Nusdianto Triakoso
triakoso.wordpress.com
Ilmu Penyakit Non Infeksius
Ilmu Nutrisi
• Suatu studi yang mencakup penggunaan
dan pengaruh berbagai macam bahan
nutrisi yang dapat diperoleh dari makanan
oleh organisme
triakoso
• Pengaruh bahan makanan dapat timbul:
– Absorbsi bahan nutrisi yang terkandung
dalam perbandingan dan keseimbangan
tertentu.
– Ketidakseimbangan bahan nutrisi akan
menyebabkan tanda-tanda patologis yang
sifatnya sangat karakteristik sesuai dengan
berat ringannya ketidakseimbangan yang
terjadi.
triakoso
• Ketidakseimbangan nutrisi
– Defisiensi
– Kelebihan
– Intoksikasi makanan
• Menyebabkan gangguan proses
metabolisme (penyakit metabolik)
• Kondisi tersebut tidak dapat dibedakan
secara jelas dengan penyakit metabolik
karena gangguan sistem gastrointestinal
triakoso
Enterotoxemia
Gangguan digesti
dan akibatnya
Defisiensi dan kelebihan makanan
Ratio Makanan
Makanan yang mengandung
kontaminan
Residu xenobiotik
Mikotoksin
Toksin
Patologi Toksik
Efek langsung Efek tidak langsung
Reaksi defisiensi
Modifikasi resistensi
dan parasit
Penyakit kelebihan atau
ketidakseimbangan
pakan dan intoksikasi
Pengaruh lingkungan
Gangguan fisiologis
Genetik
Penyakit metabolisme
Peranan sistem GIT
Gangguan metabolik
Patologi hepar dan
renal sekundertriakoso
Asidosis rumen
• Grain overload, rumen overload, lactic
acidosis, acute rumen engorgement
• Penyebab:
– Pakan tinggi KH rendah serat, mudah cerna
memicu terjadi lactic acidosis (acute
dehydration and depression)
– Pakan tinggi protein mudah cerna memicu
produksi ion ammonium ion berlebihan
(excitement and hyperesthesia)
• Sering terjadi pada pemeliharaan intensif
triakoso
Grain
jagung
buck groat
barley hulled
wheat berries
spelt hulledrye berries
beras
oat groat
millet
triakoso
ASIDOSIS
RUMEN
Stasis fermentasi
Asidosis Metabolik
↑ KH yang mudah difermentasi
↑ laju pertumbuhan (semua bakteri)
↑ VFA’s
↓ pH
↑ laju pertumbuhan S. bovis
↓ pH < 5
↓ laju pertumbuhan
(sebagian bakteri)
↓ pH
↓ S. bovis
↑ Lactobacillus
Absorbsi D/L asam laktat
↑ asam laktat
triakoso
Gejala klinis
• Onset of action bergantung jumlah pakan yang
dikonsumsi dan adaptasi hewan
• Gejala klinis dalam 12-36 jam setelah
mengkonsumsi grain (biji-bijian) atau bahan
pakan serupa
• Gejala klinis :
– Awal: ataksia, inkoordinasi diikuti kelemahan dan
depresi
– Anoreksi dan gejala kebutaan
– Stasis rumen komplet dan rasa sakit abdominal
– Distensi abdomen.
• Dehidrasi akan terjadi dalam 24-48 jam
triakoso
Gejala klinis
• Lactic acidosis derajat ringan umumnya
terjadi pada sapi yang diberi pakan
konsentrat (grain-fed cattle)
• Komplikasi
– abses hepar
– rumenitis atau rumen parakeratosis
– mycotic rumenitis
– feedlot bloat
– laminitis
triakoso
Gejala klinis
• Diare (tidak teramati bila hewan lebih dahulu
mati). Diare profus akan terjadi pada hewan
yang tidak mengalami depresi yang parah.
• Ambruk (kasus berat) karena kelemahan dan
toksemia dalam 24-48 jam.
– Respirasi meningkat karena asidosis
– Suhu tubuh subnormal
– Pulsus lemah. Sapi ambruk diam tidak bergerak
(seperti gejala hipokalsemia)
– Daerah muzzle (mukus dan tampak kotor)
triakoso
Gejala klinis
• Bila terjadi pada sekawanan sapi (herd)
– beberapa hewan mengalami depresi dan asidosis
laktat akut.
– kondisi sedang : depresi ringan disertai diare
– feses agak berbuih, berbau asam dan berwarna
kuning coklat atau agak keabu-abuan
– feses mengandung bahan pakan yang belum
tercerna
– beberapa hewan juga mengalami laminitis akut
triakoso
Gejala klinis
• Kematian mendadak (suddent death)
biasanya terjadi dalam 24-48 jam, tapi
banyak kasus ditandai dengan gejala
membaik namun kemudian mati karena
komplikasi sekunder. Jarang terjadi kasus
melanjut dalam 3-4 minggu.
• Pulih: kondisi tubuh buruk akibat rumenitis
kronis dan kerusakan hepar.
triakoso
triakoso
Milk Fever
• Parturient paresis, parturient
hypocalcemia
• Penyebab: hipokalsemia
• Penyakit peripartus (48-72 jam)
• Ditandai hipokalsemia,
kelemahan otot, dan depresi
kesadaran.
• Insidensi 9% atau wabah
• Kerugian pengobatan $15
juta/tahun triakoso
Etiologi-Patogenesis
• Gagal adaptasi kalsium saat laktasi
• PTH tidak responsif, dekalsifikasi terbatas
• Faktor risiko
– Umur
– Produksi
– Manajemen masa kering
triakoso
Metabolisme kalsium
PTH
Ginjal
Intestinal
Tulang
Kalsium
Blood
calcium
Hepar25(OH)-D
D25 hydroxylase
25 OH D 1  hydroxylase
Ca++HPO4
Ca++HPO4
Kalsifikasi
1,25(OH)2-D
calcitriol
1,25(OH)2-D
calcitriol
triakoso
Gejala klinis
• Tiga stadium
– awal (excitement-tetany)
– kedua (sternal recumbency)
– ketiga (lateral recumbency)
• Pada kambing domba mirip sapi
triakoso
Gejala klinis
• Hematologi
– eosinofilia
– neutrofilia
– limfopenia
• Biokimia
– kalsium : 5 mg/dl
– magnesium
• awal : 
• lanjut : 
– phosphate :  
– glukosa : N
– SGOT : 
– CPK : 
triakoso
Eclampsia
• Eclampsia, Milk fever, Hypocalcemia atau Puerperal
tetany
• Eclampsia bisa bersifat fatal. Eclampsia biasanya terjadi
pada 1-3 minggu setelah partus, namun bisa juga terjadi
menjelang partus.
• Penyebab, konsentrasi kalsium darah rendah
(hipokalsemia) karena kegagalan adaptasi kebutuhan
kalsium akibat menyusui
• Faktor risiko:
– Lebih banyak terjadi pada anjing dibanding kucing
– Bangsa anjing kecil (small breed)
– Beranak banyak
triakoso
Eclampsia
• Eclampsia adalah penyakit yang sangat serius namun
mudah dikenali, terutama terkait proses kebuntingan
atau menyusui.
• Gejala awal, anjing tampak tidak tenang dan gelisah.
Dalam sekejap, induk tampak pincang, wobbler dan
disorientasi. Selanjutnya tidak bisa berjalan, dan
mengalami kejang.
• Anjing menunjukkan peningkatan suhu tubuh, >105º F
(40,5oC). Frekuensi respirasi meningkat. Bila tidak
diterapi, menyebabkan kematian.
triakoso
Eclampsia
• Pemberian kalsium yang berlebihan saat kebuntingan
berisiko meningkatkan kejadian eclampsia.
• Pengendali utama kalsium adalah hormon paratiroid
(PTH). Saat kalsium darah hilang akibat menyusui, maka
PTH akan bekerja untuk meningkatkan kalsium darah.
• PTH bekerja dengan melakukan dekalsifikasi tulang,
mengaktifkan vitamin D, menghambat kehilangan
kalsium melalui renal, meningkatkan absorbsi kalsium di
intestinal sehingga kalsium darah segera normal.
• Pemberian kalsium berlebihan saat bunting, menekan
produksi PTH, sehingga PTH terlambat bereaksi saat
darah kehilangan kalsium karena menyusui, sehingga
gejala muncul eclampsia.
triakoso
Eclampsia
• So, adequate amounts of calcium need to be given during
pregnancy, but not enough to slow down the production of
parathyroid hormone. This means calcium supplements are
generally not recommended. Also, it is important for the calcium and
phosphorus in the diet to be at the correct ratio of 1:1 (i.e.; 1 part
calcium to 1 part phosphorus). Vitamin D must also be present in
adequate amounts.
• Once a dog has had milk fever, there is an excellent chance that she
will also have it with future litters if preventive steps are not taken.
Be sure to work closely with your veterinarian if your dog has had
eclampsia in the past and is pregnant again.
