Organisme Pengganggu Tanaman 
Perkebunan 
Siti Subandiyah
Tanaman Perkebunan 
 Tanaman Perkebunan sering disebut juga sebagai 
Tanaman Industri karena produksinya sebagai bahan 
pokok industri. contohnya adalah : 
 Kelapa Sawit 
 Karet 
 Teh 
 Kopi 
 Cacao 
 Kelapa 
 Tebu 
 Tembakau 
 dsb
PENGERTIAN DAN BATASAN 
Perkebunan 
Ciri-ciri: 
 Pengelolaan berorientasi bisnis keuntungan 
 Pertanaman dengan luasan tanaman yang besar (ribuan 
hektar) 
 Jumlah karyawan besar 
 Menggunakan teknologi budidaya dan pengolahan hasil 
yang modern 
 Jenis tanaman bernilai ekspor tinggi 
 Jenis tanaman tahunan (kelapa, kopi, kakao) dan 
musiman (tebu, tembakau) 
 Harga komoditas ditentukan pasar dunia
Perkembangan subsektor 
perkebunan 
 Masa kolonial: dikelola perusahaan asing 
 Masa setelah kemerdekaan: 
dialihkan ke perusahaan milik negara 
 Perkebunan RAKYAT: 
 Diusahakan oleh petani kecil 
 Luas kebun <5 hektar 
 Modal dan teknologi terbatas 
 Dikelola keluarga petani
Pembagian kelompok 
perkebunan 
• Perkebunan Besar 
 Luas areal besar 
 dikelola PT Perkebunan Negara/PT Perkebunan 
Swasta Nasional/Perkebunan swasta asing 
• Perkebunan Rakyat 
• dikelola petani kecil 
• Mencakup 70% areal perkebunan Indonesia (+ 12 
juta ha)
 Pemerintah dengan bantuan ADB, World Bank 
telah banyak melaksanakan program pembukaan, 
perluasan, intensifikasi dan rehabilitasi 
perkebunan rakyat sehingga luasnya terus 
meningkat 
 Perkebunan Inti Rakyat (PIR) 
PIR 
Perkebunan Besar 
sebagai 
Kebun Inti 
Perkebunan rakyat 
sebagai 
Kebun Plasma
Masalah Perlindungan Tanaman 
Perkebunan Rakyat 
 Perkebunan Rakyat 
Umumnya kurang terpelihara 
Produksi rendah 
Kualitas kurang baik karena serangan OPT 
Petani sering menderita kerugian yang cukup besar 
 Kelemahan Utama Perkebunan Rakyat: 
Penggunaan bibit berkualitas rendah 
Kurang pemeliharaan 
Pengendalian OPT dengan pestisida yang kurang 
tepat 
Penanganan pasca produksi yang kurang baik
KONDISI EKOSISTEM KEBUN 
TANAMAN TAHUNAN 
• Lebih stabil dibandingkan tanaman pangan 
• Risiko terjadinya letusan hama lebih kecil 
• Menguntungkan bagi penerapan pengendalian 
hayati 
• Pengendalian hayati paling tepat untuk 
komoditas perkebunan 
• Program PHT Perkebunan Rakyat dilaksanakan 
di 13 propinsi 
• Produk PHT perkebunan berkualitas tinggi dan 
bebas dari kandungan residu pestisida
Permasalahan 
 Gulma 
 Hama 
 Penyakit 
 Pencurian / Penjarahan 
 Kebakaran
Gulma 
 Di Indonesia penurunan hasil akibat 
gulma diperkirakan mencapai 10-20% 
 Apabila tidak dikendalikan penurunan 
hasil tanaman budidaya akibat 
kehadiran gulma dapat mencapai 20- 
80% (Moenandir, 1985)
Gulma Kelapa 
sawit
Gulma pada perkebunan karet
Gulma pada perkebunan tebu
Gulma pada perkebunan cacao
Gulma berdaun lebar (broad leaves): 
•Asystasia intrusa 
•Ageratum conyzoides (babadotan) 
•Borreria latifolia (kentangan) 
•Chromolaena odorata (krinyuh) 
•Clidemia hirta (harendong) 
•Colocasia sp. (keladi) 
•Crassocephalum crepidoides (sintrong) 
•Lantana camana (tembelekan) 
•Melastoma malabathricum (senduduk) 
•Mikania sp. 
