Anita Dewi PS, S.KM, M.Sc
   RECOGNASI (Pengenalan)
   EVALUASI (Penilaian)
   KONTROL (Pengendalian)
    Terhadap FAKTOR-FAKTOR BAHAYA yang
    berasal dari :
    ◦ Pekerjaan
    ◦ Lingkungan Kerja
 FISIK (Physical Hazard)
 KIMIA (Chemical Hazard
 BIOLOGIS (Biological Hazard)
 ERGONOMI
 PSIKOLOGIS (Psychological Hazard)
   SUARA : - tuli
   SUHU : – heat stroke,
    heat cramps, frosbite dsb      PENERANGAN :
   RADIASI :                       kelainan pada mata dan
    ◦ Elektromagnetis :
      mempengaruhi lensa mata       kelelahan
    ◦ Radioaktif : susunan         GETARAN : reynond’s
      darah/syaraf; kematian        disease (penyempitan
      jarinagn
   TEKANAN UDARA :                 pembuluh daraH)
    ◦ Caisson’s disease            KELEMBABAN UDARA
                                    (baik 50 –70 %)
                                   VENTILASI : pertukaran
                                    udara
   AEROSOL :                    FUMES :
    ◦ Tetes cairan/bagian         ◦ Partikel logam
      padat                      ASAP :
    ◦ Diameter halus              ◦ Zat arang
    ◦ Tersebar dalam
                                 GAS :
      jangka waktu tertentu       ◦ Menempati ruang tertutup
                                  ◦ Mudah menjalar/ menyebar
   KABUT :                      UAP :
    ◦ Tetes cairan                ◦ Berbentuk padat/cairan
   DEBU :                        ◦ Mudah menyebar
    ◦ Bagian padat                ◦ Mudah bercampur dengan
                                    udara sekelilingnya
1. OXIDAZING MATERIALS :
    Zat dengan zat lain    reaksi sangat eksothermis;
    Mis. : perokside
2. EXPLOSIVE MATERIALS :
    Zat yg apabila terkena panas, gesekan atau bantingan
    dapat menimbulkan ledakan;
    Mis. : TNT, NH4NO3, Glycerine dsb
3. CORROSIVE MATERIALS :
    Zat yg dapat merusak kulit
    Mis. : asam sulfat, asam chloride dsb.
4. HIGHLY FLAMMABLE MATERIALS :
    - Bahan yang Flash Point < 21* C
    - Flammable liquid, Flash Point 21 – 55* C
    Mis. : Acetone, Ethyl methyl ketone dsb
5. TOXIC MATERIALS :
  Zat yg dapat menyebabkan efek serius, akut maupun
  khronik, bahkan kematian apabila dihirup, ditelan, atau
  terserap melalui kulit;
  Mis. : phosgen, TEL dsb.
6. RADIOACTIVE MATERIALS :
  Mis. : Cobalt dsb.
7. IRRITANT MATERIALS :
  Mengakibatkan peradangan selaput kiulit baik terjadi
  segera ataupun setelah berkali-kali terjadi kontak.
8. HARMFULL MATERIALS :
  Mengakibatkan efek kesehatan secara terbatas
◦ VIRUS
◦ BAKTERI
◦ JAMUR
◦ SERANGGA
◦ CACING
◦ PARASIT
◦ BINATANG BUAS DLL
◦ SIKAP KERJA YANG TIDAK BAIK
◦ PERALATAN YANG TIDAK SESUAI
◦ KERJA YANG SENANTIASA DUDUK/ BERDIRI
◦ PROSES, SIKAP DAN CARA KERJA YANG
  MONOTON
◦ BEBAN KERJA YANG MELEBIHI KEMAMPUAN
  DLL.
 Kerja yang Terpaksa/ Dipaksa Tidak
  Sesuai Kemampuan
 Suasana Kerja Tidak Menyenangkan

 Pikiran yang Senantiasa Tertekan

 Hubungan Kerja yang Tidak Baik

 Kerja yang Tidak Sesuai dengan

  Keinginan dll
 SALURAN  PERNAPASAN
 SALURAN PENCERNAAN
 PENYERAPAN MELALUI

  KULIT
 INJEKSI MELALUI KULIT
ROUTE OF ENTRY DEFINITION AND ADDITIONAL NOTES

Inhalation     Taking in a substances through the
               respiratory system

