsikan atau menggambarkan                      Sedangkan untuk menentukan lebar kelas
kondisi yang ada/tingkat iklim kerja                    interval (i) adalah rentang (R)= skor
lembaga yang dirasakan oleh pegawai di                  tertinggi dikurangi dengan skor terendah,
Lingkungan Pondok Pesantren Al-                         dibagi dengan banyaknya interval (k).
Futuhiyah             Gendongkulon-Babat                Dengan       demikian      rumus     untuk
Lamongan       (tujuan     umum)       serta            menentukan panjang interval (i) adalah :
keadaan/tingkat      lingkungan        kerja
langsung, orientasi nilai, citra diri, gaya



                                                   14
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Banyaknya interval/kategori kelas dalam                   menegakkan iklim hubungan manusiawi
penelitian ini ditetapkan berjumlah 4 yaitu:              yang menyenangkan, demikian pula para
                    Tabel 3                               anggota (sub ordinal) dan para karyawan
  Kategori dan Penafsiran Skala Sikap                     operasional lembaga juga mempunyai
Katagori kelas
                   Penafsiran
                                   Skor interval          pengaruh terhadap iklim dan seyogyanya
                   skala sikap                            berbagi tanggungjawab.
Sangat tinggi        Selalu          3,24 – 4
   Tinggi            Sering         2,6 – 3,25
   Cukup            Kadang-         1,76 – 2,5                             Tabel 5
                     kadang                                   Deskripsi Data untuk Sub Variabel
   Kurang         Tidak pernah       1 – 1,75                           Suasana Kerja
                                                                                    C. Kelas
                                                           No.    Kualifikasi                     f     %
Menentukan besarnya persentase                                                       interval
Untuk menyatakan kondisi masing-masing                      1.   Sangat tinggi     16,26 – 20     8    11,95
                                                            2.      Tinggi        12,51 – 16,25   51   76,12
variabel dengan rumus :
                                                            3.      Cukup         8,76 – 12,50    8    11,95
%=                                                          4.     Kurang           5 – 8,75       -     -
Keterangan : f = Frekuensi N = Jumlah                                     Total                   67    100
subyek
                                                               Tabel 5 menunjukkan bahwa secara
HASIL PENELITIAN                                          umum suasana kerja di Pondok Pesantren
                                                          Al-Futuhiyah          Gendongkulon-Babat
                    Tabel 4                               Lamongan berada pada kategori tinggi
      Deskripsi Data Variabel Iklim Kerja                 yaitu sebesar 76,12% atau sebanyak 51 dan
                   Lembaga                                67 responden menyatakan bahwa suasana
                        B. Kelas                          kerja di Pondok Pesantren Al-Futuhiyah
No.     Kualifikasi                   f          %        Gendongkulon-Babat Lamongan berada
                        interval
 1.    Sangat tinggi   131 – 160     25     37,31         dalam kategori tinggi. Sedangkan 8
 2.       Tinggi       101 – 130     39     58,20         sponden dengan persentase 11,95%
 3.       Cukup         71 – 100     3       4,47         menyatakan bahwa suasana kerja di
 4.      Kurang         40 – 70       -        -          Pondok        Pesantren      Al-Futuhiyah
               Total                 67      100
                                                          Gendongkulon-Babat Lamongan berada
                                                          dalam kategori sangat tinggi dan 8 orang
     Berdasar hasil pengolahan data
                                                          reponden lainnya dengan persentase
variabel iklim kerja lembaga di Pondok
                                                          sebesar 11,95% menyatakan bahwa
Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon-
                                                          suasana kerja di Pondok Pesantren Al-
Babat Lamongan menunjukkan bahwa
                                                          Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan
secara umum berada pada kategori tinggi
                                                          berada dalam kategori cukup.
yaitu sebesar 58,20% atau sebanyak 39
dari 67 responden menyatakan bahwa
                                                                           Tabel 6
iklim kerja lembaga di Pondok Pesantren
                                                              Deskripsi Data untuk Sub Variabel
Al-    Futuhiyah     Gendongkulon-Babat
                                                                        Orientasi Nilai
Lamongan berada dalam kategori tinggi.
                                                                                    D. Kelas
Hal ini sesuai dengan pendapat Kossen                      No.    Kualifikasi                     f     %
                                                                                     interval
(1986) menjelaskan bahwa hubungan                           1.   Sangat tinggi     16,26 – 20     12   17,91
manusiawi merupakan tanggungjawab                           2.      Tinggi        12,51 – 16,25   43   64,17
setiap orang dalam lembaga. Manajer                         3.      Cukup         8,76 – 12,50    12   17,91
mempunyai tanggung jawab utarna untuk                       4.     Kurang           5 – 8,75       -     -
                                                                          Total                   67    100




                                                     15
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




     Hasil pengolahan data untuk sub                      sama sebesar 14.92% menyatakan berada
variabel     orientasi     nilai    dengan                pada kategori kurang
menggunakan         teknik       persentase
menunjukkan bahwa secara umum                                              Tabel 8
orientasi nilai di Pondok Pesantren Al-                       Deskripsi Data untuk Sub Variabel
Futuhiyah              Gendongkulon-Babat                           Gaya Kepemimpinan
Lamongan berada pada kategori tinggi
yaitu sebesar 64,17% atau sebanyak 43dari                   No.     Kualifikasi
                                                                                    F. Kelas
                                                                                               f     %
67 responden menyatakan bahwa orientasi                                             interval
nilai pegawai di Pondok Pesantren Al-                        1.    Sangat tinggi    40 – 48    36   53,73
Futuhiyah              Gendongkulon-Babat                    2.       Tinggi        31 – 39    23   34,33
                                                             3.       Cukup         22 – 30    8    11,94
Lamongan berada dalam kategori tinggi.                       4.      Kurang         12 – 21     -     -
Sedangkan masing-masing 15 responden                                     Total                 67    100
dengan persentase sebesar 17,91%
menyatakan bahwa orientasi nilai di kantor                      Tabel 8 menunjukkan bahwa secara
Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan                       umum gaya kepemimpinan di pondok
berada dalam kategori sangat tinggi dan                   Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon-
kategori cukup                                            Babat Lamongan berada pada kategori
                                                          sangat tinggi dengan persentase 53,73%
               Tabel 7                                    atau sebanyak 36 dari 67 responden
  Deskripsi Data untuk Sub Variabel                       menyatakan bahwa gaya kepemimpinan di
              Citra Diri                                  kantor Dinas Penididikan Kabupaten
                                                          Situbondo berada dalam kategori sangat
                         E. Kelas                         tinggi. Ini menunjukkan bahwa para
 No.    Kualifikasi                   f      %
                          interval
                                                          pegawai merasa puas dengan gaya
  1.   Sangat tinggi     9,76 – 12    17    25,37
  2.      Tinggi        7,51 – 9,75   10    14,93
                                                          pemimpinan atasannya, mereka merasa
  3.      Cukup         5,26 – 7,50   30    44,78         diperhatikan, diarahkan dan dilibatkan
  4.     Kurang           3 – 5,25    10    14,93         dalam setiap pemecahan masalah di dalam
             Total                    67     100          lembaga, selain itu mereka merasa
                                                          dimudahkan dan dibantu oleh atasan.
Tabel 7 menunjukkan bahwa secara umum                     Sedangkan      23      responden   dengan
citra diri di Pondok Pesantren Al-                        persentase sebesar 34,32% menyatakan
Futuhiyah           Gendongkulon-Babat                    bahwa gaya kepemimpinan atasan berada
Lamongan berada pada kategori cukup                       dalam kategori tinggi dan 8 responden
dengan persentase sebesar 44,80% atau 30                  dengan      prentase     sebesar   11,94%
dari 67 responden menyatakan bahwa citra                  menyatakan dalam kategori cukup.
din lembaga di Pondok Pesantren Al-                       Semakin efektif gaya kepemimpinan yang
Futuhiyah           Gendongkulon-Babat                    dilakukan maka akan mempermudah
Lamongan berada dalam kategori cukup.                     pencapaian      tujuan     lembaga    yang
Sedangkan     17    responden    dengan                   ditetapkan.
persentase sebesar 23,90% menyatakan
bahwa citra diri lembaga berada dalam
kategori sangat tinggi, 10 responden
dengan persentase sebesar 14,92%
menyatakan berada dalam kategori tinggi
dan 10 responden dengan persentase yang



                                                     16
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




               Tabel 9                                     berada dalam kategori sangat tinggi.
  Deskripsi Data untuk Sub Variabel                        Sedangkan 9 responden dengan persentase
             Daya Dorong                                   sebesar 13,43% menyatakan bahwa daya
                                                           tanggap lembaga berada dalam kategori
No.    Kualifikasi
                         G. Kelas
                                       f      %
                                                           tinggi dan 1 responden dengan persentase
                          interval                         sebesar 1,50% menyatakan berada pada
 1.   Sangat tinggi     19,51 – 24     37    55,22         kategori cukup.
 2.      Tinggi        15,01 – 19,50   23    34,33
 3.      Cukup         10,51 – 15,00   7     10,45
 4.     Kurang           6 – 10,50      -      -
                                                                           Tabel 4.11
               Total                   67     100              Deskripsi Data untuk Sub Variabel
                                                                           Ganjaran
      Tabel 9 menunjukkan bahwa secara
umum daya dorong di Pondok Pesantren                                                  I. Kelas
                                                            No.    Kualifikasi                     f     %
                                                                                      interval
Al-Futuhiyah         Gendongkulon-Babat
                                                             1.   Sangat tinggi     19,51 – 24     31   46,27
Lamongan berada pada kategori sangat                         2.      Tinggi        15,01 – 19,50   21   31,34
tinggi dengan persentase sebesar 55,22%                      3.      Cukup         10,51 – 15,00   15   22,39
atau 37dari 67 responden menyatakan                          4.     Kurang           6 – 10,50      -     -
bahwa daya dorong lembaga di Pondok                                        Total                   67    100
Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon-
Babat Lamongan berada dalam kategori
sangat tinggi. Sedangkan 23 responden                      Tabel 4.11 menunjukkan bahwa secara
dengan persentase sebesar 34,32%                           umum pemberian ganjaran di Pondok
menyatakan bahwa daya dorong lembaga                       Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon-
berada dalam kategori tinggi dan 7                         Babat Lamongan berada pada kategori
responden dengan persentase 10,44%                         sangat tinggi dengan persentase sebesar
menyatakan bahwa daya dorong lembaga                       46,27% atau sebanyak 31 dan 67
berada dalam kategori cukup.                               responden menyatakan bahwa pemberian
                                                           ganjaran di Pondok Pesantren Al-
               Tabel 10                                    Futuhiyah           Gendongkulon-Babat
  Deskripsi Data untuk Sub Variabel                        Lamongan berada dalam kategori sangat
            Daya Tanggap                                   tinggi. Sedangkan 21 reponden dengan
                                                           persentse sebesar 31,34% menyatakan
No.    Kualifikasi
                         H. Kelas
                                       f      %
                                                           pemberian ganjaran/kompensasi berada
                          interval                         dalam kategori tinggi dan 15 responden
 1.   Sangat tinggi      9,76 – 12     57    85,07         dengan persentase 22,39% menyatakan
 2.      Tinggi         7,51 – 9,75    9     13,43         pemberian ganjaran berada dalam kategori
 3.      Cukup          5,26 – 7,50    1      1,50
 4.     Kurang            3 – 5,25      -       -
                                                           cukup.
               Total                   67     100

     Tabel 10 menunjukkan bahwa secara                     KESIMPULAN
umum daya tanggap lembaga di Pondok
Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon-                       1. Iklim kerja organisasi di Pondok
Babat Lamongan berada pada kategori                           Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulo
sangat tinggi dengan persentase sebesar                       Babat Lamongan para pegawainya
85,07% atau 57 dari 67 responden                              merasa nyaman dengan suasana kerja,
menyatakan bahwa daya tanggap lembaga                         kepemimpinan dan ganjaran.



                                                      17
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




2. Suasana kerja di kantor menunjukkan                Arikunto, S. 1996. Prosedur Penelitian,
   para      pegawainya       benar-benar                  Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :
   merasakan adanya suasana kerja yang                     Rineka Cipta.
   penuh keakraban, saling menghargai,                Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian,
   saling     menolong     dan      penuh                  Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :
   kekeluargaan.                                           Rineka Cipta.
3. Orientasi nilai menunjukkan bahwa
   para     pegawai     memiliki      rasa            Burhanuddin. 1994. Analisis Administrasi
   tanggungjawab, disiplin, berusaha                       Manajemen dan Kepemimpinan
   meningkatkan prestasi kerja dan loyal.                  Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara.
4. Citra diri menunjukkan bahwa                       Cribbin, J.J. 1981. Kepemimpinan Strategi
   kurangnya kecakapan pegawai dalam                       Mengefektifkan Organisasi. Jakarta :
   bekerjasama dengan orang dan luar                       Pustaka Binaman Pressindo.
   organisasi.
5. Gaya kepemimpinan menunjukkan                      Faisal, S. 1981. Dasar dan Teknik
   bahwa pegawainya merasa pimpinan                         Menyusun Angket. Surabaya : Usaha
   telah melaksanakan kepemimpinan                          Nasional.
   dengan baik.                                       Furchan. 1982. Pengantar Penelitian
6. Daya dorong menunjukkan bahwa                           dalam Pendidikan. Surabaya : Usaha
   pegawai       dalam       menjalankan                   Nasional.
   tanggungjawabnya     penuh     dengan
   perencanaan, dapat memanfaatkan                    Hadi, S. 1997. Statistik Jilid I. Yogyakarta
   teknologi dengan baik dan mau                            : Andi Offset.
   mengikuti peraturan.                               Hakim. 1994. Pengantar Sederhana
7. Daya tanggap menunjukkan para                           Penelitian Pendidikan. Jakarta :
   pegawainya bekerja sesuai dengan                        Proyek Pengembangan Pendidikan
   perintah atasan tanpa cenderung                         Guru.
   menunda pekerjaan.
                                                      Hamzah, R. 1990. Kepemimpinan Strategi
8. Sistem menunjukkan para pegawai
                                                          Mengefektifkan Organisasi. Jakarta :
   diperhatikan dan diberi kemudahan
   untuk kesejahteraannya.                            Gramedia.
                                                      Handoko. 1987. Manajemen Personalia
                                                          dan Sumber Daya Manusia Jilid 2.
DAFTAR PUSTAKA                                            Yogyakarta : BPFE.
Adair, J. 1993. Membina Colon Pimpinan                Indrawijaya. 1986. Pertumbuhan dan
     (Sepuluh Prinsip Pokok). Jakarta :                    Pengembangan Organisasi. Bandung
     Bumi Aksara.                                          : Sinar Baru.
Albert.  K.      1983.   Pengemhangan                 Kamalluddin. 1982. Manajemen. Jakarta :
     Organisasi. Bandung : PT. Angkasa.                   Dirjen Dikti P2LPTK.
Anwar. 1985. Pengembangan Organisasi.                 Kossen, S. 1986. Aspek Manusia Dalam
    Bandung : PT. Angkasa.                                 Organisasi. Bandung : Rineka Cipta.
Arikunto, S. 1992. Prosedur Penelitian,               Latif, A.G. 1988. Memberikan Pimpinan
     Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta :                    dengan Kerja Sama. Jakarta : UI
     Rineka Cipta.                                          Press.



                                                 18
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Latunussa. 1988. Penelitian Pendidikan,              Purwanto, N. 1988. Administrasi dan
     Suntu Pengantar. Jakarta : P2LPTK.                   Supervisi Pendidikan. Jakarta : CV.
                                                          Remaja
Mardalis. 1990. Mefodologi Penelitian
    Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta :             Karya.
    Bumi Aksara.                                     Santoso. 2001. Latihan SPSS Statistik
Marzuki. 1989. Metodologi Penelitian.                     Parametrik. Jakarta : PT. Elex Media
     Jakarta : Militon.                                   Komputindo
Muhyadi. 1989. Organisasi Teori, Struktur            Sari, D.N. 2003. Gaya Kepemimpinan
    dan Proses. Jakarta : Direktur                         Kepala Sekolah Dalam Rangka
    Jenderal Pendidikan Tinggi.                            Penciptaan lklim Kerja Organisasi
                                                           Di Sekolah Dasar Negeri Se-
Mulyono,     M.     1993.     Penerapan
                                                           Kecamatan Sukun Kota Malang.
    Produktivitas dalam Organisasi.
                                                           Skripsi tidak diterbitkan.
    Jakarta : Bumi Aksara - UI.
                                                     Sari,     L. 2000. Iklim Organisiasi
Owens. 1981. Organizational Behaviour in
                                                             Hubungannya Dengan Unjuk Kerja
    Education. Boston : Allyn Bacon.
                                                             Dosen Dalam Mengajar Di IKIP
Prayitno. 2003. Korelasi Antara lklim                        Budi Utomo Malang. Tesis tidak
      Organisasi Dan Motivasi Berprestasi                    diterbitkan.
      Dengan Unjuk Kerja Guru Pada
                                                     Soepardi. 1988. Dasar-DasarAdministrasi
      Sekolah Menengah Umum Negeri Di
                                                          Pendidikan. Jakarta : Dirjen Dikti
      Kabupaten Pasuruan. Tesis tidak
                                                          P2LPTK.
      diterbitkan.




                                                19
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




     PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA
                 DI SDN BANJARSARI CERME GRESIK

                                         Etiyasningsih*)

Abstrak, Disiplin merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Agar guru dapat berhasil
dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, maka guru tersebut harus mentaati dan
menyadari akan pentingnya kedisiplinan. Kedisiplinan guru tentunya akan berimbas kepada
para siswa, guru yang tidak atau kurang disiplin, siswanya pun akan cenderung tidak displin
dan sebaliknya. Kedisplinan tidak hanya pada kehadiran guru semata, namun lebih dari itu
disiplin dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam hal ini misalnya guru disiplin
dalam membuat persiapan mengajar, Silabus, RPP, menyiapkan buku-buku paket penunjang,
alat peraga dan lain-lain. Dengan kedisiplinan guru yang tinggi siswa akan lebih semangat
belajar dan mendapatkan urutan materi pelajaran yang sistematis, hal ini akan meningkatkan
prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh disiplin guru terhadap
prestasi belajar.
      Penelitian ini merupakan jenis regresional. Populasinya adalah seluruh guru di SDN
Banjarsari Cerme Gresik berjumlah 20 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive
sampling yaitu sesuai dengan kebutuhan dan yang tidak diikutkan adalah guru komputer,
diperoleh responden sebanyak 19 orang. Data dikumpulkan dengan observasi, dokumentasi
dan wawancara dengan instrumen check list. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh disiplin
guru terhadap prestasi belajar digunakan uji regresi linier berganda.
        Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 6,171. > Ftabel = 4,45. Oleh karena Fhitung >
Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan disiplin guru
terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,024 jauh di
bahwa 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan.
        Berdasarkan hasil penelitian diharapkan para guru dapat menjalankan tugas dengan
penuh rasa tanggung jawab, disiplin, jujur, dan penuh didekasi, karena dengan sikap-sikap
tersebut sangat membantu dalam tercapainya prestasi belajar siswa, selain itu hendaknya juga
lebih memperhatikan kehadiran, persiapan mengajar dan proses kegiatan belajar mengajar.
Bagi kepala sekolah dapat memberi motivasi agar para guru lebih disiplin dengan memberi
stimulus yang proporsional.

Kata Kunci : Disiplin Guru, Prestasi Belajar Siswa


PENDAHULUAN                                           Sebenarnya     telah    banyak      usaha
    Kita semua menyadari bahwa untuk                  pemerintah, dan aspek pendukung, guna
mencapai tujuan pendidikan sangatlah                  terwujudnya tujuan pendidikan tersebut.
berat, lebih-lebih pada saat sekarang ini.




                                                 20
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




     Untuk mewujudkan tujuan pendidikan               berhasil dalam melaksanakan tugas dan
tersebut pemerintah berusaha melak-                   kewajibannya, maka guru tersebut harus
sanakan kegiatan antara lain, (1)                     mentaati dan menyadari akan pentingnya
Menyempurnakan sistem pendidikan, (2)                 kedisiplinan. Karena gurulah yang ikut
Memperluas kesempatan untuk mem-                      bertanggung jawab dalam keberhasilan
peroleh pendidikan, (3) Sarana dan                    penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar
prasarana pendidikan terus disempurnakan              di sekolah, agar selalu berupaya untuk
dan ditingkatkan serta lebih didayagu-                meningkatkan keberhasilan prestasi belajar
nakan, (4) Meningkatkan jumlah guru dan               siswa. Selain itu para guru hendaknya
mutunya, baik formal maupun non formal                selalu memberikan bimbingan dan
serta terus ditingkatkan pengembangan                 pengajaran secara baik dengan selalu
karier dan kesejahteraannya.                          berpedoman pada petunjuk dan peraturan-
     Mengelola pendidikan tidak semudah               peraturan yang telah ditetapkan oleh
yang kita bayangkan selama ini, sebab                 pemerintah, dalam hal ini Departemen
pendidikan berperan penting sebagai alat              Pendidikan Nasional.
atai tempat untuk membentuk manusia                        Kedisiplinan guru tentunya akan
Indonesia dan sebagai warga masyarakat                berimbas kepada para siswa, guru yang
sekaligus sebagai warga Negara yang                   tidak atau kurang disiplin, siswanya pun
berbudi pekerti luhur, beriman dan taqwa              akan cenderung tidak displin dan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta                   sebaliknya. Kedisplinan tidak hanya pada
berkemampuan           dan     mempunyai              kehadiran guru semata, namun lebih dari
ketrampilan dasar untuk bekal pendidikan              itu disiplin dalam melaksanakan proses
selanjutnya dan bekal hidup di masyarakat.            belajar mengajar. Dalam hal ini misalnya
     Guru kelas sebagai administrator                 guru disiplin dalam membuat persiapan
menempati posisi yang sangat penting                  mengajar, Silabus, RPP, menyiapkan
karena memikul tanggung jawab untuk                   buku-buku paket penunjang, alat peraga
meningkatkan       dan     mengembangkan              dan lain-lain. Dengan kedisiplinan guru
kemajuan sekolah secara keseluruhan.                  yang tinggi siswa akan lebih semangat
Sedangkan murid dan guru yang menjadi                 belajar dan mendapatkan urutan materi
komponen penggerak aktifitas kelas harus              pelajaran yang sistematis, hal ini akan
didayagunakan secara maksimal agar dapat              meningkatkan prestasi belajarnya.
tercapai suatu kesatuan yang dinamis di
dalam organisasi sekolah.                             METODE PENELITIAN
     Pada dasarnya sekarang ini banyak
para guru yang kurang siap dalam                      Deskripsi Populasi
mengajar, dikarenakan guru tersebut belum                  Arikunto (2002) menyatakan bahwa
membuat persiapan mengajar, dan juga                  populasi adalah obyek yang akan diteliti
melanggar tata tertib.                                hasilnya, dianalisis, disimpulkan dan
     Disiplin merupakan salah satu faktor             kesimpulan itu berlaku untuk seluruh
yang sangat penting. Agar guru dapat                  populasi itu. Sudjana (1996) menjelaskan




