Karakteristik Bahasa IlmiahKarakteristik Bahasa Ilmiah
 CendekiaCendekia
 Lugas dan jelasLugas dan jelas
 Menghindari Penggunaan kalimatMenghindari Penggunaan kalimat
FragmentarisFragmentaris
 Bertolak dari gagasanBertolak dari gagasan
 Formal dan ObjektifFormal dan Objektif
 Ringkas dan padatRingkas dan padat
 KonsistenKonsisten
CendekiaCendekia
 Bhs ilmiah bersifat cendekia artinya bhs ilmiahBhs ilmiah bersifat cendekia artinya bhs ilmiah
itu mampu digunakan secara tepat u/itu mampu digunakan secara tepat u/
mengungkapkan hasil berpikir logis.mengungkapkan hasil berpikir logis.
 Bhs yg cendekia mampu membentuk pernyataanBhs yg cendekia mampu membentuk pernyataan
yg tepat, seksama, dan abstrak.yg tepat, seksama, dan abstrak.
 Kalimat-kalimat yg digunakan mencerminkanKalimat-kalimat yg digunakan mencerminkan
ketelitian yg objektif shg suku-suku kalimatnyaketelitian yg objektif shg suku-suku kalimatnya
mirip dgn proposisi logika.mirip dgn proposisi logika.
ContohContoh
 Kemajuan informasi pada era globalisasi iniKemajuan informasi pada era globalisasi ini
dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilaidikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai
moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budayamoral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya
barat yang masuk ke negara Indonesia yangbarat yang masuk ke negara Indonesia yang
dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budayadimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya
dan moral bangsa Indonesia.dan moral bangsa Indonesia.
 Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkanPada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan
akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsaakan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa
Indonesia terutama karena pengaruh budaya baratIndonesia terutama karena pengaruh budaya barat
yg masuk ke Indonesia.yg masuk ke Indonesia.
2 contoh kal. Di atas menunjukkan hub. Kausalitas,2 contoh kal. Di atas menunjukkan hub. Kausalitas,
tetapi pada kal. 1 tdk terungkap scr jelas.tetapi pada kal. 1 tdk terungkap scr jelas.
Kecendekiaan bahasa juga tampak padaKecendekiaan bahasa juga tampak pada
ketetapan dan keseksamaan penggunaan kata,ketetapan dan keseksamaan penggunaan kata,
krn bentukan kata yg dipilih hrs disesuaikankrn bentukan kata yg dipilih hrs disesuaikan
dgn muatan isi pesan yg akan disampaikandgn muatan isi pesan yg akan disampaikan..
Perhatikan contoh berikut:Perhatikan contoh berikut:
PenulisanPenulisan tulisantulisan
PembuatanPembuatan buatanbuatan
PembahasanPembahasan bahasanbahasan
PemberianPemberian berianberian
Kata-kata pada contoh dpn menggambarkan proses,Kata-kata pada contoh dpn menggambarkan proses,
sedangkan contoh di belakang menggambarkan suatusedangkan contoh di belakang menggambarkan suatu
hasil. Dlm pemakaian bhs ilmiah, penggunaan keduahasil. Dlm pemakaian bhs ilmiah, penggunaan kedua
jenis bentukan kata tsb perlu dilakukan scr cermat.jenis bentukan kata tsb perlu dilakukan scr cermat.
Lugas dan JelasLugas dan Jelas
 Bhs ilmiah digunakan u/ menyampaikan gagasan ilmiah scr jelasBhs ilmiah digunakan u/ menyampaikan gagasan ilmiah scr jelas
dan tepat. Untuk itu, setiap gagasan hendaknya diungkapkan scrdan tepat. Untuk itu, setiap gagasan hendaknya diungkapkan scr
langsung shg makna yg ditimbulkan o/ pengungkapan itu ad/langsung shg makna yg ditimbulkan o/ pengungkapan itu ad/
makna lugas.makna lugas.
Contoh:Contoh:
1. Para pendidik yg kadangkala atau bahkan sering kena getahnya o.1. Para pendidik yg kadangkala atau bahkan sering kena getahnya o.
Ulah sebagian anak” mempunyai tugas tidak ringan.Ulah sebagian anak” mempunyai tugas tidak ringan.