• In conclusion, it is of great importance for owners of pregnant or
nursing dogs to be able to recognize the signs of eclampsia. If you
feel your female dog is showing these signs, remove the pups to
prevent further nursing and seek veterinary assistance at once.
triakoso
Ketosis
• Acetonemia
• Kondisi yang terjadi akibat
ketidakseimbangan
metabolisme karbohidrat
• Pada sapi, puncak produksi
• Pada domba, akhir
kebuntingan
triakoso
Etiologi-Patogenesis
Sapi
• Hipoglisemia,
hiperketonemia
• Ketosis primer
• Ketosis sekunder
• Faktor risiko
– obesitas saat partus
– rasio protein:energi
– masa kering lama
– kurang exercise
Domba
• Hipoglisemia,
hiperketonemia
• Pada kebuntingan akhir
(anak kembar)
• Inefisiensi hepar
– hipoglisemia encephalopati
irreversible
• Stadium terminal
gangguan ginjal
triakoso
Gejala klinis
• Tipe Ketosis (klinis):
– Tipe 1: Spontaneus underfeeding (kurus, BHBA
sangat tinggi, glukosa darah rendah, 3-6 minggu PP)
– Tipe 2: Fat Cows Fatty Liver (gemuk, BHBA tinggi,
benda keton, glukosa darah tinggi, 1-2 minggu PP)
– Tipe 3: Wet Silages (bervariasi, BHBA tinggi,
trigliserida hepar, glukosa darah bervariasi,
bervariasi)
• Subklinis
– Awal laktasi BHBA lebih dari 14,4 mg/dl (risiko 3 kali)
triakoso
Prevalensi Ketosis Subklinis
triakoso
Gejala klinis
• Wasting
– BB turun drastis
– suhu, pulsus normal
– gerakan rumen turun
– feses keras kering
– sembuh spontan
– kematian rendah
• Syaraf
– hipoglisemia
– encephalopati
– hiperestesia, tremor
– tetani 1-2 jam
berulang interval 8-12
jam
– kematian tinggi
triakoso
Gejala klinis
• Pada domba mirip sapi bentuk syaraf
• Konstipasi, feses kering sedikit
• Ambruk dg gejala syaraf (konvulsi)
• Ambruk 3-4 hari, depresi, koma
triakoso
Diagnosis
• Hipoglisemia, ketonemia, ketonuria
– Glukosa darah
– Keton urin
– Keton susu
• Gold standart SCK
– BHBA: >14,4 mg/dL
– AcAc: >360 umol/L (>500 umol/L)
• Plasma kortisol meningkat
• Ketolac strip test, Pink tes liquid
(subklinis)
triakoso
Defisiensi Copper
• Terutama terjadi pada sapi dan domba
• Hasil survey terbaru menunjukkan banyak
negara daerah tropis rawan terhadap defisiensi
copper seperti Argentina, Kenya, Bolivia, Brazil,
Panama, Colombia, Peru, Costa Rica, Tanzania,
Senegal, Ethiopia, Saudi Arabia, India, Pilipina ,
Malaysia dan Indonesia.
triakoso
Fungsi copper
• Metabolisme
• Pertumbuhan villi
• Pembentukan darah
• Depresi pembentukan osteoblast
• Myelinisasi syaraf
triakoso
Akibat defisiensi
• Pertumbuhan terhambat
• Pertumbuhan villi terhambat
• Pigmentasi rambut
• Gangguan pembentukan darah
• Demyelinisasi syaraf
• Degenerasi myocardial
triakoso
Penyebab
• Pakan tidak mengandung copper
• Pakan tinggi molibdenium
• Intake pakan mengandung sulfate
• (selenium meningkatkan absorbsi)
triakoso
triakoso
Gejala klinis
• Hewan mengalami gangguan
pertumbuhan
• Infertilitas
• Pincang
• Rambut rontok pada domba
• Kulit :
– kasar
– warna rambut ’putih/pudar”
– gatal dan menjilat-jilat.
• Produksi susu turun
• Anemia, lemah
• Ataksia setelah exercise
• Mudah terjadi fraktur tulang
(ektrimitas, khususnya
skapula).
• Swayback
• Berat : kematian mendadak
akibat CHF akut (falling
disease).
• Persisten scouring pada sapi
atau domba(peat scours)
– Diare berwarna kuning
kehijauan hingga kehitaman.
– Feses dikeluarkan tanpa
adanya tekanan atau rejanan,
bahkan tanpa mengangkat
ekor. Hewan sangat kurus
meskipun nafsu makan masih
baik.
triakoso
Diagnosis
• Kadar copper serum < 0,7 mg/ml.
• Namun kadang kadar copper serum penderita
normal. Kondisi ini diduga terjadi pada kasus
sekunder. Copper darah normal atau tinggi,
diduga sebagai respon kekurangan copper
dalam jaringan.
• Pada kasus sekunder juga tidak ditemui adanya
anemia.
• Respon terapi
• Biopsi: kadar copper di hepar (gold standard).
triakoso
Terapi
• Pemberian terapi preparat copper per oral.
Copper sulfat diberikan seminggu sekali selama
3-5 minggu.
• Hati-hati agar tidak terjadi intoksikasi copper.
Pedet 4 g; Sapi 6-10 g; Domba 1,5 g.
• Langkah alternatif terapi dan pencegahan
adalah memberikan secara parenteral dan
preparat slow release peroral
triakoso
triakoso
Warna rambut kembali gelap setelah pemberian Copper
beberapa minggu (dasar rambut), yang sebelumnya
warna rambut memudar (ujung rambut) akibat defisiensi
Copper.
Grass tetany
• Defisiensi Magnesium
– Hypomagnesemia
– “grass staggers”
• Muscle weakness
– Magnesium
• co-factor berbagai enzim dalam metabolisme
• Signaling molecule
• ATP terikat pada Mg agar aktif
• Fungsi dalam Neuromuscular
triakoso
• Sering terjadi pada awal
laktasi (butuh Mg lebih
banyak)
• Banyak terjadi pada sapi
bangsa British
• Banyak terjadi pada rumput
musim dingin (Mg lebih
rendah dibanding legume)
• Banyak terjadi pada musim
semi (rumput tumbuh subur,
legume tumbuh lebih lambat)
triakoso
Grass tetany
• Faktor risiko
– Tanaman/rumput muda, tumbuh cepat, subur,
hijau (tinggi kalium)
– Pakan tinggi Kalium (K) dan rendah Mg dan
Kalsium (Ca)
– Pupuk tinggi Kalium (K), menghambat
penyerapan Mg oleh tanaman
– Pupuk tinggi Nitrogen (N) juga membatasi
ketersediaan Mg
– Sapi merumput pada padang yang dipupuk
dan tumbuh subur (rendah kandungan Mg)
triakoso
Grass Tetany
• Gejala
– Tanpa gejala: Kematian mendadak (beberapa jam).
– Berhenti merumput, tampak tegang atau kepala
mendongak ke atas.
– Menegang, tampak pada wajah dan telinga
– Otot-otot mengejang
– Hewan mengalami kejang dengan posisi kepala
menengadah (epistotonus)
– Ambruk dan kaki “mengayuh/pedal” dan disertai
mulut berbuih
– Jika convulsi mereda, hewan tampak rileks. Namun,
peka terhadap keriuhan atau sentuhan.
triakoso
• Common after fertilization
– Rapid growth
– Potassium decreases Mg absorption
– Sodium linked transport of Mg across rumen
wall
• Sodium deficiency implicated
• Na:K ratio of rumen fluid
– 1.0 – grass tetany
– 5.0 – improvement
• High soluble protein = increased ammonia
– Decreased Mg absorption
triakoso
• Higher fatty acids (HFA)
– 16:0 and greater
– High in forages likely to cause grass tetany
– Form insoluble soaps with Mg
• Most Mg absorption occurs in rumen
• Soaps dissociate in small intestine
– Little Mg absorption occurs in ruminants in SI
• Winter tetany
– Dry, low quality forage is low in Mg
• Transit tetany – sheep
– Long periods of fasting
triakoso
Gejala klinis
• Gejala awal
– Otot menegang (wajah dan telinga)
– Hiperestesia (Excessive alertness)
– Inkoordinasi
– Pincang (Stiff gait)
• 3 – 4 jam
– Collapse
– Kejang convulsive
– Paddling of feet (seperti mengayuh sepeda)
triakoso
Terapi-Pencegahan
• Terapi
– Minimal handling
– Atasi kejang: Pentobarbital atau Xylazine
– Larutan Mg parenteral perlahan [Cepat = heart failure]
• Prevention
– Supplement Mg (MgO)
– Salt supplement [Meningkatkan absorpsi Mg, Dalam
bentuk garam lebih palatable]
– Berikan hijauan campuran rumput/legume
– Rotasi yang cukup pada pasture (padang gembalaan)
• Sudah bercampur hijauan tua dan muda
triakoso
Defisiensi Taurine
• Kucing adalah hewan karnivora sejati, dan kebutuhan
nutrisi utama adalah protein hewani yang banyak
mengandung asam amino.
