ISLAMIC PERSONALITYMeraih Kemuliaan yang Tinggi dengan Membangun Kepribadian Islami
 Kepribadian adalah keseluruhan cara seorang
individu bereaksi dan berinteraksi dengan
individu lain. Kepribadian paling sering
dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa
diukur yang ditunjukkan oleh seseorang
(Robbins, Stephen P)
 Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri
individu sebagai sistem psiko-fisik yang
menentukan caranya yang unik dalam
menyesuaikan diri terhadap lingkungannya.
(Gordon W. Allport)
Salah Paham tentang Kepribadian
 Kepribadian dinilai dari taqdir fisik (rambut, garis tangan, bentuk bibir, ketampanan-kecantikan)
Bibir yang Manakah
Kamu?
Stereotip tentang sifat-sifat suku dan bangsa. Jawa itu lemah lembut, Medan kasar,
Madura – maling besi, ‘Cina’ itu pelit, orang Indonesia timur itu terbelakang, dsb
 Kepribadian dari tanggal lahir
Kepribadian dari
Golongan Darah
Menjamurnya Kontes-kontes
Kecantikan
 Miss World - Inggris
 Miss Universe - USA
 Miss Earth - Filipina
 Miss International - Jepang
 Miss Intercontinental - Jerman
 Miss Supranational – Panama
 dll
Orang melakukan saja untuk bisa tampil ‘sempurna’
Cara penilaian kepribadian seperti ini pasti
mengakibatkan kekeliruan, kesesatan,
kerancuan.
Lantas bagaimana kepribadian semestinya
dinilai?
َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ ْ‫ن‬َ‫ع‬:
َّ‫ن‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ َ‫ال‬ َ َّ‫اَّلل‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ر‬َ‫و‬ُ‫ص‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬َ‫أ‬َ‫و‬
‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫َل‬‫و‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ع‬َ‫أ‬َ‫و‬
‫مسلم‬ ‫رواه‬
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan
tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbuatan kalian.”
(HR. Muslim)
Aqliyah
(pola pikir)
Nafsiyah
(pola sikap)
Syakhsiyah
(kepribadian)
Pola : contoh/model/acuan kebiasaan
SYAKHSIYYAH
(kepribadian)
Aqliyah:
CARA BERPIKIR YANG
DISTANDARKAN PADA
PANDANGAN HIDUP
TERTENTU
Aqliyah
Sekuler
Islam
• Standar segala pemikiran adalah
Aqidah Islam
• Segala hal didunia ini adl bagian
dari sistem ciptaan Allah
• Karena itu segala masalah
dipecahkan dengan ‘cara Allah’
• Aqidah Islam menjadi asas bagi
mafahim, maqayis, dan qanaat-nya
• Standar segala pemikiran adalah
AQIDAH sekulerisme
• Standar hidup adalah asas
manfaat
• Segala masalah dipecahkan
dengan akal & hawa nafsu.
idrak sillah biLlah
adalah kesadaran penuh seorang manusia
bahwa setiap perbuatannya
dilihat oleh Sang Pencipta
Seorang mukmin akan senantiasa muroqobah
(perasaan diawasi Allah Ta’ala)
• “Wahai Ali, menanggung panas
api korek saja kau tidak sanggup,
bagaimana engkau sanggup
menanggung panas api neraka?”
Nafsiyyah:
Cara memenuhi tuntutan kebutuhan jasmani &
naluri yang disandarkan pada pandangan hidup
tertentu
SYAKHSIYYAH
(kepribadian)
Kebutuhan Jasmani
Manusia Pasti Punya…
Naluri
Makan
Minum
Bernafas
Buang hajat
KEBUTUHAN JASMANI
(HAJAT AL-UDHOWIYAH)
Tadayyun
Naluri
(gharizah)
Baqa’
Nau’
Gharizah al-Baqa’
naluri manusia untuk mempertahankan dan
menyelamatkan diri, ingin diakui eksistensinya.
Silakan cari tiga keanehan
dalam gambar berikut ini
SIAP??
