INDONESIA PADA MASA ORDE
BARU
KELAS XII IPA / IPS
STANDAR KOMPETENSI
 Menganalisis perjuangan sejak Orde Baru sampai
dengan masa reformasi
KOMPETENSI DASAR
 Menganalisis perkembangan
pemerintahan Orde
Baru
TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah KBM siswa dapat :
1. Menjelaskan latar belakang lahirnya orde baru.
2. Menjelaskan tentang istilah/pengertian orde baru.
3. Menganalisis tonggak bersejarah dimulainya masa
orde baru
4. Menidentifikasi ciri-ciri pokok kebijakan
pemerintahan orde baru
5. Menganalisis dampak menguatnya peran negara
terhadap kehidupan politik pada masa orde baru
6. Menganalisis dampak menguatnya peran negara
terhadap kehidupa media massa pada masa orde
baru
LATAR BELAKANG LAHIRNYA ORDE BARU
1.Adanya pemberontakan G 30 S PKI tahun 1965.
Pemberontakan G30S 1965/PKI berhasil
ditumpas oleh ABRI bersama-sama dengan
rakyat yang menginginkan Pancasila sebagai
dasar dan falsafah negara.
2.Political solution sebagaimana yang dijanjikan
oleh presiden Soekarno tidak segera
dilaksanakan, menyebabkan rakyat menjadi
marah dan kemudian mengadakan demonstrasidemonstrasi.
3.Dipelopori pemuda dan mahasiswa demonstran
mengadakan tuntutan Tri Tura (hal 122 )
4.Presiden Soekarno kemudian mengeluarkan
Supersemar kepada letjen Soeharto untuk
mengamankan negara
5.Berdasarkan Supersemar tersebut Soeharto
mangadakan tindakan membubarkan PKI dan
Ormas-ormasnya
Periode keluarnya Supersemar itulah yang
diyakini sebagi tonggak lahirnya orde baru
TINDAK LANJUT SUPERSEMAR
Tanggal 12 Maret 1966, dikeluarkanlah surat
keputusan yang berisi pembubaran dan larangan
PKI beserta ormas-ormasnya yang bernaung dan
berlindung atau senada dengannya.
 Tanggal 18 Maret 1966 pengemban Supersemar
mengamankan 15 orang menteri yang dinilai
tersangkut dalam G 30 S/PKI.

Tanggal 27 Maret pengemban Supersemar
membentuk Kabinet Dwikora yang disempurnakan
untuk menjalankan pemerintahan
 Membersihkan lembaga legislatif dimulai dari
tokoh-tokoh pimpinan MPRS dan DPRGR yang
diduga terlibat G 30 S/PKI
 Memisahkan jabatan pimpinan DPRGR dengan
jabatan eksekutif sehingga pimpinan DPRGR tidak
lagi diberi kedudukan sebagai menteri

MENTERI-MENTERI YANG DITAHAN
1.

2.
3.

4.

5.

6.

Dr. Subandrio : Wakil PM I, Menteri Departemen
Luar Negeri, Menteri Luar Negeri/Hubungan
Ekonomi Luar Negeri.
Dr. Chaerul Saleh : Wakil PM III, Ketua MPRS.
Ir. Setiadi Reksoprodjo : Menteri Urusan Listrik
dan Ketenagaan.
Sumardjan : Menteri Pendidikan Dasar dan
Kebudayaan.
Oei Tju Tat, S.H. : Menteri Negara diperbantukan
kepada presidium kabinet.
Ir. Surachman : Menteri Pengairan dan
Pembangunan Desa.
7.

8.
9.
10.
11.

12.
13.
14.
15.

