Mata Kuliah
KEBIJAKAN PUBLIK
Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Deskripsi dan Tujuan
DESKRIPSI:
Topik ini menjelaskan kandungan Kebijakan Publik, Sisi-sisi dan
pendekatan serta sifat umum Kebijakan Publik, kajian dan proses
orientasi Kebijakan Publik, serta masalah yang dihadapai dalam
penerapan Kebijakan Publik
TUJUAN:
① Mahasiswa memahami konsep dikeluarkannya Kebijakan Publik
serta partisipasi masyarakat terhadap Kebijakan Publik
② Mahasiswa memahami bagaimana proses perumusan Kebijakan
Publik
③ Mahasiswa dapat memahami pelaksanaan Kebijakan Publik
④ Mahasiswa dapat memahami terjadinya dinamika social dalam
proses Implementasi Kebijakan Publik
Bahasan
Kebijakan Publik Negara Berkembang
Teori Kebijakan Publik
1
Proses Perumusan Kebijakan Publik
2
Proses Pelaksanaan Kebijakan Publik
3
Kebijakan Publik dalam Praktik
4
5
Kandungan Kebijakan Publik
• Stakeholders apa saja yang terlibat
• Bagaimana proses perumusan Kebijakan Publik
yang dilakukan
• Bagaimana implementasi dilakukan terhadap
Kebijakan Publik
• Apa hasil yang didapat dari Kebijakan Publik
dilakukan
• Apakah hasil dari Kebijakan Publik dimaksud
dapat memenuhi keinginan dari masyarakat
Tujuan Kebijakan Publik
Alasan ilmiah, untuk pengembangan
ilmu pengetahuan
Alasan Profesional, adalah membantu
para praktisi dalam memecahkan
masalah
Alasan Politik, Kebijakan Publik dapat
digunakan sebagai instrumen politik
1
3
2
ALASAN ILMIAH
Untuk pengembangan ilmu pengetahuan (alasan ilmiah)
 Menempatkan kebijakan publik sebagai variabel
terpengaruh (dependent variable), shg berusaha
menentukan variabel pengaruhnya (independent
variable)
 Misal : - Studi utk identifikasi faktor-faktor yang
mempengaruhi dikeluarkan UU Anti Terorisme - Studi
utk menganalisis dampak kebijakan kenaikan harga
BBM
Alasan Profesional
Membantu para praktisi dalam memecahkan masalah
(alasan profesional)
 Dasar teoritis utk membuat kebijakan publik yang baik
dan memperkecil kegagalan dari kebijakan publik
 Misal :
Dasar teoritis baik secara ekonomi dan sosial
mengenai kebijakan menaikkan harga BBM oleh
Pemerintah
Alasan Profesional
Membantu para praktisi dalam memecahkan masalah
(alasan profesional)
 Dasar teoritis utk membuat kebijakan publik yang baik
dan memperkecil kegagalan dari kebijakan publik
 Misal :
Dasar teoritis baik secara ekonomi dan sosial
mengenai kebijakan menaikkan harga BBM oleh
Pemerintah
Alasan Politis
Berguna untuk tujuan politis (alasan politik)
 Kebijakan publik yang disusun melalui proses yang
benar dengan dukungan teori yang kuat memiliki posisi
yang kuat terhadap kritik dari lawan politiknya.
 Kebijakan tdk mudah dicabut krn alasan kepentingan
sesaat lawan politik
Pendekatan Studi
Pendekatan Studi
 Analisis Kebijakan (policy analysis)
Fokus : studi pembuat keputusan (decision making)
dan penetapan kebijakan (policy formation)
 Kebijakan Publik Politik (political public policy)
Hasil dan outcame kebijakan publik, melihat
interaksi politik sebagai faktor penentu
Alasan Profesional
Membantu para praktisi dalam memecahkan masalah
(alasan profesional)
 Dasar teoritis utk membuat kebijakan publik yang baik
dan memperkecil kegagalan dari kebijakan publik
 Misal :
Dasar teoritis baik secara ekonomi dan sosial
mengenai kebijakan menaikkan harga BBM oleh
Pemerintah
PENGERTIAN KEBIJAKAN PUBLIK
 WHAT EVER GOVERNMENT CHOOSE TO DO OR NOT TO DO. (Thomas Dye,
1981). (Thomas Dye, 1981)
 Dibuat oleh badan pemerintah bukan swasta
 Pilihan yang harus dilakukan atau tidak dilakukan badan pemerintah
 Kebijakan yang ditetapkan oleh badan-badan dan aparat pemerintah. (James
E. Anderson, 1979)
 A purposive course of action followed by an actor or set of actors in dealing
with a problem or matter of concern (serangkaian tindakan yang dipilih
secara sengaja oleh seorang aktor atau sekelompok aktor yang dimaksudkan
untuk mengatasi suatu masalah) (Anderson, 1984).
