Roy Y Widhiarto, S.Si., Apt.
 Medication atau obat dengan kewaspadaan
tinggi adalah obat-obat yang secara
signifikan berisiko membahayakan pasien
bila digunakan dengan salah atau
pengelolaan yang kurang tepat.
 PMK no 72Tahun 2016 tentang Standar
Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit.
Yang tersedia :
 KCl 7,46%
 Mgso4 20% dan 40%
 Salin 3%
 Dextrose 40%
 Natrium Bicarbonat 8,4% (Meylon)
 Kompatibilitas:
₋ NaCl 0,9%
₋ Ringer Laktat
₋ D5%, D10%, D20% (80mEq/L)
₋ D5% dalam RL
₋ D5% dalam NS 0.9%
 Rute Pemberian: IV perifer dan IV central
 Diberikan secara perlahan setelah diencerkan dan tidak boleh IV Bolus.
 Dosis pengenceran :
Dewasa
 Konsentrasi maksimal IV perifer 40 mEq/L
 Emergency: konsentrasi maksimum 60 - 80 mEq/L (monitor ECG)
Anak
 Kecepatan infus <0,5 mEq/kg/jam
 Kecepatan maksimum infus:
- Perifer : 10 mEq/jam
- Central : 40 mEq/jam
 Pemberian melalui IV perifer harus lebih lambat daripada
pemberian melalui vena central.
 Stabilitas setelah pencampuran: Produk tidak boleh digunakan
lebih dari 24 jam setelah diencerkan pada penyimpanan suhu
ruang ±25 oC
 Penyimpanan: Simpan di suhu ruangan ±25 oC, terhindar dari
cahaya matahari.
 Kompatibilitas:
₋ NS 0,9%
₋ Ringer Laktat
₋ Dextrose 5%
 Rute Pemberian: IV bolus, infus, IM
 Dosis pengenceran:
- IM untuk anak: ≤ 20% (200mg/ml)
- IM untuk dewasa: 25% (250mg/ml) atau 50%
(500mg/ml)
- IV infus: ≤ 20% (200mg/ml)
 Kecepatan maksimum infus:
- IV Bolus : > 1-2 menit atau 150 mg/menit
- Kecepatan maksimum infus: 2 g/jam
(menghindari Hipotensi)
- Emergency: kecepatan maksimum infus 4g/jam
 Stabilitas setelah pencampuran:
- Ringer Laktat: 3 bulan pada suhu 20oC - 25oC
- NS 0.9%: 3 bulan pada suhu 20oC - 25oC
- Dextrose 5%: 60 hari pada suhu 0oC
 Penyimpanan: Simpan di suhu ±25oC. Penyimpanan dlm lemari pendingin
menyebabkan presipitasi dan kristalisasi
 Perhatian:
- Pemberian untuk anak dan bayi harus diencerkan hingga 20%
- Tidak kompatibel dengan Emulsi Lemak 10%, Calcium chloride,
Calcium gluconate, Dobutamine HCl, Procaine HCl, Sodium
bikarbonat, Pantoprazole, Amiodarone, Cefepime HCl, Ciprofloxacin.
 Kompatibilitas:
₋ Dextrose 5%
 Rute Pemberian: IV Central
 Kecepatan infus maksimum: 100mL/jam
 Stabilitas setelah pencampuran: Gunakan
segera setelah dibuka. Buang sisa larutan yang
tidak digunakan.
 Penyimpanan: Simpan pada suhu 20 oC-25 oC,
terhindar dari panas dan pembekuan.
 Perhatian: Tidak kompatibel dengan IV Emulsi
Lemak 10%.
 Kompatibilitas:
₋ NS 0,9%
₋ Dextrose 5%
₋ D5% dlm NS 0.9%
 Rute Pemberian: IV bolus, infus
 Dosis pengenceran:
- IV: bisa diencerkan atau tidak diencerkan dengan larutan lain.
- IM: (diencerkan sampai 1.5%)
 IV bolus pada bayi, gunakan larutan 0.5mEq/mL atau encerkan
larutan 1 mEq denganWFI 1:1
 Infus IV langsung kondisi emergency: perlahan (kecepatan
maksimum untuk bayi: 10 mEq/menit).
 Stabilitas setelah pencampuran:
- D5%: 24 jam pada suhu 5oC
- D5% dalam NS 0.9%: 24 jam pada suhu 5oC
- NS 0.9%: 24 jam pada suhu 5oC
 Penyimpanan: Suhu kamar ±25oC, jangan dibekukan,
terhindar dari panas tinggi (≥ 40 oC).
