SlideShare a Scribd company logo
1 of 12
Download to read offline
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Refleksi Dwimingguan Calon Guru Penggerak
Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak,
Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan
keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan
keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi
secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah
praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk
meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi
sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018),
sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri.
Seperti apakah refleksi yang bermakna itu?
● Kegiatan berefleksi dapat diibaratkan seperti bercermin di air. Pantulan baru dapat terlihat
jelas jika permukaan air tenang dan jernih. Ketika kondisi hati masih berkecamuk, sebaiknya
kita menunggu dan mengendapkan pengalaman agar dapat berefleksi dengan mendalam.
● Refleksi perlu beranjak dari sekadar menuliskan kembali materi/pengetahuan yang sudah
didapat. Lebih dari itu, materi tersebut perlu dikaitkan dengan proses yang terjadi dalam diri.
Misalnya, apa yang membuat materi tersebut membekas di pikiran saya? Apa peristiwa dalam
hidup saya yang berhubungan dengannya? Apa kaitan materi ini dengan diri saya sebagai
seorang penggerak? Bagaimana saya akan menggunakan materi ini untuk murid saya?
● Refleksi adalah momen untuk berdialog dengan diri sendiri dalam memaknai peristiwa.
Karena itu, ceritakanlah pengalaman dan pemikiran yang ANDA sendiri alami. Bukan apa yang
dialami, dipikirkan, atau dikatakan oleh orang lain.
● Refleksi bermakna adalah refleksi yang jujur dan mendalam. Tidak hanya pengalaman dan
pemikiran positif yang bisa ditulis. Kuncinya, sertakan emosi dalam menuliskan refleksi. Roda
emosi Plutchik di bawah ini memberikan gambaran betapa kayanya perasaan yang manusia
rasakan.
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Sama halnya dengan keterampilan lainnya, menulis jurnal refleksi pun perlu latihan dan pembiasaan agar
dapat dirasakan manfaatnya. Selama program, Anda akan mendapat kesempatan untuk menuliskan
refleksi setiap dua minggu sekali. Pada awalnya, mungkin tidak mudah untuk menuangkan gagasan
reflektif ke dalam tulisan. Karena itu, untuk membantu Anda, kami menyajikan beberapa model refleksi
yang dapat Anda gunakan. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di setiap model tersebut berfungsi
untuk memandu Anda dalam mencurahkan isi pikiran dan perasaan Anda. Tuliskan jawaban dari
pertanyaan tersebut dalam bentuk paragraf (tidak dalam poin-poin bernomor). Cobalah untuk
memvariasikan model yang berbeda di setiap tulisan. Selamat berefleksi!
Sumber: bit.ly/2d5PGN
diterjemahkan oleh Ivan Lanin (2009)
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future)
4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan
menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat
penulisan jurnal):
1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau
pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses
tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada
minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut?
2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya
rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda
memiliki perasaan tersebut.
3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang
saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini?
4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal
serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa
ini?
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 2: Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL)
Model ini dikembangkan oleh Ash dan Clayton (2009). Untuk membuat refleksi model ini, tulislah
penjabaran dari pertanyaan panduan berikut:
- Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa,
siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana);
- Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap
tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya;
- Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa
mendatang.
Model 3: Six Thinking Hats (Teknik 6 Topi)
Sumber gambar: https://agilecoffee.com/toolkit/six-thinking-hats/
Model Six Thinking Hats diperkenalkan oleh Edward de Bono pada tahun 1985. Model ini melatih kita
melihat satu topik dari berbagai sudut pandang, yang disimbolkan dengan enam warna topi. Setiap
topi mewakili cara berpikir yang berbeda; beberapa di antaranya terkadang mendominasi cara kita
berpikir. Karena itu, dengan semakin sering melatih keenam “topi”, kita akan dapat mengambil
refleksi yang lebih mendalam. Keenam topi tersebut berikut penggunaannya dalam jurnal refleksi
adalah:
1) Topi putih: tuliskan informasi sebanyak-banyaknya terkait pengalaman yang terjadi. Informasi
ini harus berupa fakta; bukan opini.