2. Para pendidik sering terkena teguran akibat ulahsebagian anak-2. Para pendidik sering terkena teguran akibat ulahsebagian anak-
anak mempunyai tugas yang beratanak mempunyai tugas yang berat
Contoh pada kalimat 2 bermakna lugas, sedangkan pada kalimat 1Contoh pada kalimat 2 bermakna lugas, sedangkan pada kalimat 1
tidak lugas krn pada pilihan katatidak lugas krn pada pilihan kata kena getahnya dan tidak ringan.kena getahnya dan tidak ringan.
ContohContoh
 Penanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutanPenanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutan
dari penanaman moral di rumah yang dilakukan melaluidari penanaman moral di rumah yang dilakukan melalui
mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yg mrp matamata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yg mrp mata
pelajaran paling strategis krn langsung menyangkut ttgpelajaran paling strategis krn langsung menyangkut ttg
moral Pancasila, juga diintegrasikan ke dalam matamoral Pancasila, juga diintegrasikan ke dalam mata
pelajaran-mata pelajaran Agama, Sejarah, PSPB, danpelajaran-mata pelajaran Agama, Sejarah, PSPB, dan
Kesenian.Kesenian.
 Penanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutanPenanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutan
dari penanaman moral di rumah. Penanaman moral didari penanaman moral di rumah. Penanaman moral di
sekolah dilaksanakan melalui mata pelajaran Pendidikansekolah dilaksanakan melalui mata pelajaran Pendidikan
Moral Pancasila yang merupakan mata pelajaran palingMoral Pancasila yang merupakan mata pelajaran paling
strategis krn langsung menyangkut tentang moralstrategis krn langsung menyangkut tentang moral
Pancasila.Pancasila.
 Kalimat kedua meskipun kal. Pendek mengungkapkanKalimat kedua meskipun kal. Pendek mengungkapkan
gagasan scr jelas.gagasan scr jelas.
Menghindari Kalimat FragmentarisMenghindari Kalimat Fragmentaris
 Kalimat Fragmentaris (kalimat yg blm selesai) terjadi antara lainKalimat Fragmentaris (kalimat yg blm selesai) terjadi antara lain
adanya keinginan penulis mengungkapkan gagasan dlm beberapaadanya keinginan penulis mengungkapkan gagasan dlm beberapa
kal. Tanpa menyadari kesatuan gagasan yg akan disampaikan.kal. Tanpa menyadari kesatuan gagasan yg akan disampaikan.
Contoh:Contoh:
Kalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang termasuk dlmKalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang termasuk dlm
ceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama. Maka diceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama. Maka di
masa sekarang lebih tepat apabila penanaman budi pekerti dalammasa sekarang lebih tepat apabila penanaman budi pekerti dalam
cerita wayang melalui pengajaran apresiasi.cerita wayang melalui pengajaran apresiasi.
Kalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang, termasuk ceritanyaKalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang, termasuk ceritanya
digunakan sebagai media penyebaran agama. Sekarang keseniandigunakan sebagai media penyebaran agama. Sekarang kesenian
wayang itu digunakan sebagai media penanaman budi pekertiwayang itu digunakan sebagai media penanaman budi pekerti
melalui apresiasi.melalui apresiasi.
Bertolak dari gagasanBertolak dari gagasan
Bhs ilmiah digunakan dgn orientasi gagasan. Hal itu berartiBhs ilmiah digunakan dgn orientasi gagasan. Hal itu berarti
penonjolan diarahkan pada gagasan atau hal-hal ygpenonjolan diarahkan pada gagasan atau hal-hal yg
diungkapkan, tdk pada penulius. Akibatnya pilihandiungkapkan, tdk pada penulius. Akibatnya pilihan
kalimat yg lbh cocok ad/ kal. Pasif shg kal. Aktif dgnkalimat yg lbh cocok ad/ kal. Pasif shg kal. Aktif dgn
penulis sbg pelaku perlu dihindari.penulis sbg pelaku perlu dihindari.
