MODUL 6
Kegiatan Belajar 1
PRINSIP PERENCANAAN PRODUK,
PENGOLAHAN, PENGUJIAN DAN PENGENDALIAN
PRODUK KEWIRAUSAHAAN
A. Prinsip perencanaan produk kewirausahaan
Ambisius
02
Harus optimis
01
Membaca
Peluang
03
Prinsip-prinsip kewirausahaan menurut pendapat
Dhidiek D Macyudin adalah sebagai berikut :
Sabar
04
Jangan Putus
Asa
05
Jangan Takut
Gagal
06
Prinsip-prinsip kewirausahaan menurut pendapat
Dhidiek D Macyudin adalah sebagai berikut :
Suatu kenyataan yang tidak dapat dihindari dalam proses
berwirausaha adalah keberanian menanggung segala risiko
untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis yang
mungkin terjadi akibat kegiatan dengan menerima imbalan
jasa berupa profit non finansial. Kondisi-kondisi yang
menyertai wirausaha diantaranya suatu konsep perubahan
nilai, perubahan manfaat dan fungsi, serta perubahan sistem,
termasuk di dalamnya adalah perubahan pola hidup, sosial
budaya, dan politik.
Proses Berwirausaha
Banyak orang mengatakan produk kuliner tidak pernah mati,
karena manusia pada dasarnya membutuhkan makan.
Kebutuhan manusia akan makanan tidak hanya sebagai
pemenuh kebutuhan fisiologis saja yakni membuat perut
kenyang dan bertahan hidup, tetapi juga ada kebutuhan
sosiologis yang harus dipenuhi.
Simulasi perencanaan produk kuliner yang dikutip dari sekolahumarusman.com :
Pertama, menentukan segmentasi pasar kita mau di mana?
Kedua, perencanaan produk berupa barang atau jasa?
Dengan ketentuan berupa seperti berikut :
Produk harus unik
Segmentasi
&
target jelas
Produk life cycle
Perhitungan harga
pokok produksi
Simulasi perencanaan produk kuliner yang dikutip dari sekolahumarusman.com :
4 hal yang harus diingat dalam bisnis, bahwa
“bisnis butuh proses” : Kita sebagai pebisnis kuliner harus lebih kreatif dan
beda. Lebih enak, lebih berkualitas, lebih efisien, lebih
cepat, lebih higienis tanpa bahan pengawet, tidak harus
murah.
Sebagai seorang wirausaha satu hal yg harus diingat
yakni, FOKUS !!
Jangan sampai sudah belajar dan mengerti tapi last
minute bingung ingin melakukan yang lain.
Belajar Belum Praktek = BELUM BELAJAR
Passion
(niat kuat)
Knowledge
(ilmu)
Skill
(keterampilan)
Experience
(pengalaman)
Perencanaan
Produk Kuliner
Dalam merencanakan suatu usaha, pasar merupakan salah satu
aspek penting. Pasar terbagi menjadi beberapa kelompok pembeli.
Pasar ini nantinya akan sangat berpengaruh pada lokasi usaha, harga
yang ditawarkan bahkan jenis menu yang dijual. Kegiatan bisnis harus
memiliki faktor yang membedakan usahanya dengan kompetitor lain.
Faktor pembeda ini biasanya ada di produk yang ditawarkan, disebut
dengan unique selling proposition
Saat menjalankan usaha kuliner, profit menjadi tujuan utama.
Maka dari itu keuangan perlu direncanakan dengan baik.
Pemasukan dan pengeluaran harus dikelola dengan professional.
Jangan sampai kita mematok harga yang terlalu murah hingga
gagal menutup biaya produksi.
Aktivitas Wirausaha
Manajemen SDM merupakan aktivitas
mengatur hubungan dan peranan sumber
daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh
individu secara efisien dan efektif serta
dapat digunakan secara maksimal sehingga
tercapai tujuan bersama..
SDM (human resource management)
Berfokus pada penetapan tujuan organisasi,
pengembangan kebijakan dan perencanaan
untuk mencapai sasaran, serta
mengalokasikan sumber daya untuk
menerapkan kebijakan dan merencanakan
pencapaian tujuan organisasi.
