2 
PENDAHULUAN
PENGERTIAN PENGELOLAAN 
KELAS 
Pengelolaan kelas merupakan 
kegiatan yang terencana dan sengaja 
3
PENERAPAN ASAS-ASAS DIDAKTIK DALAM PROSES 
PEMBELAJARAN DI KELAS 
4
DIMENSI-DIMENSI PENGELOLAAN 
KELAS 
5
KONDISI DAN SITUASI BELAJAR DI 
KELAS 
6
KOMPONEN-KOMPONEN 
PENGELOLAAN KELAS 
7
DEFINISI PENGELOLAAN KELAS 
Pengelolaan : “kelola” ditambah awalan ‘pe’ dan 
akhiran ‘an’. yaitu penataan. 
Kelas : kelompok orang yang melakukan kegiatan 
belajar bersama yang mendapatkan pengajaran 
dari guru. (Umar Malik 1993)
PENGELOLAAN KELAS 
Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung 
jawab kegiatan belajar mengajar/yang membantu 
(pengajar) dengan maksud agar di capai kondisi 
yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan 
belajar siswa dan dapat berjalan dengan lancar 
serta terciptanya kondisi belajar yang optimal 
untuk berlangsungnya kegiatan belajar siswa.
Pandangan 
• Otoriter 
• Permisif 
• Behavior 
Modification 
• Proses 
Kelompok 
Pandangan
KONSEP DASAR PENGELOLAAN 
KELAS 
Lama : mempertahankan ketertiban 
kelas. 
Modern : proses seleksi dan 
penggunaan alat–alat yang tepat 
terhadap problem dan situasi kelas.
KONSEP PENTING 
PENGELOLAAN KELAS 
Upayauntuk menciptakan dan 
mempertahankan kondisi yang 
optimal bagi terjadinya proses 
belajar yang didalamnya mencakup 
pengaturan orang (peserta didik) 
dan fasilitas.
KONSEP OPERASIONAL 
PENGELOLAAN KELAS 
Ukuran dan bentuk kelas 
Bentuk serta ukuran bangku dan 
meja siswa 
Jumlah siswa dalam kelas 
Jumlah siswa dalam setiap 
kelompok
Pendekatan 
- Kekuasaan 
- Ancaman 
- Pengajaran 
- Perubahan Tingkah 
Laku 
Pendekatan
PRINSIP-PRINSIP 
PENGELOLAAN KLAS 
Hangat dan Antusias 
 Tantangan 
 Penanaman disiplin diri
DEFINISI PENGELOLAAN KELAS 
 Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab 
kegiatan belajar mengajar atau yang membantu 
dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga 
dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang 
diharapkan. 
 Kegiatan mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran 
dan menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi. 
 Usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas 
yang dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan 
prosedur dan sumber belajarnya, lingkungannya untuk
PENGERTIAN PENGELOLAAN 
KELAS 
Kegiatan yang terencana yang sengaja 
dilakukan oleh guru dengan untuk 
menciptakan dan mempertahankan 
kondisi yang optimal, membangun iklim 
sosio-emosional 
yang positif serta menciptakan 
suasana hubungan 
interpersonal yang baik. 
Proses belajar dan mengajar dapat 
berjalan secara efektif dan efisien, 
sehingga tercapai tujuan
PERLUNYA STRATEGI 
PENGELOLAAN KELAS 
 Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai 
apabila proses belajar mengajar yang 
diselenggarakan di kelas benar-benar efektif 
dan berguna untuk mencapai kemampuan 
pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang 
diharapkan. 
 Proses belajar mengajar merupakan inti dari 
proses pendidikan secara keseluruhan, di 
antaranya guru merupakan salah satu faktor 
yang penting dalam menentukan berhasilnya 
proses belajar mengajar di dalam kelas. 
 Guru dituntut untuk meningkatkan peran dan 
kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih 
mampu menciptakan lingkungan belajar yang 
efektif dan akan lebih mampu mengelola
PERANAN GURU DALAM PROSES 
BELAJAR MENGAJAR 
(a) Guru sebagai demonstrator, 
(b) Guru sebagai pengelola kelas, 
(c) Guru sebagai mediator dan fasilitator 
dan 
(d) Guru sebagai evaluator.
TUNTUTAN GURU UNTUK MAMPU 
MENGELOLA KELAS 
 Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru 
dalam menciptakan dan mempertahankan serta 
mengembang tumbuhkan motivasi belajar untuk mencapai 
tujuan yang telah di tetapkan. 
 Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak 
bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif. 
 Pengelolaan dipandang sebagai salah satu aspek 
penyelenggaraan sistem pembelajaran yang mendasar, di 
antara sekian macam tugas guru di dalam kelas.
KEGIATAN GURU DALAM 
MENGELOLA KELAS 
 Kegiatan mengelola tingkah laku siswa dalam kelas, 
 Menciptakan iklim sosio emosional dan mengelola 
proses kelompok, 
 Keberhasilan guru dalam menciptakan kondisi yang 
memungkinkan, indikatornya proses belajar 
mengajar berlangsung secara efektif.
PERAN GURU DALAM STRATEGI 
PENGELOLAAN KELAS 
 Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses 
pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru 
merupakan salah satu faktor yang penting dalam 
menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di 
dalam kelas. 
 Guru dituntut untuk meningkatkan peran dan 
kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu 
menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan 
lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar
GURU SEBAGAI 
DEMONSTRATOR 
 Guru menjadi sosok yang ideal bagi siswanya hal 
ini dibuktikan apabila ada orang tua yang 
memberikan argumen yang berbeda dengan 
gurunya maka siswa tersebut akan menyalahkan 
argumen si orangtua dan membenarkan seorang 
guru. 
 Guru adalah acuan bagi peserta didiknya oleh 
karena itu segala tingkah laku yang 
dilakukannya sebagian besar akan ditiru oleh 
siswanya. 
 Guru sebagai demonstrator dapat diasumsikan
GURU SEBAGAI EVALUATOR 
Evaluator atau menilai sangat 
penting, merupakan rangkaian 
pembelajaran karena setiap 
pembelajaran pada akhirnya adalah 
nilai yang dilihat baik kuantitatif 
maupun kualitatif.
RANGKAIAN EVALUASI 
Persiapan 
Pelaksanaan 
Evaluasi
TINGKATAN PEMIKIRAN 
 Mengetahui 
Mengerti 
Mengaplikasikan 
 Analisis 
 Sintesis (analisis dalam berbagai sudut) 
 Evaluasi
GURU SEBAGAI PENGELOLA 
KELAS 
 Manager yang mampu memanage kelas, 
 Tanpa kemampuan ini maka performence dan 
karisma guru akan menurun. 
 Kegiatan pembelajaran bisa kacau tanpa tujuan. 
 Agar anak didik betah tinggal di kelas dengan 
motivasi yang tinggi untuk senantiasa belajar di 
dalamnya.
FUNGSI GURU SEBAGAI 
PENGELOLA KELAS 
Merancang tujuan pembelajaran. 
Mengorganisasi beberapa sumber 
pembelajaran 
Memotivasi, mendorong, dan 
menstimulasi siswa.
GURU SEBAGAI FASILITATOR 
 Menguasai benar materi yang akan diajarkan juga 
media yang akan digunakan bahkan lingkungan 
sendiri juga termasuk sebagai sumber belajar yang 
harus dipelajari oleh seorang guru. 
 kemampuan siswa menyerap materi berbeda-beda 
oleh karena itu pendidik harus pandai dalam 
merancang media untuk membantu siswa agar 
mudah memahami pelajaran. 
 Keterampilan untuk merancang media 
pembelajaran adalah hal yang pokok yang harus 
dikuasai, sehingga pelajaran yang akan 
diajarkan. 
bisa dapat diserap dengan mudah oleh 
peserta didik.
TUGAS UTAMA GURU 
 Menciptakan suasana didalam kelas agar terjadi 
interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa 
untuk belajar dengan baik dan bersungguh-sungguh. 
 Kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut 
menentukan berhasil tidaknya pengajaran, dalam arti 
tercapainya tujuan-tujuan intruksional, sangat 
bergantung kepada kemampuan mengatur kelas. 
 Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan 
gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan 
lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan 
bantuan terhadap siswa dalam belajar, diperlukan
MEMPERTAHANKAN 
ORGANISASI KELAS YANG 
EFEKTIF 
1. Pengaturan penggunaan waktu yang tersedia 
untuk setiap 
pelajaran. 
2. Pengaturan ruangan dan perabotan pelajaran 
dikelas agar 
tercipta suasana yang menggairahkan dalam 
belajar.
