LAPORAN PENGUKURAN 
LAPORAN LAB. PENGUKURAN 
DISUSUN DAN DIAJUKAN 
UNTUK MELENGKAPI SYARAT-SYARAT MEMPEROLEH NILAI 
MATA KULIAH PENGUKURAN 
DISUSUN OLEH: 
Muhammad Sholeh (15) 1212010075 
JURUSAN TEKNIK MESIN 5A 
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 
2014
KATA PENGANTAR 
Segala puji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu 
tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya 
Kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas praktek 
Laboratium Pengukuran. 
Dalam kesempatan kali ini Kami ingin mengucapkan terima kasih yang 
sedalam-dalamnya kepada Yth Bapak Sidik sebagai dosen pembimbing dalam 
penyelesaian praktikum ini. 
Ibarat kata pepatah tidak ada gading yang tak retak, maka Kami menyadari 
bahwa dalam penyusunan laporan ini jauh dari sempurna, baik dari segi 
penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu Kami mengharapkan 
kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna menjadi acuan dalam bekal 
pengalaman bagi Kami untuk lebih baik di masa yang akan datang. Akhir kata, 
semoga laporan yang Kami susun dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. 
Politeknik Negeri Jakarta i | P a g e 
Wassalamu’alaikum Wr.wb 
Depok, 1 November 2014 
Penyusun
DAFTAR ISI 
Kata Pengantar ................................................................................................... i 
Daftar Isi ............................................................................................................. ii 
Daftar Gambar ..................................................................................................... iii 
BAB I PENDAHULUAN 
1.1. Latar Belakang ......................................................................... 1 
1.2. Perumusan Masalah................................................................... 1 
1.2. Tujuan Pengujian ...................................................................... 1 
BAB II LANDASAN TEORI 
2.1. Pengertian Pengukuran ............................................................. 2 
2.2. Instrumentasi ............................................................................. 2 
2.3. Metrologi .................................................................................. 2 
2.4. Profil Proyektor ......................................................................... 3 
BAB III METODE PENGUJIAN 
3.1. Alat Dan Bahan ........................................................................ 8 
3.2. Langkah Percobaan .................................................................. 8 
BAB IV HASIL PENGUKURAN 
4.1 Baut ........................................................................................... 9 
4.2 V-Block ...................................................................................... 10 
4.3 Benda Tak Beraturan.................................................................. 11 
4.4 Poros ........................................................................................... 12 
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 
5.1 Kesimpulan ................................................................................ 14 
5.2 Saran .......................................................................................... 14 
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15 
Politeknik Negeri Jakarta ii | P a g e
DAFTAR GAMBAR 
Gambar 2.1 : lampu (lamp) ................................................................................. 
Gambar 2.2 : Proyektor (Projector) ..................................................................... 
Gambar 2.3 : layar (screen) ................................................................................. 
Gambar 2.4 : Eretan X, Y, dan Meja................................................................... 
Gambar 2.5 : Alatukur (A) Sudut, (B) Vertikal, (C) Horizontal ......................... 
Gambar 2.6 : Switch (A) Angle Vernier, (B) LampuUtama, (C) LampuSorot... 
Gambar 2.7 : Alat Bantu ..................................................................................... 
Gambar 4.1 : Baut ............................................................................................... 
Gambar 4.2 : V-Block ......................................................................................... 
Gambar 4.3 : Benda Tak Beraturan..................................................................... 
Gambar 4.4 : Poros .............................................................................................. 
Politeknik Negeri Jakarta iii | P a g e
BAB I 
PENDAHULUAN 
Politeknik Negeri Jakarta 1 | P a g e 
1.1 Latar Belakang 
Di zaman modern seperti ini peralatan-peralatan pengukuran banyak sekali 
ragam dan bentuknya. Diperlukan keahlian di dalam menggunakan alat-alat 
tersebut agar dapat mempermudah dalam melaksanakan pekerjaan. Salah satu alat 
pengukuran yang dipergunakan adalah Mitutoyo PH-3500 machine. 
Praktikum pengukuran dengan menggunakan Mitutoyo PH-3500 machine 
merupakan praktikum yang dilakukan untuk mengetahui / mempelajari ukuran-ukuran 
yang secara kasat mata sudah benar tetapi banyak terjadi kesalahan-kesalahan. 
