TUGAS
MANAJEMEN OPERASI
MANAJEMEN PERSEDIAAN
OLEH :
KELOMPOK
 NURUL HUSNA

PROGRAM STUDI MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON
2023
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya
kepada kami semua, sehingga makalah ini dapat selesai dalam waktu yang sudah ditentukan.
Makalah Strategi-Strategi Tata Ruang ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Operasi.
Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kesalahan
sehingga makalah ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran kami terima guna
untuk memperbaiki kesalahan di masa yang akan datang. Kurang dan lebihnya kami
ucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat menjadi media belajar bagi kami
sebagai penulis dan juga bagi orang yang membacanya.
Bau bau, 11 Januari 2023
Penyusun
DAFTAR ISI
Contents
KATA PENGANTAR ...............................................................................................................2
DAFTAR ISI..............................................................................................................................3
BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................................4
A. Latar Belakang ............................................................................................................4
B. Rumusan Masalah .......................................................................................................4
C. Tujuan..........................................................................................................................4
BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................5
A. Pengertian Manajemen Persediaan..............................................................................5
B. Tujuan Manajemen Persediaan ...................................................................................5
C. Fungsi Manajemen Persediaan....................................................................................6
D. Jenis-jenis Persediaan..................................................................................................6
E. Biaya Persediaan .........................................................................................................7
F. Optimalisasi Persediaan..................................................................................................9
BAB III PENUTUP ................................................................................................................15
A. Kesimpulan................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................16
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Persediaan merupakan salah satu unsur penting dalam operasi perusahaan, selain itu
persediaan dapat mempermudah dan memperlancar jalannya kegiatan normal pada suatu
perusahaan yang dilakukan secara rutin untuk memproduksi barang yang diperuntukkan bagi
konsumen.
Bahan baku untuk barang dalam proses dan barang jadi merupakan macam-macam bentuk
dari persediaan, dan persediaan berhubungan dengan stok dari apapun yang diperlukan untuk
menjalankan bisnis. Meskipun persediaan mewakili sebagian besar dari investasi bisnis yang
harus dikelola dengan baik untuk memaksimalkan keuntungan.
Persediaan berhubungan dengan bermacam-macam tujuan yaitu : mencari perimbangan
antara jumlah stok yang benar tetapi tidak terlalu banyak, meningkatkan turnover persediaan
tanpa mengorbankan tingkat pelayanan, menjaga stok terendah tetapi tidak membahayakan
kinerja, memelihara bermacam-macam stok yang sangat banyak tetapi tidak menghabiskan
dengan cepat sehingga menipis, mempunyai persedian yang mencukupi tanpa item-item yang
usang atau tidak terpakai, selalu mempunyai stok yang diinginkan tetapi tidak item yang
lambat, Ketika persediaan tidak dikelola dengan benar dan menjadi tidak dipercaya, tidak
efisien dan mahal, tidak hanya item yang disimpan, pajak asuransi dan juga biaya yang ada
dalam inventory.
B. Rumusan Masalah
Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan manajemen persediaan ?
2. Apa saja tujuan dan fungsi serta jenis manajemen persediaan ?
3. Bagaimana cara memaksimalkan manajemen persediaan ?
C. Tujuan
Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengertian manajemen
persediaan, tujuan dan macam-macamnya serta hasil yang maksimal dengan adanya
manajemen persediaan bagi perusahaan. Dan memenuhi tugas mata kuliah manajemen
keuangan.
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Manajemen Persediaan
Istlah persediaan (inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala
sesuatu atau sumber daya – sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya
terhadap pemenuhan permintaan.Sitem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan yang
memonitor tingkat persediaan dan mementukan tingkat persediaan yang harus di jaga, kapan
persediaan harus di isi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan.
Sedangkan pengertian persediaan menurut Warren Reeve Fess yang
diterjemahkan oleh Aria Farahmita, Amanugrahani dan Taufik Hendrawan yaitu :
“Digunakan untuk mengindikasikan (1) barang dagang yang disimpan untuk kemudian
dijual dalam operasi bisnis perusahaan, dan (2) bahan yang digunakan dalam proses
produksi atau yang disimpan untuk tujuan itu.”
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa persediaan adalah
unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang digunakan untuk dijual kembali atau
digunakan dalam proses produksi.
B. Tujuan Manajemen Persediaan
Dalam perusahaan seperti perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang memiliki
persediaan yang beraneka ragam jenisnya, sehingga persediaan memiliki tujuan. Adapun
uraian dari tujuan persediaan adalah sebagai berikut :
a. Batch Stock/Lot Size Inventory, persediaan yang diadakan karena kita membeli
atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari
jumlah yang dibutuhkan saat ini.
b. Fluctuation Stock, persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
konsumen yang tidak dapat diramalkan.
c. Anticipation Stock, persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan
yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu
tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan atau permintaan yang
meningkat.
Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya persediaan,
maka perusahaan dapat melakukan efisiensi produksi dan penghematan biaya angkut,
dapat menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan atau tidak
beraturan serta untuk mengatasi jumlah pesanan yang telah diramalkan sebelumnya., dalam
bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu
yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000).
