Nota kesepahaman ini, ditandatangani pada 15 Agustus 2005 di Helsinki, oleh pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka, menegaskan komitmen untuk menyelesaikan konflik Aceh secara damai dan berkelanjutan. Kesepakatan ini mencakup berbagai aspek seperti penyelenggaraan pemerintahan, partisipasi politik, hak asasi manusia, dan reintegrasi mantan anggota GAM ke dalam masyarakat. Dengan adanya kesepahaman ini, diharapkan proses rekonstruksi Aceh pasca-tsunami dapat berjalan sukses dan kondusif.