FAKTOR MEMPENGARUHI KINERJA GURU 
MULYONO
FAKTOR KEMAMPUAN (ABILITY) 
• Kemampuan potensi (IQ). 
• Kemampuan reality (knowledge + skill).
PENEMPATAN GURU 
• Guru perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan 
keahliannya. 
• Guru sesuai dengan kompetensi bidangnya akan dapat 
membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.
KEMAMPUAN REALITY(KNOWLEDGE+SKILL) 
• Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yg tinggi dan 
sesuai dengan bidang kompetensinya serta terampil dalam 
mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah 
mencapai kinerja yang diharapkan.
FAKTOR MOTIVASI (MOTIVISION) 
• Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi 
kerja. 
• Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang 
terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
MOTIF BERPRETASI DENGAN PENCAPAIAN KINERJA 
• Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. 
• Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja. 
• Guru harus menyadari bahwa ia harus mengerjakan tugasnya tersebut 
dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan. 
• Guru dapat dengan mudah menjelaskan apa saja yang akan diterima siswa. 
• Guru akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi akan tercapai.
6 KARAKTERISTIK GURU YANG MEMILIKI MOTIF BERPRESTASI 
TINGGI 
1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 
2. Berani mengambil resiko 
3. Memiliki tujuan yang realistis 
4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi 
tujuannya. 
5. Memanfaatkan umpan balik yang konkret dalam seluruh kegiatan kerja dilakukannya. 
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
FAKTOR MENDUKUNG KINERJA GURU 
• Faktor dari dalam sendiri (internal ) 
• Faktor dari luar sendiri (eksternal)
KECERDASAN 
• Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan 
tugas-tugas. 
• Semakin rumit dan makmur tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang 
diperlukan. 
• Guru yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin 
akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya.
KETERAMPILAN DAN KECAKAPAN 
• Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. 
• Perbedaan diperoleh dari berbagai 
pengalaman dan latihan.
BAKAT 
• Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan 
dapat menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan 
dan keahliannya.
KEMAMPUAN DAN MINAT 
• Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang 
adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. 
• Kemampuan disertai dengan minat yang tinggi yang dapat 
menunjang pekerjaan yang telah ditekuni.
MOTIF 
• Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya 
kerja seseorang.
KESEHATAN 
• Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang 
sampai selesai. 
• Kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula.
KEPRIBADIAN 
• Guru yang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi ada 
kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan 
menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. 
• Interaksi dengan rekan kerja akan meningkatkan kerjanya.
CITA-CITA DAN TUJUAN DALAM BEKERJA 
• Jika pekerjaan yang diemban seorang guru sesuai dengan cita-cita 
maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan 
karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja 
dengan sepenuh hati.
FAKTOR DARI LUAR DIRI SENDIRI (EKSTERN) 
(LINGKUNGAN KELUARGA) 
• Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja 
seseorang. 
• Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah 
kerja.
LINGKUNGAN KERJA 
• Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong 
seseorang bekerja secara optimal. 
• Kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia 
bekerja. 
• Situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan 
untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial.
KOMUNIKASI DENGAN KEPALA SEKOLAH 
• Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. 
• Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya 
salah pengertian.
SARANA DAN PRASARANA 
• Sarana dan prasarana yang memadai 
membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya 
terutama kinerja dalam proses mengajar.
KEGIATAN GURU DI KELAS 
• Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. 
• Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi 
perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi 
peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. 
• Penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan 
bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam 
mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar 
mengajar.
KEGIATAN GURU DALAM KELAS 
a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak 
b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya 
c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan 
d) Guru harus menguasai kelas 
e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.
KEGIATAN GURU DI SEKOLAH 
• Berpartisipasi dalam bidang administrasi, di mana dalam 
bidang administrasi. 
• Guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta 
dalam kegiatan sekolah.
BIDANG ADMINISTRASI DI DALAM SEKOLAH 
a) Mengembangkan filsafat pendidikan. 
b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum. 
c) Merencanakan program supervise. 
d) Merencanakan kebijakan kepegawaian.
KEMAMPUAN MERENCANAKAN BELAJAR 
MENGAJAR 
a. Menguasai garis besar penyelenggaraan pendidikan. 
b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran. 
c. Menyusun program semester. 
d. Menyusun program atau pembelajaran.
KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN 
BELAJAR MENGAJAR 
a. Tahap pra instruksional 
b. Tahap instruksional 
c. Tahap evaluasi dan tidak lanjut
KEMAMPUAN MENGEVALUASI 
a. Evaluasi normatif 
b. Evaluasi formatif 
c. Laporan hasil evaluasi 
d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
INDIKATOR POSITIF DARI KINERJA GURU 
• Kinerja mengajar guru tidak dapat dipisahkan faktor-faktor 
pendukung. 
• Pemecah masalah yang menyebabkan terhambatnya 
pembelajaran secara baik dan benar dalam rangka 
pencapaian tujuan yang diharapkan guru dalam mengajar.
KINERJA GURU YANG BERSIFAT NEGATIF 
• Guru belum menguasai penyusunan program semester. 
• Guru belum melaksanakan pra instruksional. 
• Guru tidak memperhatikan evaluasi yang bersifat 
normatif.
SASARAN DAN EVALUASI GURU/KARYAWAN 
• Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, 
baik kinerja guru/karyawan maupun kinerja organisasi. 
• Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan 
dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya. 
• Menentukan sasaran dari kinerja yang akan datang dan memberikan tanggung jawab 
• Perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh 
guru/karyawan, mutu dan baku yang harus dicapai.
MENEMUKAN POTENSI GURU YANG MEMPEROLEH PROMOSI 
• Didasarkan hasil diskusi antara karyawan dengan pimpinannya itu untuk 
menyusun suatu proposal lainnya, seperti imbalan. 
• Evaluasi kinerja merupakan sarana untuk memperbaiki mereka yang tidak 
melakukan tugasnya dengan baik di dalam organisasi. 
• Banyak organisasi berusaha mencapai sasaran suatu kedudukan yang terbaik 
dan terpercaya dalam bidangnya. 
