TEKNIK ELEKTRONIKA 
menerapkan dasar-dasar elektronika 
Mengidentifikasi komponen elektronika 
Tina Rusita 
Angga Panca Alam A 
Fairuz Ramadhan 
Unesa - SMKN 2 Probolinggo
Komponen elektronika 
• Komponen: Elemen terkecil dari rangkaian / 
sistem elektronika. 
KOMPONEN 
ELEKTRONIKA 
KOMPONEN PASIF KOMPONEN AKTIF
KOMPONEN PASIF 
• komponen-komponen elektronika yang tidak 
memerlukan tegangan ataupun arus listrik 
agar dapat bekerja. (Komponen ini 
memerlukan sumber arus dan tegangan 
sendiri ) 
• Yang termasuk komponen pasif adalah 
1. resistor, 
2. kapasitor, dan 
3. induktor.
RESISTOR 
• Resistor disebut juga dengan tahanan atau 
hambatan. 
• berfungsi untuk : 
1. Sebagai pembagi arus 
2. Sebagai penurun tegangan 
3. Sebagai pembagi tegangan 
4. Sebagai penghambat aliran arus listrik. 
• Lambang untuk Resistor ditulis dengan huruf 
R, satuanya dinyatakan dalam OHM (Ω).
MACAM-MACAM RESISTOR 
• RESISTOR TETAP/ FIX/ LINIER 
• RESISTOR VARIABEL/ NONLINIER
REISTOR TETAP/ FIX/ LINIER 
• hambatan yang nilainya tetap karena ukuran resistornya sangat 
kecil, maka nilai hambatannya untuk yang memiliki daya kecil tidak 
ditulis pada bodinya melainkan dengan menggunakan kode warna. 
• Sedangkan Resistor yang memiliki Daya Besar, 5 Watt, 10 Watt, 15 
Watt, 25 Watt atau lebih nilai resistansinya tidak dituliskan dengan 
kode warna melainkan langsung ditulis dengan angka. 
• Resistor tetap/Fixed Resitor umumnya dibuat dari bahan Karbon, 
pengkodean nilai resistansinya umumnya ada yang memiliki 4 cincin 
warna dan ada juga yang memiliki 5 cincin warna. 
• Untuk Resitor dengan toleransi 5% dengan daya 0.5 Watt sampai 
dengan 3 Watt, dituliskan dengan 4 cincin warna, sedang untuk 
toleransi 1 % atau 2 % umumnya dengan 5 cincin warna.
GAMBAR RESISTOR TETAP
Beberapa hal yang perlu diperhatikan 
• Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar 
pula daya resistor tersebut. 
• Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi 
suhu yang bisa diterima resistor tersebut. 
• Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih 
besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan 
resistor dari bahan carbon.
RESISTOR VARIABEL 
• Resistor yang nilai tahanannya dibuat dapat 
berubah-ubah sesuai kebutuhan. 
• jenis resistor ini antara lain Potensiometer 
(resistor variabel), Trimpot, Negative 
Temperature Co-eficient (NTC), Positive 
Temperature Co-efficient (PTC), dan Light 
Dependent Resistor(LDR).
1. Trimpot: 
variabel resistor yang nilai 
hambatannya dapat 
diubah dengan 
mengunakan obeng. 
2. Potensio: 
Yaitu variabel resistor yang nilai 
hambatannya dapat diubah 
langsung mengunakan tangan 
(tanpa alat bantu) dengan cara 
memutar poros engkol atau 
mengeser kenop untuk potensio 
geser. 
POTENSIOMETER 
TRIMPOT
• PTC : Positive Temperatur Coefisien 
adalah jenis resistor non linier yang nilai 
hambatannya terpengaruh oleh perubahan 
suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi 
makin besar nilai hambatannya. 
• NTC : Negative Temperatur Coefisien 
adalah jenis resistor non linier yang nilai 
hambatannya terpengaruh oleh perubahan 
suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi 
makin kecil nilai hambatannya. 