PENERAPAN SUATU SISTEM DALAM MENGELOLA 
KELAS 
 Mengelola kelas itu merupakan pembuatan keputusan-keputusan 
yang direncanakan bukan keputusan-keputusan 
spontan yang diambil dalam keadaan darurat 
oleh seorang guru, 
 Bila dalam keadaan marah dan prustasi menyuruh 
terhadap siswa kepada kepala sekolah dan disitu 
ditegur,
M 
 Mungkin si guru telah tenang kembali merasa bahwa 
hukuman tersebut terlalu berat apabila telah terjadi lagi 
pelanggaran serupa oleh siswa lain haruskah guru berbuat 
seperti itu lagi? Jika demikian, ia bertindak tidak adil tetapi 
tidak bertindak demikian , 
 Ia tidak konsisten biasanya antisipasi terhadap timbulnya 
masalah-masalah dikelas akan menolong guru dari dilema-lema 
seperti itu. 
 Dasar dari pendekatan yaitu bahwa perilaku yang baik dikelas 
33
TEKNIK MENDEKATI 
Bila seorang siswa mulai bertingkah, satu 
teknik yang biasanya efektif yaitu teknik 
mendekatinya. 
 Kehadiran guru bisa membuatnya takut, 
dan karena itu dapat menghentikannya 
dari perbuatan yang disruptif , tanpa 
perlu menegur andai kata siswa mulai 
menampakan kecenderungan berbuat 
nakal, memindahkan tempat duduknya
TEKNIK MEMBERIKAN 
ISYARAT 
Apabila siswa berbuat kenakalan kecil, 
guru dapat memberikan isyarat bahwa 
ia sedang diawasi isyarat tersebut 
dapat berupa petikan jari, pandangan 
tajam, atau lambaian tangan.
TEKNIK MENGADAKAN 
HUMOR 
Jika insiden itu kecil, setidaknya guru memandang 
efek saja, dengan melihatnya secara humoristis, 
guru akan dapat mempertahankan suasana baik, 
serta memberikan peringatan kepada si pelanggar 
bahwa ia tahu tentang apa yang akan terjadi.
TEKNIK TIDAK 
MENGACUHKAN 
Untuk menerapkan cara ini guru harus 
luwes dan tidak perlu menghukumsetiap 
pelanggaran yang diketahuinya. 
Dalam kasus-kasus tertentu, tidak 
mengacuhkan kenakalan justru dapat 
membawa siswa untuk di perhatikan.
TEKNIK YANG KERAS 
Guru dapat menggunakan teknik-teknik 
yang keras apabila ia dihadapkan pada 
perilaku disruptif yang jelas tidak 
terkendalikan. Contohnya 
mengeluarkannya dalam kelas.
TEKNIK MENGADAKAN 
DISKUSI SECARA TERBUKA 
 Bila kenakalan di kelas mulai bertambah, 
sering guru menjadi heran, ia lalu menilai 
kembali tindakan dan pengajarannya. 
Untuk menjelaskan perbuatan siswa-siswanya. 
 Dan menciptakan suasana belajar yang 
sedikit lebih sesuai daripada sebelumnya.
TEKNIK MEMBERIKAN 
PENJELASAN TENTANG 
PROSEDUR 
 Terkadang masalah kedisiplinan ada hubungannya yang 
langsung dengan ketidakmampuan siswa dalam 
melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya. 
 Kesulitan ini terjadi apabila guru berasumsi bahwa siswa 
memiliki 
keterampilan, padahal sebenarnya tidak. 
 Masalah yang hampir sama yaitu masalah perilaku yang 
lazimnya 
berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang tidak
MENGADAKAN ANALISIS 
Terkadang terjadi hampir terus 
menerus berbuat kenakalan, guru 
harus dapat mengetahui masalah yang 
akan di hadapinya dan mengurangi 
keresahan siswanya.
MENGADAKAN PERUBAHAN 
 Apabila gangguan dikelas meningkat jumlahnya, 
tindakan yang harus segera di ambil yaitu mengubah 
apa yang sedang anda lakukan. 
 Jika biasanya diskusi, maka ubahlah dengan memberikan 
ringkasan-ringkasan untuk dibaca atau menyuruh 
mereka 
membaca buku-buku pilihan mereka.
TEKNIK MENGHIMBAU 
 Kadang-kadang guru sering mengatakan,“harap 
tenang”. Ucapan tersebut adakalanya membawa 
hasil; siswa memperhatikannya. 
• Tetapi apabila himbauan sering digunakan 
mereka cenderung untuk tidak menggubris-nya.
PENGERTIAN MANAJEMEN 
KELAS 
 Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu 
pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar 
katanya adalah “kelola” ditambah awal “pe” dan 
akhiran “an”. 
 Istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. 
Manajemen adalah kata aslinya dari bahasa Inggis, 
yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan, tata 
pimpinan, pengelolaan.
MANAJEMEN KELAS 
a. Suatu upaya memperdayagunakan potensi kelas yang 
ada seoptimal 
mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif 
mencapai 
tujuan pembelajaran. 
b. Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab 
kegiatan belajar 
mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai
TUJUAN PENGELOLAAN 
KELAS 
 Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah 
terkandung dalam tujuan pendidikan. 
 Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah 
penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam 
kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, 
emosional dan intelektual dalam kelas.
Fasilitas yang disediakan itu 
memungkinkan siswa: 
a. Belajar dan bekerja 
b.Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan 
suasana disiplin. 
c. Perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta 
apresiasi pada siswa. 
47
KEGIATAN GURU DALAM 
MENGELOLA KELAS 
a. Mengelola tindakan siswa 
dalam kelas 
b. Menciptakan iklim sosio 
emosional 
c. Mengelola proses kelompok
ASPEK-ASPEK MANAJEMEN 
KELAS 
1. Aspek tujuan instruksional 
2. Aspek materi pelajaran 
3. Aspek metode dan strategi pembelajaran 
4. Aspek ketenagaan 
5. Aspek media instruksional 
6. Aspek penilaian 
7. Aspek penunjang fasilitas.
ASPEK-ASPEK 
PENGELOLAAN KELAS 
1. Sifat-sifat kelas 
2. Kekuatan pendorong kekuatan kelas 
3. Memahami situasi kelas 
4. Mendiagnosis situasi kelas 
5. Bertindak selektif 
6. Bertindak kreatif 
7. Untuk memperbaiki kondisi kelas
MASALAH-MASALAH DALAM 
MANAJEMEN KELAS 
1. Kurangnya kesatuan, misalnya dengan adanya kelompok-kelompok 
dan 
pertentangan jenis kelamin. 
2. Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya 
ribut, bercakap-cakap, 
pergi kesana-kemari, dan sebagainya. 
3. Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya 
bermusuhan dan
4. Kelas mentoleransi kekeliruan-kekeliruan temannya, 
menerima, dan mendorong perilaku anak didik yang 
keliru. 
5. Mudah mereaksi ke hal-hal negatif/terganggu. 
6. Moral rendah, permusuhan, agresif. 
7. Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan 
52
TUGAS GURU DALAM 
MANAJEMEN (PENGKONDISIAN 
FISIK) 
a. Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar 
Hendaknya siswa bergerak leluasa pada saat melakukan 
aktivitas 
belajar. 
b. Pengaturan tempat duduk 
Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, 
tidak terlalu besar, 
bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan 
tubuh siswa,
TUGAS GURU DALAM MANAJEMEN 
(PENGATURAN ALAT-ALAT PENGAJARAN) 
1) Perpustakaan kelas 
2) Alat-peraga media 
pengajaran 
3) Papan tulis, kapur tulis dan 
lain-lain 
4) Penataan keindahan dan
PENGATURAN PESERTA 
DIDIK 
a. Postur tubuh anak didik yang tinggi sebaliknya ditempatkan 
di belakang. 
b. Anak didik yang mengalami gangguan penglihatan atau 
pendengaran sebaiknya 
ditempatkan di depan. 
c. Anak didik yang cerdas sebaiknya digabung dengan anak 
didik yang kurang cerdas.
d. Anak didik yang pandai bicara dikelompokkan dengan 
anak 
didik pendiam. 
e. Anak didik yang gemar membuat keributan dan 
menganggu 
temannya lebih baik dipisah dan tidak terlepas dari 
pengawasan guru 56
PRINSIP-PRINSIP 
MANAJEMEN KELAS 
Dalam rangka memperkecil masalah 
gangguan dalam pengelolaan kelas, 
prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat 
digunakan. 
Maka penting bagi guru untuk 
mengetahui dan menguasai prinsip
PRINSIP-PRINSIP 
PENGELOLAAN KELAS 
 Hangat dan Antusias 
 Tantangan 
 Bervariasi 
 Keluwesan 
 Penekanan pada hal-hal yang positif 
 Penanaman disiplin diri.
