Fernando Wadijaya
Ivan Rezky
Laurensia Sheryl
Maria Marcelly
Stanly Alviando
X-MIA 2
PENGERTIAN MATA
• Mata adalah salah satu organ / alat indera yang
digunakan untuk mendeteksi cahaya. Mata juga
merupakan peralatan optikal.
• Mata merupakan alat indra yang terdapat pada
manusia. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah
cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada
objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan
gambaran yang kontinu yang dengan segera
dihantarkan ke otak
ANATOMI MATA
• Anatomi mata yang pertama yaitu organ luar. Mata memiliki
organ luar yang terdiri dari :
1. Bulu mata : merupakan rambut pendek yang
tumbuh diujung kelopak mata. Berfungsi sebagai penghalang &
melindungi mata.
2. Alis mata : terletak diatas mata yang berfungsi
untuk melindungi mata sekaligus menahan keringat agar tidak
masuk ke bola mata. Disebut juga dengan supersilium.
3. Kelopak mata : merupakan organ luar mata yang
berfungsi untuk melindungi & menutupi bola mata.
•
Mata juga terdiri dari rangkain organ dalam penyusun mata.
Diantaranya yaitu:
1. Konjungtiva
Yaitu permukaan dalam kelopak mata yang merupakan lapisan
mukosa. Disebut juga dengan lapisan palpebra.
2. Sklera
Merupakan selaput jaringan ikat yang kuat & berada pada lapisan
terluar mata yang berwarna putih.
3. Kornea
 Merupakan bagian depan mata berupa lengkungan tajam yang
dilapisi oleh selaput cahaya. Merupakan pembungkus dari iris & juga
selaput tembus cahaya.
4. Aqueos Humor
 Disebut juga cairan berair. Terletak di belakang kornea serta
berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata & menjaga
bentuk kantong bola mata. Aqueos Humor juga mengandung nutrisi
bagi kornea.
5. Koroid
Lapisan yang dibangun oleh jaringan ikat yang memiliki banyak
pembuluh darah & jumlah sel pigmen.
6. Iris
Merupakan jaringan warna yang berbentuk cincin. Iris berfungsi
sebagai pemberi warna pada mata.
7. Pupil
Celah lingkaran yang dibentuk oleh iris. Fungsi pupil yaitu untuk
mengatur banyak-sedikitnya intensitas cahaya yang masuk ke mata.
8. Lensa Mata/Lensa Kristalin
Berada dibelakang iris & tergantung pada ligamen suspensori.
Bentuk lensa disebut juga ruang viretus, berisi cairan yang lebih
kental(humor viterus). Lensa mata digunakan untuk mengatur
pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa
9. Retina
 Berfungsi untuk mengatur cahaya yang masuk ke mata. Permukaan
retina terdiri atas berjuta-juta sel sensitif yang karena bentuknya
disebut sel batang & sel kerucut
10. Vitreous Humor
 Letaknya dibelakang lensa. Terbuat dari bahan bening, kenyal
(seperti agar-agar). Bahan atau zat tersebut mengisi mata &
membuat bola mata membulat.
11. Otot-otot
 Terdapat otot-otot yang melekat pada mata yaitu:
a. Muskulus orbikularis okuli (otot lingkar mata) = untuk menutup
mata
b. Muskulus rektus okuli (otot disekitar mata) = untuk menutup
c. Muskulus rektus okuli medial (otot disekitar mata) = untuk
menggerakkan mata dalam/bola mata
d. Muskulus obliques okuli inferior = untuk menggerakkan bola
mata ke bawah dan ke atas dalam
e. Muskulus obliques okuli superior = memutar bola mata ke
atas dan keluar
 Dalam pemfokusan, pengaturan jarak fokus lensa dilakukan oleh
otot siliar.
 Ketika mata melihat benda yang sangat jauh, otot siliar
mengendor penuh (rileks) sehingga lensa mata menjadi pipih.