•Mimosa invisa (kucingan) 
•Mimosa pigra 
•Mimosa pudica (putri malu) 
•Momordica charantia (pare hutan) 
•Stachytarpeta indica (ekor tikus)
Jenis-jenis gulma secara umum 
Pakis-pakisan (ferns): 
•Cyclosorus aridus (pakis kadal) 
•Dicranopteris linearis (pakis kawat) 
•Lygodium flexuosum 
•Nephrolepis biserrata (pakis harupat) 
•Stenochlaena palustris (pakis udang) 
Teki (sedges): 
Cyperus rotundus 
Cyperus kyllingia 
Epifit: 
Ficus benjamina (beringin) 
Ficus elastica
Gulma berdaun sempit 
(grasses): 
•Axonopus compressus (paitan) 
•Brachiaria mutica (sukat kelanjang) 
•Digitaria sp. (genjoran) 
•Echinochloa colona 
•Eleusine indica (jejagoan) 
•Imperata cylindrica (alang-alang) 
•Ottochloa nodosa (bambonan) 
•Panicum trigonium (parit-paritan) 
•Paspalum conjugatum
HAMA-HAMA PERKEBUNAN 
 KOPI 
 KAKAO 
 KAPAS 
 TEH 
 TEBU 
 KELAPA
Gejala serangan: KOPI 
• Hama menggerek 
buah kopi sehingga 
menimbulkan lubang 
• Buah akan busuk 
kemudian gugur 
Pengelolaan: 
• Modifikasi lingkungan 
• Musuh alami, misal: 
jamur Spicaria 
javanica
Bubuk Ranting Kopi 
(Xy lo s a nd rus 
m o rig e rus ) Gejala serangan: 
Hama menyerang 
ranting sehingga 
daun mengering lalu 
mati 
Pengelolaan: 
• Sanitasi kebun 
• Pemangkasan 
• Musuh alami, misal: 
Tetrastichus sp
Kutu Hijau (Coccus viridis) 
Gejala serangan: 
• Kutu mengisap cairan 
daun 
• Daun menguning dan 
mengering 
Pengelolaan: 
• Sanitasi 
• Membersihkan semut 
rang rang di sekitar 
pertanaman
Kutu Dompolan (Planococcus 
citri) Gejala serangan: 
• Kutu mengisap tangkai bunga 
dan buah 
• Pertumbuhan akan terhambat 
Pengelolaan: 
• Pemangkasan 
• Musuh alami: Symnus sp 
• Insektisida sistemik
KAKAO
PBK (Conopomorpha cramerella) 
Gejala serangan: 
• Hama menggerek buah, 
memakan daging dan 
saluran ke biji 
• Buah berwarna kuning 
• Biji kehitam-hitaman 
Pengelolaan: 
• Sanitasi 
• Pemangkasan 
• Kondomisasi 
• Musuh alami: 
Trichogramma sp
Kepik Pengisap Buah 
Kakao (Helopeltis sp) Gejala serangan: 
• Permukaan kulit buah 
berbintik-bintik hitam 
• Permukaan kulit buah 
retak 
• perubahan bentuk 
Pengelolaan: 
• Pemangkasan 
• Musuh alami: 
Telenomus sp
Penggerek batang (Zeuzera 
Gejala serangan: coffeae) 
• Hama menggerek 
batang kakao 
• Bagian tanaman yang 
digerek layu, kering 
dan mati 
Pengendalian: 
• Membersihkan lubang 
gerekan 
• Memotong cabang 
terserang 
• Pemanfaatan jamur 
B. bassiana
Tikus dan Tupai 
Gejala serangan: 
• Buah kakao berlubang 
dan akhirnya busuk 
• Biasanya pada buah 
yang masak 
Pengelolaan: 
• Sanitasi 
• Umpan beracun
KAPAS
Sundapteryx bigutulla 
Gejala serangan: 
• Ujung daun menguning dan berkerut 
• Pertumbuhan kerdil 
• Kuncup membuka lebih awal dan gugur 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: kumbang kubah, kepik, laba-laba 
• Secara fisik mekanik
