Kepribadian Islam
(‫ة‬ّ‫اإلسالمي‬ ‫ه‬ّ‫حصي‬ّ‫ش‬‫ال‬)
Fenomena Kepribadian
• Pakaian bagus, rapi, wangi, model terkini…?
• Body kekar…?
• Sekolah Kepribadian Intertain, sekretaris…?
• Atau serba “Pribadi”  Mobil pribadi, apartemen pribadi…..?
• Dll
Apa itu KEPRIBADIAN?
MANUSIA
PERFORMANCE
TINGKAH LAKU
(al-sulûk)
BUKAN PENENTU
KEPRIBADIAN
PENENTU
KEPRIBADIAN
Bagaimana aktivitas terbentuk?
MANUSIA
POLA FIKIR
(AQLIYYAH)
POLA JIWA
(NAFSIYYAH)
ASPEK PEMIKIRAN POTENSI KEHIDUPAN
UNSUR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan
untuk memahami makna atau memikirkan
sesuatu yang dikaitkan dengan kaidah
tertentu
Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan
seseorang untuk memenuhi kebutuhan
hidup yang dikaitkan dengan kaidah tertentu
Akal : Anugerah Terbesar Manusia
Benda
Suara
Bau
Rasa
Tekstur
Mata
Telinga
Hidung
Lidah
Kulit
NAFSIYYAH (POLA JIWA)
MANUSIA
KEBUTUHAN JASMANIYAH
Al-Hâjah al-’Udhwiyyah
NALURI
al-Gharîzah
POTENSI KEHIDUPAN (al-Thâqah al-Hayawiyyah)
NAFSIYYAH (POLA JIWA)
Kebutuhan JASMANI
Sistem Sel
Sistem Jaringan
Sistem Organ
Metabolisme
Makan
Minum
Ekskresi
Tidur
•Harus
Terpenuhi
•Rangsangan dr
dalam tubuh
•≠ MATI
Naluri/Gharizah
Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
Beragama)
Gharîzah al-Baqâ’
(NaluriMempertahankan Diri)
Gharîzah al-Naw’
(NaluriMempertahankan Jenis
Manusia
Marah, Takut, Berani, Iri, Dengki
Kepemilikan, Rakus, Penjajahan,
prestasi dll
Sexual, cinta lawan jenis, kasih
sayang, keibuan, suka keindahan,
seni dll
Merasa ada kekuatan lebih,
Ibadah,khusu’, ikhlas, rajin ibadah,
takut pada Allah, tawakal, dll
Harus Terpenuhi
Rangsangan dari luar
≠ GELISAH
•OTAK
•PANCA INDERA
•FAKTA
•INFORMASI
SEBELUMNYA
ALUR TERBENTUKNYA AQLIYAH
al-Qâ’idah al-Fikriyyah
(Landasan Berpikir)
•ISLAM
•KAPITALISME
•SOSIALISME
PEMAHAMAN
al-Sulûk
(Pola Perilaku)
•ISLAM
•KAPITALISME
•SOSIALISME
•ISLAM
•KAPITALISME
•SOSIALISME
•OTAK
•PANCA INDERA
•FAKTA
•INFORMASI
SEBELUMNYA
ALUR TERBENTUKNYA AQLIYAH ISLAMIYAH
al-Qâ’idah al-Fikriyyah Islâmiyyah
(Landasan Berpikir Islam)
PEMAHAMAN
al-Sulûk al-Islâmiy (Pola Perilaku Islami)
al-Mafâhîm al-
Islâmiyyah
(Pemahaman Islami)
Gharîzah al-Baqâ’
(NaluriMempertahankan Diri)
Gharîzah al-Naw’
(NaluriMempertahankan Jenis
Manusia
Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
Beragama)
Makan, minum, tidur dll
Dawâfi’ al-Isybâ’
(Dorongan Pemenuhan)
al-Muyûl
(Kecenderungan)
al-Sulûk
(Pola Perilaku)
al-Qâ’idah al-
Fikriyyah
(Landasan
Berpikir)
ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH
Gharîzah al-Baqâ’
(NaluriMempertahankan Diri)
Gharîzah al-Naw’
(NaluriMempertahankan Jenis
Manusia
Gharîzah al-Tadayyun (Naluri
Beragama)
Makan, minum, tidur dll
Dawâfi’ al-Isybâ’
(Dorongan Pemenuhan)
al-Muyûl al-
Islâmiyyah
(Kecenderungan
Islam)
al-Sulûk al-Islâmiyyah (Pola Perilaku)
al-Qâ’idah al-
Fikriyyah
(Landasan
Berpikir)
ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH ISLAMIYAH
POSISI AQIDAH DALAM KEPRIBADIAN
AQIDAH
al-Qâ’idah al-
Fikriyyah
(Landasan
Berpikir)
Qawâid al-A’mâl
(Kaidah
perbuatan)
AQLIYYAH NAFSIYYAH
AL-SULÛK (POLA PERILAKU)
POSISI AQIDAH DALAM KEPRIBADIAN ISLAMIYAH