C. Fungsi Manajemen Persediaan
Fungsi persediaan menurut Freddy Rangkuti terdiri dari :
a) Fungsi Decouplingadalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat
memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan bahan
mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada
pengadaannya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan barang dalam
proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses individual
perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untuk
memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para langganan.
b) Fungsi Economic Lot Sizing. Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan
penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit
menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena perusahaan
melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya-
biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko,
dan sebagainya).
c) Fungsi Antisipasi yaitu apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan
yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan
pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini
perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories).
D. Jenis-jenis Persediaan
Secara garis besar dalam perusahaan yang bergerak di dalam industri pabrik
(manufaktur), persediaan diklasifikasikan berdasarkan tahapan dalam proses produksi.
Adapun uraian dari jenis-jenis persediaan adalah sebagai berikut :
a. Persediaan bahan baku (raw material stock), yaitu persediaan barang-barang
berwujud, seperti besi, kayu serta komponen-komponen lainnya yang digunakan
dalam proses produksi.
b. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts/components), yaitu
persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari
perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.
c. Persediaan bahan pembantu atau penolong (supplies stock), yaitu persediaan barang-
barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau
komponen barang jadi.
d. Persediaan barang setengah jadi (work in process stock), yaitu persediaan barang-
barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau
yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu di proses lebih lanjut
menjadi barang jadi.
e. Persediaan barang jadi (finished good stock), yaitu persediaan barang- barang
yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim
pada langganan.
E. Biaya Persediaan
Seperti yang sudah disebutkan diatas, tujuan manajemen persediaan adalah untuk
menyediakan persediaan yang diperlukan guna menjamin kelangsungan operasi perusahaan
pada tingkat biaya yang minimal.Untuk itu.Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh
manajemen adalah mengidentifikasi semua biaya yang berkaitan dengan pembelian dan
penyimpanan persediaan. Biaya yang berkaitan dengan persediaan dikelompokkan menjadi ;
1. Biaya pesan (ordering costs), 2. Biaya simpan (carrying costs), 3. Biaya kehabisan bahan
(stockout costs).
1. . Biaya Pesan (Ordering Costs)
Merupakan semua biaya yang timbul karena perusahaan memesan barang
apabila barang tersebut dibeli pada pihak lain. Biaya tersebut meliputi biaya sejak
dilakukan pemesanan sampai barang tersebut berada di gudang. Biaya pemesanan
meliputi biaya pengelolaan sampai bagian pembelian, bagian tenaga kerja, bagian
telepon atau administrasi, serta biaya persiapan penyusunan spesifikasi yang
berhubungan dengan proses pemesanan. Disamping itu biaya pemesanan meliputi
biaya penerimaan, pengecekan, penimbangan, biaya pembayaran faktur, dan
potongan tunai apabila perusahaan membeli dalam jumlah yang cukup besar dan
biaya lain hingga persediaan siap diproses,
Untuk mencari biaya pesan total (ordering costs) dapat dirumuskan sebagai
berikut :
 TOC = F X S/Q
= F X N
Dimana :
S = jumlah kebutuhan atau permintaan / tahun
Q = jumlah unit sekali pesan
N = jumlah atau frekuensi pemesanan / tahun
F = biaya pesan
2. Biaya Simpan (Carrying Costs)
Mencakup semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menyimpan
dalam periode tertentu.Biasanya biaya ini ditunjukkan dengan persentase atau
harga beli persediaan.Biaya ini meliputi sewa gedung, biaya penurunan nilai
perusahaan, biaya penyusutan teknologi, biaya asuransi baik kebakaran atau
kehilangan, biaya pajak.
Untuk mencari mencari biaya penyimpanan (carrying costs) dapat dirumuskan
sebagai berikut :
 TCC = C X P X A
Atau
TCC = CP X A
Dimana :
C = Biaya penyimpanan dalam prosentase
P = harga /unit
CP = biaya penyimpanan /unit dalam rupiah
A = rata-rata persediaan (Q/2)
 Total Biaya Persediaan = Total biaya pesan + Total biaya simpan
TIC = TOC + TCC
= F X (S/Q) + C X P X (Q/2)
3. Biaya Kehabisan Bahan (Stockout Costs)
Dari semua biaya-biaya yang berhubungan dengan tingkat persediaan, biaya
kekurangan bahan adalah yang paling sulit diperkirakan.Biaya ini timbul
bilamana persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan.Kekurangan
bahan bisa dari luar maupun dari dalam perusahaan.Kekurangan dari luar terjadi
apabila pesanan konsumen tidak dapat dipenuhi. Sedangkan kekurangan dari
dalam terjadi apabila departemen tidak dapat memenuhi kebutuhan departemen
lain maupun penundaan pengiriman maupun idle kapasitas. Biaya kekurangan
dari pihak luar dapat berupa biaya back order, biaya kehilangan kesempatan
penjualan, dan biaya kehilangan kesempatan menerima keuntungan.
