ASSALAMUALAIKUMWR.WB
INTELEGENSI
PPT ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah “PSIKOLOGI PENDIDIKAN”
Dosen Pengampu: Diana Vidya Fakhriyani, M.Psi
Disusun oleh:
Kelompok III
 HANNANAH (2018.05.04.0.0012)
 FELIA PUTRI ANGGRAINI (2018.05.04.0.0021)
 SITI MAIMANAH (2018.05.04. .0024)
PRODI PENDIDIIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PG-PAUD)
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP)
UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM)
TAHUN AKADEMIK 2018/2019
A. PENGERTIAN INTELEGENSI
Ada beberapa rumusan definisi inteligensi yang diketengahkan para ahli psikologi. Namun, karena
definisi yang satu dengan yang lainnya berbeda, maka belum diperoleh satu definisi pun yang tepat. Oleh
karena itu, untuk memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang intelegensi, ada beberapa definisi yang telah
dirumuskan oleh para ahli.
1. Edwaerd thorndike. Menurutnya, inteligensi merupakan kemampuan individu untuk memberikan respons yang
tepat terhadap stimulus yang diterimanya (Skinner,1959: 242).
2. Witherington. Menurutnya, inteligensi bukan suatu kekuatan, bukan suatu daya, bukan suatu sifat. Intelegensi
adalah suatu konsep, suatu pengertian (F. Patty, 1982-128).
3. William stern. Menurutnya , inteligensi adalah kesanggupan jiwa untuk menghadapi dan mengatasi keadaan-
keadaan atau kesulitan baru dengan sadar, dengan berfikir cepat dan tepat *Zuhairini, 1980: 109)
4. Bigot kohstamm. Inteligensi adalah suatu kemampuan untuk melakukan perbuatan jiwa dengan cepat (Bigit, t.t
138).
Suatu ciri dari inteligensi yang tinggi adalah abilitas untuk menangkap hubungan antara unsur-unsur dalam suatu
situasi dengan situasi yang lain. Dengan demikian, secara singkat dapat dikatakan bahwa pada dasarnya
inteligensi adalah suatu kesanggupan atau kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan dengan cepat, mudah, dan
tepat (memadai) .
B. INTELIGENSI MENURUT ARAH ATAU HASIL
Kepemilikan individu terhadap kecerdasan (inteligensi) menurut arah atau hasilnya dibedakan menjadi dua
macam, yaitu :
1. Inteligensi untuk dapat mengatasi situasi yang sulit dalam suatu kerja, yang berlangsung secara cepat dan
tepat (praktis).
2. Inteligensi untuk bisa mendapatkan suatu pikiran penyelesaian masalah dengan cepat dan tepat (teoritis).
Contoh dari inteligensi yang pertama adalah seorang anak naik sepeda dijalan yang ramai. Ini sangat
memerlukan inteligensi praktis. Dan yang kedua berlaku pada ilmu pengetahua, baik ilmu pengetahuan alam,
sosial maupun teknologi. Dan untuk menyelidiki sifat, luas,dan batas inteligensi, dipergunakan suatu tes yang
disebut tes inteligensi. Tes inteligensi ini dimaksudkan untuk mengetahui inteligensi individu yang dites.
C. PENGUKURAN INTELEGENSI
1. MODEL BINET
Pegukuran inteligensi yang pertama adalah model Binet.Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang
psikolog Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang
memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binnet-Simon. Tes ini
kemudian direvisi pada tahun 1911. dengan mengikuti metode Paul Broca yang saat itu sangat populer di kalangan
ilmuwan. Pengukuran inteligensi dilakukan dengan cara mengukur lingkaran tempurung kepala anak-anak (metoda
kraniometri).
Binet menyiapkan skala inteligensi yang pertama yang dikenal dengan nama Skala Binet-Simon.
skala perkembangan Skala Binet-Simon diantaranya yaitu:
1. skala 1905, terdiri dari 30 soal yang disusun berdasarkan tingkat kesukaran yang semakin meningkat. Tes tersebut
mencakup berbagai fungsi yang luas dengan penekanan pada daya judgment, daya pemahaman, dan kemampuan
penalaran yang semuanya itu dianggap sebagai komponen pokok inteligensi.