• LDR : Light Dependent Resistor 
adalah jenis resistor non linier yang nilai 
hambatannya terpengaruh oleh perubahan 
intensitas cahaya yang mengenainya. Makin 
besar intensitas cahaya yang mengenainya 
makin kecil nilai hambatannya.
TABEL WARNA GELANG RESISTOR
TABEL WARNA RESISTOR
KODE HURUF RESISTOR
KAPASITOR/KONDENSATOR 
• Kondensator adalah komponen pasif yang 
dapat menyimpan muatan listrik. 
Kondensator sering juga disebut sebagai 
Kapasitor . 
• Pada dasarnya kondensator adalah dua 
penghantar yang tersekat satu dari yang 
lainnya oleh suatu bahan semi isolator.
• Perhatikan gambar , A 
dan B adalah penghantar 
yang berbentuk kawat, 
kepingan , selinder atau 
sebagainya. Diantara 
penghantar itu ada bagian 
isolasi (udara , kertas, 
mika dan sebagainya). 
Bahan isolasi ini disebut 
bahan dilektrikum.
PRINSIP KERJA 
KAPASITOR/KONDENSATOR 
• Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, 
maka muatan-muatan positif akan mengumpul 
pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan 
pada saat yang sama muatan-muatan negatif 
terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. 
Muatan positif tidak dapat mengalir menuju 
ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan 
negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, 
karena terpisah oleh bahan dielektrikum yang 
non-konduktif.
• Muatan elektrik tersebut "tersimpan” selama 
tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. 
Di alam bebas, fenomena kapasitor ini terjadi 
pada saat terkumpulnya muatan-muatan 
positif dan negatif di awan.
• Kemampuan kondensator/kapasitor untuk 
menyimpan muatan listrik (daya listrik) disebut 
kapasitansi kondensator/kapasitor. Kapasitansi 
itu dinyatakan dalam satuan Farad. 
• Besar kapasitansi kondensator tergantung pada : 
- Luas keping penghantar, 
- Jarak antara keping penghantar atau tebalnya 
bahan dielektrika, 
- Jenis dielektrikum yang digunakan.
BESARAN KAPASITANSI 
• Kapasitas dari sebuah kondensator/kapasitor 
adalah perbandingan antara banyaknya 
muatan listrik dengan tegangan kapasitor. 
Yang dinyatakan dengan: 
C = Q/V 
• Dimana: C = kapasitas dalam satuan Farad 
Q = muatan listrik dalam satuan Coulomb 
V = tegangan kapasitor dalam satuan Volt
FUNGSI KONDENSATOR/KAPASITOR 
• Untuk filter 
• Untuk kopling 
• Untuk Fine Tuning 
• Untuk Melewatkan arus AC 
• Untuk osilator 
• Untuk memblok arus DC
KAPASITAS KONDENSATOR/KAPASITOR 
BESAR SATUAN LAMBANG 
1 Farad F 
10-3 miliFarad mF 
10-6 mikroFarad μF 
10-9 nanoFarad nF 
10-12 pikoFarad pF
JENIS KONDENSATOR/KAPASITOR 
• Kondensator/Kapasitor terbagi dalam dua 
kelompok yaitu 
1. kapasitor yang memiliki kapasitas yang 
tetap, dan 
2. kapasitor yang memiliki kapasitas yang 
dapat diubah-ubah atau dengan kata lain 
kapasitor variabel.
KAPASITOR TETAP 
NON POLAR 
POLAR
KAPASITOR TETAP 
• NON POLAR KAPASITOR 
jenis kapasitor yang memiliki 
kapasitas yang tetap, 
kapasitasnya tidak terlalu 
besar. Kapasitor jenis ini 
biasanya terbuat dari bahan 
kertas, mika, keramik dan 
mylar. Tersedia dari besaran 
pF sampai beberapa uF
• KAPASITOR POLAR 
sesuai dengan namanya 
kapasitor ini memiliki 
polaritas pada kedua 
kakinya yaitu polaritas 
positif (+) dan polaritas 
negatif (-). Kapasitor ini 
termasuk dalam kelompok 
kapasitor yang memiliki nilai 
kapasitas yang tetap dan 
memiliki nilai kapasitas yang 
besar, lebih dari 1 uF
KAPASITOR VARIABEL/VARCO 
• Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai 
kapasitas-nya dapat diubah-ubah sesuai 
keinginan. Oleh karena itu kapasitor ini di 
kelompokan ke dalam kapasitor yang 
memiliki nilai kapasitas yang tidak tetap.