PENDIDIKAN DALAM 
MANAJEMEN KELAS 
 Keharmonisan hubungan guru dengan peserta didik, 
tingginya kerjasama diantara peserta didik 
tersimpul dalam bentuk interaksi. 
 Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja 
bergantung dari pendekatan yang guru lakukan 
dalam rangka manajemen kelas.
BERBAGAI PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS 
(PENDEKATAN KEKUASAAN) 
Peranan guru adalah menciptakan dan 
mempertahankan situasi disiplin dalam 
kelas, sehingga di dalamnya terdapat 
kekuasaan dalam norma yang harus 
ditaati oleh anggota kelas.
BERBAGAI PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS 
(PENDEKATAN ANCAMAN) 
Dalam mengontrol tingkah laku anak 
didik dilakukan dengan memberikan 
ancaman.
BERBAGAI PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS 
(PENDEKATAN KEBEBASAN) 
Proses membantu anak didik agar 
merasa bebas untuk mengerjakan 
sesuatu kapan saja dan di mana saja.
PENDEKATAN RESEP 
Pendekatan ini dilakukan dengan 
memberi daftar
Pendekatan Pengajaran 
Pendekatan Perubahan tingkah 
laku 
Peranan guru adalah 
mengembangkan tingkah laku 
anak didik yang baik. 
64
PENDEKATAN IKLIM SOSIO 
EMOSIONAL 
Pendekatan ini berdasarkan suasana 
peranaan dan suasana sosial di dalam 
kelas sebagai sekelompok individu 
cenderung pada pandangan psikologi 
klinis dan konseling (penyuluhan).
PENDEKATAN PROSES 
KELOMPOK 
Pendekatan ini didasarkan pada 
psikologi sosial dan dinamika 
kelompok. 
66
MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF 
(MENETAPKAN ATURAN DAN PROSEDUR) 
 Kelas membutuhkan aturan dan prosedur untuk mengatur 
kegiatan penting. 
 Aturan adalah pernyataan yang menyebutkan apa yang 
diharapkan 
untuk dilakukan. 
 Prosedur adalah cara untuk menyelesaikan pekerjaan atau 
kegiatan lainnya. 
Hal ini sering dibuat dalam bentuk tertulis.
EFEKTIF 
(MENJAGA ATURAN DAN 
PROSEDUR) 
Pengelolaan kelas yang efektif pada umumnya 
hanya menetapkan beberapa aturan prosedur 
saja, mengajarkan dengan cermat kepada 
siswa, dan menjadikannya sesuatu yang rutin 
dengan menggunakannya nya secara 
konsisten.
MANAJEMEN KELAS YANG 
EFEKTIF 
(MENJAGA KONSISTENSI) 
Manajemen kelas yang efektif dan konsisten dalam 
menegakkan aturan dan menetapkan prosedur, bila 
tidak ada aturan serta prosedur akan buyar dengan 
cepat.
KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN PENGELOLAAN 
KELAS 
(PEMELIHARAAN KONDISI BELAJAR) 
Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru 
dalam mengambil inisiatif dan mengedalikan pelajaran 
serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan 
keterampilan. 
a. Sikap tanggap 
b. Membagi perhatian 
c. Pemusatan perhatian kelompok
PENGELOLAAN KELAS 
(PENGEMBANGAN KONDISI BELAJAR) 
Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru 
terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan 
dengan maksud agar guru dapat mengadakan 
tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi 
belajar yang optimal.
PENUTUP 
 Manajemen kelas yang baik akan menciptakan suasana 
belajar mengajar yang efektif, dan efisien. 
 Sehingga proses belajar-mengajar sesuai dengan tujuan yang 
diinginkan. 
 Iklimbelajar yang kondusif juga merupakan tulang punggung 
dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik 
tersendiri bagi proses pembelajaran, sebaliknya iklim belajar 
yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan 
dan rasa bosan. 
 Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif seorang
PENGELOLAAN SEKOLAH (SCHOOL 
MANAGEMENT) 
 Memahami fungsi sekolah serta maksud & 
tujuan pendidikan / cita-cita bangsa; 
 Memahami kebijakan Pemerintah dalam bid. 
pendidikan & UU Sisdiknas; 
 Memahami Standar pendidikan yang 
ditetapkan; 
 Memahami prinsip manajemen & Administrasi; 
 Memahami kurikulum & pengembangannya; 
 Memahami tuntutan kebutuhan peserta didik 
(life skill) dan tuntutan masy.; 
 Memiliki VISI & Misi 
UNTUK 
MENGELOLA 
SEKOLAH 
perlu
Dasar/Pedoman Pengelolaan Sekolah 
Pengelolaan Sekolah 
KTSP & 
Kur. Berbasis 
Kompetensi 
8 Standar 
pendidikan 
MBS, 
Visi, Misi 
Pengembangan 
LIFE SKILL 
Sistem Pendidikan 
Nasional 
SEKOLAH 
MANDIRI 
BERMUTU 
Tuntutan Kebutuhan 
Masyarakat
FUNGSI SEKOLAH ??? 
SEKOLAH : 
 SUATU LEMBAGA PENDIDIKAN 
 PUSAT PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA 
(SEBAGAI WAWASAN WIYATA MANDALA)
Fungsi dan Tujuan Pendidikan 
( UU Sisdiknas 2003, pasal: 3 ) 
 Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan 
kemampuan dan membentuk watak serta 
peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka 
mencerdaskan kehidupan bangsa, 
 bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta 
didik agar menjadi manusia yang beriman dan 
bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak 
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan 
menjadi warga negara yang demokratis serta 
bertanggung jawab.
PENDIDIKAN ?? 
Usaha Sadar Untuk mengajak peserta 
didik Menuju Kedewasaan Susila 
Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi 
Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya 
Pendidikan sebagai Pengembangan kompetensi 
Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
BROAD BASED 
EDUCATION 
(BBE) 
KEBIJAKAN BIDANG PENDIDIKAN 
COMMUNITY 
BASED EDUCATION 
(CBE) 
SDM YANG 
KOMPETENCE 
MANAJEMEN 
BERBASIS SEKOLAH 
(MBS) 
Paradigma 
Pendidikan 
Tuntutan 
Masyarakat 
Pemberdayaan 
Sumber Daya 
LIFE SKILLS 
KTSP & KURIKULUM 
BERBASIS 
KOMPETENSI 
PROGRAM 
KEGIATAN 
SEKOLAH 
TAMATAN 
YANG 
BERMUTU 
STANDAR 
PENDIDIKAN 
Kebijakan 
Pemerintah 
Budaya 
Profesional
8 “Standar Pendidikan” 
(sebagai acuan/arah pengelolaan sekolah) 
1. Standar Isi; 
2. Standar Proses; 
3. Standar Kompetensi Lulusan; 
4. Standar Pendidik dan Tenaga 
kependidikan; 
5. Standar Sarana dan prasarana; 
6. Standar Pengelolaan; 
7. Standar Pembiayaan; 
8. Standar penilaian pendidikan;
Memenuhi “Standar ISI” 
1 
Memahami benar terhadap fungsi lembaga sekolah 
sebagai wawasan wiyata mandala; 
Melakukan pengembangan kurikulum sekolah (KTSP), 
termasuk Silabus; dengan melibatkan seluruh personal 
sekolah dan beberapa pihak terkait; 
Menyelenggarakan kegiatan intra kurikuler, ekstra, serta 
memberikan layanan Bimbingan konseling; 
Menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi 
dan strategi PSG; 
Menerapkan truktur program pembelajaran sesuai 
standar; 
Menetapkan alokasi waktu belajar & pengaturan 
kalender pendidikan sesuai ketentuan.
5 KEKUATAN PENDORONG 
GERAK MAJU SEKOLAH 
Design/Standar 
Yang Tepat 
Sistem/Org. 
Yang Efektif 
Kepemimpinan 
Yang Efektif 
Motivasi 
Personal 
Lingkungan 
Yang Kondusif 
Sekolah 
Bermutu
Memenuhi “Standar Proses” 
2 
 Menerapkan jumlah siswa maks. per kelas 32 siswa; 
 Beban kerja guru mengajar min. 24 jampel./minggu; 
 Menerapkan prosedur penyelenggaraan KBM 
(penyusunan RPP,pengelolaan kelas dan pembelajaran, 
penyelenggaraan evaluasi & penilaian); 
 Memberikan pengalaman belajar yang variatif, eksplorasi, 
elaborasi, konfirmasi, dan pemanfaatan I.T.; 
 Memberikan layanan Bimbingan dan Konseling; 
 Melaksanakan program prakerin; 
 Menyelengg. Bussines center sbg wahana praktik; 
 Melaksanakan pengendalian/ supervisi KBM; 
 Memberikan penghargaan & sanksi pendidikan.
