KULLIYATUL KHOMS
1. Isna Zahrotun Nisa (2321078)
2. Imronah (2321118)
Disusun Oleh :
Kulliyat Khoms
Kulliyat memiliki makna menetapkan suatu ketentuan hukum atas sesuatu secara satu
persatu. Sedangkan kulliyat khoms adalah unsur-unsur yang menyusun sebuah ta'rif atau
al-qaul al-syariah.
1. Kulli Dzati : suatu kulli yang tidak keluar dari mahiyah
(hakikat sesuatu). Kulli dzati juga bisa diartikan sebagai
lawan 'irdhi (sifat). Contoh: manusia. Apa hakikat manusia?
Hakikatnya ialah binatang yang berpikir. Jadi, binatang
adalah bagian dari hakikat manusia.
2. Kulli 'irdhi : sesuatu yang di luar dari hakikat
sesuatu. Contoh: tertawa, putih,.
Jenis dibagi menjadi tiga bagian :
A. Jenis Safil (qarib) : Kulli yang di bawahnya tidak ada jenis, sedang di atasnya ada
beberapa jenis. Contoh: hewan.
B. Jenis Mutawasshith (menengah) : kulli yang di atasnya ada jenis dan di bawahnya juga
ada jenis. Contoh: jismi nami (benda yang berkembang)
C. Jenis 'Ali atau Ba'id (tinggi atau jauh) : jenis yang tidak ada jenis yang lain di atasnya,
tapi di bawahnya ada beberapa jenis. Contoh: jauhar di bawah jauhar ini ada jism, jism
yang berkembang dan hewan.
Nau' dibagi menjadi dua bagian :
A. Nau' Hakiki : lafadz kulli yang bernung di bawah jenis, dan afrad-afradnya sesuai
dengan hakikat-hakikatnya. Contoh: manusia, kata manusia ini bernaung di bawah
hewan.
B. Nau' Idhafi : lafadz kulli yang bernaung di bawah jenis, baik afrad-afradnya sesuai
dengan hakikatnya atau tidak . Contoh: hewan. Kata hewan ini bernaung di bawah
jism name dan afrad-afradnya tidak sesuai dengan hakikatnya.
Nau' Ishadi dibagi menjadi tiga bagian :
A. Nau' Safil : nau' yang di bawahnya tidak ada kulli apapun kecuali afrad-afraf juz'yah, seperti manusia.
B. Nau' Mutawassithah : nau' yang di bawahnya ada nau' dan di atasnya juga ada nau' , seperti hewan dan
jisim nami.
C. Nau' 'Ali : nau' yang di atasnya tidak ada kulli apapun kecuali jenis 'ali seperti jisim, di atas jisim ini tidak
ada kecuali jauhar.
01
04 ADD TITLE HERE
ADD TITLE HERE
Fashl dibagi menjadi dua bagian :
A. Fashl Qarib (dekat): suatu lafadz untuk membedakan afrad-afrad sesuatu hakikat dari afrad-afrad
lainnya yang ada persamaannya di dalam jenisnya yang lebih dekat. Seperti berpikir.
B. Fashl Ba'id (jauh) : suatu lafadz untuk membedakan suatu afrad hakikat dari afrad hakikat lainnya
yang ada persamaan pada jenisnya yang jauh. Seperti bergerak dengan kehendak dalam men-ta'rif-kan
manusia.
Kulliyat memiliki makna menetapkan suatu ketentuan (hukum) atas sesuatu secara satu persatu.
Sedangkan kulliyatul khoms adalah unsur-unsur yang menyusun sebuah ta'rif.
Jenis adalah lafadz kulli yang mashdaqnya terdiri dari substansi-substansi (hakikat) yang berbeda.
Nau' secara lughawi berarti macam . Secara Mantili nau' adalah lafadz kulli yang mashdaqnya
Mustafa, Ibrahim, Ali dan lainnya.
Nau' Idhafi adalah lafadz kulli yang bernaung di bawah jenis, baik afrad-afradnya sesuai dengan
hakikatnya atau tidak.
Fashl adalah suatu sifat atau sejumlah sifat-sifat dzatiyyah yang membedakan antara afrad hakikat
yang satu dengan yang lain.
Thank YOU
Wassalamu'alaikum
wr. Wb

KULLIYATUL KHOMS.pptx

  • 1.