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
2) Topi merah: gambarkan perasaan Anda terkait dengan topik yang sedang dibahas, misalnya
perasaan saat mempelajari materi baru atau saat menjalankan diskusi kelompok.
3) Topi kuning: tuliskan hal-hal positif yang terkait dengan topik tersebut.
4) Topi hitam: tuliskan kendala, hambatan, atau risiko dari tindakan/peristiwa yang sedang
dibahas.
5) Topi hijau: jabarkan ide-ide yang muncul setelah mengalami peristiwa tersebut.
6) Topi biru: tarik kesimpulan dari peristiwa yang terjadi, atau ambil keputusan setelah
mempertimbangkan kelima sudut pandang lainnya. Bandingkan dengan tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya.
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 4: (Papan cerita reflektif - Reflective Storyboard)
Anda boleh menggambarkannya di sebuah kertas kemudian memfoto dan menguploadnya di LMS.
Buatlah 4 gambar bersambung yang mengilustrasikan refleksi Anda tentang hari ini dan berilah
penjelasan singkat untuk setiap gambar.
Gambar 1 Gambar 2
Penjelasan Penjelasan
Gambar 3 Gambar 4
Penjelasan Penjelasan
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C)
Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). Model ini cocok untuk
digunakan dalam merefleksikan materi pembelajaran. Ada beberapa pertanyaan kunci yang menjadi
panduan dalam membuat refleksi model ini, yaitu:
1) Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru
Penggerak?
2) Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang
Anda jalankan selama ini?
3) Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting
untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru
Penggerak?
4) Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan
materi pada hari ini?
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 6: Reporting, responding, relating, reasoning, reconstructing (5R)
Model refleksi 5M diadaptasi dari model 5R (Bain, dkk, 2002, dalam Ryan & Ryan, 2013). 5M terdiri
dari langkah-langkah berikut:
1. Mendeskripsikan (Reporting): menceritakan ulang peristiwa yang terjadi
2. Merespon (Responding): menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa
yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil
saat peristiwa berlangsung.
3. Mengaitkan (Relating): menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan,
keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki.
4. Menganalisis (Reasoning): menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi,
lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa,
untuk mendukung analisis tersebut.
5. Merancang ulang (Reconstructing): menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian
serupa di masa mendatang.
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 7: Segitiga Refleksi
Silakan identifikasi pada segitiga di bawah ini mengenai apa yang Anda pelajari dari pembelajaran hari
ini. Anda boleh membuatnya dalam bentuk Ms. Word, Ms. PowerPoint, atau menggambarkannya
kemudian memfoto dan menguploadnya di LMS.
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Model 8: Model Driscoll
Model ini diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001). Model
yang dikenal dengan Model “What?” ini pada dasarnya terdiri dari 3 bagian, namun dapat
dikembangkan dengan berbagai variasi bergantung pada pertanyaan detail yang dipilih.
1) WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)
- Apa yang terjadi?
- Apa yang saya lihat/dengar/alami?
- Apa reaksi saya pada saat itu?
- Apa yang orang lain lakukan pada saat peristiwa itu terjadi?
2) SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi)
- Bagaimana perasaan saya pada saat peristiwa itu terjadi?
- Apakah yang saya rasakan sama/berbeda dengan orang yang mengalami kejadian yang
sama?
- Apakah saya masih merasakan perasaan/dampak yang sama jika dibandingkan dengan
perasaan/dampak langsung setelah peristiwa?
- Kecenderungan apa yang saya amati dari diri saya ketika menghadapi peristiwa
serupa?
- Mengapa saya bisa memiliki kecenderungan tersebut?
- Setelah mengalami peristiwa tersebut, apa hal yang berubah dari pendapat, pemikiran,
atau apapun yang Anda yakini sebelumnya?
3) NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)
- Apakah kejadiannya akan berbeda jika pada saat itu saya mengambil langkah yang
berbeda?
- Di mana saya bisa mendapatkan informasi tambahan agar bisa siap ketika menghadapi
peristiwa serupa di masa depan?
- Dukungan apa yang saya butuhkan agar bisa menindaklanjuti refleksi saya?
- Bagian mana yang sebaiknya saya kerjakan lebih dulu?
- Setelah Anda melakukan pembelajaran ini, apa hal baru yang ingin Anda bagikan
kepada rekan atau lingkungan Anda?
Model 9: Gaya Round Robin
Berikut panduan pertanyaan untuk membuat refleksi model ini:
1) Apa hal yang paling Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Mengapa Anda merasa hal
tersebut bisa membuat Anda sangat menguasainya?
