1. Pengertian Belajar 
Robert M. Gagne – Reiser & Dempsey - Smaldino, et.al - Dale H. Schunk - Sims & Sims – 
McGaugh, et. Al. – Dave Meier - Michael J. Spector – Richey et.al. – Snelbecker. 
• Belajar merupakan proses perubahan perilaku 
individu yang didapatkan dari pengalaman dan 
cenderung bertahan lama. 
• Perubahan Perilaku: sebagai pemerolehan 
pengetahuan, keterampilan dan sikap. 
• Perubahan perilaku harus bisa terukur untuk 
memastikan adanya perubahan. 
• Perubahan perilaku bukan disebabkan oleh 
pertumbuhan fisik.
2. Hasil Belajar 
John W. Santrock - Robert E. Salvin - Charles M. Reigeluth - Nana Sudjana – Gagne & Briggs – 
Gagne - Gredler - Leslie J. Briggs, Bloom - Anderson & Krathwohl -Woolfolk 
• Harapan adanya kesesuaian dan kejelasan 
tujuan belajar dalam pembelajaran. 
• Perolehan Pengetahuan, keterampilan, dan 
sikap sebagai akibat pembelajaran. 
• Perubahan kemampuan (capability-competency) 
dalam jangka waktu tertentu 
berdasarkan tujuan pembelajaran.
3. Hakekat Hasil Belajar Keterampilan 
• Pembelajaran keterampilan ditujukan untuk 
memberikan bekal kepada peserta didik agar memiliki 
sikap adaptif, kreatif, dan inovatif melalui pengalaman 
belajar yang menekankan pada aspek fisik dan 
mental. 
• Pembelajaran keterampilan dirancang secara 
sistematis melalui tahapan meniru, memodifikasi, 
mengubah, dan mencipta produk yang lebih 
bermanfaat.
4. Pendekatan Pembelajaran 
Wina Sanjaya – Corcoran & Silander - Edward M. 
Anthony - Richards & Rodgers - Yusufhadi Miarso – 
Reigeluth - Maggi Banning – Richardson 
Pendekatan pembelajaran dipandang sebagai 
titik awal dalam merencanakan sebuah proses 
pembelajaran secara umum yang dilandasi teori 
pembelajaran dengan melibatkan seperangkat 
asumsi serta karakteristik kondisi pembelajaran.
5. Pendekatan Pembelajaran Saintifik 
Science Made Simple, Inc. – Bybee - Semiawan – Suriasumantri – Abruscato - Kerlinger – 
Yerrick & Roth – Schunk - Carin & Sund – Joyce & Weil 
• Pendekatan Saintifik: Cara memperoleh pengetahuan 
dengan mengikuti langkah metode ilmiah. 
• Pendekatan Pembelajaran Saintifik: Cara pandang 
pendidik dalam melakukan proses pembelajaran yang 
mengacu pada proses pemerolehan pengetahuan, 
keterampilan dan sikap berdasarkan metode ilmiah.
7. Langkah Pembelajaran Saintifik 
• Collecting Data & 
Information 
• Confirm and test the 
hypothesis 
• Getting the learning 
experience 
Defining 
Problems 
• Setting goals 
• defining Procedures 
• Asking facts 
• Filing Issues 
Observations 
• observation 
• Description of facts and 
concepts 
• Deductive and inductive 
thinking 
• Asking hypothesis 
• Analyzing the data, facts 
and constructs 
• Make interpretations 
• Tentative conclusions 
• Review investigations 
• Creating report 
• Make final conclusions 
• publication of findings 
• Generate scientific 
knowledge 
Data Analyze 
Draw 
Conclutions 
Investigations 
1. Early activity 
• defining the problem 
2. Core Activities 
• observations 
• investigations 
• analyzing the data 
3. Final activity 
• Draw Conclutions
8. Interaksi Guru – Siswa dalam Pembelajaran Saintifik 
Sintaks Pembelajaran Saintifik 
Kegiatan Awal 
1. Mengajukan Permasalahan (Identify problem) 
Pendidik Peserta didik 
 Mendiskusikan tujuan dan prosedur-prosedur 
penyelidikan yang akan 
dilakukan. 
 Mendiskusikan beberapa fenomena-fenomena 
alam atau sosial sebagai 
sumber permasalahan. 
 Mendengarkan penjelasan, dan mencatat 
prosedur penyelidikan. 
 Mendengarkan, mencatat dan 
mengajukan permasalahan yang 
disajikan. 
