PENANGGULANGAN ANEMIA GIZI BESI
PADA REMAJA PUTRI
DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT
2018
I. PENGERTIAN ANEMIA
Suatu kondisi rendahnya kadar Hb dibandingkan
dengan kadar normal, yang menunjukkan
kurangnya jumlah sel darah merah yang
bersirkulasi. Akibatnya jumlah oksigen yang
diangkut ke jaringan tubuh berkurang.
Klasifikasi Anemia menurut Kelompok Umur
Populasi
Non
Anemia
(mg/dl)
Anemia (mg/dl)
Ringan Sedang Berat
Anak 6 – 59 bulan 11 10,0 – 10,9 7,0 – 9,9 < 7,0
Anak 5 – 11 tahun 11.5 11,0 – 11,4 8,0 – 10,9 < 8,0
Anak 12 – 14 tahun 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
Perempuan tidak hamil
(≥ 15 tahun)
12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0
Ibu hamil 11 10,0 – 10,9 7,0 – 9,9 < 7,0
Laki-laki ≥ 15 tahun 13 11,0 – 12,9 8,0 – 10,9 < 8.0
Sumber: WHO, 2011
JENIS ANEMIA
 Anemia defisiensi Fe : 62,3%
 Anemia megaloblastik : 29,0%
 Anemia hipoplastik : 8,0%
 Anemia hemolitik : 0,7%
ETIOLOGI:
1. Asupan terbatas
2. Absorpsi abnormal
3. Berkurangnya cadangan
4. Kebutuhan meningkat
Jenis 3 : Def Fe, asam folat dan vitamin B12
MASALAH GIZI PADA SETIAP SIKLUS KEHIDUPAN
DI INDONESIA
REMAJA DAN
USIA
PRODUKTIF
IBU MENYUSUI
ANAK
SEKOLAH
BAYI DAN
BALITA
LANSIA
IBU HAMIL
- ANEMIA 37.1%
-KEK: 22.4%
-KONSUMSI ENERGI
DAN PROTEIN < 70%
AKG: 70% - 80%
- IMD : 49%
- Pemberian ASI
Eksklusif: 42%
- BBLR : 10.2%
- WASTING: 12.1%
- UNDRWEIGHT: 19.6%
- STUNTING: 37.2%
- OVERWEIGHT: 11.9%
KEK : > 30%
- ANEMIA: > 15%
- KURANG KONSUMSI
SAYUR DAN BUAH: >
90%
- STUNTING: 31% – 35%
- WASTING: 8.9% - 10.1%
- KEGEMUKAN: 1.4% - 2.5%
- USIA PERTAMA KALI MEROKOK : 4.8%
- GIZI LEBIH
- PTM
Masalah anemia pada remaja putri
 SKRT 1995 : 57,1% remaja putri (10-14 th) dan 39,5%
WUS (15-44 th) menderita anemia
• Permaesih (2005) : prevalensi anemia wanita10-
19 thn 30,0% (SKRT 2001)
• Riskesdas 2007 : prevelensi anemia dewasa 19,7%; (18
prov dg prev anemia >20%)
Tanda-tanda Anemia
 Kurang nafsu makan
 Lesu dan lemah
 Cepat lelah
 Sering pusing dan
mata berkunang-kunang
• Wajah, terutama kelopak
mata dan bibir tampak pucat
KONSUMSI PANGAN
INFEKSI DAN PENYAKIT KRONIS
PENYEBAB LAINNYA
POLA KONSUMSI MASYARAKAT
DIDOMINASI PANGAN NABATI (NON HEME)
RENDAHNYA KONSUMI ZAT GIZI MAKRO > 50%
REMAJA (13 – 18 TAHUN)
DEFISIT ENERGI DAN DEFISIT PROTEIN
INFEKSI DAN PENYAKIT KRONIS
SERTA PENYEBAB LAINNYA
TBC
KEHILANGAN DARAH AKIBAT INFEKSI PARASIT
(MALARIA)
KEBUTUHAN MENINGKAT KARENA MASA
PERTUMBUHAN
MENSTRUASI
11
PENYEBAB DAN DAMPAK ANEMIA
DAMPAK ANEMIA GIZI
Cara Mencegahan dan Penanggulangan Anemia
pada Remaja Putri
A. Pedoman Gizi Seimbang
1. Mengonsumsi aneka ragam pangan
2. Membiasakan perilaku hidup bersih
3. Melakukan aktivitas fisik
4. Memantau Berat Badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat
badan normal
B. Fortifikasi Makanan
Contoh bahan makanan yang difortifikasi adalah tepung terigu dan beras dengan
zat besi, seng, asam folat, vitamin B1 dan B2.