• Sangat tergantung dari para pelaksanaannya, yaitu para guru/karyawan agar 
mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi.
TUJUH LANGKAH PENINGKATAN KINERJA 
a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja. 
b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. 
c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang berhubungan 
dengan pegawai itu sendiri. 
d. Mengembangkan rencana tindakan. 
e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. 
f. Mulai dari awal, apabila perlu. 
g. Peningkatan kinerja ini mempunyai hasil dalam peningkatan karena semuanya mempunyai 
kekurangan dan kelebihan.
DEFINISI KINERJA GURU 
• Kemampuan guru untuk melaksanakan tugasnya yang 
menghasilkan hasil yang memuaskan guna tercapainya tujuan 
organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
4 INDIKATOR KINERJA GURU 
• Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, 
• Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, 
• Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, 
• Kinerja guru dalam disiplin dan tugas.
DEFINISI KINERJA GURU 
• Segala sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, dan 
kemampuan kerja. 
• Kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan 
memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan 
dalam ruang lingkup kerja.
KRITERIA KINERJA GURU 
• Keberhasilan guru bisa dilihat apabila kriteria yang ada telah tercapai secara keseluruhan. 
• Kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik.
PENGERTIAN KINERJA GURU 
• Hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki 
oleh seorang yang berprofesi guru. 
• Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam 
peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional 
Pendidikan pasal 28 ayat 3.
PENILAIAN DAN HASIL KERJA 
• Evaluasi merupakan tahapan terpenting dalam satuan kegiatan. 
• Evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan 
sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan serta faktor yang 
mendukung atau menghambat keberhasilan 
• Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan 
target yang dirumuskan dalam rencana. 
• Guru perlu mengadakan penilaian dan hasil kerja.
KINERJA GURU 
• Kinerja guru berasal dari kata job performance/actual permance (prestasi 
kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). 
• Kinerja bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak sebagai bentuk 
keberhasilan kerja pada diri seseorang. 
• Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan 
seseorang pada bidang tersebut. 
• Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang.
PRESTASI KERJA 
• Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang 
salah satunya nampak dari suatu proses belajar mengajar. 
• Untuk mencapai kinerja (prestasi kerja) maksimal, guru harus berusaha mengembangkan seluruh 
kompetensi yang dimilikinya dan juga memanfaatkan serta menciptakan situasi yang ada dilingkungan 
sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. 
• Kinerja (prestasi kerja) sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang 
pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. 
• Seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, guna 
tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja. 
• Kinerja karyawan merupakan hasil kerja di mana para guru mencapai persyaratan pekerjaan.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA 
• Faktor kemampuan (ability). 
• Faktor motivasi (motivision).
FAKTOR KEMAMPUAN 
• Kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ). 
• Kemampuan reality (knowledge + skill). 
• Guru perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. 
• Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam 
efetivitas suatu pembelajaran.
KEMAMPUAN REALITY (KNOWLEDGE + SKILL) 
• Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan 
sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan 
pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai 
kinerja yang diharapkan.
DEFINISI FAKTOR MOTIVASI 
• Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi 
situasi kerja. 
• Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang 
yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
GURU SEBAGAI PENDIDIK 
• Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. 
• Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja. 
• Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. 
• Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut 
dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan, 
sehingga siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang 
disampaikan oleh gurunya. 
• Guru akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi jika tercapainya.
6 KARAKTERISTIK GURU MEMILIKI MOTIF BERPRESTASI 
TINGGI 
1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi. 
2. Berani mengambil resiko. 
3. Memiliki tujuan yang realistis. 
4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi 
tujuannya. 
5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang 
dilakukannya. 
6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
FAKTOR PENDUKUNG KINERJA GURU 
a. Faktor dari dalam sendiri (intern) 
1) Kecerdasan 
2) Keterampilan dan kecakapan 
3) Bakat 
4) Kemampuan dan minat 
5) Motif 
6) Kesehatan 
7) Kepribadian 
8) Cita-cita dan tujuan dalam bekerja 
b. Faktor dari luar diri sendiri 
(ekstern) 
1) Lingkungan keluarga 
2) Lingkungan kerja 
3) Komunikasi dengan Kepala Sekolah 
4) Sarana Prasarana Sekolah 
5) Kegiatan Guru Di Kelas 
6) Kegiatan Guru Di sekolah
KECERDASAN 
• Kecerdasan memegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan 
tugas-tugas. 
• Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan 
yang diperlukan. 
• Guru yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin 
akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya.
KETERAMPILANG DAN KECAKAPAN 
• Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. 
• Adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan 
latihan.
BAKAT 
• Penyesuaian antara bakat dan pilihan pekerjaan 
dapat menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan 
dan keahliannya.
4) Kemampuan dan minat 
• Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan 
jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. 
• Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan 
yang telah ditekuni.
5) Motif 
• Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja 
seseorang.
6) Kesehatan 
• Kesehatan dapat membantu proses bekerja 
seseorang sampai selesai. 
• Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan 
terganggu.
KEPRIBADIAN 
• Guru yang mempunyai kepribadian kuat dan integral yang tinggi 
kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan. 
• Guru menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi 
lingkungan kerja dengan rekan kerja akan meningkatkan 
kerjanya.
CITA-CITA DAN TUJUAN DALAM BEKERJA 
• Pekerjaan yang diemban guru sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang 
hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, 
rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
Faktor dari luar diri sendiri (ekstern) 
(LINGKUNGAN KELUARGA) 
• Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja 
seseorang. 
• Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah 
kerja.
LINGKUNGAN KERJA 
• Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara 
Optimal. 
• Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. 
• Situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan 
karir, dan rekan kerja yang kologial.
KOMUNIKASI DENGAN KEPALA SEKOLAH 
• Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. 
• Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan 
timbulnya salah pengertian.
SARANA DAN PRASARANA 
• Adanya sarana dan prasarana yang memadai 
membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya 
terutama kinerja dalam proses mengajar.
PENINGKATAN DAN PERBAIKAN PENDIDIKAN 
• Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan 
bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen 
sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas 
guru.