Ketelitian yang ditunjukkan pada mesin ini sangat tinggi karena 
menggunakan skala perbesaran. Untuk itu praktikum ini perlu dilakukan untuk 
dijadikan bekal dimasa depan. 
1.2 Perumusan Masalah 
Tingkat kemampuan produk yang tinggi mengharuskan beriringan dengan 
ketelitian produk yang tinggi. Ketelitian ini dapat diperoleh dengan menggunakan 
mesin yang canggih pula. Dengan diperlukannya penggunaan mesin yang canggih 
diharapkan kemampuan untuk menggunakannya. 
1.3 Tujuan Pengujian 
Tujuan Pengujian praktikum ini adalah dapat mengunakan mesin mitutoyo 
PH-3500 dan mengetahui ukuran-ukuran pada berbagai macam baut, v blok, dan 
benda benda lain secara teliti.
BAB II 
LANDASAN TEORI 
Politeknik Negeri Jakarta 2 | P a g e 
2.1 Pengertian Pengukuran 
Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai pengaruh besar 
terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang lainnya, misalnya teknologi 
elektronika, teknologi informasi, dan teknologi alat ukur. Hal ini disebabkan di 
dalam fisika mengandung prinsipprinsip dasar mengenai gejala-gejala alam yang 
ada di sekitar kita. Fenomena dan gejala-gejala alam tersebut meliputi besaran-besaran 
fisika di antaranya: gerak, cahaya, kalor, listrik, dan energi. 
Penerapan besaran-besaran fisika dalam aktivitas kegiatan sehari-hari 
senantiasa berkaitan dengan pengamatan dan pengukuran. Sebagai contoh, 
informasi kecepatan gerak pesawat terbang bagi seorang pilot berguna untuk 
mengoperasikan pesawat yang dikendalikannya. Besarnya suhu badan kita 
merupakan informasi untuk mengetahui apakah badan kita sehat atau tidak. 
Sepatu dan pakaian yang kita gunakan mempunyai ukuran tertentu. 
Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang 
diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. 
Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut 
besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan 
yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap 
untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk 
melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan 
disebut satuan tidak baku. 
Kegiatan mengukur dapat diartikan sebagai proses perbandingan suatu obyek 
terhadap standar yang relavan dengan mengikuti peraturan-peraturan terkait 
dengan tujuan untuk dapat memberikan gambaran yang jelas tentang obyek 
ukurnya. Dengan melakukan proses pengukuran dapat : 
 Mengadakan komunikasi antar perancang, pelaksana pembuatan, penguji 
mutu dan berbagai pihak yang terkait
 Memperkirakan hal-hal yang akan terjadi 
 Melakukan pengendalian agar sesuatu yang akan terjadi dapat sesuai 
dengan harapan perancang. 
Politeknik Negeri Jakarta 3 | P a g e 
2.2 Instrumentasi 
Bidang ilmu dan teknologi yang mencakup perencanaan, pembuatan, dan 
penggunaan instrument atau alat ukur besaran fisika atau system instrument untuk 
keperluan diteksi, penelitian, pengukuran, pengaturan serta pengolahan data. 
2.3 Metrologi 
Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan kegiatan 
pengukuran. Metrologi mencakup dua hal utama, yaitu : 
 Penetapan definisi satuan-satua ukuran yang diterima secara internasional, 
misalnya meter, kilogram, dsb. 
 Perwujudan satuan-satuan ukuran berdasarkan metode-metode ilmiah, 
misal perwujudan nila meter menggunakan cahaya leser. 
2.4 Profile Projektor 
Profile projektor adalah perangkat pengukuran optikal yang memperbesar 
objek kerja dan diproyeksikan dalam skala linier/sirkular. 
Profile projektor memperbesar profil benda kerja ke dalam sebuah layar 
menggunakan tipe pencahayaan diascopic illumination. Dimension banda dapat 
diukur langsung dari layar atau dibandingkan dengan referensi standar perbesaran. 
Agar akurat, saat pengukuran jangan mengubah sudut pandang (perspektif) obyek. 
Layar yang ada mampu diputar sejauh 360° untuk menyesuaikan dengan tepi 
obyek yang tampil pada layar. 