KUNCI SUKSES KBM 
Standar & 
MANAJEMEN 
 SDM 
KURIKULUM Perencanaan PELAKS. KBM 
EVALUASI HASIL 
KELENGKAPAN 
FASILITAS 
KENDALI MUTU 
-Perencanaan 
-Pelaksanaan 
-Hasil/Tamatan
Memenuhi 
“Standar Kompetensi Lulusan” 
3 
 Menyusun & menetapkan KKM; 
 Menetapkan kriteria kenaikan kelas dan 
kelulusan yang memenuhi standar; 
 Mengembangkan “kecakapan hidup”; 
 Mengemb. kemampuan berkreasi/ berkarya; 
kemampuan menggali informasi; kemampuan 
memanfaatkan lingkungan; kemampuan 
mengekspresikan seni; kemampuan 
berwirausaha. 
 Mengembangkan sikap santun, ber-etika, 
estetika, disiplin, sportif, percaya diri, 
bertanggung jawab sebagai warga bangsa
Sasaran Mutu Hasil Pendidikan 
 Berakhlak Mulia (Beriman & 
Bertakwa) 
 Cerdas, Kreatif, Inovatif; 
 Cakap kerkomunikasi/ 
bersosialisasi: 
 Menguasai ilmu pengetahuan; 
 Terampil bekerja. 
 Bertanggung jawab sbg warga 
bangsa 
Kecakapan 
Hidup
Memenuhi 
“Standar pendd. &Tendik” 
4 
 Memenuhi kebutuhan jumlah guru dan tenaga 
kependidikan, sesuai ketentuan; 
 Memenuhi kualifikasi Akademik; 
 Memenuhi kualifikasi “khusus”/ Kepribadian; 
 Memenuhi Kualifikasi Kompetensi di bidang 
tugasnya. 
 Memiliki kemampuan wirausaha
Memenuhi “Standar Sarpras” 
5 
 Sekolah memiliki luas lahan minimal 3500 m2 (untuk 
bangunan 1 lantai) / (~15 m2/siswa); 
 Memiliki Ruang-ruang: Pembelajaran umum (RPU), 
Pembelajaran khusus (RPK), Ruang penunjang (RP), 
R.bussines center. (dengan ventilasi udara dan 
pencahayaan yg cukup) 
 Luas RPU minimal 2 m2/siswa; Luas RPK minimal 4 
m2/siswa, (tergantung jenis praktik); 
 Memiliki sanitasi air bersih yg cukup, saluran air hujan dan 
air limbah, dan tempat-tempat sampah. 
 Tersedia berbagai kelengkapan fasilitas belajar sesuai 
standar sarpras, termasuk penggunaan buku-buku pel. 
bagi setiap siswa pada setiap mata pelajaran.
“DIMENSI MUTU SEKOLAH” 
DIMENSI MUTU PRODUK 
(JOSEPH S. MARTINICE) 
1. Bermanfaat, Tepat, Sesuai 
Fungsi 
2. Memiliki Keistimewaan 
3. Handal, Tahan lama 
4. Memiliki Kemudahan 
5. Penampilan Menarik 
6. Mengesankan. 
DIMENSI MUTU SEKOLAH 
1. Melaksanakan Keg Sesuai Fungsi 
(Tepat Sebagai Lembaga Pendd.) 
2. Memiliki Keunggulan 
3. Terpercaya Sbg Sekolah yg Baik 
4. Kondisi Nyaman, Menyenangkan 
5. Penampilan Fisik maupun Keg. 
Menarik 
6. Mengesankan, Favorit.
Memenuhi “Standar Pengelolaan” 
 Dalam pengelolaan, memiliki VISI dan MISI; 
 Memiliki Program Kerja jangka panjang, menengah, 
dan program kerja tahunan; 
 Memiliki struktur organisasi serta uraian tugas dan 
mekanisme kerja yang jelas; pedoman pengaturan 
berbagai aspek kerja (tertulis) / sistem manajemen 
mutu. 
 Menciptakan lingkungan & iklim kerja kondusif; 
 Menyelenggarakan pelayanan Bimb. Konseling dan 
BKK; 
 Mengadakan sistem informasi manajemen; 
 Menyelenggarakan sistem administrasi yg tertib. 
 Menyelenggarakan QA dan QC. 
6
Visi Misi Strategi 
PENGEMBANGAN 
PERUBAHAN DAN 
KEBERHASILAN 
Jelas/Terarah 
Misi? Strategi? 
Dengan 
Tanpa Visi
INTI KEGIATAN DI SEKOLAH 
8. 
Lingkungan 
7. 
Pembiayaan 
6. 
Fasilitas 
4. 
Kesiswaan 
5. 
Ketenagaan 
3. 
Kurikulum 
2. 
Adm/ 
Manajemen 
1. KBM & 
Penilaian 
SEKOLAH 
EFEKTIF 
9.Kerjasama 
Dgn DU-DI / 
Masyarakat
UNSUR PELAKS. Administrasi Sekolah. 
Unsur Kelembagaan 
Unsur Educatif 
(Kep.Sek.& Guru) 
Administrasi Kelembagaan 
Unsur Administratif 
Karyawan T.U. 
Administrasi Penyelenggaraan 
Pendidikan 
Unsur Petugas Khusus 
(Guru / Karyawan) 
Administ.Kantor / Umum 
(Persuratan,Pendataan, 
Dokumentasi) 
Administrasi pada Unit- 
Unit Khusus
Komponen Administrasi Sekolah 
1.Adm. 
Kelembagaan 
2.Adm. 
Kep. Sekolah 
3.Adm. 
Kurikulum 
4.Adm. 
Guru & KBM 
7.Adm. 
Persuratan 
8.Adm. 
Keuangan 
9.Adm. 
Sarana-Prasarana 
10.Adm. 
Perpustakaan 
11.Adm. 
Bimb.& Konseling 
12..Adm. 
Unit Produksi 
13..Adm. 
Lab./ Bengkel 
14..Adm. 
Hub. Masy./DuDi 
5.Adm. 
Peserta Didik 
15..Adm.Bursa 
Kerja Khusus 
6.Adm. 
Ketenagaan 
16..Adm. 
Prakerin
Memenuhi “Standar Pembiayaan”  Sekolah memiliki investasi lahan dan 
gedung, investasi lainnya; serta biaya 
untuk operasional dan pengembangan 
sekolah; 
 Memiliki rencana kerja dan rencana 
anggaran sekolah; 
 Pengelolaan dana masyarakat dilakukan 
transparan, efisien, akuntabel; 
 Buku catatan pengelolaan yg lengkap, 
serta pelaporan pertanggung jawaban. 
7
Memenuhi “Standar Penilaian” 
8 
 Sekolah melaksanakan penilaian hasil belajar, dgn 
pelak. test/ulangan/ujian sesuai Prosedur Operasional 
Standar.; 
 Sekolah menginformasikan secara jelas kepada para 
siswa tentang kompetensi yg hendak dicapai serta 
segala rancangan dan kriteria penilaiannya; 
 Alat dan teknik penilaian disesuaikan dgn karakteristik 
mata pel. serta mengacu pd indikator pencapaian 
kompetensi; 
 Melaksanakan penilaian afeksi untuk menilai sikap/ 
akhlak dan kepribadian; 
 Melaksanakan program remedial; 
 Pelaks. Uji kompetensi dgn melibatkan unsur DU-DI; 
 Sek. menetapkan kriteria kenaikan kelas/ kelulusan; 
 Melaporkan hasil penilaian kpd OT dan Dinas Pendd.
SASARAN KENDALI MUTU SEKOLAH -Mutu Guru/SDM 
-Mutu Siswa baru 
-Mutu Fasilitas,Media,buku 
-Mutu Lingkungan,bersih,sehat 
- Mutu Org. & Design program 
- Mutu KBM, mutu Evaluasi 
-Mutu Hub. Masyarakat 
- Mutu Pengelolaan/ administrasi 
-Mutu tamatan 
- Pengakuan Masyarakat 
KENDALI 
MUTU 
INPUT 
PROSES 
OUTPUT
“Sekolah Yang Bermutu“ 
In Put 
Proses 
Out Put 
• KepSek efektif, Guru/Peg.ahli 
• Fasilitas lengkap 
• Lingkungan kondusif 
• Tampilan sek. menarik 
• Kurikulum berstandar “tinggi” 
• Dana pendukung “cukup” 
• Siswa terseleksi 
• Nilai Hasil bel. Memuaskan 
• Komp. dicapai di atas standar 
• Tingkat kelulusan tinggi 
• Keterserapan ke Dunia kerj.tinggi 
• Kepercayaan Masyarakat tinggi 
• KBM, metode dan Pengujian Efektif 
• Organisasi/Manajemen/Adm. “Baik” 
• Hub. Masy./Industri erat 
• Unit Produksi maju, lancar 
• Keg. Ekstra kur. Aktif, semarak. 
