Anuitas Lain
Kelompok 6 1. Nurul Iftitah (190404020044)
2. Yasinta Liyani (190404020020)
3. Verry (190404020033)
4. Aprilia Putri Berliana (190404020044)
Keterangan:
i = tingkat bunga diskonto (tingkat
bunga relevan)
g = tingkat pertumbuhan
n = jumlah periode
A0 = besar pembayaran atau
penerimaan hari ini
A1 = besar pembayaran atau
penerimaan satu periode lagi
Rangkaian pembayaran atau penerimaan
uang dengan besar yang tidak sama tetapi
bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang
sama.
Rumus persamaan khusus:
𝑃𝑉 =
1−
1+𝑔
1+𝑖
−𝑛
𝑖−𝑔
𝐴1
Dan
𝑃𝑉 =
1−
1+𝑔
1+𝑖
−𝑛
𝑖−𝑔
𝐴1 + 𝐴0
Anuitas bertumbuh
Contoh soal!
Berapa nilai sekarang dari arus kas sebesar Rp 1.000.000 tahun
depan Rp 1.100.000 tahun berikutnya, dan terus bertumbuh
sebesar 10% setiap tahun selama 10 kali jika tingkat bunga
sebesar 12%?
Keterangan:
P0 = harga wajar/nilai
intrinsic
saat ini
D1 = perkiraan deviden
tahun depan
k = tingkat bunga
diskonto
g = tingkat pertumbuhan
Pertuitas Bertumbuh
Pertuitas bertumbuh adalah apabila anuitas tumbuh
untuk seumur hidup atau dengan periode 𝑛 → ∞. Dalam
manajemen investasi, persamaan perpuitas bertumbuh begitu
popular karena sangat sering dipakai untuk menilai harga
wajar atau nilai intrinsic suatu saham.
Rumus sederhana:
𝑃𝑉 =
𝐴
𝑖
Atau tepatnya
𝐴1
𝑖
Rumus setelah perubahan:
𝑃𝑉 =
𝐴1
𝑖
+ 𝐴0
Rumus persamaan baku:
𝑃
0 =
𝐷1
𝑘−𝑔
Keterangan:
A0 = arus kas hari ini
A1= arus kas satu periode berikutnya
i= tingkat bunga diskonto
Perpuitas Bertumbuh
Konsistensi pengunaan
variable dan notasi dalam
persamaan perpuitas bertumbuh
Rumus :
𝑃𝑉0 = 𝑃𝑉 =
𝐴1
𝑖−𝑔
dan 𝑃0 = 𝑃𝑉 =
𝐴1
𝑖−𝑔
+ 𝐴0
Berapa harga wajar saham yang diperkirakan memberikan dividen sebesar Rp 220
tahun depan jika tingkat bunga diskonto adalah 15% p.a dan deviden tahun ini yang
baru saja dibayarkan adalah Rp 200?
Contoh soal!
Keterangan:
PV= nilai sekarang dari
anuitas variabel dengan
pertumbuhan deret
aritmatik
A=nilai anuitas awal
Q= nilai pertumbuhan
deret aritmatik
n = jumlah periode
i = tingkat bunga
Anuitas Variabel
Anuitas yang hampir sama dengan
anuitas bertumbuh adalah anuitas variabel
(variable annuity). Perbedaannya, dalam
anuitas bertumbuh tingkat pertumbuhan
dinyatakan dalam presentase atau deret
geometri; sedangkan dalam anuitas variabel,
besar pertumbuhan adalah dalam deret
aritmatik.
Rumus:
𝑃𝑉 = 𝐴
1−(1+𝑖)
𝑖
−𝑛
+ 𝑄
1−(1+𝑖)−𝑛
𝑖
−𝑛(1+𝑖)−𝑛
𝑖
Hitunglah nilai sekarang dari arus kas tahunan berikut jikat tingkat diskonto
10% p.a. Rp 46.000.000.000, Rp44.000.000.000, dan Rp 42.000.000.000?
Contoh soal!
Any Question?
Pertanyaan
1.
Jawaban Diketahui:
A1 = Rp 1.000.000
i = 12% = 0,12
g = 10% = 0,01
n = 10
Ditanya: PV?
Jawab:
𝑃𝑉 =
1−
1+𝑔
1+𝑖
−2
𝑖−𝑔
𝐴1 =
1−
1+0,01
1+0,12
−10
0,12−0,1
𝑥 𝑅𝑝 1.000.000 = 𝑅𝑝 8.244.217,26
Jawaban
Diketahui:
k = 15% = 0,15
D1 = Rp 220
D0 = Rp 200
Ditanya: 𝑃0?
Jawab:
g =
𝐷1−𝐷0
𝐷0
=
𝑅𝑝220−𝑅𝑝200
𝑅𝑝200
= 10% = 0,1
𝑃0 = 𝑃𝑉 =
𝐴1
𝑖−𝑔
=
𝐷1
𝑘−𝑔
=
𝑅𝑝220
0,15−0,1
= 𝑅𝑝4.400
Jawaban Diketahui:
A = 46.000.000.000
Q = -2.000.000.000
n = 3
i = 0,1
Ditanya: PV?
Jawab:
𝑃𝑉 = 𝐴
1−(1+𝑖)
𝑖
−𝑛
+ 𝑄
1−(1+𝑖)−𝑛
𝑖
−𝑛(1+𝑖)−𝑛
𝑖
= 46.000.000
1−(1+0,1)
0,1
−3
+ −2.000.000
1− 1+0,1 −3
0,1
−3 1+0,1 −3
0,1
= 𝑅𝑝109.737.039,82

Kelompok 6 anuitas lain

  • 1.
