DASAR PENDIDIKAN IV Oleh : Drs. SUBAWADI, M.Pd Jl. J.A. Suprapto 8-J / 18 Gresik
1. Pengertian Pengertian menurut arti kata, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas kata  Phileus  artinya  cinta  dan  Sofhiq  artinya  kebijaksanaan  (Sunoto, 1982 : 2). Cinta artinya hasrat yang berkobar-kobar atau sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran sesungguhnya. Filsafat artinya hasrat atau keinginan yang sungguh akan kebenaran sejati. Pengertian umum : filsafat secara umum sebagai pengetahuan yang menyelidiki hakekat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran atau ilmu pengetahuan tentang hakekat. Hakekat adalah suatu hal yang dalamnya terlepas dari hal yang lain, dan tidak terikat oleh ruang, waktu.keadaan serta sifatnyatetap tidak berubah atau inti dari resensi segala sesuatu. Pengertian khusus, pengertian filsafat yang mempunyai kekhususannya masing-masing atau yang berbeda satu sama lain. Misal : Rationalisme menggunakan akal,matrealisme menggunakan materi, idealisme menggunakan ide, hendonisme menggunakan kesenangan, dan etoicisme menggunakan tabiat saleh. Perenungan kefilsafatan, menurut bukunya  Elements of philosophy   kattsof 1963  (dalam Seuroto 1983 : 3) mengatakan antara lain : Filsafat adalah berfikir secara kritis, filsafat adalah berfikir dalam bentuk yang sistematik,filsafat harus memperhatikan sesuatu yang runtut, filsafat adalah berfikir secara rational dan filsafat harus komprekensif (menyeluruh).
Pendapat Beekman, didalam bukunya Filosofie, Filosoten, Filosotiren 1973 (dalam Sunoto 1983 : 3) berpendapat : filsafat memerlukan peran dalam hubungannya dengan sesama ilmu pengetahuan, filsafat hanya tidak harus mereagis informasi dari sisi ilmu pengetahuan, akan tetapi harus memberikan sejenis penjelasan kepadasemua ilmu pengetahuan. Kegiatan berfilsafat, dalam bukunya Perspectives ini  sosial philosophy back 1967 (dalam Sunoto 1983 : 4) berpendapat bahwa berfilsafat melalui kegiatan spikulatif, kegiatan fenomenologi, atau diskriptif, kegiatan normative atau inovatif dan kegiatan kritik atau analitik. Menurut Sunoto berpendapat atas pengertian filsafat sebagai berikut : filsafat adalah hasil pikiran manusia yang kritik dan dinyatakan dalam bentuk yang sistematik. Filsafat adalah hasil pemikiran manusia yang paling dalam.filsafat adalah refleksi lebih lanjut dari pada ilmu pengetahuan atau pendalaman lebih lanjut ilmu pengetahuan. Filsafat adalah hasil analisa dan abstarksi, filsafat adalah pandangan hidup. Ciri-ciri berfilsafat (Sunoto, 1983 ; 4) antara lain sebagai berikut : deskreptif, kritik atau analitik, evaluatik atau normatik,spekulatif dan sistematik.filsafat adalah kebudayaan : hasil kreasi atau hasil budaya manusia yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia.
Hubungan antara filsafat dengan lingkungan : filsafat sebagai hasil budaya manusia,juga tidak lepas dari pengaruh alam sekitarnya, sehingga antara manusia, masyarakat, dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Filsafat yunani, karena dilahirkan oleh orang yunani di kota militus yang terletak di Asia kecil dari Eknis 10 NIA, yang terdiri dari pulau-pulau, sering merantau sampai jauh ke Afrika, dan loraknya antropologik yang mulai membicarakan manusia dan tersusun dalam suatu sistem. Filsafat india, alamnya terdiri dari pegunungan himalaya dengan puncakny gauri sangkar yang indah. Maka corak pikirannya tidak kalah indahnya, religius, etika mewarnai kefilsafatan, contoh dalam kitab mahabarata yang terdiri atas 18 parasutra dan kitab ramayana yang menggambarkan kepahlawanan para satria yang diutamakan nilai-nilai kejujuran, keadilan dan kebenaran yang menjadi ciri dari pahlawan. Filasafat cina. Negeri yang terdiri dari daratan yang luas. Oleh karena itu menggolongkan masyarakat, pada kelompok tani itu di beri kedudukan penting setelah kelompok cendikia oleh karena itu pertanian mulai diagungkan. Filsafat Indonesia. Terdiri dari beribu-ibu pulau besar maupun kecil yang terdiri gunung dan pertanian, sehingga tantangan alam yang bermacam-macam coraknya, maka filsafat yang lahir bersifat non material sesuai dengan alamnya yaitu ramah tamah.