2) Apa hal yang belum Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Apa yang akan Anda lakukan
untuk mengatasi hal tersebut?
3) Apa hal yang masih membingungkan Anda dari pembelajaran hari ini? Ceritakan hal-hal apa
saja yang membuat hal tersebut membingungkan.
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
Contoh refleksi dengan model 4F
12 Maret 2021
Minggu ini adalah jadwal penilaian tengah semester di sekolah saya. Sebagai penilaian mata pelajaran
Bahasa Indonesia, saya meminta murid saya untuk membacakan naskah pidato yang telah mereka buat.
Selama ini, sekolah saya memang menerapkan kebijakan konferensi video (dengan Zoom) seminggu 3
kali saja. Karena jadwalnya seperti itu, saya tidak dapat melakukan penilaian secara live mengingat saya
mengajar di 4 kelas parallel. Saya pun menyuruh murid saya untuk merekam video mereka ketika
membacakan naskahnya lalu mengirimkan videonya ke saya. Pada saat deadline kelas 8C, saya mengecek
hanya ada 5 murid yang mengumpulkan. Bayangkan, cuma 5 dari 25 murid! Saya marah sekali, saat
jadwal untuk Zoom dengan kelas 8C, saya pun meluapkan semua amarah saya. Saya bentak-bentak
mereka selama hampir 15 menit. Saya juga mengancam tidak akan memberi mereka nilai untuk semua
murid, termasuk 5 orang yang sudah mengumpulkan. Alasan saya waktu itu, 5 orang itu hanya
mementingkan dirinya sendiri.
Jujur, saya kaget dengan diri saya sendiri. Selama ini, murid-murid dan guru lain mengenal saya sebagai
pribadi yang ramah dan guru tersabar di sekolah. Saya jarang sekali marah, terlebih membentak anak
didik saya. Ini adalah pertama kalinya saya kebakaran jenggot selama 6 tahun saya berkarir sebagai guru.
Tidak hanya kaget, saya juga malu. Malu kepada diri sendiri, terutama, karena setelah Zoom berakhir,
2 murid yang belum mengumpulkan tugas mengirim pesan kepada saya. Kata mereka, mereka minta
maaf karena membuat saya jadi meluap-luap. Mereka juga minta maaf karena belum bisa mengumpulkan
tugas tepat waktu. Mereka sedang menyelesaikan tugas untuk penilaian Seni Musik karena mereka
merasa guru Musik lebih galak; sementara saya lebih sabar sehingga tidak terlalu masalah jika tugasnya
terlambat.
Saya tersadar, beban belajar murid-murid saat pandemi seperti ini lebih berat daripada biasanya. Belajar
dengan moda daring sudah merupakan perjuangan tersendiri, terlebih jika tugas dari guru-guru juga
tetap banyak. Sementara itu, beban guru juga sama banyaknya. Saya mulai kehabisan ide untuk mengajar
dengan kreatif tapi tanpa menambah berat mereka. Fyuh, saya pun beristigfar berkali-kali setelah itu.
Barulah saya menyadari, kemarahan saya merupakan akumulasi dari semua kejadian selama pandemi
ini. Sudah di pucuk ubun-ubun, istilahnya. Selama ini saya tidak pernah membentak murid bukan berarti
saya tidak pernah merasakan marah. Justru saya sering kesal dengan murid-murid yang jarang ikut
Zoom, apalagi terlambat terus dalam mengumpulkan tugas. Tapi semua selalu saya simpan. Mungkin
kemarin adalah puncaknya, ditambah dengan permasalahan dalam rumah tangga yang sedang saya alami.
Kesalahan saya, saya mencampuradukkan isu domestik dengan pekerjaan. Seharusnya saya tidak
melakukannya, kasihan murid-murid saya yang menjadi korban.
Saya lihat, jadwal modul minggu depan adalah modul tentang pembelajaran sosial dan emosional. Saya
menaruh harapan besar pada modul tersebut. Saya harap saya bisa belajar banyak dari modul tersebut
Pendidikan Guru Penggerak
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022
agar bisa mengatur emosi saya dengan lebih baik. Saya juga akan mencari tahu bagaimana saya bisa
menjaga semangat/motivasi murid saya selama pembelajaran jarak jauh ini. Saya yakin, mereka pun perlu
penguatan dari segi batinnya.
Daftar Pustaka:
Ash, S.L. & Clayton, P.H. (2009) Generating, deepening, and documenting learning: the power of
critical reflection in applied learning. Journal of Applied Learning in Higher Education, I, 25-48
Bain, J., Ballantyne, R., Packer, J. Mills, C. (1999). Using Journal Writing to Enhance Student
Teachers’ Reflectivity During Field Experience Placements. Teachers and Teaching 5(1): 51-
73. DOI: 10.1080/1354060990050104
Driscoll, J., Teh, B. (2001). The potential of reflective practice to develop individual orthopaedic
nurse practitioners and their practice. Journal of Orthopaedic Nursing 5, 95–103
Ritchhart, R., Church, M., Morrison, K. (2011). Making Thinking Visible: How to Promote
Engagement, Understanding, and Independence for All Learners. California: Jossey-Bass.
Ryan, M., & Ryan, M. (2013). Theorising a model for teaching and assessing reflective learning in
higher education. Higher Education Research and Development, 32(2), pp. 244-257.
The four F's of active reviewing. (2018, November 5). The University of Edinburgh. Diakses pada 12
Maret 2021 dari https://www.ed.ac.uk/reflection/reflectors-toolkit/reflecting-on-
experience/four-

