Paper ini membahas perlunya memposisikan kembali bahasa Indonesia, bahasa daerah, dan bahasa asing di Indonesia dari sudut pandang demokrasi bahasa dan literasi. Saat ini, ketiga kelompok bahasa ini diajarkan secara terpisah tanpa mempertimbangkan potensi kedwibahasaan. Paper ini menawarkan model pendidikan bahasa baru yang memperlakukan ketiga kelompok bahasa secara setara sebagai media pengajaran, bukan hanya mata