KODE WARNA KAPASITOR 
Warna 
Gelang 1 
(Angka 
pertama) 
Gelang 2 
(Angka 
kedua) 
Gelang 3 
(Faktor 
pengali) 
Gelang 4 
(Toleransi) 
Tegangan 
Kerja 
Hitam - 0 1 ± 20% 
Coklat 1 1 101 
Merah 2 2 102 
250 V 
Oranye 3 3 103 
Kuning 4 4 104 
400 V 
Hijau 5 5 105 
Biru 6 6 106 
650 V 
Ungu 7 7 107 
Abu-abu 8 8 108 
Putih 9 9 109 
± 10%
KODE ANGKA PADA KAPASITOR
INDUKTOR 
• Induktor adalah salah satu komponen 
elektronika yang cara kerjanya berdasarkan 
induksi magnet. Induktor biasa disebut juga 
spul dibuat dari bahan kawat beremail tipis. 
Induktor dibuat dari bahan tembaga, diberi 
simbol L dan satuannya Henry disingkat H.
• Fungsi pokok induktor adalah untuk 
menimbulkan medan magnet. Induktor 
berupa kawat yang digulung sehingga menjadi 
kumparan. Kemampuan induktor untuk 
menimbulkan medan magnet disebut 
induktansi. Untuk memperbesar induktansi, 
didalam kumparan disisipkan bahan sebagai 
inti.
MACAM-MACAM INDUKTOR 
• Macam-macam induktor 
menurut bahan pembuat 
intinya dapat dibedakan 
menjadi 4 yaitu: 
• Induktor dengan inti 
udara 
• Induktor dengan inti besi 
• Induktor dengan inti ferit 
• Induktor dengan 
perubahan inti
APLIKASI INDUKTOR DALAM BIDANG 
ELEKTRONIKA 
• RELLAY 
• SPEAKER 
• BUZZER 
• TRANSFORMATOR
KODE WARNA PADA INDUKTOR
TRANSFORMATOR 
• Transformator (trafo) adalah alat yang 
digunakan untuk menaikkan atau menurunkan 
tegangan bolak-balik (AC).
• Transformator terdiri dari 3 komponen pokok 
yaitu: kumparan pertama (primer) yang 
bertindak sebagai input, kumparan kedua 
(skunder) yang bertindak sebagai output, dan 
inti besi yang berfungsi untuk memperkuat 
medan magnet yang dihasilkan.
GAMBAR TRANSFORMATOR
HUBUNGAN DALAM TRANSFORMATOR 
• Hubungan antara tegangan primer, jumlah 
lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah 
lilitan sekunder, dapat dinyatakan 
dalam persamaan :
JENIS TRANSFORMATOR 
Berdasarkan perbandingan antara jumlah 
lilitan primer dan jumlah lilitan skunder 
transformator ada dua jenis yaitu: 
• Transformator step up 
• Transformator step down
TRANSFORMATOR STEP UP 
• transformator yang mengubah tegangan 
bolak-balik rendah menjadi tinggi, 
transformator ini mempunyai jumlah lilitan 
kumparan sekunder lebih banyak daripada 
jumlah lilitan primer (Ns > Np).