Jusuf Muda Dalam : Menteri Urusan Bank Sentral,
Gubernur Bank Negara Indonesia.
Armunanto : Menteri Pertambangan.
Sutomo Martopradoto : Menteri Perburuhan.
A. Astrawinata, S.H : Menteri Kehakiman.
Mayjen. Achmadi : Menteri Penerangan di bawah
presidium kabinet
Drs. Moh. Achadi : Menteri Transmigrasi dan
Koperasi.
Letkol. Imam Sjafei : Menteri Khusus Urusan
Pengamanan.
J.K Tumakaka : Menteri/Sekretaris Jenderal Front
Nasional.
Mayjen. Dr. Soemarno : Menteri/Gubernur Jakarta
Raya.
PENGERTIAN ORDE BARU
Orde baru merupakan tatanan seluruh
kehidupan rakyat bangsa dan negara yang
diletakkan pada pelaksanaan Pancasila dan
UUD 1945 secara murni dan konsekuen
 atau sebagai koreksi total terhadap
penyelewengan-penyelewengan yang terjadi
pada masa lampau ( pada masa orde lama )

TUGAS POKOK DAN PROGRAM KERJA KABINET
AMPERA
Tugas Pokok : Dwi Dharma
1.
Menciptakan stabilitas politik
2.
Menciptakan stabilitas ekonomi
Program kerja : Caturkarya Kabinet Ampera
CATUR KARYA KABINET AMPERA
Memperbaiki perikehidupan rakyat terutama di
bidang sandang dan pangan;
 Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu
seperti tercantum dalam Ketetapan MPRS No.
XI/MPRS/1966 (5 Juli 1968);
 Melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan
aktif untuk kepentingan nasional sesuai dengan
Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966;
 Melanjutkan perjuangan antiimperialisme dan
antikolonialisme dalam segalabentuk dan
manifestasinya.
(Lihat hal 128)

KEBIJAKAN DI BIDANG POLITIK
Untuk bidang politik orde baru tahun 1970
menyederhanakan beberapa partai politik
menjadi 3 kelompok:
1. Kelompok Demokrasi Pembangunan ( PNI
,Parkindo,Partai Katholik, IPKI dan Murba) (
nasionalis )
2. Kelompok Persatuan Pembangunan ( NU,
Parmusi, PSII dan Perti) ( islam )
3.Kelompok Organisasi Profesi ( GOLKAR )

KEBIJAKAN DALAM BIDANG
PEMBANGUNAN/EKONOMI
•

•

•

Pembangunan Nasional dibagi dalam 2 kelompok
yaitu : Pembangunan Jangka Pendek dan
Pembangunan Jangka Panjang.
Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui
Pembangunan Lima Tahun / Pelita yang
pelaksanaannya dimulai pada tahun 1969.
Pelita ini merupakan pedoman pelaksanaan
pembangunan bangsa Indonesia selama lima
tahun. ( diatur dalam GBHN )
TRILOGI PEMBANGUNAN
Pembangunan Nasional tidak terlepas dari TRILOGI
PEMBANGUNAN yang berisi :
1. Pemerataan Pembangunan dan hasil- hasilnya

2. Pertumbuhan Ekonomi yang Cukup tinggi
3. Stabilitas Nasional Yang sehat dan dinamis
SEJAK PELITA KETIGA DITETAPKAN DELAPAN
JALUR PEMERATAAN
1.Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat
2.Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan
dan kesehatan
3. Pemerataan pembagian pendapatan
4. Pemerataan kesempatan kerja
5. Pemerataan kesempatan berusaha
6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam
pembangunan
7. Pemerataan penyebaran pembangunan diseluruh
wilayah tanah air
8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan
Karena pemerintahan orde baru banyak
melakukan pembangunan di berbagai bidang maka
orde baru pada saat itu sering disebut orde
pembangunan.
KEBIJAKAN LUAR NEGERI
Dilakukan dengan mengembalikan politik LN yang
bebas dan aktif, antara lain dengan :
1.
Indonesia Kembali Menjadi Anggota PBB
2.
Penghentian Konfrontasi dengan Malaysia
3.
Pembentukan Organisasi ASEAN
4.
Keikutsertaan Indonesia dalam Berbagai
Organisasi Internasional
MENGUATNYA PERAN NEGARA PADA
MASA ORDE BARU
1.Di sektor militer dengan memperbaiki kinerja
Angkatan Darat
2.Di sektor ekonomi dengan menambah jumlah dana
bantuan luar negeri
3.Di sektor kebudayaan dengan cara menyebarkan
organisasi-organisasi turunan golkar ke seluruh
pelosok tanah air.
Ketiganya menjadi pilar kekuasaan golkar di
seluruh Indonesia
PROSES PERTUMBUHAN DAN MOBILITAS
PENDUDUK PADA MASA ORDE BARU
Interaksi atau hubungan timbal-balikdapat
terjadi : antara kota dengan kota serta antara
kota dengan desa
Hubungan antara desa dengan kota atau
antara kota dengan kota mempunyai beberapa
pengaruh ,baik yang bersifat positif maupun
negatif yang masing –masing tidak dapat dihindari.
HUBUNGAN KOTA-DESA