 Adalah cara dan tindakan pemerintah untuk mengatasi masalah
pembangunan tertentu atau untuk mencapai tujuan pembangunan tertentu
dengan mengeluarkan keputusan, strategi, perencanaan, maupun
implementasinya dengan menggunakan instrumen tertentu (World
Agroforestry, 2003).
Pengertian…(lanjutan)
 Tindakan yang dilakukan oleh instansi pemerintah atau
pejabat pemerintah dalam bidang masalah yang luas,
misalnya pertahanan, energi, kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan, pengendalian kriminalitas, urbanisasi,
dll. (W.N. Dunn, 1994).
 Tindakan pemerintah, baik yang dilakukan sendiri atau
melalui lembaga lain yang mempengaruhi kehidupan
publik ( G. Peters).
 Apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh
pemerintah (T.R.Dye, 1975).
 Apa yang dikatakan dan dilakukan atau tidak dilakukan
oleh pemerintah. Kebijakan mrpk serangkaian tujuan
dan sasaran dr program- program pemerintah (George
Edward III).
 Alokasi nilai yang otoritatif untuk seluruh masyarakat,
akan tetapi hanya pemerintahlah yang dapat berbuat
secara otoritatif untuk seluruh masyarakat, dan
semuanya yang dipilih oleh pemerintah untuk
dikerjakan atau untuk tidak dikerjakan adalah hasil-
hasil dari alokasi nilai-nilai tersebut (David Easton).
Pengertian…(lanjutan)
 Tidak ada definisi kebijakan publik yang bisa diterima
secara umum.
 Pendefinisian kebijakan publik harus mempunyai
pengertian mengenai apa yang sebenarnya dilakukan
daripada apa yg diusulkan dalam tindakan mengenai
suatu persoalan tertentu. Hal ini dimaksudkan karena
kebijakan merupakan suatu proses yg mencakup pula
tahap implementasi dan evaluasi sehingga definisi
yang hanya menekankan pada apa yang diusulkan
menjadi kurang memadai.
Pengertian…(lanjutan)
Kerangka Kerja
 Tujuan yang akan dicapai
 Preferensi nilai yang perlu dipertimbangkan
 Sumber daya yang mendukung kebijakan
 Kemanpuan aktor yang terlibat pembuatan
kebijakan
 Lingkungan : sosial, politik, ekonomi
 Strategi mencapai tujuan
Proses Kebijakan Publik
o Proses kebijakan publik merupakan proses yang amat
rumit dan kompleks. (William N. Dunn)
Penyusunan Agenda
Formulasi Kebijakan
Adopsi Kebijakan
Implementasi Kebijakan
Formulasi Kebijakan
Tahapan Kebijakan Publik
Penyusunan
Agenda
Formulasi &
Legitimasi Kebijakan
Implementasi
Kebijakan
Evaluasi Dampak
Kebijakan
Kebijakan
Baru
Agenda
Pemerintah
Kebijakan
Tindakan
Kebijakan
Dampak
Kebijakan
Hasil
Hasil
Hasil
Diikuti
Diperlukan
Diperlukan
nn
Proses Kebijakan Publik (Thomas R. Dye)
Tahap Penyusunan Agenda
 Dalam penyusunan agenda ini policy makers
membahas masalah-masalah yang masuk dari
masyarakat dan diteruskan apakah masalah-masalah
tersebut perlu atau tidak untuk ditangani. Meskipun
banyak masalah yang masuk dlm agenda pemerintah,
namun tidak semuanya dapat mencapai “ status
agenda”.
 Para ahli kebijakan publik mengakui bhw penyusunan
agenda merupakan suatu tahapan yg amat sulit dalam
kebijakan publik. Ini disebabkan banyaknya aktor yang
terlibat dan bervariasinya kepentingan yang mereka
wakili.