• Penerapan “Budaya” terlaksana 
• Pengendalian mutu efektif
Bagaimana MERUMUSKAN VISI ? 
Bersifat Ambisius, Ideal; 
Rasional, bisa dicapai; 
Bersifat Menantang; 
Memberi nuansa kinerja bermutu; 
Menumbuhkan motivasi dan kegairahan 
bekerja; 
Membangun kekompakan/kebersamaan; 
Memberikan kebanggaan; 
Singkat, Jelas, Sarat makna; 
Mengesankan.
“AMAL-AMAL YANG BERMUTU 
DATANG DARI 
ORANG-ORANG YANG BERMUTU” 
Selamat berkarya, 
Semoga Sukses
Desain pengelolaan kelas
Desain pengelolaan kelas

Desain pengelolaan kelas

  • 2.
  • 3.
    PENGERTIAN PENGELOLAAN KELAS Pengelolaan kelas merupakan kegiatan yang terencana dan sengaja 3
  • 4.
    PENERAPAN ASAS-ASAS DIDAKTIKDALAM PROSES PEMBELAJARAN DI KELAS 4
  • 5.
  • 6.
    KONDISI DAN SITUASIBELAJAR DI KELAS 6
  • 7.
  • 8.
    DEFINISI PENGELOLAAN KELAS Pengelolaan : “kelola” ditambah awalan ‘pe’ dan akhiran ‘an’. yaitu penataan. Kelas : kelompok orang yang melakukan kegiatan belajar bersama yang mendapatkan pengajaran dari guru. (Umar Malik 1993)
  • 9.
    PENGELOLAAN KELAS Suatuusaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar/yang membantu (pengajar) dengan maksud agar di capai kondisi yang optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar siswa dan dapat berjalan dengan lancar serta terciptanya kondisi belajar yang optimal untuk berlangsungnya kegiatan belajar siswa.
  • 10.
    Pandangan • Otoriter • Permisif • Behavior Modification • Proses Kelompok Pandangan
  • 11.
    KONSEP DASAR PENGELOLAAN KELAS Lama : mempertahankan ketertiban kelas. Modern : proses seleksi dan penggunaan alat–alat yang tepat terhadap problem dan situasi kelas.
  • 12.
    KONSEP PENTING PENGELOLAANKELAS Upayauntuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal bagi terjadinya proses belajar yang didalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik) dan fasilitas.
  • 13.
    KONSEP OPERASIONAL PENGELOLAANKELAS Ukuran dan bentuk kelas Bentuk serta ukuran bangku dan meja siswa Jumlah siswa dalam kelas Jumlah siswa dalam setiap kelompok
  • 14.
    Pendekatan - Kekuasaan - Ancaman - Pengajaran - Perubahan Tingkah Laku Pendekatan
  • 15.
    PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KLAS Hangat dan Antusias  Tantangan  Penanaman disiplin diri
  • 16.
    DEFINISI PENGELOLAAN KELAS  Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapai kondisi optimal sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan.  Kegiatan mengatur tata ruang kelas untuk pengajaran dan menciptakan iklim belajar mengajar yang serasi.  Usaha dari pihak guru untuk menata kehidupan kelas yang dimulai dari perencanaan kurikulumnya, penataan prosedur dan sumber belajarnya, lingkungannya untuk
  • 17.
    PENGERTIAN PENGELOLAAN KELAS Kegiatan yang terencana yang sengaja dilakukan oleh guru dengan untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang optimal, membangun iklim sosio-emosional yang positif serta menciptakan suasana hubungan interpersonal yang baik. Proses belajar dan mengajar dapat berjalan secara efektif dan efisien, sehingga tercapai tujuan
  • 18.
    PERLUNYA STRATEGI PENGELOLAANKELAS  Peningkatan mutu pendidikan akan tercapai apabila proses belajar mengajar yang diselenggarakan di kelas benar-benar efektif dan berguna untuk mencapai kemampuan pengetahuan, sikap dan ketrampilan yang diharapkan.  Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas.  Guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola
  • 19.
    PERANAN GURU DALAMPROSES BELAJAR MENGAJAR (a) Guru sebagai demonstrator, (b) Guru sebagai pengelola kelas, (c) Guru sebagai mediator dan fasilitator dan (d) Guru sebagai evaluator.
  • 20.
    TUNTUTAN GURU UNTUKMAMPU MENGELOLA KELAS  Pengelolaan kelas adalah upaya yang dilakukan oleh guru dalam menciptakan dan mempertahankan serta mengembang tumbuhkan motivasi belajar untuk mencapai tujuan yang telah di tetapkan.  Pengelolaan kelas yang efektif merupakan prasyarat mutlak bagi terjadinya proses belajar mengajar yang efektif.  Pengelolaan dipandang sebagai salah satu aspek penyelenggaraan sistem pembelajaran yang mendasar, di antara sekian macam tugas guru di dalam kelas.
  • 21.
    KEGIATAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS  Kegiatan mengelola tingkah laku siswa dalam kelas,  Menciptakan iklim sosio emosional dan mengelola proses kelompok,  Keberhasilan guru dalam menciptakan kondisi yang memungkinkan, indikatornya proses belajar mengajar berlangsung secara efektif.
  • 22.
    PERAN GURU DALAMSTRATEGI PENGELOLAAN KELAS  Proses belajar mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan, di antaranya guru merupakan salah satu faktor yang penting dalam menentukan berhasilnya proses belajar mengajar di dalam kelas.  Guru dituntut untuk meningkatkan peran dan kompetensinya, guru yang kompeten akan lebih mampu menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya sehingga hasil belajar
  • 23.
    GURU SEBAGAI DEMONSTRATOR  Guru menjadi sosok yang ideal bagi siswanya hal ini dibuktikan apabila ada orang tua yang memberikan argumen yang berbeda dengan gurunya maka siswa tersebut akan menyalahkan argumen si orangtua dan membenarkan seorang guru.  Guru adalah acuan bagi peserta didiknya oleh karena itu segala tingkah laku yang dilakukannya sebagian besar akan ditiru oleh siswanya.  Guru sebagai demonstrator dapat diasumsikan
  • 24.
    GURU SEBAGAI EVALUATOR Evaluator atau menilai sangat penting, merupakan rangkaian pembelajaran karena setiap pembelajaran pada akhirnya adalah nilai yang dilihat baik kuantitatif maupun kualitatif.
  • 25.
    RANGKAIAN EVALUASI Persiapan Pelaksanaan Evaluasi
  • 26.
    TINGKATAN PEMIKIRAN Mengetahui Mengerti Mengaplikasikan  Analisis  Sintesis (analisis dalam berbagai sudut)  Evaluasi
  • 27.
    GURU SEBAGAI PENGELOLA KELAS  Manager yang mampu memanage kelas,  Tanpa kemampuan ini maka performence dan karisma guru akan menurun.  Kegiatan pembelajaran bisa kacau tanpa tujuan.  Agar anak didik betah tinggal di kelas dengan motivasi yang tinggi untuk senantiasa belajar di dalamnya.
  • 28.
    FUNGSI GURU SEBAGAI PENGELOLA KELAS Merancang tujuan pembelajaran. Mengorganisasi beberapa sumber pembelajaran Memotivasi, mendorong, dan menstimulasi siswa.
  • 29.
    GURU SEBAGAI FASILITATOR  Menguasai benar materi yang akan diajarkan juga media yang akan digunakan bahkan lingkungan sendiri juga termasuk sebagai sumber belajar yang harus dipelajari oleh seorang guru.  kemampuan siswa menyerap materi berbeda-beda oleh karena itu pendidik harus pandai dalam merancang media untuk membantu siswa agar mudah memahami pelajaran.  Keterampilan untuk merancang media pembelajaran adalah hal yang pokok yang harus dikuasai, sehingga pelajaran yang akan diajarkan. bisa dapat diserap dengan mudah oleh peserta didik.
  • 30.
    TUGAS UTAMA GURU  Menciptakan suasana didalam kelas agar terjadi interaksi belajar mengajar yang dapat memotivasi siswa untuk belajar dengan baik dan bersungguh-sungguh.  Kegiatan belajar mengajar terdapat dua hal yang turut menentukan berhasil tidaknya pengajaran, dalam arti tercapainya tujuan-tujuan intruksional, sangat bergantung kepada kemampuan mengatur kelas.  Untuk menciptakan suasana yang dapat menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, dan lebih memungkinkan guru memberikan bimbingan dan bantuan terhadap siswa dalam belajar, diperlukan
  • 31.