C. Suplementasi TTD
Pemberian TTD pada rematri dan WUS melalui suplementasi yang mengandung
sekurangnya 60 mg elemental besi dan 400 mcg asam folat.
Pemberian suplementasi ini dilakukan di beberapa tatanan yaitu fasyankes,
institusi pendidikan dan tempat kerja.
Sumber Zat Besi
Pencegahan & Penanggulangan Anemia Gizi
Untuk meningkatkan penyerapan zat besi
sebaiknya TTD dikonsumsi bersama dengan
buah-buahan sumber vit.C dan sumber protein
hewani.
Hindari konsumsi TTD besamaan dengan teh dan
kopi, tablet kalsium dosis tinggi, obat sakit maag
Apabila ingin mengonsumsi makanan dan
minuman yang dapat menghambat penyerapan
zat besi, sebaiknya dilakukan 2 (dua) jam
sebelum atau sesudah mengonsumsi TTD
PENUTUP
 Pencegahan dan penanggulangan anemia
pada Remantri perlu dilakukan secara
berkesinambungan untuk menciptakan
SDM yang berkualitas
 Peningkatan status kesehatan dan gizi
merupakan tanggung jawab bersama antara
orang tua dan keluarga serta perlunya
dukungan dari LP dan LS

Penanggulangan_Anemia_Gizi_Besi_pada_Rematri_edit.ppt

  • 1.
    PENANGGULANGAN ANEMIA GIZIBESI PADA REMAJA PUTRI DIREKTORAT GIZI MASYARAKAT 2018
  • 2.
    I. PENGERTIAN ANEMIA Suatukondisi rendahnya kadar Hb dibandingkan dengan kadar normal, yang menunjukkan kurangnya jumlah sel darah merah yang bersirkulasi. Akibatnya jumlah oksigen yang diangkut ke jaringan tubuh berkurang.
  • 3.
    Klasifikasi Anemia menurutKelompok Umur Populasi Non Anemia (mg/dl) Anemia (mg/dl) Ringan Sedang Berat Anak 6 – 59 bulan 11 10,0 – 10,9 7,0 – 9,9 < 7,0 Anak 5 – 11 tahun 11.5 11,0 – 11,4 8,0 – 10,9 < 8,0 Anak 12 – 14 tahun 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0 Perempuan tidak hamil (≥ 15 tahun) 12 11,0 – 11,9 8,0 – 10,9 < 8,0 Ibu hamil 11 10,0 – 10,9 7,0 – 9,9 < 7,0 Laki-laki ≥ 15 tahun 13 11,0 – 12,9 8,0 – 10,9 < 8.0 Sumber: WHO, 2011
  • 4.
    JENIS ANEMIA  Anemiadefisiensi Fe : 62,3%  Anemia megaloblastik : 29,0%  Anemia hipoplastik : 8,0%  Anemia hemolitik : 0,7% ETIOLOGI: 1. Asupan terbatas 2. Absorpsi abnormal 3. Berkurangnya cadangan 4. Kebutuhan meningkat Jenis 3 : Def Fe, asam folat dan vitamin B12
  • 5.
