PPEENNAAMMPPAAKKAANN KKEEPPRRIIBBAADDIIAANN IISSLLAAMM 
Bersama : 
Muhammad Rahmat Kurnia
IISSLLAAMM 
Cara Berpikir 
(‘Aqliyah) 
Sikap Jiwa 
(Nafsiyah) 
Kepribadian Islam 
Penampakan 
kepribadian 
Islam dalam 
perilaku
Cara Berpikir Islam 
 Akal digunakan secara langsung 
untuk perkara yang dapat 
dijangkaunya 
 Dalam perkara di luar jangkauan 
akal, akal berfungsi menggali nash 
syar’iy 
 Seluruh pemikiran/pemahaman 
digali dari ajaran Islam. Dan 
pemikiran dari luar Islam 
distandardisasi oleh Islam
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka 
Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, 
mereka mempunyai akal tetapi tidak 
dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat 
Allah), mereka mempunya mata tetapi tidak 
dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda 
kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga 
tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar 
(ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang 
ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka 
itulah orang-orang yang lalai” (QS. Al A’raf [7] : 179) 
Lebih dari 43 ayat Al Quran berbicara 
tentang akal
SIKAP JIWA ISLAMI 
 Dorongan-dorongan ( baik ataupun buruk) 
diikat oleh pemahaman Islam hasil 
berpikir islami tadi 
 Dorongan-dorongan yang tadinya mungkin 
baik atau buruk, benar atau salah, diikat 
oleh pemahaman islam menjadi 
kecenderungan ( mmuuyyuull ) islami 
 Muyul seperti ini, dari proses seperti ini, 
disebut nafsiyah islamiyah (sikap jiwa 
islam)
“Tidaklah seseorang diantara kamu 
beriman hingga hawa nafsunya 
tunduk pada apa yang aku bawa 
(Islam)” (Hadits, lihat Hadits 
Arba’in, Imam An Nawawi) 
KEPRIBADI 
AN ISLAM
‘Aqliyah dan nafsiyah islamiyyah itu 
dicerminkan dalam setiap perilaku 
‘Aqidah 
Syari’ah 
IISSLLAAMM 
Ibadah Mahdhah 
Makanan 
Minuman 
Pakaian 
Akhlak 
Mu’amalah ( jual beli, profesi/ 
bekerja, perusahaan, nikah, 
politik, budaya, pemerintahan, 
dll.)
Muslim yang memiliki ‘aqliyah 
islamiyah dan nafsiyah islamiyah 
berarti dalam dirinya terdapat 
kepribadian Islam (syakhsiyyah 
islamiyyah). Hal ini secara kasat mata 
tercermin di dalam perilakunya 
(ucapan, tulisan, dan perbuatan).
Beberapa penampakan 
kepribadian Islam 
dalam hal keyakinan :
1. Menentang sekularisme 
• Sekularisme : pemisahan agama dari 
kehidupan masyarakat dan negara 
• Sekularisme bertentangan dengan Islam 
(An Nisa : 65, Al hasyr : 7) 
“Barang siapa yang melakukan suatu 
perbuatan yang bukan dari urusan (agama) 
kami maka semuanya ditolak” (lihat An 
Nawawi, Hadits Arba’in)
• Tidak ridla diterapkan sekularisme. 
Gelisah menyaksikan adanya sekularisme. 
Merasa berdosa bila tidak berbuat 
menentang sekularisme. Tidak sudi diatur 
oleh sistem sekularisme. Dsb. 
• Seruanagar agama Islam diposisikan 
secara ritual semata, larangan berjilbab, 
anti penerapan hukum pidana dan perdata 
Islam dsb ia tolak karena itu merupakan 
sekularisme
• Dalam ucapan tidak menyerukan 
sekularisme, tidak membela sekularisme. 
Bahkan, berbuat sebaliknya. 