Contoh:Contoh:
Dari uraian tadi penulis dpt menyimpulkan bahwa dalamDari uraian tadi penulis dpt menyimpulkan bahwa dalam
menumbuhkan dan membina anak berbakat sangatmenumbuhkan dan membina anak berbakat sangat
penting. (kal. Aktif)penting. (kal. Aktif) → orientasi pada penulis→ orientasi pada penulis
Dari uraian tadi dpt disimpulkan bahwa dlm menumbuhkanDari uraian tadi dpt disimpulkan bahwa dlm menumbuhkan
dan membina anak berbakat sangat penting. (kal. Pasif)dan membina anak berbakat sangat penting. (kal. Pasif)
→ orientasi pd gagasan→ orientasi pd gagasan
Formal dan ObjektifFormal dan Objektif
Tingkat keformalan bhs dpt dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata,Tingkat keformalan bhs dpt dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata,
dan struktur kalimat.dan struktur kalimat.
Perhatikan contoh berikut:Perhatikan contoh berikut:
Kata bernada formalKata bernada formal Kata bernada informalKata bernada informal
berkataberkata bilangbilang
membuatmembuat membikin/ bikinmembikin/ bikin
hanyahanya cumacuma
beriberi kasihkasih
bagibagi buatbuat
Bentukan kata bernada formalBentukan kata bernada formal Bentukan kata bernada informalBentukan kata bernada informal
MembacaMembaca mbacambaca
MenulisMenulis nulisnulis
TertabrakTertabrak ketabrakketabrak
MencuciMencuci nyucinyuci
LegalisasiLegalisasi legalisirlegalisir
RealisasiRealisasi realisirrealisir
Penggunaan kosa kata dan bentukan kata bernada formalPenggunaan kosa kata dan bentukan kata bernada formal
dianjurkan dalam bhs ilmiah.dianjurkan dalam bhs ilmiah.
Dlm tataran kalimat, keformalan suatu kalimat ditandai olehDlm tataran kalimat, keformalan suatu kalimat ditandai oleh
kelengkapan unsur wajib, ketepatan penggunaan kata fungsikelengkapan unsur wajib, ketepatan penggunaan kata fungsi
atau kata tugas, kebernalaran isi, dan tampilan esei formal.atau kata tugas, kebernalaran isi, dan tampilan esei formal.
Perhatikan contoh berikut:Perhatikan contoh berikut:
1. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.1. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.
(penggunaan kt fungsi scr tepat)(penggunaan kt fungsi scr tepat)
2. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian pada masyarakat.2. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian pada masyarakat.
(penggunaan kt fungsi tdk tepat)(penggunaan kt fungsi tdk tepat)
3. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan:3. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan:
- FabelFabel
- LegendeLegende
- MiteMite
- SageSage
4. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan atas empat kategori, yakni fabel,4. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan atas empat kategori, yakni fabel,
legende, mite, dan sage.legende, mite, dan sage.
Ket: contoh pd nomer 4 mrp esei formal yg dianjurkan dlm karangan ilmiah.Ket: contoh pd nomer 4 mrp esei formal yg dianjurkan dlm karangan ilmiah.
Ringkas dan padatRingkas dan padat
Ciri ringkas direalisasikan dgn tdk adanya unsur-unsur bhsCiri ringkas direalisasikan dgn tdk adanya unsur-unsur bhs
yg tdk diperlukan (mubazir). Hal itu berarti menuntutyg tdk diperlukan (mubazir). Hal itu berarti menuntut
kehematan dlm penggunaan bhs ilmiah. Sementara itu, cirikehematan dlm penggunaan bhs ilmiah. Sementara itu, ciri
padat merujuk pada kandungan gagasan yg diungkapkan dgnpadat merujuk pada kandungan gagasan yg diungkapkan dgn
unsur-unsur bhs itu.unsur-unsur bhs itu.
Ciri ringkas dan padat tdk dpt dipisahkan.Ciri ringkas dan padat tdk dpt dipisahkan.