Tahap Formulasi Kebijakan
 Masalah yang telah masuk ke agenda kebijakan
dibahas oleh para pembuat kebijakan.
 Masalah tersebut didefinisikan untuk dicari alternatif
pemecahan yg terbaik.
 Dibuat banyak alternatif untuk penyelesaian masalah.
 Masing-masing alternatif bersaing untuk dipilih.
 Setiap aktor kebijakan akan bersaing utk menentukan
alternatif.
 Informasi mengenai kondisi-kondisi yang menimbulkan
masalah
 Dari banyak alternatif kebijakan yg ditawarkan
oleh para perumus kebijakan, akhirnya salah
satu dari alternatif kebijakan tersebut diadopsi
dengan dukungan para aktor (misal mayoritas
legislatif) atau konsensus antaraktor.
 Informasi mengenai manfaat bersih dari setiap
alternatif yang ditawarkan
Tahap Adopsi Kebijakan
 Pada tahap ini alternatif kebijakan yg telah
ditetapkan tadi dilaksanakan oleh unit-unit
administratif dg memobilisasi berbagai
sumberdaya.
 Bisa terjadi implementasi kebijakan ini
memperoleh atau tidak memperoleh dukungan
dari para pelaksana.
 Informasi konsekuensi sekarang dan masa lalu
diterapkannya alternatif kebijakan termasuk
kendala-kendalanya
Tahap Implementasi Kebijakan
 Kebijakan yang telah diimplementasikan
kemudian dinilai untuk melihat sejauh mana
atau tingkat keberhasilan kebijakan yang dibuat
telah mampu memecahkan masalah untuk
meraih dampak yang diinginkan.
 Perlu ditentukan ukuran-ukuran atau kriteria-
kriteria yang menjadi dasar untuk menilai
apakah kebijakan publik telah meraih dampak
yang diinginkan.
 Informasi mengenai kinerja atau hasil dari
kebijakan
Tahap Evaluasi Kebijakan
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
 Lingkungan (pengangguran, kriminalitas, krisis
ekonomi, gejolak politik) mempengaruhi/memaksa
aktor kebijakan untuk merespon dan memasukkan
dalam agenda pemerintah dan melahirkan kebijakan
publik untuk membuka lapangan kerja
 Lingkungan yang semeraut, kemacetan lalu lintas
maka akan melahirkan kebijakan publik dengan
membuat transpormasi masal
 Lingkungan yang tidak tertata dengan baik dan
kotor maka akan menciptakan kebijakan gotong
royong
Sistem Kebijakan Wiliam N Dunn Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan
(Policy Environment)
Pelaku Kebijakan
(Policy Stakeholder)
Sistem Kebijakan Thomas R Dye Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Kondisi sosial dan ekonomi
(Social and economic
condition)
Institusi, Proses, Prilaku
(Institution, Process,
Behavior)
Sistem Kebijakan Mustopadidjaya Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Pembuat dan
Pelaksana Kebijakan
Lingkungan
Kebijakan Kebijakan
Kelompok Sasaran
Kebijakan
2
1 3
4
Tipe Kebijakan Domestik Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Distributive Policy
Competitive Regulatory
Protective Regulatory
Redistributive Policy
1
2
3
4
Distributive Policy Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
 Adalah kebijakan dan program-program yang dibuat oleh
pemerintah dengan tujuan untuk mendorong kegiatan di sektor
swasta atau kegiatan-kegiatan masyarakat yang membutuhkan
intervensi pemerintah dalam bentuk subsidi atau sejenisnya di
mana kegiatan tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya
campur tangan pemerintah tersebut.
 Subsidi yang diberikan oleh pemerintah bisa mengambil
beberapa bentuk: Cash atau in-kind (hadiah, pinjaman dengan
bunga lunak, penurunan pajak, dsb.)
 Subsidi yang diberikan oleh pemerintah dapat dimaksudkan
untuk mendatangkan efek:
 Positif (masyarakat mau melakukan aktivitas yang dikendaki
pemerintah)
 Negatif (masyarakat tidak melakukan aktivitas yang tidak
disukai pemerintah).
Distributif….(lanjutan) Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
 Persoalan yang muncul dalam pembuatan kebijakan
distributif.