 Ketika benda bergerak lebih mendekat ke mata, otot siliar
secara otomatis menegang sehingga lensa mata lebih cembung.
 Adapun proses dimana lensa mengubah jarak fokus (membuat
lensa mata menjadi cembung atau pipih) untuk memfokuskan
benda-benda pada berbagai jarak disebut gaya akomodasi
mata.
JENIS-JENIS CACAT MATA
 Hipermetropi atau rabun dekat adalah cacat mata yang
mengakibatan seseorang tidak dapat melihat benda pada jarak
dekat.
 Mata hipermetropi disebabkan oleh keadaan fisik lensa mata
yang terlalu pipih atau tidak dapat mencembung dengan
optimal, oleh sebab itu bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh
di belakang retina
 Hipermetropi dapat dibagi menjadi 3 :
a) Hipermetropia manifes
adalah hipermetropia yang dapat dikoreksi dengankacamata positif
maksimal yang dapat memberikan tajam penglihatan normal.
Hipermetropia ini terdiri atas:
• Hipermetropia absolut,
dimana kelainan refraksi tidak diimbangi dengan akomodasi
dan memerlukan kacamata positif untuk melihat jauh.
• Hipermetropia fakultatif,
dimana kelainan hipermetropia dapat diimbangi dengan
akomodasi ataupun kacamata positif.
b) Hipermetropia laten,
dimana kelainan hipermetropia tanpa sikloplegiadiimbangi
seluruhnya dengan akomodasi.
c) Hipermetropia total
adalah hipermetropia yang ukurannya didapatkan sesudah
diberikan sikloplegia.
• Agar dapat melihat normal kembali maka penderita cacat mata ini
dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa positif
(konvergen) dengan kekuatan lensa sebesar.
f dalam satuan
cm
ATAU f dalam
satuan m
Untuk menentukan nilai f dapat dihitung dengan rumus
lensa
P : kekuatan lensa (dioptri)
S : jarak titik dekat mata rata-rata orang normal
(25cm) atau jarak benda yang diinginkan
PP : jarak titik dekat mata orang yang cacat (cm)
S’ : -PP
• Seseorang penderita rabun dekat (hipermetropi) mempunyai
titik dekat 50 cm. Berapa kuat lensa kaca mata yang harus
digunakan agar:
• a. ia dapat membaca pada jarak normal.
• b. Ia dapat melihat dengan jelas benda yang berjarak 30 cm di
depan mata.
• Penyelesaian:
• Diketahui : PP = 50 cm, S = 25 cm
• Ditanya : P = .... dioptri (kuat lensa)
• Jawab: A).
f = 50 cm
• Lanjutan…
• P = = 2 dioptri
• B). S = 30 cm
= =
= =
= 75 cm
P = = 4/3 Dioptri
• Presbiopi atau matatua disebabkan karena daya akomodasi
lensa mata tak bekerja dengan baik akibatnya lensa mata tidak
dapat menfokuskan cahaya ke titik kuning dengan tepat,
sehingga mata tidak bisa melihat yang jauh maupun dekat.
• Presbiopi dapat diatasi dengan lensa ganda yang berisi lensa plus
(+) dan minus (-)(cekung sekaligus cembung).
• Kacamata yang digunakannya haruslah berlensa rangkap atau
bifokal, yakni lensa cekung pada bagian atas untuk melihat benda
jauh dan lensa cembung pada bagian bawah untuk melihat
benda-benda dekat.
• Seseorang yang menderita rabun jauh atau dikatakan
berpenglihatan dekat (terang dekat) biasanya memiliki titik jauh
yang terbatas (pada jarak tertentu) sedangkan titik dekatnya
lebih kecil dari 25 cm.
• Hal ini terjadi karena lensa mata kurang mampu memipih
sebagaimana mestinya sehingga sinar-sinar sejajar yang berasal
dari benda jauh akan berpotongan di depan retina.
• Agar dapat melihat normal orang yang mengalami cacat mata ini
dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung
(lensa divergen).