F. Optimalisasi Persediaan
Perusahaan berusaha menekan biaya seminimal mungkin agar keuntungan yang
diperoleh menjadi lebih besar, demikian pula dengan manajemen persediaan selalu
mengupayakan agar biaya persediaan menjadi minimal.Metode untuk menetukan persediaan
yang paling optimal atau paling ekonomis adalah Economical Order Quantity (EOQ), yaitu
jumlah kuantitas bahan yang dibeli pada setiap kali pembelian dengan biaya yang paling
minimal. EOQ tercapai pada saat biaya pesan sama dengan biaya simpan. Jumlah kuantitas
pesanan yang paling ekonomis (EOQ) dapat dicapai pada saat biaya pesan sama dengan biaya
simpan.
Rumusnya adalah :
 EOQ =
P
C
S
F
.
.
.
2
Dimana :
F = Biaya pesan
S = Total permintaan /tahun
C = Biaya simpan dalam prosentase
P = Harga /unit
1. ROP (ReOrder Point).
ROP (Re Order Point) atau titik pemesanan kembali adalah saat harus
diadakan pesanan lagi sehingga penerimaan bahan yang dipesan tepat pada
waktu persediaan diatas safety stock sama dengan nol (Martono, D A Harjito,
2005: 88). Untuk menentukan ReOrder Point (ROP) dapat digunakan persamaan
sebagai berikut:
 ROP = Waktu pemesanan X penggunaan unit /hari
Penggunaan unit = Jumlah unit pesan : jumlah hari
Saat kapan pemesanan harus dilakukan kembali perlu ditentukan secara baik
karena kekeliruan saat pemesanan kembali tersebut dapat berakibat terganggunya
proses produksi.
Ada dua faktor yang menentukan ReOrder Point:
a) Penggunaan bahan selama Lead Time
Waktu tunggu (Lead Time) juga ditentukan oleh jarak antara perusahaan
dan sumber bahan, alat transportasi yang digunakan dan lain sebagainya.
Selama waktu tunggu proses produksi diperusahaan tidak boleh terganggu.
Oleh karena itu, penggunaan bahan selama waktu tunggu perlu
diperhitungkan dengan cermat sehingga perusahaan tidak sampai kekurangan
bahan.
b) Persediaan Pengaman (Safety Stock)
Adalah persediaan minimal yang ada dalam perusahaan.Persediaan ini
merupakan persediaan yang dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila
perusahaan kekurangan barang atau ada keterlambatan bahan yang dipesan
sampai di perusahaan. ROP harus dilakukan ketika jumlah barang atau bahan
tepat sama dengan jumlah barang yang dijadikan safety stock ditambah
kebutuhan selama waktu tertentu. Rumusnya adalah :
 SS = C X P
 Latihan soal :
Perusahaan PT. POLYGON berharap bias menjual produknya dengan lancar dan
kebutuhan barang yang akan dijual sebesar 60.000 unit selama setahun dengan harga
sebesar Rp. 2000,-, rencana akan dilakukan pemesanan dua bulan sekali. Biaya setiap kali
pesan sebesar Rp. 100.000,- dan biaya penyimpanan sebesar 20%., lead time = 5 hari.
Hitunglah :
1) TIC sebelum dan sesudah EOQ !
2) ROP dengan safetystock
3) Buatlah analisauntuk keduanya.
 N = 12 bulan / 2 bulan = 6 kali pemesanan
TOC = biaya pesan X frekuensi pemesanan
= F X N
= Rp. 100,000,- X 6
= Rp. 600.000,-
TCC = by. penyimpanan (%) X harga /unit X rata-rata persediaan
= C X P X Q/2
= 20% X Rp. 2.000,- X 10.000 unit /2
= Rp. 2.000.000,-
TIC = TOC + TCC
= Rp. 600.000,- + Rp. 2.000.000,-
= Rp. 2.600.000,-
 EOQ =
P
C
S
F
.
.
.
2
=





,
2000
.
%
20
)
000
.
60
(
)
,
000
.
100
.
(
2
Rp
unit
Rp
=


,
400
.
,
000
.
000
.
12
.
Rp
Rp
= 000
.
000
.
30 = 5.477 unit
N =
Q
S
=
477
.
5
000
.
60
= 11 X
TOC = N X F
= 11 X Rp. 100.000,-
= Rp. 1.100.000,-
TCC = C X P X Q/2
= 20% X Rp. 2000,- X (5.477/2)
= Rp. 1.095.000,-
TIC = TOC + TCC
= Rp. 1.100.000,- + Rp. 1.095.000,-
= Rp. 2.195.000,-
Kalau kita bandingkan antara biaya persediaan total tanpa EOQ dengan
biaya persediaan total dengan EOQ ternyata masih menguntungkan atau lebih
hemat kalau pemesanan dengan menggunakan EOQ. Kalau menggunakan EOQ
biaya persediaan total sebesar Rp. 2.195.000,- sedang kalau tanpa menggunakan
EOQ biaya persediaan total sebesar Rp. 2.600.000,- berarti lebih hemat Rp.