AQIDAH
ISLAM
al-Qâ’idah al-
Fikriyyah al-
Islâmiyyah(Landasan
Berpikir Islami)
Qawâid al-A’mâl al-
Islâmiyyah (Kaidah
perbuatan Islami )
AQLIYYAH
ALISLAMIYAH
NAFSIYYAH AL-
ISLAMIYAH
AL-SULÛK AL-ISLAMI
(POLA PERILAKU ISLAMI)
SISTEM ISLAM YANG TERBENTUK DARI POTENSI KEHIDUPAN
Gharîzah al-
Tadayyun (Naluri
Beragama)
Gharîzah al-Baqâ’
(NaluriMemperta
hankan Diri)
Gharîzah al-Naw’
(NaluriMempertahank
an Jenis Manusia
SISTEM POLITIK
SISTEM
PEMERINTAHAN
SISTEM
PERTAHANAN
SISTEM
PENDIDIKAN
SISTEM SOSIAL
AKHLAQ
PIDANA
SISTEM
PERGAULAN
HUKUM PAKAIAN
SISTEM SOSIAL
SISTEM
PERNIKAHAN
AKHLAQ
AQIDAH
SISTEM IBADAH
•SHOLAT
•ZAKAT
•HAJI
•PUASA
•DLL
SISTEM EKONOMI
SISTEM
PERDAGANGAN
DLL
Urusan Keakhiratan
(Ruhiyyah)
Urusan Dunia
(Siyasiyah)
KRISTE
N
HINDU
BUDHA
SOSIALIS
ME
KOMUNIS
ME
KAPITALIS
ME
AGAMA
IDEOLOGI
(MABDA’)
ISLAM
AQIDAH RUHIYYAH
AQIDAH SIYASIYYAH
MENGUKUR KEBENARAN AGAMA DAN IDEOLOGI
ِ‫ف‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬ َ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ين‬ِ‫د‬ ِ‫الم‬ْ‫س‬ِ‫إل‬‫ا‬ َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ ِ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬َ‫ين‬ِ‫ر‬ِ‫اس‬َْ‫اَخ‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِ
َ‫ر‬ِ‫اِخر‬[‫ان‬‫ر‬‫عم‬ ‫آل‬:85]
Siapa saja yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan
dia di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (Q.s. Ali Imran: 85)
Allah SWT
Manusia
Sesama Manusia:
Mu’amalah
Diri Sendiri:
Akidah
Ibadah:
1- Shalat
2- Puasa
3- Zakat
4- Haji
5- Jihad
1- Sistem Pemerintahan
2- Sistem Ekonomi
3- Sistem Sosial
4- Sistem Pendidikan
5- Sistem Sanksi Hukum
6- Politik Luar Negeri
1- Hukum-hukum Akhlak
2- Hukum Pakaian
3- Hukum Makanan
4- Hukum Minuman
Ruang Lingkup Islam
ٍ‫ء‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ ‫ا‬ً‫ن‬‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ب‬ِ‫ت‬ َ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ْك‬‫ل‬‫ا‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ْن‬‫ل‬َّ‫ز‬َ‫ن‬َ‫و‬[‫النحل‬:89]
Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu
(Q.s. An-Nahl: 89)
Menerapkan Islam
Mempertahankan
IslamMengemban Islam
ISLAM:View of Life
Id (Thought-Fikrah)
Metode
(Method-
Thariqah)
Akidah Islam
Problem Solving
Iman kepada Allah
Iman kpd Malaikat
Iman kepada Kitab
Iman kpd Rasul
Iman kpd Hari Akhir
Juga Qadha’ - Qadar
Hukum Ibadah
Sistem Politik
Sistem Ekonomi
Sistem Sosial
Sistem Pendidikan
Hukum Akhlak
Khilafah
Sanksi Hukum dan Khilafah
Dakwah, Jihad dan Khilafah
Metode Membentuk
Syakhsiyyah Islamiyah
1. Menanamkan aqidah Islamiyah
2. Menjadikan aqidah Islam sebagai landasan
berpikir
3. Menjadikan syariah Islam sebagai tolok ukur
dan pengendali tingkah laku
MEMPERKUAT SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH
Upaya memperkuat Aqliyah Islamiyah :
•Kualitas Aqliyah Islamiyah erat kaitannya dengan
pemahaman Islam yang dimiliki
•Islam mendorong setiap individu untuk meningkatkan
pemahaman keislamannya dengan mempelajari tsaqafah
Islamiyah
•Islam mewajibkan kepada setiap Muslim untuk menuntut
ilmu keislaman (tsaqafah Islamiyah).