2. skala 1908, jumlah tesnya diperbanyak dan beberapa tes pada skala pertama yang terbukti tidak begitu baik
dibuang. Dalam skala kedua ini semua tes dikelompokkan menurut tingkat usia berdasarkan perfomansi dari sekitar
300 anak normal berusia antara 3 sampai dengan 13 tahun. Kemudian skor anak dalam tes dinyatakan dalam bentuk
usia mental yang sama dengan usia kronologis anak normal yang berhasil mengerjakan tes pada level tersebut.
1. MODEL WECHLER
Kedua adalah model Wechsler
Tiga puluh empat tahun setelah diterbitkannya tes inteligensi yang pertama oleh Binet-Simon, atau dua tahun setelah munculnya revisi Stanford-Binet,
David Wechsler memperkenalkan versi pertama tes inteligensi yang dirancang khusus untuk digunakan bagi orang dewasa.
1. Tes tersebut terbit pada tahun 1939 dan dinamai Wechsler-Bellevue Intelligence Scale (WBIS), disebut juga skala W-B. Alasan dikembangkannya
skala W-B adalah kenyataan bahwa tes inteligensi yang digunakan untuk orang dewasa pada waktu itu hanya merupakan perluasan saja dari tes
inteligensi dari anak-anak dengan menambahkan soal yang sejenis dan lebih sukar. Isi tes yang seperti itu, menurut Wechsler seringkali tidak menarik
minat dan perhatian orang dewasa. Banyak soal-soal yang ditulis hanya berkaitan dengan aktivitas dan dunia anak-anak sehingga kurang menarik bagi
orang dewasa dan tidak menimbulkan penghargaan dari mereka.
2. Tahun 1949 Wechsler menerbitkan pula skala inteligensi untuk digunakan pada anak-anak yang dikembangkan berdasarkan skala W-B. Skala ini
diberi nama Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC). Isinya terdiri dari dua sub bagian yaitu sub bagian Verbal (V) dan sub bagian Perfomance
(P).
3. Tahun 1974 terdapat revisi pada tes WISC dengan terbitan WISC-R (huruf R disingkat dari kata revised). Edisi revisi inilah yang digunakan sampai
sekarang.
4. Tahun 1955, Wechsler menyusun skala lain untuk mengukur inteligensi orang dewasa dengan memperluas isi tes WISC. Skala baru ini dinamakan
Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Sebagaimana WBIS, WAIS pun berisi sebelas sub tes yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah
skala verbal yang berisi enam subtes dan bagian kedua adalah skala perfomansi yang berisi lima subtes.
D. TEORI MULTIPLE INTELEGENSI
Pada pembahasan multiple intelegensi (kecerdasan ganda) howard gardner memperkenalkan sebuah penelitian
yang teorinya menghilangkan anggapan yang ada selama ini tentang kecerdasan manusia.
Kecerdasan yang paling menonjol akan mengotrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah.
Pokok-pokok pikiran yang dikemukakan Gardner adalah :
1. Manusia memiliki kemampuan meningkatkan dan memperkuat kecerdasannya.
2. Kecerdasan selain bisa dirubah juga bisa diajarkan pada orang lain.
3. Kecerdasan merupakan realitas majemuk yang muncul dibagian-bagian yang berbeda pada sistem otak atau
pikiran manusia.
4. Pada tingkat tertentu, kecerdasan ini merupakan suatu kesatuan yang utuh. Artinya, dalam memecahkan
masalah atsu tugas tertentu, seluruh macam kecerdasan manusia bekerja bersama-sama,kompak terpadu.
Kecerdasan terkuat cenderung “memimpin”/”melatih” kecerdasan lainnya yang lebih lemah.