404.400,-.
 ROP = Waktu pemesanan X penggunaan unit setiap hari
Penggunaan unit setiap hari = jml unit pesan / jumlah hari pesan
Asumsi, 1 tahun = 360 hari, 1 bulan = 30 hari
ROP = 5 hari X 5.477 unit : (360 hari/11)
= 5 hari X (5.477 unit : 33 hari )
= 5 hari X 166 unit
= 830 unit
Dari perhitungan diatas, diketahui bahwa perusahaan akan melakukan
pemesanan kalau persediaan yang ada tinggal 830 unit dan jumlah itu yang bisa
digunakan dalam waktu tunggu selama 5 hari.
 ROP dengan safety stock, sebesar 200 unit
ROP = (5 hari X 166 unit) + 200 unit
= 830 unit + 200 unit
= 1.030 unit
TOC = F X N
= Rp. 100.000,- X 11
= Rp. 1.100.000,-
TCC = C X P X (A + safety stock)
= 20% X Rp. 2000,- X ( 2.739 unit + 200 unit )
= Rp. 1.175.600,-
TIC = TOC + TCC
= Rp. 1.100.000,- + Rp. 1.175.600,-
= Rp. 2.275.600,-
Berdasar hitungan diatas bisa dianalisis sebagai berikut. Sebelum ada safety
stock jumlah biaya pemesanan (TOC) jumlahnya sama atau tidak ada perubahan
dengan setelah ada safety stock yaitu sebesar Rp. 1.100.000,- karena frekuensi
pembelian tetap yaitu sebanyak 11 kali. Biaya penyimpanan ada perubahan
sebesar Rp. 80.000,- yaitu sebelum ada safety stock yaitu sebesar Rp. 1.095.000,-
dan setelah safety stock biaya menjadi Rp. 1.175.000,-. Karena ada perubahan
dari biaya penyimpanan, jelas mempengaruhi jumlah persediaan total (TIC),
dimana terjadi kenaikan dari biaya penyimpanan yaitu sebesar Rp. 80.000,-.
Biaya total persediaan sebelum adanya safety stock sebesar Rp. 2.195.000,- dan
setelah adanya safety stock sebesar Rp. 2.275.600,-
Dari ilustrasi diatas bisa digambarkan dibawah ini mengenai :
a) Tingkat persediaan yang pasti
b) TIC dengan EOQ
Unit
Q
Q/2
Waktu
Rata-rat persediaan
Unit
EOQ
5.477
ROP
830
0 28 33 66 Hari
5 hari
Tingkat pemakaian rata2
c) TIC dengan EOQ serta safety stock
Unit
EOQ
5.677
ROP
1.030
200
0 28 33 62 66 Hari
5 hari
Tingkat pemakaian rata2
Persediaan pengaman
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
Manajemen persediaan melibatkan pengendalian aset atau aktiva yang digunakan dalam
proses produksi atau yang diproduksi untuk dijual dalam kegiatan operasi perusahaan.
Persediaan ada tiga jenis, yaitu bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi.
Tujuan manajemen persediaan mengadakan persediaan yang dibutuhkan untuk operasi yang
berkelanjutan baik pada proses produksi maupun melayani permintaan dengan biaya
minimum.
3 jenis biaya persediaan dalam menentukan persediaan yang optimal yaitu : biaya pesan
(ordering costs), biaya simpan (carrying costs), dan biaya kehabisan bahan (stockout costs).
Kuantitas pemesanan ekonomis (EOQ) merupakan kuantitas barang persediaan.
Reorder point (ROP) merupakan jumlah tertentu dari persediaan pada saat dilakukan
pemesanan.
Waktu menunggu (lead time) adalah lamanya dilakukan pemesanan persediaan dengan
diterimanya pemesanan persediaan.
Persediaan pengaman (safety stock) merupakan persediaan cadangan yang digunakan untuk
berjaga-jaga terhadap ketidakpastian baik dalam hal penggunaan atau permintaan persediaan
maupun waktu tunggu yang tidak pasti.
DAFTAR PUSTAKA
Yuniningsih.2018. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan.Sidoarjo : Indomedia Pustaka.
Hayat, Atma., Noch, M. Yamin., Hamdani, Rumasukun, M. Ridwan., Rasyid, Abdul.,
Nasution, Murni Dahlena.,2018. Manajemen Keuangan, Sidoarjo : Madenatera dan
Indomedia Pustaka

KELOMPOK MANAJEMEN PERSEDIAAN.doc

  • 1.
    TUGAS MANAJEMEN OPERASI MANAJEMEN PERSEDIAAN OLEH: KELOMPOK  NURUL HUSNA  PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BUTON 2023
  • 2.