‫ون‬ ‫ك‬‫أ‬ ‫حىت‬ ‫كم‬‫أحد‬ ‫ومن‬ ‫ي‬ ‫ال‬
‫به‬ ‫ل‬ ‫يعق‬ ‫دي‬‫ال‬ ‫له‬ ‫ق‬‫ع‬
“ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu,
sehinggalah menjadikan saya sebagai (standart)
akalnya yang digunakan untuk berfikir”
•Kualitas nafsiyah Islamiyah erat kaitannya dengan ketaatan
pada Allah Swt
•Mendorong diri secara sungguh-sungguh dan istiqamah
untuk senantiasa taat kepada syariah.
•Secara khusus giat melakukan perbuatan yang disunnahkan
•Bersikap wara’ untuk meninggalkan perbuatan makruh dan
menjauhkan diri dari yang syubhat.
Upaya memperkuat Nafsiyah Islamiyah:
‫يكـــون‬ ‫حتى‬ ‫كم‬ ‫أحد‬ ‫يـــــومن‬ ‫ال‬
‫به‬ ‫جئت‬ ‫لما‬ ‫تبعا‬ ‫هواه‬
“ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu,
Sampai hawa nafsunya tunduk terhadap apa yang aku
bawa (islam)”
•YANG BENAR, bahwa orang yang bersyakhsiyyah Islamiyyah
adalah orang yang selalu berpikir Islamy dan senantiasa taat
pada Allah. Ia mungkin saja melakukan kesalahan tapi segera
menyadari kesalahan itu, tidak melanjutkan dan bertaubat
•Adalah kesalahan menganggap bahwa orang yang ber-
syakhshiyyah Islamiyyah harus seperti malaikat yang tidak
pernah melakukan kesalahan. Lalu menganggap: hidup Islami
tidak mungkin !!
MELURUSKAN PANDANGAN
• Syakhshiyyah Islamiyyah menjadikan seorang muslim
berbeda dengan yang lain (mutamayyizah bi lawnin
khasin)
• Kekhususan tersebut tidak berkaitan dengan bentuk fisik
tubuh maupun penampilan.
• Kekhususan tersebut tampak dalam cara berpikir dan
bertingkah laku yang selalu berlandaskan pada aqidah
dan syariat Islam.
KEKHUSUSAN SYAKHSIYYAH ISLAMIYYAH
DI ANTARA CIRI KHAS SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH
Ditunjukkan Allah ketika memaparkan sifat-sifat :
Shahabat : QS. Al Fath (48):29; Al-Taubah (9):100
Orang Mu’min : QS. Al-Mu’minun (23) : 1-11
Ibadurrahman : QS. Al-Furqan (25) : 63-74
Mujahidin : QS. Al-Taubah (9) : 88-89
Penampakan syakhshiyyah Islamiyyah
• Menjadikan akhirat sebagai tujuan tanpa melupakan dunia (QS. Al-Qashash :
77).
• Meraih kekuasan dunia dengan hak dan senantiasa bersusah payah
menggapai akhirat (QS. Al-A’la : 17).