Penelitian gardner mengidentifikasikan ada 8 macam kecerdasan manusia dalam memahami dunia nyata, kemudian
diikuti oleh tokoh-tokoh lain dengan menambahkan dua kecerdasan lagi, sehingga menjadi sepuluh macam
kecerdasan. Yaitu :
a. Kecerdasan verbal/ bahasa
Kecerdasan ini bertanggung jawab terhadap semua hal tentang bahasa, dan untuk memperkuat kecerdasan ini
dengan kegiatan-kegiatan berbahasa baik lisan maupun tertulis
b. Kecerdasan logika/matematik
Kecerdasan yang kedua sering disebut berpikir ilmiah,termasuk berpikir deduktif dan indukatif. Kecerdasan ini
diaktifkan ketika seseorang menghadapi masalah atau tantangan baru dan berusaha menyelesaikannya.
c. Kecerdasan visual/ruang
Berkaitan dengan misalnya senirupa,navigasi,arsitektur. Kunciya adalah kemampuan indera pandang berimajinasi.
d. Kecerdasan musikal/ritmik
Kecerdasan ini melibatkanbkemampuan manusia untuk mengenali menggunakan ritme dan nada, serta kepekaan terhadap bunyu-bunyian
dilingkungan sekitar suara manusia. Perubahan kesadaran manusia banyak disebabkan oleh ritme.
e. Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi baik verbal maupunnon verbal dengan orang lain. Mampu
mengenali perbedaan perasaan,
f. Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan ini mengendalikan pemahaman terhadap aspek internal diri seperti, perasaan, proses berpikir, refleksi diri. Identitas diri dan
kemampuan mentransendenkan diri merupakan bagian/bidang kecerdasan ini. Kecerdasan ini paling individual sifatnya,dan untuk
menggunakannya diperlukan kecerdasan yang lain.
Kemudian muncul tiga kecerdasan lagi yaitu:
g. Kecerdasan naturalis
Kecerdasan ini banyak dimiliki oleh pakar lingkungan
h. Kecerdasan spiritual
Banyak dimiliki oleh rohaniwan, berkaitan dengan bagaimana manusia berhubungan dengan tuhannya
j. Kecerdasan eksistensial
Banyak dijumpai pada para para filusuf. Mereka mampu menyadari dan menghayati dengan benar keberadaan dirinya di dunia ini dan apa tujuan
hidupnya. Melaluibkontemplasi dan refleksi diri kecerdasan ini dapat berkembang.
TERIMAKASIH
WAALAIKUMSALAM WR.WB

intelegensi

  • 1.
    ASSALAMUALAIKUMWR.WB INTELEGENSI PPT ini disusununtuk memenuhi tugas mata kuliah “PSIKOLOGI PENDIDIKAN” Dosen Pengampu: Diana Vidya Fakhriyani, M.Psi Disusun oleh: Kelompok III  HANNANAH (2018.05.04.0.0012)  FELIA PUTRI ANGGRAINI (2018.05.04.0.0021)  SITI MAIMANAH (2018.05.04. .0024) PRODI PENDIDIIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PG-PAUD) FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN (FKIP) UNIVERSITAS ISLAM MADURA (UIM) TAHUN AKADEMIK 2018/2019
  • 2.
    A. PENGERTIAN INTELEGENSI Adabeberapa rumusan definisi inteligensi yang diketengahkan para ahli psikologi. Namun, karena definisi yang satu dengan yang lainnya berbeda, maka belum diperoleh satu definisi pun yang tepat. Oleh karena itu, untuk memperoleh pengertian yang lebih jelas tentang intelegensi, ada beberapa definisi yang telah dirumuskan oleh para ahli. 1. Edwaerd thorndike. Menurutnya, inteligensi merupakan kemampuan individu untuk memberikan respons yang tepat terhadap stimulus yang diterimanya (Skinner,1959: 242). 2. Witherington. Menurutnya, inteligensi bukan suatu kekuatan, bukan suatu daya, bukan suatu sifat. Intelegensi adalah suatu konsep, suatu pengertian (F. Patty, 1982-128). 3. William stern. Menurutnya , inteligensi adalah kesanggupan jiwa untuk menghadapi dan mengatasi keadaan- keadaan atau kesulitan baru dengan sadar, dengan berfikir cepat dan tepat *Zuhairini, 1980: 109) 4. Bigot kohstamm. Inteligensi adalah suatu kemampuan untuk melakukan perbuatan jiwa dengan cepat (Bigit, t.t 138).
  • 3.