More Related Content

Similar to Model Jurnal Refleksi Dwimingguan_CGP v2 A5.pdf

Contoh penulisan reflektif
Contoh penulisan reflektifContoh penulisan reflektif
Contoh penulisan reflektif
Shahrul Ikhwan
 
Model pengembangan pembelajaran
Model pengembangan pembelajaranModel pengembangan pembelajaran
Model pengembangan pembelajaran
Azief Ramoz
 
E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3
E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3
E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3
Dian Sari
 
Modul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptx
Modul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptxModul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptx
Modul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptx
AripKurniawan6
 
PPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUM
PPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUMPPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUM
PPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUM
RioYonatan
 
Kurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan PengajaranKurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan Pengajaran
itanurhayati
 
Kurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan PengajaranKurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan Pengajaran
itanurhayati
 
6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx
6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx
6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx
MohammadAhsin1
 

Similar to Model Jurnal Refleksi Dwimingguan_CGP v2 A5.pdf (20)

Persidangan lec 2014 sst
Persidangan lec 2014 sstPersidangan lec 2014 sst
Persidangan lec 2014 sst
 
Contoh penulisan reflektif
Contoh penulisan reflektifContoh penulisan reflektif
Contoh penulisan reflektif
 
Model pengembangan pembelajaran
Model pengembangan pembelajaranModel pengembangan pembelajaran
Model pengembangan pembelajaran
 
Model problem based learning and inquiry Okvita Siregar STIKES BINA PERMATA M...
Model problem based learning and inquiry Okvita Siregar STIKES BINA PERMATA M...Model problem based learning and inquiry Okvita Siregar STIKES BINA PERMATA M...
Model problem based learning and inquiry Okvita Siregar STIKES BINA PERMATA M...
 
Pembuatan Modul Ajar Berdiferensiasi MGMP TF 2022.pptx
Pembuatan Modul Ajar Berdiferensiasi MGMP TF 2022.pptxPembuatan Modul Ajar Berdiferensiasi MGMP TF 2022.pptx
Pembuatan Modul Ajar Berdiferensiasi MGMP TF 2022.pptx
 
tugas uts kurikulum.docx
tugas uts kurikulum.docxtugas uts kurikulum.docx
tugas uts kurikulum.docx
 
E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3
E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3
E 2 144 dian purnama sari -- peta konsep modul 2.3
 
seminar ppdp - PPG.pptx
seminar ppdp - PPG.pptxseminar ppdp - PPG.pptx
seminar ppdp - PPG.pptx
 
Modul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptx
Modul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptxModul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptx
Modul 2 - Kanvas rancangan BAGJA arip hari k 8.pptx
 
1811021012 desmon kamaludin_uas_desainpembelajaran
1811021012 desmon kamaludin_uas_desainpembelajaran1811021012 desmon kamaludin_uas_desainpembelajaran
1811021012 desmon kamaludin_uas_desainpembelajaran
 
Model pemprosesan maklumat
Model pemprosesan maklumatModel pemprosesan maklumat
Model pemprosesan maklumat
 
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docxProduk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
Produk Bahan refleksi siklus 1 dan 2.docx
 
CP, TP, ATP, & Modul ajar.pptx
CP, TP, ATP, & Modul ajar.pptxCP, TP, ATP, & Modul ajar.pptx
CP, TP, ATP, & Modul ajar.pptx
 
Jurnal-refleksi-dwi-mingguan-modul-2.1 Sunardi.pdf.pptx
Jurnal-refleksi-dwi-mingguan-modul-2.1 Sunardi.pdf.pptxJurnal-refleksi-dwi-mingguan-modul-2.1 Sunardi.pdf.pptx
Jurnal-refleksi-dwi-mingguan-modul-2.1 Sunardi.pdf.pptx
 
Panduan Aksi Nyata.pptx
Panduan  Aksi Nyata.pptxPanduan  Aksi Nyata.pptx
Panduan Aksi Nyata.pptx
 
PPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUM
PPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUMPPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUM
PPT PTK SLB 2019 Khusus Untuk SLB dan UMUM
 
Kurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan PengajaranKurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan Pengajaran
 
Kurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan PengajaranKurikulum Dan Pengajaran
Kurikulum Dan Pengajaran
 
Final_Projek_Marsaria Primadonna_Berekayasa_SMA_E. Lokakarya.pdf
Final_Projek_Marsaria Primadonna_Berekayasa_SMA_E. Lokakarya.pdfFinal_Projek_Marsaria Primadonna_Berekayasa_SMA_E. Lokakarya.pdf
Final_Projek_Marsaria Primadonna_Berekayasa_SMA_E. Lokakarya.pdf
 
6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx
6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx
6 TEMA BEREKAYASA BERTEKNOLOGI.pptx
 

Recently uploaded

Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
JarzaniIsmail
 
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.pptHAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
nabilafarahdiba95
 
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docxKisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
FitriaSarmida1
 
BAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptx
BAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptxBAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptx
BAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptx
JuliBriana2
 

Recently uploaded (20)

Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
Panduan Memahami Data Rapor Pendidikan 2024
 
PPT Mean Median Modus data tunggal .pptx
PPT Mean Median Modus data tunggal .pptxPPT Mean Median Modus data tunggal .pptx
PPT Mean Median Modus data tunggal .pptx
 
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdfAksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
Aksi Nyata Sosialisasi Profil Pelajar Pancasila.pdf
 