• Taurine merupakan asam amino esensial bagi kucing.
Taurine adalah asam amino yang mempunyai fungsi
penting pada berbagai organ.
• Konsentrasi asam amino ini tertinggi ditemukan pada
jantung, retina, sistem syaraf pusat, leukosit dan
muskulus (otot), meski fungsinya secara jelas belum
diketahui dengan baik.
• Selain itu, taurine diperlukan untuk mempertahankan
kebuntingan dan perkembangan fetus.
triakoso
Defisiensi Taurine
• Umumnya hewan mampu mensintesis taurine,
namun kucing tidak mampu membuat taurine,
sehingga bergantung pada asupan.
• Taurine tidak disimpan di dalam tubuh dalam
jumlah yang banyak. Oleh sebab itu taurine bagi
kucing merupakan asam amino esensial
(penting) dan harus selalu dipenuhi dari pakan.
triakoso
Defisiensi Taurine
• Defisiensi taurine akan menyebabkan penyakit
jantung dan kelemahan otot-otot untuk bergerak,
kebutaan karena degenerasi retina, sistem
kekebalan tubuh menurun.
• Defisiensi taurine biasanya terjadi akibat sumber
pakan kurang mengandung taurine, atau
gangguan penyerapan taurine di dalam usus.
triakoso
Gejala Klinis
• Gejala akibat defisiensi taurine biasanya berlangsung
lama (kronis).
• Kucing akan menunjukkan gejala penyakit jantung,
pembesaran jantung (dilated cardiomyopathy) karena
terjadi kelemahan otot-otot jantung dan bersifat fatal.
• Selain itu kucing mengalami kebutaan akibat kerusakan
retina.
• Defisiensi taurine juga menyebabkan hambatan
pertumbuhan, ataupun gangguan pada sistem
reproduksi.
triakoso
Pecegahan
• Pakan yang disiapkan dengan pemanasan tinggi akan merusak
taurine. Pakan buatan (homemade) ataupun komersial biasanya
disiapkan dengan memasak sehingga menyebabkan taurine banyak
yang rusak dibanding pakan alami.
• Hindari pemberian pakan tinggi serat, karena menghambat
penyerapan taurine. Pakan komersial biasanya mengandung serat
yang tinggi dibanding pakan alami, namun biasanya sudah
ditambahkan taurine.
• Defisiensi taurine juga bisa terjadi pada kucing yang mengalami
anoreksia, mendapat banyak asupan protein nabati, atau
mengkonsumsi sereal, biji-bijian termasuk nasi. Pakan buatan
(hommade) umumnya mengandung banyak unsur karbohidrat
seperti nasi sehingga menyebabkan kucing berisiko mengalami
defisensi taurine.
triakoso
triakoso
Keracunan
• Keracunan bisa terjadi secara langsung
tubuh berkontak dengan bahan beracun
atau melalui makanan, proses pencernaan
atau residu.
triakoso
Pestisida
• Insektisida
– Organofosfat
– Hidroklorin
– Karbamat
– Pyrethrin, Pyrethroid
– Miticide
• Rodenticide
– Antikoagulan
– Strychnine
– Fluoroacetate
triakoso
Bahan Lain
• Obat
– Acetaminophen
– Ibuprofen
– Supplemen (ferrous sulphate)
– CNS (primidone)
• Tanaman
– Dracaena marginata (kucing)
– Dieffenbacia sp, Philodendron sp
– Ricinus communis
• Pupuk
– Nitrat-Nitrit
– Urea
• Biotoksin
– Methylxanthine (theobromine, Cokelat)
triakoso
Keracunan Cokelat
• Cokelat (Chocolate) dibuat dari biji tanaman
cokelat.
• Bahan aktif yang terkandung adalah Theobromine,
yang merupakan bahan toksik bagi beberapa
hewan. Di dalam cokelat juga terkandung caffeine
meski tidak terlalu banyak.
• Theobromine dan caffeine adalah bahan yang
tergolong Methylxanines.
• Efek Theobromine dan caffeine di dalam tubuh:
– Central Nervous System (CNS) stimulant
– Cardiovascular stimulant
– Meningkatkan tekanan darah (ringan)
– Nausea and vomiting
triakoso
• Unsweetened (baker's) chocolate (cokelat kue)
mengandung 8-10 kali Theobromine susu coklat
• Semi-sweet chocolate, kandungan Theobromine
agak rendah.
• White chocolate mengandung sangat sedikit
Theobromine (jarang menyebabkan keracunan).
• Caffeine juga terdapat pada cokelat, namun
sangat rendah dibanding Theobromine.
triakoso
• Kadar Theobromine berbagai cokelat (Merck
Veterinary Manual):
– Dry cocoa powder = 800 mg/oz
– Unsweetened (Baker's) chocolate = 450 mg/oz
– Cocoa bean mulch = 255 mg/oz
– semisweet chocolate and sweet dark chocolate is =
150-160 mg/oz
– Milk chocolate = 44-64 mg Theobromine per oz
chocolate
– White chocolate contains an insignificant source of
methylxanthines.
triakoso
1 oz=28,35 gram
• Dosis toksis Theobromine (dan caffeine) untuk
hewan kesayangan: 100-200mg/kg.
• Namun, ada berbagai laporan dari the ASPCA
(American Society for the Prevention of Cruelty
to Animals) yang menunjukkan gejala keracunan
juga terjadi pada dosis yang sangat kecil
(20mg/kg).
• Manusia dapat memecah dan mengekskresikan
Theobromine lebih efisien dibanding anjing.
• Waktu paruh Theobromine pada anjing lebih
lama :17,5 jam.
triakoso
• White chocolate: 200 ounces per pound of body weight. It takes
250 pounds of white chocolate to cause signs of poisoning in a 20-
pound dog, 125 pounds for a 10-pound dog.
• Milk chocolate: 1 ounce per pound of body weight. Approximately
one pound of milk chocolate is poisonous to a 20-pound dog; one-
half pound for a 10-pound dog. The average chocolate bar contains
2 to 3 ounces of milk chocolate. It would take 2-3 candy bars to
poison a 10 pound dog. Semi-sweet chocolate has a similar toxic
level.
• Sweet cocoa: 0.3 ounces per pound of body weight. One-third of a
pound of sweet cocoa is toxic to a 20-pound dog; 1/6 pound for a
10-pound dog.
• Baking chocolate: 0.1 ounce per pound body weight. Two one-
ounce squares of bakers' chocolate is toxic to a 20-pound dog; one
ounce for a 10-pound dog.
triakoso
Gejala klinis
• Onset: beberapa jam (vomit, diarrhea atau
hiperaktifitas).
• Berlanjut: peningkatan frekuensi denyut
jantung
– Arrhythmia, tidak tenang, otot mengejang
– Hiperaktifitas, urinasi meningkat
– Panting berlebihan.
• Dapat memicu hiperthermia, tremor otot,
seizures, coma dan kematian.
triakoso
Mycotoxin
• Mycotoxin adalah bahan beracun yang
dihasilkan fungi yang tumbuh pada bahan
makanan atau pakan.
• Merusak organ atau jaringan (ginjal,
hepar, otak, saluran cerna, sistem
reproduksi)
• Akut, subakut, kronis
• Gejala: anoreksia, ikhterus, melena,
poliuria, polidipsia, perdarahan
triakoso
Mycotoxin
• Aflatoksin : Aspergillus flavus, Aspergilus
parasiticus
– Aflatoksin B1, B2, G1, G2
– Aflatoksin B1 paling toksik (susu)
– jagung, sumber protein
– sering terjadi pada ternak (ayam jarang)
• Penitrem A: Penicillium crustaceum
– Keju (blue green fungal mat), walnut
• Botulinum: Clostridium botulinum
– Toksin A, B, C, D, E, F, G
triakoso
Vitamin
• Vitamin adalah molekul organik yang sangat
diperlukan tubuh hewan dan manusia untuk
proses metabolisme dan pertumbuhan.
• Tubuh tidak dapat membuat vitamin dalam
jumlah cukup dan harus dipenuhi dari makanan
• Vitamin larut lemak (ADEK)
• Vitamin larut air (B1/Thiamine, B2/Riboflavin,
Biotin, B6/Piridoxin, Asam folat, Asam
pantotenat, Cobalamine, Choline, Niacin,
Vitamin C)
triakoso
• Defisiensi vitamin (Vitamin larut air, Vitamin larut
lemak)
– Defisiensi vitamin B
– Defisiensi vitamin C
• Hipervitaminosis (Vitamin larut lemak)
– Hipervitaminosis A
– Hipervitaminosis D
triakoso
Hipervitaminosis A
• Kucing adalah hewan karnivora. Vitamin A
adalah vitamin esensial (tidak bisa membuat
vitamin A).