PENAMBAHAN SUMBER BELAJAR 
• Berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna 
jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius 
dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut 
dalam proses belajar mengajar.
KEGIATAN GURU DI DALAM KELAS 
a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak 
b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya 
c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan. 
d) Guru harus menguasai kelas 
e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.
KEGIATAN GURU DI SEKOLAH 
a) Mengembangkan filsafat pendidikan 
b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum 
c) Merencanakan program supervisi 
d) Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian.
GURU BERPARTISIPASI DALAM BIDANG ADMINISTRASI 
• Guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan 
sekolah. 
• Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu 
dengan yang 
lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. 
• Untuk meningkatkan kinerja, para guru harus melihat pada keadaan 
pemimpinnya (kepsek). 
• Proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya 
adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap 
kemampuan (kinerja guru).
INDIKATOR KINERJA GURU 
• Dapat dilihat dari peran guru dalam 
meningkatkan kemampuan dalam proses 
belajar-mengajar.
INDIKATOR KINERJA 
(KEMAMPUAN MERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR) 
a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. 
b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran 
c. Menyusun program semester 
d. Menyusun program atau pembelajaran
KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR 
a. Tahap pra instruksional 
b. Tahap instruksional 
c. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
KEMAMPUAN MENGEVALUASI 
a. Evaluasi normatif 
b. Evaluasi formatif 
c. Laporan hasil evaluasi 
d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
EVALUASI KINERJA 
• Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan 
periodik, baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi. 
• Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan/guru melalui audit 
keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan 
dirinya.
MENENTUKAN SASARAN DARI KINERJA YANG AKAN 
DATANG 
• Memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode 
selanjutnya jelas apa yang harus dipertanggung jawab perorangan 
sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh 
guru/karyawan, terdapat mutu dan baku yang harus dicapai.
LANGKAH-LANGKAH PENINGKATAN KERJA 
a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja 
b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. 
c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang 
berhubungan dengan pegawai/guru itu sendiri. 
d. Mengembangkan rencana tindakan. 
e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. 
f. Mulai dari awal, apabila perlu.
4 FUNGSI UMUM YANG MERUPAKAN CIRI PEKERJA 
SEORANG GURU 
a. Merencanakan yaitu pekerjaan seorang guru menyusun tujuan belajar. 
b. Mengorgasisasikan yaitu pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan 
menghubungkan sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar 
dengan cara yang paling efektif, efisien, dan ekonomis. 
c. Memimpin yaitu pekerjaan seorang guru untuk memotivasikan, mendorong, 
dan menstimulasikan murid-muridnya, sehingga mereka siap mewujudkan 
tujuan belajar.
MENGAWASI 
1. Pekerjaan seorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam 
mengorganisasikan 
dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah 
dirumuskan. 
2. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai dan mengatur 
kembali 
situasinya dan bukunya mengubah tujuan.
PENGERTIAN KINERJA GURU 
• Kemampuan seorang guru untuk melaksanakan tugasnya yang 
menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan 
organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
DEFINISI KINERJA (PRESTASI KERJA) 
•Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang 
dicapai seorang pegawai/guru dalam melaksanakan 
tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di 
berikan.
McCloy et.al. yang di kutip dari buku Khaerul umam, 
• Kinerja berarti perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan yang 
relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi.
Staner dan Freeman 
• Kinerja adalah kunci yang harus berhasil, oleh karena itu kinerja 
baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk organisasi 
selayaknya terus dievaluasi untuk mendapat standar keberhasilan 
(Staner,Freeman dan Gillent,h. 11).
Carver and Sergiovanni (dalam Rahardja, 2004) 
• Kinerja merupakan tindakan yang menunjukkan bahwa dia adalah 
anggota kelompok. 
• Pernyataan tersebut menunjukan bahwa kinerja menunjuk (mengacu) 
pada perbuatan atau tingkah laku seseorang di dalam suatu kelompok 
(organisasi).
Brown (dlm Rahardja, 2004) 
• Kinerja adalah manifestasi konkrit dan dapat diobservasi secara terbuka atau 
realisasi suatu kompetensi. 
• Kinerja adalah unjuk kerja seseorang dalam melak-sanakan tugas sebagai 
realisasi konkret dari kompetensi berdasarkan kecakapan, pengalaman dan 
kesungguhan.
IIlyas (1999: 112), 
•Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik 
kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi 
dan merupakan penampilan individu maupun kelompok 
kerja personil. 
Yuliani Indrawati ( Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 4, No 7 Juni 2006).
Gibson et.al. (1996:118), 
• Kinerja adalah tingkat keberhasilan dalam 
melaksanakan tugas dan kemampuan untuk 
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Hasibuan (2001:94) 
• Kinerja sebagai prestasi kerja mengungkapkan bahwa “prestasi 
kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam 
melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang 
disandarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan 
serta waktu”.
KINERJA GURU DALAM PROSES BELAJAR 
MENGAJAR 
• Kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai 
pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam 
rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi 
pendidikan.
GURU BERHADAPAN DENGAN SISWA 
• Pada saat proses belajar mengajar berlangsung. 
• Guru harus memiliki kinerja yang baik terutama pada saat 
• belajar berlangsung. 
• Guru diharapkan memiliki ilmu yang cukup sesuai bidangnya, 
pandai berkomunikasi dalam mengasuh dan menjadi pendidik 
yang baik bagi siswanya untuk tubuh dan berkembang menjadi 
dewasa.
GURU PROFESIONAL MEMILIKI TUGAS POKOK 
• Merencanakan pembelajaran, 
• Pelaksanaan pembelajaran, 
• Evaluasi pembelajaran, 
• Menindak lanjuti hasil pembelajaran, 
• Melakukan bimbingan dan konseling.
PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN 
• Seorang guru dituntut membuat perencanaan 
pembelajaran,
FUNGSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN 
• Mempermudah guru dalam melaksanakan tugas 
selanjutnya. 
• Proses belajar mengajar akan benar-benar 
terskenario dengan baik, efektif dan efisien.