Absorption/    Taking in a substances through the skin or
skin contact   eyes

Ingestion      Taking in a substances through the digestive
               system

Injection      Taking in a substances through physical
               penetration of the skin (usually by a sharp
               object )
   KERACUNAN SISTEMIK :
    ◦ Zat beredar keseluruh tubuh dan meracuni sistem kerja organ tubuh
      (Benzene, Pb, Cadmium)
   GANGGUAN PERNAPASAN BAGIAN ATAS :
    ◦ Disebabkan oleh gas yang mudah larut dalam air, spt :
      amoniak, belerang dioksida, formaldehida, asam asetat
   GANGGUAN PARU-PARU :
    ◦ Akibat gas yang sukar larut dalam air, spt : Chlor, Nitrogen oksida
   ASPIKSIAN SEDERHANA :
    ◦ Sesak napas karena kekurangan O2 akibat adanya gas inert, spt.
     N2, CO2, Metan, Asetilen
   ASPIKSIAN KIMIA :
    ◦ Sesak napas akibat adanya gas beracun dalam udara; spt :
      CO, HCN
   PEMBIUSAN :
    ◦ Hilangnya kesadaran; spt : Chloroform, Aceton, Etanol,
      Toluen
   SENSITISASI :
    ◦ Kepekaan thd bagian tubuh tertentu/alergi; spt : senyawa
      diisosianat, epoksi, debu binatang/ tumbuh2an
   KANKER :
    ◦ Akibat masuknya zat karsinogenik kedalam tubuh; spt :
      poliaromatik, alfatoksin, benzene, senyawa nitrogen
      organik, senyawa brom dsb
   PNEUMOCONIOSIS :
    ◦ Akibat terjebaknya partikel –pertikel sperti : Silika,
      serabut asbes dalamparu-paru.
SOURCE     EMISSION