Hubungan antara Filsafat, Ilmu Pengetahuan dan Agama. Yang dicari ilmu filsafat adalah kebenaran, demikian ilmu pengetahuan dan agama yang dicari adalah kebenaran. Kebenaran filsafat dan kebenaran ilmu pengetahuan adalah akal, sedangkan kebenaran agama adalah kebenaran wahyunya. Ilmu pengetahuan dan filsafat dapat membantu menyampaikan lebih lanjut ajaran agama kepada manusia. Agama dapat membantu memberi jawaban terhadap problem yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan filsafat.
Guna Filsafat Filsafat mempunyai kegunaan sebagai berikut antara lain (Sunoto 1983:11) melatih untuk berfikir kritik dan surut, dan menyusun hasil pikiran secara sistematik. Menambah wawasan dan cakrawala yang lebih luas agar tidak berfikir dan bersifat sempit dan tertutup. Melatih diri melakukan penelitian, pengkajian dan memutuskan atau mengambil kesimpulan mengenai sesuatu hal secara mendalam dan komprehensif. Menjadikan diri bersifat dinamik dan terbuka dalam menghadapi berbagai problem. Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa. Menjadi alat yang berguna bagi manusia baik untuk  kepentingan pribadi maupun dalam hubungan orang lain. Menyadari akan kedudukan manusia baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, atau sekitar dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Fungsi filsafat sebagai tempat bertemunya berbagai disiplin ilmu pengetahuan atau merupakan induk dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Fungsi Filsafat
Cabang-Cabang Filsafat   Logika : Membicarakan tentang hukum-hukum  penyimpulan  yang benar. Metodologi : Membicarakan tentang teknik atau cara  penelitian Metafisika : Membicarakan tentang segala sesuatu yang  ada Outologi : Membicarakan tentang hakekat segala sesuatu yang ada Kosmologi : Membicarakan tentang segala sesuatu yang  ada yang teratas Filsafat dapat digolongkan cabang-cabang filsafat kattsoff dalam bukunya  Elements of philosophy   1963  (dalam Sunoto 1983 : 14) sebagai berikut :
Cabang-Cabang Filsafat   Epistemelogi : Membicarakan tentang kebenaran Filsafat biologi : Membicarakan tentang hidup Filsafat psykologi : Membicarakan tentang jasa Filsafat antropologi  : Membicarakan tentang manusia Filsafat sosiologi : Membicarakan tentang masyarakat  dan negara Etika : Membicarakan tentang baik buruk Estetika : Membicarakan tentang indah Filsafat agama : Membicarakan tentang agama
Berikut adalah skema hubungan filsafat dengan filsafat pendidikan Filsafat Etika Metafisika Pendidikan Logika
Filsafat Pendidikan Politik Estetika Teknologi Hukum Sosial Etika Budaya Ekonomi Psikologi Metafisika Kejiwaan Matropalopi Humaniora
Aliran-aliran Filsafat   Yang membedakan terjadinya aliran filsafat adalah faktor alam. Sejarah manusia dan masyarakat penuh tantangan bergantung pada sifat perkembangan itu sendiri, sehingga kondisi berbeda-beda, ada yang benar ada yang timbul gejolak baik kecil maupun besar, sehingga menimbulkan atas tessa-inti tessa-sintessa (Georg Wilhems Hegel 19770) Corak aliran di dalam filsafat dengan unsur-unsur yang menyulitkan manusia itu sendiri. Corak yang sesuai dengan unsur jiwa dan raga maka timbul : idealisme yang memberi tempat tertinggi pada ideo, spirritualisme yang memberi tempat tertinggi pada jiwa, rationalisme yang memberi tempat tertinggi pada akal. Corak yang menempatkan unsur ragawi atau unsur luar sebagai yang tertinggi : materialisme yang memberi tempat tertinggi pada materi, empirisme yang memberi tempat tertinggi pada pengalaman dan sensisme yang memberi tempat tertinggi pada panca indra.