BENTUK PERSIAPAN PEMBELAJARAN 
1. Analisi materi pelajaran. 
2. Program tahunan/program semester 
3. Silabus/satuan pelajaran 
4. Rencana pembelajaran 
5. Program perbaikan dan pengayaan
REKANAN GURU 
• Membuat lima rencana tersebut biasanya guru di bantu oleh 
kepala sekolah juga rekannya yang biasanya dimusyawarahkan 
dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran. 
• Organisasi guru semacam ini biasanya disesuaikan dengan 
kebutuhan masing-masing sekolah.
GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN 
• Merupakan salah satu aktivitas inti di sekolah. 
• Guru harus menunjukkan penampilan yang terbaik bagi para guru dan siswanya. 
• Guru memberi penjelasannya mudah di pahami, 
• Guru dapat penguasaan keilmuannya benar, 
• Guru dapat menguasai metodologi, dan seni pengendalian siswa.
• Guru juga harus bisa menjadi teman belajar yang baik bagi para siswanya 
sehingga siswa merasa senang dan termotivasi belajar bersamanya. 
• Mengoptimalkan bakat dan minat kemampuan para siswa. 
• Guru dapat membuat didaktik. 
• Guru juga pandai menggunakan teknologi pembelajaran sehingga menarik bagi 
para siswa.
KEGIATAN GURU DALAM MENGEVALUASI PEMBELAJARAN 
• Guru dapat mengevaluasi hasil pembelajaran. 
• Sesuatu yang terencana harus di evaluasi agar dapat di ketahui. 
• Evaluasi sudah direncanakan telah sesuai dengan realisasinya. 
• Mengetahui tujuan evaluasi belajar yang ingin dicapai. 
• Siswa mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. 
• Guru dapat mengetahui metode ajarannya telah tepat sasaran.
GURU MELAKUKAN KEGIATAN EVALUASI 
• Guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. 
• Guru juga harus memperhatikan soal evaluasi yang digunakan. 
• Soal evaluasi yang telah dibuat hendaknya dapat mengukur kemampuan 
siswa.
GURU MEMPUNYAI KEMAMPUAN MENGEVALUASI 
1. Melaksanakan tes 
2. Mengelola hasil penilaian 
3. Melaporkan hasil penelitian 
4. Melaksanakan program remedial/perbaikan pengajaran.
KETAATAN GURU PADA DISIPLIN DAN TUGAS 
• Pada lembaga pendidikan telah dibuat aturan yang harus diindahkan oleh para 
guru maupun tenaga pendidikan lainnya. 
• Sebagai pegawai negeri harus dapat aturan telah dibakukan menjadi aturan 
kepegawaian. 
• Kelancaran jalannya proses belajar mengajar maupun citra baik dari 
masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa lembaga tersebut.
KEBERHASILAN GURU 
• Seorang guru bisa dilihat apabila kriteria yang ada telah mencapai secara 
keseluruhan. 
• Kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seorang guru telah dianggap memiliki 
kualitas kerja yang baik. 
• Pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan 
yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah.
PENINGKATAN KINERJA GURU 
• Para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). 
• Baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar 
dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah 
supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi 
terhadap kemampuan (kinerja guru).
PENGERTIAN KINERJA 
• Hasil kerja yang terlihat dari serangkaian 
kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang 
berprofesi guru.
KEMAMPUAN YANG HARUS DIMILIKI GURU 
• Peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar 
Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi: 
“Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang 
pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak 
usia dini”.
Thank You 
Kingsoft Office 
Make Presentation much more fun

Kepibadian guru

  • 1.
  • 2.
    FAKTOR KEMAMPUAN (ABILITY) • Kemampuan potensi (IQ). • Kemampuan reality (knowledge + skill).
  • 3.
    PENEMPATAN GURU •Guru perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. • Guru sesuai dengan kompetensi bidangnya akan dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.
  • 4.
    KEMAMPUAN REALITY(KNOWLEDGE+SKILL) •Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yg tinggi dan sesuai dengan bidang kompetensinya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
  • 5.
    FAKTOR MOTIVASI (MOTIVISION) • Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi kerja. • Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • 6.
    MOTIF BERPRETASI DENGANPENCAPAIAN KINERJA • Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. • Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja. • Guru harus menyadari bahwa ia harus mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan. • Guru dapat dengan mudah menjelaskan apa saja yang akan diterima siswa. • Guru akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi akan tercapai.
  • 7.
    6 KARAKTERISTIK GURUYANG MEMILIKI MOTIF BERPRESTASI TINGGI 1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi 2. Berani mengambil resiko 3. Memiliki tujuan yang realistis 4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 5. Memanfaatkan umpan balik yang konkret dalam seluruh kegiatan kerja dilakukannya. 6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
  • 8.
    FAKTOR MENDUKUNG KINERJAGURU • Faktor dari dalam sendiri (internal ) • Faktor dari luar sendiri (eksternal)
  • 9.
    KECERDASAN • Kecerdasanmemegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. • Semakin rumit dan makmur tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan. • Guru yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya.
  • 10.
    KETERAMPILAN DAN KECAKAPAN • Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. • Perbedaan diperoleh dari berbagai pengalaman dan latihan.
  • 11.
    BAKAT • Penyesuaianantara bakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan dan keahliannya.
  • 12.
    KEMAMPUAN DAN MINAT • Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. • Kemampuan disertai dengan minat yang tinggi yang dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni.
  • 13.
    MOTIF • Motifyang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang.
  • 14.
    KESEHATAN • Kesehatandapat membantu proses bekerja seseorang sampai selesai. • Kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu pula.
  • 15.
    KEPRIBADIAN • Guruyang mempunyai kepribadian kuat dan integral tinggi ada kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja. • Interaksi dengan rekan kerja akan meningkatkan kerjanya.
  • 16.
    CITA-CITA DAN TUJUANDALAM BEKERJA • Jika pekerjaan yang diemban seorang guru sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
  • 17.
    FAKTOR DARI LUARDIRI SENDIRI (EKSTERN) (LINGKUNGAN KELUARGA) • Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seseorang. • Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja.