                                                 21
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




                                                        2
popupasi adalah totalitas semua nilai yang               dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%,
mungkin,      hasil     menghitung     atau           10%
                                                      P = Q = 0,5  d = 0,05 s = jumlah sampel
pengukuran, kuantitatif, atau kualitatif
mengenai karateristik tertentu dari semua
                                                           Namun dari rumus tersebut telah
anggota kumpulan yang lengkap dan jenis
                                                      dihitung untuk populasi-populasi dengan
yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.
                                                      jumlah tertentu mulai 10 hingga 1.000.000
    Penelitian ini dilakukan dengan
                                                      oleh Sugiono (2009:126) sebagaimana
mengambil populasi seluruh guru di SDN
                                                      tabel terlampir. Untuk jumlah populasi 20
Banjarsari Cerme Gresik berjumlah 20
                                                      orang dengan taraf signifikan 0,05
orang.
                                                      diperoleh sampel sebanyak 19 orang. Oleh
                                                      karena itu dalam penelitian ini Dari 19
Penentuan Sampel
                                                      orang ini dipilih dengan teknik purposive
     Pengambilan sampel ini didasari
                                                      sampling yaitu sesuai dengan kebutuhan
pendapat Arikunto (1998:120-121) berikut
                                                      dan yang tidak diikutkan adalah guru
: “Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila
                                                      komputer.
subjeknya kurang dari 100, lebih baik
diambil semua sehingga penelitiannya
                                                      Definisi Operasional Variabel
merupakan         penelitian      populasi.
                                                           Agar tujuan penelitian dapat tercapai
Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar
                                                      maka variabel harus didefinisikan dengan
dapat diambil antara 10-15% atau lebih
                                                      jelas    dan     menyebutkan    indikator-
tergantung setidak-tidaknya dari : a)
                                                      dindikatornya, cara pengukurannya, dan
kemampuan peneliti dari waktu, tenaga
                                                      skala atau kategori penilaian yang
dan dana, b) Sempit luasnya wilayah
                                                      digunakan. Berikut ini adalah definisi
pengamatan dari setiap subyek, karena hal
                                                      operasional masing-masing variabel.
ini menyangkut banyak sedikitnya data, c)
                                                      1. Variabel bebas (X) yakni disiplin
Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh
                                                          guru adalah suatu sikap mental seoang
peneliti. Untuk penelitian yang risikonya
                                                          guru yang mengandung kesadaran dan
besar, tentu saja jika sampel besar,
                                                          kerelaan untuk mematuhi semua
hasilnya akan lebih baik.”
                                                          ketentuan, peraturan dan norma yang
     Sugiyono (2009:124) menyatakan
                                                          berlaku dalam menunaikan tugas dan
jumlah sampel tergantung dari tingkat
                                                          tanggung jawab. Disiplin guru tersebut
ketelitian    atau      kesalahan    yang
                                                          diukur dengan indikator-indikator
dikehendaki, misalnya tingat kesalahan
                                                          sebagai berikut :
1%, 5%, 10% atau lainnya. Makin besar
                                                          a. Kehadiran di sekolah
tingkat kesalahan makin kecil sampel.
                                                          b. Ketepatan waktu mengajar
Rumus untuk menghitung ukuran sampel
                                                          c. Persiapan mengajar yaitu silabus,
dari populasi yang diketahui jumlahnya
                                                              RPP
adalah :
                                                          d. Kegiatan belajar mengajar antara
           s =                                                lain alat peraga, buku penunjang,




                                                 22
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




        buku absen siswa, daftar nilai, dan                 memberikan informasi-informasi yang
        lain-lain.                                          diperlukan secara ilmiah dalam suatu
2. Variabel terikat prestasi belajar (Y)                    relasi face to face” (Drs. Amatembun
    yaitu suatu suatu hasil yang teah                       MA, supervise Pendidikan, 1975:191).
    dicapai setelah kegiatan belajar                                Pengumpulan      data    yang
    mengajar. Dalam penelitian ini,                         dilakukan dengan wawancara adalah
    indikator yang digunakan adalah nilai                   meyakinkan hasil observasi tentang
    rata-rata hasil ulangan tiap mata                       disiplin guru. Wawancara dilakukan
    pelajaran bagi guru mata pelajaran dan                  kepada masing-masing guru yang
    tiap kelas pada guru kelas.                             bersangkutan dan kepala sekolah.
Teknik Pengumpulan Data
        Adapun proses pengumpulan data                 Teknik Analisis Data
dalam penelitian ini dilakukan dengan                          Data     yang telah       terkumpul
prosedur sebagai berikut :                             kemudian dilakukan analisis dengan urutan
1. Survey Pendahuluan                                  analisa sebagai berikut :
    Dalam      kegiatan    ini,   penelitian           1. Coding, adalah memberi kode pada
    dilakukan dengan mengumpulkan data-                    lembar check list sesuai dengan
    data intern perusahaan di antaranya                    kategori yang telah ditentukan.
    adalah profil SDN Banjarsari Cerme                 2. Tabulating, adalah mentabulasi seluruh
    Gresik.                                                data hasil chek list ke dalam tabel-tabel
2. Dokumentasi                                             yang diperlukan sehingga mudah
            Teknik dokumentasi adalah                      dibaca.
    mencari data mengenai hal-hal atau                 3. Skoring, adalah memberi skor dari
    variabel yang berupa catatan, transkrip,               kategori-kategori tersebut sesuai skor
    buku, surat kabar, majalah, prasasti,                  yang telah ditentukan. Disiplin guru
    notulen rapat, legger, agenda dan                      diberi skor tinggi, sedang dan rendah.
    sebagainya (Suharsimi, 2002 : 236).                    Skor tinggi jika penjumlahan dari hasil
            Dalam penelitian ini teknik                    penilaian mencapai >75%, skor sedang
    dokumentasi       digunakan       untuk                jika penjumlahan dari hasil penilaian
    memperoleh data nilai siswa. Dalam                     mencapai 56-75%, dan rendah jika
    data sekunder yang diperoleh dengan                    penjumlahan dari hasil penilaian
    teknik dokumentasi ini, peneliti juga                  <56%.
    menggunakan lembar cek list untuk                  4. Uji Hipotesis
    mencatat indikator disiplin guru.                  Uji hipotesis berfungsi untuk menjawab
3. Wawancara                                           hipotesa yang telah diajukan sebelumnya.
            Wawancara atau interview                   Uji ini sekaligus juga menjawab rumusan
    adalah suatu metode yang tujuannya                 masalah yang telah ditulis pada Bab I. Uji
    untuk memperoleh data evaluasi,                    yang digunakan dalam penelitian ini
    secara berhadapan muka dengan secara               adalah uji Regresi Sederhana dengan
    individu, orang yang diinterview                   rumus persamaan regresi sederhana :




                                                  23
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




                     Y = a + bX
Y   =   Prestasi siswa                                                                             Persentase
                                                          No     Daftar Nilai        Jumlah
                                                                                                      (%)
X   =   Disiplin guru
                                                          1     Kurang                 1              5,2
a   =   Nilai konstanta                                   2     Cukup                  4              21,1
b   =   Nilai arah sebagai penentu ramalan                3     Baik                   14             73,7
        (prediksi) yang menunjukkan nilai                          Jumlah              19             100
        peningkatan (+) atau nilai penurunan
        (–) variabel Y.                                      Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa
                                                        disiplin guru dalam melaksanakan
Dalam penelitian ini perhitungan regresi                tugasnya sebagian besar (73,7%) baik,
dilakukan dengan bantuan program SPSS                   21,1% cukup, dan 5,2% kurang.
for Windows. Langkah menguji hipotesis :
1) Membuat Ha dan Ho dalam bentuk                            Sedangkan Prestasi belajar siswa
                                                        diukur dari nilai rata-rata mata pelajaran
    kalimat :                                           dari guru yang bersangkutan jika guru
    Ha : Terdapat pengaruh disiplin                     tersebut adalah guru mata pelajaran, dan
             guru dengan prestasi siswa                 nilai rata-rata kelas jika guru yang
    Ho : Tidak            terdapat   pengaruh           bersangkutan adalah guru kelas. Nilai
             disiplin guru dengan prestasi              tersebut diperoleh selama 6 kali evaluasi
             siswa                                      terakhir yang datanya diperoleh dari
                                                        dokumentasi pada guru mata pelajaran atau
2) Kaidah pengujian signifikansi :
                                                        guru kelas masing-masing.
    Jika Fhitung ≥ Ftabel       maka       Ha
    diterima dan Ho ditolak artinya                       Tabel 2 Nilai Nilai Rata-Rata Kelas atau
    terdapat pengaruh disiplin guru dengan                  Nilai Rata-rata Mata Pelajaran (6 x
    prestasi siswa.                                                  evaluasi terakhir)
    Jika Fhitung < Ftabel       maka       Ha
    ditolak dan Ho diterima artinya tidak                         Nilai Rata-Rata Kelas atau Nilai Rata-
                                                          No               rata Mata Pelajaran
    terdapat pengaruh disiplin guru dengan               Resp             (6 x evaluasi terakhir)
    prestasi siswa.                                        .                                                Rata-
                                                                  1     2       3       4      5       6
                                                                                                            Rata
HASIL DAN PEMBAHASAN                                       1    7,60   7,90   7,95     8,10   8,20   8,64   8,07
                                                           2    6,54   5,95   7,00     7,10   6,52   6,43   6,59
     Terdapat     8   indikator     dalam                  3    8,00   8,50   7,93     7,87   8,30   8,00   8,10
menjelaskan disiplin guru yang diperoleh                   4    8,20   7,50   7,90     7,60   7,90   7,42   7,75
datanya       melalui   observasi     dan                  5    8,00   8,00   8,00     8,00   8,00   8,00   8,00
dokumentasi yaitu, kehadiran, ketepatan                    6    7,20   7,56   7,85     7,98   8,20   8,20   7,83
waktu mengajar, silabus, RPP, alat peraga,                 7    8,60   8,40   8,00     8,21   7,58   7,49   8,05
buku, absensi murid, buku penunjang,                       8    7,98   7,12   7,59     7,87   8,67   8,12   7,89
daftar nilai.                                              9    7,90   7,92   8,00     8,20   8,40   8,50   8,15
                                                          10    6,90   6,90   6,65     6,00   7,15   7,26   6,81
Tabel 1 Disiplin Guru di Sekolah Dasar                    11    6,70   6,80   6,90     6,23   6,50   6,21   6,56
Negeri Banjarsari Kec. Cerme Kabupaten                    12    8,00   8,50   8,50     8,00   7,90   9,40   8,38
Gresik



                                                   24
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




                Nilai Rata-Rata Kelas atau Nilai Rata-                                                      Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha
 No                      rata Mata Pelajaran                                                           diterima dan Ho ditolak yang berarti
Resp                    (6 x evaluasi terakhir)
  .                                                                                       Rata-
                                                                                                       terdapat pengaruh signifikan disiplin guru
                1            2               3          4             5            6                   terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat
                                                                                          Rata
 13         7,50          7,60         7,70            7,54      7,80        8,00         7,69         pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,024
 14         6,10          6,00         6,58            6,98      7,16        7,90         6,79         jauh di bahwa 0,05, yang menandakan
 15         8,20          8,00         8,10            8,23      8,21        8,60         8,22         pengaruh yang signifikan.
 16         7,59          8,00         8,10            8,20      8,50        8,42         8,14
                                                                                                            Selain   adanya      pengaruh      yang
 17         8,50          8,40         8,60            8,21      8,24        8,21         8,36
                                                                                                       signifikan, pada uji korelasi juga terlihat
 18         6,80          7,10         6,85            6,98      6,85        6,20         6,80
                                                                                                       adanya korelasi positif (Gambar 4.3) antar
 19         7,23          8,00         8,00            8,20      8,10        8,65         8,03
                                                                                                       kedua variabel yang diperoleh Pearson
                                                                                                       Correlation sebesar 0,516 lebih dari rtabel
Uji Regresi Linier Sederhana                                                                           sebesar 0,456 (Sebagaimana r tabel
     Data yang terkumpul sebagaimana                                                                   Product Moment pada df = 17 terlampir).
paparan sebelumnya selanjutnya dianalisis                                                                                                                   Correlations

untuk mengetahui pengaruh disiplin guru                                                                                                                                                     Prestasi
                                                                                                                                                                                             Siswa                  Disiplin Guru
dengan prestasi belajar siswa.                                                                          Pearson Correlation                          Prestasi Siswa                             1,000                         ,516
     Koding, skoring, dan tabulating telah                                                                                                           Disiplin Guru                               ,516                        1,000
                                                                                                        Sig. (1-tailed)                              Prestasi Siswa                                  ,                        ,012
dilaksanakan peneliti yang hasilnya tertera                                                                                                          Disiplin Guru                               ,012                             ,
                                                                                                        N                                            Prestasi Siswa                                19                           19
pada lampiran. Pada analisa data ini akan                                                                                                            Disiplin Guru                                 19                           19
dipaparkan uji hipotesis dengan regresi
                                                                                                                                  Gambar 2 Uji Korelasi
linier sederhana. Output perhitungan
dengan program SPSS for Windows
                                                                                                            Besarnya pengaruh atau kontribusi
seperti terlihat dalam gambar berikut.                                                                 disiplin guru terhadap prestasi belajar
                                                                                                       siswa dapat dilihat pada gambar Uji t
                                             ANOVAb

                           Sum of
                                                                                                       berikut ini.
Model                     Squares            df        Mean Square        F            Sig.
                                                                                                                                                                  Coefficientsa
1        Regression          1,918                 1          1,918        6,171          ,024a
         Residual            5,282                17           ,311                                                                  Unstandardized         Standardized
         Total               7,200                18                                                                                   Coefficients         Coefficients                                            Correlations
  a. Predictors: (Constant), Disiplin Guru                                                              Model                        B         Std. Error       Beta               t         Sig.      Zero-order      Partial     Part
                                                                                                        1       (Constant)            6,191          ,619                         10,003        ,000
  b. Dependent Variable: Prestasi Siswa                                                                         Disiplin Guru          ,560          ,226            ,516           2,484       ,024         ,516          ,516       ,516
                                                                                                          a. Dependent Variable: Prestasi Siswa
                            Gambar 1 Uji F
                                                                                                                                              Gambar 3 Uji t
     Gambar 4.2 di atas menunjukkan hasil
uji F dengan program SPSS for Windows,                                                                       Sebagaimana Uji F di atas yang
dengan Fhitung sebesar 6,171. Angka ini                                                                menunjukkan adanya pengaruh, Uji t juga
selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel                                                                 seperti pada Gambar 4.4 memperlihatkan
pada df = 17 sebagaimana Tabel F pada                                                                  thitung sebesar 2,484 > ttabel sebesar 2,110
lampiran (Critical Values for the F                                                                    (sebagaimana Critical Value for the t
Distribution α=0,05). Tabel F dengan df =                                                              Distribution terlampir untuk df = 17)
13 dan n =1 diperoleh Ftabel = 4,45.                                                                   artinya terdapat pengaruh disiplin guru
Sehingga Fhitung = 6,171 > Ftabel = 4,45.                                                              terhadap prestasi belajar siswa.




                                                                                                  25
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




     Untuk      menunjukkan       besarnya                 Selain itu para guru juga bertanggung
pengaruh atau kontribusi disiplin guru                jawab atas prestasi belajar para siswanya.
terhadap prestasi belajar siswa dapat                 Guru cera umum akan merasa bangga
dilihat koefisien regresi (unstandarized              apabila siswanya dapat berprestasi dan
coefficients Beta) pada gambar 4.4 di atas            memiliki kemampuan yang baik.
sebesar 0,560. Selanjutnya sesuai dengan                   Disebutkan      bahwa     faktor-faktor
rumus regresi sederhana dapat dimasukkan              kesehatan jasmani dan rohani, ekonomi,
angka-angka tersebut sebagai berikut :                status sosial, kepemimpinan dan peraturan
        Y     = a + bX                                dan tata tertib juga berpengaruh terhadap
              = 6,191 + 0,560                         disiplin guru.
     Selanjutnya berdasarkan persamaan di                  Kesehatan seluruh guru secara umum
atas deskripsi pengaruh tingkat pendidikan            terlihat sehat jasmani maupun rohaninya.
terhadap     perkembangan       perusahaan
                                                      Dikatakan bahwa kesehatan seorang guru
berdasarkan unstandarized coeffisients
beta adalah sebagai berikut:                          mempengaruhi terhadap tugas sehari-hari.
1) Konstanta sebesar 6,191 menyatakan                 Sudah sewajarnyalah bila setiap guru
    bahwa jika variabel disiplin guru                 menginginkan       rasa     aman      dalam
    dianggap konstan (tidak ada upaya                 kehidupannya sehingga akan terhindar dari
    meningkatkan disiplin guru), maka                 segala gangguan kesehatan. Sehingga ia
    prestasi    belajar   siswa     sebesar           dapat      melaksanakan      tugas-tugasnya
    6,191point.
                                                      dengan yang akhirnya dapat membawa
2) Koefisien regresi disiplin guru sebesar
    0,560 menyatakan bahwa setiap                     hasil yang baik pula.
    peningkatan 1 poin tingkat disiplin                    Selanjutnya masalah ekonomi secara
    guru         akan        meningkatkan             umum Pegawai Negeri Sipil telah
    perkembangan perusahaan sebesar                   mendapatkan penghasilan yang cukup
    0,560 poin. Jika angka tersebut                   untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
    dikalikan 1000, deskripsinya menjadi              Pemerintah melalui Presiden Abdurrahman
    setiap ada upaya peningkatan disiplin
                                                      Wahid pada tahun 2001 menaikkan gaji
    guru sebesar 1000 poin maka akan
    meningkatkan prestasi belajar siswa               Pegawai Negeri Sipil mencapai 200% atau
    sebesar 560 point.                                dua kali lipat, sehingga jika dibandingkan
                                                      dengan penghasilan rata-rata penduduk di
                                                      Indonesia Pegawai Negeri Sipil sudah
PEMBAHASAN                                            cukup baik. Memang masalah ekonomi
                                                      sangat penting terhadap disiplin guru.
     Hasil penelitian menunjukkan disiplin
                                                      Dikatakan      bahwa     faktor    ekonomi
guru dipengaruhi oleh tanggung jawab
                                                      menambah beban bagi guru-guru dan
yang dibebankan kepadanya. Tanggung
                                                      menjadi persoalan pribadi yang dapat
jawab tersebut berasal dari pemerintah
                                                      memungkinkan terganggunya tugas-tugas
karena para guru adalah Pegawai Negeri
                                                      di      sekolah.     Padahal      guru-guru
Sipil yang mempunyai tugas pokok dan
                                                      menginginkan rasa aman, tentram dalam
fungsi yang jelas.
                                                      kehidupannya yang antara lain yaitu




                                                 26
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




penerimaan gaji lancar, segala haknya                  ketentuan-ketentuan        yang     mengikat,
dapat diterima dengan baik dan tepat pada              sehingga menyebabkan guru untuk berbuat
waktunya, juga memiliki tempat tinggal                 semaunya        sendiri    yang     mengarah
untuk keluarganya dan lain-lain.                       terciptanya       sekolah      yang     tidak
     Kemudian tentang status sosial guru di            teratur/tertib. Tata tertib yang ada di SDN
dalam masyarakat mempunyai status yang                 Banjarsari sudah cukup baik dan tercatat
cukup baik. Masyarakat memandang guru                  dan ditempatkan di posisi yang mudah
sebagai orang yang patut dihargai, karena              dilihat.
mereka menyadari bahwa guru memegang                        Hasil uji menunjukkan pengaruh yang
peranan penting dalam pelaksanaan                      signifikan disiplin guru terhadap prestasi
pembangunan di bidang pendidikan,                      belajar siswa.
karena pendidikan akan berjalan lancar dan             Ketika belajar di sekolah, faktor guru dan
berkembang baik apabila guru secara aktif              cara mengajarkannya merupakan faktor
ikut memajukan pendidikan di dalam                     yang paling penting pula. Bagaimana sikap
masyarakat.                                            dan kepribadiannya guru, disiplinnya,
     Faktor kepemimpinan merupakan                     tinggi rendahnya pengetahuan yang
faktor penting dalam membentuk disiplin                dimiliki guru, dan bagaimana cara guru itu
para guru. Kepemimpinan yang dimaksud                  mengajarkan pengetahuan kepada anak
ini adalah kepemimpinan kepala sekolah.                didiknya, turut menentukan bagaimana
Dikatakan bahwa kepala sekolah, jika                   hasil belajar yang dapat dicapai oleh siswa.
kepemimpinannya efektif, maka guru-guru
akan memperoleh sumbangan yang                         Kesimpulan
berharga dalam merumuskan tujuan-tujuan
                                                       1. Disiplin guru di SDN Banjarsari
pendidikan, berlangsung pengajaran yang
                                                          Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik
efektif, terciptanya suasana yang kondusif
                                                          sebagian besar baik.
(berguna) sehingga hal demikian itu akan
                                                       2. Terdapat pengaruh positif disiplin guru
mendukung terciptanya kedisiplinan guru
                                                          terhadap prestasi belajar siswa di SDN
yang baik. Dengan demikian maka factor
                                                          Banjarsari      Kecamatan        Cerme
kepemimpinan        dapat    mempengaruhi
                                                          Kabupaten Gresik.
kedisiplinan guru. Di SDN Banjarsari Kec
Cerme Kabupaten Gresik, kepemimpinan
kepala sekolah sukup baik, dan komunikasi              Saran-saran
                                                       1. Para guru diharapkan agar dapat
kepala sekolah dengan para guru juga
                                                          menjalankan tugas dengan penuh rasa
berlangsung dengan baik.
                                                          tanggung jawab, disiplin, jujur, dan
     Tidak kalah penting adalah peraturan
                                                          penuh didekasi, karena dengan sikap-
dan tata tertib sekolah yang mempengaruhi
                                                          sikap tersebut sangat membantu dalam
disiplin guru. Disiplin guru dan tata tertib
                                                          tercapainya prestasi belajar siswa.
sekolah merupakan dua hal yang saling
                                                       2. Para guru hendaknya juga lebih
terkait. Artinya disiplin guru tidak akan
                                                          memperhatikan kehadiran, persiapan
tercapai bila tidak ada peraturan atau




                                                  27
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




   mengajar dan proses kegiatan belajar              Suhertin, Drs. Dan Nata Her, Drs
   mengajar.                                                “Supervisi Pendidikan”, Dalam
3. Bagi kepala sekolah dapat memberi                        Rangka     Program      Insenvice
                                                            Education, Penerbit IKIP Malang
   motivasi agar para guru lebih disiplin
                                                            1971
   dengan memberi stimulus yang
   proporsional.                                     S. Nasution, Prof.Dr.M.A “Didaktik dan
                                                           Azas-Azas Kurikulum”, Penerbit
                                                           Jemara Bandung 1989
DAFTAR PUSTAKA
                                                     Westy Sumanto, Drs dan Hendyat Sutopo
Ametembun,     Drs.M.A,    “Supervisi                      “Kepemimpinan       Pendidikan”,
     Pendidikan”,    Penerbit   IKIP                       Peberbit Usaha Nasional Surabaya
     Bandung, 1975                                         1982

Ametembun,   Drs.M.A,    “Manajemen                  Subari,     Drs “Supervisi Pendidikan”,
     Kelas”, Terbitan Ketiga Penerbit                          Dalam Rangka Perbaikan Situasi
     IKIP Bandung, 1981                                        Mengajar Penerbit Bumi Aksara
                                                               Jakarta 1994
Hendyat Sutopo, Dr., “Ikhtiar Teknik
      Penilaian Pendidikan”, Penerbit                Departeman Pendidikan dan Kebudayaan
      IKIP Bandung, 1984                                    “Buku II Petunjuk Administrasi
                                                            Sekolah Dasar”, tahun 1989
Ismed Syarif, Drs dan Nawas Riza, Drs.,
      “Administrasi Pendidikan Dasar”,               Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Penerbit Departemen Pendidikan                        Wilayah Jawa Timur “Media
      dan Kebudayaan, 1976                                  Pendidikan”, Nomor 3 Edisi Mei
                                                            1991
M.    Ngalim    Purwanto,    Drs.M.P.,
      “Pyskologi Pendidikan”, Penerbit               Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan
      PT. Rosda Karya Bandung 1990                        dan     Pengembangan       Bahasa
                                                          Indonesia “Kamus Besar Bahasa
M.    Dimyati   Mahmud,     “Psykologi                    Indonesia”, Penerbit Balai Pustaka
      Pendidikan”, Suatu Pendekatan                       1989
      Terapan Edisi I Fakultas Ilmu
      Pendidikan IKIP Yogyakarta                     TAP MPR No. II/MPR/1993 “Garis-Garis
                                                          Besar Haluan” Negara 1993-1998,
Sutrisno   Hadi,   Prof.  Dr.   M.A.,                     Penerbit Bina Pustaka Surabaya
       “Metodologi Reseach”, Jilid II                     1989
       Penerbit FKP IKIP Yogyakarta
       1967




                                                28
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




   PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP
     KEDISIPLINAN GURU DALAM PELAKSANAKAN PROSES BELAJAR
   MENGAJAR DI SDN NGAGELREJO II/397 KECAMATAN WONOKROMO
                        KOTA SURABAYA

                                             Sri Sundari *)

    Abstrak, Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru juga perlu menaruh perhatian terhadap
kemajuan murid di samping evaluasi belajar memecahkan masalah atau problem yang
dihadapi murid dan lain-lainnya. Di dalam memperbaiki dan mensukseskan proses belajar
mengajar serta memecahkan masalah lain, banyak dipengaruhi oleh pelaksanaan supervisi
kepala sekolah terhadap guru dan lingkungan sekolahnya. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap kedisiplinan guru dalam
pelaksanakan proses belajar mengajar.
    Penelitian ini merupakan jenis regresional. Populasinya adalah seluruh guru di SDN
Ngagelrejo II/397 Kec. Wonokromo Kota Surabaya berjumlah 18 orang. Sampel diambil
dengan teknik total sampling diperoleh responden sebanyak 18 orang. Data dikumpulkan
dengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh
pelaksanaan supervisi kepala terhadap disiplin guru digunakan uji regresi linier berganda.
    Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 5,975 > Ftabel = 4,49. Oleh karena Fhitung > Ftabel
maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh pelaksanaan supervisi kepala
sekolah terhadap disiplin guru. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,026 jauh di
bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan.
    Berdasarkan hasil penelitian diharapkan supervisi kepala sekolah dilaksanakan sebaik-
baiknya sehingga lebih meningkatkan disiplin guru. Guru hendaknya ikut mensukseskan
pelaksanaan supervisi kepala sekolah agar kegiatan proses belajar mengajar lebih meningkat
dan bermutu. Bagi pihak-pihak terkait khususnya pemerintah hendaknya memperhatikan
pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan membantu memberikan instrumen yang valid dan
handal.