Kegiatan Inti 
2. Melakukan pengamatan (Observing) 
Pendidik Peserta didik 
 Membimbing peserta didik dalam 
melaksanakan observasi. 
 Membantu peserta didik yang 
mengalami kesulitan dalam 
menghubungkan antara fakta dan 
konstruk. 
 Membantu peserta didik membuat 
hipotesis dan hubungan sebab akibat 
berdasarkan obervasi. 
 Mengumpulkan informasi tentang 
permasalahan berdasarkan 
pengamatan. 
 Membuat deskripsi terbatas antara 
fakta & konstruk. Pada tahap ini 
peserta didik menggunakan pola 
pemikiran induktif & Deduktif untuk 
membuat deskripsi. 
 Membuat hipotesis tentang hubungan 
sebab akibat permasalahan yang ada.
8. Interaksi Guru – Siswa dalam Pembelajaran Saintifik 
3. Melakukan Penyelidikan (Eksperiments) 
Pendidik Peserta didik 
 Membimbing peserta didik dalam 
melaksanakan penyelidikan. 
 Membantu peserta didik menentukan 
tujuan penyelidikan. 
 Membantu peserta didik menentukan 
data dan informasi yang tepat dalam 
pelaksanaan eksperimen. 
 Menentukan tujuan penyelidikan. 
 Melakukan penyelidikan dan/atau 
percobaan terhadap variabel-variabel 
yang relevan. 
 Mengumpulkan data dan informasi 
berdasarkan fenomena yang terjadi. 
4. Menganalisis Data (Analyze & interpretate) 
Pendidik Peserta didik 
 Membimbing peserta didik dalam 
menganalisis data, . 
 Membantu peserta didik melakukan 
interpretasi berdasarkan hasil analisis 
data. 
 Membantu peserta didik membuat 
kesimpulan sementara 
 Membimbing pembuatan laporan 
 Menganalisis data hasil investigas. 
 Memverifikasi kembali fakta dan 
konstruk. 
 Menyimpulkan temuan sementara. 
 Mereview strategi penyelidikan 
 Membuat laporan. 
Kegiatan Penutup 
5. Menyimpulkan (Conclution) 
Pendidik Peserta didik 
 Membantu peserta didik dalam 
membuat kesimpulan akhir dan 
memfasilitasi publikasi temuan 
penyelidikan. 
 Mempublikasikan temuan 
penyelidikan. 
 Menghasilkan Pengetahuan Ilmiah

Kajian teoritis pendekatan saintifik

  • 2.
    1. Pengertian Belajar Robert M. Gagne – Reiser & Dempsey - Smaldino, et.al - Dale H. Schunk - Sims & Sims – McGaugh, et. Al. – Dave Meier - Michael J. Spector – Richey et.al. – Snelbecker. • Belajar merupakan proses perubahan perilaku individu yang didapatkan dari pengalaman dan cenderung bertahan lama. • Perubahan Perilaku: sebagai pemerolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap. • Perubahan perilaku harus bisa terukur untuk memastikan adanya perubahan. • Perubahan perilaku bukan disebabkan oleh pertumbuhan fisik.
  • 3.
    2. Hasil Belajar John W. Santrock - Robert E. Salvin - Charles M. Reigeluth - Nana Sudjana – Gagne & Briggs – Gagne - Gredler - Leslie J. Briggs, Bloom - Anderson & Krathwohl -Woolfolk • Harapan adanya kesesuaian dan kejelasan tujuan belajar dalam pembelajaran. • Perolehan Pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai akibat pembelajaran. • Perubahan kemampuan (capability-competency) dalam jangka waktu tertentu berdasarkan tujuan pembelajaran.
  • 4.
    3. Hakekat HasilBelajar Keterampilan • Pembelajaran keterampilan ditujukan untuk memberikan bekal kepada peserta didik agar memiliki sikap adaptif, kreatif, dan inovatif melalui pengalaman belajar yang menekankan pada aspek fisik dan mental. • Pembelajaran keterampilan dirancang secara sistematis melalui tahapan meniru, memodifikasi, mengubah, dan mencipta produk yang lebih bermanfaat.
  • 5.
    4. Pendekatan Pembelajaran Wina Sanjaya – Corcoran & Silander - Edward M. Anthony - Richards & Rodgers - Yusufhadi Miarso – Reigeluth - Maggi Banning – Richardson Pendekatan pembelajaran dipandang sebagai titik awal dalam merencanakan sebuah proses pembelajaran secara umum yang dilandasi teori pembelajaran dengan melibatkan seperangkat asumsi serta karakteristik kondisi pembelajaran.