• Berupaya terikat dengan hukum Allah SWT 
agar tidak terjerumus kedalam 
sekularisme 
• Mendukung upaya ke arah penegakkan 
Islam dalam seluruh aspek kehidupan 
• Membentengi diri, keluarga, dan 
masyarakat dari sekularisme
2. Meyakini Islam sebagai satu-satunya 
kebenaran 
Ali Imran : 19, 85 
Al Fath : 28 
Al A’raf : 157, 158 
Pemahaman bahwa Islam sebagai satu-satunya 
kebenaran dijadikan tolok ukur 
terhadapsikap jiwa, ucapan, tulisan, 
perbuatan
Saat menghadapi ide-ide atau ideologi 
di luar Islam seperti Sosialisme- 
Komunisme dan Kapitalisme yakin 
bahwa semua itu bathil 
 Tidak mendukung, membela, ataupun 
menyebarkan ide-ide yang 
bertentangan dengan ajaran Islam 
 Senantiasa merujuk kepada sumber 
hukum Islam : Al Quran, Hadits, Ijma’ 
Shahabat, dan Qiyas
Ikhlas, ridla, dan senang bila Islam 
diterapkan. Gembira saat umat Islam 
menjadikan Islam sebagai patokan 
kehidupan 
 Berdakwah menyampaikan 
kebenaran Islam 
 Berpartisipasi membentuk 
individu shalih sekaligus mushlih, 
keluarga islami, dan masyarakat 
yang diatur oleh hukum-hukum 
Islam
3. Merasa Selalu Diawasi Allah 
SWT 
Allah SWT Maha 
Mengetahui 
Al Hadid : 4 
Al Mujadalah : 7 
Qaf : 18 
Malaikat Mengawasi 
Qaf : 17 - 18 
Al Infithar : 10 
Amal akan dihisab 
Al Isra : 14, 15 
Al Mukmin : 17 
Al Ghasyiyah : 26
• Menolak paham machiavelis (serba boleh) 
ataupun materialistik 
• Cenderung kepada berbuat baik, gelisah 
bila bermaksiat, hati penuh diliputi taubat 
dan tawadlu 
• Dalam berbuat tidak melanggar aturan 
Allah SWT, melakukan kewajiban, 
meninggalkan keharaman, membersihkan 
hati, menghisab diri sendiri
• Menjauhkan diri dari perbuatan syirik, 
termasuk tidak memakai jimat, sihir, 
ramalan/astrologi, dan riya 
“Allah telah menciptakan bintang ini untuk 3 
keperluan, yakni hiasan langit, pelempar syetan, 
dan tanda-tanda untuk penunjuk arah. 
Barangsiapa mentakwilkan bintang-bintang tadi di 
luar ketiga hal itu, maka ia telah melakukan 
kesalahan, berbuat sia-sia, dan telah menyia-nyiakan 
nasibnya serta telah memaksakan dirinya 
pada sesuatu tanpa dasar ilmu pengetahuan” 
(HR. Bukhari)
“Barang siapa menggantungkan diri pada 
azimat maka dia telah berbuat syirik” (HR. 
Ahmad) 
“Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti 
terjadi pada kalian adalah al syirkul ashghar 
(syirik kecil). Sahabat bertanya, apa syirik 
kecil itu ya, rasulullah ? Rasulullah 
menjawab : Riya” (HR. Ahmad)
Demikian dalam segala aspek 
menyangkut ‘aqidah, yaitu : 
Pemahaman didasarkan kepada 
sumber-sumber hukum Islam. 
Setiap pemikiran ataukeyakinan 
lain harus ditakar oleh 
pemahaman ini 
Rasa ridla, benci, senang, sedih, 
marah, tentram, ataupun gelisah 
diatur oleh pemahaman tadi 
Dalam bersikap dan berbuat 
disesuaikan dan didasarkan pada 
dua hal di atas
Beberapa penampakan 
kepribadian Islam 
dalam hal syari’ah :
1. Ibadah Mahdhah (shalat, shaum, zakat, 
haji, do’a, dsb) 
Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku 
· Ibadah mahdhah 
· Penuh keinginan 
adalah suatu cara 
untuk menunaikan 
pengabdian 
berbagai ibadah 
seorang hamba 
mahdhah 
kepada Allah 
· Senang saat 
· Ibadah harus apa 
nunaikannya 
adanya (tauqiyah) 
· Sedih dan merasa 
· Ibadah harus 
berdosa saat 
didasari iman, niat 
melalaikan 
ihlas, dan sesuai 
pelaksanaan ibadah 
aturan Islam 
· Senantiasa 
menunaikan 
shalat wajib, 
shaum 
Ramadlan, 
haji, zakat, 
do’a dsb 
sesuai ajaran 
Islam 
· Berupaya 