    Anuitas Lain Kelompok 61. Nurul Iftitah (190404020044) 2. Yasinta Liyani (190404020020) 3. Verry (190404020033) 4. Aprilia Putri Berliana (190404020044)
  • 2.
    Keterangan: i = tingkatbunga diskonto (tingkat bunga relevan) g = tingkat pertumbuhan n = jumlah periode A0 = besar pembayaran atau penerimaan hari ini A1 = besar pembayaran atau penerimaan satu periode lagi Rangkaian pembayaran atau penerimaan uang dengan besar yang tidak sama tetapi bertumbuh dengan tingkat pertumbuhan yang sama. Rumus persamaan khusus: 𝑃𝑉 = 1− 1+𝑔 1+𝑖 −𝑛 𝑖−𝑔 𝐴1 Dan 𝑃𝑉 = 1− 1+𝑔 1+𝑖 −𝑛 𝑖−𝑔 𝐴1 + 𝐴0 Anuitas bertumbuh
  • 3.
    Contoh soal! Berapa nilaisekarang dari arus kas sebesar Rp 1.000.000 tahun depan Rp 1.100.000 tahun berikutnya, dan terus bertumbuh sebesar 10% setiap tahun selama 10 kali jika tingkat bunga sebesar 12%?
  • 4.
    Keterangan: P0 = hargawajar/nilai intrinsic saat ini D1 = perkiraan deviden tahun depan k = tingkat bunga diskonto g = tingkat pertumbuhan Pertuitas Bertumbuh Pertuitas bertumbuh adalah apabila anuitas tumbuh untuk seumur hidup atau dengan periode 𝑛 → ∞. Dalam manajemen investasi, persamaan perpuitas bertumbuh begitu popular karena sangat sering dipakai untuk menilai harga wajar atau nilai intrinsic suatu saham. Rumus sederhana: 𝑃𝑉 = 𝐴 𝑖 Atau tepatnya 𝐴1 𝑖 Rumus setelah perubahan: 𝑃𝑉 = 𝐴1 𝑖 + 𝐴0 Rumus persamaan baku: 𝑃 0 = 𝐷1 𝑘−𝑔
  • 5.
    Keterangan: A0 = aruskas hari ini A1= arus kas satu periode berikutnya i= tingkat bunga diskonto Perpuitas Bertumbuh Konsistensi pengunaan variable dan notasi dalam persamaan perpuitas bertumbuh Rumus : 𝑃𝑉0 = 𝑃𝑉 = 𝐴1 𝑖−𝑔 dan 𝑃0 = 𝑃𝑉 = 𝐴1 𝑖−𝑔 + 𝐴0
  • 6.
    Berapa harga wajarsaham yang diperkirakan memberikan dividen sebesar Rp 220 tahun depan jika tingkat bunga diskonto adalah 15% p.a dan deviden tahun ini yang baru saja dibayarkan adalah Rp 200? Contoh soal!
  • 7.
    Keterangan: PV= nilai sekarangdari anuitas variabel dengan pertumbuhan deret aritmatik A=nilai anuitas awal Q= nilai pertumbuhan deret aritmatik n = jumlah periode i = tingkat bunga Anuitas Variabel Anuitas yang hampir sama dengan anuitas bertumbuh adalah anuitas variabel (variable annuity). Perbedaannya, dalam anuitas bertumbuh tingkat pertumbuhan dinyatakan dalam presentase atau deret geometri; sedangkan dalam anuitas variabel, besar pertumbuhan adalah dalam deret aritmatik. Rumus: 𝑃𝑉 = 𝐴 1−(1+𝑖) 𝑖 −𝑛 + 𝑄 1−(1+𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛(1+𝑖)−𝑛 𝑖
  • 8.
    Hitunglah nilai sekarangdari arus kas tahunan berikut jikat tingkat diskonto 10% p.a. Rp 46.000.000.000, Rp44.000.000.000, dan Rp 42.000.000.000? Contoh soal!
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Jawaban Diketahui: A1 =Rp 1.000.000 i = 12% = 0,12 g = 10% = 0,01 n = 10 Ditanya: PV? Jawab: 𝑃𝑉 = 1− 1+𝑔 1+𝑖 −2 𝑖−𝑔 𝐴1 = 1− 1+0,01 1+0,12 −10 0,12−0,1 𝑥 𝑅𝑝 1.000.000 = 𝑅𝑝 8.244.217,26
  • 12.
    Jawaban Diketahui: k = 15%= 0,15 D1 = Rp 220 D0 = Rp 200 Ditanya: 𝑃0? Jawab: g = 𝐷1−𝐷0 𝐷0 = 𝑅𝑝220−𝑅𝑝200 𝑅𝑝200 = 10% = 0,1 𝑃0 = 𝑃𝑉 = 𝐴1 𝑖−𝑔 = 𝐷1 𝑘−𝑔 = 𝑅𝑝220 0,15−0,1 = 𝑅𝑝4.400
  • 13.
    Jawaban Diketahui: A =46.000.000.000 Q = -2.000.000.000 n = 3 i = 0,1 Ditanya: PV? Jawab: 𝑃𝑉 = 𝐴 1−(1+𝑖) 𝑖 −𝑛 + 𝑄 1−(1+𝑖)−𝑛 𝑖 −𝑛(1+𝑖)−𝑛 𝑖 = 46.000.000 1−(1+0,1) 0,1 −3 + −2.000.000 1− 1+0,1 −3 0,1 −3 1+0,1 −3 0,1 = 𝑅𝑝109.737.039,82