• Lensa cekung akan memancarkan cahaya sebelum cahaya masuk
ke mata sehingga bayangan jatuh tepat pada retina.
• RUMUS
Atauf dalam
satuan cm
f dalam
satuan m
P = Kekuatan lensa (dioptri)
S = ~
PR = titik jauh mata
S = PR
• Contoh Soal
• Seseorang memiliki titik jauh 200 cm. Berapakah
kekuatan lensa kaca mata orang tersebut agar ia
dapat melihat dengan normal?
• Jawab :
diket: PR = titik jauh, s = ~, s’ = -PR = -200
Dit : P =………dioptri
Jawab:
• Lanjutan…
=
= = =
=
=
200 CM
-0.5 dioptri
• Merupakan cacat mata yang disebabkan oleh kornea mata
yang tidak berbentuk sferik (irisan bola), melainkan lebih
melengkung pada satu bidang daripada bidang lainnya
(bidang silinder). Akibatnya benda titik difokuskan sebagai
garis pendek.
• Mata astigmatisma memfokuskan sinar-sinar pada bidang
vertikal lebih pendek daripada sinar-sinar pada bidang
horizontal.
• Cacat mata jenis ini dapat diatasi dengan menggunakan
kacamata silindris.
• Katarak merupakan suatu cacat mata yang disebabkan oleh
penyakit dimana lensa mata secara parsial atau secara total
buram (tidak tembus cahaya).
• Katarak biasanya dialami oleh lansia, dan pengobatan umum
untuk katarak yaitu operasi pembersihan lensa.
• Glaukoma merupakan cacat mata yang disebabkan oleh
peningkatan abnormal pada tekanan fluida dalam mata
sehingga mengakibatkan kurangnya suplai darah ke retina
yang akhirnya dapat mengarah pada kebutaan.
• Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan pengobatan
secara rutin dan pembedahan.

Fisika (MATA & CACAT MATA)

  • 1.
    Fernando Wadijaya Ivan Rezky LaurensiaSheryl Maria Marcelly Stanly Alviando X-MIA 2
  • 2.
  • 3.
    • Mata adalahsalah satu organ / alat indera yang digunakan untuk mendeteksi cahaya. Mata juga merupakan peralatan optikal. • Mata merupakan alat indra yang terdapat pada manusia. Secara konstan mata menyesuaikan jumlah cahaya yang masuk, memusatkan perhatian pada objek yang dekat dan jauh serta menghasilkan gambaran yang kontinu yang dengan segera dihantarkan ke otak
  • 4.
  • 5.
    • Anatomi matayang pertama yaitu organ luar. Mata memiliki organ luar yang terdiri dari : 1. Bulu mata : merupakan rambut pendek yang tumbuh diujung kelopak mata. Berfungsi sebagai penghalang & melindungi mata. 2. Alis mata : terletak diatas mata yang berfungsi untuk melindungi mata sekaligus menahan keringat agar tidak masuk ke bola mata. Disebut juga dengan supersilium. 3. Kelopak mata : merupakan organ luar mata yang berfungsi untuk melindungi & menutupi bola mata.
  • 6.
    • Mata juga terdiridari rangkain organ dalam penyusun mata. Diantaranya yaitu: 1. Konjungtiva Yaitu permukaan dalam kelopak mata yang merupakan lapisan mukosa. Disebut juga dengan lapisan palpebra. 2. Sklera Merupakan selaput jaringan ikat yang kuat & berada pada lapisan terluar mata yang berwarna putih. 3. Kornea  Merupakan bagian depan mata berupa lengkungan tajam yang dilapisi oleh selaput cahaya. Merupakan pembungkus dari iris & juga selaput tembus cahaya. 4. Aqueos Humor  Disebut juga cairan berair. Terletak di belakang kornea serta berfungsi membiaskan cahaya yang masuk ke mata & menjaga bentuk kantong bola mata. Aqueos Humor juga mengandung nutrisi bagi kornea.
  • 7.