Gharizah an-Nau’ :
naluri untuk melangsungkan keturunan,
cinta, kasih sayang dll
Gharizah at-Tadayyun:
Naluri mensucikan, mengagungkan, menyembah
sesuatu.
kebutuhan
jasmani
keinginan
naluri
akal
dorongan kecenderungan
aktivitas
Islam Sekuler
Nafsiyah
Islam
Nafsiyah
Sekuler
َ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬َ‫و‬ ‫ال‬َ‫ف‬َ‫ون‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬ ‫ال‬‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬‫َا‬‫م‬‫ي‬ِ‫ف‬ َ‫ك‬‫و‬ُ‫م‬ِِّ‫ك‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ْ‫م‬ُ‫َه‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫ش‬‫وا‬ُ‫د‬ِ‫ج‬َ‫ي‬ ‫ال‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬
‫وا‬ُ‫م‬ِِّ‫ل‬ َ‫س‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ض‬َ‫ق‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ ‫ا‬ً‫ج‬َ‫ر‬َ‫ح‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬‫ا‬ً‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬ ْ‫س‬َ‫ت‬
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga
mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka
perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati
mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima
dengan sepenuhnya. (An-Nisaa :65)
‫يكون‬ ‫حتى‬ ‫أحدكم‬ ‫يؤمن‬ ‫ال‬‫هواه‬ُ‫تبعا‬‫به‬ ‫جئت‬ ‫لما‬
Tidak beriman seseorang diantara kalian hingga ia menjadikan hawa
nafsunya tunduk pada apa yang aku (Muhammad SAW) bawa
(HR. Bukhari)
SYAKSIYAH ISLAM
Aqliyah Islam + Nafsiyah Islam
SYAKHSIYAH KAPITALIS
Aqliyah Kapitalis + Nafsiyah Kapitalis
SYAKHSIYAH KOMUNIS
Aqliyah Komunis + Nafsiyah Komunis
Aqliyah dan Nafsiyah Islamiyah,
keduanya harus dibentuk,
bukan hanya salah satunya!
CARA PEMBENTUKAN SYAKHSIYYAH
Membentuk dan mengokohkan aqidah
Islam pada individu 1
2
Menjadikan aqidah
Islam sebagai asas bagi
aqliyah dan nafsiyyah:
 Hanya mau
mengambil keputusan
tentang hukum
benda/perbuatan
sesuai dengan hukum
syara’
 Hanya memenuhi
tuntutan naluri dan
kebutuhan fisik sesuai
dengan hukum syara’
…‫ا‬َ‫اه‬َّ‫و‬ َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬َ‫و‬
‫ا‬َ‫ه‬َ‫م‬َ‫ه‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫ف‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ر‬‫و‬ُ‫ج‬ُ‫ف‬َ‫و‬‫ا‬َ‫اه‬َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ت‬
Tidak ada orang baik yang punya kecenderungan baik terus
Tidak ada orang jahat yang punya kecenderungan jahat terus
Ketika syakhsiyah sudah terbentuk…
Tidak berarti tidak pernah melakukan kesalahan…
Mohon ampun, berupaya sungguh2 utk tidak mengulangi.
Perlu melakukan upaya:
Peningkatan (irtifa’) aqliyah (dengan penambahan tsaqafah)
Ketika syakhsiyah
sudah terbentuk…
Perlu melakukan upaya:
Peningkatan nafsiyyah (dengan peningkatan ketaatan,
dan perbanyakan amal)
Ketika syakhsiyah sudah terbentuk…
Mush’ab bin Umair
Bilal bin Rabah
Islam Tidak Membunuh Karakter
 Karakter terwarnai oleh aqidah Islam
 Ada Abu Bakar yang lembut, ‘Umar yang tegas dan keras,
‘Utsman yang pemalu, ‘Ali yang lucu dan ceria.
 Abu Dujanah yang ‘congkak’ di medang perang, Abu
‘Ubaidah dan Thalhah yang perwira, Khalid Sang Pedang
Terhunus, Hudzaifah ibnul Yaman pemegang rahasia Rasul,
Hanzholah yang dimandikan malaikat, Julaibib yang miskin,
pendek, dijauhi penduduk.
‫وا‬ُ‫ع‬ِ‫ر‬‫ا‬ َ‫س‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫َغ‬‫م‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬
ُ‫َات‬‫و‬‫َا‬‫م‬ َّ‫الس‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ع‬ ٍ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫ج‬َ‫و‬ُ‫ض‬ْ‫ر‬‫َاأل‬‫و‬
َ‫ين‬ِ‫ق‬َّ‫ت‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫ت‬َّ‫د‬ِ‫ع‬
ُ
‫أ‬
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu
dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi
yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa.
(3:133)
Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah saw. pada
perang Uhud, “Tahukah Engkau dimana tempatku jika aku terbunuh?”
Rasulullah bersabda, “Engkau akan berada di surga.”