1.

2.
3.
4.

5.
6.

Dampak positif :
Cakrawala pengetahuan penduduk makin
meningkat
Masuknya tehnologi ke desa
Transportasi makin berkembang
Terbukanya lapangan kerja baru di luar sektor
pertanian
Barang – barang industri masuk desa
Munculnya prasarana umum di desa-desa
HUBUNGAN DESA KOTA
Dampak negatif :
1. Terjadinya penetrasi kebudayan kota ke desa
2. Desa kekurangan tenaga potensial karena
urbanisasi
HUBUNGAN KOTA DENGAN KOTA
Dampak positif :
1. Kemajuan dalam bidang transportasi
2.Terpenuhinya bahan baku, proses produksi dan
tenaga kerja
3.Tersalurnya hasil produksi ke kota lain
4.Terjadinya akulturasi berbagai kebudayaan di kota
HUBUNGAN KOTA DENGAN KOTA
Dampak negatif :
1. Munculnya daerah-daerah kumuh (slum area)
2. Tata ruang kota menjadi tidak ideal
3. Rawan konflik antar etnis karena banyak ragam
budaya di perkotaan
PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN KOTA
Faktor-faktor penyebab munculnya pusat
pertumbuhan :
a. Kondisi Fisik wilayah
b. Kekayaan sumber daya alam
c. Sarana dan prasarana transportasi
d. Adanya industri
e. Kondisi sosial masyarakat

