Widyaiswara Ahli Madya BPSDMD Prov Sumse
Jl. Sultan Mansyur 386 RT.05 RW.02 Bukit Lama
Palembang
STIA Bala Putra Dewa Palembang
APA ITU PEMIMPIN?
• Pemimpin adalah orang yang mendorong dan
menggerakan orang lain agar mau bekerja sama
mencapai tujuan yang telah ditentukan.
APA ITU KEPEMIMPINAN?
• Kepemimpinan adalah proses saling mempengaruhi antara
pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan organisasi.
• Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi
dan mengerakkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu
disebut
HAL-HAL YANG HARUS DIMILIKI SEORANG PEMIMPIN
1. Memotivasi diri
2. Kemampuan berbicara dimuka umum
3. Pemahaman teknik/alat kendali mutu
4. Kemampuan memecahkan masalah dengan system
5. Transfer pengetahuan kepada bawahan
6. Memotivasi bawahan
7. Mengenali karakteristik bawahan
8. Keinginan mengetahui perkembangan
9. Keinginan melakukan perubahan/perbaikan
10.Sikap mental
11.Citra diri
TUGAS PEMIMPIN
1. Mengantarkan atau mengarahkan.
2. Mengetuai.
3. Mempelopori atau merintis.
4. Memberi petunjuk, nasehat dan petuah.
5. Memberi bimbingan.
6. Membina untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan
anggotanya.
7. Menggerakkan.
CIRI-CIRI PEMIMPIN YANG EFEKTIF
1) Memiliki Pengetahuan luas
2) Sehat jasmani dan rohani
3) Memiliki Kemampuan mengendalikan emosi
4) Kemampuan analisa yang tinggi
5) Memiliki antusiasme yang tinggi
6) Objektif dalam memperlakukan bawahan
7) Memiliki Kemampuan berkomunikasi
8) Memiliki Kemampuan menyatakan pendapat
9) Tidak cepat putus asa
10)Berani mengambil keputusan
11)Memiliki rasa percaya diri
GAYA KEPEMIMPINAN
1. Demokrasi
2. Otoriter (otokratik)
3. Partisipatif
4. Bebas tindak (Laisser-faire)
GAYA KEPEMIMPINAN
• Gaya Kepemimpinan Demokratis
• orang-orang yang dipimpinnya sebagai subjek
• usaha untuk memanfaatkan kemampuan setiap orang
yang ada dalam organisasi untuk berpartisipasi dalam
setiap kegiatan
• mengambil keputusan sangat mementingkan diskusi
dan musyawarah
• berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork
GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER
• menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau
sekelompok kecil
• Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal
• Kedudukan bawahan semata-mata sebagai pelaksana
keputusan, perintah, dan bahkan kehendak pimpinan
GAYA KEPEMIMPINAN BEBAS
• kebalikan dari tipe atau gaya kepemimpinan otoriter
• cenderung didominasi oleh perilaku kepemimpinan kompromi (compromiser)
dan perilaku kepemimpinan pembelot (deserter)
• Pemimpin berkedudukan sebagai symbol
• Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahannya dan
keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan
PARTISIPATIF
• Merupakan gabungan antara otokratik dan demokratik
• Pemimpin menyampaikan hasil analisa masalah dan
mengusulkan tindakannya
• Staf diminta saran dan kritiknya serta mempertimbangkan
respon staf terhadap usulnya
• Keputusan akhir oleh kelompok
BEBAS TINDAK
• Merupakan pimpinan offisial
• Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan
• Karyawan menentukan sendiri kegiatan tanpa pengarahan,
supervisi dan koordinasi
• Keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan
• Kebijaksanaan lebih banyak dibuat oleh para bawahan
• Karyawan mengevaluasi pekerjaan sesuai dengan caranya
sendiri
• Pimpinan hanya sebagai sumber informasi dan pengendalian minimal
• Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahannya
• Prakarsa selalu datang dari bawahan
• Hampir tiada pengarahan dari pimpinan
• Tanggungjawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang perorang
SIFAT DASAR KEPEMIMPINAN
KOMPETENSI KEPEMIMPINAN
• kemampuan yang dimiliki seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai
dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan organisasi dan memberikan
hasil yang diinginkan
• Kouzes dan Posner (1995) ada 5 (lima) praktek mendasar pemimpin yang
memiliki kualitas kepemimpinan unggul, yaitu;
• (1) pemimpin yang menantang proses,
• (2) memberikan inspirasi wawasan bersama,
• (3) memungkinkan orang lain dapat bertindak dan berpartisipasi,
• (4) mampu menjadi penunjuk jalan, dan
• (5) memotivasi bawahan.
BURWASH (1996) MENYATAKAN
BAHWA,• beberapa kriteria kualitas kepemimpinan manajer yang baik antara lain,
• memiliki komitmen organisasional yang kuat,
• visionary,
• disiplin diri yang tinggi,
• tidak melakukan kesalahan yang sama,
• antusias,
• berwawasan luas,
• kemampuan komunikasi yang tinggi,
• manajemen waktu,
• mampu menangani setiap tekanan,
• mampu sebagai pendidik atau guru bagi bawahannya,
• empati,
• berpikir positif,
• memiliki dasar spiritual yang kuat,
• dan selalu siap melayani.
10 KETRAMPILAN UNTUK MENJADI
SEORANG PEMIMPIN YANG SUKSES
• Tentukan Visi Anda
• Jelaskan Visi Anda
• Kenali Gaya Kepemimpinan Anda
• Bedakan Kepemimpinan dengan Manajemen
• Pelajari dan Taati Aturan
• Jaga Kepercayaan Kolega Anda
• Pahami Aturan Kekuasaan
• Bertindaklah seperti Seorang Pemimpinng
• Kaderisasi kepemimpinan
• Jaga Keseimbangan Hidup Anda
5 DIMENSI KEPERCAYAAN
• Integritas: merujuk pada kejujuran dan kebenaran.
• Kompetensi: mencakup pengetahuan dan ketrampilan tehnis dan interpersonal.
• Konsistensi terkait dengan kehandalan, prediktabilitas dan pertimbangan baik seseorang
dalam menangani situasi-situasi. Ketidak sesuaian antara kata-kata dan tindakan mengikis
kepercayaan.
• Loyalitas adalah keinginan untuk melindungi dan menyelamatkan wajah untuk orang lain.
Kepercayaan menuntut bahwa anda dapat bergantung pada seseorang untuk tidak bertindak
oportunis.
• Keterbukaan: Anda mengandalkan orang untuk memberikan ke anda kebenaan senyatanya.
