Dokumen tersebut membahas berbagai klasifikasi industri berdasarkan kriteria seperti jumlah tenaga kerja, proses produksi, bahan mentah yang digunakan, lokasi unit usaha, barang yang dihasilkan, dan subjek pengelola. Klasifikasi industri tersebut digunakan untuk mengatur dan mengembangkan industri di Indonesia, khususnya dalam kerangka Repelita.