Penggerek Pucuk (Earias 
Gejala serangan: vitella) 
• Ulat menggerek pucuk 
• Kuncup bunga dan buah muda rontok 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: Trichogramma sp
Ulat Buah (Helicoverpa 
armigera) 
Gejala serangan: 
• Hama memakan 
daun, bunga dan 
buah 
• Buah yang tersrang 
busuk 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: 
Trichogramma sp
Kutu Daun (Aphis gossypii) 
Gejala serangan: 
• Daun menggulung 
dan tanaman 
tumbuh kerdil 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: 
kumbang kubah
TEH
Penggulung Daun Teh (Enarmonia 
sp) 
Gejala serangan: 
• Daun menggulung 
dalam keadaan rusak 
bagian dalamnya 
• Pertumbuhan daun teh 
tidak normal 
Pengelolaan: 
• Pemetikan daun yang 
menggulung 
• Sortasi 
• Pemusnahan daun 
terserang dengan 
pembakaran
Penggulung daun melintang 
(Homona sp) 
Gejala serangan: 
• Daun tampak 
berkerut dan rusak 
• Daun menggulung 
bagian tepinya saja 
Pengelolaan: 
• Pemetikan daun 
yang menggulung 
• Sortasi
TEBU
Penggerek Pucuk Putih (S. nivella) 
Gejala serangan: 
• Daun muda yang masih 
menggulung mengering 
• Pada ibu tulang daun 
tampak lorong gerekan 
berwarna kecoklatan 
Pengelolaan: 
• Musuh alami:Telenomus 
sp
Penggerek Batang Bergaris Tebu 
(Chilo scchariphagus) 
Gejala serangan: 
• Ulat memakan jaringan 
daun 
• Pada daun terdapat luka 
memanjang dan tidak 
teratur 
• Bagian luar ruas muda 
yang digerek akan 
didapati tepung gerek 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: Telenomus 
sp, Xanthopimpla sp
Kutu Bulu Putih (Ceratovacuna lanigera) 
Gejala serangan: 
• Serangan parah 
mengakibatkan 
pertumbuhan 
tanaman kerdil 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: 
Encarsia sp
KELAPA
Kumbang Janur Kelapa 
(Brontispa longissima) 
Gejala serangan: 
• Larva hidup dalam 
lipatan anak daun 
pucuk 
• Daun tampak luka 
membentuk geris 
• Daun tidak akan 
membuka 
• Daun mengering dan 
salah bentuk 
Pengelolaan: 
• Mengerat pucuk 
terserang 
• Musuh alami: 
Tetrastichus sp
Kumbang Nyiur 
(Oryctes rhinoceros) 
Gejala serangan: 
• Terlihat potongan 
berbentuk segitiga pada 
daun 
• Bila titik tumbuh 
terserang, pohon akan 
mati 
Pengelolaan: 
• Sanitasi 
• Membakar tanaman yang 
mati terserang 
• Musuh alami: jamur 
Metarhizium sp
Kumbang Sagu (Rhynchophorus sp) 
Gejala serangan: 
• Larva merusak akar, batang dan 
tajuk tanaman 
• Pucuk terserang akan patah 
• Dari liang gerekan keluar lendir 
merah coklat 
Pengelolaan: 
• Dijaga agar tidak terjadi luka 
pada pohon 
• Memotong tanaman terserang 
• Sanitasi kebun 
• Musuh alami: Scolia sp dan 
tungau buas
Belalang Pedang 
(Sexava sp) 
Gejala serangan: 
• Serangga memakan 
daun kelapa dari 
pinggir 
• Meninggalkan bekas 
yang tidak rata 
• Serangan berat hanya 
meninggalkan pelepah 
pucuh dan lidi 