TINGKATAN MANAJEMEN
(MANAJEMEN LEVEL)
• Manajer lini garis-pertama (first line)
• tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan
mengawasi tenaga-tenaga operasional
• Manajer menengah (Middle Manager)
• manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi
• Manajer Puncak (Top Manager)
• terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas
manajemen keseluruhan dari organisas
KETRAMPILAN MANAGERIAL
• Robert L. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer
membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar
• Keterampilan konseptual (conceptional skill)
• Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)
• Keterampilan teknis (technical skill)
• Keterampilan manajemen waktu
• Keterampilan membuat keputusan
TINGKAT KEPEMIMPINAN DAN GAYA YANG
DIPERLUKAN :
• Manajer puncak Gaya G3,G4
• Manajer menengah gaya G3,G4,G1,G2
Manajer tingkat pertama gaya G 1 – G 2
MODEL ATAU GAYA KEPEMIMPINAN
OTORITER
Adalah gaya pemimpin
yang “otokritik” artinya
sangat memaksakan dan
mendesak kekuasaannya
kepada bawahan.
LAISSEZ FAIRE
Adalah pemimpin
pepmimpin yang
bersikap tengah
antara memaksakan
kehendak dan
memberi kelonggaran
kepada bawahan
DEMOKRATIS
Adalah pemimpin
yang memberikan
kebebasan kepada
bawahan.
SITUASIONAL
Adalah pemimpin yang
bersikap lebih melihat
pada situasinya. Kapan
harus bersikap memaksa
dan kapan harus
moderat, serta pada
situasi apa pemimpin
harus memberi
kebebasan kepada
bawahan
CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER
• Selalu memerintah
• Tidak mau menerima saran dari bawahan
• Tanpa musyawarah
• Hanya Mementingkan diri sendiri dan
kelompok
• Memberikan tugas mendadak
• Memaksakan kehendak
• Setiap keputusannya tidak dapat dibantah
• Kekuasaan mutlak ada pada pimpinan
• Hubungan dengan bawahan kurang harmonis
• Senang dengan sanjungan
• Tanpa kenal ampun atas kesalahan
bawahan
• Kurang percaya pada anak buah
• Kurang memberi dorongan semangat kerja
bawahan
• Kurang mawas diri
• Selalu tertutup
• Suka mengancam
• Kurang menghiraukan usulan bawahan
• Ada rasa bangga bila bawahannya takut
• Tidak suka bawahannya maju dan
berkembang
• Kurang adanya rasa kekeluargaan
CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN LAISSEZ FAIRE
• Pemimpin bersikap pasif
• Semua target diberikan kepada bawahan
• Tidak tegas
• Kurang memperhatikan kekurangan dan
kelebihan bawahan
• Percaya kepada bawahan
• Pelaksanaan pekerjaan tidak terkendali
• Mudah dibohongi bawahan
• Pemimpin kurang kreatif
• Kurang mawas diri
• Perencanaan dan tujuan kurang jelas
• Bawahan merasa sebagai orang yang
berkuasa
• Kurang memberikan dorongan pada
bawahan
• Rasa tanggungjawab kurang
• Kurang berwibawa
• Menjungjung tinggi hak asasi
• Menghargai pendapat bawahan
• Kurang bermusyawarah
CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINAN DEMOKRATIS
• Adil dan bijaksana
• Memiliki rasa Tenggang rasa
• Suka bermusyawarah
• Tidak mementingkan diri sendiri
• Selalu mawas diri
• Tidak sombong
• Lapang dada dan terbuka
• Mau menerima usulan atau pendapat
bawahan
• Selalu menerima kritik dari bawahan
• Menciptakan suasana kekeluargaan
• Menghargai pendapat bawahan
• Mau membimbing bawahan
• Percaya pada bawahan
• Tidak ada jarak dengan bawahan
• Mendorong bawahan untuk mencapai hasil baik
• Komunikatif dengan bawahan
• Partisipatif dengan bawahan
• Mengetahui kekurangan dan kelebihan
bawahan
• Memberi kesempatan mengembangkan karir
bawahan
• Pendapat terfokus pada hasil musyawarah
CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN
SITUASIONAL
• Supel / luwes
• Berwawasan luas
• Mempunyai tujuan yang jelas
• Bersikap terbuka
• Mudah menyesuaikan dengan
lingkungan
• Mampu menggerakan bawahan
• Bersikap keras pada saat tertentu
• Berprinsip dan konsisten terhadap
suatu masalah
• Ada komunikasi baik satu arah/dua
arah
• Memberi kesempatan bawahan untuk
mengutarakan pendapat
• Mengutamakan kepentingan bersama
• Mempunyai ketegasan dalam situasi
dan kondisi tertentu
• Mau menerima saran dan kritik dari
bawahan
• Mengutamakan suatu kekeluargaan
PENGERTIAN KEPEMIMPINAN
 Swansburg (1995), menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu
proses yang mempengaruhi aktifitas suatu kelompok yang
terorganisasi dalam usahanya mencapai penetapan dan pencapaian
tujuan
 Menurut George Terry (1986), Kepemimpinan adalah kegiatan untuk
mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk
mencapai tujuan kelompok
 Kepimpinan merupakan penggunaan keterampilan seseorang dlm
mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan sesuatu dengan
sebaik-baiknya sesuai dg kemampuan (Sullivan & Decker, 1989)
• Jadi Kepemimpinan itu
Suatu proses interaktif yang dinamis yang mencakup tiga dimensi
yaitu dimensi pimpinan, bawahan dan situasi.
PERBEDAAN
• kepemimpinan
• menekankan pada proses perilaku yang berfungsi di dalam dan di luar sutu organisasi,
seorang pemimpin harus dapat memotivasi dan member inspirasi orang lain secara
individu maupun secara kelompok.
• manajemen
• pengkoordinasian dan pengintegrasian semua sumber yang ada melalui proses
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pencapaian
tujuan
TEORI GENETIS
• Kepemimpinan merupakan bakat atau bawaan sejak seseorang
lahir
• Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bhw teori ini berasumsi
pemimpin dilahirkan bukan diciptakan
• Kekuasaan berada pd sejumlah org tertentu, yang melalui proses
pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena
keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai
pemimpin
• “Asal Raja Menjadi Raja”
TEORI SOSIAL
• Suatu peristiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin
• Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut
• Situasi mrpk peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan,
pemberontakan, reformasi dll
• Pengikut adalah orang yang menokohkan seseorang dan bersedia patuh
dan taat
• Teori sosial menjelaskan bahwa pemimpin itu harus disiapkan dan
dibentuk, tidak terlahirkan dan dibiarkan berkembang dengan sendirinya.
Untuk menjadi pemimpin, setiap orang dapat melakukannya melalui
usaha penyiapan, pendidikan dan latihan secara intensional.
TEORI EKOLOGIS
• Sedangkan teori ekologis merupakan gabungan dari
kedua teori genetis dan teori sosial, yang
menjelaskan bahwa seseorang akan sukses menjadi
pemimpin, bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat-
bakat kepemimpinan, dan bakat-bakat ini sempat
dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman dan
usaha pendidikan, juga sesuai dengan tuntutan
lingkungan atau ekologisnya.