Contoh:Contoh:
Nilai etis tersebut menjadi pedoman bagi setiap warga negaraNilai etis tersebut menjadi pedoman bagi setiap warga negara
Indonesia. (bhs ilmiah yg ringkas)Indonesia. (bhs ilmiah yg ringkas)
Nilai etis sebagaimana tsb di atas menjadi pedoman dan dasarNilai etis sebagaimana tsb di atas menjadi pedoman dan dasar
pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negarapegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negara
Indonesia. (bhs yg tdk ringkas)Indonesia. (bhs yg tdk ringkas)
KonsistenKonsisten
 Sekali sebuah unsur bahasa, tanda baca, tanda-Sekali sebuah unsur bahasa, tanda baca, tanda-
tanda lain, dan istilah digunakan sesuai dgntanda lain, dan istilah digunakan sesuai dgn
kaidah,itu semua selanjutnya digunakan scrkaidah,itu semua selanjutnya digunakan scr
konsisten.konsisten.
 Misalnya, kata tugasMisalnya, kata tugas untukuntuk digunakan utkdigunakan utk
mengantarkan tujuan dan kt tugasmengantarkan tujuan dan kt tugas bagibagi digunakandigunakan
utk mengantarkan objek.utk mengantarkan objek.
 Apabila pd bagian awal uraian telah tdp singkatanApabila pd bagian awal uraian telah tdp singkatan
FIAFIA ((Fakultas Ilmu AdministrasiFakultas Ilmu Administrasi), maka pd uraian), maka pd uraian
selanjutnya cukup digunakan singkatanselanjutnya cukup digunakan singkatan FIAFIA..
ContohContoh
 Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidakPerlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak
penting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yangpenting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yang
penting pencabutan embargo persenjataan.penting pencabutan embargo persenjataan.
(konsisten, kt bagi mengantarkan objek)(konsisten, kt bagi mengantarkan objek)
 Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidakPerlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak
penting bagi muslim Bosnia. Untuk mereka,penting bagi muslim Bosnia. Untuk mereka,
mereka yang penting pencabutan embargomereka yang penting pencabutan embargo
persenjataan. (tdk konsisten)persenjataan. (tdk konsisten)

Karakteristik bahasa ilmiah (2)

  • 1.
    Karakteristik Bahasa IlmiahKarakteristikBahasa Ilmiah  CendekiaCendekia  Lugas dan jelasLugas dan jelas  Menghindari Penggunaan kalimatMenghindari Penggunaan kalimat FragmentarisFragmentaris  Bertolak dari gagasanBertolak dari gagasan  Formal dan ObjektifFormal dan Objektif  Ringkas dan padatRingkas dan padat  KonsistenKonsisten
  • 2.
    CendekiaCendekia  Bhs ilmiahbersifat cendekia artinya bhs ilmiahBhs ilmiah bersifat cendekia artinya bhs ilmiah itu mampu digunakan secara tepat u/itu mampu digunakan secara tepat u/ mengungkapkan hasil berpikir logis.mengungkapkan hasil berpikir logis.  Bhs yg cendekia mampu membentuk pernyataanBhs yg cendekia mampu membentuk pernyataan yg tepat, seksama, dan abstrak.yg tepat, seksama, dan abstrak.  Kalimat-kalimat yg digunakan mencerminkanKalimat-kalimat yg digunakan mencerminkan ketelitian yg objektif shg suku-suku kalimatnyaketelitian yg objektif shg suku-suku kalimatnya mirip dgn proposisi logika.mirip dgn proposisi logika.
  • 3.
    ContohContoh  Kemajuan informasipada era globalisasi iniKemajuan informasi pada era globalisasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilaidikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama pengaruh budayamoral bangsa Indonesia terutama pengaruh budaya barat yang masuk ke negara Indonesia yangbarat yang masuk ke negara Indonesia yang dimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budayadimungkinkan tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya dan moral bangsa Indonesia.dan moral bangsa Indonesia.  Pada era globalisasi informasi ini dikhawatirkanPada era globalisasi informasi ini dikhawatirkan akan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsaakan terjadi pergeseran nilai-nilai moral bangsa Indonesia terutama karena pengaruh budaya baratIndonesia terutama karena pengaruh budaya barat yg masuk ke Indonesia.yg masuk ke Indonesia. 2 contoh kal. Di atas menunjukkan hub. Kausalitas,2 contoh kal. Di atas menunjukkan hub. Kausalitas, tetapi pada kal. 1 tdk terungkap scr jelas.tetapi pada kal. 1 tdk terungkap scr jelas.