  • 6.
    5. Pendekatan PembelajaranSaintifik Science Made Simple, Inc. – Bybee - Semiawan – Suriasumantri – Abruscato - Kerlinger – Yerrick & Roth – Schunk - Carin & Sund – Joyce & Weil • Pendekatan Saintifik: Cara memperoleh pengetahuan dengan mengikuti langkah metode ilmiah. • Pendekatan Pembelajaran Saintifik: Cara pandang pendidik dalam melakukan proses pembelajaran yang mengacu pada proses pemerolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap berdasarkan metode ilmiah.
  • 7.
    7. Langkah PembelajaranSaintifik • Collecting Data & Information • Confirm and test the hypothesis • Getting the learning experience Defining Problems • Setting goals • defining Procedures • Asking facts • Filing Issues Observations • observation • Description of facts and concepts • Deductive and inductive thinking • Asking hypothesis • Analyzing the data, facts and constructs • Make interpretations • Tentative conclusions • Review investigations • Creating report • Make final conclusions • publication of findings • Generate scientific knowledge Data Analyze Draw Conclutions Investigations 1. Early activity • defining the problem 2. Core Activities • observations • investigations • analyzing the data 3. Final activity • Draw Conclutions
  • 8.
    8. Interaksi Guru– Siswa dalam Pembelajaran Saintifik Sintaks Pembelajaran Saintifik Kegiatan Awal 1. Mengajukan Permasalahan (Identify problem) Pendidik Peserta didik  Mendiskusikan tujuan dan prosedur-prosedur penyelidikan yang akan dilakukan.  Mendiskusikan beberapa fenomena-fenomena alam atau sosial sebagai sumber permasalahan.  Mendengarkan penjelasan, dan mencatat prosedur penyelidikan.  Mendengarkan, mencatat dan mengajukan permasalahan yang disajikan. Kegiatan Inti 2. Melakukan pengamatan (Observing) Pendidik Peserta didik  Membimbing peserta didik dalam melaksanakan observasi.  Membantu peserta didik yang mengalami kesulitan dalam menghubungkan antara fakta dan konstruk.  Membantu peserta didik membuat hipotesis dan hubungan sebab akibat berdasarkan obervasi.  Mengumpulkan informasi tentang permasalahan berdasarkan pengamatan.  Membuat deskripsi terbatas antara fakta & konstruk. Pada tahap ini peserta didik menggunakan pola pemikiran induktif & Deduktif untuk membuat deskripsi.  Membuat hipotesis tentang hubungan sebab akibat permasalahan yang ada.
  • 9.
    8. Interaksi Guru– Siswa dalam Pembelajaran Saintifik 3. Melakukan Penyelidikan (Eksperiments) Pendidik Peserta didik  Membimbing peserta didik dalam melaksanakan penyelidikan.  Membantu peserta didik menentukan tujuan penyelidikan.  Membantu peserta didik menentukan data dan informasi yang tepat dalam pelaksanaan eksperimen.  Menentukan tujuan penyelidikan.  Melakukan penyelidikan dan/atau percobaan terhadap variabel-variabel yang relevan.  Mengumpulkan data dan informasi berdasarkan fenomena yang terjadi. 4. Menganalisis Data (Analyze & interpretate) Pendidik Peserta didik  Membimbing peserta didik dalam menganalisis data, .  Membantu peserta didik melakukan interpretasi berdasarkan hasil analisis data.  Membantu peserta didik membuat kesimpulan sementara  Membimbing pembuatan laporan  Menganalisis data hasil investigas.  Memverifikasi kembali fakta dan konstruk.  Menyimpulkan temuan sementara.  Mereview strategi penyelidikan  Membuat laporan. Kegiatan Penutup 5. Menyimpulkan (Conclution) Pendidik Peserta didik  Membantu peserta didik dalam membuat kesimpulan akhir dan memfasilitasi publikasi temuan penyelidikan.  Mempublikasikan temuan penyelidikan.  Menghasilkan Pengetahuan Ilmiah

Editor's Notes

  • #2 DEMIKIAN PROPOSAL YANG KAMI AJUKAN DENGAN HARAPAN SEMOGA MENDAPAT TANGAPAN, DAN SARAN DARI PENGUJI DAN PEMBIMBING DAN INSYA ALLAH MENJADI BERMANFAAT DALAM PELAKSANAAN PENELITIAN DAN PENYUSUNAN DISERTASI KAMI. TERIMA KASIH , WASSALAM…..