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN,
CHESER
• Sifat-sifat Pribadi : Fisik, kecakapan (skill), teknologi, daya tanggap (perpection),
pengetahuan (knowledge), daya ingat (memory), imajinasi (imagination)
• Sifat-sifat pribadi yang merupakan watak yang lebih subyektif,yakni keunggulan
seorang pemimpin dalam keyakinan, ketekunan, daya tahan, keberanian dll
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN,
DAVIS
Ada 4 sifat umum yang efektif
• Kecerdasan
• Kedewasaan dan keluasan pandangan sosial
• Motivasi diri dan dorongan
• Sikap-sikap hubungan sosial
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, COLLONS
DALAM A DALE TEMPE (1993)
• Kelancaran berbicara
• Kemampuan memecahkan masalah
• Pandangan ke dalam masalah kelompok (organisasi)
• Keluwesan
• Kecerdasan
• Kesediaan menerima tanggung jawab
• Keterampilan sosial
• Kesadaran akan diri sendiri dan lingkungannya
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, YULK DALAM
HERSEY DAN BLANCHARD (1998)
Karakteristik pemimpin sukses terdiri dari :
• Cerdas
• Terampil secara konseptual
• Kreatif
• Diplomatis dan taktis
• Lancar berbicara
• Memiliki pengetahuan ttg tugas kelompok
• Persuasive
• Memiliki keterampilan sosial
KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, BENNIS
DALAM HERSEY DAN BLANCHARD (1998)
• Management of Attention
(kemampuan mengkomunikasikan tujuan atau arah yg dpt menarik
perhatian anggota)
• Management of Meaning
(kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan makna tujuan
secara jelas)
• Management of Trust
(kemampuan untuk dipercaya dan konsisten)
• Management of Self
(kemampuan mengendalikan diri dalam batas kekuatan dan
kelemahan)
RINGKASAN DARI SIFAT
•Intelegensi (kecerdasan)
•Kematangan dan keluasan pandangan sosial
•Memiliki motivasi dan keinginan berprestasi
•Memiliki hubungan manusiawi
KELEMAHAN TEORI SIFAT
• Tidak selalu ada relevansi antara sifat-sifat yang dianggap unggul dengan
efektivitas kepemimpinan
• Situasi dan kondisi tertentu yang ternyata memerlukan sifat tertentu pula berbeda
dari yang lain
TEORI PERILAKU
(BEHAVIOR THEORIES)
• Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada
perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan
• Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan
pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara
memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong
semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara
menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan
memberikan sanksi
BEBERAPA TEORI PERILAKU
• Teori X dan Y
• Studi Kepemimpinan Universitas IOWA
• Studi Kepemimpinan Universitas OHIO
• Studi Kepemimpinan Universitas Michigan
• Managerial Grid
• Empat Sistem Manajemen Likert
TEORI X & Y DOUGLAS MCGREGOR
A. Teori X
• Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka
bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan
kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun
menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus
terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan
perusahaan.
B. Teori Y
• Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari-
hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka
memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja
memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan
prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi
diri yang dimiliki dalam bekerja.
TEORI KONTINGENSI ATAU
TEORI SITUASIONAL
• Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas
umum untuk semua situasi
• Teori ini berpendapat bhw tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk
mengelola dan mengurus satu organisasi
FILOSOFI TEORI
• Contingency Approach
Respon atau reaksi yang timbul berfokus pada pendapat bahwa dalam menghadapi
situasi yang berbeda diperlukan perilaku atau gaya kepemimpinan yang berbeda
• Situational Approach
Perilaku atau gaya kepemimpinan harus sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh
seorang pemimpin
MODEL KEPEMIMPINAN
KONTINGENSI ATAU SITUASIONAL
• Model Kepemimpinan Situasional dari Fiedler
• Model Kepemimpinan Situasional Tiga Dimensi dari Reddin
• Model Kepemimpinan Situasional dari Tannenbaum dan Schmidt
• Model Kepemimpinan Situasional dari Hersey dan Blanchard
GAYA KEPEMIMPINAN FIEDLER
(KOONTZ, ET AL., 1986)
• Model kontigensi keefektifan kepemimpinan dikembangkan Fred E.
Fiedler (Fiedler, 1967). Model ini mendalilkan bahwa prestasi kelompok
tergantung pada interaksi antara gaya kepemimpinan dengan kadar
menguntungkan tidaknya situasi.
3 FAKTOR SITUASIONAL YANG MENENTUKAN
APAKAH SESEORANG MEMILIKI PELUANG MENJADI
PEMIMPIN YANG EFEKTIF, YAITU :
1. Hubungan pemimpin-anggota yang mengacu pada kadar keyakinan,
kepercayaan, rasa hormat para pengikut terhadap pemimpin yang bersangkutan.
Variabel ini mencerminkan penerimaan pemimpin.
2. Struktur tugas, dimana dimensi ini mencakup komponen berikut:
• Kejelasan tujuan
• pemecahan masalah
• pembuktian keputusan
• Keterincian keputusan
3. Kekuasaan posisi, yaitu faktor situasi yang dirancang untuk menentukan berapa
banyak kekuasaan yang dimiliki seseorang yang melakukan suatu pekerjaan
tertentu.
GAYA KEPEMIMPINAN SITUATIONAL MENURUT
FIEDLER DIBAGI MENJADI 2 YAITU :
•
1. Orientasi Pada Tugas
Pemimpin yang berorientasi pada tugas memperoleh kepuasan dari
terlaksananya tugas-tugas (Koontz, et al., 1986). Pemimpin
memotivasi dengan memenuhi kebutuhan psikologis seperti rasa
percaya diri dan status yang dicapai melalui penyelesaian tugas-
tugas, tidak melalui hubungan dengan bawahan .Ini tidak berarti
pemimpin tidak bersahabat dan ramah terhadap bawahan, tetapi
jika penyelesaian tugas terancam maka hubungan interpersonal
yang baik tidak lagi menjadi hal yang penting (lvancevich, et al.,
1977).
2. ORIENTASI PADA HUBUNGAN ANTAR
PRIBADI
• Pemimpin memotivasi dengan cara memenuhi kebutuhan
sosial dan
mengupayakan pencapaian hubungan antar pribadi yang
baik dan pencapaian
kedudukan pribadi yang menonjol (Koontz, et al., 1986).
Jika pemimpin dapat
mencapai tujuan diatas maka seorang pemimpin dapat
mencapai tujuan
sekundernya seperti status dan rasa percaya diri
(Ivancevich, et al., 1977).
MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONAL
TIGA DIMENSI DARI FIEDLER
Teori Tiga Dimensi kontingensi situasional untuk
menentukan efektivitas pemimpin:
1) Kekuasaan posisi : kuat - lemah
2) Struktur tugas : tinggi - rendah
3) Hubungan pemimpin anggota: baik - buruk
Kombinasi dari ketiga faktor tersebut akan dapat
menghasilkan 9 kemungkinan yang dikenal dengan
Model Kepemimpinan Situasional (Contingency Model by Fiedler).
9 KEMUNGKINAN FIEDLER
TEORI KONTINUM – TANNENBAUM DAN
SCHMIDT
• Kedua ahli menggambarkan gagasannya bahwa ada dua bidang pengaruh
yang ekstrem , pertama bidang pengaruh pimpinan kedua bidang pengaruh
kebebasan bawahan. Pada bidang pertama pemimpin menggunakan
otoritas dalam gaya kepemimpinannya, sedangkan pada bidang kedua
pemimpin menunjukkan gaya yang demokratis. Kedua bidang ini
dipengaruhi dalam hubungannya kalau pemimpin melakukan aktivitas
pembuatan keputusan.