    MASALAH GIZI PADASETIAP SIKLUS KEHIDUPAN DI INDONESIA REMAJA DAN USIA PRODUKTIF IBU MENYUSUI ANAK SEKOLAH BAYI DAN BALITA LANSIA IBU HAMIL - ANEMIA 37.1% -KEK: 22.4% -KONSUMSI ENERGI DAN PROTEIN < 70% AKG: 70% - 80% - IMD : 49% - Pemberian ASI Eksklusif: 42% - BBLR : 10.2% - WASTING: 12.1% - UNDRWEIGHT: 19.6% - STUNTING: 37.2% - OVERWEIGHT: 11.9% KEK : > 30% - ANEMIA: > 15% - KURANG KONSUMSI SAYUR DAN BUAH: > 90% - STUNTING: 31% – 35% - WASTING: 8.9% - 10.1% - KEGEMUKAN: 1.4% - 2.5% - USIA PERTAMA KALI MEROKOK : 4.8% - GIZI LEBIH - PTM
  • 6.
    Masalah anemia padaremaja putri  SKRT 1995 : 57,1% remaja putri (10-14 th) dan 39,5% WUS (15-44 th) menderita anemia • Permaesih (2005) : prevalensi anemia wanita10- 19 thn 30,0% (SKRT 2001) • Riskesdas 2007 : prevelensi anemia dewasa 19,7%; (18 prov dg prev anemia >20%)
  • 7.
    Tanda-tanda Anemia  Kurangnafsu makan  Lesu dan lemah  Cepat lelah  Sering pusing dan mata berkunang-kunang • Wajah, terutama kelopak mata dan bibir tampak pucat
  • 8.
    KONSUMSI PANGAN INFEKSI DANPENYAKIT KRONIS PENYEBAB LAINNYA
  • 9.
    POLA KONSUMSI MASYARAKAT DIDOMINASIPANGAN NABATI (NON HEME) RENDAHNYA KONSUMI ZAT GIZI MAKRO > 50% REMAJA (13 – 18 TAHUN) DEFISIT ENERGI DAN DEFISIT PROTEIN
  • 10.
    INFEKSI DAN PENYAKITKRONIS SERTA PENYEBAB LAINNYA TBC KEHILANGAN DARAH AKIBAT INFEKSI PARASIT (MALARIA) KEBUTUHAN MENINGKAT KARENA MASA PERTUMBUHAN MENSTRUASI
  • 11.
  • 12.
  • 13.
    Cara Mencegahan danPenanggulangan Anemia pada Remaja Putri A. Pedoman Gizi Seimbang 1. Mengonsumsi aneka ragam pangan 2. Membiasakan perilaku hidup bersih 3. Melakukan aktivitas fisik 4. Memantau Berat Badan (BB) secara teratur untuk mempertahankan berat badan normal B. Fortifikasi Makanan Contoh bahan makanan yang difortifikasi adalah tepung terigu dan beras dengan zat besi, seng, asam folat, vitamin B1 dan B2. C. Suplementasi TTD Pemberian TTD pada rematri dan WUS melalui suplementasi yang mengandung sekurangnya 60 mg elemental besi dan 400 mcg asam folat. Pemberian suplementasi ini dilakukan di beberapa tatanan yaitu fasyankes, institusi pendidikan dan tempat kerja.
  • 14.
  • 15.
  • 16.
    Untuk meningkatkan penyerapanzat besi sebaiknya TTD dikonsumsi bersama dengan buah-buahan sumber vit.C dan sumber protein hewani. Hindari konsumsi TTD besamaan dengan teh dan kopi, tablet kalsium dosis tinggi, obat sakit maag Apabila ingin mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat menghambat penyerapan zat besi, sebaiknya dilakukan 2 (dua) jam sebelum atau sesudah mengonsumsi TTD
  • 17.
    PENUTUP  Pencegahan danpenanggulangan anemia pada Remantri perlu dilakukan secara berkesinambungan untuk menciptakan SDM yang berkualitas  Peningkatan status kesehatan dan gizi merupakan tanggung jawab bersama antara orang tua dan keluarga serta perlunya dukungan dari LP dan LS