Mendengar sabda Rasulullah saw. tersebut, maka laki-laki itu serta
merta melemparkan buah-buah kurma yang ada di tangannya,
kemudian ia maju untuk berperang hingga terbunuh di medan perang.
Bersegera menjemput
syahid
Hanzholah bin Abi Amir ra. yang
dimandikan oleh Malaikat (saat
syahid di medan perang Uhud)
Antara bulan madu
dan jihad
Bersegera berpindah arah kiblat
meskipun sedang shalat berjama’ah.
Antara
lapardan haramnya
keledai jinak
Kami ditimpa kelaparan pada beberapa malam saat perang Khaibar, dan kami
menemukan keledai kampung, kemudian kami menyembelihnya. Maka ketika
kuali telah mendidih, mendadak berteriak juru bicara Rasulullah saw.,
“Matikanlah kuali itu dan kalian jangan makan daging keledai jinak itu sedikit
pun.” Abdullah berkata; Kami pada saat itu mengatakan, “Sesungguhnya
Rasulullah saw. melarang memakan keledai jinak itu hanya karena belum dibagi
lima (karena harta rampasan perang).” Tapi sahabat yang lain berkata, “Keledai
jinak itu diharamkan secara mutlak.” Kemudian aku bertanya kepada Sa'id bin
Jubair, dan ia menjawab, “Keledai jinak itu diharamkan secara mutlak.”
Bersegera meninggalkan
Suatu hari aku memberi minum
kepada Abû Thalhah al-Anshary, Abû
Ubaidah bin al-Jarrah, dan Ubay bin
Ka’ab dari Fadhij, yaitu perasan kurma.
Kemudian ada seseorang yang datang,
ia berkata, “Sesungguhnya khamr
telah diharamkan.” Maka Abû Thalhah
berkata, “Wahai Anas, berdirilah dan
pecahkanlah kendi itu!” Anas berkata,
“Maka aku pun berdiri mengambil
tempat penumbuk biji-bijian milik
kami, lalu memukul kendi itu pada
bagian bawahnya, hingga pecahlah
kendi itu.”
Al-Bukhâri meriwayatkan dari ‘Aisyah ra.
berkata: Semoga Allah merahmati kaum
Wanita yang hijrah pertama kali,
ketika Allah menurunkan firman-Nya,
“Dan hendaklah mereka mengenakan
kain kerudung mereka diulurkan ke
kerah baju mereka.”
(TQS. an-Nûr [24]: 31).
Maka kaum wanita itu merobek kain
sarung mereka (untuk dijadikan
kerudung) dan menutup kepala mereka
dengannya.
Bersegera mengenakan
kerudung
Dahulu, para Shahabat ra beriman dan
bersegera dalam melaksanakan ketaatan
kepada perintah Allah dan Rasul-Nya
sehingga mereka mendapatkan kedudukan
yang mulia di dunia dan di akhirat, lantas
bagaimana dengan kita?

Islamic Personality (Kepribadian Islami)

  • 1.
    ISLAMIC PERSONALITYMeraih Kemuliaanyang Tinggi dengan Membangun Kepribadian Islami
  • 2.
     Kepribadian adalahkeseluruhan cara seorang individu bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat yang bisa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang (Robbins, Stephen P)  Kepribadian adalah organisasi dinamis dalam diri individu sebagai sistem psiko-fisik yang menentukan caranya yang unik dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungannya. (Gordon W. Allport)
  • 3.
    Salah Paham tentangKepribadian  Kepribadian dinilai dari taqdir fisik (rambut, garis tangan, bentuk bibir, ketampanan-kecantikan)
  • 4.
  • 5.
    Stereotip tentang sifat-sifatsuku dan bangsa. Jawa itu lemah lembut, Medan kasar, Madura – maling besi, ‘Cina’ itu pelit, orang Indonesia timur itu terbelakang, dsb
  • 6.
     Kepribadian daritanggal lahir
  • 7.
  • 8.
    Menjamurnya Kontes-kontes Kecantikan  MissWorld - Inggris  Miss Universe - USA  Miss Earth - Filipina  Miss International - Jepang  Miss Intercontinental - Jerman  Miss Supranational – Panama  dll
  • 9.
    Orang melakukan sajauntuk bisa tampil ‘sempurna’
  • 11.
    Cara penilaian kepribadianseperti ini pasti mengakibatkan kekeliruan, kesesatan, kerancuan. Lantas bagaimana kepribadian semestinya dinilai?