    KATA PENGANTAR Puji dansyukur kami ucapkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas berkat dan rahmat- Nya kepada kami semua, sehingga makalah ini dapat selesai dalam waktu yang sudah ditentukan. Makalah Strategi-Strategi Tata Ruang ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Operasi. Dalam penulisan makalah ini, penulis menyadari masih terdapat banyak kesalahan sehingga makalah ini jauh dari kata sempurna. Untuk itu kritik dan saran kami terima guna untuk memperbaiki kesalahan di masa yang akan datang. Kurang dan lebihnya kami ucapkan terima kasih dan semoga makalah ini dapat menjadi media belajar bagi kami sebagai penulis dan juga bagi orang yang membacanya. Bau bau, 11 Januari 2023 Penyusun
  • 3.
    DAFTAR ISI Contents KATA PENGANTAR...............................................................................................................2 DAFTAR ISI..............................................................................................................................3 BAB 1 PENDAHULUAN.........................................................................................................4 A. Latar Belakang ............................................................................................................4 B. Rumusan Masalah .......................................................................................................4 C. Tujuan..........................................................................................................................4 BAB II PEMBAHASAN ...........................................................................................................5 A. Pengertian Manajemen Persediaan..............................................................................5 B. Tujuan Manajemen Persediaan ...................................................................................5 C. Fungsi Manajemen Persediaan....................................................................................6 D. Jenis-jenis Persediaan..................................................................................................6 E. Biaya Persediaan .........................................................................................................7 F. Optimalisasi Persediaan..................................................................................................9 BAB III PENUTUP ................................................................................................................15 A. Kesimpulan................................................................................................................15 DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................16
  • 4.
    BAB 1 PENDAHULUAN A.Latar Belakang Persediaan merupakan salah satu unsur penting dalam operasi perusahaan, selain itu persediaan dapat mempermudah dan memperlancar jalannya kegiatan normal pada suatu perusahaan yang dilakukan secara rutin untuk memproduksi barang yang diperuntukkan bagi konsumen. Bahan baku untuk barang dalam proses dan barang jadi merupakan macam-macam bentuk dari persediaan, dan persediaan berhubungan dengan stok dari apapun yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Meskipun persediaan mewakili sebagian besar dari investasi bisnis yang harus dikelola dengan baik untuk memaksimalkan keuntungan. Persediaan berhubungan dengan bermacam-macam tujuan yaitu : mencari perimbangan antara jumlah stok yang benar tetapi tidak terlalu banyak, meningkatkan turnover persediaan tanpa mengorbankan tingkat pelayanan, menjaga stok terendah tetapi tidak membahayakan kinerja, memelihara bermacam-macam stok yang sangat banyak tetapi tidak menghabiskan dengan cepat sehingga menipis, mempunyai persedian yang mencukupi tanpa item-item yang usang atau tidak terpakai, selalu mempunyai stok yang diinginkan tetapi tidak item yang lambat, Ketika persediaan tidak dikelola dengan benar dan menjadi tidak dipercaya, tidak efisien dan mahal, tidak hanya item yang disimpan, pajak asuransi dan juga biaya yang ada dalam inventory. B. Rumusan Masalah Adapun perumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut: 1. Apakah yang dimaksud dengan manajemen persediaan ? 2. Apa saja tujuan dan fungsi serta jenis manajemen persediaan ? 3. Bagaimana cara memaksimalkan manajemen persediaan ? C. Tujuan Pembuatan makalah ini bertujuan untuk mengetahui tentang pengertian manajemen persediaan, tujuan dan macam-macamnya serta hasil yang maksimal dengan adanya manajemen persediaan bagi perusahaan. Dan memenuhi tugas mata kuliah manajemen keuangan.
  • 5.
    BAB II PEMBAHASAN A.Pengertian Manajemen Persediaan Istlah persediaan (inventory) adalah suatu istilah umum yang menunjukkan segala sesuatu atau sumber daya – sumber daya organisasi yang disimpan dalam antisipasinya terhadap pemenuhan permintaan.Sitem persediaan adalah serangkaian kebijaksanaan yang memonitor tingkat persediaan dan mementukan tingkat persediaan yang harus di jaga, kapan persediaan harus di isi, dan berapa besar pesanan yang harus dilakukan. Sedangkan pengertian persediaan menurut Warren Reeve Fess yang diterjemahkan oleh Aria Farahmita, Amanugrahani dan Taufik Hendrawan yaitu : “Digunakan untuk mengindikasikan (1) barang dagang yang disimpan untuk kemudian dijual dalam operasi bisnis perusahaan, dan (2) bahan yang digunakan dalam proses produksi atau yang disimpan untuk tujuan itu.” Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa persediaan adalah unsur yang paling aktif dalam operasi perusahaan yang digunakan untuk dijual kembali atau digunakan dalam proses produksi. B. Tujuan Manajemen Persediaan Dalam perusahaan seperti perusahaan manufaktur dan perusahaan dagang memiliki persediaan yang beraneka ragam jenisnya, sehingga persediaan memiliki tujuan. Adapun uraian dari tujuan persediaan adalah sebagai berikut : a. Batch Stock/Lot Size Inventory, persediaan yang diadakan karena kita membeli atau membuat bahan-bahan atau barang-barang dalam jumlah yang lebih besar dari jumlah yang dibutuhkan saat ini. b. Fluctuation Stock, persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan. c. Anticipation Stock, persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diramalkan, berdasarkan pola musiman yang terdapat dalam satu tahun dan untuk menghadapi penggunaan atau penjualan atau permintaan yang meningkat. Berdasarkan pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan adanya persediaan, maka perusahaan dapat melakukan efisiensi produksi dan penghematan biaya angkut, dapat menghadapi fluktuasi permintaan konsumen yang tidak dapat diramalkan atau tidak beraturan serta untuk mengatasi jumlah pesanan yang telah diramalkan sebelumnya., dalam
  • 6.