    MEMPERTAHANKAN ORGANISASI KELASYANG EFEKTIF 1. Pengaturan penggunaan waktu yang tersedia untuk setiap pelajaran. 2. Pengaturan ruangan dan perabotan pelajaran dikelas agar tercipta suasana yang menggairahkan dalam belajar.
  • 32.
    PENERAPAN SUATU SISTEMDALAM MENGELOLA KELAS  Mengelola kelas itu merupakan pembuatan keputusan-keputusan yang direncanakan bukan keputusan-keputusan spontan yang diambil dalam keadaan darurat oleh seorang guru,  Bila dalam keadaan marah dan prustasi menyuruh terhadap siswa kepada kepala sekolah dan disitu ditegur,
  • 33.
    M  Mungkinsi guru telah tenang kembali merasa bahwa hukuman tersebut terlalu berat apabila telah terjadi lagi pelanggaran serupa oleh siswa lain haruskah guru berbuat seperti itu lagi? Jika demikian, ia bertindak tidak adil tetapi tidak bertindak demikian ,  Ia tidak konsisten biasanya antisipasi terhadap timbulnya masalah-masalah dikelas akan menolong guru dari dilema-lema seperti itu.  Dasar dari pendekatan yaitu bahwa perilaku yang baik dikelas 33
  • 34.
    TEKNIK MENDEKATI Bilaseorang siswa mulai bertingkah, satu teknik yang biasanya efektif yaitu teknik mendekatinya.  Kehadiran guru bisa membuatnya takut, dan karena itu dapat menghentikannya dari perbuatan yang disruptif , tanpa perlu menegur andai kata siswa mulai menampakan kecenderungan berbuat nakal, memindahkan tempat duduknya
  • 35.
    TEKNIK MEMBERIKAN ISYARAT Apabila siswa berbuat kenakalan kecil, guru dapat memberikan isyarat bahwa ia sedang diawasi isyarat tersebut dapat berupa petikan jari, pandangan tajam, atau lambaian tangan.
  • 36.
    TEKNIK MENGADAKAN HUMOR Jika insiden itu kecil, setidaknya guru memandang efek saja, dengan melihatnya secara humoristis, guru akan dapat mempertahankan suasana baik, serta memberikan peringatan kepada si pelanggar bahwa ia tahu tentang apa yang akan terjadi.
  • 37.
    TEKNIK TIDAK MENGACUHKAN Untuk menerapkan cara ini guru harus luwes dan tidak perlu menghukumsetiap pelanggaran yang diketahuinya. Dalam kasus-kasus tertentu, tidak mengacuhkan kenakalan justru dapat membawa siswa untuk di perhatikan.
  • 38.
    TEKNIK YANG KERAS Guru dapat menggunakan teknik-teknik yang keras apabila ia dihadapkan pada perilaku disruptif yang jelas tidak terkendalikan. Contohnya mengeluarkannya dalam kelas.
  • 39.
    TEKNIK MENGADAKAN DISKUSISECARA TERBUKA  Bila kenakalan di kelas mulai bertambah, sering guru menjadi heran, ia lalu menilai kembali tindakan dan pengajarannya. Untuk menjelaskan perbuatan siswa-siswanya.  Dan menciptakan suasana belajar yang sedikit lebih sesuai daripada sebelumnya.
  • 40.
    TEKNIK MEMBERIKAN PENJELASANTENTANG PROSEDUR  Terkadang masalah kedisiplinan ada hubungannya yang langsung dengan ketidakmampuan siswa dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.  Kesulitan ini terjadi apabila guru berasumsi bahwa siswa memiliki keterampilan, padahal sebenarnya tidak.  Masalah yang hampir sama yaitu masalah perilaku yang lazimnya berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang tidak
  • 41.
    MENGADAKAN ANALISIS Terkadangterjadi hampir terus menerus berbuat kenakalan, guru harus dapat mengetahui masalah yang akan di hadapinya dan mengurangi keresahan siswanya.
  • 42.
    MENGADAKAN PERUBAHAN Apabila gangguan dikelas meningkat jumlahnya, tindakan yang harus segera di ambil yaitu mengubah apa yang sedang anda lakukan.  Jika biasanya diskusi, maka ubahlah dengan memberikan ringkasan-ringkasan untuk dibaca atau menyuruh mereka membaca buku-buku pilihan mereka.
  • 43.
    TEKNIK MENGHIMBAU Kadang-kadang guru sering mengatakan,“harap tenang”. Ucapan tersebut adakalanya membawa hasil; siswa memperhatikannya. • Tetapi apabila himbauan sering digunakan mereka cenderung untuk tidak menggubris-nya.
  • 44.
    PENGERTIAN MANAJEMEN KELAS  Pengelolaan kelas terdiri dari dua kata, yaitu pengelolaan dan kelas. Pengelolaan itu sendiri akar katanya adalah “kelola” ditambah awal “pe” dan akhiran “an”.  Istilah lain dari pengelolaan adalah “manajemen”. Manajemen adalah kata aslinya dari bahasa Inggis, yaitu management, yang berarti ketatalaksanaan, tata pimpinan, pengelolaan.
  • 45.
    MANAJEMEN KELAS a.Suatu upaya memperdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran. b. Suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar mengajar atau membantu dengan maksud agar dicapai
  • 46.
    TUJUAN PENGELOLAAN KELAS  Tujuan pengelolaan kelas pada hakikatnya telah terkandung dalam tujuan pendidikan.  Secara umum tujuan pengelolaan kelas adalah penyediaan fasilitas bagi bermacam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial, emosional dan intelektual dalam kelas.
  • 47.
    Fasilitas yang disediakanitu memungkinkan siswa: a. Belajar dan bekerja b.Terciptanya suasana sosial yang memberikan kepuasan suasana disiplin. c. Perkembangan intelektual, emosional dan sikap serta apresiasi pada siswa. 47
  • 48.
    KEGIATAN GURU DALAM MENGELOLA KELAS a. Mengelola tindakan siswa dalam kelas b. Menciptakan iklim sosio emosional c. Mengelola proses kelompok
  • 49.
    ASPEK-ASPEK MANAJEMEN KELAS 1. Aspek tujuan instruksional 2. Aspek materi pelajaran 3. Aspek metode dan strategi pembelajaran 4. Aspek ketenagaan 5. Aspek media instruksional 6. Aspek penilaian 7. Aspek penunjang fasilitas.
  • 50.
    ASPEK-ASPEK PENGELOLAAN KELAS 1. Sifat-sifat kelas 2. Kekuatan pendorong kekuatan kelas 3. Memahami situasi kelas 4. Mendiagnosis situasi kelas 5. Bertindak selektif 6. Bertindak kreatif 7. Untuk memperbaiki kondisi kelas
  • 51.
    MASALAH-MASALAH DALAM MANAJEMENKELAS 1. Kurangnya kesatuan, misalnya dengan adanya kelompok-kelompok dan pertentangan jenis kelamin. 2. Tidak ada standar perilaku dalam bekerja kelompok, misalnya ribut, bercakap-cakap, pergi kesana-kemari, dan sebagainya. 3. Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya bermusuhan dan
  • 52.
    4. Kelas mentoleransikekeliruan-kekeliruan temannya, menerima, dan mendorong perilaku anak didik yang keliru. 5. Mudah mereaksi ke hal-hal negatif/terganggu. 6. Moral rendah, permusuhan, agresif. 7. Tidak mampu menyesuaikan dengan lingkungan 52
  • 53.
    TUGAS GURU DALAM MANAJEMEN (PENGKONDISIAN FISIK) a. Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar Hendaknya siswa bergerak leluasa pada saat melakukan aktivitas belajar. b. Pengaturan tempat duduk Bila tempat duduknya bagus, tidak terlalu rendah, tidak terlalu besar, bundar, persegi empat panjang, sesuai dengan keadaan tubuh siswa,
  • 54.
    TUGAS GURU DALAMMANAJEMEN (PENGATURAN ALAT-ALAT PENGAJARAN) 1) Perpustakaan kelas 2) Alat-peraga media pengajaran 3) Papan tulis, kapur tulis dan lain-lain 4) Penataan keindahan dan
  • 55.
    PENGATURAN PESERTA DIDIK a. Postur tubuh anak didik yang tinggi sebaliknya ditempatkan di belakang. b. Anak didik yang mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran sebaiknya ditempatkan di depan. c. Anak didik yang cerdas sebaiknya digabung dengan anak didik yang kurang cerdas.
  • 56.
    d. Anak didikyang pandai bicara dikelompokkan dengan anak didik pendiam. e. Anak didik yang gemar membuat keributan dan menganggu temannya lebih baik dipisah dan tidak terlepas dari pengawasan guru 56
  • 57.