Ketelitian alat 1 μm untuk pengukuran panjang dan 2’ (2 menit) untuk 
pengukuran sudut. 
Komponen dari profile projektor: 
 Display digital sumbu x-y 
 Lensa kondensor dan proyektor
 Bidang uji 
 Pengatur jarak sumbu x-y 
 Pengatur sudut 
 Sinar projektor 
Lensa kondensor berfungsi untuk mengarahkan arah cahaya kepada objek uji. 
Lensa projektor berfungsi untuk meneruskan profile atau bayangan dari objek uji 
Cara kerja profile projektor: 
Politeknik Negeri Jakarta 4 | P a g e 
a. Dimensi Linier 
1. Objek uji diletakkan di bidang uji dan jepit 
2. Proyektor dinyalakan sehingga bayangan dari objek terlihat di dispaly 
lensa proyektor. 
3. Fokus dari projektor disesuaikan sampai terlihat jelas. 
4. Pengaturan jarak sumbu x-y dipindah ke acuan titik dari objek uji 
secara vertikal atau horizontal. 
5. Display digital sumbu x-y diatur hingga menunjukkan angka nol. 
6. Pengaturan jarak sumbu x-y digeser ke titik lain yang ingin diukur. 
b. Sudut 
1. Pastikan angka yang tertera di pengukuran sudut tertulis angka nol. 
2. Salah satu garis silang pada kaca buram dibuat berhimpit dengan salah 
satu tepi bayangan, dengan cara menggerakkan memutar pengaturan 
sudut. 
3. Angka yangtertulis pada pengaturan sudut adalah besar sudut yang 
diukur. 
Komponen- komponen utama profile projektor, antara lain: 
Komponen Profil Proyektor 
1. Lampu (lamp) 
Lampu diposisikan dibagian depan profil pryektor yang mengarah ke 
proyektor dan terdapat kondensor agar cahaya dapat diarahkan ke 
proyektor. Lampu digunakan sebagai sumber cahaya pada system 
optiknya.
Gambar 2.1 : lampu (lamp) 
Politeknik Negeri Jakarta 5 | P a g e 
2. Proyektor (Projector) 
Proyektor digunakan untuk memproyeksikan cahaya kecermin lalu 
diteruskan kelayar. Proyektor memiliki pembesaran yang beragam, yaitu 
10x, 25x, 50x, dan 100x. 
Gambar 2.2 : Proyektor (Projector) 
3. Layar (screen) 
Layar berfungsi sebagai penerima cahaya yang telah diproyeksikan oleh 
proyetor. Pada layar terdapat garis silang untuk memposisikan bayangan 
benda ukur. Piringan layar dapat diputar 360º untuk dapat membac sudut 
bayangan. 
Gambar 2.3 : layar (screen)
4. Eretan X, Y, dan Meja 
Eretan ini terdapat pada meja, digunakan untuk menggerakkan meja searah 
vertical untuk eretan X, dan searah horizontal untuk eretan Y. meja 
digunakan sebagai dudukan benda ukur, meja diposisikan di antara 
kondensor dengan proyektor. 
Gambar 2.4 : Eretan X, Y, dan Meja 
Politeknik Negeri Jakarta 6 | P a g e 
5. Alat Ukur 
Pada profil proyektor digunakan tiga alat ukur yang berjenis vernier digital 
untuk membaca panjang, lebar, tinggi, dan sudut. ketiga alat ukur ini dapat 
dilihat pada gambar dibawah ini: 
Gambar 2.5 : Alatukur (A) Sudut, (B) Vertikal, (C) Horizontal
Politeknik Negeri Jakarta 7 | P a g e 
6. Switch 
Terdapat tiga switch pada profil proyektor, yaitu : switch lampu utama, 
switch angle vernier, dan switch lampu sorot fleksibel. Yang dapat dilihat 
pada gambar dibwah ini : 
Gambar 2.6 : Switch (A) Angle Vernier, (B) LampuUtama, 
(C) LampuSorot 
7. Alat Bantu 
Apabila pengukuran memiliki dimensi yang sangat kecil maka benda ukur 
akan di klem yang berupa cermin dengan klem pada sisinya. 