Aliran-aliran Filsafat   Corak yang sesuai dengan individu dan sosial, karena itu pengejawatan dari sifat terlihat dalam filsafat. Ada yang menggunakan sifat individunya yaitu : individualisme yang memberi tempat tertinggi pada individu  dan liberalisme yang mengagumkan hak mutlak setiap individu. Demikian juga ada yang mengagumkan sejak sosialnya yaitu Auruisme yang mengutamakan kepentingan orang lain semata mata. Sosialisme yang memberi tempat tertinggi pada sosial pada individu. Corak perpaduan, yaitu filsafat untuk menghubungkan kedua dengan maksud jembatan sebagai berikut : Immanuel Kant 1724 (dalam sunoro : 1983 : 18) berusaha mengetahui antara rationalisme dan empirisme, Tessa-anti tessa dan melahirkan sintessa dan begitu seterusnya dapat dibuat contoh lain.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Pendekatan filsafat tentang pendidikan berarti usaha memahami pendidikan melalui filsafat, dengan menggunakan filsafat dan unsur filsafatnya sebagai berikut. Metafisika : metafisika berasal dari kata metata fisika artinya suatu yang ada setelah fisika, metafisika ialah cabang filsafat yang membicarakan tentang hakekat yang terdalam cabang-cabang  metafisika meliputi diantaranya sebagai berikut : ontologi, teologi, psikologi, epistemologi, kasmologis (dalam pendapat The Columbia Encyclopedia) Logika sebagai cabang filsafat, yang membicarakan tentang aturan-aturan berfikir agar dapat mengambil kesimpulan yang benar.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Menurut kualitasnya pengertian singkulas atau indifidualnya sikap, pengertian pastikuler misalnya beberapa susunan pengertian kalektif misal pendengar pengertian umum misal manusia. Menurut keadaannya : pengertian abstrak yaitu melakukan segala sesuatu yang sulit dipahami atau dengan kata lain tidak dapat dialami secara langsung sebagai obyek individual, misal kebahagiaan, kesejahteraan, keikhlasan. Pengertian kongkrit yaitu untuk melakukan segala sesuatu yang dapat dialami misal, manusia gagah. Menurut sifatnya : pengertian positif yaitu menyatakan kualitas terhadap obyek, misal, bagus, gembira. Pengertian negatif yaitu tidak adanya kualitas dari pada obyek, misal, jelek, jodoh.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Pengertian positif-negatif yaitu kualitasnya ada tapi tidak banyak, misal, peri, gendruwu. Menurut tujuanya, tujuan ekstensi yaitu menamakan dan mengidentivikasi sesuatu benda, misal, manusia jepang, manusia inggris dan lain-lain. Tujuan intensi yaitu yang menyatakan kualitas atau ciri suatu,misal. Manusia dalam arti animal national, animal simbalikan, homo ekonomikus. Menurut hubungan : hubungan sinetrik misal: A = B dan B = A. Hubungan asinetrik misal:A > B dan B < A. Hubungan transif, misal:A dimuka B, B dimuka C, A dimuka C. Hubungan intransif, misal : A Ayah B, B ayah C, A bukan ayah C.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Hubungan menurut sifatnya : hubungan keustralitus, misal : terang dengan tidak terang, hubungan konter, misal : panas dengan dingin. Menurut halnya : terhadap suatu pengertian dapat disebutkan sejumlah halnya : terhadap suatu pengertian dapat disebutkan sejumlah hal (kategori Aristoteles). Pendapat, gabungan, pengertian, misal : Rumah Indah, Mahasiwa Pandai. Pendapat dapat digolongkan sebagai berikut : Menurut sifatnya : menyatakan secara langsung tanpa syarat misal : udara didalam ruang ini sejuk. Pendapat hipatik atau kondesional yang mengandung syarat, misal : mahasiswa takut les ekonomi. Pendapat yang membedakan, misal : rumah diseberang jalan itu tidak indah.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Menurut kualitasnya, pendapat umum abstrak yaitu tidak terikat oleh ruang waktu dan keadaan, misal : semua barang dapat terbang. Pendapat umum kolektif, yaitu sudah terikat oleh ruang waktu dan keadaan misal : Mahasiswa Fakultas Hukum tahun ini pandai. Pendapat partikuler yaitu yang khusus tapi belum menyebut jumlah ketentuan misal : beberapa mahasiswa pandai. Pendapat sangkulir yaitu yang khusus dan menunjuk suatu hal, misal : Mahasiswa Mis Pandai. Pendapat dalam bentuk simbul, misal : A, E, dan D. Huruf-huruf diabjatkan dari kata atismo atau aternatif dan nego atau negatif. Atismo diperoleh A dan, dari kata nego diperoleh E dan D, A hádala pendapat umum mengiakan.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Pendapat Kontes : yaitu suatu benda bila yang satu salah, tetapi dua-duanya salah. Pendapat Kontraditus yang satu benar yang satu salah. Pendapat sub-kouter keduanya dapat benar, tapi jika yang satu salah maka yang lain pasti benar, tapi jika yang umum benar pasti yang khusus benar. Menurut susunannya : pendapat tunggal yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat, misal : rumah besar. Manfaat mempelajari logika antara lain adalah : dapat bersifat logis, mampu menggunakan malah dan bukti yang benar nyata.