 Asumsi yang dipakai selama ini seolah antara
kebijakan distributif yang satu dengan yang lain
tidak berhubungan
 Dalam kenyataannya anggaran pemerintah sangat
terbatas, sehingga kebijakan distributif yang
dibuat oleh pemerintah dapat bersifat zero sum
game di mana pembuatan kebijakan yang satu
akan berimplikasi pada hilangnya kebijakan yang
lain.
Bentuk-bentuk Kebijakan Distributif Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
• Subsidi pupuk, pestisida, dan alat-alat
pertanian agar petani mau menanam padi
unggul.
• Penyediaan alat kontrasepsi gratis
• Raskin
• Kartu Indonesia Sehat
• KTP, KK dan SIM Gratis
• Kompensasi BBM
• Beasiswa
Kebijakan Kompetitif Regulatif Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
• Kebijakan atau program yang dimaksudkan untuk
membatasi siapa yang boleh menyediakan barang dan
jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat.
• Asumsi yang dipakai:
oBarang dan jasa yang dibutuhkan merupakan
barang langka sehingga tidak mungkin
mengijinkan semua masuk di dalamnya contoh
frekuensi radio.
oAda keperluan untuk menstandardisasi jenis
barang/jasa demi keselamatan konsumen
Kebijakan Kompetitif… (lanjutan) Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
o Karena sifatnya yang demikian dalam kebijakan
kompetitif juga terkandung kebijakan yang bersifat
• Distributif karena dengan mengatur kompetisi
pemerintah memberikan pangsa pasar yang
menguntungkan bagi pihak yang diberi lisensi.
• Protektif regulatif karena pemerintah menetapkan
standart dalam pemberian pelayanan oleh provider
kepada masyarakat.
o Contoh-contoh kebijakan kompetitif adalah: Ijin trayek
bus, pesawat udara, kapal, Ijin penggunaan frekuensi
radio, televise, Ijin pendirian sekolah, perguruan tinggi,
Ijin pendirian usaha
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang
Lingkungan Kebijakan Politeknik Negeri Sriwijaya
Palembang

Kebijakan publik1

  • 1.
    Mata Kuliah KEBIJAKAN PUBLIK PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 2.
    Deskripsi dan Tujuan DESKRIPSI: Topikini menjelaskan kandungan Kebijakan Publik, Sisi-sisi dan pendekatan serta sifat umum Kebijakan Publik, kajian dan proses orientasi Kebijakan Publik, serta masalah yang dihadapai dalam penerapan Kebijakan Publik TUJUAN: ① Mahasiswa memahami konsep dikeluarkannya Kebijakan Publik serta partisipasi masyarakat terhadap Kebijakan Publik ② Mahasiswa memahami bagaimana proses perumusan Kebijakan Publik ③ Mahasiswa dapat memahami pelaksanaan Kebijakan Publik ④ Mahasiswa dapat memahami terjadinya dinamika social dalam proses Implementasi Kebijakan Publik
  • 3.
    Bahasan Kebijakan Publik NegaraBerkembang Teori Kebijakan Publik 1 Proses Perumusan Kebijakan Publik 2 Proses Pelaksanaan Kebijakan Publik 3 Kebijakan Publik dalam Praktik 4 5
  • 4.
    Kandungan Kebijakan Publik •Stakeholders apa saja yang terlibat • Bagaimana proses perumusan Kebijakan Publik yang dilakukan • Bagaimana implementasi dilakukan terhadap Kebijakan Publik • Apa hasil yang didapat dari Kebijakan Publik dilakukan • Apakah hasil dari Kebijakan Publik dimaksud dapat memenuhi keinginan dari masyarakat
  • 5.
    Tujuan Kebijakan Publik Alasanilmiah, untuk pengembangan ilmu pengetahuan Alasan Profesional, adalah membantu para praktisi dalam memecahkan masalah Alasan Politik, Kebijakan Publik dapat digunakan sebagai instrumen politik 1 3 2
  • 6.
    ALASAN ILMIAH Untuk pengembanganilmu pengetahuan (alasan ilmiah)  Menempatkan kebijakan publik sebagai variabel terpengaruh (dependent variable), shg berusaha menentukan variabel pengaruhnya (independent variable)  Misal : - Studi utk identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi dikeluarkan UU Anti Terorisme - Studi utk menganalisis dampak kebijakan kenaikan harga BBM
  • 7.