Gambar 2.7 : Alat Bantu
BAB III 
METODE PENGUJIAN 
Politeknik Negeri Jakarta 8 | P a g e 
3.1 Alat Dan Bahan 
1. Bahan uji: 
 6 buah baut 
 3 buah v-block 
 1 buah benda tak beraturan 
 1 bauh poros 
2. Alat 
 Mitutoyo PH-3500 machine 
3.2 Langkah Percobaan 
1. Mempersiapkan benda uji 
2. Menyalakan mesin mirutoyo PH-3500 
3. Meletakkan benda uji pada meja kerja 
4. Memfokuskan benda uji dengan memutar handle fokus 
5. Mengatur start point pengukuran (meletakkan tempat awal 
pengukuran) 
6. Melakukan pengukuran untuk arah X,Y maupun kemiringan (derajat)
BAB IV 
HASIL PENGUKURAN 
Politeknik Negeri Jakarta 9 | P a g e 
4.1 Baut 
Gambar 4.1 : Baut 
Dimensi 
Part 
1 2 3 4 5 6 
A 9.650 11.686 7.19 6.359 8.100 6.189 
B 11.751 10.096 9.489 7.611 9.691 7.745 
C 32.738 32.695 25.658 65.002 40.741 22.008 
D 7.888 7.684 7.035 5.148 5.980 5.597 
E 20.809 20.987 17.229 11.789 17.057 13.499 
F 1.763 1.720 1.637 1.242 1.464 1.394 
G 30.43o 34.43o 28.56o 32.29o 28.44o 30.05o 
H 0.26o - 0.25o 0.23o - - 
I 31.09o 29.29o 33.11o 27.31o 31.11o 28.14o 
J 6.786 10.582 8.382 7.049 9.630 7.786 
K 59.58o 60.470o 59.78o 61.784o 59.43o 58.55o
M 23.478 22.367 19.350 13.420 19.210 15.327 
N 18.650 18.522 15.489 10.036 15.590 11.336 
Politeknik Negeri Jakarta 10 | P a g e 
4.2 V-block 
Gambar 4.2 V-Block 
Dimensi 
Part 
1 2 3 
A 2.869 3.254 2.869 
B 28.011 29.834 27.919
C 90.04 90.32 89.18 
D 5.870 5.937 5.961 
E 11.071 11.148 11.270 
F 11.836 11.976 10.997 
G 5.935 5.985 6.078 
H 27.932 29.794 27.835 
I 5.905 7.610 6.834 
J 10.072 10.132 10.547 
K 90.04 92.22 90.58 
L 5.850 6.022 6.160 
M 7.170 7.388 6.489 
O 3.869 3.935 3.935 
P 45.075 45.159 45.075 
Politeknik Negeri Jakarta 11 | P a g e 
4.3 Benda Tak Beraturan 
Gambar 4.3 : Benda Tak Beraturan 
Dimensi Ukuran 
A 6.616 
B 49.152
C 60.527 
E 8.505 
F 4.627 
G 1.085 
I 43.862 
J 4.793 
K 11.256 
L 3.636 
M 12.252 
N 19.172 
O 4.990 
P 4.740 
Q 33.432 
R 11.288 
S 8.44 
T 11.814 
V 5.960 
W 14.375 
X 3.075 
Y 0.387 
Z 2.093 
Politeknik Negeri Jakarta 12 | P a g e 
4.4 Poros 
Gambar 4.4 : Poros
Dimensi Ukuran 
A 16.323 
B 21.785 
C 24.7 
D 36.573 
E 21.76 
F 19.566 
G 16.272 
H 19.452 
Politeknik Negeri Jakarta 13 | P a g e
BAB V 
KESIMPULAN DAN SARAN 
Politeknik Negeri Jakarta 14 | P a g e 
5.1 Kesimpulan 
Berdasarkan hasil percobaan pengujian pengkuran yang telah kami 
lakukan, maka didapatkan beberapa kesimpulan, antara lain: pengukuran dengan 
menggunakan mesin mitutoyo PH-3500 menghasilkan ukuran dengan ketelitian 
yang tinggi. 
5.2 Saran 
Pada mesin amplas harusnya dilengkapi dengan pemegang benda kerja 
otomatis agar proses pengamplasan lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. 
Ditambah lagi pada untuk memudahkan proses pemolesan sebaiknya 
menggunakan mesin poles.