• Sumber vitamin A: hepar atau liver, cod liver oil.
• Liver merupakan jaringan yang banyak
tersimpan vitamin A. Kucing yang diberi pakan
liver secara kontinu akan menunjukkan tanda-
tanda keracunan vitamin A, bisa juga akibat
pemberian suplemen vitamin A yang berlebihan.
triakoso
Gejala
• Kucing mengalami deformitas atau perubahan
bentuk tulang, terutama tulang leher, sehingga
sulit menoleh (scoliosis, myelopati servikalis).
• Kadang disertai kelemahan alat gerak (paresis),
bahkan pada keempat alat gerak.
• Ankylosis sendi bahu dan siku
• Pada kucing jantan mengalami gangguan sistem
reproduksi, namun tidak pada kucing betina.
triakoso
Gejala
• Kucing biasanya menunjukkan gejala
anoreksia, berat badan turun, mata
tampak keluar (exophthalmos).
• Selain itu kadang disertai gejala eczema
basah, kebotakan pada kulit, radang kulit
berkerak dan tampak pecah-pecah.
• Bila parah, kucing mengalami ascites, dan
kematian.
triakoso
triakoso
Terbentuk formasi tulang baru, dan tulang vertebrae menyatu.
(Dr. Sheldon Steinberg. Veterinary Hospital of University Penssylvania)
Terapi - Pencegahan
• Deformitas tulang bersifat irreversible
• Membaik bila sumber vitamin A dihentikan
• Jangan memberikan pakan yang mengandung liver
secara terus menerus. Kucing yang mengkonsumsi liver,
biasanya tidak mau makan lain bila menunya tidak
mengandung liver.
• Jangan memberikan suplemen vitamin, terutama yang
mengandung vitamin A atau D bilamana tidak perlu,
apalagi kucing telah terjaga kualitas nutrisi pakannya.
triakoso
Hipervitaminosis D
• Vitamin D (cholecalciferol) adalah vitamin yang
larut lemak.
• Toksisitas terjadi bila mengkonsumsi vitamin D
berlebihan.
• Most commonly, this occurs as a result of ingestion of
choleciferol-containing rodenticides or vitamin
supplements.
– Less commonly, vitamin D toxicity may also occur as
a result of an improperly balanced diet.
• Cholecalciferol, dimetabolisme di hepar menjadi
25-hydroxycholecalciferol, dan dimetabolisme
lagi menjadi vitamin D aktif, Calcitriol di renal.
triakoso
Hipervitaminosis D
• Calcitriol meningkatkan absorpsi kalsium di
intestinal dan resorpsi kalsium di tulang.
• Bila calcitriol sangat berlebihan, gejala
hipervitaminosis D terjadi, hiperkalsemia
(tingginya kadar kalsium dalam darah):
– Peningkatan absorsi kalsium di intestinal
– Resorpsi kalsium tulang
– Reabsorpsi kalsium di dalam renal
triakoso
Hipervitaminosis D
• The symptoms seen in cases of vitamin D
toxicity are a result of the hypercalcemia that
develops due to excessive amounts of
cholecalciferol being metabolized to calcitriol.
• Hiperkalsemia menyebabkan:
– Abnormal kalsifikasi pada renal,
– Abnormalitas kalsifikasi pada saluran gastrointestinal
dan kardiovaskular
– Disfungsi sistem syaraf.
triakoso
Gejala klinis
• Vomit, diarrhea
• Polidipsia, poliuria
• Lethargy, anoreksia
• Hemoragi pada saluran gastrointestinal dan atau
paru-paru, pada beberapa hewan
• Rasa sakit pada daerah area renal
• Denyut irama jantung tidak normal
• Rasa sakit pada tulang
triakoso
Keracunan Urea
• Seringkali urea digunakan sebagai bahan untuk
amoniasi jerami
• Keracunan :
– diberikan terlalu banyak sehingga sapi mengalami keracunan
– sapi seringkali minum atau makan pupuk urea yang tidak
disimpan dengan baik oleh peternak.
• Urea tersebut di dalam rumen akan dimanfaatkan oleh
mikroba dan menghasilkan amonia. Di dalam tubuh,
amonia adalah zat beracun
• Tingginya kadar amonia di dalam tubuh menyebabkan
encephalopati hepatis (hewan menunjukkan gejala
syaraf atau kejang-kejang karena gangguan sistem
syaraf pusat) akibat akumulasi amonia di dalam tubuh.
triakoso
Keracunan Urea
• Gejala
• Hewan hipersalivasi dan berbuih, gigi
menggeretak karena adanya rasa sakit dan
tampak telinga dan wajahnya menegang.
Adanya rasa sakit daerah abdomen disertai
bloat.
• Selain itu hewan menunjukkan peningkatan
frekuensi respirasi dan berat. Hewan lebih
sering urinasi. Selanjutnya hewan kejang dan
ambruk. Seringkali hewan ditemui mati di dekat
sumber urea tersebut.
triakoso
Keracunan Urea
• Pengobatan, penanggulangan dan pencegahan
• Segera lakukan terapi, meskipun hasilnya tidak cukup
memuaskan.
• Gunakan sonde lambung untuk mengurangi bloat yang
terjadi, sekaligus untuk memberikan air dingin.
– Sapi dewasa : 45 liter air dingin diikuti beberapa liter asam
asetat 6% atau cuka. Pengenceran tersebut akan menurunkan
suhu di dalam rumen dan meningkatkan asiditas rumen
sehingga mampu mengurangi produksi amonia. Bila perlu terapi
diulangi dalam 24 jam.
• Berikan urea secara bertahap dalam jumlah yang sedikit
(0,1 gram/kg BB) atau 35-40 gram untuk sapi 400 kg.
• Simpan dengan baik urea pupuk agar tidak mudah
dimakan sapi atau ruminansia kecil.
triakoso
Keracunan Nitrat-Nitrit
• Mirip dengan keracunan urea.
• Nitrat (NO3)sebetulnya bukan merupakan bahan toksik. Namun di
dalam tubuh, nitrat dicerna dan berubah menjadi nitrit (NO2) oleh
mikroba rumen. Kemudian nitrat yang beredar di dalam darah akan
mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin. Sehingga
hemoglobin yang juga berfungsi mengikat oksigen untuk memenuhi
kebutuhan oksigen jaringan menjadi berkurang.
• Pada monogastrik, nitrat akan dikonversi menjadi nitrit di dalam
usus, sehingga kecil kemungkinan untuk diabsorbsi dan
menimbulkan masalah.
• Sumber penularan
– tanaman (Astragalus)
– air sumur yang dalam sehingga terjadi akumulasi nitrat terutama bila di
sekitarnya dilakukan pemupukan menggunakan pupuk nitrogen yang
berlebihan.
triakoso
Keracunan Nitrat-Nitrit
• Gejala
• Hewan akan menunjukkan gejala setelah 6 jam
memakan atau menelan bahan tersebut.
• Hewan menunjukkan gejala anoksia berat (kekurangan
oksigen)
– lemah, depresi
– sianosis dan takikardia (denyut jantung meningkat)
– hewan akan mati bila 60-75% hemoglobin dioksidasi menjadi
methemoglobin. Biasanya ini berlangsung dalam 24 jam pasca
hewan memakan bahan tersebut.
• Sedangkan bila serangan bersifat kronis umumnya
terjadi abortus dan meningkatkan kebutuhan vitamin A
atau hewan menunjukkan gejala hipovitaminosis A.
triakoso
Keracunan Nitrat-Nitrit
• Pengobatan, pengendalian dan
pencegahan
• Berikan Methylene blue 1% yang dapat
mereduksi methemoglobin menjadi
hemoglobin.
– Monogastrik : terapi tunggal 1-2 mg/kgBB
intravena
– Ruminansia : ruminansia > 20 mg/kgBB dan
bila perlu diulangi tiap 8 jam bila memakan
nitrat dalam jumlah besar
triakoso
Keracunan Lantana
• Lantana camara atau kembang telekan adalah
tanaman yang selalu hijau dan bertahan saat
musim kemarau, sementara tanaman lain
mengering.
• Pada daerah padang gembala bila semua tanaman
mengering, maka tanaman ini akan menarik hewan
untuk memakannya.
• Komponen-komponen beracun tanaman ini yaitu
Lantadene A (LA), Lantadene B (LB), Lantadene C
(LC) dan Lantadene D (LD). Di antara komponen
tersebut LA dan LB yang paling toksik.
• Pada daerah kering keracunan Lantana sering
dilaporkan bahkan menjadi wabah. Di Indonesia
bahkan pernah dilaporkan terjadi wabah keracunan
Lantana pada sapi Bali di Kalawi, Donggala tahun
1980.
triakoso
Keracunan Lantana
• Gejala awal : fotosensitisasi dermatitis.
– Hewan akan mengalami kemerahan (eritema)
pada kulit terutama yang terkena sinar
matahari.
– Kulit yang terkena umumnya yang berambit tipis
atau tidak berambut, termasuk juga di sekitar
mocong.