    Suatu ciri dariinteligensi yang tinggi adalah abilitas untuk menangkap hubungan antara unsur-unsur dalam suatu situasi dengan situasi yang lain. Dengan demikian, secara singkat dapat dikatakan bahwa pada dasarnya inteligensi adalah suatu kesanggupan atau kemampuan untuk melaksanakan pekerjaan dengan cepat, mudah, dan tepat (memadai) . B. INTELIGENSI MENURUT ARAH ATAU HASIL Kepemilikan individu terhadap kecerdasan (inteligensi) menurut arah atau hasilnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu : 1. Inteligensi untuk dapat mengatasi situasi yang sulit dalam suatu kerja, yang berlangsung secara cepat dan tepat (praktis). 2. Inteligensi untuk bisa mendapatkan suatu pikiran penyelesaian masalah dengan cepat dan tepat (teoritis). Contoh dari inteligensi yang pertama adalah seorang anak naik sepeda dijalan yang ramai. Ini sangat memerlukan inteligensi praktis. Dan yang kedua berlaku pada ilmu pengetahua, baik ilmu pengetahuan alam, sosial maupun teknologi. Dan untuk menyelidiki sifat, luas,dan batas inteligensi, dipergunakan suatu tes yang disebut tes inteligensi. Tes inteligensi ini dimaksudkan untuk mengetahui inteligensi individu yang dites.
  • 4.
    C. PENGUKURAN INTELEGENSI 1.MODEL BINET Pegukuran inteligensi yang pertama adalah model Binet.Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binnet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911. dengan mengikuti metode Paul Broca yang saat itu sangat populer di kalangan ilmuwan. Pengukuran inteligensi dilakukan dengan cara mengukur lingkaran tempurung kepala anak-anak (metoda kraniometri). Binet menyiapkan skala inteligensi yang pertama yang dikenal dengan nama Skala Binet-Simon. skala perkembangan Skala Binet-Simon diantaranya yaitu: 1. skala 1905, terdiri dari 30 soal yang disusun berdasarkan tingkat kesukaran yang semakin meningkat. Tes tersebut mencakup berbagai fungsi yang luas dengan penekanan pada daya judgment, daya pemahaman, dan kemampuan penalaran yang semuanya itu dianggap sebagai komponen pokok inteligensi. 2. skala 1908, jumlah tesnya diperbanyak dan beberapa tes pada skala pertama yang terbukti tidak begitu baik dibuang. Dalam skala kedua ini semua tes dikelompokkan menurut tingkat usia berdasarkan perfomansi dari sekitar 300 anak normal berusia antara 3 sampai dengan 13 tahun. Kemudian skor anak dalam tes dinyatakan dalam bentuk usia mental yang sama dengan usia kronologis anak normal yang berhasil mengerjakan tes pada level tersebut.
  • 5.
    1. MODEL WECHLER Keduaadalah model Wechsler Tiga puluh empat tahun setelah diterbitkannya tes inteligensi yang pertama oleh Binet-Simon, atau dua tahun setelah munculnya revisi Stanford-Binet, David Wechsler memperkenalkan versi pertama tes inteligensi yang dirancang khusus untuk digunakan bagi orang dewasa. 1. Tes tersebut terbit pada tahun 1939 dan dinamai Wechsler-Bellevue Intelligence Scale (WBIS), disebut juga skala W-B. Alasan dikembangkannya skala W-B adalah kenyataan bahwa tes inteligensi yang digunakan untuk orang dewasa pada waktu itu hanya merupakan perluasan saja dari tes inteligensi dari anak-anak dengan menambahkan soal yang sejenis dan lebih sukar. Isi tes yang seperti itu, menurut Wechsler seringkali tidak menarik minat dan perhatian orang dewasa. Banyak soal-soal yang ditulis hanya berkaitan dengan aktivitas dan dunia anak-anak sehingga kurang menarik bagi orang dewasa dan tidak menimbulkan penghargaan dari mereka. 2. Tahun 1949 Wechsler menerbitkan pula skala inteligensi untuk digunakan pada anak-anak yang dikembangkan berdasarkan skala W-B. Skala ini diberi nama Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC). Isinya terdiri dari dua sub bagian yaitu sub bagian Verbal (V) dan sub bagian Perfomance (P). 3. Tahun 1974 terdapat revisi pada tes WISC dengan terbitan WISC-R (huruf R disingkat dari kata revised). Edisi revisi inilah yang digunakan sampai sekarang. 4. Tahun 1955, Wechsler menyusun skala lain untuk mengukur inteligensi orang dewasa dengan memperluas isi tes WISC. Skala baru ini dinamakan Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Sebagaimana WBIS, WAIS pun berisi sebelas sub tes yang terdiri atas dua bagian. Bagian pertama adalah skala verbal yang berisi enam subtes dan bagian kedua adalah skala perfomansi yang berisi lima subtes.