DAFTAR PUSTAKA 
http://www.rumus- fisika.com/2012/07/pengertian-pengukuran.html 
http://rumushitung.com/2013/06/23/macam-macam-alat-ukur-dan-kegunaannya/ 
Politeknik Negeri Jakarta 15 | P a g e

Laporan uji pengukuran

  • 1.
    LAPORAN PENGUKURAN LAPORANLAB. PENGUKURAN DISUSUN DAN DIAJUKAN UNTUK MELENGKAPI SYARAT-SYARAT MEMPEROLEH NILAI MATA KULIAH PENGUKURAN DISUSUN OLEH: Muhammad Sholeh (15) 1212010075 JURUSAN TEKNIK MESIN 5A POLITEKNIK NEGERI JAKARTA 2014
  • 2.
    KATA PENGANTAR Segalapuji hanya milik Allah SWT. Shalawat dan salam selalu tercurahkan kepada Rasulullah SAW. Berkat limpahan dan rahmat-Nya Kami mampu menyelesaikan tugas makalah ini guna memenuhi tugas praktek Laboratium Pengukuran. Dalam kesempatan kali ini Kami ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada Yth Bapak Sidik sebagai dosen pembimbing dalam penyelesaian praktikum ini. Ibarat kata pepatah tidak ada gading yang tak retak, maka Kami menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini jauh dari sempurna, baik dari segi penyusunan, bahasan, ataupun penulisannya. Oleh karena itu Kami mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun, guna menjadi acuan dalam bekal pengalaman bagi Kami untuk lebih baik di masa yang akan datang. Akhir kata, semoga laporan yang Kami susun dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Politeknik Negeri Jakarta i | P a g e Wassalamu’alaikum Wr.wb Depok, 1 November 2014 Penyusun
  • 3.
    DAFTAR ISI KataPengantar ................................................................................................... i Daftar Isi ............................................................................................................. ii Daftar Gambar ..................................................................................................... iii BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang ......................................................................... 1 1.2. Perumusan Masalah................................................................... 1 1.2. Tujuan Pengujian ...................................................................... 1 BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Pengukuran ............................................................. 2 2.2. Instrumentasi ............................................................................. 2 2.3. Metrologi .................................................................................. 2 2.4. Profil Proyektor ......................................................................... 3 BAB III METODE PENGUJIAN 3.1. Alat Dan Bahan ........................................................................ 8 3.2. Langkah Percobaan .................................................................. 8 BAB IV HASIL PENGUKURAN 4.1 Baut ........................................................................................... 9 4.2 V-Block ...................................................................................... 10 4.3 Benda Tak Beraturan.................................................................. 11 4.4 Poros ........................................................................................... 12 BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ................................................................................ 14 5.2 Saran .......................................................................................... 14 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 15 Politeknik Negeri Jakarta ii | P a g e
  • 4.
    DAFTAR GAMBAR Gambar2.1 : lampu (lamp) ................................................................................. Gambar 2.2 : Proyektor (Projector) ..................................................................... Gambar 2.3 : layar (screen) ................................................................................. Gambar 2.4 : Eretan X, Y, dan Meja................................................................... Gambar 2.5 : Alatukur (A) Sudut, (B) Vertikal, (C) Horizontal ......................... Gambar 2.6 : Switch (A) Angle Vernier, (B) LampuUtama, (C) LampuSorot... Gambar 2.7 : Alat Bantu ..................................................................................... Gambar 4.1 : Baut ............................................................................................... Gambar 4.2 : V-Block ......................................................................................... Gambar 4.3 : Benda Tak Beraturan..................................................................... Gambar 4.4 : Poros .............................................................................................. Politeknik Negeri Jakarta iii | P a g e
  • 5.