TRANSFORMATOR STEP DOWN 
• transformator yang mengubah tegangan 
bolak-balik tinggi menjadi rendah, 
transformator ini mempunyai jumlah lilitan 
kumparan primer lebih banyak daripada 
jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
PENGGUNAAN TRANSFORMATOR 
• Transformator (trafo) digunakan pada 
peralatan listrik terutama yang memerlukan 
perubahan atau penyesuaian besarnya 
tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan 
tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 
volt, Contoh alat listrik lain yang memerlukan 
transformator adalah: TV, komputer, mesin 
foto kopi, gardu listrik dan sebagainya.
TRANSFORMATOR IDEAL 
• Pada transformator ideal, tidak ada energi 
yang diubah menjadi bentuk energi lain di 
dalam transformator sehingga daya listrik 
pada kumparan skunder sama dengan daya 
listrik pada kumparan primer. Atau dapat 
dikatakan efisiensi pada transformator ideal 
adalah 100 persen.
untuk transformator ideal berlaku 
persamaan sebagai berikut:
EFISIENSI TRANSFORMATOR 
• Efisiensi transformator didefinisikan sebagai 
perbandingan antara daya listrik keluaran 
dengan daya listrik yang masuk pada 
transformator. Pada transformator ideal 
efisiensinya 100 %, tetapi pada kenyataannya 
efisiensi tranformator selalu kurang dari 100 
%. hal ini karena sebagian energi terbuang 
menjadi panas.
Efisiensi transformator dapat dihitung 
dengan
CONTOH SOAL 
• Sebuah transformator step down mempunyai 
jumlah lilitan primer 1000 dan lilitan sekunder 
200, digunakan untuk menyalakan lampu 12 V, 
48 W. 
Tentukan: 
a.arus listrik sekunder, 
b.arus listrik primer !
JAWABAN 
Diketahui: Np = 1000 lilitan 
Ns = 200 Lilitan 
Vp = 12 V 
Ps = 48 W 
Ditanyakan: 
a. Is = ? 
b. Ip =? 
• Jawab: 
Jadi, kuat arus sekunder adalah 4 A 
Jadi, kuat arus sekunder adalah 0,8 A
CONTOH SOAL 
• Sebuah transformator mempunyai efisiensi 
80%. Jika lilitan primer dihubungkan dengan 
tegangan 200 V dan mengalir kuat arus listrik 
5 A, 
Tentukan: 
a. daya primer, 
b. daya sekunder
JAWABAN 
Ditanyakan: 
a. Pp = ? 
b. Ps = ? 
• Jawab: 
Jadi, daya primer trafo 1000 W Jadi, daya sekunder transformator 800 watt.

Mengidentifikasi Komponen

  • 1.
    TEKNIK ELEKTRONIKA menerapkandasar-dasar elektronika Mengidentifikasi komponen elektronika Tina Rusita Angga Panca Alam A Fairuz Ramadhan Unesa - SMKN 2 Probolinggo
  • 2.
    Komponen elektronika •Komponen: Elemen terkecil dari rangkaian / sistem elektronika. KOMPONEN ELEKTRONIKA KOMPONEN PASIF KOMPONEN AKTIF
  • 3.
    KOMPONEN PASIF •komponen-komponen elektronika yang tidak memerlukan tegangan ataupun arus listrik agar dapat bekerja. (Komponen ini memerlukan sumber arus dan tegangan sendiri ) • Yang termasuk komponen pasif adalah 1. resistor, 2. kapasitor, dan 3. induktor.
  • 4.
    RESISTOR • Resistordisebut juga dengan tahanan atau hambatan. • berfungsi untuk : 1. Sebagai pembagi arus 2. Sebagai penurun tegangan 3. Sebagai pembagi tegangan 4. Sebagai penghambat aliran arus listrik. • Lambang untuk Resistor ditulis dengan huruf R, satuanya dinyatakan dalam OHM (Ω).
  • 5.
    MACAM-MACAM RESISTOR •RESISTOR TETAP/ FIX/ LINIER • RESISTOR VARIABEL/ NONLINIER
  • 6.