• Perhatian: Tidak kompatibel
dengan
-larutan Dextrose 5% dlm Ringer Laktat
-Emulsi lemak 10%, Ringer Laktat
-Amoxicillin sodium
-Ampicillin sodium
-Vitamin C
-Ciprofloxacin
-Dobutamine HCl
-Dopamin HCl
-Epinephrine HCl
-Imipenem-Cilastin sodium
-Meropenem
-Midazolam
-Nicardipine HCl
-Norephinephrine bitartrate
-Penicillin G potassium
- Procaine HCl
-MgSO4
-Bupivacaine HCl
-Lidocaine HCl
-Metoclopramide HCl
-Pantoprazole sodium
-Amiodarone HCl
-Calcium chloride
-Ciprofloxacin
-Diltiazem HCl
-Imipenem-Cilastin sodium
-Midazolam HCl
-Ondansetron HCl
Kompatibilitas:
 Dextrose 5%
 NS 0,9%
Rute Pemberian: IV bolus, infus (Diberikan
dengan atau tidak diencerkan).
Stabilitas setelah pencampuran: Gunakan segera
setelah dibuka. Buang sisa larutan yang tidak
digunakan.
Penyimpanan :
Simpan di suhu ruang ±25◦ C, jangan dibekukan,
terhindar dari panas tinggi (≥40 ◦ C)
Perhatian untuk semua Larutan konsenterasi
tinggi!
Penyimpanan sediaan setelah pencampuran
harus dalam kondisi tertutup rapat
(misal: ditutup dengan parafilm)
MgSO4 40%
40 g dlm 100 ml
 10 g dlm 25 ml
Volume yg diinginkan
= (10 g/10 g) x 25 ml
= 25 ml
Bioekivalensi KCl 1 mEq/mL
 1 mEq dlm 1 ml
25 mEq dlm 25 ml
Volume yang diinginkan
= (40 mEq/25 mEq) x 25 ml
= 40 ml
Jadi diambil 1 ampl + 15 ml KCl dilarutkan dlm
1 L NaCl
Mengacu pada :
 Drug Information Handbook, 20th edition,
2011.
 American Society of Health System
Pharmacists (AHFS) Drug Information, 2011.
 Handbook on Injectable Drugs, 16th edition,
2011.
 Pediatric Injectable Drugs, 10th edition, 2013.
Pelarutan obat konsenterasi_tinggi

Pelarutan obat konsenterasi_tinggi

  • 1.
    Roy Y Widhiarto,S.Si., Apt.
  • 2.
     Medication atauobat dengan kewaspadaan tinggi adalah obat-obat yang secara signifikan berisiko membahayakan pasien bila digunakan dengan salah atau pengelolaan yang kurang tepat.
  • 3.
     PMK no72Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit. Yang tersedia :  KCl 7,46%  Mgso4 20% dan 40%  Salin 3%  Dextrose 40%  Natrium Bicarbonat 8,4% (Meylon)
  • 4.
     Kompatibilitas: ₋ NaCl0,9% ₋ Ringer Laktat ₋ D5%, D10%, D20% (80mEq/L) ₋ D5% dalam RL ₋ D5% dalam NS 0.9%  Rute Pemberian: IV perifer dan IV central  Diberikan secara perlahan setelah diencerkan dan tidak boleh IV Bolus.  Dosis pengenceran : Dewasa  Konsentrasi maksimal IV perifer 40 mEq/L  Emergency: konsentrasi maksimum 60 - 80 mEq/L (monitor ECG) Anak  Kecepatan infus <0,5 mEq/kg/jam
  • 5.
     Kecepatan maksimuminfus: - Perifer : 10 mEq/jam - Central : 40 mEq/jam  Pemberian melalui IV perifer harus lebih lambat daripada pemberian melalui vena central.  Stabilitas setelah pencampuran: Produk tidak boleh digunakan lebih dari 24 jam setelah diencerkan pada penyimpanan suhu ruang ±25 oC  Penyimpanan: Simpan di suhu ruangan ±25 oC, terhindar dari cahaya matahari.
  • 6.
     Kompatibilitas: ₋ NS0,9% ₋ Ringer Laktat ₋ Dextrose 5%  Rute Pemberian: IV bolus, infus, IM  Dosis pengenceran: - IM untuk anak: ≤ 20% (200mg/ml) - IM untuk dewasa: 25% (250mg/ml) atau 50% (500mg/ml) - IV infus: ≤ 20% (200mg/ml)
  • 7.
