1 OKTOBER 2013
METALLURGI
METALLURGI
 Sebagai tahap awal dalam proses
metallurgi adalah pengecilan ukuran
butir terhadap bijih
 Dilakukan konsentarsi sehingga mineral
berharga dapat dpisahkan dari
pengotornya dengan berdasarkan sifat
fisik dari mineral
 Hasil konsentarsi disebut konsentrat
 Prosesnya disebut “ore dressing”,
“mineral processing”, “unit operation”
PREPARASI
 Terbagi menjadi dua :
1. Preparasi fisik, yaitu menyiapkan material
secara fisik sperti pengumpalan
(agglomeration), material halus dengan
kondisi porous dengan proses sintering,
briqueting, nodulizing, pelletizing.
2. Preparasi kimia, yang menyiapkan material
secara kimia, misalnya pengubahan
senyawa sulfida menjadi senyawa oksida,
sulfat dll dalam proses roasting
(pemanggangan)
EKSTRAKSI METAL
 Ekstraksi metal dilakukan dengan 3 cara
yaitu :
1. Pyrometalurgy yaitu cara ekstraksi
metal dengan menggunakan panas
bahan bakar.
2. Hydrometalurgy yaitu cara ekstraksi
metal dengan cara pelarutan/pelindian
3. Electrometalurgy yaitu cara ekstraksi
metal dengan mengunakan tenaga
listrik
METAL (LOGAM)
 Bijih logam adl. Meterial yang diperoleh
dari hasil penambangan yang biasanya
masih berbentuk butiran-butiran atau
gumpalan-gumpalan.
 Bijih logam ini masih bercampur dengan
bahan-bahan ikutan lainnya.
 Presentase berat dari unsur yang
terkandung dalam bijih tergantung pada
kedalaman lapisan tanah dimana bijih
tersebut diperoleh.
METAL (LOGAM)
 Metal dapat diperoleh dengan melakukan suatu
proses terhadap bijih/crude material secara
bertahap, baik melalui tahapan unit operation
maupun unit processes.
 Crude Material :
1. Solid ore
2. Liquid ore
3. Residu atau slag
FAKTOR UNTUK MENGOLAH CRUDE
METAL
 Presentase logam berharga dalam crude
material
 Kondisi bijih, apakah senyawa oksida, sulfida,
silika
 Logam pengotornya menggangu atau tidak
 Kondisi bijih porous atau masif
 Jarak antara lokasi crude material dengan
pabrik pengolahan
 Jumlah crude material
 Harga logam hasil pengolahan di pasar
TAHAPAN
 Tahap mineral processing, tahap crude material
diolah berdasarkan atas sifat-sifat fisik mineral
 Hasil :
1. Konsentrat, mempunyai hasil pengolahan
bahan galian yang mempunyai kadar mineral
berharga tinggi
2. Tailing merupakan hasil pengolahan bahan
galian yang kadar mineral berharganya paling
rendah
3. Midling, merupakan hasil pengolahan bahan
galian yang kadar mineral berharga antara
konsentrat dengan tailing
 Tahap ekstrasi metal dari konsentrat menjadi
crude metal
 Ekstraksi metal dilakukan dengan :
1. Pyrometallurgy
2. Electrometallurgy
3. Hidrometallurgy
 Tahap pemurnian : dengan cara pemanasan
atau elektrolisa, tujuannya adalah didapatkan
logam yang memiliki sifat yang sesuai untuk
penggunaan selanjutnya.
 Tahap alloying (paduan)
TAHAPAN

Metallurgi 1

  • 1.
  • 2.
    METALLURGI  Sebagai tahapawal dalam proses metallurgi adalah pengecilan ukuran butir terhadap bijih  Dilakukan konsentarsi sehingga mineral berharga dapat dpisahkan dari pengotornya dengan berdasarkan sifat fisik dari mineral  Hasil konsentarsi disebut konsentrat  Prosesnya disebut “ore dressing”, “mineral processing”, “unit operation”
  • 3.
    PREPARASI  Terbagi menjadidua : 1. Preparasi fisik, yaitu menyiapkan material secara fisik sperti pengumpalan (agglomeration), material halus dengan kondisi porous dengan proses sintering, briqueting, nodulizing, pelletizing. 2. Preparasi kimia, yang menyiapkan material secara kimia, misalnya pengubahan senyawa sulfida menjadi senyawa oksida, sulfat dll dalam proses roasting (pemanggangan)
  • 4.
    EKSTRAKSI METAL  Ekstraksimetal dilakukan dengan 3 cara yaitu : 1. Pyrometalurgy yaitu cara ekstraksi metal dengan menggunakan panas bahan bakar. 2. Hydrometalurgy yaitu cara ekstraksi metal dengan cara pelarutan/pelindian 3. Electrometalurgy yaitu cara ekstraksi metal dengan mengunakan tenaga listrik
  • 5.
    METAL (LOGAM)  Bijihlogam adl. Meterial yang diperoleh dari hasil penambangan yang biasanya masih berbentuk butiran-butiran atau gumpalan-gumpalan.  Bijih logam ini masih bercampur dengan bahan-bahan ikutan lainnya.  Presentase berat dari unsur yang terkandung dalam bijih tergantung pada kedalaman lapisan tanah dimana bijih tersebut diperoleh.
  • 6.
    METAL (LOGAM)  Metaldapat diperoleh dengan melakukan suatu proses terhadap bijih/crude material secara bertahap, baik melalui tahapan unit operation maupun unit processes.  Crude Material : 1. Solid ore 2. Liquid ore 3. Residu atau slag
  • 7.
    FAKTOR UNTUK MENGOLAHCRUDE METAL  Presentase logam berharga dalam crude material  Kondisi bijih, apakah senyawa oksida, sulfida, silika  Logam pengotornya menggangu atau tidak  Kondisi bijih porous atau masif  Jarak antara lokasi crude material dengan pabrik pengolahan  Jumlah crude material  Harga logam hasil pengolahan di pasar
  • 8.
    TAHAPAN  Tahap mineralprocessing, tahap crude material diolah berdasarkan atas sifat-sifat fisik mineral  Hasil : 1. Konsentrat, mempunyai hasil pengolahan bahan galian yang mempunyai kadar mineral berharga tinggi 2. Tailing merupakan hasil pengolahan bahan galian yang kadar mineral berharganya paling rendah 3. Midling, merupakan hasil pengolahan bahan galian yang kadar mineral berharga antara konsentrat dengan tailing
  • 9.
     Tahap ekstrasimetal dari konsentrat menjadi crude metal  Ekstraksi metal dilakukan dengan : 1. Pyrometallurgy 2. Electrometallurgy 3. Hidrometallurgy  Tahap pemurnian : dengan cara pemanasan atau elektrolisa, tujuannya adalah didapatkan logam yang memiliki sifat yang sesuai untuk penggunaan selanjutnya.  Tahap alloying (paduan) TAHAPAN