• Zuhud dari harta yang haram dan subhat, tetapi tidak menolak menikmati
rizqi yang baik-baik tanpa lupa bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa
perhiasan dunia adalah cobaan (QS. Al-Kahfi :46)
• Ramah terhadap sesama muslim dan keras terhadap segala bentuk
kekafiran.(QS al Fath 29)
• Mampu menjadi pemimpin, sekaligus siap sebagai rakyat
• Lembut, sekaligus bisa keras dan tegas
• Zuhud, namun juga menikmati hidup
 Mampu menguasai dunia, dan sukses di akhirat
 Tidak rakus dunia, namun tidak menyengsarakan diri
 Gagah dan perkasa di medan tempur, namun rendah
hati di saat damai
 Seorang ‘abid (hamba Allah) yang khusyu dalam shalat,
menjauhi perkataan yang tiada berguna, membayar
zakat, menundukkan pandangan, memelihara amanat,
memenuhi kesepakatan dalam perjanjian, memenuhi
janji yang diucapkan, dan berjihad fi sabilillah
 Giat mencari nafkah, sekaligus dermawan
 Tekun beribadah dan tangkas berpolitik
 Aktif berdakwah dan giat berjuang; dll
• Menjadikan aqidah Islam asas
syakhsiyyah
• Menjadikan halal haram sesuai
syariat Islam sebagai tolok ukur
perbuatan
• Menjadikan ridla Allah sebagai
makna kebahagiaan
Keunikan Syakhsiyyah Islamiyah
Meneladani Kepribadian Rasulullah saw
dan Para Sahabat
• Rasulullah adalah uswatun hasanah
• Model kepribadian Islam yang sempurna
• Para sahabat adalah orang-orang yang
direkomendasikan Rasulullah saw.
• Para sahabat adalah orang-orang yang
mengikuti model sempurna itu
Rasulullah
Sahabat
Sudahkah kita bertekad membangun
syakhsiyyah Islam yang utuh
dalam diri kita dengan model
Rasulullah saw dan para sahabat?
Mush’ab Abdurrahman
08123528320
Webside; mushababdurrahman.blogspot.com
Email/Ym; mushababdurrahman@yahoo.co.id
Dzulqo’dah 1431H
‫العاملني‬ ‫رب‬ ‫هلل‬ ‫واحلمد‬

Melejitkan kepribadian Islam

  • 1.
  • 2.
    Fenomena Kepribadian • Pakaianbagus, rapi, wangi, model terkini…? • Body kekar…? • Sekolah Kepribadian Intertain, sekretaris…? • Atau serba “Pribadi”  Mobil pribadi, apartemen pribadi…..? • Dll
  • 3.
  • 4.
  • 5.
    MANUSIA POLA FIKIR (AQLIYYAH) POLA JIWA (NAFSIYYAH) ASPEKPEMIKIRAN POTENSI KEHIDUPAN UNSUR PEMBENTUK KEPRIBADIAN Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan untuk memahami makna atau memikirkan sesuatu yang dikaitkan dengan kaidah tertentu Tata cara (al-kayfiyyah) yang digunakan seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidup yang dikaitkan dengan kaidah tertentu
  • 6.
    Akal : AnugerahTerbesar Manusia
  • 7.
  • 8.
    NAFSIYYAH (POLA JIWA) MANUSIA KEBUTUHANJASMANIYAH Al-Hâjah al-’Udhwiyyah NALURI al-Gharîzah POTENSI KEHIDUPAN (al-Thâqah al-Hayawiyyah) NAFSIYYAH (POLA JIWA)
  • 9.
    Kebutuhan JASMANI Sistem Sel SistemJaringan Sistem Organ Metabolisme Makan Minum Ekskresi Tidur •Harus Terpenuhi •Rangsangan dr dalam tubuh •≠ MATI
  • 10.
    Naluri/Gharizah Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Beragama) Gharîzahal-Baqâ’ (NaluriMempertahankan Diri) Gharîzah al-Naw’ (NaluriMempertahankan Jenis Manusia Marah, Takut, Berani, Iri, Dengki Kepemilikan, Rakus, Penjajahan, prestasi dll Sexual, cinta lawan jenis, kasih sayang, keibuan, suka keindahan, seni dll Merasa ada kekuatan lebih, Ibadah,khusu’, ikhlas, rajin ibadah, takut pada Allah, tawakal, dll Harus Terpenuhi Rangsangan dari luar ≠ GELISAH
  • 11.