– Bila berlanjut maka kulit tersebut akan nekrosis
dan mengelupas.
– Gejala yang lain hewan akan menunjukkan
perubahan warna urine. Urine seringkali
ditemukan berwarna merah bahkan coklat tua.
– Gejala-gejala tersebut sangat mirip dengan
penyakit Baliziekte.
triakoso

Patologi Nutrisi

  • 1.
  • 2.
    Ilmu Nutrisi • Suatustudi yang mencakup penggunaan dan pengaruh berbagai macam bahan nutrisi yang dapat diperoleh dari makanan oleh organisme triakoso
  • 3.
    • Pengaruh bahanmakanan dapat timbul: – Absorbsi bahan nutrisi yang terkandung dalam perbandingan dan keseimbangan tertentu. – Ketidakseimbangan bahan nutrisi akan menyebabkan tanda-tanda patologis yang sifatnya sangat karakteristik sesuai dengan berat ringannya ketidakseimbangan yang terjadi. triakoso
  • 4.
    • Ketidakseimbangan nutrisi –Defisiensi – Kelebihan – Intoksikasi makanan • Menyebabkan gangguan proses metabolisme (penyakit metabolik) • Kondisi tersebut tidak dapat dibedakan secara jelas dengan penyakit metabolik karena gangguan sistem gastrointestinal triakoso
  • 5.
    Enterotoxemia Gangguan digesti dan akibatnya Defisiensidan kelebihan makanan Ratio Makanan Makanan yang mengandung kontaminan Residu xenobiotik Mikotoksin Toksin Patologi Toksik Efek langsung Efek tidak langsung Reaksi defisiensi Modifikasi resistensi dan parasit Penyakit kelebihan atau ketidakseimbangan pakan dan intoksikasi Pengaruh lingkungan Gangguan fisiologis Genetik Penyakit metabolisme Peranan sistem GIT Gangguan metabolik Patologi hepar dan renal sekundertriakoso
  • 6.
    Asidosis rumen • Grainoverload, rumen overload, lactic acidosis, acute rumen engorgement • Penyebab: – Pakan tinggi KH rendah serat, mudah cerna memicu terjadi lactic acidosis (acute dehydration and depression) – Pakan tinggi protein mudah cerna memicu produksi ion ammonium ion berlebihan (excitement and hyperesthesia) • Sering terjadi pada pemeliharaan intensif triakoso
  • 7.
    Grain jagung buck groat barley hulled wheatberries spelt hulledrye berries beras oat groat millet triakoso
  • 8.
    ASIDOSIS RUMEN Stasis fermentasi Asidosis Metabolik ↑KH yang mudah difermentasi ↑ laju pertumbuhan (semua bakteri) ↑ VFA’s ↓ pH ↑ laju pertumbuhan S. bovis ↓ pH < 5 ↓ laju pertumbuhan (sebagian bakteri) ↓ pH ↓ S. bovis ↑ Lactobacillus Absorbsi D/L asam laktat ↑ asam laktat triakoso
  • 9.
    Gejala klinis • Onsetof action bergantung jumlah pakan yang dikonsumsi dan adaptasi hewan • Gejala klinis dalam 12-36 jam setelah mengkonsumsi grain (biji-bijian) atau bahan pakan serupa • Gejala klinis : – Awal: ataksia, inkoordinasi diikuti kelemahan dan depresi – Anoreksi dan gejala kebutaan – Stasis rumen komplet dan rasa sakit abdominal – Distensi abdomen. • Dehidrasi akan terjadi dalam 24-48 jam triakoso
  • 10.
    Gejala klinis • Lacticacidosis derajat ringan umumnya terjadi pada sapi yang diberi pakan konsentrat (grain-fed cattle) • Komplikasi – abses hepar – rumenitis atau rumen parakeratosis – mycotic rumenitis – feedlot bloat – laminitis triakoso
  • 11.
    Gejala klinis • Diare(tidak teramati bila hewan lebih dahulu mati). Diare profus akan terjadi pada hewan yang tidak mengalami depresi yang parah. • Ambruk (kasus berat) karena kelemahan dan toksemia dalam 24-48 jam. – Respirasi meningkat karena asidosis – Suhu tubuh subnormal – Pulsus lemah. Sapi ambruk diam tidak bergerak (seperti gejala hipokalsemia) – Daerah muzzle (mukus dan tampak kotor) triakoso
  • 12.
    Gejala klinis • Bilaterjadi pada sekawanan sapi (herd) – beberapa hewan mengalami depresi dan asidosis laktat akut. – kondisi sedang : depresi ringan disertai diare – feses agak berbuih, berbau asam dan berwarna kuning coklat atau agak keabu-abuan – feses mengandung bahan pakan yang belum tercerna – beberapa hewan juga mengalami laminitis akut triakoso
  • 13.
    Gejala klinis • Kematianmendadak (suddent death) biasanya terjadi dalam 24-48 jam, tapi banyak kasus ditandai dengan gejala membaik namun kemudian mati karena komplikasi sekunder. Jarang terjadi kasus melanjut dalam 3-4 minggu. • Pulih: kondisi tubuh buruk akibat rumenitis kronis dan kerusakan hepar. triakoso
  • 14.
  • 15.
    Milk Fever • Parturientparesis, parturient hypocalcemia • Penyebab: hipokalsemia • Penyakit peripartus (48-72 jam) • Ditandai hipokalsemia, kelemahan otot, dan depresi kesadaran. • Insidensi 9% atau wabah • Kerugian pengobatan $15 juta/tahun triakoso
  • 16.
    Etiologi-Patogenesis • Gagal adaptasikalsium saat laktasi • PTH tidak responsif, dekalsifikasi terbatas • Faktor risiko – Umur – Produksi – Manajemen masa kering triakoso
  • 17.
    Metabolisme kalsium PTH Ginjal Intestinal Tulang Kalsium Blood calcium Hepar25(OH)-D D25 hydroxylase 25OH D 1  hydroxylase Ca++HPO4 Ca++HPO4 Kalsifikasi 1,25(OH)2-D calcitriol 1,25(OH)2-D calcitriol triakoso
  • 18.
    Gejala klinis • Tigastadium – awal (excitement-tetany) – kedua (sternal recumbency) – ketiga (lateral recumbency) • Pada kambing domba mirip sapi triakoso
  • 19.
    Gejala klinis • Hematologi –eosinofilia – neutrofilia – limfopenia • Biokimia – kalsium : 5 mg/dl – magnesium • awal :  • lanjut :  – phosphate :   – glukosa : N – SGOT :  – CPK :  triakoso
  • 20.
    Eclampsia • Eclampsia, Milkfever, Hypocalcemia atau Puerperal tetany • Eclampsia bisa bersifat fatal. Eclampsia biasanya terjadi pada 1-3 minggu setelah partus, namun bisa juga terjadi menjelang partus. • Penyebab, konsentrasi kalsium darah rendah (hipokalsemia) karena kegagalan adaptasi kebutuhan kalsium akibat menyusui • Faktor risiko: – Lebih banyak terjadi pada anjing dibanding kucing – Bangsa anjing kecil (small breed) – Beranak banyak triakoso
  • 21.
    Eclampsia • Eclampsia adalahpenyakit yang sangat serius namun mudah dikenali, terutama terkait proses kebuntingan atau menyusui. • Gejala awal, anjing tampak tidak tenang dan gelisah. Dalam sekejap, induk tampak pincang, wobbler dan disorientasi. Selanjutnya tidak bisa berjalan, dan mengalami kejang. • Anjing menunjukkan peningkatan suhu tubuh, >105º F (40,5oC). Frekuensi respirasi meningkat. Bila tidak diterapi, menyebabkan kematian. triakoso
  • 22.
    Eclampsia • Pemberian kalsiumyang berlebihan saat kebuntingan berisiko meningkatkan kejadian eclampsia. • Pengendali utama kalsium adalah hormon paratiroid (PTH). Saat kalsium darah hilang akibat menyusui, maka PTH akan bekerja untuk meningkatkan kalsium darah. • PTH bekerja dengan melakukan dekalsifikasi tulang, mengaktifkan vitamin D, menghambat kehilangan kalsium melalui renal, meningkatkan absorbsi kalsium di intestinal sehingga kalsium darah segera normal. • Pemberian kalsium berlebihan saat bunting, menekan produksi PTH, sehingga PTH terlambat bereaksi saat darah kehilangan kalsium karena menyusui, sehingga gejala muncul eclampsia. triakoso
  • 23.