7 MODEL GAYA PEMBUATAN KEPUTUSAN
YANG DILAKUKAN PEMIMPIN1. Pemimpin membuat keputusan kemudian mengumumkan kepada bawahannya. Dari model ini
terlihat bahwa otoritas yang digunakan atasan terlalu banyak sedangkan daerah kebebasan
bawahan terlalu sempit sekali.
2. Pemimpin menjual keputusan. Dalam hal ini pemimpin masih terlihat banyak menggunakan
otoritas yang ada padanya, sehingga persis dengan model yang pertama. Bawahan disini belum
banyak terlibat dalam pembuatan keputusan.
3. Pemimpin memberikan pemikiran-pemikiran atau ide-ide dan mengundang pertanyaan-
pertanyaan. Dalam model ini pemimpin sudah menunjukkan kemajuan, karena membatasi
penggunaan otoritas dan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengajukan
pertanyaan-pertanyaan. Bawahan sudah sedikit terlibat dalam pembuatan keputusan.
4. Pemimpin memberikan keputusan bersifat bersifat sementara yang kemungkinan dapat diubah.
Bawahan sudah mulai banyak terlibat dalam rangka pembuatan keputusan, sementara otoritas
pemimpin sudah mulai dikurangi penggunaannya,
7 MODEL GAYA PEMBUATAN KEPUTUSAN
YANG DILAKUKAN PEMIMPIN
5. Pemimpin memberikan persoalan, meminta saran-saran dan membuat keputusan. Disini
otoritas pimpinan digunakan sedikit mungkin, sebaliknya kebebasan bawahan dalam
berpartisipasi membuat keputusan sudah banyak digunakan.
6. Pemimpin merumuskan batas-batasnya, dan meminta kelompok bawahan untuk membuat
keputusan. Partisipasi bawahan dalam kesempatan ini lebih besar dibandingkan kelima
model diatas.
7. Pemimpin mengizinkan bawahan melakukan fungsi-fungsinya dalam batas-batas yang
telah dirumuskan oleh pimpinan. Model ini terletak pada titik ekstrem penggunaan
kebebasan bawahan, adapun titik ekstrem penggunaan otoritas terdapat pada nomor satu
di atas.
• Gaya Kepemimpinan Menurut Hersey - Blanchard (Hersey
and Blanchard, 1995)
1234
Memberitahukan, Menunjukkan,
Memimpin, Menetapkan (TELLING)
Menjual, Menjelaskan,
Memperjelas, Membujuk (SELLING)
Mengikut
sertakan, memberi
semangat, kerja
sama
(PARTISIPATING)
Mendelegasan,Peng
amatan,
Mengawasi,
Penyelesaian
(DELEGA
TING)
GAYA KEPEMIMPINAN HERSEY-
BLANCHARD DIBAGI MENJADI 4 YAITU :
• Memberitahukan, Menunjukkan, Memimpin, Menetapkan (TELLING-
DIRECTING-INSTRUCTION)
• Menjual, Menjelaskan, Memperjelas, Membujuk (SELLING-
COACHING)
• Mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama
(PARTICIPATING-SUPPORTING)
• Mendelegasikan, Pengamatan, Mengawasi, Penyelesaian
(DELEGATING)
•gaya kepemimpinan yang diterapkan
seorang pemimpin pada bawahannya
bergantung pada level kematangan
(maturity) dari bawahannya tersebut.
•Kematangan didefinisikan
sebagai kamampuan dan kemauan orang-orang
untuk memikul tanggung jawab
untuk mengarahkan perilaku mereka sendiri.
TINGKAT KEMATANGAN YANG
DIMAKSUD ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
• Tingkat kematangan M1/D1 (Tidak mampu dan tidak
ingin) maka gaya kepemimpinan yang diterapkan
pemimpin untuk memimpin bawahan seperti ini adalah
Gaya Telling (G1), yaitu dengan memberitahukan,
menunjukkan, mengistruksikan secara spesifik.
6
•Tingkat kematangan M2 /D2(tidak
mampu tetapi mau), untuk menghadapi
bawahan seperti ini maka gaya yang
diterapkan adalah Gaya
Selling/Coaching, yaitu dengan Menjual,
Menjelaskan, Memperjelas, Membujuk.
6
•Tingkat kematangan M3/D3 (mampu tetapi
tidak mau/ragu-ragu) maka gaya pemimpin
yang tepat untuk bawahan seperti ini adalah
Gaya Partisipatif, yaitu Saling bertukar Ide
& beri kesempatan untuk mengambil
keputusan.
6
Tingkat kematangan M4/D4 (Mampu dan
Mau) maka gaya kepemimpinan yang
tepat adalah Delegating, mendelegasikan
tugas dan wewenang dengan menerapkan
system control yang baik.
6
KEPEMIMPINAN PANCASILA
Asas-asas kepemimpinan Pancasila
• Ketuhanan yang maha Esa
• Ing ngarsa sung tulada (di depan memberikan teladan)
• Ing madya mangun karsa (di tengah membangun motivasi dan kemauan)
• Tut wuri handayani (di belakang memberikan kekuatan)
• Waspada Purba Wisesa (Waspada dan berkuasa)
• Ambeg Paramarta (mempunyai sifat-sifat benar yang hakiki)
• Prasaja (Bersifat sederhana)
• Satya (Bersifat setia, menepati janji, dan selalu memenuhi segala ucapannya)
• Gemi nastiti (Hemat, cermat teliti dan hati-hati)
• Terbuka (Komunikatif)
• Legawa (rela dan tulus ikhlas)
• Bersifat kesatria (Berbudi pekerti luhur dan terpuji)

Kepemimpinan stia bpd

  • 1.
    Widyaiswara Ahli MadyaBPSDMD Prov Sumse Jl. Sultan Mansyur 386 RT.05 RW.02 Bukit Lama Palembang STIA Bala Putra Dewa Palembang
  • 4.
    APA ITU PEMIMPIN? •Pemimpin adalah orang yang mendorong dan menggerakan orang lain agar mau bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.
  • 5.
    APA ITU KEPEMIMPINAN? •Kepemimpinan adalah proses saling mempengaruhi antara pemimpin dan pengikut untuk mencapai tujuan organisasi. • Kepemimpinan merupakan kemampuan untuk mempengaruhi dan mengerakkan orang lain guna mencapai tujuan tertentu disebut
  • 6.
    HAL-HAL YANG HARUSDIMILIKI SEORANG PEMIMPIN 1. Memotivasi diri 2. Kemampuan berbicara dimuka umum 3. Pemahaman teknik/alat kendali mutu 4. Kemampuan memecahkan masalah dengan system 5. Transfer pengetahuan kepada bawahan 6. Memotivasi bawahan 7. Mengenali karakteristik bawahan 8. Keinginan mengetahui perkembangan 9. Keinginan melakukan perubahan/perbaikan 10.Sikap mental 11.Citra diri
  • 7.