     Kecepatan maksimuminfus: - IV Bolus : > 1-2 menit atau 150 mg/menit - Kecepatan maksimum infus: 2 g/jam (menghindari Hipotensi) - Emergency: kecepatan maksimum infus 4g/jam  Stabilitas setelah pencampuran: - Ringer Laktat: 3 bulan pada suhu 20oC - 25oC - NS 0.9%: 3 bulan pada suhu 20oC - 25oC - Dextrose 5%: 60 hari pada suhu 0oC  Penyimpanan: Simpan di suhu ±25oC. Penyimpanan dlm lemari pendingin menyebabkan presipitasi dan kristalisasi  Perhatian: - Pemberian untuk anak dan bayi harus diencerkan hingga 20% - Tidak kompatibel dengan Emulsi Lemak 10%, Calcium chloride, Calcium gluconate, Dobutamine HCl, Procaine HCl, Sodium bikarbonat, Pantoprazole, Amiodarone, Cefepime HCl, Ciprofloxacin.
  • 8.
     Kompatibilitas: ₋ Dextrose5%  Rute Pemberian: IV Central  Kecepatan infus maksimum: 100mL/jam  Stabilitas setelah pencampuran: Gunakan segera setelah dibuka. Buang sisa larutan yang tidak digunakan.  Penyimpanan: Simpan pada suhu 20 oC-25 oC, terhindar dari panas dan pembekuan.  Perhatian: Tidak kompatibel dengan IV Emulsi Lemak 10%.
  • 9.
     Kompatibilitas: ₋ NS0,9% ₋ Dextrose 5% ₋ D5% dlm NS 0.9%  Rute Pemberian: IV bolus, infus  Dosis pengenceran: - IV: bisa diencerkan atau tidak diencerkan dengan larutan lain. - IM: (diencerkan sampai 1.5%)  IV bolus pada bayi, gunakan larutan 0.5mEq/mL atau encerkan larutan 1 mEq denganWFI 1:1  Infus IV langsung kondisi emergency: perlahan (kecepatan maksimum untuk bayi: 10 mEq/menit).  Stabilitas setelah pencampuran: - D5%: 24 jam pada suhu 5oC - D5% dalam NS 0.9%: 24 jam pada suhu 5oC - NS 0.9%: 24 jam pada suhu 5oC
  • 10.
     Penyimpanan: Suhukamar ±25oC, jangan dibekukan, terhindar dari panas tinggi (≥ 40 oC). • Perhatian: Tidak kompatibel dengan -larutan Dextrose 5% dlm Ringer Laktat -Emulsi lemak 10%, Ringer Laktat -Amoxicillin sodium -Ampicillin sodium -Vitamin C -Ciprofloxacin -Dobutamine HCl -Dopamin HCl -Epinephrine HCl -Imipenem-Cilastin sodium -Meropenem -Midazolam -Nicardipine HCl -Norephinephrine bitartrate -Penicillin G potassium - Procaine HCl -MgSO4 -Bupivacaine HCl -Lidocaine HCl -Metoclopramide HCl -Pantoprazole sodium -Amiodarone HCl -Calcium chloride -Ciprofloxacin -Diltiazem HCl -Imipenem-Cilastin sodium -Midazolam HCl -Ondansetron HCl
  • 11.
    Kompatibilitas:  Dextrose 5% NS 0,9% Rute Pemberian: IV bolus, infus (Diberikan dengan atau tidak diencerkan). Stabilitas setelah pencampuran: Gunakan segera setelah dibuka. Buang sisa larutan yang tidak digunakan. Penyimpanan : Simpan di suhu ruang ±25◦ C, jangan dibekukan, terhindar dari panas tinggi (≥40 ◦ C)
  • 12.
    Perhatian untuk semuaLarutan konsenterasi tinggi! Penyimpanan sediaan setelah pencampuran harus dalam kondisi tertutup rapat (misal: ditutup dengan parafilm)
  • 13.
    MgSO4 40% 40 gdlm 100 ml  10 g dlm 25 ml Volume yg diinginkan = (10 g/10 g) x 25 ml = 25 ml
  • 14.
    Bioekivalensi KCl 1mEq/mL  1 mEq dlm 1 ml 25 mEq dlm 25 ml Volume yang diinginkan = (40 mEq/25 mEq) x 25 ml = 40 ml Jadi diambil 1 ampl + 15 ml KCl dilarutkan dlm 1 L NaCl
  • 15.
    Mengacu pada : Drug Information Handbook, 20th edition, 2011.  American Society of Health System Pharmacists (AHFS) Drug Information, 2011.  Handbook on Injectable Drugs, 16th edition, 2011.  Pediatric Injectable Drugs, 10th edition, 2013.