Pengelolaan: 
• Pengolahan tanah, 
bercocok tanam 
• Musuh alami: 
Leefmansia bicolor 
• Insektisida tanah 
• Insektisida secara 
injeksi batang
Artona 
catoxantha 
Gejala serangan: 
Ada tiga tingkat: 
• Gejala serangan titik 
• Gejala serangan bergaris 
• Gejala serangan pinggir 
Pengelolaan: 
• Pemotongan pelepah daun 
tua 
• Musuh alami:Apanteles sp 
• Pengeboran batang atau 
pemotongan akar 
• Penyemprotan tajuk dengan 
insektisida pada tanaman 
yang rendah
Kutu Kapuk Kelapa (Aleurodicus sp) 
Gejala serangan: 
• Serangga mengisap cairan 
sel 
• Terdapat bercak-bercak 
kuning 
• Kutu berkoloni di bawah 
daun dan tertutup oleh 
benang wol putih 
Pengelolaan: 
• Musuh alami:Tetrastichus 
sp 
• Insektisida sistemik
Kutu Perisai (Aspidiotus sp) 
Gejala serangan: 
• Sama dengan Kutu Kapuk 
• Anak daun bergejala 
menunjukkan warna 
kuning emas 
• Daun tetap kecil, tidak 
tegak dan kemudian mati 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: Chilocorus 
sp 
• Pemangkasan daun 
terserang
Penggerek Bunga Kelapa (Batrachedra 
sp) 
Gejala serangan: 
• Bekas liang gerekan keluar getah 
warna kuning dan dapat dilihat dari 
bawah. 
• Bunga jantan dan betina akan 
menjadi hitam dan bunga betina 
mengeluarkan getah 
• Kerusakan terjadi pada 
pembungaan di pangkal mayang 
• Mayang terserang sedikit 
menghasilkan buah 
Pengelolaan: 
• Musuh alami: Chelonus sp
Penyakit-penyakit Tanaman 
Perkebunan
Penyakit kanker batang dan 
busuk buah 
Phytophthora Palmivora (Butl.) Butl
Penyakit Jamur Upas 
Corticium salmonicolor
Karat Daun Kopi 
Hemileia vastatrix
Penyakit Jamur Akar 
Ganoderma sp
Penyakit Jamur Akar Putih 
pada Karet 
Rigidoporus microporus
Busuk Pucuk Kelapa Sawit 
Phytophthora palmivora
Penyakit layu Fusarium 
Kelapa Sawit
Opt perkebunan siti subandiyah

Opt perkebunan siti subandiyah

  • 1.
    Organisme Pengganggu Tanaman Perkebunan Siti Subandiyah
  • 2.
    Tanaman Perkebunan Tanaman Perkebunan sering disebut juga sebagai Tanaman Industri karena produksinya sebagai bahan pokok industri. contohnya adalah :  Kelapa Sawit  Karet  Teh  Kopi  Cacao  Kelapa  Tebu  Tembakau  dsb
  • 3.
    PENGERTIAN DAN BATASAN Perkebunan Ciri-ciri:  Pengelolaan berorientasi bisnis keuntungan  Pertanaman dengan luasan tanaman yang besar (ribuan hektar)  Jumlah karyawan besar  Menggunakan teknologi budidaya dan pengolahan hasil yang modern  Jenis tanaman bernilai ekspor tinggi  Jenis tanaman tahunan (kelapa, kopi, kakao) dan musiman (tebu, tembakau)  Harga komoditas ditentukan pasar dunia
  • 4.
    Perkembangan subsektor perkebunan  Masa kolonial: dikelola perusahaan asing  Masa setelah kemerdekaan: dialihkan ke perusahaan milik negara  Perkebunan RAKYAT:  Diusahakan oleh petani kecil  Luas kebun <5 hektar  Modal dan teknologi terbatas  Dikelola keluarga petani
  • 5.