WORKING AREA   SPREAD


                EFFECT ON
                HEALTH :
WORKERS         - Inhalation
                - ingestion
                - skin
PengenalanKemungkinan
Timbulnya Faktor-Faktor
Berbahaya Dalam Lingkungan
Kerja
1.    Proses Produksi :
           Bahan baku yang dipakai
           Hasil antara (by product)/Produk akhir
           Sampah (cair, padat, asap, debu dsb)
           Peralatan dan mesin yang digunakan
1.    Cara kerja setiap unit produksi
      (manual/masinal)
2.    Pengukuran –Pengukuran
3.    Plant Survey (dengan daftar periksa) :
      Faktor bahaya (fisik/kimia/ergonomi)
      Engineering system/training program/emergency
       prosedure
5. Pendidikan dan Latihan :
  ◦   Orientasi pegawai baru
  ◦   Pendidikan, penerangan dan penyuluhan
  ◦   Pedoman/Manual/Prosedur K3
6.Chemical Inventory (MSDS/Label)
7. Process & Equipment Review
8. Prosedur Pemeriksaan Bahaya
9. Process Change Review Procedures
10.   Walk Through survey
      Adalah survey jalan lintas, yaitu suatu cara mengenali
         lingkungan kerja dengan melihat langsung pada unit
         sasaran dengan menggunakan pancaindera dan
         berurutan dengan proses produksi
   Sumber informasi:
    ◦   Keluhan dari pekerja/ karyawan
    ◦   Masukan hasil pengawasan/ audit lingkungan kerja
    ◦   Laporan penelitian
    ◦   Jurnal/ media massa lainnya
    ◦   Program rutin pengendalian bahaya/ hazard control
        programme
 Dilaksanakan secara berkala
 Dilakukan oleh satu orang/ satu tim
 Mengikuti bagan arus produksi / flow chart
 Menyusun daftar obyek yang diperiksa
   Butir yang diperiksa
    ◦ identitas perusahaan
    ◦ karakteristik dan jumlah pekerja yang terpajan
    ◦ bahan kimia/ biologi :
        Bahan baku/ produk akhir
        Jalan masuk ke dalam tubuh
        Tingkat pemajanan
        Pengendalian
◦ Fisika
   Prosedur kerja
   Upaya pengendalian yang sudah dilakukan
   Metode pemantauan
   Sarana kesehatan & keselamatn yang tersedia
   Sarana sanitasi
◦ MSDS/ LDKB
  Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Kep. 187/Men/1999
  MSDS harus berisi :
    Identitas perusahaan
    Komposisi bahan
    Identifikasi bahaya
    Tindakan P3K
    Tindakan penanggulangan kebakaran
    Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran
   Penyimpanan dan penanganan bahan
   Pengendalian Pemajanan dan APD
   Sifat-sifat fisik dan kimia
   Reaktifitas dan stabilitas
   Informasi toksikologi
   Informasi ekologi
   Pembuangan Limbah
   Pengangkutan
   Peraturan perundang-undangan
   Informasi lain yang diperlukan
 DILAKUKAN SETELAH MELAKUKAN
  IDENTIFIKASI/ MENEMUKAN FAKTOR
  BERBAHAYA (RECOGNASI)
 LANGKAH EVAKUASI :
    ◦ Mengetahui berapa besar pengaruh bahaya
      Jenis, jumlah : untuk dibandingkan dg.standar
    ◦ Mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan
      untuk mengendalikan bahaya
 Bataskonsentrasi
 gas/uap/aerosol dalam
 lingkungan kerja, tenaga kerja
 dapat terpapar tanpa mendapat
 gangguan kesehatan
   Jerman, Belanda, Rusia :
    ◦ MAC ( Maximum Allowable Concentration)
   Inggris : Control Limit (batas pengendalian)
 USA : TLV (Threshold Limit Value)
 INDONESIA : NAB (Nilai Ambang Batas )
Batas konsentarasi suatu zat
dalam udara yang boleh ada, dan
tidak menimbulkan gangguan
kesehatan bagi seseorang yang
bekerja 8 jam/ hari selama 40
jam/minggu
Apabila hasil evaluasi menunjukkan
tingkat bahaya melebihi standard
yang berlaku, maka harus diambil
langkah-langkah PENGENDALIAN
   SUBSITUSI :
    ◦ Mengganti proses/bahan berbahaya kepada yang
      sifatnya kurang/tidak berbahaya
 ELIMINASI : meniadakan sumber bahaya
 ISOLASI : menempatkan terpisah
 ENCLOSING : mengurung sumber bahaya
 VENTILASI :
    ◦ Umum : mengalirkan udara segar
    ◦ Local exhaust : menyedot sumber bahaya
   PENYEMPURNAAN PROSES :
    ◦ Mengurangi sumber bahaya dalam proses
     ( proses kering    proses basah)
   PENYEMPURNAAN PRODUKSI :
    ◦ Mengeliminasi sumber bahaya dalam proses
    ◦ Mendesign proses sesuai syarat K3
   HOUSE KEEPING :
    ◦ Kebersihan, kerapian, keteraturan dalam rumah
      tangga perusahaan
   PENGENDALIAN DEBU
 MAINTENANCE (Pemeliharaan)
 SANITASI LINGKUNGAN ;
    ◦ Air kotor/limbah cair/sampah rumah tangga
    ◦ Pemberantasan serangga & tikus
    ◦ Sanitasi dapur/kantin
   OPERATIONAL PRACTICE :
    ◦ Inspeksi dan analisis
 PENDIDIKAN DAN LATIHAN
 PENEMPATAN LABEL & TANDA PERINGATAN
 PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
   MONITORING LINGKUNGAN KERJA :
    ◦ Sampling dan Analisa
 PENGENDALIAN SAMPAH DAN AIR BUANGAN
  SECARA HYGIENIC
 ADMINISTRATIVE CONTROL
 PEMERIKSAAN KESEHATAN :
    ◦ Awal/berkala/khusus
    ◦ Biological monitoring (darah/tinja/urine dsb)
   MANAGEMENT PROGRAM PENGENDALIAN
    SUMBER BAHAYA
 SUBSITUSI
 ENGINEERING CONTROL
 ADMINISTRATIVE CONTROL
 PERSONAL PROTECTIVE

  EQUIPMENT (PPE)
ANTIPATE                        RECOGNIZE
     Be aware of potential            Identify symptoms and
        hazards before                  hazard when they
          they occur                            exist