melakukan 
ibadah sunnah
Al Isra : 78 - 79 
Al Ankabut : 45 
At Taubah : 103 
Al Baqarah : 183 
Al Mukmin : 60 
Al Isra : 110
2. Akhlak 
Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku 
· Akhlak merupakan 
hukum syara yang 
harus dilakukan 
· Akhlak yang baik 
adalah yang baik 
menurut Islam, 
akhlak buruk 
adalah yang buruk 
menurut Islam 
· Penuh keinginan 
untuk selalu 
menunaikan akhlak 
yang diatur Islam 
· Tidak tergiur 
mengikuti budaya 
yang bertentangan 
dengan akhlak 
· Sedih dan merasa 
berdosa 
menyaksikan 
kerusakan akhlak 
· Senantiasa 
bersifat adil, 
lembut 
terhadap 
mukmin, 
keras terhadap 
kafir, tidak 
sombong, 
menolong 
orang, sabar, 
bersyukur, dsb 
· Mencegah 
rusaknya 
akhlak
An Nahl : 90 
Al Furqan : 63 - 77 
Luqman : 18 - 19
3. Menjaga makanan, minuman, dan 
pakaian 
Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku 
· Makanan, 
minuman harus 
yang halalan — 
thoyyiban 
· Makanan dan 
minuman 
hukumnya mubah 
selama tidak ada 
dalil yang 
mengharamkan 
· Pakaian harus 
menutup aurat; 
untuk perempuan 
jilbab 
· Tidak terbersit 
untuk mencoba 
makanan/minuman 
yang haram 
· Tidak ridla 
makanan/minuman 
haram beredar di 
tengah masyarakat 
· Bahagia menutup 
aurat 
· Senang 
menyaksikan 
semakin banyak 
orang menutup 
aurat 
· Makan dan 
minum yang 
halalan — 
thoyyiban saja 
· Selalu 
menutup aurat 
(perempuan 
mengenakan 
jilbab) 
· Menentang 
propaganda 
pamer 
keelokan 
tubuh
“Makanlah dengan menyebut nama Allah, serta 
makanlah dengan tangan kananmu dan 
makanlah dari makanan yang dekat dengan 
kamu” (HR. Bukhari dan Muslim) 
Al Maidah : 3, 88 
Al A’raf : 26 
Menjaga makanan, 
minuman, dan 
pakaian sesuai 
Islam
4. Bermuamalah sesuai Islam 
Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku 
· Jual beli, sewa 
· Tidak terbersit 
menyewa dsb 
untuk melakukan 
harus memenuhi 
riba, penipuan, 
akad sesuai ajaran 
perjudian, 
Islam 
penimbunan, atau 
· Islam 
spekulasi 
mengharamkan 
· Tidak ridla 
riba, penipuan dan 
ekonomi diatur 
spekulasi 
oleh sistem 
· Islam menetapkan 
kapitalisme 
jalan dan jenis 
· Senantiasa ada 
harta yang boleh 
dorongan untuk 
dimiliki, tanpa 
bermuamalah 
membatasi 
sesuai Islam 
jumlahnya 
· Bekerja di 
tempat halal 
· Bertindak 
kafaah (cakap 
dan ahli), 
himmah (etos 
kerja baik), 
dan amanah 
· Menentang 
propaganda 
sistem 
kapitalisme 
· Merintis 
ekonomi 
Islam
Al Baqarah : 275, 276 
Al Hasyr : 7 
An Nisa : 29 
Al Maidah : 90 - 91 
“Bukanlah termasuk umatku orang yang 
melakukan penipuan” (HR. Ibnu Majah dan 
Abu Daud)
5. Keluarga Sakinah 
Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku 
· Menikah adalah 
perintah Allah 
SWT 
· Nikah satu-satunya 
jalan 
melampiaskan 
gharizah nau’ 
· Menikah untuk 
menuju keluarga 
sakinah, selamat 
sampai di sorga 
· Tidak terbersit 
untuk melakukan 
perzinahan atau 
perselingkuhan 
· Tidak ridla 
terhadap aturan dan 
pergaulan bebas 
· Rindu berkumpul 
bersama keluarga 
kelak di surga 
· Rela terhadap 
seluruh aturan 
Islam dalam hal 
rumah tangga 
· Menikah 
sesuai Islam 
· Mendidik 
anak-istri 
dengan ajaran 
Islam 
· Menerapkan 
hak dan 
kewajiban 
suami-istri 
sesuai Islam 
· Menentang 
“nikah” yang 
tidak Islam
An Nisa : 11 At Tahrim : 6 
Ar Rum : 213 
“Manakala seseorang telah beristri, berarti 
ia telah menyempurkan separuh agama. 
Maka takutlah kepada Allah untuk 
menyempurnakan separuh lainnya” (HR. 