    5. Koroid Lapisan yangdibangun oleh jaringan ikat yang memiliki banyak pembuluh darah & jumlah sel pigmen. 6. Iris Merupakan jaringan warna yang berbentuk cincin. Iris berfungsi sebagai pemberi warna pada mata. 7. Pupil Celah lingkaran yang dibentuk oleh iris. Fungsi pupil yaitu untuk mengatur banyak-sedikitnya intensitas cahaya yang masuk ke mata. 8. Lensa Mata/Lensa Kristalin Berada dibelakang iris & tergantung pada ligamen suspensori. Bentuk lensa disebut juga ruang viretus, berisi cairan yang lebih kental(humor viterus). Lensa mata digunakan untuk mengatur pembiasan yang disebabkan oleh cairan di depan lensa
  • 8.
    9. Retina  Berfungsiuntuk mengatur cahaya yang masuk ke mata. Permukaan retina terdiri atas berjuta-juta sel sensitif yang karena bentuknya disebut sel batang & sel kerucut 10. Vitreous Humor  Letaknya dibelakang lensa. Terbuat dari bahan bening, kenyal (seperti agar-agar). Bahan atau zat tersebut mengisi mata & membuat bola mata membulat. 11. Otot-otot  Terdapat otot-otot yang melekat pada mata yaitu: a. Muskulus orbikularis okuli (otot lingkar mata) = untuk menutup mata b. Muskulus rektus okuli (otot disekitar mata) = untuk menutup c. Muskulus rektus okuli medial (otot disekitar mata) = untuk menggerakkan mata dalam/bola mata
  • 9.
    d. Muskulus obliquesokuli inferior = untuk menggerakkan bola mata ke bawah dan ke atas dalam e. Muskulus obliques okuli superior = memutar bola mata ke atas dan keluar  Dalam pemfokusan, pengaturan jarak fokus lensa dilakukan oleh otot siliar.  Ketika mata melihat benda yang sangat jauh, otot siliar mengendor penuh (rileks) sehingga lensa mata menjadi pipih.  Ketika benda bergerak lebih mendekat ke mata, otot siliar secara otomatis menegang sehingga lensa mata lebih cembung.  Adapun proses dimana lensa mengubah jarak fokus (membuat lensa mata menjadi cembung atau pipih) untuk memfokuskan benda-benda pada berbagai jarak disebut gaya akomodasi mata.
  • 10.
  • 11.
     Hipermetropi ataurabun dekat adalah cacat mata yang mengakibatan seseorang tidak dapat melihat benda pada jarak dekat.  Mata hipermetropi disebabkan oleh keadaan fisik lensa mata yang terlalu pipih atau tidak dapat mencembung dengan optimal, oleh sebab itu bayangan yang dibentuk lensa mata jatuh di belakang retina  Hipermetropi dapat dibagi menjadi 3 : a) Hipermetropia manifes adalah hipermetropia yang dapat dikoreksi dengankacamata positif maksimal yang dapat memberikan tajam penglihatan normal. Hipermetropia ini terdiri atas:
  • 12.
    • Hipermetropia absolut, dimanakelainan refraksi tidak diimbangi dengan akomodasi dan memerlukan kacamata positif untuk melihat jauh. • Hipermetropia fakultatif, dimana kelainan hipermetropia dapat diimbangi dengan akomodasi ataupun kacamata positif. b) Hipermetropia laten, dimana kelainan hipermetropia tanpa sikloplegiadiimbangi seluruhnya dengan akomodasi. c) Hipermetropia total adalah hipermetropia yang ukurannya didapatkan sesudah diberikan sikloplegia.
  • 13.
    • Agar dapatmelihat normal kembali maka penderita cacat mata ini dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa positif (konvergen) dengan kekuatan lensa sebesar. f dalam satuan cm ATAU f dalam satuan m Untuk menentukan nilai f dapat dihitung dengan rumus lensa P : kekuatan lensa (dioptri) S : jarak titik dekat mata rata-rata orang normal (25cm) atau jarak benda yang diinginkan PP : jarak titik dekat mata orang yang cacat (cm) S’ : -PP
  • 14.