SOAL PUBLIC SPEAKING UNTUK PEMULA PG & ESSAY
SOAL PUBLIC SPEAKING UNTUK PEMULA PG & ESSAYSOAL PUBLIC SPEAKING UNTUK PEMULA PG & ESSAY
SOAL PUBLIC SPEAKING UNTUK PEMULA PG & ESSAY
 
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMKAksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
Aksi Nyata Disiplin Positif Keyakinan Kelas untuk SMK
 
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
BAHAN PAPARAN UU DESA NOMOR 3 TAHUN 2024
 
Program Kerja Public Relations - Perencanaan
Program Kerja Public Relations - PerencanaanProgram Kerja Public Relations - Perencanaan
Program Kerja Public Relations - Perencanaan
 
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR BAHASA INGGRIS KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdfProv.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
Prov.Jabar_1504_Pengumuman Seleksi Tahap 2_CGP A11 (2).pdf
 
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR MATEMATIKA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
TUGAS RUANG KOLABORASI 1.3 PRAKARSA PERUBAHAN
TUGAS RUANG KOLABORASI 1.3 PRAKARSA PERUBAHANTUGAS RUANG KOLABORASI 1.3 PRAKARSA PERUBAHAN
TUGAS RUANG KOLABORASI 1.3 PRAKARSA PERUBAHAN
 
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTXAKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
AKSI NYATA TOPIK 1 MERDEKA BELAJAR. PPTX
 
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptxMemperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
Memperkasakan Dialog Prestasi Sekolah.pptx
 
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL PENDIDIKAN PANCASILA KELAS 6 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdfMODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
MODUL AJAR IPAS KELAS 3 KURIKULUM MERDEKA.pdf
 
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, FigmaPengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
Pengenalan Figma, Figma Indtroduction, Figma
 
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.pptHAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
HAK DAN KEWAJIBAN WARGA NEGARA ppkn i.ppt
 
Latihan Soal untuk US dan Tryout SMP 2024
Latihan Soal untuk  US dan Tryout SMP 2024Latihan Soal untuk  US dan Tryout SMP 2024
Latihan Soal untuk US dan Tryout SMP 2024
 
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docxKisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
Kisi kisi Ujian sekolah mata pelajaran IPA 2024.docx
 
BAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptx
BAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptxBAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptx
BAB 5 KERJASAMA DALAM BERBAGAI BIDANG KEHIDUPAN.pptx
 