Unsur Filsafat Sebagai Alat Pendekatan Bersikap teliti sehingga tidak tersesat  oleh sesuatu yang ia sendiri tidak tahu bersikap kretek, meluaskan pandangan, menggunakan kata yang tepat, melakukan pengamatan, hipotesa, mengidensifikasi evaluasi, penyampulan. Etika, berasal dari kata atas akhirnya kesusilaan, kesusilaan berasal dari dalam diri manusia dan memberi pengaruh keluar. Etika ialah filsafat masal. Moral berasal dari kata Wares artinya adat-istiadat, etika ialah filsafat nilai atau antiologi yang membicarakannilai baik dan buruk. Etika ialah filsafat yang praktis / prasiologi. Etika membicarakan seluruh kepribadian baik hati nurani, ucapan dan perbuatan manusia baik sebagai pribadi maupun kelompok.
Bagan Skematis Ilmu Pendidikan  Sebagai Ilmu Pengetahuan Normatif Praktek Idiographis sejarah pendidikan Theoritis Monotheis pendidikan sistematik pendidikan theoritis asas-asas pendidikan Science Paidogogik Normatif filsafat pendidikan Positif aplied perbandingan pendidikan Demographis Etiologi Geography Sejarah Sosial Ekologi Hayat Kimia Matematika Psikologi Arsthetika Etika Logika Methophisika Paelogika Human Ekologi Industri Kedokteran Pertanian Psikologi Psikologi Pendidikan Psikologi Sosial
Pendekatan-pendekatan filsafat pendidikan Filsafat pendidikan sebagai filsafat terapan yaitu studi tentang pertanyaan asas-asas pemikiran filsafat pada masalah-masalah pendidikan pada dasarnya mengenai dua pendekatan.
Pendekatan Tradisional Bahwa dasar-dasar pendidikan adalah filsafat sehingga untuk mempelajari filsafat pendidikan haruslah memiliki pengetahuan dasar tentag filsafat. Bahwa kenyataan esensial baik dan benar adalah kenyataan yang tetap dan abadi. Bahwa nilau wasuna yang benar adalah nilai absolut, universal dan obyektif. Bahwa tujuan yang baik dan benar menentukan alat dan sesama, artinya tujuan yang baik harus dicapai dengan alat sesama yang baik pula. Bahwa faktor pengembagnan sejarah atau sosial adalah sesama alat untuk mencapai tujuan hidup dan pendidikan sebagaimana yang ditentukan oleh filsafat.
Pendekatan Progresif, kontinuitas akan filsafat pendidikan adalah pendekatan progresif kontemporer dengan dasar-dasar pemikiran sebagai berikut : Bahwa dasar-dasar pendidikan adalah sosiologi atau filsafat sosial komunisme ilmiah yang eksis terhadap yang bersifat metafisis transendental. Bahwa kenyataan adalah perubahan, artinya kenyataan hidup yang asumsi adalah kenyataan yang selalu berubah dan berkembang. Bahwa kebenaran dan kebijakan itu adalah hasil kreasi manusia dengan sifatnya yang selatif temparer bahkan subyektif. Bahwa tujuan dan dasar hidup dan pendidikan selatif ditentukan oleh perkembangan tenaga pengemang sosial dan manusia yang merupakan sumber perkembangan sosial masyarakat. Bahwa antara tujuan dan alat adalah bersifat kognes bahwa tujuan dapat menjadi alat untuk tujuan yang lebih lanjut sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat.
Nilai manfaat filsafat pendidikan dapat diperoleh dengan jalan mempelajari filsafat pendidikan sbb : Memberi kesempatan kepada kita membicarakan diri untuk mengadakan perencanaan mendalam atau berteori betapapun kurang ataupun belum sampainya teori tersebut. Membiasakan kita berfikir kritis dan selektif terhadap problem kehidupan dan penghidupan manusia. Memberikan pengertian yang mendalam akan problem-problem sosial. Dan dasar-dasar pertimbangan mana yang harus kita gunakan dalam menyelesaikan problem pendidikan. Memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meninjau kembali pandangan filsafat pendidikan yang selama ini diyakini. Bahwa berdasar kenyataan keragaman aliran-aliran filsafat pendidikan dalam pengertian betapa banyaknya pandangan tentang dasar-dasar dan tujuan pendidikan maka dituntut kepada setiap pendidik untuk meninjau serta  terbuka, bebas, kritis, selektif terhadap segala macam perbedaan.
 

Dasar pendidikan iv

  • 1.
    DASAR PENDIDIKAN IVOleh : Drs. SUBAWADI, M.Pd Jl. J.A. Suprapto 8-J / 18 Gresik
  • 2.