    KULLIYATUL KHOMS 1. IsnaZahrotun Nisa (2321078) 2. Imronah (2321118) Disusun Oleh :
  • 2.
    Kulliyat Khoms Kulliyat memilikimakna menetapkan suatu ketentuan hukum atas sesuatu secara satu persatu. Sedangkan kulliyat khoms adalah unsur-unsur yang menyusun sebuah ta'rif atau al-qaul al-syariah.
  • 3.
    1. Kulli Dzati: suatu kulli yang tidak keluar dari mahiyah (hakikat sesuatu). Kulli dzati juga bisa diartikan sebagai lawan 'irdhi (sifat). Contoh: manusia. Apa hakikat manusia? Hakikatnya ialah binatang yang berpikir. Jadi, binatang adalah bagian dari hakikat manusia. 2. Kulli 'irdhi : sesuatu yang di luar dari hakikat sesuatu. Contoh: tertawa, putih,.
  • 4.
    Jenis dibagi menjaditiga bagian : A. Jenis Safil (qarib) : Kulli yang di bawahnya tidak ada jenis, sedang di atasnya ada beberapa jenis. Contoh: hewan. B. Jenis Mutawasshith (menengah) : kulli yang di atasnya ada jenis dan di bawahnya juga ada jenis. Contoh: jismi nami (benda yang berkembang) C. Jenis 'Ali atau Ba'id (tinggi atau jauh) : jenis yang tidak ada jenis yang lain di atasnya, tapi di bawahnya ada beberapa jenis. Contoh: jauhar di bawah jauhar ini ada jism, jism yang berkembang dan hewan.
  • 5.
    Nau' dibagi menjadidua bagian : A. Nau' Hakiki : lafadz kulli yang bernung di bawah jenis, dan afrad-afradnya sesuai dengan hakikat-hakikatnya. Contoh: manusia, kata manusia ini bernaung di bawah hewan. B. Nau' Idhafi : lafadz kulli yang bernaung di bawah jenis, baik afrad-afradnya sesuai dengan hakikatnya atau tidak . Contoh: hewan. Kata hewan ini bernaung di bawah jism name dan afrad-afradnya tidak sesuai dengan hakikatnya.
  • 6.
    Nau' Ishadi dibagimenjadi tiga bagian : A. Nau' Safil : nau' yang di bawahnya tidak ada kulli apapun kecuali afrad-afraf juz'yah, seperti manusia. B. Nau' Mutawassithah : nau' yang di bawahnya ada nau' dan di atasnya juga ada nau' , seperti hewan dan jisim nami. C. Nau' 'Ali : nau' yang di atasnya tidak ada kulli apapun kecuali jenis 'ali seperti jisim, di atas jisim ini tidak ada kecuali jauhar.
  • 7.
    01 04 ADD TITLEHERE ADD TITLE HERE Fashl dibagi menjadi dua bagian : A. Fashl Qarib (dekat): suatu lafadz untuk membedakan afrad-afrad sesuatu hakikat dari afrad-afrad lainnya yang ada persamaannya di dalam jenisnya yang lebih dekat. Seperti berpikir. B. Fashl Ba'id (jauh) : suatu lafadz untuk membedakan suatu afrad hakikat dari afrad hakikat lainnya yang ada persamaan pada jenisnya yang jauh. Seperti bergerak dengan kehendak dalam men-ta'rif-kan manusia.
  • 8.
    Kulliyat memiliki maknamenetapkan suatu ketentuan (hukum) atas sesuatu secara satu persatu. Sedangkan kulliyatul khoms adalah unsur-unsur yang menyusun sebuah ta'rif. Jenis adalah lafadz kulli yang mashdaqnya terdiri dari substansi-substansi (hakikat) yang berbeda. Nau' secara lughawi berarti macam . Secara Mantili nau' adalah lafadz kulli yang mashdaqnya Mustafa, Ibrahim, Ali dan lainnya. Nau' Idhafi adalah lafadz kulli yang bernaung di bawah jenis, baik afrad-afradnya sesuai dengan hakikatnya atau tidak. Fashl adalah suatu sifat atau sejumlah sifat-sifat dzatiyyah yang membedakan antara afrad hakikat yang satu dengan yang lain.
  • 9.