    TUGAS PEMIMPIN 1. Mengantarkanatau mengarahkan. 2. Mengetuai. 3. Mempelopori atau merintis. 4. Memberi petunjuk, nasehat dan petuah. 5. Memberi bimbingan. 6. Membina untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggotanya. 7. Menggerakkan.
  • 8.
    CIRI-CIRI PEMIMPIN YANGEFEKTIF 1) Memiliki Pengetahuan luas 2) Sehat jasmani dan rohani 3) Memiliki Kemampuan mengendalikan emosi 4) Kemampuan analisa yang tinggi 5) Memiliki antusiasme yang tinggi 6) Objektif dalam memperlakukan bawahan 7) Memiliki Kemampuan berkomunikasi 8) Memiliki Kemampuan menyatakan pendapat 9) Tidak cepat putus asa 10)Berani mengambil keputusan 11)Memiliki rasa percaya diri
  • 9.
    GAYA KEPEMIMPINAN 1. Demokrasi 2.Otoriter (otokratik) 3. Partisipatif 4. Bebas tindak (Laisser-faire)
  • 10.
    GAYA KEPEMIMPINAN • GayaKepemimpinan Demokratis • orang-orang yang dipimpinnya sebagai subjek • usaha untuk memanfaatkan kemampuan setiap orang yang ada dalam organisasi untuk berpartisipasi dalam setiap kegiatan • mengambil keputusan sangat mementingkan diskusi dan musyawarah • berusaha mengutamakan kerjasama dan teamwork
  • 11.
    GAYA KEPEMIMPINAN OTORITER •menempatkan kekuasaan di tangan satu orang atau sekelompok kecil • Pemimpin bertindak sebagai penguasa tunggal • Kedudukan bawahan semata-mata sebagai pelaksana keputusan, perintah, dan bahkan kehendak pimpinan
  • 12.
    GAYA KEPEMIMPINAN BEBAS •kebalikan dari tipe atau gaya kepemimpinan otoriter • cenderung didominasi oleh perilaku kepemimpinan kompromi (compromiser) dan perilaku kepemimpinan pembelot (deserter) • Pemimpin berkedudukan sebagai symbol • Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahannya dan keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan
  • 13.
    PARTISIPATIF • Merupakan gabunganantara otokratik dan demokratik • Pemimpin menyampaikan hasil analisa masalah dan mengusulkan tindakannya • Staf diminta saran dan kritiknya serta mempertimbangkan respon staf terhadap usulnya • Keputusan akhir oleh kelompok
  • 14.
    BEBAS TINDAK • Merupakanpimpinan offisial • Pimpinan melimpahkan wewenang sepenuhnya kepada bawahan • Karyawan menentukan sendiri kegiatan tanpa pengarahan, supervisi dan koordinasi • Keputusan lebih banyak dibuat oleh para bawahan • Kebijaksanaan lebih banyak dibuat oleh para bawahan • Karyawan mengevaluasi pekerjaan sesuai dengan caranya sendiri
  • 15.
    • Pimpinan hanyasebagai sumber informasi dan pengendalian minimal • Pimpinan hanya berkomunikasi apabila diperlukan oleh bawahannya • Prakarsa selalu datang dari bawahan • Hampir tiada pengarahan dari pimpinan • Tanggungjawab keberhasilan organisasi dipikul oleh orang perorang
  • 16.
  • 17.
    KOMPETENSI KEPEMIMPINAN • kemampuanyang dimiliki seseorang yang nampak pada sikapnya yang sesuai dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungan organisasi dan memberikan hasil yang diinginkan
  • 18.
    • Kouzes danPosner (1995) ada 5 (lima) praktek mendasar pemimpin yang memiliki kualitas kepemimpinan unggul, yaitu; • (1) pemimpin yang menantang proses, • (2) memberikan inspirasi wawasan bersama, • (3) memungkinkan orang lain dapat bertindak dan berpartisipasi, • (4) mampu menjadi penunjuk jalan, dan • (5) memotivasi bawahan.
  • 19.
    BURWASH (1996) MENYATAKAN BAHWA,•beberapa kriteria kualitas kepemimpinan manajer yang baik antara lain, • memiliki komitmen organisasional yang kuat, • visionary, • disiplin diri yang tinggi, • tidak melakukan kesalahan yang sama, • antusias, • berwawasan luas, • kemampuan komunikasi yang tinggi, • manajemen waktu, • mampu menangani setiap tekanan, • mampu sebagai pendidik atau guru bagi bawahannya, • empati, • berpikir positif, • memiliki dasar spiritual yang kuat, • dan selalu siap melayani.
  • 20.
    10 KETRAMPILAN UNTUKMENJADI SEORANG PEMIMPIN YANG SUKSES • Tentukan Visi Anda • Jelaskan Visi Anda • Kenali Gaya Kepemimpinan Anda • Bedakan Kepemimpinan dengan Manajemen • Pelajari dan Taati Aturan • Jaga Kepercayaan Kolega Anda • Pahami Aturan Kekuasaan • Bertindaklah seperti Seorang Pemimpinng • Kaderisasi kepemimpinan • Jaga Keseimbangan Hidup Anda
  • 21.
    5 DIMENSI KEPERCAYAAN •Integritas: merujuk pada kejujuran dan kebenaran. • Kompetensi: mencakup pengetahuan dan ketrampilan tehnis dan interpersonal. • Konsistensi terkait dengan kehandalan, prediktabilitas dan pertimbangan baik seseorang dalam menangani situasi-situasi. Ketidak sesuaian antara kata-kata dan tindakan mengikis kepercayaan. • Loyalitas adalah keinginan untuk melindungi dan menyelamatkan wajah untuk orang lain. Kepercayaan menuntut bahwa anda dapat bergantung pada seseorang untuk tidak bertindak oportunis. • Keterbukaan: Anda mengandalkan orang untuk memberikan ke anda kebenaan senyatanya.
  • 22.
    TINGKATAN MANAJEMEN (MANAJEMEN LEVEL) •Manajer lini garis-pertama (first line) • tingkatan manajemen paling rendah dalam suatu organisasi yang memimpin dan mengawasi tenaga-tenaga operasional • Manajer menengah (Middle Manager) • manajemen menengah dapat meliputi beberapa tingkatan dalam suatu organisasi • Manajer Puncak (Top Manager) • terdiri dari kelompok yang relative kecil, manager puncak bertanggung jawab atas manajemen keseluruhan dari organisas
  • 23.
    KETRAMPILAN MANAGERIAL • RobertL. Katz pada tahun 1970-an mengemukakan bahwa setiap manajer membutuhkan minimal tiga keterampilan dasar • Keterampilan konseptual (conceptional skill) • Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill) • Keterampilan teknis (technical skill) • Keterampilan manajemen waktu • Keterampilan membuat keputusan
  • 24.
    TINGKAT KEPEMIMPINAN DANGAYA YANG DIPERLUKAN : • Manajer puncak Gaya G3,G4 • Manajer menengah gaya G3,G4,G1,G2 Manajer tingkat pertama gaya G 1 – G 2
  • 25.