    1. Pengertian Pengertianmenurut arti kata, filsafat berasal dari bahasa Yunani yang terdiri atas kata Phileus artinya cinta dan Sofhiq artinya kebijaksanaan (Sunoto, 1982 : 2). Cinta artinya hasrat yang berkobar-kobar atau sungguh-sungguh. Kebijaksanaan artinya kebenaran sejati atau kebenaran sesungguhnya. Filsafat artinya hasrat atau keinginan yang sungguh akan kebenaran sejati. Pengertian umum : filsafat secara umum sebagai pengetahuan yang menyelidiki hakekat segala sesuatu untuk memperoleh kebenaran atau ilmu pengetahuan tentang hakekat. Hakekat adalah suatu hal yang dalamnya terlepas dari hal yang lain, dan tidak terikat oleh ruang, waktu.keadaan serta sifatnyatetap tidak berubah atau inti dari resensi segala sesuatu. Pengertian khusus, pengertian filsafat yang mempunyai kekhususannya masing-masing atau yang berbeda satu sama lain. Misal : Rationalisme menggunakan akal,matrealisme menggunakan materi, idealisme menggunakan ide, hendonisme menggunakan kesenangan, dan etoicisme menggunakan tabiat saleh. Perenungan kefilsafatan, menurut bukunya Elements of philosophy kattsof 1963 (dalam Seuroto 1983 : 3) mengatakan antara lain : Filsafat adalah berfikir secara kritis, filsafat adalah berfikir dalam bentuk yang sistematik,filsafat harus memperhatikan sesuatu yang runtut, filsafat adalah berfikir secara rational dan filsafat harus komprekensif (menyeluruh).
  • 3.
    Pendapat Beekman, didalambukunya Filosofie, Filosoten, Filosotiren 1973 (dalam Sunoto 1983 : 3) berpendapat : filsafat memerlukan peran dalam hubungannya dengan sesama ilmu pengetahuan, filsafat hanya tidak harus mereagis informasi dari sisi ilmu pengetahuan, akan tetapi harus memberikan sejenis penjelasan kepadasemua ilmu pengetahuan. Kegiatan berfilsafat, dalam bukunya Perspectives ini sosial philosophy back 1967 (dalam Sunoto 1983 : 4) berpendapat bahwa berfilsafat melalui kegiatan spikulatif, kegiatan fenomenologi, atau diskriptif, kegiatan normative atau inovatif dan kegiatan kritik atau analitik. Menurut Sunoto berpendapat atas pengertian filsafat sebagai berikut : filsafat adalah hasil pikiran manusia yang kritik dan dinyatakan dalam bentuk yang sistematik. Filsafat adalah hasil pemikiran manusia yang paling dalam.filsafat adalah refleksi lebih lanjut dari pada ilmu pengetahuan atau pendalaman lebih lanjut ilmu pengetahuan. Filsafat adalah hasil analisa dan abstarksi, filsafat adalah pandangan hidup. Ciri-ciri berfilsafat (Sunoto, 1983 ; 4) antara lain sebagai berikut : deskreptif, kritik atau analitik, evaluatik atau normatik,spekulatif dan sistematik.filsafat adalah kebudayaan : hasil kreasi atau hasil budaya manusia yang merupakan hasil cipta, rasa dan karsa manusia.
  • 4.
    Hubungan antara filsafatdengan lingkungan : filsafat sebagai hasil budaya manusia,juga tidak lepas dari pengaruh alam sekitarnya, sehingga antara manusia, masyarakat, dan kebudayaan tidak dapat dipisahkan. Filsafat yunani, karena dilahirkan oleh orang yunani di kota militus yang terletak di Asia kecil dari Eknis 10 NIA, yang terdiri dari pulau-pulau, sering merantau sampai jauh ke Afrika, dan loraknya antropologik yang mulai membicarakan manusia dan tersusun dalam suatu sistem. Filsafat india, alamnya terdiri dari pegunungan himalaya dengan puncakny gauri sangkar yang indah. Maka corak pikirannya tidak kalah indahnya, religius, etika mewarnai kefilsafatan, contoh dalam kitab mahabarata yang terdiri atas 18 parasutra dan kitab ramayana yang menggambarkan kepahlawanan para satria yang diutamakan nilai-nilai kejujuran, keadilan dan kebenaran yang menjadi ciri dari pahlawan. Filasafat cina. Negeri yang terdiri dari daratan yang luas. Oleh karena itu menggolongkan masyarakat, pada kelompok tani itu di beri kedudukan penting setelah kelompok cendikia oleh karena itu pertanian mulai diagungkan. Filsafat Indonesia. Terdiri dari beribu-ibu pulau besar maupun kecil yang terdiri gunung dan pertanian, sehingga tantangan alam yang bermacam-macam coraknya, maka filsafat yang lahir bersifat non material sesuai dengan alamnya yaitu ramah tamah.
  • 5.