Strategi (strategic management)
Aktivitas bisnis yang berfokus pada proses
produksi, serta memastikan operasi bisnis
berlangsung efektif dan efisien.
Operasional (operational management)
Kegiatan perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengelolaan pengendalian,
pencarian dan penyimpanan dana yang
dimiliki oleh suatu organisasi atau
perusahaan.
Keuangan (financial management)
Salah satu kegiatan pokok yang dilakukan
oleh perusahaan untuk mempertahankan
kelangsungan perusahaannya, berkembang
dan mendapatkan laba
Pemasaran (marketing management)
01
02
03
05
04
Produk adalah pemahaman produsen sebagai usaha
untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen kemudian
menjabarkan persepsi dan preferensi konsumen melalui
rancangan produknya. Produk meliputi lebih dari sekedar
barang berwujud. Dalam defenisi secara luas, produk meliputi
objek secara fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan ide.
B. Pengolahan produk kewirausahaan
Tingkatan Produk
1
Produk inti (core product)
Produk inti adalah tingkatan yang paling pertama
dan sentral dari suatu produk yang melibatkan
penampilan fisik dari suatu produk, kualitas produk
tersebut, serta kemampuannya untuk memuaskan
kebutuhan konsumen, termasuk kegunaan
fungsionalnya (Bradley, 2003 p. 135).
Tingkatan Produk
2
Produk aktual (actual produk)
Pelaku usaha kuliner harus membangun produk
aktualnya di berbagai posisi yang dekat dengan
produk inti. Produk aktual tersebut minimal
mempunyai lima sifat, yaitu :
a. Tingkatan kualitas
b. Fitur
c. Desain
d. Merek
e. Kemasan
Tingkatan Produk
3
Produk tambahan ( augmented
product )
Perencana produk juga harus membangun
produk tambahan disekitar produk inti dan actual
dengan cara menawarkan layanan dan manfaat
tambahan bagi konsumen..
Wirausaha sosial (socialpreneur)
Wirausaha sosial (socialpreneur) adalah seorang yang
berusaha dalam aktivitas kewirausahaan dengan
memiliki tujuan utama untuk menyelesaikan
permasalahan sosial dan lingkungan hidup dengan
memberdayakan komunitas melalui kegiatan yang
bernilai ekonomi.
Tipe-tipe Wirausaha
Intrapreneur
Intrapreneur adalah karakter wirausaha yang
dimiliki oleh pekerja/karyawan dalam sebuah
perusahaan. Berbeda dengan wirausaha, mereka
bukanlah pemilik usaha melainkan pekerja kreatif
dan inovatif yang selalu memberikan yang terbaik
bagi perusahaan.
Tipe-tipe Wirausaha
Technopreneurship
technopreneurship’ mengacu pada IT (Information
Technology), yaitu penggunaan teknologi sebagai
alat untuk memproses dan mempermudah
kehidupan manusia untuk mendapatkan sesuatu
yang mereka butuhkan baik berupa informasi
maupun barang dan jasa.
Tipe-tipe Wirausaha
C. Pengujian dan pengendalian Produk
kewirausahaan
Arti dan Tujuan Pengujian Produk
Pengujian produk merupakan salah satu tahap dalam
pengembangan produk baru. Sebelum diproduksi dan dipasarkan,
produk baru terlebih dahulu diuji untuk mendapatkan umpan balik
dari kelompok konsumen yang menjadi sasaran. Dengan pengujian
konsep produk, perusahaan atau suatu usaha akan
memperoleh produk atau merek yang memiliki masa depan
yang baik dan cerah.
Apakah Anda bersedia membeli produk ?
Apakah produk ini memenuhi keinginan atau kebutuhan
Anda ?
Apakah manfaat dari produk tersebut
bagi Anda ?
Apakah Anda melihat manfaat khas yang tidak
terdapat pada produk lain dari pesaing ?
Apakah Anda menyukai produk ini dibanding
dengan produk lain yang sejenis ?
Apakah produk jelas dan mudah
dimengerti ?