  • #4 Harapan adanya kesesuaian dan kejelasan tujuan belajar yang harus dicapai oleh peserta didik dalam pembelajaran. Perolehan Pengetahuan, keterampilan, dan sikap sebagai akibat dari perlakuan atau pembelajaran yang diterima oleh peserta didik. Perubahan kemampuan (capability-competency) setelah menerima pengalaman belajar dalam jangka waktu tertentu berdasarkan tujuan pembelajaran.
  • #5 Pembelajaran keterampilan ditujukan untuk memberikan bekal kepada peserta didik agar memiliki sikap adaptif, kreatif, dan inovatif melalui pengalaman belajar yang menekankan pada aspek fisik dan mental. Pembelajaran keterampilan dirancang secara sistematis melalui tahapan meniru, memodifikasi, mengubah, dan mencipta produk yang lebih bermanfaat.
  • #6 Pendekatan pembelajaran merupakan sudut pandang pendidik terhadap proses pembelajaran secara umum berdasarkan teori tertentu yang kemudian mendasari pemilihan strategi dan metode pembelajaran. Pendapat diatas menjelaskan bahwa pendekatan dalam pembelajaran merupakan cara pandang tentang bagaimana terjadinya proses pembelajaran, yang menjadi landasan bagi pendidik dalam memilih metode dan strategi penyampaiannya. Pendekatan mengacu pada keyakinan dan teori tentang pembelajaran dan pengajaran yang mendasari metode, desain menentukan bagaimana materi dan proses pembelajaran dilaksanakan dalam sebuah kegiatan pembelajaran di kelas, dan prosedur menyangkut teknik dan praktek yang digunakan di dalam kelas sebagai konsekuensi dari desain dan pendekatan tertentu. Jack C. Richards, & Theodore S. Rodgers, Approaches and Methods in Language Teaching: A description and analysis, (Cambridge: Cambridge University Press., 1986), h. 15. Pendekatan itu meliputi tiga konsep dasar yakni: 1) adanya arah serta tujuan yang ingin dicapai; 2) dengan merumuskan strategi, teknik, media; serta 3) menentukan ukuran/kriteria keberhasilan. Yusufhadi Miarso, Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Prenada Media Group, 2004), hh. 528-529.  
  • #7 Semiawan mengemukakan bahwa pengetahuan memiliki tiga ciri yang harus dimiliki untuk bisa disebut ilmu pengetahuan. Pertama, dasar pembenaran, artinya pemerolehan pengetahuan tersebut menuntut pengaturan kerja ilmiah yang diarahkan pada perolehan derajat kepastian sebesar mungkin. Pernyataan harus diarahkan pada dua cara berpikir ilmiah yakni berpikir deduktif dan induktif; kedua, sistematis artinya susunan pengetahuan didasarkan pada penyelidikan ilmiah yang terencana, teratur, dan terarah, sistemik menunjuk pada adanya hubungan yang merupakan suatu kebulatan melalui komparasi dan generalisasi, dan ketiga, sifat intersubyektif ilmu artinya pengetahuan ilmiah tidak didasarkan atas intuisi dan sifat subyektif seseorang, namun adanya kesepakatan dan pengakuan akan adanya kebenaran. Conny R. Semiawan, Catatan Kecil tentang Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan, (Jakarta: Kencana, 2007), h. 4. Pendekatan Saintifik: Cara memperoleh pengetahuan ilmiah dengan mengikuti langkah-langkah metode ilmiah. Pendekatan Pembelajaran Saintifik: cara pandang seorang pendidik dalam melakukan proses pembelajaran yang mengacu pada proses pemerolehan pengetahuan, keterampilan dan sikap berdasarkan metode ilmiah. Lebih lanjut mereka menjelaskan bahwa tidak ada kesepakatan umum tentang metode atau cara para ilmuwan melakukannya, namun sebuah metode ilmiah perpegang pada hukum bahwa pemerolehan pengetahuan ilmiah harus logis, obyektif, dan imparsial. Mereka juga sepakat bahwa dalam menjelaskan dan memahami fenomena, menggunakan penalaran, data empiris, menghindari prasangka, dan menyajikan penjelasan sebagai proses ilmiah. Rodger W. Bybee, Scientific Inquiry And Nature Of Science: Implications for Teaching, Learning, and Teacher Education, ed. Flick Lawrence B. and Lederman Norman G., (Springer, Netherland, 2006), hh. 2-3