Kata Kunci : Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah, Kedisiplinan Guru


PENDAHULUAN                                           canggih, maka hubungan antara negara-
                                                      negara di dunia ini semakin berkembang.
     Perkembangan ilmu pengetahuan dan                Jarak antara negara yang satu dengan
teknologi    meliputi seluruh   bidang                negara yang lainnya seolah-olah semakin
kehidupan, misalnya bidang komunikasi,                dekat. Perkembangan ilmu pengetahuan
transportasi serta pembangunan fisik                  dan    teknologi     mendekatkan    dan
lainnya. Karena perkembangan ilmu                     menyatukan negara yang satu dengan
pengetahuan dan teknologi semakin




                                                 29
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




negara yang lain sehingga seolah-olah                 harapan juga menjiwai perjuangan
dunia ini mengglobal.                                 kemerdekaan. Karena itu pendidikan
     Oleh karena itu, bangsa Indonesia juga           merupakan bagian mutlak dari perjuangan
berusaha untuk meningkatkan ilmu                      dan merupakan investasi yang paling
pengetahuan dan teknologi agar sesuai                 utama dari setiap bangsa.
dengan perkembangan jaman. Hal ini                         Oleh karena itu, mutu pendidikan
sesuai dengan cita-cita dan tujuan negara             lebih banyak cenderung dan tergantung
yang tercantum dalam UUD 1945 alinea 4                pada guru dalam membimbing/mendidik
yang berbunyi: “Mencerdaskan kehidupan                proses belajar mengajar, serta kedisiplinan
bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban               dalam pelaksanaan kegiatan belajar
dunia      berdasarkan        kemerdekaan,            mengajar di sekolah. Kedisiplinan perlu
perdamaian abadi dan keadilan sosial”.                sekali ditingkatkan untuk mencapai
     Untuk melaksanakan hal tersebut                  keberhasilan pendidikan, baik disiplin
diatas, maka salah satu bidang yang harus             waktu maupun tugas.
diutamakan dalam rangka meningkatkan                       Sebagai tenaga pendidik di sekolah,
kualitas sumber daya manusia adalah                   guru harus ikut aktif dalam rangka
dalam     bidang      pendidikan,    karena           pencapaian tujuan pendidikan nasional,
pendidikan modal paling utama dalam                   sebagaimana yang tercantum dalam
menciptakan manusia yang cerdas dalam                 Ketetapan MPR No. 11/83 tentang GBHN
arti terampil, dapat berdiri sendiri serta            halaman 93 yang berbunyi : “Pendidikan
bertanggung jawab terhadap bangsa dan                 nasional berdasarkan Pancasila bertujuan
negara.                                               untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap
     Dalam pendidikan atau pengajaran,                “Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan
warga negara Indonesia dijamin haknya                 ketrampilan, mempertinggi budi pekerti,
untuk       mendapatkan          pengajaran           memperkuat kepribadian, mempertebal
sebagaimana tercantum dalam Batang                    semangat kebangsaan seta cinta tanah air
Tubuh UUD 1945 Bab XIII pasal 31 ayat 1               agar dapat membangun dirinya sendiri
yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara                 serta bersama-sama bertanggung jawab
berhak mendapatkan pengajaran”. Untuk                 atas pembangunan bangsa dan negara”.
pelaksanaan     tersebut    diatas,   maka                 Untuk mencapai tujuan pendidikan
pemerintah berupaya serta mempunyai                   tersebut diatas, maka tugas guru juga perlu
tanggung jawab dalam pendidikan. Hal ini              menaruh perhatian terhadap hal-hal lain.
diperkuat dengan ayat berikutnya (pasal 31            Laporan tentang kemajuan murid di
ayat 2) yang berbunyi : “Pemerintah                   samping evaluasi belajar memecahkan
mengusahakan dan menyelenggarakan satu                masalah atau problem yang dihadapi murid
sistem pengajaran nasional yang diatur                dan lain-lainnya.
oleh Undang-undang”.                                       Di     dalam     memperbaiki       dan
     Dengan melihat pernyataan diatas,                mensukseskan proses belajar mengajar
maka pendidikan mencetuskan harapan,                  serta     memecahkan       masalah      lain
karena harapan terletak pada pendidikan,              sebagaimana tersebut, banyak dipengaruhi




                                                 30
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




oleh pelaksanaan supervisi Kepala Sekolah             Penentuan Sampel
terhadap guru dan lingkungan sekolahnya.                   Pengambilan sampel ini didasari
                                                      pendapat Arikunto (1998:120-121) “Untuk
                                                      sekedar    ancer-ancer     maka    apabila
METODE PENELITIAN                                     subjeknya kurang dari 100, lebih baik
                                                      diambil semua sehingga penelitiannya
Jenis Penelitian                                      merupakan         penelitian      populasi.
    Penelitian ini menggunakan metode                 Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar
penelitian explanatory survey. Pendekatan             dapat diambil antara 10-15% atau lebih
explanatory survey ini, sebagaimana                   tergantung setidak-tidaknya dari : a)
simpulan Cooper dan Pamela (2003:13),                 kemampuan peneliti dari waktu, tenaga
Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi                  dan dana, b) Sempit luasnya wilayah
(1995:3) terbukti mampu dengan baik                   pengamatan dari setiap subyek, karena hal
menjelaskan hubungan antar aspek yang                 ini menyangkut banyak sedikitnya data, c)
diamati       dan        bukan      hanya             Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh
sekedar descriptive, sedangkan bentuk                 peneliti. Untuk penelitian yang risikonya
penelitian verifikatif menurut Moh. Nazir             besar, tentu saja jika sampel besar,
(1988:63) digunakan untuk menguji                     hasilnya akan lebih baik.”
hipotesis yang menggunakan perhitungan-                    Sugiyono (2009:124) menyatakan
perhitungan statistik.                                jumlah sampel tergantung dari tingkat
                                                      ketelitian    atau      kesalahan    yang
Deskripsi Populasi dan Penentuan                      dikehendaki, misalnya tingat kesalahan
Sampel                                                1%, 5%, 10% atau lainnya. Makin besar
Deskripsi Populasi                                    tingkat kesalahan makin kecil sampel.
     Arikunto (2002) menyatakan bahwa                 Rumus untuk menghitung ukuran sampel
populasi adalah obyek yang akan diteliti              dari populasi yang diketahui jumlahnya
hasilnya, dianalisis, disimpulkan dan                 adalah :
kesimpulan itu berlaku untuk seluruh
                                                                    s =
populasi itu. Sudjana (1996) menjelaskan
                                                        2
popupasi adalah totalitas semua nilai yang               dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%,
                                                      10%
mungkin,       hasil    menghitung     atau
                                                      P = Q = 0,5  d = 0,05 s = jumlah sampel
pengukuran, kuantitatif, atau kualitatif
                                                           Namun dari rumus tersebut telah
mengenai karateristik tertentu dari semua
                                                      dihitung untuk populasi-populasi dengan
anggota kumpulan yang lengkap dan jenis
                                                      jumlah tertentu mulai 10 hingga 1.000.000
yang ingin dipelajari sifat-sifatnya.
                                                      oleh Sugiono (2009:126) sebagaimana
     Penelitian ini dilakukan dengan
                                                      tabel terlampir. Untuk jumlah populasi 18
mengambil populasi seluruh guru di SDN
                                                      orang dengan taraf signifikan 0,05
Ngagelrejo II Wonokromo Surabaya
                                                      diperoleh sampel sebanyak 18 orang. Oleh
berjumlah 18 orang.
                                                      karena itu dalam penelitian ini Dari 19
                                                      orang ini dipilih dengan teknik total



                                                 31
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




sampling yaitu mengambil seluruh guru                       ketentuan, peraturan dan norma yang
menjadi responden.                                          berlaku dalam menunaikan tugas dan
                                                            tanggung jawab. Disiplin guru tersebut
Variabel Penelitian                                         diukur dengan indikator-indikator
     Dalam penelitian yang dilakukan ini,                   sebagai berikut :
variabel yang digunakan terdiri dari satu                   a. Kehadiran di sekolah
variabel bebas yaitu disiplin guru dan satu                 b. Ketepatan waktu mengajar
variabel terikat yaitu prestasi belajar.                    c. Persiapan mengajar yaitu silabus,
                                                                RPP
Definisi Operasional Variabel                               d. Kegiatan belajar mengajar antara
     Agar tujuan penelitian dapat tercapai                      lain alat peraga, buku penunjang,
maka variabel harus didefinisikan dengan                        buku absen siswa, daftar nilai, dan
jelas    dan     menyebutkan      indikator-                    lain-lain.
dindikatornya, cara pengukurannya, dan
skala atau kategori penilaian yang                     Teknik Pengumpulan Data
digunakan. Berikut ini adalah definisi                         Adapun proses pengumpulan data
operasional masing-masing variabel.                    dalam penelitian ini dilakukan dengan
1. Variabel        bebas     (X)      yakni            prosedur sebagai berikut :
    pelaksanaan supervisi kepala sekolah               1. Survey Pendahuluan
    adalah suatu usaha untuk mewujudkan                        Dalam kegiatan ini, penelitian
    kemajuan sekolah yang bersifat teratur                 dilakukan dengan mengumpulkan data-
    dan kontinyu dengan jalan membina,                     data intern perusahaan di antaranya
    memperbaiki,             meningkatkan                  adalah profil SDN Ngagelrejo II
    kedisiplinan guru dalam pelaksanaan                    Wonokromo Surabaya.
    proses     belajar   mengajar     untuk            2. Dokumentasi
    mempertinggi mutu pendidikan yang                          Teknik      dokumentasi       adalah
    diberikan kepada siswa. Pelaksanaan                    mencari data mengenai hal-hal atau
    supervisi kepala sekolah diukur dengan                 variabel yang berupa catatan, transkrip,
    indikator-indikator sebagai berikut :                  buku, surat kabar, majalah, prasasti,
    a. Prinsip konstruktif                                 notulen rapat, legger, agenda dan
    b. Prinsip kreatifitas                                 sebagainya (Suharsimi, 2002 : 236).
    c. Prinsip kooperatif                                      Dalam penelitian ini teknik
    d. Prinsip demokrasi                                   dokumentasi        digunakan       untuk
    e. Prinsip kontinyuitas                                mencatat indikator disiplin guru.
    f. Prinsip ilmiah                                  3. Kuesioner
                                                               Dalam penelitian ini digunakan
2. Variabel terikat (Y) yakni disiplin                     kuesioner tertutup dengan skala Likert.
   guru adalah suatu sikap mental seoang                   Menurut       Arikunto       (1998:151)
   guru yang mengandung kesadaran dan                      kuesioner         tertutup        adalah
   kerelaan    untuk     mematuhisemua                     kuesioner yang      telah     disediakan




                                                  32
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




   jawabannya     sehingga      responden                                  Y = a + bX
   tinggal memilih jawaban pada kolom                       Y =    Disiplin guru
   yang sudah disediakan dengan                             X =    Pelaksanaan supervisi kepala
   memberi tanda cross (x). Dalam                                  sekolah
   penelitian ini kuesioner digunakan                       a =    Nilai konstanta
   untuk     megambil     data     tentang                  b =    Nilai arah sebagai penentu
   pelaksanaan supervisi kepala sekolah.                           ramalan       (prediksi) yang
                                                                   menunjukkan nilai peningkatan
Teknik Analisis Data                                               (+) atau nilai penurunan (–)
        Data    yang telah        terkumpul                        variabel Y.
kemudian dilakukan analisis dengan urutan
analisa sebagai berikut :                                   Dalam penelitian ini perhitungan
1. Coding, adalah memberi kode pada                         regresi dilakukan dengan bantuan
   lembar check list sesuai dengan                          program SPSS for Windows.
   kategori yang telah ditentukan.                          Langkah menguji hipotesis :
2. Tabulating,       Tabulating       adalah                a. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk
   mentabulasi seluruh data hasil chek list                     kalimat :
   ke dalam tabel-tabel yang diperlukan                         Ha : Terdapat                pengaruh
   sehingga mudah dibaca.                                               pelaksanaan          supervisi
3. Skoring, Skoring adalah memberi skor                                 kepala sekolah terhadap
   dari kategori-kategori tersebut sesuai                               disiplin guru
   skor      yang      telah     ditentukan.                    Ho : Tidak terdapat pengaruh
   Pelaksanaan supervisi kepala sekolah                                 pelaksanaan          supervisi
   dan disiplin guru diberi skor tinggi,                                kepala sekolah terhadap
   sedang dan rendah. Skor tinggi jika                                  disiplin guru
   penjumlahan dari hasil penilaian                         b. Kaidah pengujian signifikansi :
   mencapai >75%, skor sedang jika                              Jika Fhitung ≥ Ftabel maka         Ha
   penjumlahan dari hasil penilaian                             diterima dan Ho ditolak artinya
   mencapai 56-75%, dan rendah jika                             terdapat pengaruh pelaksanaan
   penjumlahan dari hasil penilaian                             supervisi kepala sekolah terhadap
   <56%.                                                        disiplin guru.
4. Uji Hipotesis                                                Jika Fhitung < Ftabel maka         Ha
   Uji     hipotesis      berfungsi    untuk                    ditolak dan Ho diterima artinya
   menjawab hipotesa yang telah diajukan                        tidak         terdapat       pengaruh
   sebelumnya. Uji ini sekaligus juga                           pelaksanaan        supervisi   kepala
   menjawab rumusan masalah yang telah                          sekolah terhadap disiplin guru.
   ditulis pada Bab I. Uji yang digunakan
   dalam penelitian ini adalah uji Regresi
   Sederhana dengan rumus persamaan
   regresi sederhana :




                                                  33
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




HASIL PENELITIAN                                                                 terlampir. Hasil pengujian validitas
                                                                                 terhadap variabel pelaksanaan supervisi
                 Tabel 1                                                         kepala sekolah dapat dilihat sebagai
   Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah                                          berikut :
                    Pelaksanaan Supervisi Kepsek

                                                              Cumulative            Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel
                  Frequency      Percent      Valid Percent    Percent
 Valid   Kurang           3          16,7              16,7          16,7          Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah
         Cuku            13          72,2              72,2          88,9
         Baik             2          11,1              11,1         100,0                   Corrected item
         Total           18         100,0             100,0
                                                                                  Pernya-
                                                                                                total        Keterangan
                                                                                   taan
    Tabel 1 menunjukkan dari 18 guru                                                         correlation
sebagai responden dalam menanggapi                                                   1          0,720          Valid
pelaksanaan supervisi kepala sekolah                                                 2          0,692          Valid
72,2%    menyatakan   cukup,   16,7%                                                 3          0,623          Valid
                                                                                     4          0,668          Valid
menyatakan kurang, dan 11,1% masing
                                                                                     5          0,612          Valid
menyatakan baik.
                                                                                     6          0,622          Valid
                                                                                 Sumber : Hasil Olah Data SPSS
Tabel 2 Disiplin Guru di SDN Ngagelrejo
                                                                                     Dari tabel di atas dapat diketahui
 II/397 Kec. Wonokromo Kota Surabaya
                                                                                 bahwa untuk item pernyataan variabel
                              Disiplin Guru
                                                                                 pelaksanaan supervisi kepala sekolah,
                                                              Cumulative
                  Frequency     Percent       Valid Percent    Percent           corrected item total correlation yang
 Valid   Cukup            3         16,7               16,7          16,7
         Baik            15         83,3               83,3         100,0        diperoleh untuk seluruh item pernyataan
         Total           18        100,0              100,0
                                                                                 adalah lebih besar dari 0,468 hal tersebut
Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa                                                berarti bahwa secara keseluruhan item
disiplin guru dalam melaksanakan                                                 pernyataan      mengenai       pelaksanaan
tugasnya sebagian besar (83,3%) baik, dan                                        supervisi kepala sekolah adalah valid.
16,7% cukup.
                                                                                 Hasil Uji Reliabilitas
Analisis Data                                                                        Suatu alat ukur dikatakan reliabel atau
Hasil Pengujian Validitas                                                        handal, jika alat itu dalam mengukur suatu
     Validitas menunjukkan sejauh mana                                           gejala pada waktu yang berbeda senantiasa
alat ukur yang digunakan mengukur apa                                            menunjukkan hasil yang relatif sama.
yang diinginkan dan mengungkap data dari                                         Untuk menguji reliabilitas suatu instrument
variabel yang diteliti secara tepat.                                             dapat digunakan uji statistic Cronbach
Instrument valid berarti alat ukur yang                                          Alpha (α), dimana suatu alat ukur
digunakan untuk mendapat data itu valid.                                         dikatakan reliabel jika nilai Cronbach
Dalam uji validitas ini suatu butir                                              Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil
pernyataan dikatakan valid jika corrected                                        pengujian reliabilitas terhadap variabel
item total correlation lebih besar dari                                          pelaksanaan supervisi kepala sekolah
0,468 (untuk jumlah responden 18 orang df                                        diperoleh alpha sebesar 0,8773 lebih besar
= 16) sebagaimana tabel r produk momen



                                                                            34
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




dari 0,6 sehingga dapat diputuskan bahwa                                                     terdapat pengaruh pelaksanaan supervisi
item kuesioner telah reliabel.                                                               kepala sekolah terhadap disiplin guru.
                                                                                             Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung
Hasil Pengujian Regresi Linier                                                               = 0,026 jauh di bawah 0,05, yang
Sederhana                                                                                    menandakan pengaruh yang signifikan.
     Untuk mengetahui ada atau tidaknya                                                           Selain      adanya     pengaruh    yang
pergaruh antara variabel bebas pelaksanaan                                                   signifikan, pada uji korelasi juga terlihat
supervisi kepala sekolah (X) terhadap                                                        adanya korelasi positif antar kedua
variabel terikat yang dalam hal ini adalah                                                   variabel seperti tampak pada Gambar 4.2.
disiplin guru (Y), maka digunakan analisis                                                   Hasil Pearson Correlation sebesar 0,521
model regresi linier sederhana dengan                                                        lebih dari rtabel sebesar 0,468 (Sebagaimana
model persamaan sebagai berikut :                                                            r tabel Product Moment pada df = 16
                                                                                             terlampir).
                                 Y = α + bX1                                                                                         Correlations

Dimana :                                                                                                                                                                    Pelaksanaan
                                                                                                                                                                             Supervisi
  Y = Disiplin guru                                                                           Pearson Correlation          Disiplin Guru
                                                                                                                                                       Disiplin Guru
                                                                                                                                                                1,000
                                                                                                                                                                              Kepsek
                                                                                                                                                                                     ,521
  X = Pelaksanaan supervisi kepala                                                                                         Pelaksanaan
                                                                                                                           Supervisi Kepsek
                                                                                                                                                                  ,521              1,000

         sekolah                                                                              Sig. (1-tailed)              Disiplin Guru                              ,                 ,013
                                                                                                                           Pelaksanaan
                                                                                                                                                                  ,013                     ,
  b = koefisien regresi X                                                                                                  Supervisi Kepsek
                                                                                              N                            Disiplin Guru                            18                   18
                                                                                                                           Pelaksanaan
                                                                                                                                                                    18                   18
                                                                                                                           Supervisi Kepsek
   Output perhitungan dengan program
SPSS for Windows seperti terlihat dalam                                                                Gambar 4.2 Pearson Correlations
gambar berikut.
                                           ANOVAb                                                Besarnya pengaruh atau kontribusi
 Model
                           Sum of
                          Squares          df        Mean Square    F        Sig.
                                                                                             tingkat pendidikan terhadap perkembangan
 1       Regression           ,680               1           ,680    5,975      ,026a
         Residual            1,820              16           ,114                            perusahaan dapat dilihat pada gambar Uji t
         Total               2,500              17
   a. Predictors: (Constant), Pelaksanaan Supervisi Kepsek                                   berikut ini.
   b. Dependent Variable: Disiplin Guru
                                                                                                                                            Coefficientsa

                            Gambar 1 Uji F                                                                                         Unstandardized
                                                                                                                                     Coefficients
                                                                                                                                                            Standardized
                                                                                                                                                            Coefficients
                                                                                               Model                               B         Std. Error         Beta           t              Sig.
                                                                                               1        (Constant)                  2,112          ,305                         6,915            ,000

     Gambar 4.3 di atas menunjukkan hasil                                                               Pelaksanaan
                                                                                                        Supervisi Kepsek
                                                                                                                                     ,371          ,152              ,521      2,444             ,026

uji F dengan program SPSS for Windows,                                                            a. Dependent Variable: Disiplin Guru


dengan Fhitung sebesar 5,975. Angka ini                                                                            Gambar 4.3 Uji t
selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel df =
16 sebagaimana Tabel F pada lampiran                                                               Sebagaimana Uji F di atas yang
(Critical Values for the F Distribution                                                      menunjukkan adanya pengaruh, Uji t juga
α=0,05). Tabel F dengan df = 16 dan n =1                                                     seperti pada Gambar 4.3 memperlihatkan
diperoleh Ftabel = 4,49. Sehingga Fhitung =                                                  thitung sebesar 2,444 > ttabel sebesar 2,120
5,975 > Ftabel = 4,49.                                                                       (sebagaimana Critical Value for the t
     Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha                                                    Distribution terlampir) artinya terdapat
diterima dan Ho ditolak yang berarti