Model Jurnal Refleksi Dwimingguan_CGP v2 A5.pdf

  • 1. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Refleksi Dwimingguan Calon Guru Penggerak Bapak/Ibu Calon Guru Penggerak, Dalam pendidikan guru, jurnal refleksi dipandang sebagai salah satu elemen kunci pengembangan keprofesian karena dapat mendorong guru untuk mengaitkan teori dan praktik, serta menumbuhkan keterampilan dalam mengevaluasi sebuah topik secara kritis (Bain dkk, 1999). Menuliskan jurnal refleksi secara rutin akan memberikan ruang bagi seorang praktisi untuk mengambil jeda dan merenungi apakah praktik yang dijalankannya sudah sesuai, sehingga ia dapat memikirkan langkah berikutnya untuk meningkatkan praktik yang sudah berlangsung (Driscoll & Teh, 2001). Jurnal ini juga dapat menjadi sarana untuk menyadari emosi dan reaksi diri yang terjadi sepanjang pembelajaran (Denton, 2018), sehingga Anda dapat semakin mengenali diri sendiri. Seperti apakah refleksi yang bermakna itu? ● Kegiatan berefleksi dapat diibaratkan seperti bercermin di air. Pantulan baru dapat terlihat jelas jika permukaan air tenang dan jernih. Ketika kondisi hati masih berkecamuk, sebaiknya kita menunggu dan mengendapkan pengalaman agar dapat berefleksi dengan mendalam. ● Refleksi perlu beranjak dari sekadar menuliskan kembali materi/pengetahuan yang sudah didapat. Lebih dari itu, materi tersebut perlu dikaitkan dengan proses yang terjadi dalam diri. Misalnya, apa yang membuat materi tersebut membekas di pikiran saya? Apa peristiwa dalam hidup saya yang berhubungan dengannya? Apa kaitan materi ini dengan diri saya sebagai seorang penggerak? Bagaimana saya akan menggunakan materi ini untuk murid saya? ● Refleksi adalah momen untuk berdialog dengan diri sendiri dalam memaknai peristiwa. Karena itu, ceritakanlah pengalaman dan pemikiran yang ANDA sendiri alami. Bukan apa yang dialami, dipikirkan, atau dikatakan oleh orang lain. ● Refleksi bermakna adalah refleksi yang jujur dan mendalam. Tidak hanya pengalaman dan pemikiran positif yang bisa ditulis. Kuncinya, sertakan emosi dalam menuliskan refleksi. Roda emosi Plutchik di bawah ini memberikan gambaran betapa kayanya perasaan yang manusia rasakan.
  • 2. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Sama halnya dengan keterampilan lainnya, menulis jurnal refleksi pun perlu latihan dan pembiasaan agar dapat dirasakan manfaatnya. Selama program, Anda akan mendapat kesempatan untuk menuliskan refleksi setiap dua minggu sekali. Pada awalnya, mungkin tidak mudah untuk menuangkan gagasan reflektif ke dalam tulisan. Karena itu, untuk membantu Anda, kami menyajikan beberapa model refleksi yang dapat Anda gunakan. Pertanyaan-pertanyaan yang terdapat di setiap model tersebut berfungsi untuk memandu Anda dalam mencurahkan isi pikiran dan perasaan Anda. Tuliskan jawaban dari pertanyaan tersebut dalam bentuk paragraf (tidak dalam poin-poin bernomor). Cobalah untuk memvariasikan model yang berbeda di setiap tulisan. Selamat berefleksi! Sumber: bit.ly/2d5PGN diterjemahkan oleh Ivan Lanin (2009)
  • 3. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 1: 4F (Facts, Feelings, Findings, Future) 4F merupakan model refleksi yang dikembangkan oleh Dr. Roger Greenaway. 4F dapat diterjemahkan menjadi 4P, dengan pertanyaan sebagai berikut (disesuaikan dengan yang sedang terjadi pada saat penulisan jurnal): 1. Facts (Peristiwa): Ceritakan pengalaman Anda mengikuti pembelajaran pada minggu ini atau pada saat menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Apa hal baik yang saya alami dalam proses tersebut? Ceritakan juga hambatan atau kesulitan Anda selama proses pembelajaran pada minggu ini? Apa yang saya lakukan dalam mengatasi kendala tersebut? 2. Feelings (Perasaan): Bagaimana perasaan Anda selama pembelajaran berlangsung? Apa yang saya rasakan ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas? Ceritakan hal yang membuat Anda memiliki perasaan tersebut. 3. Findings (Pembelajaran): Pelajaran apa yang saya dapatkan dari proses ini? Apa hal baru yang saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini? 4. Future (Penerapan): Apa yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan? Apa aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini?
  • 4. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 2: Description, Examination and Articulation of Learning (DEAL) Model ini dikembangkan oleh Ash dan Clayton (2009). Untuk membuat refleksi model ini, tulislah penjabaran dari pertanyaan panduan berikut: - Description: Deskripsikan pengalaman yang dialami dengan menceritakan unsur 5W1H (apa, siapa, di mana, kapan, mengapa, bagaimana); - Examination: Analisis pengalaman tersebut dengan membandingkannya terhadap tujuan/rencana yang telah dibuat sebelumnya; - Articulation of Learning: Jelaskan hal yang dipelajari dan rencana untuk perbaikan di masa mendatang. Model 3: Six Thinking Hats (Teknik 6 Topi) Sumber gambar: https://agilecoffee.com/toolkit/six-thinking-hats/ Model Six Thinking Hats diperkenalkan oleh Edward de Bono pada tahun 1985. Model ini melatih kita melihat satu topik dari berbagai sudut pandang, yang disimbolkan dengan enam warna topi. Setiap topi mewakili cara berpikir yang berbeda; beberapa di antaranya terkadang mendominasi cara kita berpikir. Karena itu, dengan semakin sering melatih keenam “topi”, kita akan dapat mengambil refleksi yang lebih mendalam. Keenam topi tersebut berikut penggunaannya dalam jurnal refleksi adalah: 1) Topi putih: tuliskan informasi sebanyak-banyaknya terkait pengalaman yang terjadi. Informasi ini harus berupa fakta; bukan opini.