    Eclampsia • So, adequateamounts of calcium need to be given during pregnancy, but not enough to slow down the production of parathyroid hormone. This means calcium supplements are generally not recommended. Also, it is important for the calcium and phosphorus in the diet to be at the correct ratio of 1:1 (i.e.; 1 part calcium to 1 part phosphorus). Vitamin D must also be present in adequate amounts. • Once a dog has had milk fever, there is an excellent chance that she will also have it with future litters if preventive steps are not taken. Be sure to work closely with your veterinarian if your dog has had eclampsia in the past and is pregnant again. • In conclusion, it is of great importance for owners of pregnant or nursing dogs to be able to recognize the signs of eclampsia. If you feel your female dog is showing these signs, remove the pups to prevent further nursing and seek veterinary assistance at once. triakoso
  • 24.
    Ketosis • Acetonemia • Kondisiyang terjadi akibat ketidakseimbangan metabolisme karbohidrat • Pada sapi, puncak produksi • Pada domba, akhir kebuntingan triakoso
  • 25.
    Etiologi-Patogenesis Sapi • Hipoglisemia, hiperketonemia • Ketosisprimer • Ketosis sekunder • Faktor risiko – obesitas saat partus – rasio protein:energi – masa kering lama – kurang exercise Domba • Hipoglisemia, hiperketonemia • Pada kebuntingan akhir (anak kembar) • Inefisiensi hepar – hipoglisemia encephalopati irreversible • Stadium terminal gangguan ginjal triakoso
  • 26.
    Gejala klinis • TipeKetosis (klinis): – Tipe 1: Spontaneus underfeeding (kurus, BHBA sangat tinggi, glukosa darah rendah, 3-6 minggu PP) – Tipe 2: Fat Cows Fatty Liver (gemuk, BHBA tinggi, benda keton, glukosa darah tinggi, 1-2 minggu PP) – Tipe 3: Wet Silages (bervariasi, BHBA tinggi, trigliserida hepar, glukosa darah bervariasi, bervariasi) • Subklinis – Awal laktasi BHBA lebih dari 14,4 mg/dl (risiko 3 kali) triakoso
  • 27.
  • 28.
    Gejala klinis • Wasting –BB turun drastis – suhu, pulsus normal – gerakan rumen turun – feses keras kering – sembuh spontan – kematian rendah • Syaraf – hipoglisemia – encephalopati – hiperestesia, tremor – tetani 1-2 jam berulang interval 8-12 jam – kematian tinggi triakoso
  • 29.
    Gejala klinis • Padadomba mirip sapi bentuk syaraf • Konstipasi, feses kering sedikit • Ambruk dg gejala syaraf (konvulsi) • Ambruk 3-4 hari, depresi, koma triakoso
  • 30.
    Diagnosis • Hipoglisemia, ketonemia,ketonuria – Glukosa darah – Keton urin – Keton susu • Gold standart SCK – BHBA: >14,4 mg/dL – AcAc: >360 umol/L (>500 umol/L) • Plasma kortisol meningkat • Ketolac strip test, Pink tes liquid (subklinis) triakoso
  • 31.
    Defisiensi Copper • Terutamaterjadi pada sapi dan domba • Hasil survey terbaru menunjukkan banyak negara daerah tropis rawan terhadap defisiensi copper seperti Argentina, Kenya, Bolivia, Brazil, Panama, Colombia, Peru, Costa Rica, Tanzania, Senegal, Ethiopia, Saudi Arabia, India, Pilipina , Malaysia dan Indonesia. triakoso
  • 32.
    Fungsi copper • Metabolisme •Pertumbuhan villi • Pembentukan darah • Depresi pembentukan osteoblast • Myelinisasi syaraf triakoso
  • 33.
    Akibat defisiensi • Pertumbuhanterhambat • Pertumbuhan villi terhambat • Pigmentasi rambut • Gangguan pembentukan darah • Demyelinisasi syaraf • Degenerasi myocardial triakoso
  • 34.
    Penyebab • Pakan tidakmengandung copper • Pakan tinggi molibdenium • Intake pakan mengandung sulfate • (selenium meningkatkan absorbsi) triakoso
  • 35.
  • 36.
    Gejala klinis • Hewanmengalami gangguan pertumbuhan • Infertilitas • Pincang • Rambut rontok pada domba • Kulit : – kasar – warna rambut ’putih/pudar” – gatal dan menjilat-jilat. • Produksi susu turun • Anemia, lemah • Ataksia setelah exercise • Mudah terjadi fraktur tulang (ektrimitas, khususnya skapula). • Swayback • Berat : kematian mendadak akibat CHF akut (falling disease). • Persisten scouring pada sapi atau domba(peat scours) – Diare berwarna kuning kehijauan hingga kehitaman. – Feses dikeluarkan tanpa adanya tekanan atau rejanan, bahkan tanpa mengangkat ekor. Hewan sangat kurus meskipun nafsu makan masih baik. triakoso
  • 37.
    Diagnosis • Kadar copperserum < 0,7 mg/ml. • Namun kadang kadar copper serum penderita normal. Kondisi ini diduga terjadi pada kasus sekunder. Copper darah normal atau tinggi, diduga sebagai respon kekurangan copper dalam jaringan. • Pada kasus sekunder juga tidak ditemui adanya anemia. • Respon terapi • Biopsi: kadar copper di hepar (gold standard). triakoso
  • 38.
    Terapi • Pemberian terapipreparat copper per oral. Copper sulfat diberikan seminggu sekali selama 3-5 minggu. • Hati-hati agar tidak terjadi intoksikasi copper. Pedet 4 g; Sapi 6-10 g; Domba 1,5 g. • Langkah alternatif terapi dan pencegahan adalah memberikan secara parenteral dan preparat slow release peroral triakoso
  • 39.
    triakoso Warna rambut kembaligelap setelah pemberian Copper beberapa minggu (dasar rambut), yang sebelumnya warna rambut memudar (ujung rambut) akibat defisiensi Copper.
  • 40.
    Grass tetany • DefisiensiMagnesium – Hypomagnesemia – “grass staggers” • Muscle weakness – Magnesium • co-factor berbagai enzim dalam metabolisme • Signaling molecule • ATP terikat pada Mg agar aktif • Fungsi dalam Neuromuscular triakoso
  • 41.
    • Sering terjadipada awal laktasi (butuh Mg lebih banyak) • Banyak terjadi pada sapi bangsa British • Banyak terjadi pada rumput musim dingin (Mg lebih rendah dibanding legume) • Banyak terjadi pada musim semi (rumput tumbuh subur, legume tumbuh lebih lambat) triakoso
  • 42.
    Grass tetany • Faktorrisiko – Tanaman/rumput muda, tumbuh cepat, subur, hijau (tinggi kalium) – Pakan tinggi Kalium (K) dan rendah Mg dan Kalsium (Ca) – Pupuk tinggi Kalium (K), menghambat penyerapan Mg oleh tanaman – Pupuk tinggi Nitrogen (N) juga membatasi ketersediaan Mg – Sapi merumput pada padang yang dipupuk dan tumbuh subur (rendah kandungan Mg) triakoso
  • 43.
    Grass Tetany • Gejala –Tanpa gejala: Kematian mendadak (beberapa jam). – Berhenti merumput, tampak tegang atau kepala mendongak ke atas. – Menegang, tampak pada wajah dan telinga – Otot-otot mengejang – Hewan mengalami kejang dengan posisi kepala menengadah (epistotonus) – Ambruk dan kaki “mengayuh/pedal” dan disertai mulut berbuih – Jika convulsi mereda, hewan tampak rileks. Namun, peka terhadap keriuhan atau sentuhan. triakoso
  • 44.
    • Common afterfertilization – Rapid growth – Potassium decreases Mg absorption – Sodium linked transport of Mg across rumen wall • Sodium deficiency implicated • Na:K ratio of rumen fluid – 1.0 – grass tetany – 5.0 – improvement • High soluble protein = increased ammonia – Decreased Mg absorption triakoso
  • 45.
    • Higher fattyacids (HFA) – 16:0 and greater – High in forages likely to cause grass tetany – Form insoluble soaps with Mg • Most Mg absorption occurs in rumen • Soaps dissociate in small intestine – Little Mg absorption occurs in ruminants in SI • Winter tetany – Dry, low quality forage is low in Mg • Transit tetany – sheep – Long periods of fasting triakoso
  • 46.
    Gejala klinis • Gejalaawal – Otot menegang (wajah dan telinga) – Hiperestesia (Excessive alertness) – Inkoordinasi – Pincang (Stiff gait) • 3 – 4 jam – Collapse – Kejang convulsive – Paddling of feet (seperti mengayuh sepeda) triakoso
  • 47.
    Terapi-Pencegahan • Terapi – Minimalhandling – Atasi kejang: Pentobarbital atau Xylazine – Larutan Mg parenteral perlahan [Cepat = heart failure] • Prevention – Supplement Mg (MgO) – Salt supplement [Meningkatkan absorpsi Mg, Dalam bentuk garam lebih palatable] – Berikan hijauan campuran rumput/legume – Rotasi yang cukup pada pasture (padang gembalaan) • Sudah bercampur hijauan tua dan muda triakoso
  • 48.