  • 12.
    َ‫ل‬‫ا‬َ‫ق‬ َ‫ة‬َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫ر‬ُ‫ه‬ ‫ى‬ِ‫ب‬َ‫أ‬ْ‫ن‬َ‫ع‬: َّ‫ن‬ِ‫إ‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ َ‫ال‬ َ َّ‫اَّلل‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ر‬َ‫و‬ُ‫ص‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫و‬ْ‫م‬َ‫أ‬َ‫و‬ ‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ ُ‫ر‬ُ‫ظ‬ْ‫ن‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬ِ‫ك‬َ‫َل‬‫و‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ب‬‫و‬ُ‫ل‬ُ‫ق‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬‫ا‬َ‫م‬ ْ‫ع‬َ‫أ‬َ‫و‬ ‫مسلم‬ ‫رواه‬ “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbuatan kalian.” (HR. Muslim)
  • 13.
  • 14.
  • 15.
    Aqliyah Sekuler Islam • Standar segalapemikiran adalah Aqidah Islam • Segala hal didunia ini adl bagian dari sistem ciptaan Allah • Karena itu segala masalah dipecahkan dengan ‘cara Allah’ • Aqidah Islam menjadi asas bagi mafahim, maqayis, dan qanaat-nya • Standar segala pemikiran adalah AQIDAH sekulerisme • Standar hidup adalah asas manfaat • Segala masalah dipecahkan dengan akal & hawa nafsu.
  • 16.
    idrak sillah biLlah adalahkesadaran penuh seorang manusia bahwa setiap perbuatannya dilihat oleh Sang Pencipta Seorang mukmin akan senantiasa muroqobah (perasaan diawasi Allah Ta’ala)
  • 17.
    • “Wahai Ali,menanggung panas api korek saja kau tidak sanggup, bagaimana engkau sanggup menanggung panas api neraka?”
  • 18.
    Nafsiyyah: Cara memenuhi tuntutankebutuhan jasmani & naluri yang disandarkan pada pandangan hidup tertentu SYAKHSIYYAH (kepribadian)
  • 19.
  • 20.
  • 21.
  • 22.
    Gharizah al-Baqa’ naluri manusiauntuk mempertahankan dan menyelamatkan diri, ingin diakui eksistensinya.
  • 23.
    Silakan cari tigakeanehan dalam gambar berikut ini SIAP??
  • 25.
    Gharizah an-Nau’ : naluriuntuk melangsungkan keturunan, cinta, kasih sayang dll
  • 29.
    Gharizah at-Tadayyun: Naluri mensucikan,mengagungkan, menyembah sesuatu.
  • 30.
  • 31.
    َ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬َ‫و‬ ‫ال‬َ‫ف‬َ‫ون‬ُ‫ن‬ِ‫م‬ْ‫ؤ‬ُ‫ي‬ ‫ال‬‫ى‬َّ‫ت‬َ‫ح‬‫َا‬‫م‬‫ي‬ِ‫ف‬َ‫ك‬‫و‬ُ‫م‬ِِّ‫ك‬َ‫ح‬ُ‫ي‬ْ‫م‬ُ‫َه‬‫ن‬ْ‫ي‬َ‫ب‬ َ‫ر‬َ‫ج‬ َ‫ش‬‫وا‬ُ‫د‬ِ‫ج‬َ‫ي‬ ‫ال‬ َّ‫م‬ُ‫ث‬ ‫وا‬ُ‫م‬ِِّ‫ل‬ َ‫س‬ُ‫ي‬َ‫و‬ َ‫ت‬ْ‫ي‬َ‫ض‬َ‫ق‬ ‫ا‬َّ‫م‬ِ‫م‬ ‫ا‬ً‫ج‬َ‫ر‬َ‫ح‬ ْ‫م‬ِ‫ه‬ِ‫س‬ُ‫ف‬ْ‫ن‬َ‫أ‬ ‫ي‬ِ‫ف‬‫ا‬ً‫م‬‫ي‬ِ‫ل‬ ْ‫س‬َ‫ت‬ Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (An-Nisaa :65) ‫يكون‬ ‫حتى‬ ‫أحدكم‬ ‫يؤمن‬ ‫ال‬‫هواه‬ُ‫تبعا‬‫به‬ ‫جئت‬ ‫لما‬ Tidak beriman seseorang diantara kalian hingga ia menjadikan hawa nafsunya tunduk pada apa yang aku (Muhammad SAW) bawa (HR. Bukhari)
  • 32.