        CONTROL                           EVALUATE
   Eliminate or reduce current          Assess hazards correctly
hazards by taking corrective action     and determine corective
  and prevent future hazards by                 action
     taking prevention action
Hazard control

Hazard control

  • 1.
    Anita Dewi PS,S.KM, M.Sc
  • 2.
    RECOGNASI (Pengenalan)  EVALUASI (Penilaian)  KONTROL (Pengendalian) Terhadap FAKTOR-FAKTOR BAHAYA yang berasal dari : ◦ Pekerjaan ◦ Lingkungan Kerja
  • 3.
     FISIK (PhysicalHazard)  KIMIA (Chemical Hazard  BIOLOGIS (Biological Hazard)  ERGONOMI  PSIKOLOGIS (Psychological Hazard)
  • 4.
    SUARA : - tuli  SUHU : – heat stroke, heat cramps, frosbite dsb  PENERANGAN :  RADIASI : kelainan pada mata dan ◦ Elektromagnetis : mempengaruhi lensa mata kelelahan ◦ Radioaktif : susunan  GETARAN : reynond’s darah/syaraf; kematian disease (penyempitan jarinagn  TEKANAN UDARA : pembuluh daraH) ◦ Caisson’s disease  KELEMBABAN UDARA (baik 50 –70 %)  VENTILASI : pertukaran udara
  • 5.
    AEROSOL :  FUMES : ◦ Tetes cairan/bagian ◦ Partikel logam padat  ASAP : ◦ Diameter halus ◦ Zat arang ◦ Tersebar dalam  GAS : jangka waktu tertentu ◦ Menempati ruang tertutup ◦ Mudah menjalar/ menyebar  KABUT :  UAP : ◦ Tetes cairan ◦ Berbentuk padat/cairan  DEBU : ◦ Mudah menyebar ◦ Bagian padat ◦ Mudah bercampur dengan udara sekelilingnya
  • 6.
    1. OXIDAZING MATERIALS: Zat dengan zat lain reaksi sangat eksothermis; Mis. : perokside 2. EXPLOSIVE MATERIALS : Zat yg apabila terkena panas, gesekan atau bantingan dapat menimbulkan ledakan; Mis. : TNT, NH4NO3, Glycerine dsb 3. CORROSIVE MATERIALS : Zat yg dapat merusak kulit Mis. : asam sulfat, asam chloride dsb. 4. HIGHLY FLAMMABLE MATERIALS : - Bahan yang Flash Point < 21* C - Flammable liquid, Flash Point 21 – 55* C Mis. : Acetone, Ethyl methyl ketone dsb
  • 7.
    5. TOXIC MATERIALS: Zat yg dapat menyebabkan efek serius, akut maupun khronik, bahkan kematian apabila dihirup, ditelan, atau terserap melalui kulit; Mis. : phosgen, TEL dsb. 6. RADIOACTIVE MATERIALS : Mis. : Cobalt dsb. 7. IRRITANT MATERIALS : Mengakibatkan peradangan selaput kiulit baik terjadi segera ataupun setelah berkali-kali terjadi kontak. 8. HARMFULL MATERIALS : Mengakibatkan efek kesehatan secara terbatas
  • 8.
    ◦ VIRUS ◦ BAKTERI ◦JAMUR ◦ SERANGGA ◦ CACING ◦ PARASIT ◦ BINATANG BUAS DLL
  • 9.
    ◦ SIKAP KERJAYANG TIDAK BAIK ◦ PERALATAN YANG TIDAK SESUAI ◦ KERJA YANG SENANTIASA DUDUK/ BERDIRI ◦ PROSES, SIKAP DAN CARA KERJA YANG MONOTON ◦ BEBAN KERJA YANG MELEBIHI KEMAMPUAN DLL.
  • 10.
     Kerja yangTerpaksa/ Dipaksa Tidak Sesuai Kemampuan  Suasana Kerja Tidak Menyenangkan  Pikiran yang Senantiasa Tertekan  Hubungan Kerja yang Tidak Baik  Kerja yang Tidak Sesuai dengan Keinginan dll
  • 11.
     SALURAN PERNAPASAN  SALURAN PENCERNAAN  PENYERAPAN MELALUI KULIT  INJEKSI MELALUI KULIT
  • 12.