Pengujian Produk
Produk dapat disajikan secara simbolik maupun fisik. Setiap
pengujian produk harus mencakup pertanyaan-pertanyaan berikut :.
Perbaikan apakah yang Anda usulkan atau kebutuhan Anda ?
01
Melaksanakan Blind Test,
yaitu dengan cara konsumen
membandingkan sedemikian
rupa berbagai macam merek
dan alternatifnya tanpa
mengetahui merek atau
produsennya.
02
Meminta Konsumen
menggunakan sebuah
produk selama jangka
waktu tertentu, kemudian
meminta mereka menjawab
beberapa pertanyaan
terkait deskripsi produk
serta kepuasan mereka
dengan menggunakan
metode tanya jawab atau
kuisioner.
Secara umum terdapat 2 metode dalam melakukan pengujian sebuah produk :
Cara lain yang bisa ditempuh ialah uji pemasaran, dimana
perusahaan membuat pasokan produk dengan jumlah
terbatas dan diserahkan pada wiraniaga untuk dijual di
daerah geografis yang terbatas dengan dukungan katalog,
promosi dan sebagainya.
PERENCANAAN PENGENDALIAN PRODUK (PPC)
Menurut Teguh Baroto (2002), perencanaan dan
pengendalian produksi (PPC) adalah aktivitas bagaimana
mengelola proses produksi tersebut. PPC merupakan tindakan
manajemen yang sifatnya abstrak. Perencanaan dan
pengendalian produksi (PPC) pada industri kuliner secara
umum adalah sebagai berikut :
Mengelola
pesanan
Meramalkan
permintaan
Mengelola
persediaan
Menyusun
rencana
Membuat
jadwal produksi
Merencanakan
kebutuhan
Melakukan
penjadwalan
berkala
Monitoring
dan evaluasi
Pengendalian produksi pada industri kuliner secara umum adalah sebagai berikut :
1. Mengelola
pesanan (order)
dari pelanggan.
2. Meramalkan
permintaan.
3. Mengelola
persediaan.
4. Menyusun
rencana
agregat.
5. Membuat
Jadwal Induk
Produksi.
6.
Merencanakan
kebutuhan.
7. Melakukan
penjadwalan
pada mesin
atau fasilitas
produksi.
8. Monitoring
dan pelaporan
pembebanan
kerja dibanding
kapasitas
produksi.
9. Evaluasi
skenario
pembebanan
dan kapasitas.
Thank you
Any Question?
SPECIAL FOOD

modul 6 kb 1 kuliner

  • 1.
  • 2.
    PRINSIP PERENCANAAN PRODUK, PENGOLAHAN,PENGUJIAN DAN PENGENDALIAN PRODUK KEWIRAUSAHAAN
  • 3.
    A. Prinsip perencanaanproduk kewirausahaan Ambisius 02 Harus optimis 01 Membaca Peluang 03 Prinsip-prinsip kewirausahaan menurut pendapat Dhidiek D Macyudin adalah sebagai berikut :
  • 4.
    Sabar 04 Jangan Putus Asa 05 Jangan Takut Gagal 06 Prinsip-prinsipkewirausahaan menurut pendapat Dhidiek D Macyudin adalah sebagai berikut :
  • 5.
    Suatu kenyataan yangtidak dapat dihindari dalam proses berwirausaha adalah keberanian menanggung segala risiko untuk mengorganisasikan dan mengelola suatu bisnis yang mungkin terjadi akibat kegiatan dengan menerima imbalan jasa berupa profit non finansial. Kondisi-kondisi yang menyertai wirausaha diantaranya suatu konsep perubahan nilai, perubahan manfaat dan fungsi, serta perubahan sistem, termasuk di dalamnya adalah perubahan pola hidup, sosial budaya, dan politik. Proses Berwirausaha Banyak orang mengatakan produk kuliner tidak pernah mati, karena manusia pada dasarnya membutuhkan makan. Kebutuhan manusia akan makanan tidak hanya sebagai pemenuh kebutuhan fisiologis saja yakni membuat perut kenyang dan bertahan hidup, tetapi juga ada kebutuhan sosiologis yang harus dipenuhi.