    BAB I PENDAHULUAN Politeknik Negeri Jakarta 1 | P a g e 1.1 Latar Belakang Di zaman modern seperti ini peralatan-peralatan pengukuran banyak sekali ragam dan bentuknya. Diperlukan keahlian di dalam menggunakan alat-alat tersebut agar dapat mempermudah dalam melaksanakan pekerjaan. Salah satu alat pengukuran yang dipergunakan adalah Mitutoyo PH-3500 machine. Praktikum pengukuran dengan menggunakan Mitutoyo PH-3500 machine merupakan praktikum yang dilakukan untuk mengetahui / mempelajari ukuran-ukuran yang secara kasat mata sudah benar tetapi banyak terjadi kesalahan-kesalahan. Ketelitian yang ditunjukkan pada mesin ini sangat tinggi karena menggunakan skala perbesaran. Untuk itu praktikum ini perlu dilakukan untuk dijadikan bekal dimasa depan. 1.2 Perumusan Masalah Tingkat kemampuan produk yang tinggi mengharuskan beriringan dengan ketelitian produk yang tinggi. Ketelitian ini dapat diperoleh dengan menggunakan mesin yang canggih pula. Dengan diperlukannya penggunaan mesin yang canggih diharapkan kemampuan untuk menggunakannya. 1.3 Tujuan Pengujian Tujuan Pengujian praktikum ini adalah dapat mengunakan mesin mitutoyo PH-3500 dan mengetahui ukuran-ukuran pada berbagai macam baut, v blok, dan benda benda lain secara teliti.
  • 6.
    BAB II LANDASANTEORI Politeknik Negeri Jakarta 2 | P a g e 2.1 Pengertian Pengukuran Fisika merupakan ilmu pengetahuan yang mempunyai pengaruh besar terhadap perkembangan ilmu pengetahuan yang lainnya, misalnya teknologi elektronika, teknologi informasi, dan teknologi alat ukur. Hal ini disebabkan di dalam fisika mengandung prinsipprinsip dasar mengenai gejala-gejala alam yang ada di sekitar kita. Fenomena dan gejala-gejala alam tersebut meliputi besaran-besaran fisika di antaranya: gerak, cahaya, kalor, listrik, dan energi. Penerapan besaran-besaran fisika dalam aktivitas kegiatan sehari-hari senantiasa berkaitan dengan pengamatan dan pengukuran. Sebagai contoh, informasi kecepatan gerak pesawat terbang bagi seorang pilot berguna untuk mengoperasikan pesawat yang dikendalikannya. Besarnya suhu badan kita merupakan informasi untuk mengetahui apakah badan kita sehat atau tidak. Sepatu dan pakaian yang kita gunakan mempunyai ukuran tertentu. Pengukuran merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran yang diukur dengan alat ukur yang digunakan sebagai satuan. Sesuatu yang dapat diukur dan dapat dinyatakan dengan angka disebut besaran, sedangkan pembanding dalam suatu pengukuran disebut satuan. Satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang sama atau tetap untuk semua orang disebut satuan baku, sedangkan satuan yang digunakan untuk melakukan pengukuran dengan hasil yang tidak sama untuk orang yang berlainan disebut satuan tidak baku. Kegiatan mengukur dapat diartikan sebagai proses perbandingan suatu obyek terhadap standar yang relavan dengan mengikuti peraturan-peraturan terkait dengan tujuan untuk dapat memberikan gambaran yang jelas tentang obyek ukurnya. Dengan melakukan proses pengukuran dapat :  Mengadakan komunikasi antar perancang, pelaksana pembuatan, penguji mutu dan berbagai pihak yang terkait
  • 7.
     Memperkirakan hal-halyang akan terjadi  Melakukan pengendalian agar sesuatu yang akan terjadi dapat sesuai dengan harapan perancang. Politeknik Negeri Jakarta 3 | P a g e 2.2 Instrumentasi Bidang ilmu dan teknologi yang mencakup perencanaan, pembuatan, dan penggunaan instrument atau alat ukur besaran fisika atau system instrument untuk keperluan diteksi, penelitian, pengukuran, pengaturan serta pengolahan data. 2.3 Metrologi Ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkaitan dengan kegiatan pengukuran. Metrologi mencakup dua hal utama, yaitu :  Penetapan definisi satuan-satua ukuran yang diterima secara internasional, misalnya meter, kilogram, dsb.  Perwujudan satuan-satuan ukuran berdasarkan metode-metode ilmiah, misal perwujudan nila meter menggunakan cahaya leser. 2.4 Profile Projektor Profile projektor adalah perangkat pengukuran optikal yang memperbesar objek kerja dan diproyeksikan dalam skala linier/sirkular. Profile projektor memperbesar profil benda kerja ke dalam sebuah layar menggunakan tipe pencahayaan diascopic illumination. Dimension banda dapat diukur langsung dari layar atau dibandingkan dengan referensi standar perbesaran. Agar akurat, saat pengukuran jangan mengubah sudut pandang (perspektif) obyek. Layar yang ada mampu diputar sejauh 360° untuk menyesuaikan dengan tepi obyek yang tampil pada layar. Ketelitian alat 1 μm untuk pengukuran panjang dan 2’ (2 menit) untuk pengukuran sudut. Komponen dari profile projektor:  Display digital sumbu x-y  Lensa kondensor dan proyektor
  • 8.