                                                                                        35
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




pengaruh pelaksanaan supervisi kepala                  ini menunjukkan betapa pentingnya
sekolah terhadap disiplin guru.                        pelaksanaan supervisi kepala sekolah.
     Untuk       menunjukkan       besarnya                 Dalam kaitan pentingnya pelaksanaan
pengaruh atau kontribusi pelaksanaan                   supervisi kepala sekolah terhadap disiplin
supervisi kepala sekolah terhadap disiplin             guru, Soewadji (1980:33) menyatakan
guru dapat dilihat koefisien regresi                   supervisi       merupakan        rangsangan,
(unstandarized coefficients Beta) pada                 bimbingan atau bantuan yang diberikan
gambar 4.2 sebesar 0,589. Selanjutnya                  kepada guru-guru agar kemampuan
sesuai dengan rumus regresi sederhana                  profesionalnya      semakin       bertambah,
dapat dimasukkan angka-angka tersebut                  sehingga situasi belajar mengajar lebih
sebagai berikut :                                      efektif    dan     efisien.     Kemampuan
        Y     = a + bX                                 profesional tidak lepas dari disiplin guru,
              = 2,112 + 0,371                          dikatakan profesional berarti seorang guru
     Selanjutnya berdasarkan persamaan di              juga bisa melaksanakan disiplin dengan
atas deskripsi pengaruh pelaksanaan                    baik.
supervisi kepala sekolah terhadap disiplin                  Baharudun Harahap menjelaskan
guru        berdasarkan       unstandarized            masalah supervisi dalam administrasi
coeffisients beta adalah sebagai berikut:              pendidikan adalah pembinaan administrasi
1) Konstanta sebesar 2,112 menyatakan                  atau    kepegawaian,       yaitu     masalah
    bahwa jika variabel pelaksanaan                    pengaturan, penyusunan dan penyimpanan
    supervisi kepala sekolah dianggap                  data sebagai dasar dukungan keputusan
    konstan (tidak ada upaya supervisi),               mutasi yang menyangkut kepentingan
    maka disiplin guru sebesar 2,112 point.            pegawai dalam kedudukan sebagai seorang
2) Koefisien regresi pelaksanaan supervisi             Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan yang
    kepala     sekolah     sebesar     0,371           dimaksud data di sini meliputi dokumen
    menyatakan bahwa setiap peningkatan                perorangan maupun data hasil olahan atau
    1 poin pelaksanaan supervisi kepala                laporan. Laporan yaitu kartu merah, Daftar
    sekolah akan meningkatkan disiplin                 Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3)
    guru sebesar 0,371 poin. Jika angka                dan selain itu untuk mengetehui bagaimana
    tersebut dikalikan 1000, deskripsinya              kenaikan pangkat para guru atau pegawai
    menjadi setiap ada upaya pelaksanaan               dan pembagian tugasnya.
    supervisi kepala sekolah sebesar 1000                   Apalagi jika pelaksanaan supervisi
    poin maka akan meningkatkan disiplin               kepala sekolah yang memenuhi prinsip-
    guru sebesar 371 point.                            prinsip yang telah ditentukan maka
                                                       semakin jelas hasilnya terhadap disiplin
     Hasil uji regresi linier sederhana                guru. Prinsip konstruktif misalnya, bahwa
menunjukkan        adanya      pengaruh                pelaksanaan bersifat membangun yaitu
pelaksanaan supervisi kepala sekolah                   harus tampak perbedaan antara sebelum
terhadap disiplin guru. Adanya pengaruh                diadakan supervisi dengan sesudah
                                                       supervisi yaitu makin majunya dalam suatu




                                                  36
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




hal pengetahuan, sikap atau nilai dan                  teratur, tidak hanya karena akan ada
ketrampilan, profesi. Maka maksudnya,                  inspeksi atasan, sehingga para guru sudah
supervisor       hendaknya         menyadari           terbiasa bekerja dengan teratur disertai
sepenuhnya bahwa setiap guru pasti                     dengan rasa disiplin dan tanggung jawab.
mempunyai kelebihan dan kekurangan.                         Prinsip ilmiah menurut Made Pidharta
     Prinsip kreativitas juga tidak kalah              (1986:39) bahwa supervisi dilaksanakan
penting, Dolok Saribu dan Berlian T.                   hendaknya dengan sistematika, objektif
Simbolon (1984:236) mengemukakan                       dan berdasarkan data atau informasi.
bahwa supervisi hendaknya mendorong                    Dalam hal ini tugas supervisi diharuskan
guru untuk berinisiatif, melalui supervisi             pada pembinaan guru-guru. Supervisi
hendaknya guru dapat memperoleh                        berpegang pada tujuan sekolah, koordinasi
pengetahuan, juga berkreasi atau mencipta              merode belajar dan kualifikasi dengan
dengan sikap atau nilai dan ketrampilan                segala aktifitasnya yang sudah ditentukan
guru atas inisiatif sendiri tidak bergantung           secara jelas.
kepada        kepala       sekolah       atau
pemimpinannya.                                         SARAN
     Sedangkan prinsip kooperatif, juga
telah dikembangkan oleh kepala sekolah                 1. Pelaksanaan supervisi kepala sekolah
yang dilaksanakan atas kerja sama antara                  seyogyanya     dilaksanakan   sebaik-
kepala sekolah dan guru, sehingga terjalin                baiknya sehingga lebih meningkatkan
kehamonisan kerja yang baik, saling                       disiplin guru.
mengisi dan menyadari kekurangan                       2. Guru hendaknya ikut mensukseskan
masing-masing. Supervisor tidak dianggap                  pelaksanaan supervisi kepala sekolah
momok yang menakut-nakuti, namun di                       agar kegiatan proses belajar mengajar
sini sebagai pemimpin mereka yang harus                   lebih meningkat dan bermutu.
bias membantu kelancaran tugas para guru.              3. Bagi pihak-pihak terkait khususnya
     Prinsip demokrasi dilaksanakan oleh                  pemerintah hendaknya memperhatikan
kepala sekolah tidak hanya atas                           pelaksanaan supervisi kepala sekolah
kemampuannya, tetapi juga ternyata perlu                  dan membantu memberikan instrumen
mempertimbangkan          kemauan/pendapat                yang valid dan handal.
para guru. Kepala Sekolah sebagai
supervisor menghargai kepribadian guru,
dalam pembicaraan bersama ia harus                                 DAFTAR PUSTAKA
memberi kesempatan kepada guru untuk
mengeluarkan         pendapatnya       dalam           Ametembun,    Drs.M.A,    “Supervisi
mengambil keputusan. Keputusan yang                         Pendidikan”,   Penerbit   IKIP
diambil      hendaknya       dengan     jalan               Bandung, 1975
musyawarah.
                                                       Ametembun,   Drs.M.A,    “Manajemen
     Prinsip           kontinyuitas     yaitu
                                                            Kelas”, Terbitan Ketiga Penerbit
melaksanakan        terus-menerus      secara
                                                            IKIP Bandung, 1981



                                                  37
e-Jurnal Pendidikan, JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN




Ghozali,   Imam.    Aplikasi Analisis                S. Nasution, Prof.Dr.M.A “Didaktik dan
      Multivariate dengan Program                          Azas-Azas Kurikulum”, Penerbit
      SPSS. Badan Penerbit Undip,                          Jemara Bandung 1989
      Semarang. 2002.
                                                     Westy Sumanto, Drs dan Hendyat Sutopo
Hendyat Sutopo, Dr., “Ikhtiar Teknik                       “Kepemimpinan       Pendidikan”,
      Penilaian Pendidikan”, Penerbit                      Peberbit Usaha Nasional Surabaya
      IKIP Bandung, 1984                                   1982

Ismed Syarif, Drs dan Nawas Riza, Drs.,              Subari,     Drs “Supervisi Pendidikan”,
      “Administrasi Pendidikan Dasar”,                         Dalam Rangka Perbaikan Situasi
      Penerbit Departemen Pendidikan                           Mengajar Penerbit Bumi Aksara
      dan Kebudayaan, 1976                                     Jakarta 1994

M.    Ngalim    Purwanto,    Drs.M.P.,               Departeman Pendidikan dan Kebudayaan
      “Pyskologi Pendidikan”, Penerbit                      “Buku II Petunjuk Administrasi
      PT. Rosda Karya Bandung 1990                          Sekolah Dasar”, tahun 1989

M.    Dimyati   Mahmud,     “Psykologi               Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
      Pendidikan”, Suatu Pendekatan                         Wilayah Jawa Timur “Media
      Terapan Edisi I Fakultas Ilmu                         Pendidikan”, Nomor 3 Edisi Mei
      Pendidikan IKIP Yogyakarta                            1991

Sutrisno   Hadi,   Prof.  Dr.   M.A.,                Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan
       “Metodologi Reseach”, Jilid II                     dan     Pengembangan       Bahasa
       Penerbit FKP IKIP Yogyakarta                       Indonesia “Kamur Besar Bahasa
       1967                                               Indonesia”, Penerbit Balai Pustaka
                                                          1989
Suhertin, Drs. Dan Nata Her, Drs
       “Supervisi Pendidikan”, Dalam                 TAP MPR No. II/MPR/1993 “Garis-Garis
       Rangka     Program      Insenvice                  Besar Haluan” Negara 1993-1998,
       Education, Penerbit IKIP Malang                    Penerbit Bina Pustaka Surabaya
       1971                                               1989.