    SYAKSIYAH ISLAM Aqliyah Islam+ Nafsiyah Islam SYAKHSIYAH KAPITALIS Aqliyah Kapitalis + Nafsiyah Kapitalis SYAKHSIYAH KOMUNIS Aqliyah Komunis + Nafsiyah Komunis
  • 33.
    Aqliyah dan NafsiyahIslamiyah, keduanya harus dibentuk, bukan hanya salah satunya!
  • 34.
    CARA PEMBENTUKAN SYAKHSIYYAH Membentukdan mengokohkan aqidah Islam pada individu 1
  • 35.
    2 Menjadikan aqidah Islam sebagaiasas bagi aqliyah dan nafsiyyah:  Hanya mau mengambil keputusan tentang hukum benda/perbuatan sesuai dengan hukum syara’  Hanya memenuhi tuntutan naluri dan kebutuhan fisik sesuai dengan hukum syara’
  • 36.
    …‫ا‬َ‫اه‬َّ‫و‬ َ‫س‬ ‫ا‬َ‫م‬َ‫و‬ٍ‫س‬ْ‫ف‬َ‫ن‬َ‫و‬ ‫ا‬َ‫ه‬َ‫م‬َ‫ه‬ْ‫ل‬َ‫أ‬َ‫ف‬‫ا‬َ‫ه‬َ‫ر‬‫و‬ُ‫ج‬ُ‫ف‬َ‫و‬‫ا‬َ‫اه‬َ‫و‬ْ‫ق‬َ‫ت‬ Tidak ada orang baik yang punya kecenderungan baik terus Tidak ada orang jahat yang punya kecenderungan jahat terus
  • 37.
    Ketika syakhsiyah sudahterbentuk… Tidak berarti tidak pernah melakukan kesalahan… Mohon ampun, berupaya sungguh2 utk tidak mengulangi.
  • 38.
    Perlu melakukan upaya: Peningkatan(irtifa’) aqliyah (dengan penambahan tsaqafah) Ketika syakhsiyah sudah terbentuk…
  • 39.
    Perlu melakukan upaya: Peningkatannafsiyyah (dengan peningkatan ketaatan, dan perbanyakan amal) Ketika syakhsiyah sudah terbentuk…
  • 40.
  • 42.
    Islam Tidak MembunuhKarakter  Karakter terwarnai oleh aqidah Islam  Ada Abu Bakar yang lembut, ‘Umar yang tegas dan keras, ‘Utsman yang pemalu, ‘Ali yang lucu dan ceria.  Abu Dujanah yang ‘congkak’ di medang perang, Abu ‘Ubaidah dan Thalhah yang perwira, Khalid Sang Pedang Terhunus, Hudzaifah ibnul Yaman pemegang rahasia Rasul, Hanzholah yang dimandikan malaikat, Julaibib yang miskin, pendek, dijauhi penduduk.
  • 43.
    ‫وا‬ُ‫ع‬ِ‫ر‬‫ا‬ َ‫س‬َ‫و‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ ٍ‫ة‬َ‫ر‬ِ‫ف‬ْ‫َغ‬‫م‬‫ى‬َ‫ل‬ِ‫إ‬ْ‫م‬ُ‫ك‬ِِّ‫ب‬َ‫ر‬ ُ‫َات‬‫و‬‫َا‬‫م‬ َّ‫الس‬ ‫َا‬‫ه‬ُ‫ض‬ْ‫ر‬َ‫ع‬ ٍ‫ة‬َّ‫ن‬َ‫ج‬َ‫و‬ُ‫ض‬ْ‫ر‬‫َاأل‬‫و‬ َ‫ين‬ِ‫ق‬َّ‫ت‬ُ‫م‬ْ‫ل‬ِ‫ل‬ ْ‫ت‬َّ‫د‬ِ‫ع‬ ُ ‫أ‬ Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa. (3:133)
  • 44.
    Ada seorang laki-lakiyang bertanya kepada Rasulullah saw. pada perang Uhud, “Tahukah Engkau dimana tempatku jika aku terbunuh?” Rasulullah bersabda, “Engkau akan berada di surga.” Mendengar sabda Rasulullah saw. tersebut, maka laki-laki itu serta merta melemparkan buah-buah kurma yang ada di tangannya, kemudian ia maju untuk berperang hingga terbunuh di medan perang. Bersegera menjemput syahid
  • 45.