  • 6.
    Simulasi perencanaan produkkuliner yang dikutip dari sekolahumarusman.com : Pertama, menentukan segmentasi pasar kita mau di mana? Kedua, perencanaan produk berupa barang atau jasa? Dengan ketentuan berupa seperti berikut : Produk harus unik Segmentasi & target jelas Produk life cycle Perhitungan harga pokok produksi
  • 7.
    Simulasi perencanaan produkkuliner yang dikutip dari sekolahumarusman.com : 4 hal yang harus diingat dalam bisnis, bahwa “bisnis butuh proses” : Kita sebagai pebisnis kuliner harus lebih kreatif dan beda. Lebih enak, lebih berkualitas, lebih efisien, lebih cepat, lebih higienis tanpa bahan pengawet, tidak harus murah. Sebagai seorang wirausaha satu hal yg harus diingat yakni, FOKUS !! Jangan sampai sudah belajar dan mengerti tapi last minute bingung ingin melakukan yang lain. Belajar Belum Praktek = BELUM BELAJAR Passion (niat kuat) Knowledge (ilmu) Skill (keterampilan) Experience (pengalaman)
  • 8.
    Perencanaan Produk Kuliner Dalam merencanakansuatu usaha, pasar merupakan salah satu aspek penting. Pasar terbagi menjadi beberapa kelompok pembeli. Pasar ini nantinya akan sangat berpengaruh pada lokasi usaha, harga yang ditawarkan bahkan jenis menu yang dijual. Kegiatan bisnis harus memiliki faktor yang membedakan usahanya dengan kompetitor lain. Faktor pembeda ini biasanya ada di produk yang ditawarkan, disebut dengan unique selling proposition Saat menjalankan usaha kuliner, profit menjadi tujuan utama. Maka dari itu keuangan perlu direncanakan dengan baik. Pemasukan dan pengeluaran harus dikelola dengan professional. Jangan sampai kita mematok harga yang terlalu murah hingga gagal menutup biaya produksi.
  • 9.
    Aktivitas Wirausaha Manajemen SDMmerupakan aktivitas mengatur hubungan dan peranan sumber daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama.. SDM (human resource management) Berfokus pada penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Strategi (strategic management) Aktivitas bisnis yang berfokus pada proses produksi, serta memastikan operasi bisnis berlangsung efektif dan efisien. Operasional (operational management) Kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan. Keuangan (financial management) Salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelangsungan perusahaannya, berkembang dan mendapatkan laba Pemasaran (marketing management) 01 02 03 05 04
  • 10.
    Produk adalah pemahamanprodusen sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen kemudian menjabarkan persepsi dan preferensi konsumen melalui rancangan produknya. Produk meliputi lebih dari sekedar barang berwujud. Dalam defenisi secara luas, produk meliputi objek secara fisik, jasa, orang, tempat, organisasi, dan ide. B. Pengolahan produk kewirausahaan
  • 11.
    Tingkatan Produk 1 Produk inti(core product) Produk inti adalah tingkatan yang paling pertama dan sentral dari suatu produk yang melibatkan penampilan fisik dari suatu produk, kualitas produk tersebut, serta kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan konsumen, termasuk kegunaan fungsionalnya (Bradley, 2003 p. 135).
  • 12.
    Tingkatan Produk 2 Produk aktual(actual produk) Pelaku usaha kuliner harus membangun produk aktualnya di berbagai posisi yang dekat dengan produk inti. Produk aktual tersebut minimal mempunyai lima sifat, yaitu : a. Tingkatan kualitas b. Fitur c. Desain d. Merek e. Kemasan
  • 13.
    Tingkatan Produk 3 Produk tambahan( augmented product ) Perencana produk juga harus membangun produk tambahan disekitar produk inti dan actual dengan cara menawarkan layanan dan manfaat tambahan bagi konsumen..
  • 14.
    Wirausaha sosial (socialpreneur) Wirausahasosial (socialpreneur) adalah seorang yang berusaha dalam aktivitas kewirausahaan dengan memiliki tujuan utama untuk menyelesaikan permasalahan sosial dan lingkungan hidup dengan memberdayakan komunitas melalui kegiatan yang bernilai ekonomi. Tipe-tipe Wirausaha
  • 15.