                                                38

E jurnal pendidian

  • 1.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ISSN 20894554 “JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN” Diterbitkan Oleh : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik Gresik e-Jurnal Volume Nomor Halaman Desember Pendidikan 1 1 1 1-59 2011
  • 2.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN JENDELA PENDIDIKAN JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Pelindung Rektor Universitas Gresik Penasehat Dekan FKIP Pimpinan Redaksi Dra. Eka Srirahayu Ar, M.Pd Dewan Redaksi Prof. Dr. H. Sukiyat, SH, M.Si Dr. Soesetijo, M.Pd Dra. Hj. Siti Bariroh, M.Pd Drs. Syaiful Khafid, M.Pd Redaktur Pelaksana Dra. Adrijanti, M.Pd Drs. Agus Tri Sulaksono, M.Pd Etiyasningsih, S.Pd.,M.Pd Sri Sundari, S.Pd., M.Pd Sekretariat Penerbit Ahmad Faizin, SS Alamat Penerbit / Redaksi Kampus Universitas Gresik Jl. Arif Rahman Hakim No. 2B Gresik Telp/Fax (031) 3978628 Terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember, bersisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan 2i
  • 3.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah, sehingga Jurnal Jendela Pendidikan bisa hadir di kalangan pendidikan. Jurnal Jendela Pendidikan berisi tentang sejumlah artikel penelitian baik artikel bersifat empiris atau laporan penelitian maupun artikel yang bersifat kajian teori atau artikel konseptual. Penulis artikel berasal dari kalangan akademisi atau dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Gresik yang akan dipublish pada para pemangku pendidikan dan masyarakat luas khususnya para pemerhati pendidikan. Hal ini sesuai dengan misi utama keberadaan e-Jjurnal Pendidikan sebagai media komunikasi dan informasi yang bersifat ilmiah. Kami berharap partisipasi berbagai kalangan baik akademisi, praktisi, maupun birokrasi untuk menulis dalam jurnal ini, sehingga berbagai temuan, pemikiran dan ide serta gagasan dapat terkomunikasi dalam jurnal ini semoga terbitan pertama Jurnal Jendela Pendidikan bermanfaat bagi kita semua. Gresik, Desember 2011 Penulis Terbit dua kali setahun pada bulan Juli dan Desember, bersisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan kajian analitis-kritis di bidang administrasi pendidikan ii 3
  • 4.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ISSN 20894554 “JURNAL ILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN” DAFTAR ISI PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD TUNAS BANGSA KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA 1-9 Etiyasningsih IKLIM KERJA LEMBAGA DI PONDOK PESANTREN AL- FUTUHIYAH GENDONGKULON-BABAT LAMONGAN 10 - 19 Sri Sundari PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN BANJARSARI CERME GRESIK 20 - 28 Etiyasningsih PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DALAM PELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN NGAGELREJO II/397 KECAMATAN WONOKROMO KOTA SURABAYA 29 - 38 Sri Sundari Gresik e-Jurnal Volume Nomor Halaman Desember Pendidikan 1 1 1-38 4 2011
  • 5.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENGARUH BIMBINGAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA DI SD TUNAS BANGSA KECAMATAN WONOKROMO SURABAYA Etiyasningsih*) Abstrak, Bahasa Indonesia dipakai di sekolah dari tingkat paling rendah sampai perguruan tinggi, dipakai juga dalam acara resmi pada pemerintahan termasuk kehakiman pengadilan, serta di segala bentuk komunikasi tingkat nasional. Dari segi ilmiah dapat dijadikan kunci untuk membuka pintu untuk mempelajari ilmu-ilmu yang lainnya, dengan pertimbangan tersebut maka yang perlu diperjatikan adalah bimbingan orang tua dalam menunjang prestasi anak di sekolah. Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua, guru dan masyarakat. Namun berperan serta orang tua dan masyarakat dalam menunjang prestasi belajar anaknya belum tampak menggembirakan, apabila status pendidikan orang tuanya atau masyarakat pada umumnya masih rendah, maka semata-mata pendidikan anaknya diserahkan kepada guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian dilakukan di SD Tunas Bangsa Kecamatan Wonokromo Surabaya. Populasi sebanyak 34 anak dan orang tua. Sampel diambil dengan teknik total sampling diperoleh 34 responden anak dan orang tua siswa. Pengumpulan data dengan dokumentasi dan kuesioner, selanjutnya dilakukan uji regresi sederhana untuk mengetahui pengaruh bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 16,995 > Ftabel = 4,17. Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan bimbingan orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,000 jauh di bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan orang tua lebih banyak memberikan bimbingan kepada anaknya terutama dalam belajar bahasa Indonesia, bimbingan di keluarga hendaknya mencakup bantuan belajar, pengawasan, pengaturan waktu belajar dan keteladanan yang ditunjukkan secara rutin, dan orang tua wali murid selalu mengawasi cara belajar anaknya dan selalu berkonsultasi dengan guru atau orang lain. Pihak sekolah diharapkan dapat sering mengadakan hubungan dan konsultasi mengenai perkembangan belajar anak dan juga memecahkan kesulitan yang timbul dalam bimbingan belajar anak dengan wali murid atau orang tua siswa Kata Kunci : Bimbingan Orang Tua terhadap Prestasi Belajar Siswa PENDAHULUAN merupakan tanggung jawab keluarga, Pendidikan yang berlangsung seumur masyarakat dan pemerintah. Banyak orang hidup dan dilaksanakan sedini mungkin tua berpendapat bahwa tugas 1
  • 6.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN mencerdaskan anak adalah tugas guru dan Dalam mendidik seseorang anak tidak institusi pendidikan, sementara mereka akan berhasil tanpa ada kerjasama yang selaku orang tua asyik dengan profesinya baik antara orang tua yang mendidik di sendiri, implikasi dari pendapat semacam rumah, dengan guru yang mendidik di ini adalah memunculkan ketidakpedulian sekolah. Demikian juga dengan lingkungan orang tua terhadap spiritual, intelektual dan di sekitarnya juga menunjang. Antara moral anaknya sendiri. Masih banyak di orang tua, guru dan lingkungan dalam antara orang tua yang lalai akan tugasnya menangani anak harus ada kerjasama yang dalam membantu perkembangan dan baik sehingga merupakan tri tunggal yang pemahaman diri putra putrinya, mereka tidak dapat dipisahkan. Sehubungan menyibukkan dirinya dengan urusan dengan hal tersebut, jika ditinjau ari segi masing-masing. waktu belajar antara pendidikan sekolah Bagi orang tua yang taraf ekonominya dan ada dirumah, maka waktu belajar kuat, waktunya banyak digunakan untuk tersebut lebih banyak dirumah. Oleh sebab acara-acara yang dianggap sesuai dengan itu sebagai orang tua harus benar-benar martabat sosialnya, sementara bagi orang dapat membantu dan mengarahkan putra tua yang taraf ekonominya lemah, putrinya, memahami lebih jauh dan waktunya banyak digunakan kegiatan mendalam tentang pola dan upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. mencerdaskan. Orang tua harus mengerti Sehingga dengan keadaan ini timbulah tentang dasar-dasar pendidikan, psikologi berbagai kesulitan yang dihadapi oleh anak perkembangan, proses belajar mengajar terutama kesulitan alam belajar yang dan pengetahuan lain guna mencapai mengakibatkan prestasi belajar mereka tujuan yang sesuai dengan harapan dan semakin menurun. cita-citanya. Ketika anaknya gagal memenuhi Negara Indonesia merupakan Negara harapannya, pihak pertama yang dituding yang sedang berkembang, dan sedang adalah guru dan institusi pendidikan, kalau getol-getolnya membangun, seiring dengan kita renungkan anggapan orang tua bahwa pembangunan itu, maka di segala bidang pencapaian itu hanyalah tergantung pada harus dikembangkan pemerintah. Di dalam lembaga sekolah, pendapat seperti ini persiapan pembangunan yang siap dipakai kurang tepat, dan akan merugikan diri perlu sumber daya manusia yang handal, sendiri. Bagaimanapun guru, sekolah, dan maka pemerintah menggalakkan institusi pendidikan yang lainnya hanyalah pembangunan di bidang pendidikan. pihak yang membantu mencerdaskan Maka tidaklah mengherankan apabila peserta didik. Sedangkan keberhasilan pemerintah selalu berusaha dengan getol dalam suatu pendidikan itu ditentukan oleh untuk meningkatkan pendidikan baik tiga komponen, yaitu orang tua (keluarga), secara kuantitatif maupun kualitatif, guna guru (pemerintah), dan masyarakat mempercepat tercapainya tujuan (lingkungan). pendidikan yang telah ditetapkan. Untuk itu di dalam merealisir tujuan pendidikan 2
  • 7.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN itu, maka diseluruh jalur, jenis dan jenjang baik dan benar. Dalam hal ini termuat pandidikan baik dengan jalur formal dalam dokumen resmi Negara, seperti : maupun non formal berkewajiban untuk Sumpah Pemuda dan dalam Undang- segera mendukung dan mewujudkannya. undang Dasar 1945, Bab XV pasal 36 : Bahkan dilingkungan keluargapun di Bahasa Negara adalah bahasa Indonesia. harapkan peran serta aktifnya, karena suatu Bahasa Indonesia dipakai di sekolah program akan berhasil dengan baik apabila dari tingkat paling rendah sampai aktifitas di dukung oleh semua pihak. perguruan tinggi, dipakai juga dalam acara Di dalam Undang-undang pendidikan resmi pada pemerintahan termasuk Nomor 2 tahun 1989, disebutkan bahwa kehakiman pengadilan, serta di segala tujuan pendidikan di Indonesia adalah bentuk komunikasi tingkat nasional. Dari sebagai berikut : “Pendidikan nasional segi ilmiah dapat dijadikan kunci untuk bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa membuka pintu untuk mempelajari ilmu- dan mengembangkan manusia yang ilmu yang lainnya, dengan pertimbangan beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang tersebut maka yang perlu diperjatikan Maha Esa dan berbudi pekerti yang luhur, adalah bimbingan orang tua dalam memiliki pengetahuan dan ketrampilan, menunjang prestasi anak disekolah. kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian Pendidikan merupakan tanggung jawab yang mantap dan mandiri serta rasa bersama antara orang tua, guru dan tanggung jawab kemasyarakatan dan masyarakat. Namun berperan serta orang kebangsaan”. Pendidikan Nasional harus tua dan masyarakat dalam menunjang juga menumbuhkan jiwa patriotic dan prestasi belajar anaknya belum tampak mempertebal rasa cinta tanah air, menggembirakan, apabila status meningkatkan semangat kebangsaan dan pendidikan orang tuanya atau masyarakat kesetiakawanan social serta kesadaran pada umumnya masih rendah, maka pendidikan sejarah perjuangan bangsa dan semata-mata pendidikan anaknya sikap menghargai jasa para pahlawan serta diserahkan kepada guru di sekolah. berorientasi ke masa depan. Iklim belajar Kesadaran bahwa tugas utama mengajar yang dapat menumbuhkan rasa memberi bimbingan anak adalah tugas percaya diri dan budaya belajar di orang tua, maka akan memberikan lingkungan masyarakat, terus juga di pengaruh positif dalam pembentukan kembangkan agar tumbuh sikap dan tanggung jawab dan mendorong motivasi perilaku yang kreatif, dan berkeinginan belajar, mempermudah proses belajar pada untuk maju. anak dan pengkoordinasian lingkungan Dan sebagai bangsa Indonesia harus keluarga untuk mewujudkan anak-anak berkomunikasi di antara suku satu dengan cerdas dan berprestasi terutama pada suku yang lainnya dengan baik, agar tetap bidang studi bahasa Indonesia. Pemikiran terpelihara rasa persatuan dan kesatuan inilah yang menjadikan penulis bangsa. Berkomunikasi antara suku kita mengangkat judul skripsi ini dengan harus menggunakan bahasa Indonesia yang harapan dapat mengetahui pengaruh 3
  • 8.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN bimbingan orang tua terhadap prestasi X = Bimbingan Orang Tua belajar siswa pada Bidang Studi Bahasa a = Nilai konstanta Indonesia di SD Tunas Bangsa Kecamatan b = Nilai arah sebagai penentu ramalan Wonokromo Surabaya. (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan (+) atau nilai penurunan METODE PENELITIAN (–) variabel Y. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil populasi seluruh siswa kelas HASIL PENELITIAN IV SD Tunas Bangsa Kecamatan Wonokromo Surabaya. Sampel diambil Hasil Pengujian Validitas dengan teknik total sampling diperoleh Validitas menunjukkan sejauh responden sebanyak 34 siswa. mana alat ukur yang digunakan mengukur Variabel bebas (X) dalam penelitian apa yang diinginkan dan mengungkap data ini yakni bimbingan orang tua, yang dari variabel yang diteliti secara tepat. dimaksud bimbingan orang tua adalah Instrument valid berarti alat ukur yang suatu proses pemberi bentuan secara terus digunakan untuk mendapat data itu valid. menerus dan sistematik dari pembimbing Dalam uji validitas ini suatu butir kepada peserta bimbingan agar tercapai pernyataan dikatakan valid jika corrected pemahaman dari penerima diri, pengarahan item total correlation lebih besar dari diri dan perwujudan diri dalam mencapai 0,339 (untuk jumlah responden 34 orang) tingkat perkembangan yang optimal sebagaimana tabel r produk momen sehingga dapat menyesuaikan diri dengan terlampir. Hasil pengujian validitas lingkungan dan memperoleh kebahagian terhadap variabel bimbingan orang tua (X) hidup. Variabel prestasi belajar Bahasa dan Prestasi Belajar Siswa (Y) dapat Indonesia (Y) yaitu suatu suatu hasil yang dilihat sebagai berikut : teah dicapai setelah kegiatan belajar Tabel 1 Hasil Uji Validitas Variabel mengajar Bahasa Indonesia. Dalam Prestasi Belajar Siswa (X) penelitian ini, indikator yang digunakan Pernya- Corrected item Ket adalah nilai ulangan mata pelajaran Bahasa taan total correlation Indonesia. 1 0,843 Valid Data yang telah terkumpul kemudian 2 0,372 Valid dilakukan analisis. Uji hipotesis dilakukan 3 0,638 Valid untuk menjawab hipotesa yang telah 4 0,601 Valid diajukan sebelumnya. Uji yang digunakan 5 0,540 Valid dalam penelitian ini adalah uji Regresi 6 0,541 Valid Sederhana dengan rumus persamaan 7 0,767 Valid regresi sederhana : 8 0,476 Valid Y = a + bX 9 0,642 Valid Y = Prestasi Belajar Bahasa Indonesia 10 0,620 Valid 4
  • 9.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Pernya- Corrected item Uji Asumsi Klasik Ket taan total correlation Uji normalitas 11 0,686 Valid Dalam penelitian ini uji normalitas 12 0,355 Valid kriterianya adalah jika distribusi data 13 0,677 Valid adalah normal, maka garis yang 14 0,793 Valid menggambarkan data sesungguhnya akan 15 0,543 Valid mengikuti garis diagonalnya. 16 0,439 Valid Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual 17 0,354 Valid Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa 18 0,495 Valid 1,0 19 0,535 Valid ,8 20 0,651 Valid Sumber : Hasil Olah Data SPSS Expected Cum Prob Dari tabel di atas dapat diketahui ,5 bahwa untuk item pernyataan variabel ,3 bimbingan orang tua, corrected item total correlation yang diperoleh untuk seluruh 0,0 item pernyataan adalah lebih besar dari 0,0 ,3 ,5 ,8 1,0 0,339 (untuk jumlah responden 34 orang), Observed Cum Prob hal tersebut berarti bahwa secara keseluruhan item pernyataan mengenai Gambar 1 Grafik Normalitas Standar bimbingan orang tua adalah valid. Residual Regresi Hasil Uji Reliabilitas Sesuai kriterianya grafik normal plot Suatu alat ukur dikatakan reliabel di atas terlihat titik-titik menyebar di atau handal, jika alat itu dalam mengukur sekitar garis diagonalnya, serta suatu gejala pada waktu yang berbeda penyebarannya mengikuti arah garis senantiasa menunjukkan hasil yang relatif diagonal. Dengan demikian menunjukkan sama. Untuk menguji reliabilitas suatu bahwa model regresi layak dipakai karena instrument dapat digunakan uji statistic memenuhi asumsi normalitas. Cronbach Alpha (α), dimana suatu alat ukur dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Uji Heteroskedastisitas Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil Indikator uji ini adalah melihat grafik pengujian reliabilitas terhadap variabel Scatterplot, jika titik-titik menyebar secara bimbingan orang tua (X) diperoleh alpha acak serta tersebar di atas maupun di sebesar 0,7483 lebih besar dari 0,6 bawah angka 0 pada suhu Y, maka tidak sehingga dapat diputuskan bahwa item terjadi heteroskedastisitas. kuesioner telah reliabel. 5
  • 10.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN ANOVAb Scatterplot Sum of Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa Model Squares df Mean Square F Sig. 2,0 1 Regression 151,891 1 151,891 16,995 ,000a Residual 285,991 32 8,937 1,5 Total 437,882 33 1,0 a. Predictors: (Constant), Bimbingan Orang Tua b. Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa ,5 0,0 Gambar 3 Uji F -,5 -1,0 Gambar 3 di atas menunjukkan hasil -1,5 uji F dengan program SPSS for Windows, -2,0 -3 -2 -1 0 1 2 dengan Fhitung sebesar 16,995. Angka ini Regression Standardized Predicted Value selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel df = Gambar 2 Grafik Scatterplot 32 sebagaimana Tabel F pada lampiran (Critical Values for the F Distribution Dari grafik scatterplot di atas terlihat α=0,05). Tabel F dengan df = 32 dan n =1 titik menyebar secara acak dan tersebar di diperoleh Ftabel = 4,17. Sehingga Fhitung = atas maupun di bawah angka 0 pada suhu 16,995 > Ftabel = 4,17. Y, hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha terjadi heteroskedastisitas pada model diterima dan Ho ditolak yang berarti regresi sehingga model regresi layak terdapat pengaruh signifikan bimbingan dipakai untuk mengetahui pengaruh orang tua terhadap prestasi belajar siswa. bimbingan orang tua terhadap prestasi Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung belajar siswa. = 0,000 jauh di bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Hasil Pengujian Regresi Linier Selain adanya pengaruh yang Sederhana signifikan, pada uji korelasi juga terlihat Untuk mengetahui ada atau tidaknya adanya korelasi positif antar kedua pergaruh antara variabel bebas bimbingan variabel yang diperoleh Pearson orang tua terhadap variabel terikat yang Correlation sebesar 0,589 lebih dari rtabel dalam hal ini adalah prestasi belajar siswa sebesar 0,339 (Sebagaimana r tabel (Y), maka digunakan analisis model agresi Product Moment pada df = 32 terlampir). Correlations linier sederhana dengan model persamaan Prestasi Bimbingan sebagai berikut : Pearson Correlation Prestasi Belajar Siswa Belajar Siswa 1,000 Orang Tua ,589 Y = α + bX1 Sig. (1-tailed) Bimbingan Orang Tua Prestasi Belajar Siswa ,589 , 1,000 ,000 Dimana : N Bimbingan Orang Tua Prestasi Belajar Siswa ,000 34 34 , Y = Prestasi Belajar Siswa Bimbingan Orang Tua 34 34 X = Bimbingan Orang Tua Gambar Pearson Correlations b3 = Koefisien regresi X Output perhitungan dengan program Besarnya pengaruh atau kontribusi SPSS for Windows seperti terlihat dalam tingkat pendidikan terhadap perkembangan gambar berikut. 6
  • 11.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN perusahaan dapat dilihat pada gambar Uji t orang tua akan meningkatkan prestasi berikut ini. belajar siswa sebesar 0,190 poin. Jika angka tersebut dikalikan 1000, Coefficientsa deskripsinya menjadi setiap ada upaya Unstandardized Standardized Model B Coefficients Std. Error Coefficients Beta t Sig. Zero-order Correlations Partial Part bimbingan orang tua sebesar 1000 poin 1 (Constant) 35,537 3,292 10,797 ,000 Bimbingan Orang Tua ,190 a. Dependent Variable: Prestasi Belajar Siswa ,046 ,589 4,123 ,000 ,589 ,589 ,589 maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa sebesar 190 point. Gambar 4 Uji t Sebagaimana Uji F di atas yang INTERPRETASI menunjukkan adanya pengaruh, Uji t juga Bimbingan orang tua sangat seperti pada Gambar 4.5 memperlihatkan berpengaruh terhadap prestasi belajar thitung sebesar 4,123 > ttabel sebesar 2,042 siswa. Memang bimbingan orang tu sangat (sebagaimana Critical Value for the t diperlukan oleh siswa mengingat belajar di Distribution terlampir) artinya terdapat sekolah tanpa diulang di rumah pengaruh bimbingan orang tua terhadap kemungkinan lupa atau kurang memahami. prestasi belajar siswa. Jika orang tua mau dan mampu Untuk menunjukkan besarnya membimbing anaknya maka anak akan pengaruh atau kontribusi tingkat lebih mengingat dan memahami pelajaran pendidikan terhadap perkembangan yang diberikan oleh guru di sekolah. perusahaan dapat dilihat koefisien regresi Secara umum hal ini sesuai dengan (standarized coefficients Beta) pada Ketut Sukardi bahwa bimbingan adalah gambar 4.2 sebesar 0,589. Selanjutnya suatu proses bantuan yang diberikan pada sesuai dengan rumus regresi sederhana seseorang agar mengembangkan potensi- dapat dimasukkan angka-angka tersebut potensi yang dimiliki, mengenali dirinya sebagai berikut : sendiri, mengatasi persoalan sehingga Y = a + bX mereka dapat menentukan sendiri jalan = 35,537 + 0,190 hidupnya, secara bertanggung jawab tanpa Selanjutnya berdasarkan persamaan di bergantung pada seseorang atau orang lain. atas deskripsi pengaruh bimbingan orang Selain itu bimbingan merupakan suatu tua terhadap prestasi belajar siswa proses pemberi bantuan yang terus berdasarkan unstandarized coeffisients menerus dan sistematis terhadap individu beta adalah sebagai berikut: dalam memecahkan masalah yang dihadapi 1) Konstanta sebesar 35,537 menyatakan agar tercapai kemampuan untuk bahwa jika variabel tingkat pendidikan memahami dirinya (self undertanding), dianggap konstan (tidak ada upaya kemampuan untuk menerima dirinya (self membimbing), maka prestasi belajar aceptaince), kemampuan untuk siswa sebesar 35,537 point. mencurahkan dirinya (self direction), 2) Koefisien regresi tingkat pendidikan sesuai dengan potensi atau kemampuan sebesar 0,190 menyatakan bahwa dalam mencapai penyesuaian diri dengan setiap peningkatan 1 poin bimbingan 7
  • 12.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN lingkungan, baik keluarga, sekolah adalah dapat mengetahui keadaan pribadi maupun masyarakat. Bantuan yang siswa untuk membantu kesulitan belajar diberikan orang-orang yang memiliki yang mungkin dihadapi. Tujuan bimbingan keahlian dan pengalaman khusus dalam belajar yang dimaksudkan adalah untuk bidang tertentu yaitu bidang pendidikan. memperoleh tingkat perkembangan belajar Bimbingan mencakup pertolongan yang optimal bagi setiap siswa sesuai yang diberikan seseorang dengan tujuan dengan kemampuannya agar dapat untuk menolong orang itu kemana ia ingin menyesuaikan diri terhadap atau harus pergi, apa yang ia inginkan lingkungannya. dilakukan dan bagaimana cara yang Selain itu bimbingan bertujuan sebaik-baiknya tersebut memecahkan untuk membantu siswa agar mencapai masalah yang timbul dalam kehidupan. perkembangan yang optimal yaitu siswa Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan dapat menemukan dirinya sendiri, mengenai bimbingan, yaitu: Bimbingan mengenal lingkungan, dan merencanakan ialah suatu proses pemberi bentuan secara masa depan sehingga dapat mewujudkan terus menerus dan sistematik dari dirinya sebagai pribadi yang mandiri dan pembimbing kepada peserta bimbingan bertanggung jawab, pelajar yang kreatif agar tercapai pemahaman dari penerima dan pekerja yang produktif. Drs. Bimo diri, pengarahan diri dan perwujudan diri Walgito menyatakan bahwa tujuan utama dalam mencapai tingkat perkembangan bimbingan belajar agar masing-masing yang optimal sehingga dapat siswa dapat mengembangkan kemampuan menyesuaikan diri dengan lingkungan dan yang ada pada mereka sehingga tercapai memperoleh kebahagian hidup (Totok prestasi yang optimal. Santoso, 1986:25). Dengan demikian jelaslah bahwa Pertolongan dalam bimbingan tujuan belajar adalah untuk mengenali menurut Slamet (1989:25) antara lain (1) kemampuan-kemampuan yang terendam Pertolongan di arahkan peningkatan dalam diri anak sehingga dapat diharapkan kemampuan dalam menghadapi hidup anak tersebut dapat mengembangkan bakat dengan segala persoalan, (2) Pertolongan atau kemampuan yang terpendam, jadi yang kontinyu yang diberikan atas dasar bimbingan belajar sangat penting untuk perencanaan dan pemikiran yang ilmiah, keberhasilan siswa. (3) Pertolongan yang proses pemecahan Tujuan bimbingan orang tua dari persoalan yang membutuhkan terhadap anaknya antara lain (1) Untuk aktivitas dan tanggung jawab bersama mengetahui keadaan pribadi anak yang antara yang menolong dan yang ditolong, dianggap mempunyai masalah, (2) Untuk (4) Pertolongan yang isi, bentuk dan memahami jenis atau sifat kesulitan belajar caranya disesuaikan kebutuhan tiap-tiap yang dihadapi, (3) Untuk mengetahui kasus. faktor penyebab kesulitan anak dalam Secara spesifik tujuan bimbingan pelajaran, (4) Untuk mengetahui baik oleh orang tua ataupun pihak tertentu secara kuratif (penyembuhan) maupun 8