     Bidang uji  Pengatur jarak sumbu x-y  Pengatur sudut  Sinar projektor Lensa kondensor berfungsi untuk mengarahkan arah cahaya kepada objek uji. Lensa projektor berfungsi untuk meneruskan profile atau bayangan dari objek uji Cara kerja profile projektor: Politeknik Negeri Jakarta 4 | P a g e a. Dimensi Linier 1. Objek uji diletakkan di bidang uji dan jepit 2. Proyektor dinyalakan sehingga bayangan dari objek terlihat di dispaly lensa proyektor. 3. Fokus dari projektor disesuaikan sampai terlihat jelas. 4. Pengaturan jarak sumbu x-y dipindah ke acuan titik dari objek uji secara vertikal atau horizontal. 5. Display digital sumbu x-y diatur hingga menunjukkan angka nol. 6. Pengaturan jarak sumbu x-y digeser ke titik lain yang ingin diukur. b. Sudut 1. Pastikan angka yang tertera di pengukuran sudut tertulis angka nol. 2. Salah satu garis silang pada kaca buram dibuat berhimpit dengan salah satu tepi bayangan, dengan cara menggerakkan memutar pengaturan sudut. 3. Angka yangtertulis pada pengaturan sudut adalah besar sudut yang diukur. Komponen- komponen utama profile projektor, antara lain: Komponen Profil Proyektor 1. Lampu (lamp) Lampu diposisikan dibagian depan profil pryektor yang mengarah ke proyektor dan terdapat kondensor agar cahaya dapat diarahkan ke proyektor. Lampu digunakan sebagai sumber cahaya pada system optiknya.
  • 9.
    Gambar 2.1 :lampu (lamp) Politeknik Negeri Jakarta 5 | P a g e 2. Proyektor (Projector) Proyektor digunakan untuk memproyeksikan cahaya kecermin lalu diteruskan kelayar. Proyektor memiliki pembesaran yang beragam, yaitu 10x, 25x, 50x, dan 100x. Gambar 2.2 : Proyektor (Projector) 3. Layar (screen) Layar berfungsi sebagai penerima cahaya yang telah diproyeksikan oleh proyetor. Pada layar terdapat garis silang untuk memposisikan bayangan benda ukur. Piringan layar dapat diputar 360º untuk dapat membac sudut bayangan. Gambar 2.3 : layar (screen)
  • 10.
    4. Eretan X,Y, dan Meja Eretan ini terdapat pada meja, digunakan untuk menggerakkan meja searah vertical untuk eretan X, dan searah horizontal untuk eretan Y. meja digunakan sebagai dudukan benda ukur, meja diposisikan di antara kondensor dengan proyektor. Gambar 2.4 : Eretan X, Y, dan Meja Politeknik Negeri Jakarta 6 | P a g e 5. Alat Ukur Pada profil proyektor digunakan tiga alat ukur yang berjenis vernier digital untuk membaca panjang, lebar, tinggi, dan sudut. ketiga alat ukur ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 2.5 : Alatukur (A) Sudut, (B) Vertikal, (C) Horizontal
  • 11.
    Politeknik Negeri Jakarta7 | P a g e 6. Switch Terdapat tiga switch pada profil proyektor, yaitu : switch lampu utama, switch angle vernier, dan switch lampu sorot fleksibel. Yang dapat dilihat pada gambar dibwah ini : Gambar 2.6 : Switch (A) Angle Vernier, (B) LampuUtama, (C) LampuSorot 7. Alat Bantu Apabila pengukuran memiliki dimensi yang sangat kecil maka benda ukur akan di klem yang berupa cermin dengan klem pada sisinya. Gambar 2.7 : Alat Bantu
  • 12.