  • 18.
    LINGKUNGAN KERJA •Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara optimal. • Kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. • Situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial.
  • 19.
    KOMUNIKASI DENGAN KEPALASEKOLAH • Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. • Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian.
  • 20.
    SARANA DAN PRASARANA • Sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajar.
  • 21.
    KEGIATAN GURU DIKELAS • Peningkatan dan perbaikan pendidikan harus dilakukan secara bertahap. • Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru. • Penambahan sumber belajar berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar.
  • 22.
    KEGIATAN GURU DALAMKELAS a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan d) Guru harus menguasai kelas e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.
  • 23.
    KEGIATAN GURU DISEKOLAH • Berpartisipasi dalam bidang administrasi, di mana dalam bidang administrasi. • Guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan sekolah.
  • 24.
    BIDANG ADMINISTRASI DIDALAM SEKOLAH a) Mengembangkan filsafat pendidikan. b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum. c) Merencanakan program supervise. d) Merencanakan kebijakan kepegawaian.
  • 25.
    KEMAMPUAN MERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR a. Menguasai garis besar penyelenggaraan pendidikan. b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran. c. Menyusun program semester. d. Menyusun program atau pembelajaran.
  • 26.
    KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR a. Tahap pra instruksional b. Tahap instruksional c. Tahap evaluasi dan tidak lanjut
  • 27.
    KEMAMPUAN MENGEVALUASI a.Evaluasi normatif b. Evaluasi formatif c. Laporan hasil evaluasi d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
  • 28.
    INDIKATOR POSITIF DARIKINERJA GURU • Kinerja mengajar guru tidak dapat dipisahkan faktor-faktor pendukung. • Pemecah masalah yang menyebabkan terhambatnya pembelajaran secara baik dan benar dalam rangka pencapaian tujuan yang diharapkan guru dalam mengajar.
  • 29.
    KINERJA GURU YANGBERSIFAT NEGATIF • Guru belum menguasai penyusunan program semester. • Guru belum melaksanakan pra instruksional. • Guru tidak memperhatikan evaluasi yang bersifat normatif.
  • 30.
    SASARAN DAN EVALUASIGURU/KARYAWAN • Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, baik kinerja guru/karyawan maupun kinerja organisasi. • Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan melalui audit keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya. • Menentukan sasaran dari kinerja yang akan datang dan memberikan tanggung jawab • Perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh guru/karyawan, mutu dan baku yang harus dicapai.
  • 31.
    MENEMUKAN POTENSI GURUYANG MEMPEROLEH PROMOSI • Didasarkan hasil diskusi antara karyawan dengan pimpinannya itu untuk menyusun suatu proposal lainnya, seperti imbalan. • Evaluasi kinerja merupakan sarana untuk memperbaiki mereka yang tidak melakukan tugasnya dengan baik di dalam organisasi. • Banyak organisasi berusaha mencapai sasaran suatu kedudukan yang terbaik dan terpercaya dalam bidangnya. • Sangat tergantung dari para pelaksanaannya, yaitu para guru/karyawan agar mereka mencapai sasaran yang telah ditetapkan oleh organisasi.
  • 32.
    TUJUH LANGKAH PENINGKATANKINERJA a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja. b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang berhubungan dengan pegawai itu sendiri. d. Mengembangkan rencana tindakan. e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. f. Mulai dari awal, apabila perlu. g. Peningkatan kinerja ini mempunyai hasil dalam peningkatan karena semuanya mempunyai kekurangan dan kelebihan.
  • 33.
    DEFINISI KINERJA GURU • Kemampuan guru untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil yang memuaskan guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
  • 34.
    4 INDIKATOR KINERJAGURU • Kinerja guru dalam perencanaan pembelajaran, • Kinerja guru dalam pelaksanaan pembelajaran, • Kinerja guru dalam evaluasi pembelajaran, • Kinerja guru dalam disiplin dan tugas.
  • 35.
    DEFINISI KINERJA GURU • Segala sesuatu yang dicapai, prestasi yang diperlihatkan, dan kemampuan kerja. • Kinerja atau unjuk kerja selalu dihubungkan dengan kemampuan memberikan pelayanan dan memuaskan pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup kerja.
  • 36.
    KRITERIA KINERJA GURU • Keberhasilan guru bisa dilihat apabila kriteria yang ada telah tercapai secara keseluruhan. • Kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seseorang telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik.
  • 37.
    PENGERTIAN KINERJA GURU • Hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seorang yang berprofesi guru. • Kemampuan yang harus dimiliki guru telah disebutkan dalam peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3.
  • 38.
    PENILAIAN DAN HASILKERJA • Evaluasi merupakan tahapan terpenting dalam satuan kegiatan. • Evaluasi merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan serta faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan • Tingkat keberhasilan kerja diukur dengan membandingkan hasil dengan target yang dirumuskan dalam rencana. • Guru perlu mengadakan penilaian dan hasil kerja.
  • 39.
    KINERJA GURU •Kinerja guru berasal dari kata job performance/actual permance (prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang dicapai oleh seseorang). • Kinerja bisa diartikan sebagai prestasi yang nampak sebagai bentuk keberhasilan kerja pada diri seseorang. • Keberhasilan kinerja juga ditentukan dengan pekerjaan serta kemampuan seseorang pada bidang tersebut. • Keberhasilan kerja juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang.
  • 40.
    PRESTASI KERJA •Prestasi bukan berarti banyaknya kejuaraan yang diperoleh guru tetapi suatu keberhasilan yang salah satunya nampak dari suatu proses belajar mengajar. • Untuk mencapai kinerja (prestasi kerja) maksimal, guru harus berusaha mengembangkan seluruh kompetensi yang dimilikinya dan juga memanfaatkan serta menciptakan situasi yang ada dilingkungan sekolah sesuai dengan aturan yang berlaku. • Kinerja (prestasi kerja) sebagai hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. • Seseorang untuk melaksanakan tugasnya yang baik untuk menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan sebuah organisasi atau kelompok dalam suatu unit kerja. • Kinerja karyawan merupakan hasil kerja di mana para guru mencapai persyaratan pekerjaan.