    Pembagian kelompok perkebunan • Perkebunan Besar  Luas areal besar  dikelola PT Perkebunan Negara/PT Perkebunan Swasta Nasional/Perkebunan swasta asing • Perkebunan Rakyat • dikelola petani kecil • Mencakup 70% areal perkebunan Indonesia (+ 12 juta ha)
  • 6.
     Pemerintah denganbantuan ADB, World Bank telah banyak melaksanakan program pembukaan, perluasan, intensifikasi dan rehabilitasi perkebunan rakyat sehingga luasnya terus meningkat  Perkebunan Inti Rakyat (PIR) PIR Perkebunan Besar sebagai Kebun Inti Perkebunan rakyat sebagai Kebun Plasma
  • 7.
    Masalah Perlindungan Tanaman Perkebunan Rakyat  Perkebunan Rakyat Umumnya kurang terpelihara Produksi rendah Kualitas kurang baik karena serangan OPT Petani sering menderita kerugian yang cukup besar  Kelemahan Utama Perkebunan Rakyat: Penggunaan bibit berkualitas rendah Kurang pemeliharaan Pengendalian OPT dengan pestisida yang kurang tepat Penanganan pasca produksi yang kurang baik
  • 8.
    KONDISI EKOSISTEM KEBUN TANAMAN TAHUNAN • Lebih stabil dibandingkan tanaman pangan • Risiko terjadinya letusan hama lebih kecil • Menguntungkan bagi penerapan pengendalian hayati • Pengendalian hayati paling tepat untuk komoditas perkebunan • Program PHT Perkebunan Rakyat dilaksanakan di 13 propinsi • Produk PHT perkebunan berkualitas tinggi dan bebas dari kandungan residu pestisida
  • 9.
    Permasalahan  Gulma  Hama  Penyakit  Pencurian / Penjarahan  Kebakaran
  • 10.
    Gulma  DiIndonesia penurunan hasil akibat gulma diperkirakan mencapai 10-20%  Apabila tidak dikendalikan penurunan hasil tanaman budidaya akibat kehadiran gulma dapat mencapai 20- 80% (Moenandir, 1985)
  • 11.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Gulma berdaun lebar(broad leaves): •Asystasia intrusa •Ageratum conyzoides (babadotan) •Borreria latifolia (kentangan) •Chromolaena odorata (krinyuh) •Clidemia hirta (harendong) •Colocasia sp. (keladi) •Crassocephalum crepidoides (sintrong) •Lantana camana (tembelekan) •Melastoma malabathricum (senduduk) •Mikania sp. •Mimosa invisa (kucingan) •Mimosa pigra •Mimosa pudica (putri malu) •Momordica charantia (pare hutan) •Stachytarpeta indica (ekor tikus)
  • 16.
    Jenis-jenis gulma secaraumum Pakis-pakisan (ferns): •Cyclosorus aridus (pakis kadal) •Dicranopteris linearis (pakis kawat) •Lygodium flexuosum •Nephrolepis biserrata (pakis harupat) •Stenochlaena palustris (pakis udang) Teki (sedges): Cyperus rotundus Cyperus kyllingia Epifit: Ficus benjamina (beringin) Ficus elastica
  • 17.
    Gulma berdaun sempit (grasses): •Axonopus compressus (paitan) •Brachiaria mutica (sukat kelanjang) •Digitaria sp. (genjoran) •Echinochloa colona •Eleusine indica (jejagoan) •Imperata cylindrica (alang-alang) •Ottochloa nodosa (bambonan) •Panicum trigonium (parit-paritan) •Paspalum conjugatum
  • 18.
    HAMA-HAMA PERKEBUNAN KOPI  KAKAO  KAPAS  TEH  TEBU  KELAPA
  • 19.
    Gejala serangan: KOPI • Hama menggerek buah kopi sehingga menimbulkan lubang • Buah akan busuk kemudian gugur Pengelolaan: • Modifikasi lingkungan • Musuh alami, misal: jamur Spicaria javanica
  • 20.