    MODEL ATAU GAYAKEPEMIMPINAN OTORITER Adalah gaya pemimpin yang “otokritik” artinya sangat memaksakan dan mendesak kekuasaannya kepada bawahan. LAISSEZ FAIRE Adalah pemimpin pepmimpin yang bersikap tengah antara memaksakan kehendak dan memberi kelonggaran kepada bawahan DEMOKRATIS Adalah pemimpin yang memberikan kebebasan kepada bawahan. SITUASIONAL Adalah pemimpin yang bersikap lebih melihat pada situasinya. Kapan harus bersikap memaksa dan kapan harus moderat, serta pada situasi apa pemimpin harus memberi kebebasan kepada bawahan
  • 26.
    CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINANOTORITER • Selalu memerintah • Tidak mau menerima saran dari bawahan • Tanpa musyawarah • Hanya Mementingkan diri sendiri dan kelompok • Memberikan tugas mendadak • Memaksakan kehendak • Setiap keputusannya tidak dapat dibantah • Kekuasaan mutlak ada pada pimpinan • Hubungan dengan bawahan kurang harmonis • Senang dengan sanjungan • Tanpa kenal ampun atas kesalahan bawahan • Kurang percaya pada anak buah • Kurang memberi dorongan semangat kerja bawahan • Kurang mawas diri • Selalu tertutup • Suka mengancam • Kurang menghiraukan usulan bawahan • Ada rasa bangga bila bawahannya takut • Tidak suka bawahannya maju dan berkembang • Kurang adanya rasa kekeluargaan
  • 27.
    CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINANLAISSEZ FAIRE • Pemimpin bersikap pasif • Semua target diberikan kepada bawahan • Tidak tegas • Kurang memperhatikan kekurangan dan kelebihan bawahan • Percaya kepada bawahan • Pelaksanaan pekerjaan tidak terkendali • Mudah dibohongi bawahan • Pemimpin kurang kreatif • Kurang mawas diri • Perencanaan dan tujuan kurang jelas • Bawahan merasa sebagai orang yang berkuasa • Kurang memberikan dorongan pada bawahan • Rasa tanggungjawab kurang • Kurang berwibawa • Menjungjung tinggi hak asasi • Menghargai pendapat bawahan • Kurang bermusyawarah
  • 28.
    CIRI-CIRI GAYA KEPEMIMPINANDEMOKRATIS • Adil dan bijaksana • Memiliki rasa Tenggang rasa • Suka bermusyawarah • Tidak mementingkan diri sendiri • Selalu mawas diri • Tidak sombong • Lapang dada dan terbuka • Mau menerima usulan atau pendapat bawahan • Selalu menerima kritik dari bawahan • Menciptakan suasana kekeluargaan • Menghargai pendapat bawahan • Mau membimbing bawahan • Percaya pada bawahan • Tidak ada jarak dengan bawahan • Mendorong bawahan untuk mencapai hasil baik • Komunikatif dengan bawahan • Partisipatif dengan bawahan • Mengetahui kekurangan dan kelebihan bawahan • Memberi kesempatan mengembangkan karir bawahan • Pendapat terfokus pada hasil musyawarah
  • 29.
    CIRI-CIRI KEPEMIMPINAN SITUASIONAL • Supel/ luwes • Berwawasan luas • Mempunyai tujuan yang jelas • Bersikap terbuka • Mudah menyesuaikan dengan lingkungan • Mampu menggerakan bawahan • Bersikap keras pada saat tertentu • Berprinsip dan konsisten terhadap suatu masalah • Ada komunikasi baik satu arah/dua arah • Memberi kesempatan bawahan untuk mengutarakan pendapat • Mengutamakan kepentingan bersama • Mempunyai ketegasan dalam situasi dan kondisi tertentu • Mau menerima saran dan kritik dari bawahan • Mengutamakan suatu kekeluargaan
  • 30.
    PENGERTIAN KEPEMIMPINAN  Swansburg(1995), menyatakan bahwa kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas suatu kelompok yang terorganisasi dalam usahanya mencapai penetapan dan pencapaian tujuan  Menurut George Terry (1986), Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang lain agar mau bekerja dengan suka rela untuk mencapai tujuan kelompok  Kepimpinan merupakan penggunaan keterampilan seseorang dlm mempengaruhi orang lain untuk melaksanakan sesuatu dengan sebaik-baiknya sesuai dg kemampuan (Sullivan & Decker, 1989)
  • 31.
    • Jadi Kepemimpinanitu Suatu proses interaktif yang dinamis yang mencakup tiga dimensi yaitu dimensi pimpinan, bawahan dan situasi.
  • 32.
    PERBEDAAN • kepemimpinan • menekankanpada proses perilaku yang berfungsi di dalam dan di luar sutu organisasi, seorang pemimpin harus dapat memotivasi dan member inspirasi orang lain secara individu maupun secara kelompok. • manajemen • pengkoordinasian dan pengintegrasian semua sumber yang ada melalui proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pencapaian tujuan
  • 33.
    TEORI GENETIS • Kepemimpinanmerupakan bakat atau bawaan sejak seseorang lahir • Bennis & Nanus (1990) menjelaskan bhw teori ini berasumsi pemimpin dilahirkan bukan diciptakan • Kekuasaan berada pd sejumlah org tertentu, yang melalui proses pewarisan memiliki kemampuan memimpin atau karena keberuntungan memiliki bakat untuk menempati posisi sebagai pemimpin • “Asal Raja Menjadi Raja”
  • 34.
    TEORI SOSIAL • Suatuperistiwa besar menciptakan seseorang menjadi pemimpin • Mengintegrasikan antara situasi dan pengikut • Situasi mrpk peristiwa besar seperti revolusi, kekacauan/kerusuhan, pemberontakan, reformasi dll • Pengikut adalah orang yang menokohkan seseorang dan bersedia patuh dan taat • Teori sosial menjelaskan bahwa pemimpin itu harus disiapkan dan dibentuk, tidak terlahirkan dan dibiarkan berkembang dengan sendirinya. Untuk menjadi pemimpin, setiap orang dapat melakukannya melalui usaha penyiapan, pendidikan dan latihan secara intensional.
  • 35.
    TEORI EKOLOGIS • Sedangkanteori ekologis merupakan gabungan dari kedua teori genetis dan teori sosial, yang menjelaskan bahwa seseorang akan sukses menjadi pemimpin, bila sejak lahirnya dia telah memiliki bakat- bakat kepemimpinan, dan bakat-bakat ini sempat dikembangkan melalui pengalaman-pengalaman dan usaha pendidikan, juga sesuai dengan tuntutan lingkungan atau ekologisnya.
  • 36.
    KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, CHESER • Sifat-sifatPribadi : Fisik, kecakapan (skill), teknologi, daya tanggap (perpection), pengetahuan (knowledge), daya ingat (memory), imajinasi (imagination) • Sifat-sifat pribadi yang merupakan watak yang lebih subyektif,yakni keunggulan seorang pemimpin dalam keyakinan, ketekunan, daya tahan, keberanian dll
  • 37.
    KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, DAVIS Ada 4sifat umum yang efektif • Kecerdasan • Kedewasaan dan keluasan pandangan sosial • Motivasi diri dan dorongan • Sikap-sikap hubungan sosial
  • 38.
    KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, COLLONS DALAMA DALE TEMPE (1993) • Kelancaran berbicara • Kemampuan memecahkan masalah • Pandangan ke dalam masalah kelompok (organisasi) • Keluwesan • Kecerdasan • Kesediaan menerima tanggung jawab • Keterampilan sosial • Kesadaran akan diri sendiri dan lingkungannya
  • 39.
    KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, YULKDALAM HERSEY DAN BLANCHARD (1998) Karakteristik pemimpin sukses terdiri dari : • Cerdas • Terampil secara konseptual • Kreatif • Diplomatis dan taktis • Lancar berbicara • Memiliki pengetahuan ttg tugas kelompok • Persuasive • Memiliki keterampilan sosial
  • 40.
    KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN, BENNIS DALAMHERSEY DAN BLANCHARD (1998) • Management of Attention (kemampuan mengkomunikasikan tujuan atau arah yg dpt menarik perhatian anggota) • Management of Meaning (kemampuan menciptakan dan mengkomunikasikan makna tujuan secara jelas) • Management of Trust (kemampuan untuk dipercaya dan konsisten) • Management of Self (kemampuan mengendalikan diri dalam batas kekuatan dan kelemahan)
  • 41.
    RINGKASAN DARI SIFAT •Intelegensi(kecerdasan) •Kematangan dan keluasan pandangan sosial •Memiliki motivasi dan keinginan berprestasi •Memiliki hubungan manusiawi
  • 42.
    KELEMAHAN TEORI SIFAT •Tidak selalu ada relevansi antara sifat-sifat yang dianggap unggul dengan efektivitas kepemimpinan • Situasi dan kondisi tertentu yang ternyata memerlukan sifat tertentu pula berbeda dari yang lain
  • 43.
    TEORI PERILAKU (BEHAVIOR THEORIES) •Keberhasilan seorang pemimpin sangat tergantung pada perilakunya dalam melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan • Gaya atau perilaku kepemimpinan tampak dari cara melakukan pengambilan keputusan, cara memerintah (instruksi), cara memberikan tugas, cara berkomunikasi, cara mendorong semangat bawahan, cara membimbing dan mengarahkan, cara menegakkan disiplin, cara memimpin rapat, cara menegur dan memberikan sanksi
  • 44.
    BEBERAPA TEORI PERILAKU •Teori X dan Y • Studi Kepemimpinan Universitas IOWA • Studi Kepemimpinan Universitas OHIO • Studi Kepemimpinan Universitas Michigan • Managerial Grid • Empat Sistem Manajemen Likert
  • 45.
    TEORI X &Y DOUGLAS MCGREGOR A. Teori X • Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia adalah makhluk pemalas yang tidak suka bekerja serta senang menghindar dari pekerjaan dan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Pekerja memiliki ambisi yang kecil untuk mencapai tujuan perusahaan namun menginginkan balas jasa serta jaminan hidup yang tinggi. Dalam bekerja para pekerja harus terus diawasi, diancam serta diarahkan agar dapat bekerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan. B. Teori Y • Teori ini memiliki anggapan bahwa kerja adalah kodrat manusia seperti halnya kegiatan sehari- hari lainnya. Pekerja tidak perlu terlalu diawasi dan diancam secara ketat karena mereka memiliki pengendalian serta pengerahan diri untuk bekerja sesuai tujuan perusahaan. Pekerja memiliki kemampuan kreativitas, imajinasi, kepandaian serta memahami tanggung jawab dan prestasi atas pencapaian tujuan kerja. Pekerja juga tidak harus mengerahkan segala potensi diri yang dimiliki dalam bekerja.
  • 46.
    TEORI KONTINGENSI ATAU TEORISITUASIONAL • Resistensi atas teori kepemimpinan sebelumnya yang memberlakukan asas-asas umum untuk semua situasi • Teori ini berpendapat bhw tidak ada satu jalan (kepemimpinan) terbaik untuk mengelola dan mengurus satu organisasi
  • 47.
    FILOSOFI TEORI • ContingencyApproach Respon atau reaksi yang timbul berfokus pada pendapat bahwa dalam menghadapi situasi yang berbeda diperlukan perilaku atau gaya kepemimpinan yang berbeda • Situational Approach Perilaku atau gaya kepemimpinan harus sesuai dengan situasi yang dihadapi oleh seorang pemimpin
  • 48.
    MODEL KEPEMIMPINAN KONTINGENSI ATAUSITUASIONAL • Model Kepemimpinan Situasional dari Fiedler • Model Kepemimpinan Situasional Tiga Dimensi dari Reddin • Model Kepemimpinan Situasional dari Tannenbaum dan Schmidt • Model Kepemimpinan Situasional dari Hersey dan Blanchard
  • 49.
    GAYA KEPEMIMPINAN FIEDLER (KOONTZ,ET AL., 1986) • Model kontigensi keefektifan kepemimpinan dikembangkan Fred E. Fiedler (Fiedler, 1967). Model ini mendalilkan bahwa prestasi kelompok tergantung pada interaksi antara gaya kepemimpinan dengan kadar menguntungkan tidaknya situasi.
  • 50.
    3 FAKTOR SITUASIONALYANG MENENTUKAN APAKAH SESEORANG MEMILIKI PELUANG MENJADI PEMIMPIN YANG EFEKTIF, YAITU : 1. Hubungan pemimpin-anggota yang mengacu pada kadar keyakinan, kepercayaan, rasa hormat para pengikut terhadap pemimpin yang bersangkutan. Variabel ini mencerminkan penerimaan pemimpin. 2. Struktur tugas, dimana dimensi ini mencakup komponen berikut: • Kejelasan tujuan • pemecahan masalah • pembuktian keputusan • Keterincian keputusan 3. Kekuasaan posisi, yaitu faktor situasi yang dirancang untuk menentukan berapa banyak kekuasaan yang dimiliki seseorang yang melakukan suatu pekerjaan tertentu.
  • 51.
    GAYA KEPEMIMPINAN SITUATIONALMENURUT FIEDLER DIBAGI MENJADI 2 YAITU : • 1. Orientasi Pada Tugas Pemimpin yang berorientasi pada tugas memperoleh kepuasan dari terlaksananya tugas-tugas (Koontz, et al., 1986). Pemimpin memotivasi dengan memenuhi kebutuhan psikologis seperti rasa percaya diri dan status yang dicapai melalui penyelesaian tugas- tugas, tidak melalui hubungan dengan bawahan .Ini tidak berarti pemimpin tidak bersahabat dan ramah terhadap bawahan, tetapi jika penyelesaian tugas terancam maka hubungan interpersonal yang baik tidak lagi menjadi hal yang penting (lvancevich, et al., 1977).
  • 52.