    •OTAK •PANCA INDERA •FAKTA •INFORMASI SEBELUMNYA ALUR TERBENTUKNYAAQLIYAH al-Qâ’idah al-Fikriyyah (Landasan Berpikir) •ISLAM •KAPITALISME •SOSIALISME PEMAHAMAN al-Sulûk (Pola Perilaku) •ISLAM •KAPITALISME •SOSIALISME •ISLAM •KAPITALISME •SOSIALISME
  • 12.
    •OTAK •PANCA INDERA •FAKTA •INFORMASI SEBELUMNYA ALUR TERBENTUKNYAAQLIYAH ISLAMIYAH al-Qâ’idah al-Fikriyyah Islâmiyyah (Landasan Berpikir Islam) PEMAHAMAN al-Sulûk al-Islâmiy (Pola Perilaku Islami) al-Mafâhîm al- Islâmiyyah (Pemahaman Islami)
  • 13.
    Gharîzah al-Baqâ’ (NaluriMempertahankan Diri) Gharîzahal-Naw’ (NaluriMempertahankan Jenis Manusia Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Beragama) Makan, minum, tidur dll Dawâfi’ al-Isybâ’ (Dorongan Pemenuhan) al-Muyûl (Kecenderungan) al-Sulûk (Pola Perilaku) al-Qâ’idah al- Fikriyyah (Landasan Berpikir) ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH
  • 14.
    Gharîzah al-Baqâ’ (NaluriMempertahankan Diri) Gharîzahal-Naw’ (NaluriMempertahankan Jenis Manusia Gharîzah al-Tadayyun (Naluri Beragama) Makan, minum, tidur dll Dawâfi’ al-Isybâ’ (Dorongan Pemenuhan) al-Muyûl al- Islâmiyyah (Kecenderungan Islam) al-Sulûk al-Islâmiyyah (Pola Perilaku) al-Qâ’idah al- Fikriyyah (Landasan Berpikir) ALUR TERBENTUKNYA NAFSIYYAH ISLAMIYAH
  • 15.
    POSISI AQIDAH DALAMKEPRIBADIAN AQIDAH al-Qâ’idah al- Fikriyyah (Landasan Berpikir) Qawâid al-A’mâl (Kaidah perbuatan) AQLIYYAH NAFSIYYAH AL-SULÛK (POLA PERILAKU)
  • 16.
    POSISI AQIDAH DALAMKEPRIBADIAN ISLAMIYAH AQIDAH ISLAM al-Qâ’idah al- Fikriyyah al- Islâmiyyah(Landasan Berpikir Islami) Qawâid al-A’mâl al- Islâmiyyah (Kaidah perbuatan Islami ) AQLIYYAH ALISLAMIYAH NAFSIYYAH AL- ISLAMIYAH AL-SULÛK AL-ISLAMI (POLA PERILAKU ISLAMI)
  • 17.
    SISTEM ISLAM YANGTERBENTUK DARI POTENSI KEHIDUPAN Gharîzah al- Tadayyun (Naluri Beragama) Gharîzah al-Baqâ’ (NaluriMemperta hankan Diri) Gharîzah al-Naw’ (NaluriMempertahank an Jenis Manusia SISTEM POLITIK SISTEM PEMERINTAHAN SISTEM PERTAHANAN SISTEM PENDIDIKAN SISTEM SOSIAL AKHLAQ PIDANA SISTEM PERGAULAN HUKUM PAKAIAN SISTEM SOSIAL SISTEM PERNIKAHAN AKHLAQ AQIDAH SISTEM IBADAH •SHOLAT •ZAKAT •HAJI •PUASA •DLL SISTEM EKONOMI SISTEM PERDAGANGAN DLL
  • 18.
  • 19.
    ِ‫ف‬ َ‫و‬ُ‫ه‬َ‫و‬ ُ‫ه‬ْ‫ن‬ِ‫م‬َ‫ل‬َ‫ب‬ْ‫ق‬ُ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫ل‬َ‫ف‬ ‫ا‬ً‫ين‬ِ‫د‬ ِ‫الم‬ْ‫س‬ِ‫إل‬‫ا‬ َ‫ر‬ْ‫ي‬َ‫غ‬ ِ‫غ‬َ‫ت‬ْ‫ب‬َ‫ي‬ ْ‫ن‬َ‫م‬َ‫و‬َ‫ين‬ِ‫ر‬ِ‫اس‬َْ‫اَخ‬ َ‫ن‬ِ‫م‬ ِ َ‫ر‬ِ‫اِخر‬[‫ان‬‫ر‬‫عم‬ ‫آل‬:85] Siapa saja yang mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima darinya, dan dia di akhirat dia termasuk orang-orang yang rugi. (Q.s. Ali Imran: 85)
  • 20.