Baihaqi) 
“Barang siapa yang 
mempunyakesanggupan untuk menikah, 
tetapi ia tidak mau menikah, maka 
bukanlah ia termasuk golonganku” (HR. 
Thabrani)
Demikian pula di dalam setiap 
aspek kehidupan lainnya, baik 
bidang sosial, politik, ekonomi, 
ataupun budaya. Juga, baik 
cakupannya pribadi, keluarga, 
masyarakat, negara, ataupun 
internasional
Penampakan kepribadian Islam 
adalah : 
politikus sekaligus pemikir, tawadlu 
sekaligus pemberani, lemah lembut 
sekaligus tegas, meraih akhirat tanpa 
lupa dunia, dan ahli ibadah 
(muta’abbid) sekaligus pejuang 
(mujahid).
77.  penampakan kepribadian islam

77. penampakan kepribadian islam

  • 1.
  • 2.
    IISSLLAAMM Cara Berpikir (‘Aqliyah) Sikap Jiwa (Nafsiyah) Kepribadian Islam Penampakan kepribadian Islam dalam perilaku
  • 3.
    Cara Berpikir Islam Akal digunakan secara langsung untuk perkara yang dapat dijangkaunya Dalam perkara di luar jangkauan akal, akal berfungsi menggali nash syar’iy Seluruh pemikiran/pemahaman digali dari ajaran Islam. Dan pemikiran dari luar Islam distandardisasi oleh Islam
  • 4.
    “Dan sesungguhnya Kamijadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai akal tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunya mata tetapi tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. Al A’raf [7] : 179) Lebih dari 43 ayat Al Quran berbicara tentang akal
  • 5.
    SIKAP JIWA ISLAMI Dorongan-dorongan ( baik ataupun buruk) diikat oleh pemahaman Islam hasil berpikir islami tadi Dorongan-dorongan yang tadinya mungkin baik atau buruk, benar atau salah, diikat oleh pemahaman islam menjadi kecenderungan ( mmuuyyuull ) islami Muyul seperti ini, dari proses seperti ini, disebut nafsiyah islamiyah (sikap jiwa islam)
  • 6.
    “Tidaklah seseorang diantarakamu beriman hingga hawa nafsunya tunduk pada apa yang aku bawa (Islam)” (Hadits, lihat Hadits Arba’in, Imam An Nawawi) KEPRIBADI AN ISLAM
  • 7.
    ‘Aqliyah dan nafsiyahislamiyyah itu dicerminkan dalam setiap perilaku ‘Aqidah Syari’ah IISSLLAAMM Ibadah Mahdhah Makanan Minuman Pakaian Akhlak Mu’amalah ( jual beli, profesi/ bekerja, perusahaan, nikah, politik, budaya, pemerintahan, dll.)
  • 8.
    Muslim yang memiliki‘aqliyah islamiyah dan nafsiyah islamiyah berarti dalam dirinya terdapat kepribadian Islam (syakhsiyyah islamiyyah). Hal ini secara kasat mata tercermin di dalam perilakunya (ucapan, tulisan, dan perbuatan).
  • 9.
    Beberapa penampakan kepribadianIslam dalam hal keyakinan :
  • 10.
    1. Menentang sekularisme • Sekularisme : pemisahan agama dari kehidupan masyarakat dan negara • Sekularisme bertentangan dengan Islam (An Nisa : 65, Al hasyr : 7) “Barang siapa yang melakukan suatu perbuatan yang bukan dari urusan (agama) kami maka semuanya ditolak” (lihat An Nawawi, Hadits Arba’in)
  • 11.
    • Tidak ridladiterapkan sekularisme. Gelisah menyaksikan adanya sekularisme. Merasa berdosa bila tidak berbuat menentang sekularisme. Tidak sudi diatur oleh sistem sekularisme. Dsb. • Seruanagar agama Islam diposisikan secara ritual semata, larangan berjilbab, anti penerapan hukum pidana dan perdata Islam dsb ia tolak karena itu merupakan sekularisme
  • 12.
    • Dalam ucapantidak menyerukan sekularisme, tidak membela sekularisme. Bahkan, berbuat sebaliknya. • Berupaya terikat dengan hukum Allah SWT agar tidak terjerumus kedalam sekularisme • Mendukung upaya ke arah penegakkan Islam dalam seluruh aspek kehidupan • Membentengi diri, keluarga, dan masyarakat dari sekularisme
  • 13.