  • 5. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 2) Topi merah: gambarkan perasaan Anda terkait dengan topik yang sedang dibahas, misalnya perasaan saat mempelajari materi baru atau saat menjalankan diskusi kelompok. 3) Topi kuning: tuliskan hal-hal positif yang terkait dengan topik tersebut. 4) Topi hitam: tuliskan kendala, hambatan, atau risiko dari tindakan/peristiwa yang sedang dibahas. 5) Topi hijau: jabarkan ide-ide yang muncul setelah mengalami peristiwa tersebut. 6) Topi biru: tarik kesimpulan dari peristiwa yang terjadi, atau ambil keputusan setelah mempertimbangkan kelima sudut pandang lainnya. Bandingkan dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • 6. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 4: (Papan cerita reflektif - Reflective Storyboard) Anda boleh menggambarkannya di sebuah kertas kemudian memfoto dan menguploadnya di LMS. Buatlah 4 gambar bersambung yang mengilustrasikan refleksi Anda tentang hari ini dan berilah penjelasan singkat untuk setiap gambar. Gambar 1 Gambar 2 Penjelasan Penjelasan Gambar 3 Gambar 4 Penjelasan Penjelasan
  • 7. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 5: Connection, challenge, concept, change (4C) Model ini dikembangkan oleh Ritchhart, Church dan Morrison (2011). Model ini cocok untuk digunakan dalam merefleksikan materi pembelajaran. Ada beberapa pertanyaan kunci yang menjadi panduan dalam membuat refleksi model ini, yaitu: 1) Connection: Apa keterkaitan materi yang didapat dengan peran Anda sebagai Calon Guru Penggerak? 2) Challenge: Adakah ide, materi atau pendapat dari narasumber yang berbeda dari praktik yang Anda jalankan selama ini? 3) Concept: Ceritakan konsep-konsep utama yang Anda pelajari dan menurut Anda penting untuk terus dibawa selama menjadi Calon Guru Penggerak atau bahkan setelah menjadi Guru Penggerak? 4) Change: Apa perubahan dalam diri Anda yang ingin Anda lakukan setelah mendapatkan materi pada hari ini?
  • 8. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 6: Reporting, responding, relating, reasoning, reconstructing (5R) Model refleksi 5M diadaptasi dari model 5R (Bain, dkk, 2002, dalam Ryan & Ryan, 2013). 5M terdiri dari langkah-langkah berikut: 1. Mendeskripsikan (Reporting): menceritakan ulang peristiwa yang terjadi 2. Merespon (Responding): menjabarkan tanggapan yang diberikan dalam menghadapi peristiwa yang diceritakan, misalnya melalui pemberian opini, pertanyaan, ataupun tindakan yang diambil saat peristiwa berlangsung. 3. Mengaitkan (Relating): menghubungkan kaitan antara peristiwa dengan pengetahuan, keterampilan, keyakinan atau informasi lain yang dimiliki. 4. Menganalisis (Reasoning): menganalisis dengan detail mengapa peristiwa tersebut dapat terjadi, lalu mengambil beberapa perspektif lain, misalnya dari teori atau kejadian lain yang serupa, untuk mendukung analisis tersebut. 5. Merancang ulang (Reconstructing): menuliskan rencana alternatif jika menghadapi kejadian serupa di masa mendatang.
  • 9. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 7: Segitiga Refleksi Silakan identifikasi pada segitiga di bawah ini mengenai apa yang Anda pelajari dari pembelajaran hari ini. Anda boleh membuatnya dalam bentuk Ms. Word, Ms. PowerPoint, atau menggambarkannya kemudian memfoto dan menguploadnya di LMS.
  • 10. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Model 8: Model Driscoll Model ini diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001). Model yang dikenal dengan Model “What?” ini pada dasarnya terdiri dari 3 bagian, namun dapat dikembangkan dengan berbagai variasi bergantung pada pertanyaan detail yang dipilih. 1) WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi) - Apa yang terjadi? - Apa yang saya lihat/dengar/alami? - Apa reaksi saya pada saat itu? - Apa yang orang lain lakukan pada saat peristiwa itu terjadi? 2) SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi) - Bagaimana perasaan saya pada saat peristiwa itu terjadi? - Apakah yang saya rasakan sama/berbeda dengan orang yang mengalami kejadian yang sama? - Apakah saya masih merasakan perasaan/dampak yang sama jika dibandingkan dengan perasaan/dampak langsung setelah peristiwa? - Kecenderungan apa yang saya amati dari diri saya ketika menghadapi peristiwa serupa? - Mengapa saya bisa memiliki kecenderungan tersebut? - Setelah mengalami peristiwa tersebut, apa hal yang berubah dari pendapat, pemikiran, atau apapun yang Anda yakini sebelumnya? 3) NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi) - Apakah kejadiannya akan berbeda jika pada saat itu saya mengambil langkah yang berbeda? - Di mana saya bisa mendapatkan informasi tambahan agar bisa siap ketika menghadapi peristiwa serupa di masa depan? - Dukungan apa yang saya butuhkan agar bisa menindaklanjuti refleksi saya? - Bagian mana yang sebaiknya saya kerjakan lebih dulu? - Setelah Anda melakukan pembelajaran ini, apa hal baru yang ingin Anda bagikan kepada rekan atau lingkungan Anda? Model 9: Gaya Round Robin Berikut panduan pertanyaan untuk membuat refleksi model ini: 1) Apa hal yang paling Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Mengapa Anda merasa hal tersebut bisa membuat Anda sangat menguasainya? 2) Apa hal yang belum Anda kuasai setelah pembelajaran hari ini? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengatasi hal tersebut? 3) Apa hal yang masih membingungkan Anda dari pembelajaran hari ini? Ceritakan hal-hal apa saja yang membuat hal tersebut membingungkan.