  • 6.
    D. TEORI MULTIPLEINTELEGENSI Pada pembahasan multiple intelegensi (kecerdasan ganda) howard gardner memperkenalkan sebuah penelitian yang teorinya menghilangkan anggapan yang ada selama ini tentang kecerdasan manusia. Kecerdasan yang paling menonjol akan mengotrol kecerdasan-kecerdasan lainnya dalam memecahkan masalah. Pokok-pokok pikiran yang dikemukakan Gardner adalah : 1. Manusia memiliki kemampuan meningkatkan dan memperkuat kecerdasannya. 2. Kecerdasan selain bisa dirubah juga bisa diajarkan pada orang lain. 3. Kecerdasan merupakan realitas majemuk yang muncul dibagian-bagian yang berbeda pada sistem otak atau pikiran manusia. 4. Pada tingkat tertentu, kecerdasan ini merupakan suatu kesatuan yang utuh. Artinya, dalam memecahkan masalah atsu tugas tertentu, seluruh macam kecerdasan manusia bekerja bersama-sama,kompak terpadu. Kecerdasan terkuat cenderung “memimpin”/”melatih” kecerdasan lainnya yang lebih lemah.
  • 7.
    Penelitian gardner mengidentifikasikanada 8 macam kecerdasan manusia dalam memahami dunia nyata, kemudian diikuti oleh tokoh-tokoh lain dengan menambahkan dua kecerdasan lagi, sehingga menjadi sepuluh macam kecerdasan. Yaitu : a. Kecerdasan verbal/ bahasa Kecerdasan ini bertanggung jawab terhadap semua hal tentang bahasa, dan untuk memperkuat kecerdasan ini dengan kegiatan-kegiatan berbahasa baik lisan maupun tertulis b. Kecerdasan logika/matematik Kecerdasan yang kedua sering disebut berpikir ilmiah,termasuk berpikir deduktif dan indukatif. Kecerdasan ini diaktifkan ketika seseorang menghadapi masalah atau tantangan baru dan berusaha menyelesaikannya. c. Kecerdasan visual/ruang Berkaitan dengan misalnya senirupa,navigasi,arsitektur. Kunciya adalah kemampuan indera pandang berimajinasi.
  • 8.
    d. Kecerdasan musikal/ritmik Kecerdasanini melibatkanbkemampuan manusia untuk mengenali menggunakan ritme dan nada, serta kepekaan terhadap bunyu-bunyian dilingkungan sekitar suara manusia. Perubahan kesadaran manusia banyak disebabkan oleh ritme. e. Kecerdasan interpersonal Kecerdasan ini berhubungan dengan kemampuan bekerja sama dan berkomunikasi baik verbal maupunnon verbal dengan orang lain. Mampu mengenali perbedaan perasaan, f. Kecerdasan intrapersonal Kecerdasan ini mengendalikan pemahaman terhadap aspek internal diri seperti, perasaan, proses berpikir, refleksi diri. Identitas diri dan kemampuan mentransendenkan diri merupakan bagian/bidang kecerdasan ini. Kecerdasan ini paling individual sifatnya,dan untuk menggunakannya diperlukan kecerdasan yang lain. Kemudian muncul tiga kecerdasan lagi yaitu: g. Kecerdasan naturalis Kecerdasan ini banyak dimiliki oleh pakar lingkungan h. Kecerdasan spiritual Banyak dimiliki oleh rohaniwan, berkaitan dengan bagaimana manusia berhubungan dengan tuhannya j. Kecerdasan eksistensial Banyak dijumpai pada para para filusuf. Mereka mampu menyadari dan menghayati dengan benar keberadaan dirinya di dunia ini dan apa tujuan hidupnya. Melaluibkontemplasi dan refleksi diri kecerdasan ini dapat berkembang.
  • 9.