  • 4.
    Kecendekiaan bahasa jugatampak padaKecendekiaan bahasa juga tampak pada ketetapan dan keseksamaan penggunaan kata,ketetapan dan keseksamaan penggunaan kata, krn bentukan kata yg dipilih hrs disesuaikankrn bentukan kata yg dipilih hrs disesuaikan dgn muatan isi pesan yg akan disampaikandgn muatan isi pesan yg akan disampaikan.. Perhatikan contoh berikut:Perhatikan contoh berikut: PenulisanPenulisan tulisantulisan PembuatanPembuatan buatanbuatan PembahasanPembahasan bahasanbahasan PemberianPemberian berianberian Kata-kata pada contoh dpn menggambarkan proses,Kata-kata pada contoh dpn menggambarkan proses, sedangkan contoh di belakang menggambarkan suatusedangkan contoh di belakang menggambarkan suatu hasil. Dlm pemakaian bhs ilmiah, penggunaan keduahasil. Dlm pemakaian bhs ilmiah, penggunaan kedua jenis bentukan kata tsb perlu dilakukan scr cermat.jenis bentukan kata tsb perlu dilakukan scr cermat.
  • 5.
    Lugas dan JelasLugasdan Jelas  Bhs ilmiah digunakan u/ menyampaikan gagasan ilmiah scr jelasBhs ilmiah digunakan u/ menyampaikan gagasan ilmiah scr jelas dan tepat. Untuk itu, setiap gagasan hendaknya diungkapkan scrdan tepat. Untuk itu, setiap gagasan hendaknya diungkapkan scr langsung shg makna yg ditimbulkan o/ pengungkapan itu ad/langsung shg makna yg ditimbulkan o/ pengungkapan itu ad/ makna lugas.makna lugas. Contoh:Contoh: 1. Para pendidik yg kadangkala atau bahkan sering kena getahnya o.1. Para pendidik yg kadangkala atau bahkan sering kena getahnya o. Ulah sebagian anak” mempunyai tugas tidak ringan.Ulah sebagian anak” mempunyai tugas tidak ringan. 2. Para pendidik sering terkena teguran akibat ulahsebagian anak-2. Para pendidik sering terkena teguran akibat ulahsebagian anak- anak mempunyai tugas yang beratanak mempunyai tugas yang berat Contoh pada kalimat 2 bermakna lugas, sedangkan pada kalimat 1Contoh pada kalimat 2 bermakna lugas, sedangkan pada kalimat 1 tidak lugas krn pada pilihan katatidak lugas krn pada pilihan kata kena getahnya dan tidak ringan.kena getahnya dan tidak ringan.
  • 6.
    ContohContoh  Penanaman moraldi sekolah sebenarnya mrp kelanjutanPenanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutan dari penanaman moral di rumah yang dilakukan melaluidari penanaman moral di rumah yang dilakukan melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yg mrp matamata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yg mrp mata pelajaran paling strategis krn langsung menyangkut ttgpelajaran paling strategis krn langsung menyangkut ttg moral Pancasila, juga diintegrasikan ke dalam matamoral Pancasila, juga diintegrasikan ke dalam mata pelajaran-mata pelajaran Agama, Sejarah, PSPB, danpelajaran-mata pelajaran Agama, Sejarah, PSPB, dan Kesenian.Kesenian.  Penanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutanPenanaman moral di sekolah sebenarnya mrp kelanjutan dari penanaman moral di rumah. Penanaman moral didari penanaman moral di rumah. Penanaman moral di sekolah dilaksanakan melalui mata pelajaran Pendidikansekolah dilaksanakan melalui mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila yang merupakan mata pelajaran palingMoral Pancasila yang merupakan mata pelajaran paling strategis krn langsung menyangkut tentang moralstrategis krn langsung menyangkut tentang moral Pancasila.Pancasila.  Kalimat kedua meskipun kal. Pendek mengungkapkanKalimat kedua meskipun kal. Pendek mengungkapkan gagasan scr jelas.gagasan scr jelas.
  • 7.