    Bubuk Ranting Kopi (Xy lo s a nd rus m o rig e rus ) Gejala serangan: Hama menyerang ranting sehingga daun mengering lalu mati Pengelolaan: • Sanitasi kebun • Pemangkasan • Musuh alami, misal: Tetrastichus sp
  • 21.
    Kutu Hijau (Coccusviridis) Gejala serangan: • Kutu mengisap cairan daun • Daun menguning dan mengering Pengelolaan: • Sanitasi • Membersihkan semut rang rang di sekitar pertanaman
  • 22.
    Kutu Dompolan (Planococcus citri) Gejala serangan: • Kutu mengisap tangkai bunga dan buah • Pertumbuhan akan terhambat Pengelolaan: • Pemangkasan • Musuh alami: Symnus sp • Insektisida sistemik
  • 23.
  • 24.
    PBK (Conopomorpha cramerella) Gejala serangan: • Hama menggerek buah, memakan daging dan saluran ke biji • Buah berwarna kuning • Biji kehitam-hitaman Pengelolaan: • Sanitasi • Pemangkasan • Kondomisasi • Musuh alami: Trichogramma sp
  • 25.
    Kepik Pengisap Buah Kakao (Helopeltis sp) Gejala serangan: • Permukaan kulit buah berbintik-bintik hitam • Permukaan kulit buah retak • perubahan bentuk Pengelolaan: • Pemangkasan • Musuh alami: Telenomus sp
  • 26.
    Penggerek batang (Zeuzera Gejala serangan: coffeae) • Hama menggerek batang kakao • Bagian tanaman yang digerek layu, kering dan mati Pengendalian: • Membersihkan lubang gerekan • Memotong cabang terserang • Pemanfaatan jamur B. bassiana
  • 27.
    Tikus dan Tupai Gejala serangan: • Buah kakao berlubang dan akhirnya busuk • Biasanya pada buah yang masak Pengelolaan: • Sanitasi • Umpan beracun
  • 28.
  • 29.
    Sundapteryx bigutulla Gejalaserangan: • Ujung daun menguning dan berkerut • Pertumbuhan kerdil • Kuncup membuka lebih awal dan gugur Pengelolaan: • Musuh alami: kumbang kubah, kepik, laba-laba • Secara fisik mekanik
  • 30.
    Penggerek Pucuk (Earias Gejala serangan: vitella) • Ulat menggerek pucuk • Kuncup bunga dan buah muda rontok Pengelolaan: • Musuh alami: Trichogramma sp
  • 31.
    Ulat Buah (Helicoverpa armigera) Gejala serangan: • Hama memakan daun, bunga dan buah • Buah yang tersrang busuk Pengelolaan: • Musuh alami: Trichogramma sp
  • 32.
    Kutu Daun (Aphisgossypii) Gejala serangan: • Daun menggulung dan tanaman tumbuh kerdil Pengelolaan: • Musuh alami: kumbang kubah
  • 33.
  • 34.
    Penggulung Daun Teh(Enarmonia sp) Gejala serangan: • Daun menggulung dalam keadaan rusak bagian dalamnya • Pertumbuhan daun teh tidak normal Pengelolaan: • Pemetikan daun yang menggulung • Sortasi • Pemusnahan daun terserang dengan pembakaran
  • 35.
    Penggulung daun melintang (Homona sp) Gejala serangan: • Daun tampak berkerut dan rusak • Daun menggulung bagian tepinya saja Pengelolaan: • Pemetikan daun yang menggulung • Sortasi
  • 36.
  • 37.
    Penggerek Pucuk Putih(S. nivella) Gejala serangan: • Daun muda yang masih menggulung mengering • Pada ibu tulang daun tampak lorong gerekan berwarna kecoklatan Pengelolaan: • Musuh alami:Telenomus sp
  • 38.
    Penggerek Batang BergarisTebu (Chilo scchariphagus) Gejala serangan: • Ulat memakan jaringan daun • Pada daun terdapat luka memanjang dan tidak teratur • Bagian luar ruas muda yang digerek akan didapati tepung gerek Pengelolaan: • Musuh alami: Telenomus sp, Xanthopimpla sp
  • 39.