    Hubungan antara Filsafat,Ilmu Pengetahuan dan Agama. Yang dicari ilmu filsafat adalah kebenaran, demikian ilmu pengetahuan dan agama yang dicari adalah kebenaran. Kebenaran filsafat dan kebenaran ilmu pengetahuan adalah akal, sedangkan kebenaran agama adalah kebenaran wahyunya. Ilmu pengetahuan dan filsafat dapat membantu menyampaikan lebih lanjut ajaran agama kepada manusia. Agama dapat membantu memberi jawaban terhadap problem yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan filsafat.
  • 6.
    Guna Filsafat Filsafatmempunyai kegunaan sebagai berikut antara lain (Sunoto 1983:11) melatih untuk berfikir kritik dan surut, dan menyusun hasil pikiran secara sistematik. Menambah wawasan dan cakrawala yang lebih luas agar tidak berfikir dan bersifat sempit dan tertutup. Melatih diri melakukan penelitian, pengkajian dan memutuskan atau mengambil kesimpulan mengenai sesuatu hal secara mendalam dan komprehensif. Menjadikan diri bersifat dinamik dan terbuka dalam menghadapi berbagai problem. Membuat diri menjadi manusia yang penuh toleransi dan tenggang rasa. Menjadi alat yang berguna bagi manusia baik untuk kepentingan pribadi maupun dalam hubungan orang lain. Menyadari akan kedudukan manusia baik sebagai pribadi, anggota masyarakat, atau sekitar dan makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
  • 7.
    Fungsi filsafat sebagaitempat bertemunya berbagai disiplin ilmu pengetahuan atau merupakan induk dari berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Fungsi Filsafat
  • 8.
    Cabang-Cabang Filsafat Logika : Membicarakan tentang hukum-hukum penyimpulan yang benar. Metodologi : Membicarakan tentang teknik atau cara penelitian Metafisika : Membicarakan tentang segala sesuatu yang ada Outologi : Membicarakan tentang hakekat segala sesuatu yang ada Kosmologi : Membicarakan tentang segala sesuatu yang ada yang teratas Filsafat dapat digolongkan cabang-cabang filsafat kattsoff dalam bukunya Elements of philosophy 1963 (dalam Sunoto 1983 : 14) sebagai berikut :
  • 9.
    Cabang-Cabang Filsafat Epistemelogi : Membicarakan tentang kebenaran Filsafat biologi : Membicarakan tentang hidup Filsafat psykologi : Membicarakan tentang jasa Filsafat antropologi : Membicarakan tentang manusia Filsafat sosiologi : Membicarakan tentang masyarakat dan negara Etika : Membicarakan tentang baik buruk Estetika : Membicarakan tentang indah Filsafat agama : Membicarakan tentang agama
  • 10.
    Berikut adalah skemahubungan filsafat dengan filsafat pendidikan Filsafat Etika Metafisika Pendidikan Logika
  • 11.
    Filsafat Pendidikan PolitikEstetika Teknologi Hukum Sosial Etika Budaya Ekonomi Psikologi Metafisika Kejiwaan Matropalopi Humaniora
  • 12.
    Aliran-aliran Filsafat Yang membedakan terjadinya aliran filsafat adalah faktor alam. Sejarah manusia dan masyarakat penuh tantangan bergantung pada sifat perkembangan itu sendiri, sehingga kondisi berbeda-beda, ada yang benar ada yang timbul gejolak baik kecil maupun besar, sehingga menimbulkan atas tessa-inti tessa-sintessa (Georg Wilhems Hegel 19770) Corak aliran di dalam filsafat dengan unsur-unsur yang menyulitkan manusia itu sendiri. Corak yang sesuai dengan unsur jiwa dan raga maka timbul : idealisme yang memberi tempat tertinggi pada ideo, spirritualisme yang memberi tempat tertinggi pada jiwa, rationalisme yang memberi tempat tertinggi pada akal. Corak yang menempatkan unsur ragawi atau unsur luar sebagai yang tertinggi : materialisme yang memberi tempat tertinggi pada materi, empirisme yang memberi tempat tertinggi pada pengalaman dan sensisme yang memberi tempat tertinggi pada panca indra.
  • 13.
    Aliran-aliran Filsafat Corak yang sesuai dengan individu dan sosial, karena itu pengejawatan dari sifat terlihat dalam filsafat. Ada yang menggunakan sifat individunya yaitu : individualisme yang memberi tempat tertinggi pada individu dan liberalisme yang mengagumkan hak mutlak setiap individu. Demikian juga ada yang mengagumkan sejak sosialnya yaitu Auruisme yang mengutamakan kepentingan orang lain semata mata. Sosialisme yang memberi tempat tertinggi pada sosial pada individu. Corak perpaduan, yaitu filsafat untuk menghubungkan kedua dengan maksud jembatan sebagai berikut : Immanuel Kant 1724 (dalam sunoro : 1983 : 18) berusaha mengetahui antara rationalisme dan empirisme, Tessa-anti tessa dan melahirkan sintessa dan begitu seterusnya dapat dibuat contoh lain.