    REISTOR TETAP/ FIX/LINIER • hambatan yang nilainya tetap karena ukuran resistornya sangat kecil, maka nilai hambatannya untuk yang memiliki daya kecil tidak ditulis pada bodinya melainkan dengan menggunakan kode warna. • Sedangkan Resistor yang memiliki Daya Besar, 5 Watt, 10 Watt, 15 Watt, 25 Watt atau lebih nilai resistansinya tidak dituliskan dengan kode warna melainkan langsung ditulis dengan angka. • Resistor tetap/Fixed Resitor umumnya dibuat dari bahan Karbon, pengkodean nilai resistansinya umumnya ada yang memiliki 4 cincin warna dan ada juga yang memiliki 5 cincin warna. • Untuk Resitor dengan toleransi 5% dengan daya 0.5 Watt sampai dengan 3 Watt, dituliskan dengan 4 cincin warna, sedang untuk toleransi 1 % atau 2 % umumnya dengan 5 cincin warna.
  • 7.
  • 8.
    Beberapa hal yangperlu diperhatikan • Makin besar bentuk fisik resistor, makin besar pula daya resistor tersebut. • Semakin besar nilai daya resistor makin tinggi suhu yang bisa diterima resistor tersebut. • Resistor bahan gulungan kawat pasti lebih besar bentuk dan nilai daya-nya dibandingkan resistor dari bahan carbon.
  • 9.
    RESISTOR VARIABEL •Resistor yang nilai tahanannya dibuat dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan. • jenis resistor ini antara lain Potensiometer (resistor variabel), Trimpot, Negative Temperature Co-eficient (NTC), Positive Temperature Co-efficient (PTC), dan Light Dependent Resistor(LDR).
  • 10.
    1. Trimpot: variabelresistor yang nilai hambatannya dapat diubah dengan mengunakan obeng. 2. Potensio: Yaitu variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung mengunakan tangan (tanpa alat bantu) dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser. POTENSIOMETER TRIMPOT
  • 11.
    • PTC :Positive Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin besar nilai hambatannya. • NTC : Negative Temperatur Coefisien adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan suhu. Makin tinggi suhu yang mempengaruhi makin kecil nilai hambatannya. • LDR : Light Dependent Resistor adalah jenis resistor non linier yang nilai hambatannya terpengaruh oleh perubahan intensitas cahaya yang mengenainya. Makin besar intensitas cahaya yang mengenainya makin kecil nilai hambatannya.
  • 12.
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    KAPASITOR/KONDENSATOR • Kondensatoradalah komponen pasif yang dapat menyimpan muatan listrik. Kondensator sering juga disebut sebagai Kapasitor . • Pada dasarnya kondensator adalah dua penghantar yang tersekat satu dari yang lainnya oleh suatu bahan semi isolator.
  • 16.
    • Perhatikan gambar, A dan B adalah penghantar yang berbentuk kawat, kepingan , selinder atau sebagainya. Diantara penghantar itu ada bagian isolasi (udara , kertas, mika dan sebagainya). Bahan isolasi ini disebut bahan dilektrikum.
  • 17.
    PRINSIP KERJA KAPASITOR/KONDENSATOR • Jika kedua ujung plat metal diberi tegangan listrik, maka muatan-muatan positif akan mengumpul pada salah satu kaki (elektroda) metalnya dan pada saat yang sama muatan-muatan negatif terkumpul pada ujung metal yang satu lagi. Muatan positif tidak dapat mengalir menuju ujung kutup negatif dan sebaliknya muatan negatif tidak bisa menuju ke ujung kutup positif, karena terpisah oleh bahan dielektrikum yang non-konduktif.
  • 18.
    • Muatan elektriktersebut "tersimpan” selama tidak ada konduksi pada ujung-ujung kakinya. Di alam bebas, fenomena kapasitor ini terjadi pada saat terkumpulnya muatan-muatan positif dan negatif di awan.
  • 19.
    • Kemampuan kondensator/kapasitoruntuk menyimpan muatan listrik (daya listrik) disebut kapasitansi kondensator/kapasitor. Kapasitansi itu dinyatakan dalam satuan Farad. • Besar kapasitansi kondensator tergantung pada : - Luas keping penghantar, - Jarak antara keping penghantar atau tebalnya bahan dielektrika, - Jenis dielektrikum yang digunakan.