    Intrapreneur Intrapreneur adalah karakterwirausaha yang dimiliki oleh pekerja/karyawan dalam sebuah perusahaan. Berbeda dengan wirausaha, mereka bukanlah pemilik usaha melainkan pekerja kreatif dan inovatif yang selalu memberikan yang terbaik bagi perusahaan. Tipe-tipe Wirausaha
  • 16.
    Technopreneurship technopreneurship’ mengacu padaIT (Information Technology), yaitu penggunaan teknologi sebagai alat untuk memproses dan mempermudah kehidupan manusia untuk mendapatkan sesuatu yang mereka butuhkan baik berupa informasi maupun barang dan jasa. Tipe-tipe Wirausaha
  • 17.
    C. Pengujian danpengendalian Produk kewirausahaan Arti dan Tujuan Pengujian Produk Pengujian produk merupakan salah satu tahap dalam pengembangan produk baru. Sebelum diproduksi dan dipasarkan, produk baru terlebih dahulu diuji untuk mendapatkan umpan balik dari kelompok konsumen yang menjadi sasaran. Dengan pengujian konsep produk, perusahaan atau suatu usaha akan memperoleh produk atau merek yang memiliki masa depan yang baik dan cerah.
  • 18.
    Apakah Anda bersediamembeli produk ? Apakah produk ini memenuhi keinginan atau kebutuhan Anda ? Apakah manfaat dari produk tersebut bagi Anda ? Apakah Anda melihat manfaat khas yang tidak terdapat pada produk lain dari pesaing ? Apakah Anda menyukai produk ini dibanding dengan produk lain yang sejenis ? Apakah produk jelas dan mudah dimengerti ? Pengujian Produk Produk dapat disajikan secara simbolik maupun fisik. Setiap pengujian produk harus mencakup pertanyaan-pertanyaan berikut :. Perbaikan apakah yang Anda usulkan atau kebutuhan Anda ?
  • 19.
    01 Melaksanakan Blind Test, yaitudengan cara konsumen membandingkan sedemikian rupa berbagai macam merek dan alternatifnya tanpa mengetahui merek atau produsennya. 02 Meminta Konsumen menggunakan sebuah produk selama jangka waktu tertentu, kemudian meminta mereka menjawab beberapa pertanyaan terkait deskripsi produk serta kepuasan mereka dengan menggunakan metode tanya jawab atau kuisioner. Secara umum terdapat 2 metode dalam melakukan pengujian sebuah produk : Cara lain yang bisa ditempuh ialah uji pemasaran, dimana perusahaan membuat pasokan produk dengan jumlah terbatas dan diserahkan pada wiraniaga untuk dijual di daerah geografis yang terbatas dengan dukungan katalog, promosi dan sebagainya.
  • 20.
    PERENCANAAN PENGENDALIAN PRODUK(PPC) Menurut Teguh Baroto (2002), perencanaan dan pengendalian produksi (PPC) adalah aktivitas bagaimana mengelola proses produksi tersebut. PPC merupakan tindakan manajemen yang sifatnya abstrak. Perencanaan dan pengendalian produksi (PPC) pada industri kuliner secara umum adalah sebagai berikut : Mengelola pesanan Meramalkan permintaan Mengelola persediaan Menyusun rencana Membuat jadwal produksi Merencanakan kebutuhan Melakukan penjadwalan berkala Monitoring dan evaluasi
  • 21.
    Pengendalian produksi padaindustri kuliner secara umum adalah sebagai berikut : 1. Mengelola pesanan (order) dari pelanggan. 2. Meramalkan permintaan. 3. Mengelola persediaan. 4. Menyusun rencana agregat. 5. Membuat Jadwal Induk Produksi. 6. Merencanakan kebutuhan. 7. Melakukan penjadwalan pada mesin atau fasilitas produksi. 8. Monitoring dan pelaporan pembebanan kerja dibanding kapasitas produksi. 9. Evaluasi skenario pembebanan dan kapasitas.
  • 22.