    PRINSIP-PRINSIP MANAJEMEN KELAS Dalam rangka memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas, prinsip-prinsip pengelolaan kelas dapat digunakan. Maka penting bagi guru untuk mengetahui dan menguasai prinsip
  • 58.
    PRINSIP-PRINSIP PENGELOLAAN KELAS  Hangat dan Antusias  Tantangan  Bervariasi  Keluwesan  Penekanan pada hal-hal yang positif  Penanaman disiplin diri.
  • 59.
    PENDIDIKAN DALAM MANAJEMENKELAS  Keharmonisan hubungan guru dengan peserta didik, tingginya kerjasama diantara peserta didik tersimpul dalam bentuk interaksi.  Lahirnya interaksi yang optimal tentu saja bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka manajemen kelas.
  • 60.
    BERBAGAI PENDEKATAN DALAMMANAJEMEN KELAS (PENDEKATAN KEKUASAAN) Peranan guru adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas, sehingga di dalamnya terdapat kekuasaan dalam norma yang harus ditaati oleh anggota kelas.
  • 61.
    BERBAGAI PENDEKATAN DALAMMANAJEMEN KELAS (PENDEKATAN ANCAMAN) Dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilakukan dengan memberikan ancaman.
  • 62.
    BERBAGAI PENDEKATAN DALAMMANAJEMEN KELAS (PENDEKATAN KEBEBASAN) Proses membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan sesuatu kapan saja dan di mana saja.
  • 63.
    PENDEKATAN RESEP Pendekatanini dilakukan dengan memberi daftar
  • 64.
    Pendekatan Pengajaran PendekatanPerubahan tingkah laku Peranan guru adalah mengembangkan tingkah laku anak didik yang baik. 64
  • 65.
    PENDEKATAN IKLIM SOSIO EMOSIONAL Pendekatan ini berdasarkan suasana peranaan dan suasana sosial di dalam kelas sebagai sekelompok individu cenderung pada pandangan psikologi klinis dan konseling (penyuluhan).
  • 66.
    PENDEKATAN PROSES KELOMPOK Pendekatan ini didasarkan pada psikologi sosial dan dinamika kelompok. 66
  • 67.
    MANAJEMEN KELAS YANGEFEKTIF (MENETAPKAN ATURAN DAN PROSEDUR)  Kelas membutuhkan aturan dan prosedur untuk mengatur kegiatan penting.  Aturan adalah pernyataan yang menyebutkan apa yang diharapkan untuk dilakukan.  Prosedur adalah cara untuk menyelesaikan pekerjaan atau kegiatan lainnya. Hal ini sering dibuat dalam bentuk tertulis.
  • 68.
    EFEKTIF (MENJAGA ATURANDAN PROSEDUR) Pengelolaan kelas yang efektif pada umumnya hanya menetapkan beberapa aturan prosedur saja, mengajarkan dengan cermat kepada siswa, dan menjadikannya sesuatu yang rutin dengan menggunakannya nya secara konsisten.
  • 69.
    MANAJEMEN KELAS YANG EFEKTIF (MENJAGA KONSISTENSI) Manajemen kelas yang efektif dan konsisten dalam menegakkan aturan dan menetapkan prosedur, bila tidak ada aturan serta prosedur akan buyar dengan cepat.
  • 70.
    KOMPONEN-KOMPONEN KETERAMPILAN PENGELOLAAN KELAS (PEMELIHARAAN KONDISI BELAJAR) Keterampilan ini berhubungan dengan kompetensi guru dalam mengambil inisiatif dan mengedalikan pelajaran serta aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan keterampilan. a. Sikap tanggap b. Membagi perhatian c. Pemusatan perhatian kelompok
  • 71.
    PENGELOLAAN KELAS (PENGEMBANGANKONDISI BELAJAR) Keterampilan ini berkaitan dengan tanggapan guru terhadap gangguan anak didik yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
  • 72.
    PENUTUP  Manajemenkelas yang baik akan menciptakan suasana belajar mengajar yang efektif, dan efisien.  Sehingga proses belajar-mengajar sesuai dengan tujuan yang diinginkan.  Iklimbelajar yang kondusif juga merupakan tulang punggung dan faktor pendorong yang dapat memberikan daya tarik tersendiri bagi proses pembelajaran, sebaliknya iklim belajar yang kurang menyenangkan akan menimbulkan kejenuhan dan rasa bosan.  Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif seorang
  • 73.
    PENGELOLAAN SEKOLAH (SCHOOL MANAGEMENT)  Memahami fungsi sekolah serta maksud & tujuan pendidikan / cita-cita bangsa;  Memahami kebijakan Pemerintah dalam bid. pendidikan & UU Sisdiknas;  Memahami Standar pendidikan yang ditetapkan;  Memahami prinsip manajemen & Administrasi;  Memahami kurikulum & pengembangannya;  Memahami tuntutan kebutuhan peserta didik (life skill) dan tuntutan masy.;  Memiliki VISI & Misi UNTUK MENGELOLA SEKOLAH perlu
  • 74.
    Dasar/Pedoman Pengelolaan Sekolah Pengelolaan Sekolah KTSP & Kur. Berbasis Kompetensi 8 Standar pendidikan MBS, Visi, Misi Pengembangan LIFE SKILL Sistem Pendidikan Nasional SEKOLAH MANDIRI BERMUTU Tuntutan Kebutuhan Masyarakat
  • 75.
    FUNGSI SEKOLAH ??? SEKOLAH :  SUATU LEMBAGA PENDIDIKAN  PUSAT PEWARISAN NILAI-NILAI BUDAYA (SEBAGAI WAWASAN WIYATA MANDALA)
  • 76.
    Fungsi dan TujuanPendidikan ( UU Sisdiknas 2003, pasal: 3 )  Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,  bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
  • 77.
    PENDIDIKAN ?? UsahaSadar Untuk mengajak peserta didik Menuju Kedewasaan Susila Pendidikan sebagai Proses Pembentukan Pribadi Pendidikan sebagai Proses transformasi Budaya Pendidikan sebagai Pengembangan kompetensi Pendidikan sebagai Proses Penyiapan Warganegara
  • 78.
    BROAD BASED EDUCATION (BBE) KEBIJAKAN BIDANG PENDIDIKAN COMMUNITY BASED EDUCATION (CBE) SDM YANG KOMPETENCE MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH (MBS) Paradigma Pendidikan Tuntutan Masyarakat Pemberdayaan Sumber Daya LIFE SKILLS KTSP & KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI PROGRAM KEGIATAN SEKOLAH TAMATAN YANG BERMUTU STANDAR PENDIDIKAN Kebijakan Pemerintah Budaya Profesional
  • 79.
    8 “Standar Pendidikan” (sebagai acuan/arah pengelolaan sekolah) 1. Standar Isi; 2. Standar Proses; 3. Standar Kompetensi Lulusan; 4. Standar Pendidik dan Tenaga kependidikan; 5. Standar Sarana dan prasarana; 6. Standar Pengelolaan; 7. Standar Pembiayaan; 8. Standar penilaian pendidikan;
  • 80.
    Memenuhi “Standar ISI” 1 Memahami benar terhadap fungsi lembaga sekolah sebagai wawasan wiyata mandala; Melakukan pengembangan kurikulum sekolah (KTSP), termasuk Silabus; dengan melibatkan seluruh personal sekolah dan beberapa pihak terkait; Menyelenggarakan kegiatan intra kurikuler, ekstra, serta memberikan layanan Bimbingan konseling; Menerapkan pendekatan kurikulum berbasis kompetensi dan strategi PSG; Menerapkan truktur program pembelajaran sesuai standar; Menetapkan alokasi waktu belajar & pengaturan kalender pendidikan sesuai ketentuan.
  • 81.
    5 KEKUATAN PENDORONG GERAK MAJU SEKOLAH Design/Standar Yang Tepat Sistem/Org. Yang Efektif Kepemimpinan Yang Efektif Motivasi Personal Lingkungan Yang Kondusif Sekolah Bermutu
  • 82.
    Memenuhi “Standar Proses” 2  Menerapkan jumlah siswa maks. per kelas 32 siswa;  Beban kerja guru mengajar min. 24 jampel./minggu;  Menerapkan prosedur penyelenggaraan KBM (penyusunan RPP,pengelolaan kelas dan pembelajaran, penyelenggaraan evaluasi & penilaian);  Memberikan pengalaman belajar yang variatif, eksplorasi, elaborasi, konfirmasi, dan pemanfaatan I.T.;  Memberikan layanan Bimbingan dan Konseling;  Melaksanakan program prakerin;  Menyelengg. Bussines center sbg wahana praktik;  Melaksanakan pengendalian/ supervisi KBM;  Memberikan penghargaan & sanksi pendidikan.
  • 83.