    Menghindari Kalimat FragmentarisMenghindariKalimat Fragmentaris  Kalimat Fragmentaris (kalimat yg blm selesai) terjadi antara lainKalimat Fragmentaris (kalimat yg blm selesai) terjadi antara lain adanya keinginan penulis mengungkapkan gagasan dlm beberapaadanya keinginan penulis mengungkapkan gagasan dlm beberapa kal. Tanpa menyadari kesatuan gagasan yg akan disampaikan.kal. Tanpa menyadari kesatuan gagasan yg akan disampaikan. Contoh:Contoh: Kalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang termasuk dlmKalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang termasuk dlm ceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama. Maka diceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama. Maka di masa sekarang lebih tepat apabila penanaman budi pekerti dalammasa sekarang lebih tepat apabila penanaman budi pekerti dalam cerita wayang melalui pengajaran apresiasi.cerita wayang melalui pengajaran apresiasi. Kalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang, termasuk ceritanyaKalau pada zaman Kalijaga kesenian wayang, termasuk ceritanya digunakan sebagai media penyebaran agama. Sekarang keseniandigunakan sebagai media penyebaran agama. Sekarang kesenian wayang itu digunakan sebagai media penanaman budi pekertiwayang itu digunakan sebagai media penanaman budi pekerti melalui apresiasi.melalui apresiasi.
  • 8.
    Bertolak dari gagasanBertolakdari gagasan Bhs ilmiah digunakan dgn orientasi gagasan. Hal itu berartiBhs ilmiah digunakan dgn orientasi gagasan. Hal itu berarti penonjolan diarahkan pada gagasan atau hal-hal ygpenonjolan diarahkan pada gagasan atau hal-hal yg diungkapkan, tdk pada penulius. Akibatnya pilihandiungkapkan, tdk pada penulius. Akibatnya pilihan kalimat yg lbh cocok ad/ kal. Pasif shg kal. Aktif dgnkalimat yg lbh cocok ad/ kal. Pasif shg kal. Aktif dgn penulis sbg pelaku perlu dihindari.penulis sbg pelaku perlu dihindari. Contoh:Contoh: Dari uraian tadi penulis dpt menyimpulkan bahwa dalamDari uraian tadi penulis dpt menyimpulkan bahwa dalam menumbuhkan dan membina anak berbakat sangatmenumbuhkan dan membina anak berbakat sangat penting. (kal. Aktif)penting. (kal. Aktif) → orientasi pada penulis→ orientasi pada penulis Dari uraian tadi dpt disimpulkan bahwa dlm menumbuhkanDari uraian tadi dpt disimpulkan bahwa dlm menumbuhkan dan membina anak berbakat sangat penting. (kal. Pasif)dan membina anak berbakat sangat penting. (kal. Pasif) → orientasi pd gagasan→ orientasi pd gagasan
  • 9.
    Formal dan ObjektifFormaldan Objektif Tingkat keformalan bhs dpt dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata,Tingkat keformalan bhs dpt dilihat pada lapis kosa kata, bentukan kata, dan struktur kalimat.dan struktur kalimat. Perhatikan contoh berikut:Perhatikan contoh berikut: Kata bernada formalKata bernada formal Kata bernada informalKata bernada informal berkataberkata bilangbilang membuatmembuat membikin/ bikinmembikin/ bikin hanyahanya cumacuma beriberi kasihkasih bagibagi buatbuat Bentukan kata bernada formalBentukan kata bernada formal Bentukan kata bernada informalBentukan kata bernada informal MembacaMembaca mbacambaca MenulisMenulis nulisnulis TertabrakTertabrak ketabrakketabrak MencuciMencuci nyucinyuci LegalisasiLegalisasi legalisirlegalisir RealisasiRealisasi realisirrealisir
  • 10.