  • 11. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 Contoh refleksi dengan model 4F 12 Maret 2021 Minggu ini adalah jadwal penilaian tengah semester di sekolah saya. Sebagai penilaian mata pelajaran Bahasa Indonesia, saya meminta murid saya untuk membacakan naskah pidato yang telah mereka buat. Selama ini, sekolah saya memang menerapkan kebijakan konferensi video (dengan Zoom) seminggu 3 kali saja. Karena jadwalnya seperti itu, saya tidak dapat melakukan penilaian secara live mengingat saya mengajar di 4 kelas parallel. Saya pun menyuruh murid saya untuk merekam video mereka ketika membacakan naskahnya lalu mengirimkan videonya ke saya. Pada saat deadline kelas 8C, saya mengecek hanya ada 5 murid yang mengumpulkan. Bayangkan, cuma 5 dari 25 murid! Saya marah sekali, saat jadwal untuk Zoom dengan kelas 8C, saya pun meluapkan semua amarah saya. Saya bentak-bentak mereka selama hampir 15 menit. Saya juga mengancam tidak akan memberi mereka nilai untuk semua murid, termasuk 5 orang yang sudah mengumpulkan. Alasan saya waktu itu, 5 orang itu hanya mementingkan dirinya sendiri. Jujur, saya kaget dengan diri saya sendiri. Selama ini, murid-murid dan guru lain mengenal saya sebagai pribadi yang ramah dan guru tersabar di sekolah. Saya jarang sekali marah, terlebih membentak anak didik saya. Ini adalah pertama kalinya saya kebakaran jenggot selama 6 tahun saya berkarir sebagai guru. Tidak hanya kaget, saya juga malu. Malu kepada diri sendiri, terutama, karena setelah Zoom berakhir, 2 murid yang belum mengumpulkan tugas mengirim pesan kepada saya. Kata mereka, mereka minta maaf karena membuat saya jadi meluap-luap. Mereka juga minta maaf karena belum bisa mengumpulkan tugas tepat waktu. Mereka sedang menyelesaikan tugas untuk penilaian Seni Musik karena mereka merasa guru Musik lebih galak; sementara saya lebih sabar sehingga tidak terlalu masalah jika tugasnya terlambat. Saya tersadar, beban belajar murid-murid saat pandemi seperti ini lebih berat daripada biasanya. Belajar dengan moda daring sudah merupakan perjuangan tersendiri, terlebih jika tugas dari guru-guru juga tetap banyak. Sementara itu, beban guru juga sama banyaknya. Saya mulai kehabisan ide untuk mengajar dengan kreatif tapi tanpa menambah berat mereka. Fyuh, saya pun beristigfar berkali-kali setelah itu. Barulah saya menyadari, kemarahan saya merupakan akumulasi dari semua kejadian selama pandemi ini. Sudah di pucuk ubun-ubun, istilahnya. Selama ini saya tidak pernah membentak murid bukan berarti saya tidak pernah merasakan marah. Justru saya sering kesal dengan murid-murid yang jarang ikut Zoom, apalagi terlambat terus dalam mengumpulkan tugas. Tapi semua selalu saya simpan. Mungkin kemarin adalah puncaknya, ditambah dengan permasalahan dalam rumah tangga yang sedang saya alami. Kesalahan saya, saya mencampuradukkan isu domestik dengan pekerjaan. Seharusnya saya tidak melakukannya, kasihan murid-murid saya yang menjadi korban. Saya lihat, jadwal modul minggu depan adalah modul tentang pembelajaran sosial dan emosional. Saya menaruh harapan besar pada modul tersebut. Saya harap saya bisa belajar banyak dari modul tersebut
  • 12. Pendidikan Guru Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan - April 2022 agar bisa mengatur emosi saya dengan lebih baik. Saya juga akan mencari tahu bagaimana saya bisa menjaga semangat/motivasi murid saya selama pembelajaran jarak jauh ini. Saya yakin, mereka pun perlu penguatan dari segi batinnya. Daftar Pustaka: Ash, S.L. & Clayton, P.H. (2009) Generating, deepening, and documenting learning: the power of critical reflection in applied learning. Journal of Applied Learning in Higher Education, I, 25-48 Bain, J., Ballantyne, R., Packer, J. Mills, C. (1999). Using Journal Writing to Enhance Student Teachers’ Reflectivity During Field Experience Placements. Teachers and Teaching 5(1): 51- 73. DOI: 10.1080/1354060990050104 Driscoll, J., Teh, B. (2001). The potential of reflective practice to develop individual orthopaedic nurse practitioners and their practice. Journal of Orthopaedic Nursing 5, 95–103 Ritchhart, R., Church, M., Morrison, K. (2011). Making Thinking Visible: How to Promote Engagement, Understanding, and Independence for All Learners. California: Jossey-Bass. Ryan, M., & Ryan, M. (2013). Theorising a model for teaching and assessing reflective learning in higher education. Higher Education Research and Development, 32(2), pp. 244-257. The four F's of active reviewing. (2018, November 5). The University of Edinburgh. Diakses pada 12 Maret 2021 dari https://www.ed.ac.uk/reflection/reflectors-toolkit/reflecting-on- experience/four-