  • 20.
    BESARAN KAPASITANSI •Kapasitas dari sebuah kondensator/kapasitor adalah perbandingan antara banyaknya muatan listrik dengan tegangan kapasitor. Yang dinyatakan dengan: C = Q/V • Dimana: C = kapasitas dalam satuan Farad Q = muatan listrik dalam satuan Coulomb V = tegangan kapasitor dalam satuan Volt
  • 21.
    FUNGSI KONDENSATOR/KAPASITOR •Untuk filter • Untuk kopling • Untuk Fine Tuning • Untuk Melewatkan arus AC • Untuk osilator • Untuk memblok arus DC
  • 22.
    KAPASITAS KONDENSATOR/KAPASITOR BESARSATUAN LAMBANG 1 Farad F 10-3 miliFarad mF 10-6 mikroFarad μF 10-9 nanoFarad nF 10-12 pikoFarad pF
  • 23.
    JENIS KONDENSATOR/KAPASITOR •Kondensator/Kapasitor terbagi dalam dua kelompok yaitu 1. kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap, dan 2. kapasitor yang memiliki kapasitas yang dapat diubah-ubah atau dengan kata lain kapasitor variabel.
  • 24.
  • 25.
    KAPASITOR TETAP •NON POLAR KAPASITOR jenis kapasitor yang memiliki kapasitas yang tetap, kapasitasnya tidak terlalu besar. Kapasitor jenis ini biasanya terbuat dari bahan kertas, mika, keramik dan mylar. Tersedia dari besaran pF sampai beberapa uF
  • 26.
    • KAPASITOR POLAR sesuai dengan namanya kapasitor ini memiliki polaritas pada kedua kakinya yaitu polaritas positif (+) dan polaritas negatif (-). Kapasitor ini termasuk dalam kelompok kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tetap dan memiliki nilai kapasitas yang besar, lebih dari 1 uF
  • 27.
    KAPASITOR VARIABEL/VARCO •Kapasitor variabel adalah kapasitor yang nilai kapasitas-nya dapat diubah-ubah sesuai keinginan. Oleh karena itu kapasitor ini di kelompokan ke dalam kapasitor yang memiliki nilai kapasitas yang tidak tetap.
  • 28.
    KODE WARNA KAPASITOR Warna Gelang 1 (Angka pertama) Gelang 2 (Angka kedua) Gelang 3 (Faktor pengali) Gelang 4 (Toleransi) Tegangan Kerja Hitam - 0 1 ± 20% Coklat 1 1 101 Merah 2 2 102 250 V Oranye 3 3 103 Kuning 4 4 104 400 V Hijau 5 5 105 Biru 6 6 106 650 V Ungu 7 7 107 Abu-abu 8 8 108 Putih 9 9 109 ± 10%
  • 29.
    KODE ANGKA PADAKAPASITOR
  • 30.
    INDUKTOR • Induktoradalah salah satu komponen elektronika yang cara kerjanya berdasarkan induksi magnet. Induktor biasa disebut juga spul dibuat dari bahan kawat beremail tipis. Induktor dibuat dari bahan tembaga, diberi simbol L dan satuannya Henry disingkat H.
  • 31.
    • Fungsi pokokinduktor adalah untuk menimbulkan medan magnet. Induktor berupa kawat yang digulung sehingga menjadi kumparan. Kemampuan induktor untuk menimbulkan medan magnet disebut induktansi. Untuk memperbesar induktansi, didalam kumparan disisipkan bahan sebagai inti.
  • 32.
    MACAM-MACAM INDUKTOR •Macam-macam induktor menurut bahan pembuat intinya dapat dibedakan menjadi 4 yaitu: • Induktor dengan inti udara • Induktor dengan inti besi • Induktor dengan inti ferit • Induktor dengan perubahan inti
  • 33.