    Hanzholah bin AbiAmir ra. yang dimandikan oleh Malaikat (saat syahid di medan perang Uhud) Antara bulan madu dan jihad
  • 46.
    Bersegera berpindah arahkiblat meskipun sedang shalat berjama’ah.
  • 47.
    Antara lapardan haramnya keledai jinak Kamiditimpa kelaparan pada beberapa malam saat perang Khaibar, dan kami menemukan keledai kampung, kemudian kami menyembelihnya. Maka ketika kuali telah mendidih, mendadak berteriak juru bicara Rasulullah saw., “Matikanlah kuali itu dan kalian jangan makan daging keledai jinak itu sedikit pun.” Abdullah berkata; Kami pada saat itu mengatakan, “Sesungguhnya Rasulullah saw. melarang memakan keledai jinak itu hanya karena belum dibagi lima (karena harta rampasan perang).” Tapi sahabat yang lain berkata, “Keledai jinak itu diharamkan secara mutlak.” Kemudian aku bertanya kepada Sa'id bin Jubair, dan ia menjawab, “Keledai jinak itu diharamkan secara mutlak.”
  • 48.
    Bersegera meninggalkan Suatu hariaku memberi minum kepada Abû Thalhah al-Anshary, Abû Ubaidah bin al-Jarrah, dan Ubay bin Ka’ab dari Fadhij, yaitu perasan kurma. Kemudian ada seseorang yang datang, ia berkata, “Sesungguhnya khamr telah diharamkan.” Maka Abû Thalhah berkata, “Wahai Anas, berdirilah dan pecahkanlah kendi itu!” Anas berkata, “Maka aku pun berdiri mengambil tempat penumbuk biji-bijian milik kami, lalu memukul kendi itu pada bagian bawahnya, hingga pecahlah kendi itu.”
  • 49.
    Al-Bukhâri meriwayatkan dari‘Aisyah ra. berkata: Semoga Allah merahmati kaum Wanita yang hijrah pertama kali, ketika Allah menurunkan firman-Nya, “Dan hendaklah mereka mengenakan kain kerudung mereka diulurkan ke kerah baju mereka.” (TQS. an-Nûr [24]: 31). Maka kaum wanita itu merobek kain sarung mereka (untuk dijadikan kerudung) dan menutup kepala mereka dengannya. Bersegera mengenakan kerudung
  • 50.
    Dahulu, para Shahabatra beriman dan bersegera dalam melaksanakan ketaatan kepada perintah Allah dan Rasul-Nya sehingga mereka mendapatkan kedudukan yang mulia di dunia dan di akhirat, lantas bagaimana dengan kita?

Editor's Notes

  • #20 Kita akan jelaskan bahwa sesungguhnya cinta itu sifatnya fitrah/naluriah. Jelaskan ttg thaqatul hawawiyah (potensi kehidupan) yaitu Gharizah dan hajatul udhowiyah. Jelaskan persamaannya yang sama2 menimbulkan dorongan/kecenderungan. Juga perbedaannya (sumber datangnya, keharusan pemenuhannya, dan akibat tidak dipenuhinya dorongan)
  • #22 Jelaskan macam2 gharizah berikut contohnya.
  • #25 Dengan gambar pocong yang muncul dengan tiba2 ini kita akan membuktikan bahwa setiap audience memiliki gharizah/naluri yang masih normal, yaitu naluri mempertahankan diri yang menyebabkan kita takut.
  • #27 Dengan gambar ini, tanyakan pada audience pria, tertarik atau tidak? Kalo tidak bherarti ia tdk normal. Kalo audiencex byk akhwat, ganti gambar artis cowok.
  • #28 Tanyakan yg cowok lagi. Masih tertarik??
  • #30 Kanan atas gambar Larung Sesaji di Jawa Timur
  • #31 Adanya dorongan akibat gharizah dan hajatul udowiyah adl suatu yg fitrah karena mrpkn anugerah Allah. Sampai sana belum ada nilai pahala dan dosa. Halal dan haram baru ada ketika terjadi aktivitas setelah melihat misal cowok/cewek, karena terdapat peran akal disana. Memenuhinya dgn cara yg benar atau salah. Dan jelaskan juga kalo akal tidak diatur oleh Islam maka akan terjadi kekacauan.
  • #41 Mari belajar dari Mush’ab yang “tampan” dan Bilal yang “hitam”.
  • #42 Mari belajar dari dua sosok yang “karakter”nya begitu bertolak belakang.