    bahasa timbul mekanismeuntuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000). C. Fungsi Manajemen Persediaan Fungsi persediaan menurut Freddy Rangkuti terdiri dari : a) Fungsi Decouplingadalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya tergantung pada pengadaannya dalam hal kuantitas dan waktu pengiriman. Persediaan barang dalam proses diadakan agar departemen-departemen dan proses-proses individual perusahaan terjaga kebebasannya. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para langganan. b) Fungsi Economic Lot Sizing. Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar, dibandingkan dengan biaya- biaya yang timbul karena besarnya persediaan (biaya sewa gudang, investasi, resiko, dan sebagainya). c) Fungsi Antisipasi yaitu apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat diperkirakan dan diramalkan berdasarkan pengalaman atau data-data masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat mengadakan persediaan musiman (seasional inventories). D. Jenis-jenis Persediaan Secara garis besar dalam perusahaan yang bergerak di dalam industri pabrik (manufaktur), persediaan diklasifikasikan berdasarkan tahapan dalam proses produksi. Adapun uraian dari jenis-jenis persediaan adalah sebagai berikut : a. Persediaan bahan baku (raw material stock), yaitu persediaan barang-barang berwujud, seperti besi, kayu serta komponen-komponen lainnya yang digunakan dalam proses produksi. b. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased parts/components), yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, dimana secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.
  • 7.
    c. Persediaan bahanpembantu atau penolong (supplies stock), yaitu persediaan barang- barang yang diperlukan dalam proses produksi, tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi. d. Persediaan barang setengah jadi (work in process stock), yaitu persediaan barang- barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi masih perlu di proses lebih lanjut menjadi barang jadi. e. Persediaan barang jadi (finished good stock), yaitu persediaan barang- barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap untuk dijual atau dikirim pada langganan. E. Biaya Persediaan Seperti yang sudah disebutkan diatas, tujuan manajemen persediaan adalah untuk menyediakan persediaan yang diperlukan guna menjamin kelangsungan operasi perusahaan pada tingkat biaya yang minimal.Untuk itu.Langkah pertama yang perlu dilakukan oleh manajemen adalah mengidentifikasi semua biaya yang berkaitan dengan pembelian dan penyimpanan persediaan. Biaya yang berkaitan dengan persediaan dikelompokkan menjadi ; 1. Biaya pesan (ordering costs), 2. Biaya simpan (carrying costs), 3. Biaya kehabisan bahan (stockout costs). 1. . Biaya Pesan (Ordering Costs) Merupakan semua biaya yang timbul karena perusahaan memesan barang apabila barang tersebut dibeli pada pihak lain. Biaya tersebut meliputi biaya sejak dilakukan pemesanan sampai barang tersebut berada di gudang. Biaya pemesanan meliputi biaya pengelolaan sampai bagian pembelian, bagian tenaga kerja, bagian telepon atau administrasi, serta biaya persiapan penyusunan spesifikasi yang berhubungan dengan proses pemesanan. Disamping itu biaya pemesanan meliputi biaya penerimaan, pengecekan, penimbangan, biaya pembayaran faktur, dan potongan tunai apabila perusahaan membeli dalam jumlah yang cukup besar dan biaya lain hingga persediaan siap diproses, Untuk mencari biaya pesan total (ordering costs) dapat dirumuskan sebagai berikut :  TOC = F X S/Q
  • 8.
    = F XN Dimana : S = jumlah kebutuhan atau permintaan / tahun Q = jumlah unit sekali pesan N = jumlah atau frekuensi pemesanan / tahun F = biaya pesan 2. Biaya Simpan (Carrying Costs) Mencakup semua biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk menyimpan dalam periode tertentu.Biasanya biaya ini ditunjukkan dengan persentase atau harga beli persediaan.Biaya ini meliputi sewa gedung, biaya penurunan nilai perusahaan, biaya penyusutan teknologi, biaya asuransi baik kebakaran atau kehilangan, biaya pajak. Untuk mencari mencari biaya penyimpanan (carrying costs) dapat dirumuskan sebagai berikut :  TCC = C X P X A Atau TCC = CP X A Dimana : C = Biaya penyimpanan dalam prosentase P = harga /unit CP = biaya penyimpanan /unit dalam rupiah A = rata-rata persediaan (Q/2)  Total Biaya Persediaan = Total biaya pesan + Total biaya simpan TIC = TOC + TCC = F X (S/Q) + C X P X (Q/2) 3. Biaya Kehabisan Bahan (Stockout Costs) Dari semua biaya-biaya yang berhubungan dengan tingkat persediaan, biaya kekurangan bahan adalah yang paling sulit diperkirakan.Biaya ini timbul bilamana persediaan tidak mencukupi adanya permintaan bahan.Kekurangan bahan bisa dari luar maupun dari dalam perusahaan.Kekurangan dari luar terjadi apabila pesanan konsumen tidak dapat dipenuhi. Sedangkan kekurangan dari
  • 9.