    Alasan Profesional Membantu parapraktisi dalam memecahkan masalah (alasan profesional)  Dasar teoritis utk membuat kebijakan publik yang baik dan memperkecil kegagalan dari kebijakan publik  Misal : Dasar teoritis baik secara ekonomi dan sosial mengenai kebijakan menaikkan harga BBM oleh Pemerintah
  • 8.
    Alasan Profesional Membantu parapraktisi dalam memecahkan masalah (alasan profesional)  Dasar teoritis utk membuat kebijakan publik yang baik dan memperkecil kegagalan dari kebijakan publik  Misal : Dasar teoritis baik secara ekonomi dan sosial mengenai kebijakan menaikkan harga BBM oleh Pemerintah
  • 9.
    Alasan Politis Berguna untuktujuan politis (alasan politik)  Kebijakan publik yang disusun melalui proses yang benar dengan dukungan teori yang kuat memiliki posisi yang kuat terhadap kritik dari lawan politiknya.  Kebijakan tdk mudah dicabut krn alasan kepentingan sesaat lawan politik
  • 10.
    Pendekatan Studi Pendekatan Studi Analisis Kebijakan (policy analysis) Fokus : studi pembuat keputusan (decision making) dan penetapan kebijakan (policy formation)  Kebijakan Publik Politik (political public policy) Hasil dan outcame kebijakan publik, melihat interaksi politik sebagai faktor penentu
  • 11.
    Alasan Profesional Membantu parapraktisi dalam memecahkan masalah (alasan profesional)  Dasar teoritis utk membuat kebijakan publik yang baik dan memperkecil kegagalan dari kebijakan publik  Misal : Dasar teoritis baik secara ekonomi dan sosial mengenai kebijakan menaikkan harga BBM oleh Pemerintah
  • 12.
    PENGERTIAN KEBIJAKAN PUBLIK WHAT EVER GOVERNMENT CHOOSE TO DO OR NOT TO DO. (Thomas Dye, 1981). (Thomas Dye, 1981)  Dibuat oleh badan pemerintah bukan swasta  Pilihan yang harus dilakukan atau tidak dilakukan badan pemerintah  Kebijakan yang ditetapkan oleh badan-badan dan aparat pemerintah. (James E. Anderson, 1979)  A purposive course of action followed by an actor or set of actors in dealing with a problem or matter of concern (serangkaian tindakan yang dipilih secara sengaja oleh seorang aktor atau sekelompok aktor yang dimaksudkan untuk mengatasi suatu masalah) (Anderson, 1984).  Adalah cara dan tindakan pemerintah untuk mengatasi masalah pembangunan tertentu atau untuk mencapai tujuan pembangunan tertentu dengan mengeluarkan keputusan, strategi, perencanaan, maupun implementasinya dengan menggunakan instrumen tertentu (World Agroforestry, 2003).
  • 13.
    Pengertian…(lanjutan)  Tindakan yangdilakukan oleh instansi pemerintah atau pejabat pemerintah dalam bidang masalah yang luas, misalnya pertahanan, energi, kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, pengendalian kriminalitas, urbanisasi, dll. (W.N. Dunn, 1994).  Tindakan pemerintah, baik yang dilakukan sendiri atau melalui lembaga lain yang mempengaruhi kehidupan publik ( G. Peters).  Apa yang dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah (T.R.Dye, 1975).
  • 14.
     Apa yangdikatakan dan dilakukan atau tidak dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan mrpk serangkaian tujuan dan sasaran dr program- program pemerintah (George Edward III).  Alokasi nilai yang otoritatif untuk seluruh masyarakat, akan tetapi hanya pemerintahlah yang dapat berbuat secara otoritatif untuk seluruh masyarakat, dan semuanya yang dipilih oleh pemerintah untuk dikerjakan atau untuk tidak dikerjakan adalah hasil- hasil dari alokasi nilai-nilai tersebut (David Easton). Pengertian…(lanjutan)
  • 15.
     Tidak adadefinisi kebijakan publik yang bisa diterima secara umum.  Pendefinisian kebijakan publik harus mempunyai pengertian mengenai apa yang sebenarnya dilakukan daripada apa yg diusulkan dalam tindakan mengenai suatu persoalan tertentu. Hal ini dimaksudkan karena kebijakan merupakan suatu proses yg mencakup pula tahap implementasi dan evaluasi sehingga definisi yang hanya menekankan pada apa yang diusulkan menjadi kurang memadai. Pengertian…(lanjutan)
  • 16.