    Allah SWT Manusia Sesama Manusia: Mu’amalah DiriSendiri: Akidah Ibadah: 1- Shalat 2- Puasa 3- Zakat 4- Haji 5- Jihad 1- Sistem Pemerintahan 2- Sistem Ekonomi 3- Sistem Sosial 4- Sistem Pendidikan 5- Sistem Sanksi Hukum 6- Politik Luar Negeri 1- Hukum-hukum Akhlak 2- Hukum Pakaian 3- Hukum Makanan 4- Hukum Minuman Ruang Lingkup Islam ٍ‫ء‬ْ‫ي‬َ‫ش‬ ِّ‫ل‬ُ‫ك‬ِ‫ل‬ ‫ا‬ً‫ن‬‫ا‬َ‫ي‬ْ‫ب‬ِ‫ت‬ َ‫اب‬َ‫ت‬ِ‫ْك‬‫ل‬‫ا‬ َ‫ك‬ْ‫ي‬َ‫ل‬َ‫ع‬ ‫ا‬َ‫ْن‬‫ل‬َّ‫ز‬َ‫ن‬َ‫و‬[‫النحل‬:89] Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu (Q.s. An-Nahl: 89)
  • 21.
    Menerapkan Islam Mempertahankan IslamMengemban Islam ISLAM:Viewof Life Id (Thought-Fikrah) Metode (Method- Thariqah) Akidah Islam Problem Solving Iman kepada Allah Iman kpd Malaikat Iman kepada Kitab Iman kpd Rasul Iman kpd Hari Akhir Juga Qadha’ - Qadar Hukum Ibadah Sistem Politik Sistem Ekonomi Sistem Sosial Sistem Pendidikan Hukum Akhlak Khilafah Sanksi Hukum dan Khilafah Dakwah, Jihad dan Khilafah
  • 22.
    Metode Membentuk Syakhsiyyah Islamiyah 1.Menanamkan aqidah Islamiyah 2. Menjadikan aqidah Islam sebagai landasan berpikir 3. Menjadikan syariah Islam sebagai tolok ukur dan pengendali tingkah laku
  • 23.
    MEMPERKUAT SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH Upayamemperkuat Aqliyah Islamiyah : •Kualitas Aqliyah Islamiyah erat kaitannya dengan pemahaman Islam yang dimiliki •Islam mendorong setiap individu untuk meningkatkan pemahaman keislamannya dengan mempelajari tsaqafah Islamiyah •Islam mewajibkan kepada setiap Muslim untuk menuntut ilmu keislaman (tsaqafah Islamiyah).
  • 24.
    ‫ون‬ ‫ك‬‫أ‬ ‫حىت‬‫كم‬‫أحد‬ ‫ومن‬ ‫ي‬ ‫ال‬ ‫به‬ ‫ل‬ ‫يعق‬ ‫دي‬‫ال‬ ‫له‬ ‫ق‬‫ع‬ “ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu, sehinggalah menjadikan saya sebagai (standart) akalnya yang digunakan untuk berfikir”
  • 25.
    •Kualitas nafsiyah Islamiyaherat kaitannya dengan ketaatan pada Allah Swt •Mendorong diri secara sungguh-sungguh dan istiqamah untuk senantiasa taat kepada syariah. •Secara khusus giat melakukan perbuatan yang disunnahkan •Bersikap wara’ untuk meninggalkan perbuatan makruh dan menjauhkan diri dari yang syubhat. Upaya memperkuat Nafsiyah Islamiyah:
  • 26.
    ‫يكـــون‬ ‫حتى‬ ‫كم‬‫أحد‬ ‫يـــــومن‬ ‫ال‬ ‫به‬ ‫جئت‬ ‫لما‬ ‫تبعا‬ ‫هواه‬ “ Tidaklah beriman salah seorang diantara kamu, Sampai hawa nafsunya tunduk terhadap apa yang aku bawa (islam)”
  • 27.