    dalam terjadi apabiladepartemen tidak dapat memenuhi kebutuhan departemen lain maupun penundaan pengiriman maupun idle kapasitas. Biaya kekurangan dari pihak luar dapat berupa biaya back order, biaya kehilangan kesempatan penjualan, dan biaya kehilangan kesempatan menerima keuntungan. F. Optimalisasi Persediaan Perusahaan berusaha menekan biaya seminimal mungkin agar keuntungan yang diperoleh menjadi lebih besar, demikian pula dengan manajemen persediaan selalu mengupayakan agar biaya persediaan menjadi minimal.Metode untuk menetukan persediaan yang paling optimal atau paling ekonomis adalah Economical Order Quantity (EOQ), yaitu jumlah kuantitas bahan yang dibeli pada setiap kali pembelian dengan biaya yang paling minimal. EOQ tercapai pada saat biaya pesan sama dengan biaya simpan. Jumlah kuantitas pesanan yang paling ekonomis (EOQ) dapat dicapai pada saat biaya pesan sama dengan biaya simpan. Rumusnya adalah :  EOQ = P C S F . . . 2 Dimana : F = Biaya pesan S = Total permintaan /tahun C = Biaya simpan dalam prosentase P = Harga /unit 1. ROP (ReOrder Point). ROP (Re Order Point) atau titik pemesanan kembali adalah saat harus diadakan pesanan lagi sehingga penerimaan bahan yang dipesan tepat pada waktu persediaan diatas safety stock sama dengan nol (Martono, D A Harjito, 2005: 88). Untuk menentukan ReOrder Point (ROP) dapat digunakan persamaan sebagai berikut:  ROP = Waktu pemesanan X penggunaan unit /hari Penggunaan unit = Jumlah unit pesan : jumlah hari
  • 10.
    Saat kapan pemesananharus dilakukan kembali perlu ditentukan secara baik karena kekeliruan saat pemesanan kembali tersebut dapat berakibat terganggunya proses produksi. Ada dua faktor yang menentukan ReOrder Point: a) Penggunaan bahan selama Lead Time Waktu tunggu (Lead Time) juga ditentukan oleh jarak antara perusahaan dan sumber bahan, alat transportasi yang digunakan dan lain sebagainya. Selama waktu tunggu proses produksi diperusahaan tidak boleh terganggu. Oleh karena itu, penggunaan bahan selama waktu tunggu perlu diperhitungkan dengan cermat sehingga perusahaan tidak sampai kekurangan bahan. b) Persediaan Pengaman (Safety Stock) Adalah persediaan minimal yang ada dalam perusahaan.Persediaan ini merupakan persediaan yang dimaksudkan untuk berjaga-jaga apabila perusahaan kekurangan barang atau ada keterlambatan bahan yang dipesan sampai di perusahaan. ROP harus dilakukan ketika jumlah barang atau bahan tepat sama dengan jumlah barang yang dijadikan safety stock ditambah kebutuhan selama waktu tertentu. Rumusnya adalah :  SS = C X P  Latihan soal : Perusahaan PT. POLYGON berharap bias menjual produknya dengan lancar dan kebutuhan barang yang akan dijual sebesar 60.000 unit selama setahun dengan harga sebesar Rp. 2000,-, rencana akan dilakukan pemesanan dua bulan sekali. Biaya setiap kali pesan sebesar Rp. 100.000,- dan biaya penyimpanan sebesar 20%., lead time = 5 hari. Hitunglah : 1) TIC sebelum dan sesudah EOQ ! 2) ROP dengan safetystock 3) Buatlah analisauntuk keduanya.  N = 12 bulan / 2 bulan = 6 kali pemesanan TOC = biaya pesan X frekuensi pemesanan
  • 11.
    = F XN = Rp. 100,000,- X 6 = Rp. 600.000,- TCC = by. penyimpanan (%) X harga /unit X rata-rata persediaan = C X P X Q/2 = 20% X Rp. 2.000,- X 10.000 unit /2 = Rp. 2.000.000,- TIC = TOC + TCC = Rp. 600.000,- + Rp. 2.000.000,- = Rp. 2.600.000,-  EOQ = P C S F . . . 2 =      , 2000 . % 20 ) 000 . 60 ( ) , 000 . 100 . ( 2 Rp unit Rp =   , 400 . , 000 . 000 . 12 . Rp Rp = 000 . 000 . 30 = 5.477 unit N = Q S = 477 . 5 000 . 60 = 11 X TOC = N X F = 11 X Rp. 100.000,- = Rp. 1.100.000,- TCC = C X P X Q/2 = 20% X Rp. 2000,- X (5.477/2) = Rp. 1.095.000,- TIC = TOC + TCC = Rp. 1.100.000,- + Rp. 1.095.000,- = Rp. 2.195.000,-
  • 12.