    Defisiensi Taurine • Kucingadalah hewan karnivora sejati, dan kebutuhan nutrisi utama adalah protein hewani yang banyak mengandung asam amino. • Taurine merupakan asam amino esensial bagi kucing. Taurine adalah asam amino yang mempunyai fungsi penting pada berbagai organ. • Konsentrasi asam amino ini tertinggi ditemukan pada jantung, retina, sistem syaraf pusat, leukosit dan muskulus (otot), meski fungsinya secara jelas belum diketahui dengan baik. • Selain itu, taurine diperlukan untuk mempertahankan kebuntingan dan perkembangan fetus. triakoso
  • 49.
    Defisiensi Taurine • Umumnyahewan mampu mensintesis taurine, namun kucing tidak mampu membuat taurine, sehingga bergantung pada asupan. • Taurine tidak disimpan di dalam tubuh dalam jumlah yang banyak. Oleh sebab itu taurine bagi kucing merupakan asam amino esensial (penting) dan harus selalu dipenuhi dari pakan. triakoso
  • 50.
    Defisiensi Taurine • Defisiensitaurine akan menyebabkan penyakit jantung dan kelemahan otot-otot untuk bergerak, kebutaan karena degenerasi retina, sistem kekebalan tubuh menurun. • Defisiensi taurine biasanya terjadi akibat sumber pakan kurang mengandung taurine, atau gangguan penyerapan taurine di dalam usus. triakoso
  • 51.
    Gejala Klinis • Gejalaakibat defisiensi taurine biasanya berlangsung lama (kronis). • Kucing akan menunjukkan gejala penyakit jantung, pembesaran jantung (dilated cardiomyopathy) karena terjadi kelemahan otot-otot jantung dan bersifat fatal. • Selain itu kucing mengalami kebutaan akibat kerusakan retina. • Defisiensi taurine juga menyebabkan hambatan pertumbuhan, ataupun gangguan pada sistem reproduksi. triakoso
  • 52.
    Pecegahan • Pakan yangdisiapkan dengan pemanasan tinggi akan merusak taurine. Pakan buatan (homemade) ataupun komersial biasanya disiapkan dengan memasak sehingga menyebabkan taurine banyak yang rusak dibanding pakan alami. • Hindari pemberian pakan tinggi serat, karena menghambat penyerapan taurine. Pakan komersial biasanya mengandung serat yang tinggi dibanding pakan alami, namun biasanya sudah ditambahkan taurine. • Defisiensi taurine juga bisa terjadi pada kucing yang mengalami anoreksia, mendapat banyak asupan protein nabati, atau mengkonsumsi sereal, biji-bijian termasuk nasi. Pakan buatan (hommade) umumnya mengandung banyak unsur karbohidrat seperti nasi sehingga menyebabkan kucing berisiko mengalami defisensi taurine. triakoso
  • 53.
  • 54.
    Keracunan • Keracunan bisaterjadi secara langsung tubuh berkontak dengan bahan beracun atau melalui makanan, proses pencernaan atau residu. triakoso
  • 55.
    Pestisida • Insektisida – Organofosfat –Hidroklorin – Karbamat – Pyrethrin, Pyrethroid – Miticide • Rodenticide – Antikoagulan – Strychnine – Fluoroacetate triakoso
  • 56.
    Bahan Lain • Obat –Acetaminophen – Ibuprofen – Supplemen (ferrous sulphate) – CNS (primidone) • Tanaman – Dracaena marginata (kucing) – Dieffenbacia sp, Philodendron sp – Ricinus communis • Pupuk – Nitrat-Nitrit – Urea • Biotoksin – Methylxanthine (theobromine, Cokelat) triakoso
  • 57.
    Keracunan Cokelat • Cokelat(Chocolate) dibuat dari biji tanaman cokelat. • Bahan aktif yang terkandung adalah Theobromine, yang merupakan bahan toksik bagi beberapa hewan. Di dalam cokelat juga terkandung caffeine meski tidak terlalu banyak. • Theobromine dan caffeine adalah bahan yang tergolong Methylxanines. • Efek Theobromine dan caffeine di dalam tubuh: – Central Nervous System (CNS) stimulant – Cardiovascular stimulant – Meningkatkan tekanan darah (ringan) – Nausea and vomiting triakoso
  • 58.
    • Unsweetened (baker's)chocolate (cokelat kue) mengandung 8-10 kali Theobromine susu coklat • Semi-sweet chocolate, kandungan Theobromine agak rendah. • White chocolate mengandung sangat sedikit Theobromine (jarang menyebabkan keracunan). • Caffeine juga terdapat pada cokelat, namun sangat rendah dibanding Theobromine. triakoso
  • 59.
    • Kadar Theobromineberbagai cokelat (Merck Veterinary Manual): – Dry cocoa powder = 800 mg/oz – Unsweetened (Baker's) chocolate = 450 mg/oz – Cocoa bean mulch = 255 mg/oz – semisweet chocolate and sweet dark chocolate is = 150-160 mg/oz – Milk chocolate = 44-64 mg Theobromine per oz chocolate – White chocolate contains an insignificant source of methylxanthines. triakoso 1 oz=28,35 gram
  • 60.
    • Dosis toksisTheobromine (dan caffeine) untuk hewan kesayangan: 100-200mg/kg. • Namun, ada berbagai laporan dari the ASPCA (American Society for the Prevention of Cruelty to Animals) yang menunjukkan gejala keracunan juga terjadi pada dosis yang sangat kecil (20mg/kg). • Manusia dapat memecah dan mengekskresikan Theobromine lebih efisien dibanding anjing. • Waktu paruh Theobromine pada anjing lebih lama :17,5 jam. triakoso
  • 61.
    • White chocolate:200 ounces per pound of body weight. It takes 250 pounds of white chocolate to cause signs of poisoning in a 20- pound dog, 125 pounds for a 10-pound dog. • Milk chocolate: 1 ounce per pound of body weight. Approximately one pound of milk chocolate is poisonous to a 20-pound dog; one- half pound for a 10-pound dog. The average chocolate bar contains 2 to 3 ounces of milk chocolate. It would take 2-3 candy bars to poison a 10 pound dog. Semi-sweet chocolate has a similar toxic level. • Sweet cocoa: 0.3 ounces per pound of body weight. One-third of a pound of sweet cocoa is toxic to a 20-pound dog; 1/6 pound for a 10-pound dog. • Baking chocolate: 0.1 ounce per pound body weight. Two one- ounce squares of bakers' chocolate is toxic to a 20-pound dog; one ounce for a 10-pound dog. triakoso
  • 62.
    Gejala klinis • Onset:beberapa jam (vomit, diarrhea atau hiperaktifitas). • Berlanjut: peningkatan frekuensi denyut jantung – Arrhythmia, tidak tenang, otot mengejang – Hiperaktifitas, urinasi meningkat – Panting berlebihan. • Dapat memicu hiperthermia, tremor otot, seizures, coma dan kematian. triakoso
  • 63.
    Mycotoxin • Mycotoxin adalahbahan beracun yang dihasilkan fungi yang tumbuh pada bahan makanan atau pakan. • Merusak organ atau jaringan (ginjal, hepar, otak, saluran cerna, sistem reproduksi) • Akut, subakut, kronis • Gejala: anoreksia, ikhterus, melena, poliuria, polidipsia, perdarahan triakoso
  • 64.
    Mycotoxin • Aflatoksin :Aspergillus flavus, Aspergilus parasiticus – Aflatoksin B1, B2, G1, G2 – Aflatoksin B1 paling toksik (susu) – jagung, sumber protein – sering terjadi pada ternak (ayam jarang) • Penitrem A: Penicillium crustaceum – Keju (blue green fungal mat), walnut • Botulinum: Clostridium botulinum – Toksin A, B, C, D, E, F, G triakoso
  • 65.
    Vitamin • Vitamin adalahmolekul organik yang sangat diperlukan tubuh hewan dan manusia untuk proses metabolisme dan pertumbuhan. • Tubuh tidak dapat membuat vitamin dalam jumlah cukup dan harus dipenuhi dari makanan • Vitamin larut lemak (ADEK) • Vitamin larut air (B1/Thiamine, B2/Riboflavin, Biotin, B6/Piridoxin, Asam folat, Asam pantotenat, Cobalamine, Choline, Niacin, Vitamin C) triakoso
  • 66.
    • Defisiensi vitamin(Vitamin larut air, Vitamin larut lemak) – Defisiensi vitamin B – Defisiensi vitamin C • Hipervitaminosis (Vitamin larut lemak) – Hipervitaminosis A – Hipervitaminosis D triakoso
  • 67.
    Hipervitaminosis A • Kucingadalah hewan karnivora. Vitamin A adalah vitamin esensial (tidak bisa membuat vitamin A). • Sumber vitamin A: hepar atau liver, cod liver oil. • Liver merupakan jaringan yang banyak tersimpan vitamin A. Kucing yang diberi pakan liver secara kontinu akan menunjukkan tanda- tanda keracunan vitamin A, bisa juga akibat pemberian suplemen vitamin A yang berlebihan. triakoso
  • 68.