  • 13.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN secara prefentif (pencegahan) kelemahan- Ngalim Purwanto MP, Drs. 1997. kelemahan belajar yang dihadapi oleh Psikologi Pendidikan. Remaja anak. Resdakarya Bandung. Suhartini Arikunto. 1981. Prosedur DAFTAR PUSTAKA Penelitian , Rineka Cipta Jakarta. Siti Rahaju Hadi Noto, 1982. Prinsip- Drs. Bimo Walgito. 1982. Bimbingan dan prinsip Bimbingan dan Penyuluhan. Penyuluhan Sekolah. Yayasan Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi penerbit Fakultas Psikologi UGM UGM Yogyakarta. Yogyakarta. Sutrisno Hadi, 1983. Metodologi Research Dep. Dik. Bud. 1984. Prosedur Penelitian. I dan II, Fakultas Psikologi UGM Rineka Cipta Jakarta. Yogyakarta. Dewa Ketut Sukerdi, Drs . 1983 . Undang-undang No. 2 tahun 1989 tentang Bimbingan dan Penyuluhan Belajar di Sistem Pendidikan Nasional. Sekolah. Penerbit Indonesia. Winamo Surahmad, Drs. Msc. 1976. GBHN, Ketetapan MPR RI No. Pengantar Penyelidikan Ilmiah. CV. 11/MPR/1008, Bima Pustaka Jenmars Bandung. Surabaya. Wjs. Poerwodarminto, 1961. Kamus I. Djumhur dan Moh. Surya. 1975 Bahasa Indonesia. Penerbit Balai Bimbingan dan Penyulahan di Sekolah Pustaka Jakarta. (Guiedence Counseling). Penerbit CV. Ilmu Bandung. 9
  • 14.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN IKLIM KERJA LEMBAGA DI PONDOK PESANTREN AL-FUTUHIYAH GENDONGKULON-BABAT LAMONGAN Sri Sundari *) Abstrak, Iklim kerja yang kondusif adalah suatu kondisi, keadaan atau suasana kerja yang dirasakan menyenangkan oleh setiap individu yang ada dalam lembaga sehingga orang-orang di dalamnya selalu terdorong untuk terlibat secara produktif guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Lembaga penyelenggara pendidikan salah satunya memiliki fungsi dalam usaha-usaha mengembangkan pendidikan dalam rangka ikut dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keadaan iklim kerja di Pondok Pesantren Al Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan fokus penelitian adalah iklim kerja di Pondok Pesantren Al Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan. Data dikumpulkan dengan kuesioner selanjutnya data ditampilkan dengan tabel dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iklim kerja organisasi yang meliputi, suasana kerja, orientasi nilai, citra diri, gaya kepemimpinan, daya dorong, daya tanggap, dan sistem ganjaran dirasakan nyaman, kondusif, penuh keakraban dan kekeluargaan, saling menghargai oleh pegawainya, dan terlaksananya kepemimpinan dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan pimpinan pesantren dapat mempertahankan dan meningkatkan iklim kerja yang ada khususnya suasana kerja, orientasi nilai, gaya kepemimpinan, daya dorong, daya tanggap, ganjaran dan meningkatkan citra diri orgaisasi di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan. Kata Kunci : Iklim Kerja PENDAHULUAN apabila setiap personil yang ada baik Peningkatan prestasi kerja dalam suatu pimpinan maupun staf mempunyai lembaga merupakan tujuan yang pandangan bahwa “Keseluruhan lebih diinginkan oleh lembaga. Sebagai satu berarti dan bagian”. Sebagai faktor utama kesatuan yang kompleks dimana di dalam lembaga, kelangsungan hidup dan dalamnya terdapat sekelompok manusia keberhasilan lembaga bergantung pada yang memiliki kesamaan tujuan dan manusia yang berperan dibalik alat-alat kepentingan, mereka kurang bekerja secara ataupun sumber-sumber daya lainnya. produktif jika tidak disertai dengan adanya Oleh sebab itu, seharusnyalah lembaga iklim kerja yang menyenangkan. Lembaga sebagai wadah manusia beraktifitas sebagai suatu proses, di dalamnya terdapat mempunyai tanggungjawab penuh untuk kerjasama antara pimpinan dan pegawai mengembangkan kualitas sumber daya dalam pencapaian tujuan lembaga. manusia yang dimiliki serta selalu Kerjasama dapat tercipta dengan baik, menciptakan iklim kerja yang kondusif 10
  • 15.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN dalam pencapaian tujuan yang telah Pentingnya kebebasan berinteraksi dan ditetapkan. menjalin hubungan dalam lembaga untuk Lingkungan tempat bekerja menciptakan iklim kerja yang kondusif merupakan faktor penting yang dapat telah dikemukakan oleh Stoner (dalam mempengaruhi kinerja pegawai di Mulyono, 1993:67) yang mana iklim kerja dalamnya, walaupun ada faktor-faktor lain yang permisifdan kreatifakan terpupuk yang menentukan maupun apabila para individu mempunyai mempengaruhinya. Orang-orang yang kesempatan untuk berinteraksi dengan para berada di dalam lembaga, tempat bekerja anggota kelompoknya sendiri maupun haruslah mampu menciptakan iklim kerja dengan kelompok-kelompok kerja lainnya. yang memberikan rasa aman, pengakuan Interaksi semacam ini mendorong dan penghargaan serta menjanjikan terjadinya pertukaran informasi yang kepuasan kerja kepada anggotanya bermanfaat, arus gagasan yang bebas dan sehingga nanti pada akhirnya mampu perspektif yang sehat mengenai masalah berkinerja dengan baik. Iklim lembaga yang ada. yang menyenangkan akan tercipta, Berkenaan dengan iklim kerja bilamana hubungan antar manusia (human lembaga menurut Stoner (1982) ada dua relationship) berkembang dengan golongan yang mempengaruhi situasi harmonis. Lingkungan kerja yang pekerjaan, yaitu lingkungan kerja langsung harmonis yang mendukung lembaga di dalamnya termasuk sistem imbalan dibutuhkan oleh orang-orang dalam lembaga dan kebijakan serta tindakan lembaga baik atasan maupun bawahan. Hal lembaga. Sedangkan Cribbin, (1981) ini sejalan dengan pemikiran Stoner dalam menjelaskan salah satu unsur iklim kerja Mulyono (1993:88) iklim kerja / suasana lembaga yang kondusif adalah gaya lembaga (work situation characteristic) kepemimpinan. Dengan demikian iklim adalah faktor lingkungan kerja individu. Di kerja yang kondusif adalah suatu kondisi, dalam lembaga hendaknya timbul keadaan atau suasana kerja yang dirasakan dinamika kerjasama. Kerja sama ini adalah menyenangkan oleh setiap individu yang bagian yang vital dalam kehidupan ada dalam lembaga sehingga orang-orang berlembaga. Adanya interaksi dan proses di dalamnya selalu terdorong untuk terlibat kerja sama anggota satu dengan anggota secara produktif guna mencapai tujuan lainnya, antara bagian satu dengan bagian yang telah ditetapkan secara efektif dan yang lainnya maupun antara atasan dan efisien. pegawainya akan menimbulkan Sebagai lembaga penyelenggara pemahaman terhadap suatu kondisi dan pendidikan, Pondok Pesantren Al- lingkungan kerja sehingga mudah untuk Futuhiyah Gendongkulon-Babat mencrima informasi dan arus gagasan (ide) Lamongan memiliki fungsi yang urgen dalam melakukan kerjasama guna dalam usaha-usaha mengembangkan mencapai tujuan. pendidikan di daerah dalam rangka ikut dalam meningkatkan pendidikan daerah. 11
  • 16.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Secara keseluruhan keadaan iklim kerja di lalu dan sekarang dengan melihat variabel lingkungan Pondok Pesantren Al- yang ada. Futuhiyah Gendongkulon-Babat Penelitian ini berupa penelitian deskriptif karena penelitian ini bertujuan Lamongan dapat dikatakan kondusif. Hal untuk mencatat, mendeskripsikan, ini bisa dilihat bagaimana masing-masing menganalisis dan menginterpretasikan unit kerja begitu berhati-hati dalam keadaan-keadaan yang ada tentang objek menjalankan tugas dan wewenang yang yang akan diteliti (Mardalis, 1990: 26). diberikan oleh. Contohnya, informasi Dengan melihat variabel yang ada di dalam internal lembaga benar-benar dijaga penelitian ini, penelitian ini merupakan kerahasiaannya, meskipun berusaha penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. mendapatkannya dengan prosedur yang benar. Setiap unit menjalankan tugasnya Populasi dan Sampel Penelitian dengan sistem birokrasi lembaga yang baik Populasi sesuai dengan fungsi tiap-tiap unit/bagian Populasi sebagai “keseluruhan subjek yang terdapat pada struktur lembaga. yang diteliti yang didapat dan suatu Dengan kata lain tiap-tiap unit/bagian informasi tentang masalah penelitian yang bekerja benar-benar mengikuti aturan akan dilakukan” (Arikunto. 1992:102). Latunussa (1988:11) menjelaskan “ sistem “pintu ke pintu” (door to door). populasi adalah sekumpulan objek yang Begitu juga hubungan antar rekan kerjanya diteliti”. Dalam penelitian ini, yang yang terjalin dengan baik antara satu menjadi populasi adalah seluruh staf di dengan yang lain, meskipun masih terdapat Pondok Pesantren Al-Futuhiyah hubungan yang kurang baik. Gendongkulon-Babat Lamongan yang berjumlah 67 orang. Lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut. METODE PENELITIAN Tabel 1 Rancangan Penelitian Rancangan penelitian pada dasarnya Jumlah Staf Pondok Pesantren Al- Futuhiyah Gendongkulon-Babat merupakan keseluruhan proses dan Lamongan penentuan secara matang hal-hal yang dilakukan untuk dijadikan pedoman selama No Sub. Bagian Jumlah pelaksanaan penelitian. Suatu penelitian 1. Penasehat 4 diselenggarakan untuk mencapai tujuan 2. Penanggungjawab 1 yang telah dirumuskan. Untuk mencapai 3. Pimpinan 4 tujuan tersebut, diperlukan metode penelitian yang sesuai. Berkaitan dengan 4. Staf Pengajar 25 metode penelitian, Surakhmad (1982: 131) 5. Tata Usaha 5 mengemukakan tiga macam metode 6. Dewan Pengurus 10 penelitian yaitu : historis, deskriptif dan 7. Bendahara 2 eksperimen. Ditinjau dan masalah dan 8. Sekretaris 2 tujuan penelitian, maka penelitian ini 9. Pegawai 8 menggunakan rancangan penelitian Jumlah 67 deskriptif yang bertujuan untuk Sumber Pondok Pesantren AI-Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan mendeskripsikan kejadian-kejadian masa 12
  • 17.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Sampel Penelitian representatif maka sampel yang digunakan Tujuan pengambilan sampel penelitian dalam penelitian ini adalah sampel total. dimaksudkan untuk mengatasi Dengan kata lain semua populasi akan keterbatasan tenaga, waktu dan biaya, menjadi subjek penelitian. namun sampel harus mewakili atau mencerminkan seluruh populasi yang Instrumen Penelitian menjadi objek penelitian. Instrumen penelitian adalah alat Definisi sampel penelitian banyak yang digunakan oleh seorang peneliti dikemukakan oleh para ahli, Arikunto dalam pengumpulan data. Instrumen (1996:117) menjelaskan sampel adalah penelitian yang digunakan untuk “Sebagian atau wakil populasi yang menyimpulkan data dari lapangan untuk diteliti”. Sedangkan Hadi (1997:21) variabel iklim kerja lembaga adalah mengemukakan bahwa sampel adalah angket. Alasan menggunakan angket “Sejumlah penduduk yang jumlahnya adalah karena pertimbangan keterbatasan kurang dari populasi”. Sampel penelitian waktu, tenaga dan biaya. ini diambil acuan sebagai wakil populasi yang representatif. Ukuran besarnya Prosedur Pengembangan Instrumen sampel yang pasti memang tidak ada, Berkaitan dengan pengembangan namun untuk menjaga validitas data instrumen, maka langkah berikutnya yaitu penelitian harus mempunyai pedoman menyusun instrumen masing-masing tertentu. Seperti yang dikemukakan oleh variabel yang berpedoman pada indikator Arikunto (1996: 120) “Apabila subjeknya yang disajikan pada jabaran-jabaran. kurang dari 100, lebih baik diambil Kemudian jabaran masing-masing variabel seluruhnya, sehingga merupakan penelitian ditetapkan dan disajikan dalam bentuk populasi, selanjutnya jika jumlah matrik jabaran variabel, sub variabel dan subjeknya besar dapat diambil antara 10- indikator penelitian. Sebaran nomer item 15% atau 20-50 atau lebih”. instrumen penelitian ini dapat dilihat pada Dengan melihat penjelasan di atas tabel 2 berikut. untuk mendapatkan sampel yang Tabel 2 Jabaran variabel, sub variabel, indikator penelitian san nomor item dalam instrumen penelitian (sebelum uji coba) Variabel Sub Variabel Indikator No. Item Iklim kerja a. Suasana kerja a. Suasana kerja yang hangat, ramah, santai dan penuh 1,2,3 lembaga kesungguhan b. Saling menghargai 4 c. Saling menolong 5 d. Terbuka terhadap gagasan baru 6 b. Orientasi nilai a. Mengerjakan yang baik-baik 7 b. Kerjasama dengan orang lain 8 c. Perlakuan etis 9 d. Memperbaiki prestasi 10 e. Memutuskan tujuan unit atau lembaga 11 13
  • 18.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Variabel Sub Variabel Indikator No. Item c. Citra diri a. Cakap 12 b. Percaya diri 13 c. Sangat konservatif dan hati-hati 14 d. Gaya a. Konsultatif dan partisipatif 15,16 kepemimpinan b. Berorientasi pada pemecahan masalah bersama 17 c. Memberikan pengarahan dan pengendalian 18 d. Berorientasi pada manusia 19 e. Banyak membantu dan memudahkan 20 f. Adil 21 g. Inovatif 22 h. Berorientasi pada kebaikan dan terpusat pada perspektif jangka 23,24 pendek dan jangka panjang 25,26,27,28 e. Daya tolak a. Tumbuh sesuai rencana 29 atau daya b. Mempertahankan kedudukan 30 dorong c. Menekan inovasi dan teknologi 31,32,33 d. Menekannkan sumber daya manusia dan manajemen 34,35 f. Daya tangkap a. Kecepatan lembaga yang tinggi 36 b. Tidak tergesa-gesa 37 c. Direncanakan 38 g. Ganjaran a. Ganjaran materi 1. Gaji 39 2. Tunjangan 40,41,42,43 b. Ganjaran psikologis 1. Pengakuhan dan penghargaan 44 2. Perhatian dan tanggung jawab 45 Analisis Data kepemimpinan, daya dorong, daya tanggap Analisis data merupakan bagian dan pemberian kompensasi pegawai di metode penelitian yang sangat penting Lingkungan Pondok Pesantren Al- dalam mencari makna data untuk Futuhiyah Gendongkulon-Babat memecahkan masalah penelitian. Ada Lamongan (tujuan khusus). Adapun beberapa teknik yang dapat digunakan langkah-langkah yang perlu dilaksanakan dalam penelitian ini. Untuk menentukan adalah : teknik analisis yang tepat, maka harus memperhatikan tujuan penelitian dan data Menentukan kualifikasi yang tersedia. Langkah ini dilakukan untuk Teknik analisis data yang digunakan menentukan kualifikasi penilaian terhadap dalam penelitian ini adalah teknik analisis variabel penelitian, yang harus ditentukan deskriptif. Teknik ini digunakan untuk terlebih dahulu lebar kelas intervalnya. mendeskripsikan atau menggambarkan Sedangkan untuk menentukan lebar kelas kondisi yang ada/tingkat iklim kerja interval (i) adalah rentang (R)= skor lembaga yang dirasakan oleh pegawai di tertinggi dikurangi dengan skor terendah, Lingkungan Pondok Pesantren Al- dibagi dengan banyaknya interval (k). Futuhiyah Gendongkulon-Babat Dengan demikian rumus untuk Lamongan (tujuan umum) serta menentukan panjang interval (i) adalah : keadaan/tingkat lingkungan kerja langsung, orientasi nilai, citra diri, gaya 14
  • 19.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Banyaknya interval/kategori kelas dalam menegakkan iklim hubungan manusiawi penelitian ini ditetapkan berjumlah 4 yaitu: yang menyenangkan, demikian pula para Tabel 3 anggota (sub ordinal) dan para karyawan Kategori dan Penafsiran Skala Sikap operasional lembaga juga mempunyai Katagori kelas Penafsiran Skor interval pengaruh terhadap iklim dan seyogyanya skala sikap berbagi tanggungjawab. Sangat tinggi Selalu 3,24 – 4 Tinggi Sering 2,6 – 3,25 Cukup Kadang- 1,76 – 2,5 Tabel 5 kadang Deskripsi Data untuk Sub Variabel Kurang Tidak pernah 1 – 1,75 Suasana Kerja C. Kelas No. Kualifikasi f % Menentukan besarnya persentase interval Untuk menyatakan kondisi masing-masing 1. Sangat tinggi 16,26 – 20 8 11,95 2. Tinggi 12,51 – 16,25 51 76,12 variabel dengan rumus : 3. Cukup 8,76 – 12,50 8 11,95 %= 4. Kurang 5 – 8,75 - - Keterangan : f = Frekuensi N = Jumlah Total 67 100 subyek Tabel 5 menunjukkan bahwa secara HASIL PENELITIAN umum suasana kerja di Pondok Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon-Babat Tabel 4 Lamongan berada pada kategori tinggi Deskripsi Data Variabel Iklim Kerja yaitu sebesar 76,12% atau sebanyak 51 dan Lembaga 67 responden menyatakan bahwa suasana B. Kelas kerja di Pondok Pesantren Al-Futuhiyah No. Kualifikasi f % Gendongkulon-Babat Lamongan berada interval 1. Sangat tinggi 131 – 160 25 37,31 dalam kategori tinggi. Sedangkan 8 2. Tinggi 101 – 130 39 58,20 sponden dengan persentase 11,95% 3. Cukup 71 – 100 3 4,47 menyatakan bahwa suasana kerja di 4. Kurang 40 – 70 - - Pondok Pesantren Al-Futuhiyah Total 67 100 Gendongkulon-Babat Lamongan berada dalam kategori sangat tinggi dan 8 orang Berdasar hasil pengolahan data reponden lainnya dengan persentase variabel iklim kerja lembaga di Pondok sebesar 11,95% menyatakan bahwa Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon- suasana kerja di Pondok Pesantren Al- Babat Lamongan menunjukkan bahwa Futuhiyah Gendongkulon Babat Lamongan secara umum berada pada kategori tinggi berada dalam kategori cukup. yaitu sebesar 58,20% atau sebanyak 39 dari 67 responden menyatakan bahwa Tabel 6 iklim kerja lembaga di Pondok Pesantren Deskripsi Data untuk Sub Variabel Al- Futuhiyah Gendongkulon-Babat Orientasi Nilai Lamongan berada dalam kategori tinggi. D. Kelas Hal ini sesuai dengan pendapat Kossen No. Kualifikasi f % interval (1986) menjelaskan bahwa hubungan 1. Sangat tinggi 16,26 – 20 12 17,91 manusiawi merupakan tanggungjawab 2. Tinggi 12,51 – 16,25 43 64,17 setiap orang dalam lembaga. Manajer 3. Cukup 8,76 – 12,50 12 17,91 mempunyai tanggung jawab utarna untuk 4. Kurang 5 – 8,75 - - Total 67 100 15
  • 20.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Hasil pengolahan data untuk sub sama sebesar 14.92% menyatakan berada variabel orientasi nilai dengan pada kategori kurang menggunakan teknik persentase menunjukkan bahwa secara umum Tabel 8 orientasi nilai di Pondok Pesantren Al- Deskripsi Data untuk Sub Variabel Futuhiyah Gendongkulon-Babat Gaya Kepemimpinan Lamongan berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 64,17% atau sebanyak 43dari No. Kualifikasi F. Kelas f % 67 responden menyatakan bahwa orientasi interval nilai pegawai di Pondok Pesantren Al- 1. Sangat tinggi 40 – 48 36 53,73 Futuhiyah Gendongkulon-Babat 2. Tinggi 31 – 39 23 34,33 3. Cukup 22 – 30 8 11,94 Lamongan berada dalam kategori tinggi. 4. Kurang 12 – 21 - - Sedangkan masing-masing 15 responden Total 67 100 dengan persentase sebesar 17,91% menyatakan bahwa orientasi nilai di kantor Tabel 8 menunjukkan bahwa secara Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan umum gaya kepemimpinan di pondok berada dalam kategori sangat tinggi dan Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon- kategori cukup Babat Lamongan berada pada kategori sangat tinggi dengan persentase 53,73% Tabel 7 atau sebanyak 36 dari 67 responden Deskripsi Data untuk Sub Variabel menyatakan bahwa gaya kepemimpinan di Citra Diri kantor Dinas Penididikan Kabupaten Situbondo berada dalam kategori sangat E. Kelas tinggi. Ini menunjukkan bahwa para No. Kualifikasi f % interval pegawai merasa puas dengan gaya 1. Sangat tinggi 9,76 – 12 17 25,37 2. Tinggi 7,51 – 9,75 10 14,93 pemimpinan atasannya, mereka merasa 3. Cukup 5,26 – 7,50 30 44,78 diperhatikan, diarahkan dan dilibatkan 4. Kurang 3 – 5,25 10 14,93 dalam setiap pemecahan masalah di dalam Total 67 100 lembaga, selain itu mereka merasa dimudahkan dan dibantu oleh atasan. Tabel 7 menunjukkan bahwa secara umum Sedangkan 23 responden dengan citra diri di Pondok Pesantren Al- persentase sebesar 34,32% menyatakan Futuhiyah Gendongkulon-Babat bahwa gaya kepemimpinan atasan berada Lamongan berada pada kategori cukup dalam kategori tinggi dan 8 responden dengan persentase sebesar 44,80% atau 30 dengan prentase sebesar 11,94% dari 67 responden menyatakan bahwa citra menyatakan dalam kategori cukup. din lembaga di Pondok Pesantren Al- Semakin efektif gaya kepemimpinan yang Futuhiyah Gendongkulon-Babat dilakukan maka akan mempermudah Lamongan berada dalam kategori cukup. pencapaian tujuan lembaga yang Sedangkan 17 responden dengan ditetapkan. persentase sebesar 23,90% menyatakan bahwa citra diri lembaga berada dalam kategori sangat tinggi, 10 responden dengan persentase sebesar 14,92% menyatakan berada dalam kategori tinggi dan 10 responden dengan persentase yang 16
  • 21.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Tabel 9 berada dalam kategori sangat tinggi. Deskripsi Data untuk Sub Variabel Sedangkan 9 responden dengan persentase Daya Dorong sebesar 13,43% menyatakan bahwa daya tanggap lembaga berada dalam kategori No. Kualifikasi G. Kelas f % tinggi dan 1 responden dengan persentase interval sebesar 1,50% menyatakan berada pada 1. Sangat tinggi 19,51 – 24 37 55,22 kategori cukup. 2. Tinggi 15,01 – 19,50 23 34,33 3. Cukup 10,51 – 15,00 7 10,45 4. Kurang 6 – 10,50 - - Tabel 4.11 Total 67 100 Deskripsi Data untuk Sub Variabel Ganjaran Tabel 9 menunjukkan bahwa secara umum daya dorong di Pondok Pesantren I. Kelas No. Kualifikasi f % interval Al-Futuhiyah Gendongkulon-Babat 1. Sangat tinggi 19,51 – 24 31 46,27 Lamongan berada pada kategori sangat 2. Tinggi 15,01 – 19,50 21 31,34 tinggi dengan persentase sebesar 55,22% 3. Cukup 10,51 – 15,00 15 22,39 atau 37dari 67 responden menyatakan 4. Kurang 6 – 10,50 - - bahwa daya dorong lembaga di Pondok Total 67 100 Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon- Babat Lamongan berada dalam kategori sangat tinggi. Sedangkan 23 responden Tabel 4.11 menunjukkan bahwa secara dengan persentase sebesar 34,32% umum pemberian ganjaran di Pondok menyatakan bahwa daya dorong lembaga Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon- berada dalam kategori tinggi dan 7 Babat Lamongan berada pada kategori responden dengan persentase 10,44% sangat tinggi dengan persentase sebesar menyatakan bahwa daya dorong lembaga 46,27% atau sebanyak 31 dan 67 berada dalam kategori cukup. responden menyatakan bahwa pemberian ganjaran di Pondok Pesantren Al- Tabel 10 Futuhiyah Gendongkulon-Babat Deskripsi Data untuk Sub Variabel Lamongan berada dalam kategori sangat Daya Tanggap tinggi. Sedangkan 21 reponden dengan persentse sebesar 31,34% menyatakan No. Kualifikasi H. Kelas f % pemberian ganjaran/kompensasi berada interval dalam kategori tinggi dan 15 responden 1. Sangat tinggi 9,76 – 12 57 85,07 dengan persentase 22,39% menyatakan 2. Tinggi 7,51 – 9,75 9 13,43 pemberian ganjaran berada dalam kategori 3. Cukup 5,26 – 7,50 1 1,50 4. Kurang 3 – 5,25 - - cukup. Total 67 100 Tabel 10 menunjukkan bahwa secara KESIMPULAN umum daya tanggap lembaga di Pondok Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulon- 1. Iklim kerja organisasi di Pondok Babat Lamongan berada pada kategori Pesantren Al-Futuhiyah Gendongkulo sangat tinggi dengan persentase sebesar Babat Lamongan para pegawainya 85,07% atau 57 dari 67 responden merasa nyaman dengan suasana kerja, menyatakan bahwa daya tanggap lembaga kepemimpinan dan ganjaran. 17
  • 22.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 2. Suasana kerja di kantor menunjukkan Arikunto, S. 1996. Prosedur Penelitian, para pegawainya benar-benar Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : merasakan adanya suasana kerja yang Rineka Cipta. penuh keakraban, saling menghargai, Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian, saling menolong dan penuh Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : kekeluargaan. Rineka Cipta. 3. Orientasi nilai menunjukkan bahwa para pegawai memiliki rasa Burhanuddin. 1994. Analisis Administrasi tanggungjawab, disiplin, berusaha Manajemen dan Kepemimpinan meningkatkan prestasi kerja dan loyal. Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. 4. Citra diri menunjukkan bahwa Cribbin, J.J. 1981. Kepemimpinan Strategi kurangnya kecakapan pegawai dalam Mengefektifkan Organisasi. Jakarta : bekerjasama dengan orang dan luar Pustaka Binaman Pressindo. organisasi. 5. Gaya kepemimpinan menunjukkan Faisal, S. 1981. Dasar dan Teknik bahwa pegawainya merasa pimpinan Menyusun Angket. Surabaya : Usaha telah melaksanakan kepemimpinan Nasional. dengan baik. Furchan. 1982. Pengantar Penelitian 6. Daya dorong menunjukkan bahwa dalam Pendidikan. Surabaya : Usaha pegawai dalam menjalankan Nasional. tanggungjawabnya penuh dengan perencanaan, dapat memanfaatkan Hadi, S. 1997. Statistik Jilid I. Yogyakarta teknologi dengan baik dan mau : Andi Offset. mengikuti peraturan. Hakim. 1994. Pengantar Sederhana 7. Daya tanggap menunjukkan para Penelitian Pendidikan. Jakarta : pegawainya bekerja sesuai dengan Proyek Pengembangan Pendidikan perintah atasan tanpa cenderung Guru. menunda pekerjaan. Hamzah, R. 1990. Kepemimpinan Strategi 8. Sistem menunjukkan para pegawai Mengefektifkan Organisasi. Jakarta : diperhatikan dan diberi kemudahan untuk kesejahteraannya. Gramedia. Handoko. 1987. Manajemen Personalia dan Sumber Daya Manusia Jilid 2. DAFTAR PUSTAKA Yogyakarta : BPFE. Adair, J. 1993. Membina Colon Pimpinan Indrawijaya. 1986. Pertumbuhan dan (Sepuluh Prinsip Pokok). Jakarta : Pengembangan Organisasi. Bandung Bumi Aksara. : Sinar Baru. Albert. K. 1983. Pengemhangan Kamalluddin. 1982. Manajemen. Jakarta : Organisasi. Bandung : PT. Angkasa. Dirjen Dikti P2LPTK. Anwar. 1985. Pengembangan Organisasi. Kossen, S. 1986. Aspek Manusia Dalam Bandung : PT. Angkasa. Organisasi. Bandung : Rineka Cipta. Arikunto, S. 1992. Prosedur Penelitian, Latif, A.G. 1988. Memberikan Pimpinan Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : dengan Kerja Sama. Jakarta : UI Rineka Cipta. Press. 18