    Kalau kita bandingkanantara biaya persediaan total tanpa EOQ dengan biaya persediaan total dengan EOQ ternyata masih menguntungkan atau lebih hemat kalau pemesanan dengan menggunakan EOQ. Kalau menggunakan EOQ biaya persediaan total sebesar Rp. 2.195.000,- sedang kalau tanpa menggunakan EOQ biaya persediaan total sebesar Rp. 2.600.000,- berarti lebih hemat Rp. 404.400,-.  ROP = Waktu pemesanan X penggunaan unit setiap hari Penggunaan unit setiap hari = jml unit pesan / jumlah hari pesan Asumsi, 1 tahun = 360 hari, 1 bulan = 30 hari ROP = 5 hari X 5.477 unit : (360 hari/11) = 5 hari X (5.477 unit : 33 hari ) = 5 hari X 166 unit = 830 unit Dari perhitungan diatas, diketahui bahwa perusahaan akan melakukan pemesanan kalau persediaan yang ada tinggal 830 unit dan jumlah itu yang bisa digunakan dalam waktu tunggu selama 5 hari.  ROP dengan safety stock, sebesar 200 unit ROP = (5 hari X 166 unit) + 200 unit = 830 unit + 200 unit = 1.030 unit TOC = F X N = Rp. 100.000,- X 11 = Rp. 1.100.000,- TCC = C X P X (A + safety stock) = 20% X Rp. 2000,- X ( 2.739 unit + 200 unit ) = Rp. 1.175.600,- TIC = TOC + TCC = Rp. 1.100.000,- + Rp. 1.175.600,- = Rp. 2.275.600,- Berdasar hitungan diatas bisa dianalisis sebagai berikut. Sebelum ada safety stock jumlah biaya pemesanan (TOC) jumlahnya sama atau tidak ada perubahan
  • 13.
    dengan setelah adasafety stock yaitu sebesar Rp. 1.100.000,- karena frekuensi pembelian tetap yaitu sebanyak 11 kali. Biaya penyimpanan ada perubahan sebesar Rp. 80.000,- yaitu sebelum ada safety stock yaitu sebesar Rp. 1.095.000,- dan setelah safety stock biaya menjadi Rp. 1.175.000,-. Karena ada perubahan dari biaya penyimpanan, jelas mempengaruhi jumlah persediaan total (TIC), dimana terjadi kenaikan dari biaya penyimpanan yaitu sebesar Rp. 80.000,-. Biaya total persediaan sebelum adanya safety stock sebesar Rp. 2.195.000,- dan setelah adanya safety stock sebesar Rp. 2.275.600,- Dari ilustrasi diatas bisa digambarkan dibawah ini mengenai : a) Tingkat persediaan yang pasti b) TIC dengan EOQ Unit Q Q/2 Waktu Rata-rat persediaan Unit EOQ 5.477 ROP 830 0 28 33 66 Hari 5 hari Tingkat pemakaian rata2
  • 14.
    c) TIC denganEOQ serta safety stock Unit EOQ 5.677 ROP 1.030 200 0 28 33 62 66 Hari 5 hari Tingkat pemakaian rata2 Persediaan pengaman
  • 15.
    BAB III PENUTUP A.Kesimpulan Manajemen persediaan melibatkan pengendalian aset atau aktiva yang digunakan dalam proses produksi atau yang diproduksi untuk dijual dalam kegiatan operasi perusahaan. Persediaan ada tiga jenis, yaitu bahan baku, barang setengah jadi dan barang jadi. Tujuan manajemen persediaan mengadakan persediaan yang dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan baik pada proses produksi maupun melayani permintaan dengan biaya minimum. 3 jenis biaya persediaan dalam menentukan persediaan yang optimal yaitu : biaya pesan (ordering costs), biaya simpan (carrying costs), dan biaya kehabisan bahan (stockout costs). Kuantitas pemesanan ekonomis (EOQ) merupakan kuantitas barang persediaan. Reorder point (ROP) merupakan jumlah tertentu dari persediaan pada saat dilakukan pemesanan. Waktu menunggu (lead time) adalah lamanya dilakukan pemesanan persediaan dengan diterimanya pemesanan persediaan. Persediaan pengaman (safety stock) merupakan persediaan cadangan yang digunakan untuk berjaga-jaga terhadap ketidakpastian baik dalam hal penggunaan atau permintaan persediaan maupun waktu tunggu yang tidak pasti.
  • 16.
    DAFTAR PUSTAKA Yuniningsih.2018. Dasar-DasarManajemen Keuangan.Sidoarjo : Indomedia Pustaka. Hayat, Atma., Noch, M. Yamin., Hamdani, Rumasukun, M. Ridwan., Rasyid, Abdul., Nasution, Murni Dahlena.,2018. Manajemen Keuangan, Sidoarjo : Madenatera dan Indomedia Pustaka