    2. Meyakini Islamsebagai satu-satunya kebenaran Ali Imran : 19, 85 Al Fath : 28 Al A’raf : 157, 158 Pemahaman bahwa Islam sebagai satu-satunya kebenaran dijadikan tolok ukur terhadapsikap jiwa, ucapan, tulisan, perbuatan
  • 14.
    Saat menghadapi ide-ideatau ideologi di luar Islam seperti Sosialisme- Komunisme dan Kapitalisme yakin bahwa semua itu bathil Tidak mendukung, membela, ataupun menyebarkan ide-ide yang bertentangan dengan ajaran Islam Senantiasa merujuk kepada sumber hukum Islam : Al Quran, Hadits, Ijma’ Shahabat, dan Qiyas
  • 15.
    Ikhlas, ridla, dansenang bila Islam diterapkan. Gembira saat umat Islam menjadikan Islam sebagai patokan kehidupan Berdakwah menyampaikan kebenaran Islam Berpartisipasi membentuk individu shalih sekaligus mushlih, keluarga islami, dan masyarakat yang diatur oleh hukum-hukum Islam
  • 16.
    3. Merasa SelaluDiawasi Allah SWT Allah SWT Maha Mengetahui Al Hadid : 4 Al Mujadalah : 7 Qaf : 18 Malaikat Mengawasi Qaf : 17 - 18 Al Infithar : 10 Amal akan dihisab Al Isra : 14, 15 Al Mukmin : 17 Al Ghasyiyah : 26
  • 17.
    • Menolak pahammachiavelis (serba boleh) ataupun materialistik • Cenderung kepada berbuat baik, gelisah bila bermaksiat, hati penuh diliputi taubat dan tawadlu • Dalam berbuat tidak melanggar aturan Allah SWT, melakukan kewajiban, meninggalkan keharaman, membersihkan hati, menghisab diri sendiri
  • 18.
    • Menjauhkan diridari perbuatan syirik, termasuk tidak memakai jimat, sihir, ramalan/astrologi, dan riya “Allah telah menciptakan bintang ini untuk 3 keperluan, yakni hiasan langit, pelempar syetan, dan tanda-tanda untuk penunjuk arah. Barangsiapa mentakwilkan bintang-bintang tadi di luar ketiga hal itu, maka ia telah melakukan kesalahan, berbuat sia-sia, dan telah menyia-nyiakan nasibnya serta telah memaksakan dirinya pada sesuatu tanpa dasar ilmu pengetahuan” (HR. Bukhari)
  • 19.
    “Barang siapa menggantungkandiri pada azimat maka dia telah berbuat syirik” (HR. Ahmad) “Sesungguhnya sesuatu yang paling aku takuti terjadi pada kalian adalah al syirkul ashghar (syirik kecil). Sahabat bertanya, apa syirik kecil itu ya, rasulullah ? Rasulullah menjawab : Riya” (HR. Ahmad)
  • 20.
    Demikian dalam segalaaspek menyangkut ‘aqidah, yaitu : Pemahaman didasarkan kepada sumber-sumber hukum Islam. Setiap pemikiran ataukeyakinan lain harus ditakar oleh pemahaman ini Rasa ridla, benci, senang, sedih, marah, tentram, ataupun gelisah diatur oleh pemahaman tadi Dalam bersikap dan berbuat disesuaikan dan didasarkan pada dua hal di atas
  • 21.
    Beberapa penampakan kepribadianIslam dalam hal syari’ah :
  • 22.
    1. Ibadah Mahdhah(shalat, shaum, zakat, haji, do’a, dsb) Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku · Ibadah mahdhah · Penuh keinginan adalah suatu cara untuk menunaikan pengabdian berbagai ibadah seorang hamba mahdhah kepada Allah · Senang saat · Ibadah harus apa nunaikannya adanya (tauqiyah) · Sedih dan merasa · Ibadah harus berdosa saat didasari iman, niat melalaikan ihlas, dan sesuai pelaksanaan ibadah aturan Islam · Senantiasa menunaikan shalat wajib, shaum Ramadlan, haji, zakat, do’a dsb sesuai ajaran Islam · Berupaya melakukan ibadah sunnah
  • 23.
    Al Isra :78 - 79 Al Ankabut : 45 At Taubah : 103 Al Baqarah : 183 Al Mukmin : 60 Al Isra : 110
  • 24.