  • 14.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Pendekatan filsafat tentang pendidikan berarti usaha memahami pendidikan melalui filsafat, dengan menggunakan filsafat dan unsur filsafatnya sebagai berikut. Metafisika : metafisika berasal dari kata metata fisika artinya suatu yang ada setelah fisika, metafisika ialah cabang filsafat yang membicarakan tentang hakekat yang terdalam cabang-cabang metafisika meliputi diantaranya sebagai berikut : ontologi, teologi, psikologi, epistemologi, kasmologis (dalam pendapat The Columbia Encyclopedia) Logika sebagai cabang filsafat, yang membicarakan tentang aturan-aturan berfikir agar dapat mengambil kesimpulan yang benar.
  • 15.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Menurut kualitasnya pengertian singkulas atau indifidualnya sikap, pengertian pastikuler misalnya beberapa susunan pengertian kalektif misal pendengar pengertian umum misal manusia. Menurut keadaannya : pengertian abstrak yaitu melakukan segala sesuatu yang sulit dipahami atau dengan kata lain tidak dapat dialami secara langsung sebagai obyek individual, misal kebahagiaan, kesejahteraan, keikhlasan. Pengertian kongkrit yaitu untuk melakukan segala sesuatu yang dapat dialami misal, manusia gagah. Menurut sifatnya : pengertian positif yaitu menyatakan kualitas terhadap obyek, misal, bagus, gembira. Pengertian negatif yaitu tidak adanya kualitas dari pada obyek, misal, jelek, jodoh.
  • 16.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Pengertian positif-negatif yaitu kualitasnya ada tapi tidak banyak, misal, peri, gendruwu. Menurut tujuanya, tujuan ekstensi yaitu menamakan dan mengidentivikasi sesuatu benda, misal, manusia jepang, manusia inggris dan lain-lain. Tujuan intensi yaitu yang menyatakan kualitas atau ciri suatu,misal. Manusia dalam arti animal national, animal simbalikan, homo ekonomikus. Menurut hubungan : hubungan sinetrik misal: A = B dan B = A. Hubungan asinetrik misal:A > B dan B < A. Hubungan transif, misal:A dimuka B, B dimuka C, A dimuka C. Hubungan intransif, misal : A Ayah B, B ayah C, A bukan ayah C.
  • 17.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Hubungan menurut sifatnya : hubungan keustralitus, misal : terang dengan tidak terang, hubungan konter, misal : panas dengan dingin. Menurut halnya : terhadap suatu pengertian dapat disebutkan sejumlah halnya : terhadap suatu pengertian dapat disebutkan sejumlah hal (kategori Aristoteles). Pendapat, gabungan, pengertian, misal : Rumah Indah, Mahasiwa Pandai. Pendapat dapat digolongkan sebagai berikut : Menurut sifatnya : menyatakan secara langsung tanpa syarat misal : udara didalam ruang ini sejuk. Pendapat hipatik atau kondesional yang mengandung syarat, misal : mahasiswa takut les ekonomi. Pendapat yang membedakan, misal : rumah diseberang jalan itu tidak indah.
  • 18.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Menurut kualitasnya, pendapat umum abstrak yaitu tidak terikat oleh ruang waktu dan keadaan, misal : semua barang dapat terbang. Pendapat umum kolektif, yaitu sudah terikat oleh ruang waktu dan keadaan misal : Mahasiswa Fakultas Hukum tahun ini pandai. Pendapat partikuler yaitu yang khusus tapi belum menyebut jumlah ketentuan misal : beberapa mahasiswa pandai. Pendapat sangkulir yaitu yang khusus dan menunjuk suatu hal, misal : Mahasiswa Mis Pandai. Pendapat dalam bentuk simbul, misal : A, E, dan D. Huruf-huruf diabjatkan dari kata atismo atau aternatif dan nego atau negatif. Atismo diperoleh A dan, dari kata nego diperoleh E dan D, A hádala pendapat umum mengiakan.
  • 19.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Pendapat Kontes : yaitu suatu benda bila yang satu salah, tetapi dua-duanya salah. Pendapat Kontraditus yang satu benar yang satu salah. Pendapat sub-kouter keduanya dapat benar, tapi jika yang satu salah maka yang lain pasti benar, tapi jika yang umum benar pasti yang khusus benar. Menurut susunannya : pendapat tunggal yang terdiri atas satu subyek dan satu predikat, misal : rumah besar. Manfaat mempelajari logika antara lain adalah : dapat bersifat logis, mampu menggunakan malah dan bukti yang benar nyata.