    Kutu Bulu Putih(Ceratovacuna lanigera) Gejala serangan: • Serangan parah mengakibatkan pertumbuhan tanaman kerdil Pengelolaan: • Musuh alami: Encarsia sp
  • 40.
  • 41.
    Kumbang Janur Kelapa (Brontispa longissima) Gejala serangan: • Larva hidup dalam lipatan anak daun pucuk • Daun tampak luka membentuk geris • Daun tidak akan membuka • Daun mengering dan salah bentuk Pengelolaan: • Mengerat pucuk terserang • Musuh alami: Tetrastichus sp
  • 42.
    Kumbang Nyiur (Oryctesrhinoceros) Gejala serangan: • Terlihat potongan berbentuk segitiga pada daun • Bila titik tumbuh terserang, pohon akan mati Pengelolaan: • Sanitasi • Membakar tanaman yang mati terserang • Musuh alami: jamur Metarhizium sp
  • 43.
    Kumbang Sagu (Rhynchophorussp) Gejala serangan: • Larva merusak akar, batang dan tajuk tanaman • Pucuk terserang akan patah • Dari liang gerekan keluar lendir merah coklat Pengelolaan: • Dijaga agar tidak terjadi luka pada pohon • Memotong tanaman terserang • Sanitasi kebun • Musuh alami: Scolia sp dan tungau buas
  • 44.
    Belalang Pedang (Sexavasp) Gejala serangan: • Serangga memakan daun kelapa dari pinggir • Meninggalkan bekas yang tidak rata • Serangan berat hanya meninggalkan pelepah pucuh dan lidi Pengelolaan: • Pengolahan tanah, bercocok tanam • Musuh alami: Leefmansia bicolor • Insektisida tanah • Insektisida secara injeksi batang
  • 45.
    Artona catoxantha Gejalaserangan: Ada tiga tingkat: • Gejala serangan titik • Gejala serangan bergaris • Gejala serangan pinggir Pengelolaan: • Pemotongan pelepah daun tua • Musuh alami:Apanteles sp • Pengeboran batang atau pemotongan akar • Penyemprotan tajuk dengan insektisida pada tanaman yang rendah
  • 46.
    Kutu Kapuk Kelapa(Aleurodicus sp) Gejala serangan: • Serangga mengisap cairan sel • Terdapat bercak-bercak kuning • Kutu berkoloni di bawah daun dan tertutup oleh benang wol putih Pengelolaan: • Musuh alami:Tetrastichus sp • Insektisida sistemik
  • 47.
    Kutu Perisai (Aspidiotussp) Gejala serangan: • Sama dengan Kutu Kapuk • Anak daun bergejala menunjukkan warna kuning emas • Daun tetap kecil, tidak tegak dan kemudian mati Pengelolaan: • Musuh alami: Chilocorus sp • Pemangkasan daun terserang
  • 48.
    Penggerek Bunga Kelapa(Batrachedra sp) Gejala serangan: • Bekas liang gerekan keluar getah warna kuning dan dapat dilihat dari bawah. • Bunga jantan dan betina akan menjadi hitam dan bunga betina mengeluarkan getah • Kerusakan terjadi pada pembungaan di pangkal mayang • Mayang terserang sedikit menghasilkan buah Pengelolaan: • Musuh alami: Chelonus sp
  • 49.
  • 50.
    Penyakit kanker batangdan busuk buah Phytophthora Palmivora (Butl.) Butl
  • 51.
    Penyakit Jamur Upas Corticium salmonicolor
  • 52.
    Karat Daun Kopi Hemileia vastatrix
  • 53.
    Penyakit Jamur Akar Ganoderma sp
  • 54.
    Penyakit Jamur AkarPutih pada Karet Rigidoporus microporus
  • 55.
    Busuk Pucuk KelapaSawit Phytophthora palmivora
  • 56.