    ROUTE OF ENTRYDEFINITION AND ADDITIONAL NOTES Inhalation Taking in a substances through the respiratory system Absorption/ Taking in a substances through the skin or skin contact eyes Ingestion Taking in a substances through the digestive system Injection Taking in a substances through physical penetration of the skin (usually by a sharp object )
  • 13.
    KERACUNAN SISTEMIK : ◦ Zat beredar keseluruh tubuh dan meracuni sistem kerja organ tubuh (Benzene, Pb, Cadmium)  GANGGUAN PERNAPASAN BAGIAN ATAS : ◦ Disebabkan oleh gas yang mudah larut dalam air, spt : amoniak, belerang dioksida, formaldehida, asam asetat  GANGGUAN PARU-PARU : ◦ Akibat gas yang sukar larut dalam air, spt : Chlor, Nitrogen oksida  ASPIKSIAN SEDERHANA : ◦ Sesak napas karena kekurangan O2 akibat adanya gas inert, spt. N2, CO2, Metan, Asetilen
  • 14.
    ASPIKSIAN KIMIA : ◦ Sesak napas akibat adanya gas beracun dalam udara; spt : CO, HCN  PEMBIUSAN : ◦ Hilangnya kesadaran; spt : Chloroform, Aceton, Etanol, Toluen  SENSITISASI : ◦ Kepekaan thd bagian tubuh tertentu/alergi; spt : senyawa diisosianat, epoksi, debu binatang/ tumbuh2an
  • 15.
    KANKER : ◦ Akibat masuknya zat karsinogenik kedalam tubuh; spt : poliaromatik, alfatoksin, benzene, senyawa nitrogen organik, senyawa brom dsb  PNEUMOCONIOSIS : ◦ Akibat terjebaknya partikel –pertikel sperti : Silika, serabut asbes dalamparu-paru.
  • 16.
    SOURCE EMISSION WORKING AREA SPREAD EFFECT ON HEALTH : WORKERS - Inhalation - ingestion - skin
  • 17.
  • 18.
    1. Proses Produksi :  Bahan baku yang dipakai  Hasil antara (by product)/Produk akhir  Sampah (cair, padat, asap, debu dsb)  Peralatan dan mesin yang digunakan 1. Cara kerja setiap unit produksi (manual/masinal) 2. Pengukuran –Pengukuran 3. Plant Survey (dengan daftar periksa) :  Faktor bahaya (fisik/kimia/ergonomi)  Engineering system/training program/emergency prosedure
  • 19.
    5. Pendidikan danLatihan : ◦ Orientasi pegawai baru ◦ Pendidikan, penerangan dan penyuluhan ◦ Pedoman/Manual/Prosedur K3 6.Chemical Inventory (MSDS/Label) 7. Process & Equipment Review 8. Prosedur Pemeriksaan Bahaya 9. Process Change Review Procedures
  • 20.
    10. Walk Through survey Adalah survey jalan lintas, yaitu suatu cara mengenali lingkungan kerja dengan melihat langsung pada unit sasaran dengan menggunakan pancaindera dan berurutan dengan proses produksi
  • 21.
    Sumber informasi: ◦ Keluhan dari pekerja/ karyawan ◦ Masukan hasil pengawasan/ audit lingkungan kerja ◦ Laporan penelitian ◦ Jurnal/ media massa lainnya ◦ Program rutin pengendalian bahaya/ hazard control programme
  • 22.
     Dilaksanakan secaraberkala  Dilakukan oleh satu orang/ satu tim  Mengikuti bagan arus produksi / flow chart  Menyusun daftar obyek yang diperiksa
  • 23.
    Butir yang diperiksa ◦ identitas perusahaan ◦ karakteristik dan jumlah pekerja yang terpajan ◦ bahan kimia/ biologi :  Bahan baku/ produk akhir  Jalan masuk ke dalam tubuh  Tingkat pemajanan  Pengendalian
  • 24.
    ◦ Fisika  Prosedur kerja  Upaya pengendalian yang sudah dilakukan  Metode pemantauan  Sarana kesehatan & keselamatn yang tersedia  Sarana sanitasi
  • 25.