  • 41.
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHIKINERJA • Faktor kemampuan (ability). • Faktor motivasi (motivision).
  • 42.
    FAKTOR KEMAMPUAN •Kemampuan guru terdiri dari kemampuan potensi (IQ). • Kemampuan reality (knowledge + skill). • Guru perlu ditetapkan pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. • Penempatan guru yang sesuai dengan bidangnya akan dapat membantu dalam efetivitas suatu pembelajaran.
  • 43.
    KEMAMPUAN REALITY (KNOWLEDGE+ SKILL) • Guru yang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi dan sesuai dengan bidangnya serta terampil dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari, maka ia akan lebih mudah mencapai kinerja yang diharapkan.
  • 44.
    DEFINISI FAKTOR MOTIVASI • Motivasi terbentuk dari sikap seorang guru dalam menghadapi situasi kerja. • Motivasi merupakan kondisi yang menggerakkan seseorang yang terarah untuk mencapai tujuan pendidikan.
  • 45.
    GURU SEBAGAI PENDIDIK • Guru memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. • Guru berprestasi dengan pencapaian kinerja. • Guru sebagai pendidik memiliki tugas dan tanggung jawab yang berat. • Guru harus menyadari bahwa ia hars mengerjakan tugasnya tersebut dengan sungguh-sungguh, bertanggung jawab, ikhlas dan tidak asal-asalan, sehingga siswa dapat dengan mudah menerima apa saja yang disampaikan oleh gurunya. • Guru akan memiliki tingkat kinerja yang tinggi jika tercapainya.
  • 46.
    6 KARAKTERISTIK GURUMEMILIKI MOTIF BERPRESTASI TINGGI 1. Memiliki tanggung jawab pribadi tinggi. 2. Berani mengambil resiko. 3. Memiliki tujuan yang realistis. 4. Memanfaatkan rencana kerja yang menyeluruh dan berjuang untuk merealisasi tujuannya. 5. Memanfaatkan umpan balik yang kongkret dalam seluruh kegiatan kerja yang dilakukannya. 6. Mencari kesempatan untuk merealisasikan rencana yang telah diprogramkan.
  • 47.
    FAKTOR PENDUKUNG KINERJAGURU a. Faktor dari dalam sendiri (intern) 1) Kecerdasan 2) Keterampilan dan kecakapan 3) Bakat 4) Kemampuan dan minat 5) Motif 6) Kesehatan 7) Kepribadian 8) Cita-cita dan tujuan dalam bekerja b. Faktor dari luar diri sendiri (ekstern) 1) Lingkungan keluarga 2) Lingkungan kerja 3) Komunikasi dengan Kepala Sekolah 4) Sarana Prasarana Sekolah 5) Kegiatan Guru Di Kelas 6) Kegiatan Guru Di sekolah
  • 48.
    KECERDASAN • Kecerdasanmemegang peranan penting dalam keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas. • Semakin rumit dan makmur tugas-tugas yang diemban makin tinggi kecerdasan yang diperlukan. • Guru yang cerdas jika diberikan tugas yang sederhana dan monoton mungkin akan terasa jenuh dan akan berakibat pada penurunan kinerjanya.
  • 49.
    KETERAMPILANG DAN KECAKAPAN • Keterampilan dan kecakapan orang berbeda-beda. • Adanya perbedaan dari berbagai pengalaman dan latihan.
  • 50.
    BAKAT • Penyesuaianantara bakat dan pilihan pekerjaan dapat menjadikan seseorang bekerja dengan pilihan dan keahliannya.
  • 51.
    4) Kemampuan danminat • Syarat untuk mendapatkan ketenangan kerja bagi seseorang adalah tugas dan jabatan yang sesuai dengan kemampuannya. • Kemampuan yang disertai dengan minat yang tinggi dapat menunjang pekerjaan yang telah ditekuni.
  • 52.
    5) Motif •Motif yang dimiliki dapat mendorong meningkatkannya kerja seseorang.
  • 53.
    6) Kesehatan •Kesehatan dapat membantu proses bekerja seseorang sampai selesai. • Jika kesehatan terganggu maka pekerjaan terganggu.
  • 54.
    KEPRIBADIAN • Guruyang mempunyai kepribadian kuat dan integral yang tinggi kemungkinan tidak akan banyak mengalami kesulitan. • Guru menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja dan interaksi lingkungan kerja dengan rekan kerja akan meningkatkan kerjanya.
  • 55.
    CITA-CITA DAN TUJUANDALAM BEKERJA • Pekerjaan yang diemban guru sesuai dengan cita-cita maka tujuan yang hendak dicapai dapat terlaksanakan karena ia bekerja secara sungguh-sungguh, rajin, dan bekerja dengan sepenuh hati.
  • 56.
    Faktor dari luardiri sendiri (ekstern) (LINGKUNGAN KELUARGA) • Keadaan lingkungan keluarga dapat mempengaruhi kinerja seseorang. • Ketegangan dalam kehidupan keluarga dapat menurunkan gairah kerja.
  • 57.
    LINGKUNGAN KERJA •Situasi kerja yang menyenangkan dapat mendorong seseorang bekerja secara Optimal. • Tidak jarang kekecewaan dan kegagalan dialami seseorang di tempat ia bekerja. • Situasi kerja, rasa aman, gaji yang memadai, kesempatan untuk mengembangan karir, dan rekan kerja yang kologial.
  • 58.
    KOMUNIKASI DENGAN KEPALASEKOLAH • Komunikasi yang baik di sekolah adalah komunikasi yang efektif. • Tidak adanya komunikasi yang efektif dapat mengakibatkan timbulnya salah pengertian.
  • 59.
    SARANA DAN PRASARANA • Adanya sarana dan prasarana yang memadai membantu guru dalam meningkatkan kinerjanya terutama kinerja dalam proses mengajar.
  • 60.