Indonesia pada masa orde baru

  • 1.
    INDONESIA PADA MASAORDE BARU KELAS XII IPA / IPS
  • 2.
    STANDAR KOMPETENSI  Menganalisisperjuangan sejak Orde Baru sampai dengan masa reformasi KOMPETENSI DASAR  Menganalisis perkembangan pemerintahan Orde Baru
  • 3.
    TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah KBMsiswa dapat : 1. Menjelaskan latar belakang lahirnya orde baru. 2. Menjelaskan tentang istilah/pengertian orde baru. 3. Menganalisis tonggak bersejarah dimulainya masa orde baru 4. Menidentifikasi ciri-ciri pokok kebijakan pemerintahan orde baru 5. Menganalisis dampak menguatnya peran negara terhadap kehidupan politik pada masa orde baru 6. Menganalisis dampak menguatnya peran negara terhadap kehidupa media massa pada masa orde baru
  • 4.
    LATAR BELAKANG LAHIRNYAORDE BARU 1.Adanya pemberontakan G 30 S PKI tahun 1965. Pemberontakan G30S 1965/PKI berhasil ditumpas oleh ABRI bersama-sama dengan rakyat yang menginginkan Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara. 2.Political solution sebagaimana yang dijanjikan oleh presiden Soekarno tidak segera dilaksanakan, menyebabkan rakyat menjadi marah dan kemudian mengadakan demonstrasidemonstrasi. 3.Dipelopori pemuda dan mahasiswa demonstran mengadakan tuntutan Tri Tura (hal 122 )
  • 5.
    4.Presiden Soekarno kemudianmengeluarkan Supersemar kepada letjen Soeharto untuk mengamankan negara 5.Berdasarkan Supersemar tersebut Soeharto mangadakan tindakan membubarkan PKI dan Ormas-ormasnya Periode keluarnya Supersemar itulah yang diyakini sebagi tonggak lahirnya orde baru
  • 6.
    TINDAK LANJUT SUPERSEMAR Tanggal12 Maret 1966, dikeluarkanlah surat keputusan yang berisi pembubaran dan larangan PKI beserta ormas-ormasnya yang bernaung dan berlindung atau senada dengannya.  Tanggal 18 Maret 1966 pengemban Supersemar mengamankan 15 orang menteri yang dinilai tersangkut dalam G 30 S/PKI. 
  • 7.
    Tanggal 27 Maretpengemban Supersemar membentuk Kabinet Dwikora yang disempurnakan untuk menjalankan pemerintahan  Membersihkan lembaga legislatif dimulai dari tokoh-tokoh pimpinan MPRS dan DPRGR yang diduga terlibat G 30 S/PKI  Memisahkan jabatan pimpinan DPRGR dengan jabatan eksekutif sehingga pimpinan DPRGR tidak lagi diberi kedudukan sebagai menteri 
  • 8.
    MENTERI-MENTERI YANG DITAHAN 1. 2. 3. 4. 5. 6. Dr.Subandrio : Wakil PM I, Menteri Departemen Luar Negeri, Menteri Luar Negeri/Hubungan Ekonomi Luar Negeri. Dr. Chaerul Saleh : Wakil PM III, Ketua MPRS. Ir. Setiadi Reksoprodjo : Menteri Urusan Listrik dan Ketenagaan. Sumardjan : Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan. Oei Tju Tat, S.H. : Menteri Negara diperbantukan kepada presidium kabinet. Ir. Surachman : Menteri Pengairan dan Pembangunan Desa.
  • 9.
    7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. Jusuf Muda Dalam: Menteri Urusan Bank Sentral, Gubernur Bank Negara Indonesia. Armunanto : Menteri Pertambangan. Sutomo Martopradoto : Menteri Perburuhan. A. Astrawinata, S.H : Menteri Kehakiman. Mayjen. Achmadi : Menteri Penerangan di bawah presidium kabinet Drs. Moh. Achadi : Menteri Transmigrasi dan Koperasi. Letkol. Imam Sjafei : Menteri Khusus Urusan Pengamanan. J.K Tumakaka : Menteri/Sekretaris Jenderal Front Nasional. Mayjen. Dr. Soemarno : Menteri/Gubernur Jakarta Raya.
  • 10.
    PENGERTIAN ORDE BARU Ordebaru merupakan tatanan seluruh kehidupan rakyat bangsa dan negara yang diletakkan pada pelaksanaan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen  atau sebagai koreksi total terhadap penyelewengan-penyelewengan yang terjadi pada masa lampau ( pada masa orde lama ) 
  • 11.
    TUGAS POKOK DANPROGRAM KERJA KABINET AMPERA Tugas Pokok : Dwi Dharma 1. Menciptakan stabilitas politik 2. Menciptakan stabilitas ekonomi Program kerja : Caturkarya Kabinet Ampera
  • 12.
