Model disiplin asertif oleh Lee Canter menekankan pentingnya hubungan positif antara guru dan murid, serta penerapan peraturan dan konsekuensi yang konsisten untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang optimal. Guru harus bersikap asertif, memberikan dukungan dan pilihan perilaku kepada murid, sementara pelan disiplin harus melibatkan komunikasi jelas tentang hak dan tanggung jawab. Kekuatan model ini terletak pada pencegahan perilaku tidak wajar, meskipun tidak mudah untuk menilai keberkesanan guru dalam implementasinya.