    PENINGKATAN DAN PERBAIKANPENDIDIKAN • Dinamika guru dalam pengembangan program pembelajaran tidak akan bermakna bagi perbaikan proses dan hasil belajar siswa, jika manajemen sekolahnya tidak memberi peluang tumbuh dan berkembangnya kreatifitas guru.
  • 61.
    PENAMBAHAN SUMBER BELAJAR • Berupa perpustakaan dan laboratorium tidak akan bermakna jika manajemen sekolahnya tidak memberikan perhatian serius dalam mengoptimalkan pemanfaatan sumber belajar tersebut dalam proses belajar mengajar.
  • 62.
    KEGIATAN GURU DIDALAM KELAS a) Guru harus menyusun perencanaan pembelajaran yang bijak b) Guru harus mampu berkomunikasi secara efektif dengan siswa-siswanya c) Guru harus mengembangkan strategi pembelajaran yang membelajarkan. d) Guru harus menguasai kelas e) Guru harus melakukan evaluasi secara benar.
  • 63.
    KEGIATAN GURU DISEKOLAH a) Mengembangkan filsafat pendidikan b) Memperbaiki dan menyesuaikan kurikulum c) Merencanakan program supervisi d) Merencanakan kebijakan-kebijakan kepegawaian.
  • 64.
    GURU BERPARTISIPASI DALAMBIDANG ADMINISTRASI • Guru memiliki kesempatan yang banyak untuk ikut serta dalam kegiatan sekolah. • Semua pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah. • Untuk meningkatkan kinerja, para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). • Proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru).
  • 65.
    INDIKATOR KINERJA GURU • Dapat dilihat dari peran guru dalam meningkatkan kemampuan dalam proses belajar-mengajar.
  • 66.
    INDIKATOR KINERJA (KEMAMPUANMERENCANAKAN BELAJAR MENGAJAR) a. Menguasai garis-garis besar penyelenggaraan pendidikan. b. Menyesuaikan analisa materi pelajaran c. Menyusun program semester d. Menyusun program atau pembelajaran
  • 67.
    KEMAMPUAN MELAKSANAKAN KEGIATANBELAJAR MENGAJAR a. Tahap pra instruksional b. Tahap instruksional c. Tahap evaluasi dan tindak lanjut
  • 68.
    KEMAMPUAN MENGEVALUASI a.Evaluasi normatif b. Evaluasi formatif c. Laporan hasil evaluasi d. Pelakanaan program perbaikan dan pengayaan.
  • 69.
    EVALUASI KINERJA •Membuat analisa kinerja dari waktu yang lalu secara berkesinambungan dan periodik, baik kinerja karyawan maupun kinerja organisasi. • Membuat evaluasi kebutuhan pelatihan dari para karyawan/guru melalui audit keterampilan dan pengetahuan sehingga dapat mengembangkan kemampuan dirinya.
  • 70.
    MENENTUKAN SASARAN DARIKINERJA YANG AKAN DATANG • Memberikan tanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus dipertanggung jawab perorangan sehingga untuk periode selanjutnya jelas apa yang harus diperbuat oleh guru/karyawan, terdapat mutu dan baku yang harus dicapai.
  • 71.
    LANGKAH-LANGKAH PENINGKATAN KERJA a. Mengetahui Adanya kekurangan dalam kinerja b. Mengenai kekurangan dan tingkat keseriusan. c. Mengidentifikasikan hal-hal yang mungkin menjadi penyebab kekurangan baik yang berhubungan dengan pegawai/guru itu sendiri. d. Mengembangkan rencana tindakan. e. Melakukan evaluasi apakah masalah tersebut sudah teratasi atau belum. f. Mulai dari awal, apabila perlu.
  • 72.
    4 FUNGSI UMUMYANG MERUPAKAN CIRI PEKERJA SEORANG GURU a. Merencanakan yaitu pekerjaan seorang guru menyusun tujuan belajar. b. Mengorgasisasikan yaitu pekerjaan seorang guru untuk mengatur dan menghubungkan sumber belajar sehingga dapat mewujudkan tujuan belajar dengan cara yang paling efektif, efisien, dan ekonomis. c. Memimpin yaitu pekerjaan seorang guru untuk memotivasikan, mendorong, dan menstimulasikan murid-muridnya, sehingga mereka siap mewujudkan tujuan belajar.
  • 73.
    MENGAWASI 1. Pekerjaanseorang guru untuk menentukan apakah fungsinya dalam mengorganisasikan dan memimpin di atas telah berhasil dalam mewujudkan tujuan yang telah dirumuskan. 2. Jika tujuan belum dapat diwujudkan, maka guru harus menilai dan mengatur kembali situasinya dan bukunya mengubah tujuan.
  • 74.
    PENGERTIAN KINERJA GURU • Kemampuan seorang guru untuk melaksanakan tugasnya yang menghasilkan hasil yang memuaskan, guna tercapainya tujuan organisasi kelompok dalam suatu unit kerja.
  • 75.
    DEFINISI KINERJA (PRESTASIKERJA) •Hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang pegawai/guru dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang di berikan.
  • 76.
    McCloy et.al. yangdi kutip dari buku Khaerul umam, • Kinerja berarti perilaku-perilaku atau tindakan-tindakan yang relevan terhadap tercapainya tujuan organisasi.
  • 77.
    Staner dan Freeman • Kinerja adalah kunci yang harus berhasil, oleh karena itu kinerja baik dalam bentuk individu maupun dalam bentuk organisasi selayaknya terus dievaluasi untuk mendapat standar keberhasilan (Staner,Freeman dan Gillent,h. 11).
  • 78.
    Carver and Sergiovanni(dalam Rahardja, 2004) • Kinerja merupakan tindakan yang menunjukkan bahwa dia adalah anggota kelompok. • Pernyataan tersebut menunjukan bahwa kinerja menunjuk (mengacu) pada perbuatan atau tingkah laku seseorang di dalam suatu kelompok (organisasi).
  • 79.
    Brown (dlm Rahardja,2004) • Kinerja adalah manifestasi konkrit dan dapat diobservasi secara terbuka atau realisasi suatu kompetensi. • Kinerja adalah unjuk kerja seseorang dalam melak-sanakan tugas sebagai realisasi konkret dari kompetensi berdasarkan kecakapan, pengalaman dan kesungguhan.