    •YANG BENAR, bahwaorang yang bersyakhsiyyah Islamiyyah adalah orang yang selalu berpikir Islamy dan senantiasa taat pada Allah. Ia mungkin saja melakukan kesalahan tapi segera menyadari kesalahan itu, tidak melanjutkan dan bertaubat •Adalah kesalahan menganggap bahwa orang yang ber- syakhshiyyah Islamiyyah harus seperti malaikat yang tidak pernah melakukan kesalahan. Lalu menganggap: hidup Islami tidak mungkin !! MELURUSKAN PANDANGAN
  • 28.
    • Syakhshiyyah Islamiyyahmenjadikan seorang muslim berbeda dengan yang lain (mutamayyizah bi lawnin khasin) • Kekhususan tersebut tidak berkaitan dengan bentuk fisik tubuh maupun penampilan. • Kekhususan tersebut tampak dalam cara berpikir dan bertingkah laku yang selalu berlandaskan pada aqidah dan syariat Islam. KEKHUSUSAN SYAKHSIYYAH ISLAMIYYAH
  • 29.
    DI ANTARA CIRIKHAS SYAKHSHIYYAH ISLAMIYYAH Ditunjukkan Allah ketika memaparkan sifat-sifat : Shahabat : QS. Al Fath (48):29; Al-Taubah (9):100 Orang Mu’min : QS. Al-Mu’minun (23) : 1-11 Ibadurrahman : QS. Al-Furqan (25) : 63-74 Mujahidin : QS. Al-Taubah (9) : 88-89
  • 30.
    Penampakan syakhshiyyah Islamiyyah •Menjadikan akhirat sebagai tujuan tanpa melupakan dunia (QS. Al-Qashash : 77). • Meraih kekuasan dunia dengan hak dan senantiasa bersusah payah menggapai akhirat (QS. Al-A’la : 17). • Zuhud dari harta yang haram dan subhat, tetapi tidak menolak menikmati rizqi yang baik-baik tanpa lupa bahwa dunia bukan segalanya. Sadar bahwa perhiasan dunia adalah cobaan (QS. Al-Kahfi :46) • Ramah terhadap sesama muslim dan keras terhadap segala bentuk kekafiran.(QS al Fath 29) • Mampu menjadi pemimpin, sekaligus siap sebagai rakyat • Lembut, sekaligus bisa keras dan tegas • Zuhud, namun juga menikmati hidup
  • 31.
     Mampu menguasaidunia, dan sukses di akhirat  Tidak rakus dunia, namun tidak menyengsarakan diri  Gagah dan perkasa di medan tempur, namun rendah hati di saat damai  Seorang ‘abid (hamba Allah) yang khusyu dalam shalat, menjauhi perkataan yang tiada berguna, membayar zakat, menundukkan pandangan, memelihara amanat, memenuhi kesepakatan dalam perjanjian, memenuhi janji yang diucapkan, dan berjihad fi sabilillah  Giat mencari nafkah, sekaligus dermawan  Tekun beribadah dan tangkas berpolitik  Aktif berdakwah dan giat berjuang; dll
  • 32.
    • Menjadikan aqidahIslam asas syakhsiyyah • Menjadikan halal haram sesuai syariat Islam sebagai tolok ukur perbuatan • Menjadikan ridla Allah sebagai makna kebahagiaan Keunikan Syakhsiyyah Islamiyah
  • 33.
    Meneladani Kepribadian Rasulullahsaw dan Para Sahabat • Rasulullah adalah uswatun hasanah • Model kepribadian Islam yang sempurna • Para sahabat adalah orang-orang yang direkomendasikan Rasulullah saw. • Para sahabat adalah orang-orang yang mengikuti model sempurna itu Rasulullah Sahabat
  • 34.
    Sudahkah kita bertekadmembangun syakhsiyyah Islam yang utuh dalam diri kita dengan model Rasulullah saw dan para sahabat?
  • 35.
    Mush’ab Abdurrahman 08123528320 Webside; mushababdurrahman.blogspot.com Email/Ym;mushababdurrahman@yahoo.co.id Dzulqo’dah 1431H ‫العاملني‬ ‫رب‬ ‫هلل‬ ‫واحلمد‬