    ◦ MSDS/ LDKB Peraturan Menteri Tenaga Kerja No Kep. 187/Men/1999 MSDS harus berisi :  Identitas perusahaan  Komposisi bahan  Identifikasi bahaya  Tindakan P3K  Tindakan penanggulangan kebakaran  Tindakan terhadap tumpahan dan kebocoran
  • 26.
    Penyimpanan dan penanganan bahan  Pengendalian Pemajanan dan APD  Sifat-sifat fisik dan kimia  Reaktifitas dan stabilitas  Informasi toksikologi  Informasi ekologi  Pembuangan Limbah  Pengangkutan  Peraturan perundang-undangan  Informasi lain yang diperlukan
  • 27.
     DILAKUKAN SETELAHMELAKUKAN IDENTIFIKASI/ MENEMUKAN FAKTOR BERBAHAYA (RECOGNASI)  LANGKAH EVAKUASI : ◦ Mengetahui berapa besar pengaruh bahaya  Jenis, jumlah : untuk dibandingkan dg.standar ◦ Mengetahui tindakan apa yang perlu dilakukan untuk mengendalikan bahaya
  • 28.
     Bataskonsentrasi gas/uap/aerosoldalam lingkungan kerja, tenaga kerja dapat terpapar tanpa mendapat gangguan kesehatan
  • 29.
    Jerman, Belanda, Rusia : ◦ MAC ( Maximum Allowable Concentration)  Inggris : Control Limit (batas pengendalian)  USA : TLV (Threshold Limit Value)  INDONESIA : NAB (Nilai Ambang Batas )
  • 30.
    Batas konsentarasi suatuzat dalam udara yang boleh ada, dan tidak menimbulkan gangguan kesehatan bagi seseorang yang bekerja 8 jam/ hari selama 40 jam/minggu
  • 31.
    Apabila hasil evaluasimenunjukkan tingkat bahaya melebihi standard yang berlaku, maka harus diambil langkah-langkah PENGENDALIAN
  • 32.
    SUBSITUSI : ◦ Mengganti proses/bahan berbahaya kepada yang sifatnya kurang/tidak berbahaya  ELIMINASI : meniadakan sumber bahaya  ISOLASI : menempatkan terpisah  ENCLOSING : mengurung sumber bahaya  VENTILASI : ◦ Umum : mengalirkan udara segar ◦ Local exhaust : menyedot sumber bahaya
  • 33.
    PENYEMPURNAAN PROSES : ◦ Mengurangi sumber bahaya dalam proses ( proses kering proses basah)  PENYEMPURNAAN PRODUKSI : ◦ Mengeliminasi sumber bahaya dalam proses ◦ Mendesign proses sesuai syarat K3  HOUSE KEEPING : ◦ Kebersihan, kerapian, keteraturan dalam rumah tangga perusahaan  PENGENDALIAN DEBU
  • 34.
     MAINTENANCE (Pemeliharaan) SANITASI LINGKUNGAN ; ◦ Air kotor/limbah cair/sampah rumah tangga ◦ Pemberantasan serangga & tikus ◦ Sanitasi dapur/kantin  OPERATIONAL PRACTICE : ◦ Inspeksi dan analisis  PENDIDIKAN DAN LATIHAN  PENEMPATAN LABEL & TANDA PERINGATAN  PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI
  • 35.
    MONITORING LINGKUNGAN KERJA : ◦ Sampling dan Analisa  PENGENDALIAN SAMPAH DAN AIR BUANGAN SECARA HYGIENIC  ADMINISTRATIVE CONTROL  PEMERIKSAAN KESEHATAN : ◦ Awal/berkala/khusus ◦ Biological monitoring (darah/tinja/urine dsb)  MANAGEMENT PROGRAM PENGENDALIAN SUMBER BAHAYA
  • 36.
     SUBSITUSI  ENGINEERINGCONTROL  ADMINISTRATIVE CONTROL  PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE)
  • 37.
    ANTIPATE RECOGNIZE Be aware of potential Identify symptoms and hazards before hazard when they they occur exist CONTROL EVALUATE Eliminate or reduce current Assess hazards correctly hazards by taking corrective action and determine corective and prevent future hazards by action taking prevention action