    Gejala • Kucing mengalamideformitas atau perubahan bentuk tulang, terutama tulang leher, sehingga sulit menoleh (scoliosis, myelopati servikalis). • Kadang disertai kelemahan alat gerak (paresis), bahkan pada keempat alat gerak. • Ankylosis sendi bahu dan siku • Pada kucing jantan mengalami gangguan sistem reproduksi, namun tidak pada kucing betina. triakoso
  • 69.
    Gejala • Kucing biasanyamenunjukkan gejala anoreksia, berat badan turun, mata tampak keluar (exophthalmos). • Selain itu kadang disertai gejala eczema basah, kebotakan pada kulit, radang kulit berkerak dan tampak pecah-pecah. • Bila parah, kucing mengalami ascites, dan kematian. triakoso
  • 70.
    triakoso Terbentuk formasi tulangbaru, dan tulang vertebrae menyatu. (Dr. Sheldon Steinberg. Veterinary Hospital of University Penssylvania)
  • 71.
    Terapi - Pencegahan •Deformitas tulang bersifat irreversible • Membaik bila sumber vitamin A dihentikan • Jangan memberikan pakan yang mengandung liver secara terus menerus. Kucing yang mengkonsumsi liver, biasanya tidak mau makan lain bila menunya tidak mengandung liver. • Jangan memberikan suplemen vitamin, terutama yang mengandung vitamin A atau D bilamana tidak perlu, apalagi kucing telah terjaga kualitas nutrisi pakannya. triakoso
  • 72.
    Hipervitaminosis D • VitaminD (cholecalciferol) adalah vitamin yang larut lemak. • Toksisitas terjadi bila mengkonsumsi vitamin D berlebihan. • Most commonly, this occurs as a result of ingestion of choleciferol-containing rodenticides or vitamin supplements. – Less commonly, vitamin D toxicity may also occur as a result of an improperly balanced diet. • Cholecalciferol, dimetabolisme di hepar menjadi 25-hydroxycholecalciferol, dan dimetabolisme lagi menjadi vitamin D aktif, Calcitriol di renal. triakoso
  • 73.
    Hipervitaminosis D • Calcitriolmeningkatkan absorpsi kalsium di intestinal dan resorpsi kalsium di tulang. • Bila calcitriol sangat berlebihan, gejala hipervitaminosis D terjadi, hiperkalsemia (tingginya kadar kalsium dalam darah): – Peningkatan absorsi kalsium di intestinal – Resorpsi kalsium tulang – Reabsorpsi kalsium di dalam renal triakoso
  • 74.
    Hipervitaminosis D • Thesymptoms seen in cases of vitamin D toxicity are a result of the hypercalcemia that develops due to excessive amounts of cholecalciferol being metabolized to calcitriol. • Hiperkalsemia menyebabkan: – Abnormal kalsifikasi pada renal, – Abnormalitas kalsifikasi pada saluran gastrointestinal dan kardiovaskular – Disfungsi sistem syaraf. triakoso
  • 75.
    Gejala klinis • Vomit,diarrhea • Polidipsia, poliuria • Lethargy, anoreksia • Hemoragi pada saluran gastrointestinal dan atau paru-paru, pada beberapa hewan • Rasa sakit pada daerah area renal • Denyut irama jantung tidak normal • Rasa sakit pada tulang triakoso
  • 76.
    Keracunan Urea • Seringkaliurea digunakan sebagai bahan untuk amoniasi jerami • Keracunan : – diberikan terlalu banyak sehingga sapi mengalami keracunan – sapi seringkali minum atau makan pupuk urea yang tidak disimpan dengan baik oleh peternak. • Urea tersebut di dalam rumen akan dimanfaatkan oleh mikroba dan menghasilkan amonia. Di dalam tubuh, amonia adalah zat beracun • Tingginya kadar amonia di dalam tubuh menyebabkan encephalopati hepatis (hewan menunjukkan gejala syaraf atau kejang-kejang karena gangguan sistem syaraf pusat) akibat akumulasi amonia di dalam tubuh. triakoso
  • 77.
    Keracunan Urea • Gejala •Hewan hipersalivasi dan berbuih, gigi menggeretak karena adanya rasa sakit dan tampak telinga dan wajahnya menegang. Adanya rasa sakit daerah abdomen disertai bloat. • Selain itu hewan menunjukkan peningkatan frekuensi respirasi dan berat. Hewan lebih sering urinasi. Selanjutnya hewan kejang dan ambruk. Seringkali hewan ditemui mati di dekat sumber urea tersebut. triakoso
  • 78.
    Keracunan Urea • Pengobatan,penanggulangan dan pencegahan • Segera lakukan terapi, meskipun hasilnya tidak cukup memuaskan. • Gunakan sonde lambung untuk mengurangi bloat yang terjadi, sekaligus untuk memberikan air dingin. – Sapi dewasa : 45 liter air dingin diikuti beberapa liter asam asetat 6% atau cuka. Pengenceran tersebut akan menurunkan suhu di dalam rumen dan meningkatkan asiditas rumen sehingga mampu mengurangi produksi amonia. Bila perlu terapi diulangi dalam 24 jam. • Berikan urea secara bertahap dalam jumlah yang sedikit (0,1 gram/kg BB) atau 35-40 gram untuk sapi 400 kg. • Simpan dengan baik urea pupuk agar tidak mudah dimakan sapi atau ruminansia kecil. triakoso
  • 79.
    Keracunan Nitrat-Nitrit • Miripdengan keracunan urea. • Nitrat (NO3)sebetulnya bukan merupakan bahan toksik. Namun di dalam tubuh, nitrat dicerna dan berubah menjadi nitrit (NO2) oleh mikroba rumen. Kemudian nitrat yang beredar di dalam darah akan mengubah hemoglobin menjadi methemoglobin. Sehingga hemoglobin yang juga berfungsi mengikat oksigen untuk memenuhi kebutuhan oksigen jaringan menjadi berkurang. • Pada monogastrik, nitrat akan dikonversi menjadi nitrit di dalam usus, sehingga kecil kemungkinan untuk diabsorbsi dan menimbulkan masalah. • Sumber penularan – tanaman (Astragalus) – air sumur yang dalam sehingga terjadi akumulasi nitrat terutama bila di sekitarnya dilakukan pemupukan menggunakan pupuk nitrogen yang berlebihan. triakoso
  • 80.
    Keracunan Nitrat-Nitrit • Gejala •Hewan akan menunjukkan gejala setelah 6 jam memakan atau menelan bahan tersebut. • Hewan menunjukkan gejala anoksia berat (kekurangan oksigen) – lemah, depresi – sianosis dan takikardia (denyut jantung meningkat) – hewan akan mati bila 60-75% hemoglobin dioksidasi menjadi methemoglobin. Biasanya ini berlangsung dalam 24 jam pasca hewan memakan bahan tersebut. • Sedangkan bila serangan bersifat kronis umumnya terjadi abortus dan meningkatkan kebutuhan vitamin A atau hewan menunjukkan gejala hipovitaminosis A. triakoso
  • 81.
    Keracunan Nitrat-Nitrit • Pengobatan,pengendalian dan pencegahan • Berikan Methylene blue 1% yang dapat mereduksi methemoglobin menjadi hemoglobin. – Monogastrik : terapi tunggal 1-2 mg/kgBB intravena – Ruminansia : ruminansia > 20 mg/kgBB dan bila perlu diulangi tiap 8 jam bila memakan nitrat dalam jumlah besar triakoso
  • 82.
    Keracunan Lantana • Lantanacamara atau kembang telekan adalah tanaman yang selalu hijau dan bertahan saat musim kemarau, sementara tanaman lain mengering. • Pada daerah padang gembala bila semua tanaman mengering, maka tanaman ini akan menarik hewan untuk memakannya. • Komponen-komponen beracun tanaman ini yaitu Lantadene A (LA), Lantadene B (LB), Lantadene C (LC) dan Lantadene D (LD). Di antara komponen tersebut LA dan LB yang paling toksik. • Pada daerah kering keracunan Lantana sering dilaporkan bahkan menjadi wabah. Di Indonesia bahkan pernah dilaporkan terjadi wabah keracunan Lantana pada sapi Bali di Kalawi, Donggala tahun 1980. triakoso
  • 83.
    Keracunan Lantana • Gejalaawal : fotosensitisasi dermatitis. – Hewan akan mengalami kemerahan (eritema) pada kulit terutama yang terkena sinar matahari. – Kulit yang terkena umumnya yang berambit tipis atau tidak berambut, termasuk juga di sekitar mocong. – Bila berlanjut maka kulit tersebut akan nekrosis dan mengelupas. – Gejala yang lain hewan akan menunjukkan perubahan warna urine. Urine seringkali ditemukan berwarna merah bahkan coklat tua. – Gejala-gejala tersebut sangat mirip dengan penyakit Baliziekte. triakoso