    Penggunaan kosa katadan bentukan kata bernada formalPenggunaan kosa kata dan bentukan kata bernada formal dianjurkan dalam bhs ilmiah.dianjurkan dalam bhs ilmiah. Dlm tataran kalimat, keformalan suatu kalimat ditandai olehDlm tataran kalimat, keformalan suatu kalimat ditandai oleh kelengkapan unsur wajib, ketepatan penggunaan kata fungsikelengkapan unsur wajib, ketepatan penggunaan kata fungsi atau kata tugas, kebernalaran isi, dan tampilan esei formal.atau kata tugas, kebernalaran isi, dan tampilan esei formal. Perhatikan contoh berikut:Perhatikan contoh berikut: 1. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat.1. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. (penggunaan kt fungsi scr tepat)(penggunaan kt fungsi scr tepat) 2. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian pada masyarakat.2. Setiap perguruan tinggi wajib melaksanakan pengabdian pada masyarakat. (penggunaan kt fungsi tdk tepat)(penggunaan kt fungsi tdk tepat) 3. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan:3. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan: - FabelFabel - LegendeLegende - MiteMite - SageSage 4. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan atas empat kategori, yakni fabel,4. Dongeng berdasarkan isinya dpt dibedakan atas empat kategori, yakni fabel, legende, mite, dan sage.legende, mite, dan sage. Ket: contoh pd nomer 4 mrp esei formal yg dianjurkan dlm karangan ilmiah.Ket: contoh pd nomer 4 mrp esei formal yg dianjurkan dlm karangan ilmiah.
  • 11.
    Ringkas dan padatRingkasdan padat Ciri ringkas direalisasikan dgn tdk adanya unsur-unsur bhsCiri ringkas direalisasikan dgn tdk adanya unsur-unsur bhs yg tdk diperlukan (mubazir). Hal itu berarti menuntutyg tdk diperlukan (mubazir). Hal itu berarti menuntut kehematan dlm penggunaan bhs ilmiah. Sementara itu, cirikehematan dlm penggunaan bhs ilmiah. Sementara itu, ciri padat merujuk pada kandungan gagasan yg diungkapkan dgnpadat merujuk pada kandungan gagasan yg diungkapkan dgn unsur-unsur bhs itu.unsur-unsur bhs itu. Ciri ringkas dan padat tdk dpt dipisahkan.Ciri ringkas dan padat tdk dpt dipisahkan. Contoh:Contoh: Nilai etis tersebut menjadi pedoman bagi setiap warga negaraNilai etis tersebut menjadi pedoman bagi setiap warga negara Indonesia. (bhs ilmiah yg ringkas)Indonesia. (bhs ilmiah yg ringkas) Nilai etis sebagaimana tsb di atas menjadi pedoman dan dasarNilai etis sebagaimana tsb di atas menjadi pedoman dan dasar pegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negarapegangan hidup dan kehidupan bagi setiap warga negara Indonesia. (bhs yg tdk ringkas)Indonesia. (bhs yg tdk ringkas)
  • 12.
    KonsistenKonsisten  Sekali sebuahunsur bahasa, tanda baca, tanda-Sekali sebuah unsur bahasa, tanda baca, tanda- tanda lain, dan istilah digunakan sesuai dgntanda lain, dan istilah digunakan sesuai dgn kaidah,itu semua selanjutnya digunakan scrkaidah,itu semua selanjutnya digunakan scr konsisten.konsisten.  Misalnya, kata tugasMisalnya, kata tugas untukuntuk digunakan utkdigunakan utk mengantarkan tujuan dan kt tugasmengantarkan tujuan dan kt tugas bagibagi digunakandigunakan utk mengantarkan objek.utk mengantarkan objek.  Apabila pd bagian awal uraian telah tdp singkatanApabila pd bagian awal uraian telah tdp singkatan FIAFIA ((Fakultas Ilmu AdministrasiFakultas Ilmu Administrasi), maka pd uraian), maka pd uraian selanjutnya cukup digunakan singkatanselanjutnya cukup digunakan singkatan FIAFIA..
  • 13.
    ContohContoh  Perlucutan senjatadi wilayah Bosnia itu tidakPerlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yangpenting bagi muslim Bosnia. Bagi mereka yang penting pencabutan embargo persenjataan.penting pencabutan embargo persenjataan. (konsisten, kt bagi mengantarkan objek)(konsisten, kt bagi mengantarkan objek)  Perlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidakPerlucutan senjata di wilayah Bosnia itu tidak penting bagi muslim Bosnia. Untuk mereka,penting bagi muslim Bosnia. Untuk mereka, mereka yang penting pencabutan embargomereka yang penting pencabutan embargo persenjataan. (tdk konsisten)persenjataan. (tdk konsisten)