  • 23.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Latunussa. 1988. Penelitian Pendidikan, Purwanto, N. 1988. Administrasi dan Suntu Pengantar. Jakarta : P2LPTK. Supervisi Pendidikan. Jakarta : CV. Remaja Mardalis. 1990. Mefodologi Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta : Karya. Bumi Aksara. Santoso. 2001. Latihan SPSS Statistik Marzuki. 1989. Metodologi Penelitian. Parametrik. Jakarta : PT. Elex Media Jakarta : Militon. Komputindo Muhyadi. 1989. Organisasi Teori, Struktur Sari, D.N. 2003. Gaya Kepemimpinan dan Proses. Jakarta : Direktur Kepala Sekolah Dalam Rangka Jenderal Pendidikan Tinggi. Penciptaan lklim Kerja Organisasi Di Sekolah Dasar Negeri Se- Mulyono, M. 1993. Penerapan Kecamatan Sukun Kota Malang. Produktivitas dalam Organisasi. Skripsi tidak diterbitkan. Jakarta : Bumi Aksara - UI. Sari, L. 2000. Iklim Organisiasi Owens. 1981. Organizational Behaviour in Hubungannya Dengan Unjuk Kerja Education. Boston : Allyn Bacon. Dosen Dalam Mengajar Di IKIP Prayitno. 2003. Korelasi Antara lklim Budi Utomo Malang. Tesis tidak Organisasi Dan Motivasi Berprestasi diterbitkan. Dengan Unjuk Kerja Guru Pada Soepardi. 1988. Dasar-DasarAdministrasi Sekolah Menengah Umum Negeri Di Pendidikan. Jakarta : Dirjen Dikti Kabupaten Pasuruan. Tesis tidak P2LPTK. diterbitkan. 19
  • 24.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENGARUH DISIPLIN GURU TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SDN BANJARSARI CERME GRESIK Etiyasningsih*) Abstrak, Disiplin merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Agar guru dapat berhasil dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, maka guru tersebut harus mentaati dan menyadari akan pentingnya kedisiplinan. Kedisiplinan guru tentunya akan berimbas kepada para siswa, guru yang tidak atau kurang disiplin, siswanya pun akan cenderung tidak displin dan sebaliknya. Kedisplinan tidak hanya pada kehadiran guru semata, namun lebih dari itu disiplin dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Dalam hal ini misalnya guru disiplin dalam membuat persiapan mengajar, Silabus, RPP, menyiapkan buku-buku paket penunjang, alat peraga dan lain-lain. Dengan kedisiplinan guru yang tinggi siswa akan lebih semangat belajar dan mendapatkan urutan materi pelajaran yang sistematis, hal ini akan meningkatkan prestasi belajarnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh disiplin guru terhadap prestasi belajar. Penelitian ini merupakan jenis regresional. Populasinya adalah seluruh guru di SDN Banjarsari Cerme Gresik berjumlah 20 orang. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling yaitu sesuai dengan kebutuhan dan yang tidak diikutkan adalah guru komputer, diperoleh responden sebanyak 19 orang. Data dikumpulkan dengan observasi, dokumentasi dan wawancara dengan instrumen check list. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh disiplin guru terhadap prestasi belajar digunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 6,171. > Ftabel = 4,45. Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh signifikan disiplin guru terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,024 jauh di bahwa 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan para guru dapat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, disiplin, jujur, dan penuh didekasi, karena dengan sikap-sikap tersebut sangat membantu dalam tercapainya prestasi belajar siswa, selain itu hendaknya juga lebih memperhatikan kehadiran, persiapan mengajar dan proses kegiatan belajar mengajar. Bagi kepala sekolah dapat memberi motivasi agar para guru lebih disiplin dengan memberi stimulus yang proporsional. Kata Kunci : Disiplin Guru, Prestasi Belajar Siswa PENDAHULUAN Sebenarnya telah banyak usaha Kita semua menyadari bahwa untuk pemerintah, dan aspek pendukung, guna mencapai tujuan pendidikan sangatlah terwujudnya tujuan pendidikan tersebut. berat, lebih-lebih pada saat sekarang ini. 20
  • 25.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Untuk mewujudkan tujuan pendidikan berhasil dalam melaksanakan tugas dan tersebut pemerintah berusaha melak- kewajibannya, maka guru tersebut harus sanakan kegiatan antara lain, (1) mentaati dan menyadari akan pentingnya Menyempurnakan sistem pendidikan, (2) kedisiplinan. Karena gurulah yang ikut Memperluas kesempatan untuk mem- bertanggung jawab dalam keberhasilan peroleh pendidikan, (3) Sarana dan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar prasarana pendidikan terus disempurnakan di sekolah, agar selalu berupaya untuk dan ditingkatkan serta lebih didayagu- meningkatkan keberhasilan prestasi belajar nakan, (4) Meningkatkan jumlah guru dan siswa. Selain itu para guru hendaknya mutunya, baik formal maupun non formal selalu memberikan bimbingan dan serta terus ditingkatkan pengembangan pengajaran secara baik dengan selalu karier dan kesejahteraannya. berpedoman pada petunjuk dan peraturan- Mengelola pendidikan tidak semudah peraturan yang telah ditetapkan oleh yang kita bayangkan selama ini, sebab pemerintah, dalam hal ini Departemen pendidikan berperan penting sebagai alat Pendidikan Nasional. atai tempat untuk membentuk manusia Kedisiplinan guru tentunya akan Indonesia dan sebagai warga masyarakat berimbas kepada para siswa, guru yang sekaligus sebagai warga Negara yang tidak atau kurang disiplin, siswanya pun berbudi pekerti luhur, beriman dan taqwa akan cenderung tidak displin dan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, serta sebaliknya. Kedisplinan tidak hanya pada berkemampuan dan mempunyai kehadiran guru semata, namun lebih dari ketrampilan dasar untuk bekal pendidikan itu disiplin dalam melaksanakan proses selanjutnya dan bekal hidup di masyarakat. belajar mengajar. Dalam hal ini misalnya Guru kelas sebagai administrator guru disiplin dalam membuat persiapan menempati posisi yang sangat penting mengajar, Silabus, RPP, menyiapkan karena memikul tanggung jawab untuk buku-buku paket penunjang, alat peraga meningkatkan dan mengembangkan dan lain-lain. Dengan kedisiplinan guru kemajuan sekolah secara keseluruhan. yang tinggi siswa akan lebih semangat Sedangkan murid dan guru yang menjadi belajar dan mendapatkan urutan materi komponen penggerak aktifitas kelas harus pelajaran yang sistematis, hal ini akan didayagunakan secara maksimal agar dapat meningkatkan prestasi belajarnya. tercapai suatu kesatuan yang dinamis di dalam organisasi sekolah. METODE PENELITIAN Pada dasarnya sekarang ini banyak para guru yang kurang siap dalam Deskripsi Populasi mengajar, dikarenakan guru tersebut belum Arikunto (2002) menyatakan bahwa membuat persiapan mengajar, dan juga populasi adalah obyek yang akan diteliti melanggar tata tertib. hasilnya, dianalisis, disimpulkan dan Disiplin merupakan salah satu faktor kesimpulan itu berlaku untuk seluruh yang sangat penting. Agar guru dapat populasi itu. Sudjana (1996) menjelaskan 21
  • 26.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN 2 popupasi adalah totalitas semua nilai yang dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, mungkin, hasil menghitung atau 10% P = Q = 0,5 d = 0,05 s = jumlah sampel pengukuran, kuantitatif, atau kualitatif mengenai karateristik tertentu dari semua Namun dari rumus tersebut telah anggota kumpulan yang lengkap dan jenis dihitung untuk populasi-populasi dengan yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. jumlah tertentu mulai 10 hingga 1.000.000 Penelitian ini dilakukan dengan oleh Sugiono (2009:126) sebagaimana mengambil populasi seluruh guru di SDN tabel terlampir. Untuk jumlah populasi 20 Banjarsari Cerme Gresik berjumlah 20 orang dengan taraf signifikan 0,05 orang. diperoleh sampel sebanyak 19 orang. Oleh karena itu dalam penelitian ini Dari 19 Penentuan Sampel orang ini dipilih dengan teknik purposive Pengambilan sampel ini didasari sampling yaitu sesuai dengan kebutuhan pendapat Arikunto (1998:120-121) berikut dan yang tidak diikutkan adalah guru : “Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila komputer. subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya Definisi Operasional Variabel merupakan penelitian populasi. Agar tujuan penelitian dapat tercapai Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar maka variabel harus didefinisikan dengan dapat diambil antara 10-15% atau lebih jelas dan menyebutkan indikator- tergantung setidak-tidaknya dari : a) dindikatornya, cara pengukurannya, dan kemampuan peneliti dari waktu, tenaga skala atau kategori penilaian yang dan dana, b) Sempit luasnya wilayah digunakan. Berikut ini adalah definisi pengamatan dari setiap subyek, karena hal operasional masing-masing variabel. ini menyangkut banyak sedikitnya data, c) 1. Variabel bebas (X) yakni disiplin Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh guru adalah suatu sikap mental seoang peneliti. Untuk penelitian yang risikonya guru yang mengandung kesadaran dan besar, tentu saja jika sampel besar, kerelaan untuk mematuhi semua hasilnya akan lebih baik.” ketentuan, peraturan dan norma yang Sugiyono (2009:124) menyatakan berlaku dalam menunaikan tugas dan jumlah sampel tergantung dari tingkat tanggung jawab. Disiplin guru tersebut ketelitian atau kesalahan yang diukur dengan indikator-indikator dikehendaki, misalnya tingat kesalahan sebagai berikut : 1%, 5%, 10% atau lainnya. Makin besar a. Kehadiran di sekolah tingkat kesalahan makin kecil sampel. b. Ketepatan waktu mengajar Rumus untuk menghitung ukuran sampel c. Persiapan mengajar yaitu silabus, dari populasi yang diketahui jumlahnya RPP adalah : d. Kegiatan belajar mengajar antara s = lain alat peraga, buku penunjang, 22
  • 27.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN buku absen siswa, daftar nilai, dan memberikan informasi-informasi yang lain-lain. diperlukan secara ilmiah dalam suatu 2. Variabel terikat prestasi belajar (Y) relasi face to face” (Drs. Amatembun yaitu suatu suatu hasil yang teah MA, supervise Pendidikan, 1975:191). dicapai setelah kegiatan belajar Pengumpulan data yang mengajar. Dalam penelitian ini, dilakukan dengan wawancara adalah indikator yang digunakan adalah nilai meyakinkan hasil observasi tentang rata-rata hasil ulangan tiap mata disiplin guru. Wawancara dilakukan pelajaran bagi guru mata pelajaran dan kepada masing-masing guru yang tiap kelas pada guru kelas. bersangkutan dan kepala sekolah. Teknik Pengumpulan Data Adapun proses pengumpulan data Teknik Analisis Data dalam penelitian ini dilakukan dengan Data yang telah terkumpul prosedur sebagai berikut : kemudian dilakukan analisis dengan urutan 1. Survey Pendahuluan analisa sebagai berikut : Dalam kegiatan ini, penelitian 1. Coding, adalah memberi kode pada dilakukan dengan mengumpulkan data- lembar check list sesuai dengan data intern perusahaan di antaranya kategori yang telah ditentukan. adalah profil SDN Banjarsari Cerme 2. Tabulating, adalah mentabulasi seluruh Gresik. data hasil chek list ke dalam tabel-tabel 2. Dokumentasi yang diperlukan sehingga mudah Teknik dokumentasi adalah dibaca. mencari data mengenai hal-hal atau 3. Skoring, adalah memberi skor dari variabel yang berupa catatan, transkrip, kategori-kategori tersebut sesuai skor buku, surat kabar, majalah, prasasti, yang telah ditentukan. Disiplin guru notulen rapat, legger, agenda dan diberi skor tinggi, sedang dan rendah. sebagainya (Suharsimi, 2002 : 236). Skor tinggi jika penjumlahan dari hasil Dalam penelitian ini teknik penilaian mencapai >75%, skor sedang dokumentasi digunakan untuk jika penjumlahan dari hasil penilaian memperoleh data nilai siswa. Dalam mencapai 56-75%, dan rendah jika data sekunder yang diperoleh dengan penjumlahan dari hasil penilaian teknik dokumentasi ini, peneliti juga <56%. menggunakan lembar cek list untuk 4. Uji Hipotesis mencatat indikator disiplin guru. Uji hipotesis berfungsi untuk menjawab 3. Wawancara hipotesa yang telah diajukan sebelumnya. Wawancara atau interview Uji ini sekaligus juga menjawab rumusan adalah suatu metode yang tujuannya masalah yang telah ditulis pada Bab I. Uji untuk memperoleh data evaluasi, yang digunakan dalam penelitian ini secara berhadapan muka dengan secara adalah uji Regresi Sederhana dengan individu, orang yang diinterview rumus persamaan regresi sederhana : 23
  • 28.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Y = a + bX Y = Prestasi siswa Persentase No Daftar Nilai Jumlah (%) X = Disiplin guru 1 Kurang 1 5,2 a = Nilai konstanta 2 Cukup 4 21,1 b = Nilai arah sebagai penentu ramalan 3 Baik 14 73,7 (prediksi) yang menunjukkan nilai Jumlah 19 100 peningkatan (+) atau nilai penurunan (–) variabel Y. Tabel 1 di atas menunjukkan bahwa disiplin guru dalam melaksanakan Dalam penelitian ini perhitungan regresi tugasnya sebagian besar (73,7%) baik, dilakukan dengan bantuan program SPSS 21,1% cukup, dan 5,2% kurang. for Windows. Langkah menguji hipotesis : 1) Membuat Ha dan Ho dalam bentuk Sedangkan Prestasi belajar siswa diukur dari nilai rata-rata mata pelajaran kalimat : dari guru yang bersangkutan jika guru Ha : Terdapat pengaruh disiplin tersebut adalah guru mata pelajaran, dan guru dengan prestasi siswa nilai rata-rata kelas jika guru yang Ho : Tidak terdapat pengaruh bersangkutan adalah guru kelas. Nilai disiplin guru dengan prestasi tersebut diperoleh selama 6 kali evaluasi siswa terakhir yang datanya diperoleh dari dokumentasi pada guru mata pelajaran atau 2) Kaidah pengujian signifikansi : guru kelas masing-masing. Jika Fhitung ≥ Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak artinya Tabel 2 Nilai Nilai Rata-Rata Kelas atau terdapat pengaruh disiplin guru dengan Nilai Rata-rata Mata Pelajaran (6 x prestasi siswa. evaluasi terakhir) Jika Fhitung < Ftabel maka Ha ditolak dan Ho diterima artinya tidak Nilai Rata-Rata Kelas atau Nilai Rata- No rata Mata Pelajaran terdapat pengaruh disiplin guru dengan Resp (6 x evaluasi terakhir) prestasi siswa. . Rata- 1 2 3 4 5 6 Rata HASIL DAN PEMBAHASAN 1 7,60 7,90 7,95 8,10 8,20 8,64 8,07 2 6,54 5,95 7,00 7,10 6,52 6,43 6,59 Terdapat 8 indikator dalam 3 8,00 8,50 7,93 7,87 8,30 8,00 8,10 menjelaskan disiplin guru yang diperoleh 4 8,20 7,50 7,90 7,60 7,90 7,42 7,75 datanya melalui observasi dan 5 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 8,00 dokumentasi yaitu, kehadiran, ketepatan 6 7,20 7,56 7,85 7,98 8,20 8,20 7,83 waktu mengajar, silabus, RPP, alat peraga, 7 8,60 8,40 8,00 8,21 7,58 7,49 8,05 buku, absensi murid, buku penunjang, 8 7,98 7,12 7,59 7,87 8,67 8,12 7,89 daftar nilai. 9 7,90 7,92 8,00 8,20 8,40 8,50 8,15 10 6,90 6,90 6,65 6,00 7,15 7,26 6,81 Tabel 1 Disiplin Guru di Sekolah Dasar 11 6,70 6,80 6,90 6,23 6,50 6,21 6,56 Negeri Banjarsari Kec. Cerme Kabupaten 12 8,00 8,50 8,50 8,00 7,90 9,40 8,38 Gresik 24
  • 29.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Nilai Rata-Rata Kelas atau Nilai Rata- Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha No rata Mata Pelajaran diterima dan Ho ditolak yang berarti Resp (6 x evaluasi terakhir) . Rata- terdapat pengaruh signifikan disiplin guru 1 2 3 4 5 6 terhadap prestasi belajar siswa. Terlihat Rata 13 7,50 7,60 7,70 7,54 7,80 8,00 7,69 pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,024 14 6,10 6,00 6,58 6,98 7,16 7,90 6,79 jauh di bahwa 0,05, yang menandakan 15 8,20 8,00 8,10 8,23 8,21 8,60 8,22 pengaruh yang signifikan. 16 7,59 8,00 8,10 8,20 8,50 8,42 8,14 Selain adanya pengaruh yang 17 8,50 8,40 8,60 8,21 8,24 8,21 8,36 signifikan, pada uji korelasi juga terlihat 18 6,80 7,10 6,85 6,98 6,85 6,20 6,80 adanya korelasi positif (Gambar 4.3) antar 19 7,23 8,00 8,00 8,20 8,10 8,65 8,03 kedua variabel yang diperoleh Pearson Correlation sebesar 0,516 lebih dari rtabel Uji Regresi Linier Sederhana sebesar 0,456 (Sebagaimana r tabel Data yang terkumpul sebagaimana Product Moment pada df = 17 terlampir). paparan sebelumnya selanjutnya dianalisis Correlations untuk mengetahui pengaruh disiplin guru Prestasi Siswa Disiplin Guru dengan prestasi belajar siswa. Pearson Correlation Prestasi Siswa 1,000 ,516 Koding, skoring, dan tabulating telah Disiplin Guru ,516 1,000 Sig. (1-tailed) Prestasi Siswa , ,012 dilaksanakan peneliti yang hasilnya tertera Disiplin Guru ,012 , N Prestasi Siswa 19 19 pada lampiran. Pada analisa data ini akan Disiplin Guru 19 19 dipaparkan uji hipotesis dengan regresi Gambar 2 Uji Korelasi linier sederhana. Output perhitungan dengan program SPSS for Windows Besarnya pengaruh atau kontribusi seperti terlihat dalam gambar berikut. disiplin guru terhadap prestasi belajar siswa dapat dilihat pada gambar Uji t ANOVAb Sum of berikut ini. Model Squares df Mean Square F Sig. Coefficientsa 1 Regression 1,918 1 1,918 6,171 ,024a Residual 5,282 17 ,311 Unstandardized Standardized Total 7,200 18 Coefficients Coefficients Correlations a. Predictors: (Constant), Disiplin Guru Model B Std. Error Beta t Sig. Zero-order Partial Part 1 (Constant) 6,191 ,619 10,003 ,000 b. Dependent Variable: Prestasi Siswa Disiplin Guru ,560 ,226 ,516 2,484 ,024 ,516 ,516 ,516 a. Dependent Variable: Prestasi Siswa Gambar 1 Uji F Gambar 3 Uji t Gambar 4.2 di atas menunjukkan hasil uji F dengan program SPSS for Windows, Sebagaimana Uji F di atas yang dengan Fhitung sebesar 6,171. Angka ini menunjukkan adanya pengaruh, Uji t juga selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel seperti pada Gambar 4.4 memperlihatkan pada df = 17 sebagaimana Tabel F pada thitung sebesar 2,484 > ttabel sebesar 2,110 lampiran (Critical Values for the F (sebagaimana Critical Value for the t Distribution α=0,05). Tabel F dengan df = Distribution terlampir untuk df = 17) 13 dan n =1 diperoleh Ftabel = 4,45. artinya terdapat pengaruh disiplin guru Sehingga Fhitung = 6,171 > Ftabel = 4,45. terhadap prestasi belajar siswa. 25
  • 30.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Untuk menunjukkan besarnya Selain itu para guru juga bertanggung pengaruh atau kontribusi disiplin guru jawab atas prestasi belajar para siswanya. terhadap prestasi belajar siswa dapat Guru cera umum akan merasa bangga dilihat koefisien regresi (unstandarized apabila siswanya dapat berprestasi dan coefficients Beta) pada gambar 4.4 di atas memiliki kemampuan yang baik. sebesar 0,560. Selanjutnya sesuai dengan Disebutkan bahwa faktor-faktor rumus regresi sederhana dapat dimasukkan kesehatan jasmani dan rohani, ekonomi, angka-angka tersebut sebagai berikut : status sosial, kepemimpinan dan peraturan Y = a + bX dan tata tertib juga berpengaruh terhadap = 6,191 + 0,560 disiplin guru. Selanjutnya berdasarkan persamaan di Kesehatan seluruh guru secara umum atas deskripsi pengaruh tingkat pendidikan terlihat sehat jasmani maupun rohaninya. terhadap perkembangan perusahaan Dikatakan bahwa kesehatan seorang guru berdasarkan unstandarized coeffisients beta adalah sebagai berikut: mempengaruhi terhadap tugas sehari-hari. 1) Konstanta sebesar 6,191 menyatakan Sudah sewajarnyalah bila setiap guru bahwa jika variabel disiplin guru menginginkan rasa aman dalam dianggap konstan (tidak ada upaya kehidupannya sehingga akan terhindar dari meningkatkan disiplin guru), maka segala gangguan kesehatan. Sehingga ia prestasi belajar siswa sebesar dapat melaksanakan tugas-tugasnya 6,191point. dengan yang akhirnya dapat membawa 2) Koefisien regresi disiplin guru sebesar 0,560 menyatakan bahwa setiap hasil yang baik pula. peningkatan 1 poin tingkat disiplin Selanjutnya masalah ekonomi secara guru akan meningkatkan umum Pegawai Negeri Sipil telah perkembangan perusahaan sebesar mendapatkan penghasilan yang cukup 0,560 poin. Jika angka tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. dikalikan 1000, deskripsinya menjadi Pemerintah melalui Presiden Abdurrahman setiap ada upaya peningkatan disiplin Wahid pada tahun 2001 menaikkan gaji guru sebesar 1000 poin maka akan meningkatkan prestasi belajar siswa Pegawai Negeri Sipil mencapai 200% atau sebesar 560 point. dua kali lipat, sehingga jika dibandingkan dengan penghasilan rata-rata penduduk di Indonesia Pegawai Negeri Sipil sudah PEMBAHASAN cukup baik. Memang masalah ekonomi sangat penting terhadap disiplin guru. Hasil penelitian menunjukkan disiplin Dikatakan bahwa faktor ekonomi guru dipengaruhi oleh tanggung jawab menambah beban bagi guru-guru dan yang dibebankan kepadanya. Tanggung menjadi persoalan pribadi yang dapat jawab tersebut berasal dari pemerintah memungkinkan terganggunya tugas-tugas karena para guru adalah Pegawai Negeri di sekolah. Padahal guru-guru Sipil yang mempunyai tugas pokok dan menginginkan rasa aman, tentram dalam fungsi yang jelas. kehidupannya yang antara lain yaitu 26
  • 31.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN penerimaan gaji lancar, segala haknya ketentuan-ketentuan yang mengikat, dapat diterima dengan baik dan tepat pada sehingga menyebabkan guru untuk berbuat waktunya, juga memiliki tempat tinggal semaunya sendiri yang mengarah untuk keluarganya dan lain-lain. terciptanya sekolah yang tidak Kemudian tentang status sosial guru di teratur/tertib. Tata tertib yang ada di SDN dalam masyarakat mempunyai status yang Banjarsari sudah cukup baik dan tercatat cukup baik. Masyarakat memandang guru dan ditempatkan di posisi yang mudah sebagai orang yang patut dihargai, karena dilihat. mereka menyadari bahwa guru memegang Hasil uji menunjukkan pengaruh yang peranan penting dalam pelaksanaan signifikan disiplin guru terhadap prestasi pembangunan di bidang pendidikan, belajar siswa. karena pendidikan akan berjalan lancar dan Ketika belajar di sekolah, faktor guru dan berkembang baik apabila guru secara aktif cara mengajarkannya merupakan faktor ikut memajukan pendidikan di dalam yang paling penting pula. Bagaimana sikap masyarakat. dan kepribadiannya guru, disiplinnya, Faktor kepemimpinan merupakan tinggi rendahnya pengetahuan yang faktor penting dalam membentuk disiplin dimiliki guru, dan bagaimana cara guru itu para guru. Kepemimpinan yang dimaksud mengajarkan pengetahuan kepada anak ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. didiknya, turut menentukan bagaimana Dikatakan bahwa kepala sekolah, jika hasil belajar yang dapat dicapai oleh siswa. kepemimpinannya efektif, maka guru-guru akan memperoleh sumbangan yang Kesimpulan berharga dalam merumuskan tujuan-tujuan 1. Disiplin guru di SDN Banjarsari pendidikan, berlangsung pengajaran yang Kecamatan Cerme Kabupaten Gresik efektif, terciptanya suasana yang kondusif sebagian besar baik. (berguna) sehingga hal demikian itu akan 2. Terdapat pengaruh positif disiplin guru mendukung terciptanya kedisiplinan guru terhadap prestasi belajar siswa di SDN yang baik. Dengan demikian maka factor Banjarsari Kecamatan Cerme kepemimpinan dapat mempengaruhi Kabupaten Gresik. kedisiplinan guru. Di SDN Banjarsari Kec Cerme Kabupaten Gresik, kepemimpinan kepala sekolah sukup baik, dan komunikasi Saran-saran 1. Para guru diharapkan agar dapat kepala sekolah dengan para guru juga menjalankan tugas dengan penuh rasa berlangsung dengan baik. tanggung jawab, disiplin, jujur, dan Tidak kalah penting adalah peraturan penuh didekasi, karena dengan sikap- dan tata tertib sekolah yang mempengaruhi sikap tersebut sangat membantu dalam disiplin guru. Disiplin guru dan tata tertib tercapainya prestasi belajar siswa. sekolah merupakan dua hal yang saling 2. Para guru hendaknya juga lebih terkait. Artinya disiplin guru tidak akan memperhatikan kehadiran, persiapan tercapai bila tidak ada peraturan atau 27
  • 32.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN mengajar dan proses kegiatan belajar Suhertin, Drs. Dan Nata Her, Drs mengajar. “Supervisi Pendidikan”, Dalam 3. Bagi kepala sekolah dapat memberi Rangka Program Insenvice Education, Penerbit IKIP Malang motivasi agar para guru lebih disiplin 1971 dengan memberi stimulus yang proporsional. S. Nasution, Prof.Dr.M.A “Didaktik dan Azas-Azas Kurikulum”, Penerbit Jemara Bandung 1989 DAFTAR PUSTAKA Westy Sumanto, Drs dan Hendyat Sutopo Ametembun, Drs.M.A, “Supervisi “Kepemimpinan Pendidikan”, Pendidikan”, Penerbit IKIP Peberbit Usaha Nasional Surabaya Bandung, 1975 1982 Ametembun, Drs.M.A, “Manajemen Subari, Drs “Supervisi Pendidikan”, Kelas”, Terbitan Ketiga Penerbit Dalam Rangka Perbaikan Situasi IKIP Bandung, 1981 Mengajar Penerbit Bumi Aksara Jakarta 1994 Hendyat Sutopo, Dr., “Ikhtiar Teknik Penilaian Pendidikan”, Penerbit Departeman Pendidikan dan Kebudayaan IKIP Bandung, 1984 “Buku II Petunjuk Administrasi Sekolah Dasar”, tahun 1989 Ismed Syarif, Drs dan Nawas Riza, Drs., “Administrasi Pendidikan Dasar”, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Penerbit Departemen Pendidikan Wilayah Jawa Timur “Media dan Kebudayaan, 1976 Pendidikan”, Nomor 3 Edisi Mei 1991 M. Ngalim Purwanto, Drs.M.P., “Pyskologi Pendidikan”, Penerbit Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan PT. Rosda Karya Bandung 1990 dan Pengembangan Bahasa Indonesia “Kamus Besar Bahasa M. Dimyati Mahmud, “Psykologi Indonesia”, Penerbit Balai Pustaka Pendidikan”, Suatu Pendekatan 1989 Terapan Edisi I Fakultas Ilmu Pendidikan IKIP Yogyakarta TAP MPR No. II/MPR/1993 “Garis-Garis Besar Haluan” Negara 1993-1998, Sutrisno Hadi, Prof. Dr. M.A., Penerbit Bina Pustaka Surabaya “Metodologi Reseach”, Jilid II 1989 Penerbit FKP IKIP Yogyakarta 1967 28