    BAB III METODEPENGUJIAN Politeknik Negeri Jakarta 8 | P a g e 3.1 Alat Dan Bahan 1. Bahan uji:  6 buah baut  3 buah v-block  1 buah benda tak beraturan  1 bauh poros 2. Alat  Mitutoyo PH-3500 machine 3.2 Langkah Percobaan 1. Mempersiapkan benda uji 2. Menyalakan mesin mirutoyo PH-3500 3. Meletakkan benda uji pada meja kerja 4. Memfokuskan benda uji dengan memutar handle fokus 5. Mengatur start point pengukuran (meletakkan tempat awal pengukuran) 6. Melakukan pengukuran untuk arah X,Y maupun kemiringan (derajat)
  • 13.
    BAB IV HASILPENGUKURAN Politeknik Negeri Jakarta 9 | P a g e 4.1 Baut Gambar 4.1 : Baut Dimensi Part 1 2 3 4 5 6 A 9.650 11.686 7.19 6.359 8.100 6.189 B 11.751 10.096 9.489 7.611 9.691 7.745 C 32.738 32.695 25.658 65.002 40.741 22.008 D 7.888 7.684 7.035 5.148 5.980 5.597 E 20.809 20.987 17.229 11.789 17.057 13.499 F 1.763 1.720 1.637 1.242 1.464 1.394 G 30.43o 34.43o 28.56o 32.29o 28.44o 30.05o H 0.26o - 0.25o 0.23o - - I 31.09o 29.29o 33.11o 27.31o 31.11o 28.14o J 6.786 10.582 8.382 7.049 9.630 7.786 K 59.58o 60.470o 59.78o 61.784o 59.43o 58.55o
  • 14.
    M 23.478 22.36719.350 13.420 19.210 15.327 N 18.650 18.522 15.489 10.036 15.590 11.336 Politeknik Negeri Jakarta 10 | P a g e 4.2 V-block Gambar 4.2 V-Block Dimensi Part 1 2 3 A 2.869 3.254 2.869 B 28.011 29.834 27.919
  • 15.
    C 90.04 90.3289.18 D 5.870 5.937 5.961 E 11.071 11.148 11.270 F 11.836 11.976 10.997 G 5.935 5.985 6.078 H 27.932 29.794 27.835 I 5.905 7.610 6.834 J 10.072 10.132 10.547 K 90.04 92.22 90.58 L 5.850 6.022 6.160 M 7.170 7.388 6.489 O 3.869 3.935 3.935 P 45.075 45.159 45.075 Politeknik Negeri Jakarta 11 | P a g e 4.3 Benda Tak Beraturan Gambar 4.3 : Benda Tak Beraturan Dimensi Ukuran A 6.616 B 49.152
  • 16.
    C 60.527 E8.505 F 4.627 G 1.085 I 43.862 J 4.793 K 11.256 L 3.636 M 12.252 N 19.172 O 4.990 P 4.740 Q 33.432 R 11.288 S 8.44 T 11.814 V 5.960 W 14.375 X 3.075 Y 0.387 Z 2.093 Politeknik Negeri Jakarta 12 | P a g e 4.4 Poros Gambar 4.4 : Poros
  • 17.
    Dimensi Ukuran A16.323 B 21.785 C 24.7 D 36.573 E 21.76 F 19.566 G 16.272 H 19.452 Politeknik Negeri Jakarta 13 | P a g e
  • 18.
    BAB V KESIMPULANDAN SARAN Politeknik Negeri Jakarta 14 | P a g e 5.1 Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan pengujian pengkuran yang telah kami lakukan, maka didapatkan beberapa kesimpulan, antara lain: pengukuran dengan menggunakan mesin mitutoyo PH-3500 menghasilkan ukuran dengan ketelitian yang tinggi. 5.2 Saran Pada mesin amplas harusnya dilengkapi dengan pemegang benda kerja otomatis agar proses pengamplasan lebih cepat dan hasilnya lebih akurat. Ditambah lagi pada untuk memudahkan proses pemolesan sebaiknya menggunakan mesin poles.
  • 19.
    DAFTAR PUSTAKA http://www.rumus-fisika.com/2012/07/pengertian-pengukuran.html http://rumushitung.com/2013/06/23/macam-macam-alat-ukur-dan-kegunaannya/ Politeknik Negeri Jakarta 15 | P a g e