    2. Akhlak PemikiranSikap Jiwa Perilaku · Akhlak merupakan hukum syara yang harus dilakukan · Akhlak yang baik adalah yang baik menurut Islam, akhlak buruk adalah yang buruk menurut Islam · Penuh keinginan untuk selalu menunaikan akhlak yang diatur Islam · Tidak tergiur mengikuti budaya yang bertentangan dengan akhlak · Sedih dan merasa berdosa menyaksikan kerusakan akhlak · Senantiasa bersifat adil, lembut terhadap mukmin, keras terhadap kafir, tidak sombong, menolong orang, sabar, bersyukur, dsb · Mencegah rusaknya akhlak
  • 25.
    An Nahl :90 Al Furqan : 63 - 77 Luqman : 18 - 19
  • 26.
    3. Menjaga makanan,minuman, dan pakaian Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku · Makanan, minuman harus yang halalan — thoyyiban · Makanan dan minuman hukumnya mubah selama tidak ada dalil yang mengharamkan · Pakaian harus menutup aurat; untuk perempuan jilbab · Tidak terbersit untuk mencoba makanan/minuman yang haram · Tidak ridla makanan/minuman haram beredar di tengah masyarakat · Bahagia menutup aurat · Senang menyaksikan semakin banyak orang menutup aurat · Makan dan minum yang halalan — thoyyiban saja · Selalu menutup aurat (perempuan mengenakan jilbab) · Menentang propaganda pamer keelokan tubuh
  • 27.
    “Makanlah dengan menyebutnama Allah, serta makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah dari makanan yang dekat dengan kamu” (HR. Bukhari dan Muslim) Al Maidah : 3, 88 Al A’raf : 26 Menjaga makanan, minuman, dan pakaian sesuai Islam
  • 28.
    4. Bermuamalah sesuaiIslam Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku · Jual beli, sewa · Tidak terbersit menyewa dsb untuk melakukan harus memenuhi riba, penipuan, akad sesuai ajaran perjudian, Islam penimbunan, atau · Islam spekulasi mengharamkan · Tidak ridla riba, penipuan dan ekonomi diatur spekulasi oleh sistem · Islam menetapkan kapitalisme jalan dan jenis · Senantiasa ada harta yang boleh dorongan untuk dimiliki, tanpa bermuamalah membatasi sesuai Islam jumlahnya · Bekerja di tempat halal · Bertindak kafaah (cakap dan ahli), himmah (etos kerja baik), dan amanah · Menentang propaganda sistem kapitalisme · Merintis ekonomi Islam
  • 29.
    Al Baqarah :275, 276 Al Hasyr : 7 An Nisa : 29 Al Maidah : 90 - 91 “Bukanlah termasuk umatku orang yang melakukan penipuan” (HR. Ibnu Majah dan Abu Daud)
  • 30.
    5. Keluarga Sakinah Pemikiran Sikap Jiwa Perilaku · Menikah adalah perintah Allah SWT · Nikah satu-satunya jalan melampiaskan gharizah nau’ · Menikah untuk menuju keluarga sakinah, selamat sampai di sorga · Tidak terbersit untuk melakukan perzinahan atau perselingkuhan · Tidak ridla terhadap aturan dan pergaulan bebas · Rindu berkumpul bersama keluarga kelak di surga · Rela terhadap seluruh aturan Islam dalam hal rumah tangga · Menikah sesuai Islam · Mendidik anak-istri dengan ajaran Islam · Menerapkan hak dan kewajiban suami-istri sesuai Islam · Menentang “nikah” yang tidak Islam
  • 31.
    An Nisa :11 At Tahrim : 6 Ar Rum : 213 “Manakala seseorang telah beristri, berarti ia telah menyempurkan separuh agama. Maka takutlah kepada Allah untuk menyempurnakan separuh lainnya” (HR. Baihaqi) “Barang siapa yang mempunyakesanggupan untuk menikah, tetapi ia tidak mau menikah, maka bukanlah ia termasuk golonganku” (HR. Thabrani)
  • 32.
    Demikian pula didalam setiap aspek kehidupan lainnya, baik bidang sosial, politik, ekonomi, ataupun budaya. Juga, baik cakupannya pribadi, keluarga, masyarakat, negara, ataupun internasional
  • 33.
    Penampakan kepribadian Islam adalah : politikus sekaligus pemikir, tawadlu sekaligus pemberani, lemah lembut sekaligus tegas, meraih akhirat tanpa lupa dunia, dan ahli ibadah (muta’abbid) sekaligus pejuang (mujahid).