  • 33.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN PENGARUH PELAKSANAAN SUPERVISI KEPALA SEKOLAH TERHADAP KEDISIPLINAN GURU DALAM PELAKSANAKAN PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SDN NGAGELREJO II/397 KECAMATAN WONOKROMO KOTA SURABAYA Sri Sundari *) Abstrak, Untuk mencapai tujuan pendidikan, guru juga perlu menaruh perhatian terhadap kemajuan murid di samping evaluasi belajar memecahkan masalah atau problem yang dihadapi murid dan lain-lainnya. Di dalam memperbaiki dan mensukseskan proses belajar mengajar serta memecahkan masalah lain, banyak dipengaruhi oleh pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap guru dan lingkungan sekolahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap kedisiplinan guru dalam pelaksanakan proses belajar mengajar. Penelitian ini merupakan jenis regresional. Populasinya adalah seluruh guru di SDN Ngagelrejo II/397 Kec. Wonokromo Kota Surabaya berjumlah 18 orang. Sampel diambil dengan teknik total sampling diperoleh responden sebanyak 18 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Selanjutnya untuk mengetahui pengaruh pelaksanaan supervisi kepala terhadap disiplin guru digunakan uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan Fhitung = 5,975 > Ftabel = 4,49. Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak yang berarti terdapat pengaruh pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap disiplin guru. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung = 0,026 jauh di bawah 0,05, yang menandakan pengaruh yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan supervisi kepala sekolah dilaksanakan sebaik- baiknya sehingga lebih meningkatkan disiplin guru. Guru hendaknya ikut mensukseskan pelaksanaan supervisi kepala sekolah agar kegiatan proses belajar mengajar lebih meningkat dan bermutu. Bagi pihak-pihak terkait khususnya pemerintah hendaknya memperhatikan pelaksanaan supervisi kepala sekolah dan membantu memberikan instrumen yang valid dan handal. Kata Kunci : Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah, Kedisiplinan Guru PENDAHULUAN canggih, maka hubungan antara negara- negara di dunia ini semakin berkembang. Perkembangan ilmu pengetahuan dan Jarak antara negara yang satu dengan teknologi meliputi seluruh bidang negara yang lainnya seolah-olah semakin kehidupan, misalnya bidang komunikasi, dekat. Perkembangan ilmu pengetahuan transportasi serta pembangunan fisik dan teknologi mendekatkan dan lainnya. Karena perkembangan ilmu menyatukan negara yang satu dengan pengetahuan dan teknologi semakin 29
  • 34.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN negara yang lain sehingga seolah-olah harapan juga menjiwai perjuangan dunia ini mengglobal. kemerdekaan. Karena itu pendidikan Oleh karena itu, bangsa Indonesia juga merupakan bagian mutlak dari perjuangan berusaha untuk meningkatkan ilmu dan merupakan investasi yang paling pengetahuan dan teknologi agar sesuai utama dari setiap bangsa. dengan perkembangan jaman. Hal ini Oleh karena itu, mutu pendidikan sesuai dengan cita-cita dan tujuan negara lebih banyak cenderung dan tergantung yang tercantum dalam UUD 1945 alinea 4 pada guru dalam membimbing/mendidik yang berbunyi: “Mencerdaskan kehidupan proses belajar mengajar, serta kedisiplinan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dalam pelaksanaan kegiatan belajar dunia berdasarkan kemerdekaan, mengajar di sekolah. Kedisiplinan perlu perdamaian abadi dan keadilan sosial”. sekali ditingkatkan untuk mencapai Untuk melaksanakan hal tersebut keberhasilan pendidikan, baik disiplin diatas, maka salah satu bidang yang harus waktu maupun tugas. diutamakan dalam rangka meningkatkan Sebagai tenaga pendidik di sekolah, kualitas sumber daya manusia adalah guru harus ikut aktif dalam rangka dalam bidang pendidikan, karena pencapaian tujuan pendidikan nasional, pendidikan modal paling utama dalam sebagaimana yang tercantum dalam menciptakan manusia yang cerdas dalam Ketetapan MPR No. 11/83 tentang GBHN arti terampil, dapat berdiri sendiri serta halaman 93 yang berbunyi : “Pendidikan bertanggung jawab terhadap bangsa dan nasional berdasarkan Pancasila bertujuan negara. untuk meningkatkan ketaqwaan terhadap Dalam pendidikan atau pengajaran, “Tuhan Yang Maha Esa, kecerdasan dan warga negara Indonesia dijamin haknya ketrampilan, mempertinggi budi pekerti, untuk mendapatkan pengajaran memperkuat kepribadian, mempertebal sebagaimana tercantum dalam Batang semangat kebangsaan seta cinta tanah air Tubuh UUD 1945 Bab XIII pasal 31 ayat 1 agar dapat membangun dirinya sendiri yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara serta bersama-sama bertanggung jawab berhak mendapatkan pengajaran”. Untuk atas pembangunan bangsa dan negara”. pelaksanaan tersebut diatas, maka Untuk mencapai tujuan pendidikan pemerintah berupaya serta mempunyai tersebut diatas, maka tugas guru juga perlu tanggung jawab dalam pendidikan. Hal ini menaruh perhatian terhadap hal-hal lain. diperkuat dengan ayat berikutnya (pasal 31 Laporan tentang kemajuan murid di ayat 2) yang berbunyi : “Pemerintah samping evaluasi belajar memecahkan mengusahakan dan menyelenggarakan satu masalah atau problem yang dihadapi murid sistem pengajaran nasional yang diatur dan lain-lainnya. oleh Undang-undang”. Di dalam memperbaiki dan Dengan melihat pernyataan diatas, mensukseskan proses belajar mengajar maka pendidikan mencetuskan harapan, serta memecahkan masalah lain karena harapan terletak pada pendidikan, sebagaimana tersebut, banyak dipengaruhi 30
  • 35.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN oleh pelaksanaan supervisi Kepala Sekolah Penentuan Sampel terhadap guru dan lingkungan sekolahnya. Pengambilan sampel ini didasari pendapat Arikunto (1998:120-121) “Untuk sekedar ancer-ancer maka apabila METODE PENELITIAN subjeknya kurang dari 100, lebih baik diambil semua sehingga penelitiannya Jenis Penelitian merupakan penelitian populasi. Penelitian ini menggunakan metode Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar penelitian explanatory survey. Pendekatan dapat diambil antara 10-15% atau lebih explanatory survey ini, sebagaimana tergantung setidak-tidaknya dari : a) simpulan Cooper dan Pamela (2003:13), kemampuan peneliti dari waktu, tenaga Masri Singarimbun dan Sofyan Effendi dan dana, b) Sempit luasnya wilayah (1995:3) terbukti mampu dengan baik pengamatan dari setiap subyek, karena hal menjelaskan hubungan antar aspek yang ini menyangkut banyak sedikitnya data, c) diamati dan bukan hanya Besar kecilnya risiko yang ditanggung oleh sekedar descriptive, sedangkan bentuk peneliti. Untuk penelitian yang risikonya penelitian verifikatif menurut Moh. Nazir besar, tentu saja jika sampel besar, (1988:63) digunakan untuk menguji hasilnya akan lebih baik.” hipotesis yang menggunakan perhitungan- Sugiyono (2009:124) menyatakan perhitungan statistik. jumlah sampel tergantung dari tingkat ketelitian atau kesalahan yang Deskripsi Populasi dan Penentuan dikehendaki, misalnya tingat kesalahan Sampel 1%, 5%, 10% atau lainnya. Makin besar Deskripsi Populasi tingkat kesalahan makin kecil sampel. Arikunto (2002) menyatakan bahwa Rumus untuk menghitung ukuran sampel populasi adalah obyek yang akan diteliti dari populasi yang diketahui jumlahnya hasilnya, dianalisis, disimpulkan dan adalah : kesimpulan itu berlaku untuk seluruh s = populasi itu. Sudjana (1996) menjelaskan 2 popupasi adalah totalitas semua nilai yang dengan dk = 1, taraf kesalahan bisa 1%, 5%, 10% mungkin, hasil menghitung atau P = Q = 0,5 d = 0,05 s = jumlah sampel pengukuran, kuantitatif, atau kualitatif Namun dari rumus tersebut telah mengenai karateristik tertentu dari semua dihitung untuk populasi-populasi dengan anggota kumpulan yang lengkap dan jenis jumlah tertentu mulai 10 hingga 1.000.000 yang ingin dipelajari sifat-sifatnya. oleh Sugiono (2009:126) sebagaimana Penelitian ini dilakukan dengan tabel terlampir. Untuk jumlah populasi 18 mengambil populasi seluruh guru di SDN orang dengan taraf signifikan 0,05 Ngagelrejo II Wonokromo Surabaya diperoleh sampel sebanyak 18 orang. Oleh berjumlah 18 orang. karena itu dalam penelitian ini Dari 19 orang ini dipilih dengan teknik total 31
  • 36.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN sampling yaitu mengambil seluruh guru ketentuan, peraturan dan norma yang menjadi responden. berlaku dalam menunaikan tugas dan tanggung jawab. Disiplin guru tersebut Variabel Penelitian diukur dengan indikator-indikator Dalam penelitian yang dilakukan ini, sebagai berikut : variabel yang digunakan terdiri dari satu a. Kehadiran di sekolah variabel bebas yaitu disiplin guru dan satu b. Ketepatan waktu mengajar variabel terikat yaitu prestasi belajar. c. Persiapan mengajar yaitu silabus, RPP Definisi Operasional Variabel d. Kegiatan belajar mengajar antara Agar tujuan penelitian dapat tercapai lain alat peraga, buku penunjang, maka variabel harus didefinisikan dengan buku absen siswa, daftar nilai, dan jelas dan menyebutkan indikator- lain-lain. dindikatornya, cara pengukurannya, dan skala atau kategori penilaian yang Teknik Pengumpulan Data digunakan. Berikut ini adalah definisi Adapun proses pengumpulan data operasional masing-masing variabel. dalam penelitian ini dilakukan dengan 1. Variabel bebas (X) yakni prosedur sebagai berikut : pelaksanaan supervisi kepala sekolah 1. Survey Pendahuluan adalah suatu usaha untuk mewujudkan Dalam kegiatan ini, penelitian kemajuan sekolah yang bersifat teratur dilakukan dengan mengumpulkan data- dan kontinyu dengan jalan membina, data intern perusahaan di antaranya memperbaiki, meningkatkan adalah profil SDN Ngagelrejo II kedisiplinan guru dalam pelaksanaan Wonokromo Surabaya. proses belajar mengajar untuk 2. Dokumentasi mempertinggi mutu pendidikan yang Teknik dokumentasi adalah diberikan kepada siswa. Pelaksanaan mencari data mengenai hal-hal atau supervisi kepala sekolah diukur dengan variabel yang berupa catatan, transkrip, indikator-indikator sebagai berikut : buku, surat kabar, majalah, prasasti, a. Prinsip konstruktif notulen rapat, legger, agenda dan b. Prinsip kreatifitas sebagainya (Suharsimi, 2002 : 236). c. Prinsip kooperatif Dalam penelitian ini teknik d. Prinsip demokrasi dokumentasi digunakan untuk e. Prinsip kontinyuitas mencatat indikator disiplin guru. f. Prinsip ilmiah 3. Kuesioner Dalam penelitian ini digunakan 2. Variabel terikat (Y) yakni disiplin kuesioner tertutup dengan skala Likert. guru adalah suatu sikap mental seoang Menurut Arikunto (1998:151) guru yang mengandung kesadaran dan kuesioner tertutup adalah kerelaan untuk mematuhisemua kuesioner yang telah disediakan 32
  • 37.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN jawabannya sehingga responden Y = a + bX tinggal memilih jawaban pada kolom Y = Disiplin guru yang sudah disediakan dengan X = Pelaksanaan supervisi kepala memberi tanda cross (x). Dalam sekolah penelitian ini kuesioner digunakan a = Nilai konstanta untuk megambil data tentang b = Nilai arah sebagai penentu pelaksanaan supervisi kepala sekolah. ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai peningkatan Teknik Analisis Data (+) atau nilai penurunan (–) Data yang telah terkumpul variabel Y. kemudian dilakukan analisis dengan urutan analisa sebagai berikut : Dalam penelitian ini perhitungan 1. Coding, adalah memberi kode pada regresi dilakukan dengan bantuan lembar check list sesuai dengan program SPSS for Windows. kategori yang telah ditentukan. Langkah menguji hipotesis : 2. Tabulating, Tabulating adalah a. Membuat Ha dan Ho dalam bentuk mentabulasi seluruh data hasil chek list kalimat : ke dalam tabel-tabel yang diperlukan Ha : Terdapat pengaruh sehingga mudah dibaca. pelaksanaan supervisi 3. Skoring, Skoring adalah memberi skor kepala sekolah terhadap dari kategori-kategori tersebut sesuai disiplin guru skor yang telah ditentukan. Ho : Tidak terdapat pengaruh Pelaksanaan supervisi kepala sekolah pelaksanaan supervisi dan disiplin guru diberi skor tinggi, kepala sekolah terhadap sedang dan rendah. Skor tinggi jika disiplin guru penjumlahan dari hasil penilaian b. Kaidah pengujian signifikansi : mencapai >75%, skor sedang jika Jika Fhitung ≥ Ftabel maka Ha penjumlahan dari hasil penilaian diterima dan Ho ditolak artinya mencapai 56-75%, dan rendah jika terdapat pengaruh pelaksanaan penjumlahan dari hasil penilaian supervisi kepala sekolah terhadap <56%. disiplin guru. 4. Uji Hipotesis Jika Fhitung < Ftabel maka Ha Uji hipotesis berfungsi untuk ditolak dan Ho diterima artinya menjawab hipotesa yang telah diajukan tidak terdapat pengaruh sebelumnya. Uji ini sekaligus juga pelaksanaan supervisi kepala menjawab rumusan masalah yang telah sekolah terhadap disiplin guru. ditulis pada Bab I. Uji yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Regresi Sederhana dengan rumus persamaan regresi sederhana : 33
  • 38.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN HASIL PENELITIAN terlampir. Hasil pengujian validitas terhadap variabel pelaksanaan supervisi Tabel 1 kepala sekolah dapat dilihat sebagai Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah berikut : Pelaksanaan Supervisi Kepsek Cumulative Tabel 3 Hasil Uji Validitas Variabel Frequency Percent Valid Percent Percent Valid Kurang 3 16,7 16,7 16,7 Pelaksanaan Supervisi Kepala Sekolah Cuku 13 72,2 72,2 88,9 Baik 2 11,1 11,1 100,0 Corrected item Total 18 100,0 100,0 Pernya- total Keterangan taan Tabel 1 menunjukkan dari 18 guru correlation sebagai responden dalam menanggapi 1 0,720 Valid pelaksanaan supervisi kepala sekolah 2 0,692 Valid 72,2% menyatakan cukup, 16,7% 3 0,623 Valid 4 0,668 Valid menyatakan kurang, dan 11,1% masing 5 0,612 Valid menyatakan baik. 6 0,622 Valid Sumber : Hasil Olah Data SPSS Tabel 2 Disiplin Guru di SDN Ngagelrejo Dari tabel di atas dapat diketahui II/397 Kec. Wonokromo Kota Surabaya bahwa untuk item pernyataan variabel Disiplin Guru pelaksanaan supervisi kepala sekolah, Cumulative Frequency Percent Valid Percent Percent corrected item total correlation yang Valid Cukup 3 16,7 16,7 16,7 Baik 15 83,3 83,3 100,0 diperoleh untuk seluruh item pernyataan Total 18 100,0 100,0 adalah lebih besar dari 0,468 hal tersebut Tabel 2 di atas menunjukkan bahwa berarti bahwa secara keseluruhan item disiplin guru dalam melaksanakan pernyataan mengenai pelaksanaan tugasnya sebagian besar (83,3%) baik, dan supervisi kepala sekolah adalah valid. 16,7% cukup. Hasil Uji Reliabilitas Analisis Data Suatu alat ukur dikatakan reliabel atau Hasil Pengujian Validitas handal, jika alat itu dalam mengukur suatu Validitas menunjukkan sejauh mana gejala pada waktu yang berbeda senantiasa alat ukur yang digunakan mengukur apa menunjukkan hasil yang relatif sama. yang diinginkan dan mengungkap data dari Untuk menguji reliabilitas suatu instrument variabel yang diteliti secara tepat. dapat digunakan uji statistic Cronbach Instrument valid berarti alat ukur yang Alpha (α), dimana suatu alat ukur digunakan untuk mendapat data itu valid. dikatakan reliabel jika nilai Cronbach Dalam uji validitas ini suatu butir Alpha lebih besar dari 0,60. Hasil pernyataan dikatakan valid jika corrected pengujian reliabilitas terhadap variabel item total correlation lebih besar dari pelaksanaan supervisi kepala sekolah 0,468 (untuk jumlah responden 18 orang df diperoleh alpha sebesar 0,8773 lebih besar = 16) sebagaimana tabel r produk momen 34
  • 39.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN dari 0,6 sehingga dapat diputuskan bahwa terdapat pengaruh pelaksanaan supervisi item kuesioner telah reliabel. kepala sekolah terhadap disiplin guru. Terlihat pula signifikan hasil hitung αhitung Hasil Pengujian Regresi Linier = 0,026 jauh di bawah 0,05, yang Sederhana menandakan pengaruh yang signifikan. Untuk mengetahui ada atau tidaknya Selain adanya pengaruh yang pergaruh antara variabel bebas pelaksanaan signifikan, pada uji korelasi juga terlihat supervisi kepala sekolah (X) terhadap adanya korelasi positif antar kedua variabel terikat yang dalam hal ini adalah variabel seperti tampak pada Gambar 4.2. disiplin guru (Y), maka digunakan analisis Hasil Pearson Correlation sebesar 0,521 model regresi linier sederhana dengan lebih dari rtabel sebesar 0,468 (Sebagaimana model persamaan sebagai berikut : r tabel Product Moment pada df = 16 terlampir). Y = α + bX1 Correlations Dimana : Pelaksanaan Supervisi Y = Disiplin guru Pearson Correlation Disiplin Guru Disiplin Guru 1,000 Kepsek ,521 X = Pelaksanaan supervisi kepala Pelaksanaan Supervisi Kepsek ,521 1,000 sekolah Sig. (1-tailed) Disiplin Guru , ,013 Pelaksanaan ,013 , b = koefisien regresi X Supervisi Kepsek N Disiplin Guru 18 18 Pelaksanaan 18 18 Supervisi Kepsek Output perhitungan dengan program SPSS for Windows seperti terlihat dalam Gambar 4.2 Pearson Correlations gambar berikut. ANOVAb Besarnya pengaruh atau kontribusi Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. tingkat pendidikan terhadap perkembangan 1 Regression ,680 1 ,680 5,975 ,026a Residual 1,820 16 ,114 perusahaan dapat dilihat pada gambar Uji t Total 2,500 17 a. Predictors: (Constant), Pelaksanaan Supervisi Kepsek berikut ini. b. Dependent Variable: Disiplin Guru Coefficientsa Gambar 1 Uji F Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta t Sig. 1 (Constant) 2,112 ,305 6,915 ,000 Gambar 4.3 di atas menunjukkan hasil Pelaksanaan Supervisi Kepsek ,371 ,152 ,521 2,444 ,026 uji F dengan program SPSS for Windows, a. Dependent Variable: Disiplin Guru dengan Fhitung sebesar 5,975. Angka ini Gambar 4.3 Uji t selanjutnya dibandingkan dengan Ftabel df = 16 sebagaimana Tabel F pada lampiran Sebagaimana Uji F di atas yang (Critical Values for the F Distribution menunjukkan adanya pengaruh, Uji t juga α=0,05). Tabel F dengan df = 16 dan n =1 seperti pada Gambar 4.3 memperlihatkan diperoleh Ftabel = 4,49. Sehingga Fhitung = thitung sebesar 2,444 > ttabel sebesar 2,120 5,975 > Ftabel = 4,49. (sebagaimana Critical Value for the t Oleh karena Fhitung > Ftabel maka Ha Distribution terlampir) artinya terdapat diterima dan Ho ditolak yang berarti 35
  • 40.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN pengaruh pelaksanaan supervisi kepala ini menunjukkan betapa pentingnya sekolah terhadap disiplin guru. pelaksanaan supervisi kepala sekolah. Untuk menunjukkan besarnya Dalam kaitan pentingnya pelaksanaan pengaruh atau kontribusi pelaksanaan supervisi kepala sekolah terhadap disiplin supervisi kepala sekolah terhadap disiplin guru, Soewadji (1980:33) menyatakan guru dapat dilihat koefisien regresi supervisi merupakan rangsangan, (unstandarized coefficients Beta) pada bimbingan atau bantuan yang diberikan gambar 4.2 sebesar 0,589. Selanjutnya kepada guru-guru agar kemampuan sesuai dengan rumus regresi sederhana profesionalnya semakin bertambah, dapat dimasukkan angka-angka tersebut sehingga situasi belajar mengajar lebih sebagai berikut : efektif dan efisien. Kemampuan Y = a + bX profesional tidak lepas dari disiplin guru, = 2,112 + 0,371 dikatakan profesional berarti seorang guru Selanjutnya berdasarkan persamaan di juga bisa melaksanakan disiplin dengan atas deskripsi pengaruh pelaksanaan baik. supervisi kepala sekolah terhadap disiplin Baharudun Harahap menjelaskan guru berdasarkan unstandarized masalah supervisi dalam administrasi coeffisients beta adalah sebagai berikut: pendidikan adalah pembinaan administrasi 1) Konstanta sebesar 2,112 menyatakan atau kepegawaian, yaitu masalah bahwa jika variabel pelaksanaan pengaturan, penyusunan dan penyimpanan supervisi kepala sekolah dianggap data sebagai dasar dukungan keputusan konstan (tidak ada upaya supervisi), mutasi yang menyangkut kepentingan maka disiplin guru sebesar 2,112 point. pegawai dalam kedudukan sebagai seorang 2) Koefisien regresi pelaksanaan supervisi Pegawai Negeri Sipil. Sedangkan yang kepala sekolah sebesar 0,371 dimaksud data di sini meliputi dokumen menyatakan bahwa setiap peningkatan perorangan maupun data hasil olahan atau 1 poin pelaksanaan supervisi kepala laporan. Laporan yaitu kartu merah, Daftar sekolah akan meningkatkan disiplin Penilaian Pelaksanaan Pekerjaan (DP3) guru sebesar 0,371 poin. Jika angka dan selain itu untuk mengetehui bagaimana tersebut dikalikan 1000, deskripsinya kenaikan pangkat para guru atau pegawai menjadi setiap ada upaya pelaksanaan dan pembagian tugasnya. supervisi kepala sekolah sebesar 1000 Apalagi jika pelaksanaan supervisi poin maka akan meningkatkan disiplin kepala sekolah yang memenuhi prinsip- guru sebesar 371 point. prinsip yang telah ditentukan maka semakin jelas hasilnya terhadap disiplin Hasil uji regresi linier sederhana guru. Prinsip konstruktif misalnya, bahwa menunjukkan adanya pengaruh pelaksanaan bersifat membangun yaitu pelaksanaan supervisi kepala sekolah harus tampak perbedaan antara sebelum terhadap disiplin guru. Adanya pengaruh diadakan supervisi dengan sesudah supervisi yaitu makin majunya dalam suatu 36
  • 41.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN hal pengetahuan, sikap atau nilai dan teratur, tidak hanya karena akan ada ketrampilan, profesi. Maka maksudnya, inspeksi atasan, sehingga para guru sudah supervisor hendaknya menyadari terbiasa bekerja dengan teratur disertai sepenuhnya bahwa setiap guru pasti dengan rasa disiplin dan tanggung jawab. mempunyai kelebihan dan kekurangan. Prinsip ilmiah menurut Made Pidharta Prinsip kreativitas juga tidak kalah (1986:39) bahwa supervisi dilaksanakan penting, Dolok Saribu dan Berlian T. hendaknya dengan sistematika, objektif Simbolon (1984:236) mengemukakan dan berdasarkan data atau informasi. bahwa supervisi hendaknya mendorong Dalam hal ini tugas supervisi diharuskan guru untuk berinisiatif, melalui supervisi pada pembinaan guru-guru. Supervisi hendaknya guru dapat memperoleh berpegang pada tujuan sekolah, koordinasi pengetahuan, juga berkreasi atau mencipta merode belajar dan kualifikasi dengan dengan sikap atau nilai dan ketrampilan segala aktifitasnya yang sudah ditentukan guru atas inisiatif sendiri tidak bergantung secara jelas. kepada kepala sekolah atau pemimpinannya. SARAN Sedangkan prinsip kooperatif, juga telah dikembangkan oleh kepala sekolah 1. Pelaksanaan supervisi kepala sekolah yang dilaksanakan atas kerja sama antara seyogyanya dilaksanakan sebaik- kepala sekolah dan guru, sehingga terjalin baiknya sehingga lebih meningkatkan kehamonisan kerja yang baik, saling disiplin guru. mengisi dan menyadari kekurangan 2. Guru hendaknya ikut mensukseskan masing-masing. Supervisor tidak dianggap pelaksanaan supervisi kepala sekolah momok yang menakut-nakuti, namun di agar kegiatan proses belajar mengajar sini sebagai pemimpin mereka yang harus lebih meningkat dan bermutu. bias membantu kelancaran tugas para guru. 3. Bagi pihak-pihak terkait khususnya Prinsip demokrasi dilaksanakan oleh pemerintah hendaknya memperhatikan kepala sekolah tidak hanya atas pelaksanaan supervisi kepala sekolah kemampuannya, tetapi juga ternyata perlu dan membantu memberikan instrumen mempertimbangkan kemauan/pendapat yang valid dan handal. para guru. Kepala Sekolah sebagai supervisor menghargai kepribadian guru, dalam pembicaraan bersama ia harus DAFTAR PUSTAKA memberi kesempatan kepada guru untuk mengeluarkan pendapatnya dalam Ametembun, Drs.M.A, “Supervisi mengambil keputusan. Keputusan yang Pendidikan”, Penerbit IKIP diambil hendaknya dengan jalan Bandung, 1975 musyawarah. Ametembun, Drs.M.A, “Manajemen Prinsip kontinyuitas yaitu Kelas”, Terbitan Ketiga Penerbit melaksanakan terus-menerus secara IKIP Bandung, 1981 37
  • 42.
    e-Jurnal Pendidikan, JURNALILMIAH KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Ghozali, Imam. Aplikasi Analisis S. Nasution, Prof.Dr.M.A “Didaktik dan Multivariate dengan Program Azas-Azas Kurikulum”, Penerbit SPSS. Badan Penerbit Undip, Jemara Bandung 1989 Semarang. 2002. Westy Sumanto, Drs dan Hendyat Sutopo Hendyat Sutopo, Dr., “Ikhtiar Teknik “Kepemimpinan Pendidikan”, Penilaian Pendidikan”, Penerbit Peberbit Usaha Nasional Surabaya IKIP Bandung, 1984 1982 Ismed Syarif, Drs dan Nawas Riza, Drs., Subari, Drs “Supervisi Pendidikan”, “Administrasi Pendidikan Dasar”, Dalam Rangka Perbaikan Situasi Penerbit Departemen Pendidikan Mengajar Penerbit Bumi Aksara dan Kebudayaan, 1976 Jakarta 1994 M. Ngalim Purwanto, Drs.M.P., Departeman Pendidikan dan Kebudayaan “Pyskologi Pendidikan”, Penerbit “Buku II Petunjuk Administrasi PT. Rosda Karya Bandung 1990 Sekolah Dasar”, tahun 1989 M. Dimyati Mahmud, “Psykologi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Pendidikan”, Suatu Pendekatan Wilayah Jawa Timur “Media Terapan Edisi I Fakultas Ilmu Pendidikan”, Nomor 3 Edisi Mei Pendidikan IKIP Yogyakarta 1991 Sutrisno Hadi, Prof. Dr. M.A., Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan “Metodologi Reseach”, Jilid II dan Pengembangan Bahasa Penerbit FKP IKIP Yogyakarta Indonesia “Kamur Besar Bahasa 1967 Indonesia”, Penerbit Balai Pustaka 1989 Suhertin, Drs. Dan Nata Her, Drs “Supervisi Pendidikan”, Dalam TAP MPR No. II/MPR/1993 “Garis-Garis Rangka Program Insenvice Besar Haluan” Negara 1993-1998, Education, Penerbit IKIP Malang Penerbit Bina Pustaka Surabaya 1971 1989. 38