  • 20.
    Unsur Filsafat SebagaiAlat Pendekatan Bersikap teliti sehingga tidak tersesat oleh sesuatu yang ia sendiri tidak tahu bersikap kretek, meluaskan pandangan, menggunakan kata yang tepat, melakukan pengamatan, hipotesa, mengidensifikasi evaluasi, penyampulan. Etika, berasal dari kata atas akhirnya kesusilaan, kesusilaan berasal dari dalam diri manusia dan memberi pengaruh keluar. Etika ialah filsafat masal. Moral berasal dari kata Wares artinya adat-istiadat, etika ialah filsafat nilai atau antiologi yang membicarakannilai baik dan buruk. Etika ialah filsafat yang praktis / prasiologi. Etika membicarakan seluruh kepribadian baik hati nurani, ucapan dan perbuatan manusia baik sebagai pribadi maupun kelompok.
  • 21.
    Bagan Skematis IlmuPendidikan Sebagai Ilmu Pengetahuan Normatif Praktek Idiographis sejarah pendidikan Theoritis Monotheis pendidikan sistematik pendidikan theoritis asas-asas pendidikan Science Paidogogik Normatif filsafat pendidikan Positif aplied perbandingan pendidikan Demographis Etiologi Geography Sejarah Sosial Ekologi Hayat Kimia Matematika Psikologi Arsthetika Etika Logika Methophisika Paelogika Human Ekologi Industri Kedokteran Pertanian Psikologi Psikologi Pendidikan Psikologi Sosial
  • 22.
    Pendekatan-pendekatan filsafat pendidikanFilsafat pendidikan sebagai filsafat terapan yaitu studi tentang pertanyaan asas-asas pemikiran filsafat pada masalah-masalah pendidikan pada dasarnya mengenai dua pendekatan.
  • 23.
    Pendekatan Tradisional Bahwadasar-dasar pendidikan adalah filsafat sehingga untuk mempelajari filsafat pendidikan haruslah memiliki pengetahuan dasar tentag filsafat. Bahwa kenyataan esensial baik dan benar adalah kenyataan yang tetap dan abadi. Bahwa nilau wasuna yang benar adalah nilai absolut, universal dan obyektif. Bahwa tujuan yang baik dan benar menentukan alat dan sesama, artinya tujuan yang baik harus dicapai dengan alat sesama yang baik pula. Bahwa faktor pengembagnan sejarah atau sosial adalah sesama alat untuk mencapai tujuan hidup dan pendidikan sebagaimana yang ditentukan oleh filsafat.
  • 24.
    Pendekatan Progresif, kontinuitasakan filsafat pendidikan adalah pendekatan progresif kontemporer dengan dasar-dasar pemikiran sebagai berikut : Bahwa dasar-dasar pendidikan adalah sosiologi atau filsafat sosial komunisme ilmiah yang eksis terhadap yang bersifat metafisis transendental. Bahwa kenyataan adalah perubahan, artinya kenyataan hidup yang asumsi adalah kenyataan yang selalu berubah dan berkembang. Bahwa kebenaran dan kebijakan itu adalah hasil kreasi manusia dengan sifatnya yang selatif temparer bahkan subyektif. Bahwa tujuan dan dasar hidup dan pendidikan selatif ditentukan oleh perkembangan tenaga pengemang sosial dan manusia yang merupakan sumber perkembangan sosial masyarakat. Bahwa antara tujuan dan alat adalah bersifat kognes bahwa tujuan dapat menjadi alat untuk tujuan yang lebih lanjut sesuai dengan perkembangan sosial masyarakat.
  • 25.
    Nilai manfaat filsafatpendidikan dapat diperoleh dengan jalan mempelajari filsafat pendidikan sbb : Memberi kesempatan kepada kita membicarakan diri untuk mengadakan perencanaan mendalam atau berteori betapapun kurang ataupun belum sampainya teori tersebut. Membiasakan kita berfikir kritis dan selektif terhadap problem kehidupan dan penghidupan manusia. Memberikan pengertian yang mendalam akan problem-problem sosial. Dan dasar-dasar pertimbangan mana yang harus kita gunakan dalam menyelesaikan problem pendidikan. Memberikan kesempatan kepada pendidik untuk meninjau kembali pandangan filsafat pendidikan yang selama ini diyakini. Bahwa berdasar kenyataan keragaman aliran-aliran filsafat pendidikan dalam pengertian betapa banyaknya pandangan tentang dasar-dasar dan tujuan pendidikan maka dituntut kepada setiap pendidik untuk meninjau serta terbuka, bebas, kritis, selektif terhadap segala macam perbedaan.
  • 26.