    KUNCI SUKSES KBM Standar & MANAJEMEN  SDM KURIKULUM Perencanaan PELAKS. KBM EVALUASI HASIL KELENGKAPAN FASILITAS KENDALI MUTU -Perencanaan -Pelaksanaan -Hasil/Tamatan
  • 84.
    Memenuhi “Standar KompetensiLulusan” 3  Menyusun & menetapkan KKM;  Menetapkan kriteria kenaikan kelas dan kelulusan yang memenuhi standar;  Mengembangkan “kecakapan hidup”;  Mengemb. kemampuan berkreasi/ berkarya; kemampuan menggali informasi; kemampuan memanfaatkan lingkungan; kemampuan mengekspresikan seni; kemampuan berwirausaha.  Mengembangkan sikap santun, ber-etika, estetika, disiplin, sportif, percaya diri, bertanggung jawab sebagai warga bangsa
  • 85.
    Sasaran Mutu HasilPendidikan  Berakhlak Mulia (Beriman & Bertakwa)  Cerdas, Kreatif, Inovatif;  Cakap kerkomunikasi/ bersosialisasi:  Menguasai ilmu pengetahuan;  Terampil bekerja.  Bertanggung jawab sbg warga bangsa Kecakapan Hidup
  • 86.
    Memenuhi “Standar pendd.&Tendik” 4  Memenuhi kebutuhan jumlah guru dan tenaga kependidikan, sesuai ketentuan;  Memenuhi kualifikasi Akademik;  Memenuhi kualifikasi “khusus”/ Kepribadian;  Memenuhi Kualifikasi Kompetensi di bidang tugasnya.  Memiliki kemampuan wirausaha
  • 87.
    Memenuhi “Standar Sarpras” 5  Sekolah memiliki luas lahan minimal 3500 m2 (untuk bangunan 1 lantai) / (~15 m2/siswa);  Memiliki Ruang-ruang: Pembelajaran umum (RPU), Pembelajaran khusus (RPK), Ruang penunjang (RP), R.bussines center. (dengan ventilasi udara dan pencahayaan yg cukup)  Luas RPU minimal 2 m2/siswa; Luas RPK minimal 4 m2/siswa, (tergantung jenis praktik);  Memiliki sanitasi air bersih yg cukup, saluran air hujan dan air limbah, dan tempat-tempat sampah.  Tersedia berbagai kelengkapan fasilitas belajar sesuai standar sarpras, termasuk penggunaan buku-buku pel. bagi setiap siswa pada setiap mata pelajaran.
  • 88.
    “DIMENSI MUTU SEKOLAH” DIMENSI MUTU PRODUK (JOSEPH S. MARTINICE) 1. Bermanfaat, Tepat, Sesuai Fungsi 2. Memiliki Keistimewaan 3. Handal, Tahan lama 4. Memiliki Kemudahan 5. Penampilan Menarik 6. Mengesankan. DIMENSI MUTU SEKOLAH 1. Melaksanakan Keg Sesuai Fungsi (Tepat Sebagai Lembaga Pendd.) 2. Memiliki Keunggulan 3. Terpercaya Sbg Sekolah yg Baik 4. Kondisi Nyaman, Menyenangkan 5. Penampilan Fisik maupun Keg. Menarik 6. Mengesankan, Favorit.
  • 89.
    Memenuhi “Standar Pengelolaan”  Dalam pengelolaan, memiliki VISI dan MISI;  Memiliki Program Kerja jangka panjang, menengah, dan program kerja tahunan;  Memiliki struktur organisasi serta uraian tugas dan mekanisme kerja yang jelas; pedoman pengaturan berbagai aspek kerja (tertulis) / sistem manajemen mutu.  Menciptakan lingkungan & iklim kerja kondusif;  Menyelenggarakan pelayanan Bimb. Konseling dan BKK;  Mengadakan sistem informasi manajemen;  Menyelenggarakan sistem administrasi yg tertib.  Menyelenggarakan QA dan QC. 6
  • 90.
    Visi Misi Strategi PENGEMBANGAN PERUBAHAN DAN KEBERHASILAN Jelas/Terarah Misi? Strategi? Dengan Tanpa Visi
  • 91.
    INTI KEGIATAN DISEKOLAH 8. Lingkungan 7. Pembiayaan 6. Fasilitas 4. Kesiswaan 5. Ketenagaan 3. Kurikulum 2. Adm/ Manajemen 1. KBM & Penilaian SEKOLAH EFEKTIF 9.Kerjasama Dgn DU-DI / Masyarakat
  • 92.
    UNSUR PELAKS. AdministrasiSekolah. Unsur Kelembagaan Unsur Educatif (Kep.Sek.& Guru) Administrasi Kelembagaan Unsur Administratif Karyawan T.U. Administrasi Penyelenggaraan Pendidikan Unsur Petugas Khusus (Guru / Karyawan) Administ.Kantor / Umum (Persuratan,Pendataan, Dokumentasi) Administrasi pada Unit- Unit Khusus
  • 93.
    Komponen Administrasi Sekolah 1.Adm. Kelembagaan 2.Adm. Kep. Sekolah 3.Adm. Kurikulum 4.Adm. Guru & KBM 7.Adm. Persuratan 8.Adm. Keuangan 9.Adm. Sarana-Prasarana 10.Adm. Perpustakaan 11.Adm. Bimb.& Konseling 12..Adm. Unit Produksi 13..Adm. Lab./ Bengkel 14..Adm. Hub. Masy./DuDi 5.Adm. Peserta Didik 15..Adm.Bursa Kerja Khusus 6.Adm. Ketenagaan 16..Adm. Prakerin
  • 94.
    Memenuhi “Standar Pembiayaan” Sekolah memiliki investasi lahan dan gedung, investasi lainnya; serta biaya untuk operasional dan pengembangan sekolah;  Memiliki rencana kerja dan rencana anggaran sekolah;  Pengelolaan dana masyarakat dilakukan transparan, efisien, akuntabel;  Buku catatan pengelolaan yg lengkap, serta pelaporan pertanggung jawaban. 7
  • 95.
    Memenuhi “Standar Penilaian” 8  Sekolah melaksanakan penilaian hasil belajar, dgn pelak. test/ulangan/ujian sesuai Prosedur Operasional Standar.;  Sekolah menginformasikan secara jelas kepada para siswa tentang kompetensi yg hendak dicapai serta segala rancangan dan kriteria penilaiannya;  Alat dan teknik penilaian disesuaikan dgn karakteristik mata pel. serta mengacu pd indikator pencapaian kompetensi;  Melaksanakan penilaian afeksi untuk menilai sikap/ akhlak dan kepribadian;  Melaksanakan program remedial;  Pelaks. Uji kompetensi dgn melibatkan unsur DU-DI;  Sek. menetapkan kriteria kenaikan kelas/ kelulusan;  Melaporkan hasil penilaian kpd OT dan Dinas Pendd.
  • 96.
    SASARAN KENDALI MUTUSEKOLAH -Mutu Guru/SDM -Mutu Siswa baru -Mutu Fasilitas,Media,buku -Mutu Lingkungan,bersih,sehat - Mutu Org. & Design program - Mutu KBM, mutu Evaluasi -Mutu Hub. Masyarakat - Mutu Pengelolaan/ administrasi -Mutu tamatan - Pengakuan Masyarakat KENDALI MUTU INPUT PROSES OUTPUT
  • 97.
    “Sekolah Yang Bermutu“ In Put Proses Out Put • KepSek efektif, Guru/Peg.ahli • Fasilitas lengkap • Lingkungan kondusif • Tampilan sek. menarik • Kurikulum berstandar “tinggi” • Dana pendukung “cukup” • Siswa terseleksi • Nilai Hasil bel. Memuaskan • Komp. dicapai di atas standar • Tingkat kelulusan tinggi • Keterserapan ke Dunia kerj.tinggi • Kepercayaan Masyarakat tinggi • KBM, metode dan Pengujian Efektif • Organisasi/Manajemen/Adm. “Baik” • Hub. Masy./Industri erat • Unit Produksi maju, lancar • Keg. Ekstra kur. Aktif, semarak. • Penerapan “Budaya” terlaksana • Pengendalian mutu efektif
  • 99.
    Bagaimana MERUMUSKAN VISI? Bersifat Ambisius, Ideal; Rasional, bisa dicapai; Bersifat Menantang; Memberi nuansa kinerja bermutu; Menumbuhkan motivasi dan kegairahan bekerja; Membangun kekompakan/kebersamaan; Memberikan kebanggaan; Singkat, Jelas, Sarat makna; Mengesankan.
  • 100.
    “AMAL-AMAL YANG BERMUTU DATANG DARI ORANG-ORANG YANG BERMUTU” Selamat berkarya, Semoga Sukses