    Kerangka Kerja  Tujuanyang akan dicapai  Preferensi nilai yang perlu dipertimbangkan  Sumber daya yang mendukung kebijakan  Kemanpuan aktor yang terlibat pembuatan kebijakan  Lingkungan : sosial, politik, ekonomi  Strategi mencapai tujuan
  • 17.
    Proses Kebijakan Publik oProses kebijakan publik merupakan proses yang amat rumit dan kompleks. (William N. Dunn) Penyusunan Agenda Formulasi Kebijakan Adopsi Kebijakan Implementasi Kebijakan Formulasi Kebijakan
  • 18.
    Tahapan Kebijakan Publik Penyusunan Agenda Formulasi& Legitimasi Kebijakan Implementasi Kebijakan Evaluasi Dampak Kebijakan Kebijakan Baru Agenda Pemerintah Kebijakan Tindakan Kebijakan Dampak Kebijakan Hasil Hasil Hasil Diikuti Diperlukan Diperlukan nn
  • 19.
    Proses Kebijakan Publik(Thomas R. Dye)
  • 20.
    Tahap Penyusunan Agenda Dalam penyusunan agenda ini policy makers membahas masalah-masalah yang masuk dari masyarakat dan diteruskan apakah masalah-masalah tersebut perlu atau tidak untuk ditangani. Meskipun banyak masalah yang masuk dlm agenda pemerintah, namun tidak semuanya dapat mencapai “ status agenda”.  Para ahli kebijakan publik mengakui bhw penyusunan agenda merupakan suatu tahapan yg amat sulit dalam kebijakan publik. Ini disebabkan banyaknya aktor yang terlibat dan bervariasinya kepentingan yang mereka wakili.
  • 21.
    Tahap Formulasi Kebijakan Masalah yang telah masuk ke agenda kebijakan dibahas oleh para pembuat kebijakan.  Masalah tersebut didefinisikan untuk dicari alternatif pemecahan yg terbaik.  Dibuat banyak alternatif untuk penyelesaian masalah.  Masing-masing alternatif bersaing untuk dipilih.  Setiap aktor kebijakan akan bersaing utk menentukan alternatif.  Informasi mengenai kondisi-kondisi yang menimbulkan masalah
  • 22.
     Dari banyakalternatif kebijakan yg ditawarkan oleh para perumus kebijakan, akhirnya salah satu dari alternatif kebijakan tersebut diadopsi dengan dukungan para aktor (misal mayoritas legislatif) atau konsensus antaraktor.  Informasi mengenai manfaat bersih dari setiap alternatif yang ditawarkan Tahap Adopsi Kebijakan
  • 23.
     Pada tahapini alternatif kebijakan yg telah ditetapkan tadi dilaksanakan oleh unit-unit administratif dg memobilisasi berbagai sumberdaya.  Bisa terjadi implementasi kebijakan ini memperoleh atau tidak memperoleh dukungan dari para pelaksana.  Informasi konsekuensi sekarang dan masa lalu diterapkannya alternatif kebijakan termasuk kendala-kendalanya Tahap Implementasi Kebijakan
  • 24.
     Kebijakan yangtelah diimplementasikan kemudian dinilai untuk melihat sejauh mana atau tingkat keberhasilan kebijakan yang dibuat telah mampu memecahkan masalah untuk meraih dampak yang diinginkan.  Perlu ditentukan ukuran-ukuran atau kriteria- kriteria yang menjadi dasar untuk menilai apakah kebijakan publik telah meraih dampak yang diinginkan.  Informasi mengenai kinerja atau hasil dari kebijakan Tahap Evaluasi Kebijakan
  • 25.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang  Lingkungan (pengangguran, kriminalitas, krisis ekonomi, gejolak politik) mempengaruhi/memaksa aktor kebijakan untuk merespon dan memasukkan dalam agenda pemerintah dan melahirkan kebijakan publik untuk membuka lapangan kerja  Lingkungan yang semeraut, kemacetan lalu lintas maka akan melahirkan kebijakan publik dengan membuat transpormasi masal  Lingkungan yang tidak tertata dengan baik dan kotor maka akan menciptakan kebijakan gotong royong
  • 26.