    • Seseorang penderitarabun dekat (hipermetropi) mempunyai titik dekat 50 cm. Berapa kuat lensa kaca mata yang harus digunakan agar: • a. ia dapat membaca pada jarak normal. • b. Ia dapat melihat dengan jelas benda yang berjarak 30 cm di depan mata. • Penyelesaian: • Diketahui : PP = 50 cm, S = 25 cm • Ditanya : P = .... dioptri (kuat lensa) • Jawab: A). f = 50 cm
  • 15.
    • Lanjutan… • P= = 2 dioptri • B). S = 30 cm = = = = = 75 cm P = = 4/3 Dioptri
  • 16.
    • Presbiopi ataumatatua disebabkan karena daya akomodasi lensa mata tak bekerja dengan baik akibatnya lensa mata tidak dapat menfokuskan cahaya ke titik kuning dengan tepat, sehingga mata tidak bisa melihat yang jauh maupun dekat. • Presbiopi dapat diatasi dengan lensa ganda yang berisi lensa plus (+) dan minus (-)(cekung sekaligus cembung). • Kacamata yang digunakannya haruslah berlensa rangkap atau bifokal, yakni lensa cekung pada bagian atas untuk melihat benda jauh dan lensa cembung pada bagian bawah untuk melihat benda-benda dekat.
  • 17.
    • Seseorang yangmenderita rabun jauh atau dikatakan berpenglihatan dekat (terang dekat) biasanya memiliki titik jauh yang terbatas (pada jarak tertentu) sedangkan titik dekatnya lebih kecil dari 25 cm. • Hal ini terjadi karena lensa mata kurang mampu memipih sebagaimana mestinya sehingga sinar-sinar sejajar yang berasal dari benda jauh akan berpotongan di depan retina. • Agar dapat melihat normal orang yang mengalami cacat mata ini dapat ditolong dengan menggunakan kaca mata berlensa cekung (lensa divergen). • Lensa cekung akan memancarkan cahaya sebelum cahaya masuk ke mata sehingga bayangan jatuh tepat pada retina.
  • 18.
    • RUMUS Atauf dalam satuancm f dalam satuan m P = Kekuatan lensa (dioptri) S = ~ PR = titik jauh mata S = PR
  • 19.
    • Contoh Soal •Seseorang memiliki titik jauh 200 cm. Berapakah kekuatan lensa kaca mata orang tersebut agar ia dapat melihat dengan normal? • Jawab : diket: PR = titik jauh, s = ~, s’ = -PR = -200 Dit : P =………dioptri Jawab:
  • 20.
    • Lanjutan… = = == = = 200 CM -0.5 dioptri
  • 21.
    • Merupakan cacatmata yang disebabkan oleh kornea mata yang tidak berbentuk sferik (irisan bola), melainkan lebih melengkung pada satu bidang daripada bidang lainnya (bidang silinder). Akibatnya benda titik difokuskan sebagai garis pendek. • Mata astigmatisma memfokuskan sinar-sinar pada bidang vertikal lebih pendek daripada sinar-sinar pada bidang horizontal. • Cacat mata jenis ini dapat diatasi dengan menggunakan kacamata silindris.
  • 22.
    • Katarak merupakansuatu cacat mata yang disebabkan oleh penyakit dimana lensa mata secara parsial atau secara total buram (tidak tembus cahaya). • Katarak biasanya dialami oleh lansia, dan pengobatan umum untuk katarak yaitu operasi pembersihan lensa. • Glaukoma merupakan cacat mata yang disebabkan oleh peningkatan abnormal pada tekanan fluida dalam mata sehingga mengakibatkan kurangnya suplai darah ke retina yang akhirnya dapat mengarah pada kebutaan. • Penyakit ini dapat diatasi dengan melakukan pengobatan secara rutin dan pembedahan.