    APLIKASI INDUKTOR DALAMBIDANG ELEKTRONIKA • RELLAY • SPEAKER • BUZZER • TRANSFORMATOR
  • 34.
  • 35.
    TRANSFORMATOR • Transformator(trafo) adalah alat yang digunakan untuk menaikkan atau menurunkan tegangan bolak-balik (AC).
  • 36.
    • Transformator terdiridari 3 komponen pokok yaitu: kumparan pertama (primer) yang bertindak sebagai input, kumparan kedua (skunder) yang bertindak sebagai output, dan inti besi yang berfungsi untuk memperkuat medan magnet yang dihasilkan.
  • 37.
  • 38.
    HUBUNGAN DALAM TRANSFORMATOR • Hubungan antara tegangan primer, jumlah lilitan primer, tegangan sekunder, dan jumlah lilitan sekunder, dapat dinyatakan dalam persamaan :
  • 39.
    JENIS TRANSFORMATOR Berdasarkanperbandingan antara jumlah lilitan primer dan jumlah lilitan skunder transformator ada dua jenis yaitu: • Transformator step up • Transformator step down
  • 40.
    TRANSFORMATOR STEP UP • transformator yang mengubah tegangan bolak-balik rendah menjadi tinggi, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan sekunder lebih banyak daripada jumlah lilitan primer (Ns > Np).
  • 41.
    TRANSFORMATOR STEP DOWN • transformator yang mengubah tegangan bolak-balik tinggi menjadi rendah, transformator ini mempunyai jumlah lilitan kumparan primer lebih banyak daripada jumlah lilitan sekunder (Np > Ns).
  • 42.
    PENGGUNAAN TRANSFORMATOR •Transformator (trafo) digunakan pada peralatan listrik terutama yang memerlukan perubahan atau penyesuaian besarnya tegangan bolak-balik. Misal radio memerlukan tegangan 12 volt padahal listrik dari PLN 220 volt, Contoh alat listrik lain yang memerlukan transformator adalah: TV, komputer, mesin foto kopi, gardu listrik dan sebagainya.
  • 43.
    TRANSFORMATOR IDEAL •Pada transformator ideal, tidak ada energi yang diubah menjadi bentuk energi lain di dalam transformator sehingga daya listrik pada kumparan skunder sama dengan daya listrik pada kumparan primer. Atau dapat dikatakan efisiensi pada transformator ideal adalah 100 persen.
  • 44.
    untuk transformator idealberlaku persamaan sebagai berikut:
  • 45.
    EFISIENSI TRANSFORMATOR •Efisiensi transformator didefinisikan sebagai perbandingan antara daya listrik keluaran dengan daya listrik yang masuk pada transformator. Pada transformator ideal efisiensinya 100 %, tetapi pada kenyataannya efisiensi tranformator selalu kurang dari 100 %. hal ini karena sebagian energi terbuang menjadi panas.
  • 46.
  • 47.
    CONTOH SOAL •Sebuah transformator step down mempunyai jumlah lilitan primer 1000 dan lilitan sekunder 200, digunakan untuk menyalakan lampu 12 V, 48 W. Tentukan: a.arus listrik sekunder, b.arus listrik primer !
  • 48.
    JAWABAN Diketahui: Np= 1000 lilitan Ns = 200 Lilitan Vp = 12 V Ps = 48 W Ditanyakan: a. Is = ? b. Ip =? • Jawab: Jadi, kuat arus sekunder adalah 4 A Jadi, kuat arus sekunder adalah 0,8 A
  • 49.
    CONTOH SOAL •Sebuah transformator mempunyai efisiensi 80%. Jika lilitan primer dihubungkan dengan tegangan 200 V dan mengalir kuat arus listrik 5 A, Tentukan: a. daya primer, b. daya sekunder
  • 50.
    JAWABAN Ditanyakan: a.Pp = ? b. Ps = ? • Jawab: Jadi, daya primer trafo 1000 W Jadi, daya sekunder transformator 800 watt.