    Sistem Kebijakan WiliamN Dunn Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Lingkungan Kebijakan (Policy Environment) Pelaku Kebijakan (Policy Stakeholder)
  • 27.
    Sistem Kebijakan ThomasR Dye Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang Kondisi sosial dan ekonomi (Social and economic condition) Institusi, Proses, Prilaku (Institution, Process, Behavior)
  • 28.
    Sistem Kebijakan MustopadidjayaPoliteknik Negeri Sriwijaya Palembang Pembuat dan Pelaksana Kebijakan Lingkungan Kebijakan Kebijakan Kelompok Sasaran Kebijakan 2 1 3 4
  • 29.
    Tipe Kebijakan DomestikPoliteknik Negeri Sriwijaya Palembang Distributive Policy Competitive Regulatory Protective Regulatory Redistributive Policy 1 2 3 4
  • 30.
    Distributive Policy PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang  Adalah kebijakan dan program-program yang dibuat oleh pemerintah dengan tujuan untuk mendorong kegiatan di sektor swasta atau kegiatan-kegiatan masyarakat yang membutuhkan intervensi pemerintah dalam bentuk subsidi atau sejenisnya di mana kegiatan tersebut tidak akan berjalan tanpa adanya campur tangan pemerintah tersebut.  Subsidi yang diberikan oleh pemerintah bisa mengambil beberapa bentuk: Cash atau in-kind (hadiah, pinjaman dengan bunga lunak, penurunan pajak, dsb.)  Subsidi yang diberikan oleh pemerintah dapat dimaksudkan untuk mendatangkan efek:  Positif (masyarakat mau melakukan aktivitas yang dikendaki pemerintah)  Negatif (masyarakat tidak melakukan aktivitas yang tidak disukai pemerintah).
  • 31.
    Distributif….(lanjutan) Politeknik NegeriSriwijaya Palembang  Persoalan yang muncul dalam pembuatan kebijakan distributif.  Asumsi yang dipakai selama ini seolah antara kebijakan distributif yang satu dengan yang lain tidak berhubungan  Dalam kenyataannya anggaran pemerintah sangat terbatas, sehingga kebijakan distributif yang dibuat oleh pemerintah dapat bersifat zero sum game di mana pembuatan kebijakan yang satu akan berimplikasi pada hilangnya kebijakan yang lain.
  • 32.
    Bentuk-bentuk Kebijakan DistributifPoliteknik Negeri Sriwijaya Palembang • Subsidi pupuk, pestisida, dan alat-alat pertanian agar petani mau menanam padi unggul. • Penyediaan alat kontrasepsi gratis • Raskin • Kartu Indonesia Sehat • KTP, KK dan SIM Gratis • Kompensasi BBM • Beasiswa
  • 33.
    Kebijakan Kompetitif RegulatifPoliteknik Negeri Sriwijaya Palembang • Kebijakan atau program yang dimaksudkan untuk membatasi siapa yang boleh menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. • Asumsi yang dipakai: oBarang dan jasa yang dibutuhkan merupakan barang langka sehingga tidak mungkin mengijinkan semua masuk di dalamnya contoh frekuensi radio. oAda keperluan untuk menstandardisasi jenis barang/jasa demi keselamatan konsumen
  • 34.
    Kebijakan Kompetitif… (lanjutan)Politeknik Negeri Sriwijaya Palembang o Karena sifatnya yang demikian dalam kebijakan kompetitif juga terkandung kebijakan yang bersifat • Distributif karena dengan mengatur kompetisi pemerintah memberikan pangsa pasar yang menguntungkan bagi pihak yang diberi lisensi. • Protektif regulatif karena pemerintah menetapkan standart dalam pemberian pelayanan oleh provider kepada masyarakat. o Contoh-contoh kebijakan kompetitif adalah: Ijin trayek bus, pesawat udara, kapal, Ijin penggunaan frekuensi radio, televise, Ijin pendirian sekolah, perguruan tinggi, Ijin pendirian usaha
  • 35.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 36.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 37.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 38.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 39.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 40.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 41.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 42.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 43.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 44.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 45.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang
  • 46.
    Lingkungan Kebijakan PoliteknikNegeri Sriwijaya Palembang