    2. ORIENTASI PADAHUBUNGAN ANTAR PRIBADI • Pemimpin memotivasi dengan cara memenuhi kebutuhan sosial dan mengupayakan pencapaian hubungan antar pribadi yang baik dan pencapaian kedudukan pribadi yang menonjol (Koontz, et al., 1986). Jika pemimpin dapat mencapai tujuan diatas maka seorang pemimpin dapat mencapai tujuan sekundernya seperti status dan rasa percaya diri (Ivancevich, et al., 1977).
  • 53.
    MODEL KEPEMIMPINAN SITUASIONAL TIGADIMENSI DARI FIEDLER Teori Tiga Dimensi kontingensi situasional untuk menentukan efektivitas pemimpin: 1) Kekuasaan posisi : kuat - lemah 2) Struktur tugas : tinggi - rendah 3) Hubungan pemimpin anggota: baik - buruk Kombinasi dari ketiga faktor tersebut akan dapat menghasilkan 9 kemungkinan yang dikenal dengan Model Kepemimpinan Situasional (Contingency Model by Fiedler).
  • 54.
  • 55.
    TEORI KONTINUM –TANNENBAUM DAN SCHMIDT • Kedua ahli menggambarkan gagasannya bahwa ada dua bidang pengaruh yang ekstrem , pertama bidang pengaruh pimpinan kedua bidang pengaruh kebebasan bawahan. Pada bidang pertama pemimpin menggunakan otoritas dalam gaya kepemimpinannya, sedangkan pada bidang kedua pemimpin menunjukkan gaya yang demokratis. Kedua bidang ini dipengaruhi dalam hubungannya kalau pemimpin melakukan aktivitas pembuatan keputusan.
  • 56.
    7 MODEL GAYAPEMBUATAN KEPUTUSAN YANG DILAKUKAN PEMIMPIN1. Pemimpin membuat keputusan kemudian mengumumkan kepada bawahannya. Dari model ini terlihat bahwa otoritas yang digunakan atasan terlalu banyak sedangkan daerah kebebasan bawahan terlalu sempit sekali. 2. Pemimpin menjual keputusan. Dalam hal ini pemimpin masih terlihat banyak menggunakan otoritas yang ada padanya, sehingga persis dengan model yang pertama. Bawahan disini belum banyak terlibat dalam pembuatan keputusan. 3. Pemimpin memberikan pemikiran-pemikiran atau ide-ide dan mengundang pertanyaan- pertanyaan. Dalam model ini pemimpin sudah menunjukkan kemajuan, karena membatasi penggunaan otoritas dan memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Bawahan sudah sedikit terlibat dalam pembuatan keputusan. 4. Pemimpin memberikan keputusan bersifat bersifat sementara yang kemungkinan dapat diubah. Bawahan sudah mulai banyak terlibat dalam rangka pembuatan keputusan, sementara otoritas pemimpin sudah mulai dikurangi penggunaannya,
  • 57.
    7 MODEL GAYAPEMBUATAN KEPUTUSAN YANG DILAKUKAN PEMIMPIN 5. Pemimpin memberikan persoalan, meminta saran-saran dan membuat keputusan. Disini otoritas pimpinan digunakan sedikit mungkin, sebaliknya kebebasan bawahan dalam berpartisipasi membuat keputusan sudah banyak digunakan. 6. Pemimpin merumuskan batas-batasnya, dan meminta kelompok bawahan untuk membuat keputusan. Partisipasi bawahan dalam kesempatan ini lebih besar dibandingkan kelima model diatas. 7. Pemimpin mengizinkan bawahan melakukan fungsi-fungsinya dalam batas-batas yang telah dirumuskan oleh pimpinan. Model ini terletak pada titik ekstrem penggunaan kebebasan bawahan, adapun titik ekstrem penggunaan otoritas terdapat pada nomor satu di atas.
  • 58.
    • Gaya KepemimpinanMenurut Hersey - Blanchard (Hersey and Blanchard, 1995) 1234 Memberitahukan, Menunjukkan, Memimpin, Menetapkan (TELLING) Menjual, Menjelaskan, Memperjelas, Membujuk (SELLING) Mengikut sertakan, memberi semangat, kerja sama (PARTISIPATING) Mendelegasan,Peng amatan, Mengawasi, Penyelesaian (DELEGA TING)
  • 59.
    GAYA KEPEMIMPINAN HERSEY- BLANCHARDDIBAGI MENJADI 4 YAITU : • Memberitahukan, Menunjukkan, Memimpin, Menetapkan (TELLING- DIRECTING-INSTRUCTION) • Menjual, Menjelaskan, Memperjelas, Membujuk (SELLING- COACHING) • Mengikutsertakan, memberi semangat, kerja sama (PARTICIPATING-SUPPORTING) • Mendelegasikan, Pengamatan, Mengawasi, Penyelesaian (DELEGATING)
  • 60.
    •gaya kepemimpinan yangditerapkan seorang pemimpin pada bawahannya bergantung pada level kematangan (maturity) dari bawahannya tersebut.
  • 61.
    •Kematangan didefinisikan sebagai kamampuandan kemauan orang-orang untuk memikul tanggung jawab untuk mengarahkan perilaku mereka sendiri.
  • 62.
    TINGKAT KEMATANGAN YANG DIMAKSUDADALAH SEBAGAI BERIKUT: • Tingkat kematangan M1/D1 (Tidak mampu dan tidak ingin) maka gaya kepemimpinan yang diterapkan pemimpin untuk memimpin bawahan seperti ini adalah Gaya Telling (G1), yaitu dengan memberitahukan, menunjukkan, mengistruksikan secara spesifik. 6
  • 63.
    •Tingkat kematangan M2/D2(tidak mampu tetapi mau), untuk menghadapi bawahan seperti ini maka gaya yang diterapkan adalah Gaya Selling/Coaching, yaitu dengan Menjual, Menjelaskan, Memperjelas, Membujuk. 6
  • 64.
    •Tingkat kematangan M3/D3(mampu tetapi tidak mau/ragu-ragu) maka gaya pemimpin yang tepat untuk bawahan seperti ini adalah Gaya Partisipatif, yaitu Saling bertukar Ide & beri kesempatan untuk mengambil keputusan. 6
  • 65.
    Tingkat kematangan M4/D4(Mampu dan Mau) maka gaya kepemimpinan yang tepat adalah Delegating, mendelegasikan tugas dan wewenang dengan menerapkan system control yang baik. 6
  • 66.
    KEPEMIMPINAN PANCASILA Asas-asas kepemimpinanPancasila • Ketuhanan yang maha Esa • Ing ngarsa sung tulada (di depan memberikan teladan) • Ing madya mangun karsa (di tengah membangun motivasi dan kemauan) • Tut wuri handayani (di belakang memberikan kekuatan) • Waspada Purba Wisesa (Waspada dan berkuasa) • Ambeg Paramarta (mempunyai sifat-sifat benar yang hakiki) • Prasaja (Bersifat sederhana) • Satya (Bersifat setia, menepati janji, dan selalu memenuhi segala ucapannya) • Gemi nastiti (Hemat, cermat teliti dan hati-hati) • Terbuka (Komunikatif) • Legawa (rela dan tulus ikhlas) • Bersifat kesatria (Berbudi pekerti luhur dan terpuji)