    CATUR KARYA KABINETAMPERA Memperbaiki perikehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan;  Melaksanakan pemilihan umum dalam batas waktu seperti tercantum dalam Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966 (5 Juli 1968);  Melaksanakan politik luar negeri yang bebas dan aktif untuk kepentingan nasional sesuai dengan Ketetapan MPRS No. XI/MPRS/1966;  Melanjutkan perjuangan antiimperialisme dan antikolonialisme dalam segalabentuk dan manifestasinya. (Lihat hal 128) 
  • 13.
    KEBIJAKAN DI BIDANGPOLITIK Untuk bidang politik orde baru tahun 1970 menyederhanakan beberapa partai politik menjadi 3 kelompok: 1. Kelompok Demokrasi Pembangunan ( PNI ,Parkindo,Partai Katholik, IPKI dan Murba) ( nasionalis ) 2. Kelompok Persatuan Pembangunan ( NU, Parmusi, PSII dan Perti) ( islam ) 3.Kelompok Organisasi Profesi ( GOLKAR ) 
  • 14.
    KEBIJAKAN DALAM BIDANG PEMBANGUNAN/EKONOMI • • • PembangunanNasional dibagi dalam 2 kelompok yaitu : Pembangunan Jangka Pendek dan Pembangunan Jangka Panjang. Pembangunan Jangka Pendek dirancang melalui Pembangunan Lima Tahun / Pelita yang pelaksanaannya dimulai pada tahun 1969. Pelita ini merupakan pedoman pelaksanaan pembangunan bangsa Indonesia selama lima tahun. ( diatur dalam GBHN )
  • 15.
    TRILOGI PEMBANGUNAN Pembangunan Nasionaltidak terlepas dari TRILOGI PEMBANGUNAN yang berisi : 1. Pemerataan Pembangunan dan hasil- hasilnya 2. Pertumbuhan Ekonomi yang Cukup tinggi 3. Stabilitas Nasional Yang sehat dan dinamis
  • 16.
    SEJAK PELITA KETIGADITETAPKAN DELAPAN JALUR PEMERATAAN 1.Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat 2.Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan dan kesehatan 3. Pemerataan pembagian pendapatan 4. Pemerataan kesempatan kerja 5. Pemerataan kesempatan berusaha 6. Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam pembangunan
  • 17.
    7. Pemerataan penyebaranpembangunan diseluruh wilayah tanah air 8. Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan Karena pemerintahan orde baru banyak melakukan pembangunan di berbagai bidang maka orde baru pada saat itu sering disebut orde pembangunan.
  • 18.
    KEBIJAKAN LUAR NEGERI Dilakukandengan mengembalikan politik LN yang bebas dan aktif, antara lain dengan : 1. Indonesia Kembali Menjadi Anggota PBB 2. Penghentian Konfrontasi dengan Malaysia 3. Pembentukan Organisasi ASEAN 4. Keikutsertaan Indonesia dalam Berbagai Organisasi Internasional
  • 19.
    MENGUATNYA PERAN NEGARAPADA MASA ORDE BARU 1.Di sektor militer dengan memperbaiki kinerja Angkatan Darat 2.Di sektor ekonomi dengan menambah jumlah dana bantuan luar negeri 3.Di sektor kebudayaan dengan cara menyebarkan organisasi-organisasi turunan golkar ke seluruh pelosok tanah air. Ketiganya menjadi pilar kekuasaan golkar di seluruh Indonesia
  • 20.
    PROSES PERTUMBUHAN DANMOBILITAS PENDUDUK PADA MASA ORDE BARU Interaksi atau hubungan timbal-balikdapat terjadi : antara kota dengan kota serta antara kota dengan desa Hubungan antara desa dengan kota atau antara kota dengan kota mempunyai beberapa pengaruh ,baik yang bersifat positif maupun negatif yang masing –masing tidak dapat dihindari.
  • 21.
    HUBUNGAN KOTA-DESA  1. 2. 3. 4. 5. 6. Dampak positif: Cakrawala pengetahuan penduduk makin meningkat Masuknya tehnologi ke desa Transportasi makin berkembang Terbukanya lapangan kerja baru di luar sektor pertanian Barang – barang industri masuk desa Munculnya prasarana umum di desa-desa
  • 22.
    HUBUNGAN DESA KOTA Dampaknegatif : 1. Terjadinya penetrasi kebudayan kota ke desa 2. Desa kekurangan tenaga potensial karena urbanisasi
  • 23.
    HUBUNGAN KOTA DENGANKOTA Dampak positif : 1. Kemajuan dalam bidang transportasi 2.Terpenuhinya bahan baku, proses produksi dan tenaga kerja 3.Tersalurnya hasil produksi ke kota lain 4.Terjadinya akulturasi berbagai kebudayaan di kota
  • 24.
    HUBUNGAN KOTA DENGANKOTA Dampak negatif : 1. Munculnya daerah-daerah kumuh (slum area) 2. Tata ruang kota menjadi tidak ideal 3. Rawan konflik antar etnis karena banyak ragam budaya di perkotaan
  • 25.
    PUSAT-PUSAT PERTUMBUHAN KOTA Faktor-faktorpenyebab munculnya pusat pertumbuhan : a. Kondisi Fisik wilayah b. Kekayaan sumber daya alam c. Sarana dan prasarana transportasi d. Adanya industri e. Kondisi sosial masyarakat