  • 80.
    IIlyas (1999: 112), •Kinerja adalah penampilan hasil karya personel baik kuantitas maupun kualitas dalam suatu organisasi dan merupakan penampilan individu maupun kelompok kerja personil. Yuliani Indrawati ( Jurnal Manajemen & Bisnis Sriwijaya Vol. 4, No 7 Juni 2006).
  • 81.
    Gibson et.al. (1996:118), • Kinerja adalah tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tugas dan kemampuan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • 82.
    Hasibuan (2001:94) •Kinerja sebagai prestasi kerja mengungkapkan bahwa “prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang disandarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu”.
  • 83.
    KINERJA GURU DALAMPROSES BELAJAR MENGAJAR • Kemampuan guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai pengajar yang memiliki keahlian mendidik anak didik dalam rangka pembinaan peserta didik untuk tercapainya institusi pendidikan.
  • 84.
    GURU BERHADAPAN DENGANSISWA • Pada saat proses belajar mengajar berlangsung. • Guru harus memiliki kinerja yang baik terutama pada saat • belajar berlangsung. • Guru diharapkan memiliki ilmu yang cukup sesuai bidangnya, pandai berkomunikasi dalam mengasuh dan menjadi pendidik yang baik bagi siswanya untuk tubuh dan berkembang menjadi dewasa.
  • 85.
    GURU PROFESIONAL MEMILIKITUGAS POKOK • Merencanakan pembelajaran, • Pelaksanaan pembelajaran, • Evaluasi pembelajaran, • Menindak lanjuti hasil pembelajaran, • Melakukan bimbingan dan konseling.
  • 86.
    PELAKSANAAN KEGIATAN PEMBELAJARAN • Seorang guru dituntut membuat perencanaan pembelajaran,
  • 87.
    FUNGSI PERENCANAAN PEMBELAJARAN • Mempermudah guru dalam melaksanakan tugas selanjutnya. • Proses belajar mengajar akan benar-benar terskenario dengan baik, efektif dan efisien.
  • 88.
    BENTUK PERSIAPAN PEMBELAJARAN 1. Analisi materi pelajaran. 2. Program tahunan/program semester 3. Silabus/satuan pelajaran 4. Rencana pembelajaran 5. Program perbaikan dan pengayaan
  • 89.
    REKANAN GURU •Membuat lima rencana tersebut biasanya guru di bantu oleh kepala sekolah juga rekannya yang biasanya dimusyawarahkan dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran. • Organisasi guru semacam ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing sekolah.
  • 90.
    GURU MELAKSANAKAN PEMBELAJARAN • Merupakan salah satu aktivitas inti di sekolah. • Guru harus menunjukkan penampilan yang terbaik bagi para guru dan siswanya. • Guru memberi penjelasannya mudah di pahami, • Guru dapat penguasaan keilmuannya benar, • Guru dapat menguasai metodologi, dan seni pengendalian siswa.
  • 91.
    • Guru jugaharus bisa menjadi teman belajar yang baik bagi para siswanya sehingga siswa merasa senang dan termotivasi belajar bersamanya. • Mengoptimalkan bakat dan minat kemampuan para siswa. • Guru dapat membuat didaktik. • Guru juga pandai menggunakan teknologi pembelajaran sehingga menarik bagi para siswa.
  • 92.
    KEGIATAN GURU DALAMMENGEVALUASI PEMBELAJARAN • Guru dapat mengevaluasi hasil pembelajaran. • Sesuatu yang terencana harus di evaluasi agar dapat di ketahui. • Evaluasi sudah direncanakan telah sesuai dengan realisasinya. • Mengetahui tujuan evaluasi belajar yang ingin dicapai. • Siswa mencapai standar kompetensi yang ditetapkan. • Guru dapat mengetahui metode ajarannya telah tepat sasaran.
  • 93.
    GURU MELAKUKAN KEGIATANEVALUASI • Guru harus memperhatikan tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. • Guru juga harus memperhatikan soal evaluasi yang digunakan. • Soal evaluasi yang telah dibuat hendaknya dapat mengukur kemampuan siswa.
  • 94.
    GURU MEMPUNYAI KEMAMPUANMENGEVALUASI 1. Melaksanakan tes 2. Mengelola hasil penilaian 3. Melaporkan hasil penelitian 4. Melaksanakan program remedial/perbaikan pengajaran.
  • 95.
    KETAATAN GURU PADADISIPLIN DAN TUGAS • Pada lembaga pendidikan telah dibuat aturan yang harus diindahkan oleh para guru maupun tenaga pendidikan lainnya. • Sebagai pegawai negeri harus dapat aturan telah dibakukan menjadi aturan kepegawaian. • Kelancaran jalannya proses belajar mengajar maupun citra baik dari masyarakat yang ingin memanfaatkan jasa lembaga tersebut.
  • 96.
    KEBERHASILAN GURU •Seorang guru bisa dilihat apabila kriteria yang ada telah mencapai secara keseluruhan. • Kriteria telah tercapai berarti pekerjaan seorang guru telah dianggap memiliki kualitas kerja yang baik. • Pekerjaan itu harus dikerjakan bersama-sama antara guru yang satu dengan yang lainnya yaitu dengan cara bermusyawarah.
  • 97.
    PENINGKATAN KINERJA GURU • Para guru harus melihat pada keadaan pemimpinnya (kepsek). • Baik dan buruknya guru dalam proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah supervisor dalam melaksanakan pengawasan atau supervisi terhadap kemampuan (kinerja guru).
  • 98.
    PENGERTIAN KINERJA •Hasil kerja yang terlihat dari serangkaian kemampuan yang dimiliki oleh seseorang yang berprofesi guru.
  • 99.
    KEMAMPUAN YANG HARUSDIMILIKI GURU • Peraturan pemerintah RI No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 yang berbunyi: “Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini”.
  • 101.
    Thank You KingsoftOffice Make Presentation much more fun