Sumber: www.pereplet.ru/nauka/images/Apoptosis.jpg; 10 Desember 2007 
BBaabb 11
Sel 
memiliki 
Komponen Kimiawi Bentuk dan Ukuran Struktur Anatomi 
Air 
Lemak 
Protein 
Karbohidrat 
Garam-Garam 
Mineral 
Vitamin 
Mikroskop 
Cahaya 
Mikroskop 
Elektron 
Membran 
Sel 
terdiri atas 
Nukleus Sitoplasma Dinding Sel 
(Tumbuhan) 
Transportasi Zat Organela 
dengan cara 
Pasif Aktif Eksositosis Endositosis 
Difusi Osmosis Fagositosis Pinositosis 
tersusun atas 
berperan dalam berisi 
dapat diamati dengan 
terdiri atas terdiri atas
SSSSeeeellll 
AAAA.... KKKKoooommmmppppoooonnnneeeennnn KKKKiiimimmmiiiaiaaa SSSSeeeellll 
BBBB.... BBBBeeeennnnttttuuuukkkk ddddaaaannnn UUUUkkkkuuuurrrraaaannnn SSSSeeeellll 
CCCC.... AAAAnnnnaaaattttoooommmmiii i UUUUmmmmuuuummmm SSSSeeeellll 
DDDD.... TTTTrrrraaaannnnssssppppoooorrrrttttaaaassssiii i ZZZZaaaatttt MMMMeeeellliliininnnttttaaaassssiii i MMMMeeeemmmmbbbbrrrraaaannnn
A. Komponen Kimia Sel 
11. .A Airir Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel 
22. .P Prrootteeinin 
33. .L Leemmaakk 
Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel 
Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik 
Berperan dalam banyak reaksi kimia penting 
Sebagai penyerap panas 
Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik 
Berperan dalam banyak reaksi kimia penting 
Sebagai penyerap panas 
Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air 
Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S 
Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan 
menjadi protein struktural dan protein fungsional 
Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, 
misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom 
Protein fungsional meliputi enzim-enzim 
Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air 
Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S 
Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan 
menjadi protein struktural dan protein fungsional 
Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, 
misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom 
Protein fungsional meliputi enzim-enzim 
Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur 
membran di dalam sel 
Merupakan sumber energi bagi sel 
Tersusun atas unsur C, H, dan O 
Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak 
dan satu molekul gliserol (triasil gliserol) 
Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur 
membran di dalam sel 
Merupakan sumber energi bagi sel 
Tersusun atas unsur C, H, dan O 
Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak 
dan satu molekul gliserol (triasil gliserol)
44. .K Kaarrbboohhididrraatt 
55. .G Gaarraamm 
Jumlah dalam sel hanya satu persen 
Tersusun atas unsur C, H, dan O 
Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel 
Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin 
karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa 
Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk 
polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa 
Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel 
hewan 
Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam 
plastida sel-sel tumbuhan 
Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan 
Terdapat dalam bentuk ion-ion 
Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH 
dan mengatur tekanan osmosis sel 
Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi 
Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan 
kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel 
Jumlah dalam sel hanya satu persen 
Tersusun atas unsur C, H, dan O 
Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel 
Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin 
karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa 
Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk 
polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa 
Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel 
hewan 
Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam 
plastida sel-sel tumbuhan 
Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan 
Terdapat dalam bentuk ion-ion 
Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH 
dan mengatur tekanan osmosis sel 
Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi 
Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan 
kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel 
66. .V Vititaamminin Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel 
Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel 
Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, 
sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk 
siap pakai 
Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, 
sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk 
siap pakai
B. Bentuk dan Ukuran Sel 
Satuan ukuran untuk sel adalah mikrometer (μm) atau 
mikron 
Diameter sel adalah sekitar 5–500 μm 
Sel prokariota berdiameter 1–10 μm 
Sel eukariota berdiameter 10–100 μm 
Sel hewan terbesar adalah sel telur burung unta yang 
berdiameter 15 cm 
Sel tumbuhan yang dapat dilihat tanpa mikroskop 
adalah serat kapas dan serat kapuk randu
Untuk melihat sel digunakan mikroskop 
Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop 
elektron 
Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan 
objek 
Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000– 
2.000 kali dari ukuran aslinya 
Untuk melihat sel digunakan mikroskop 
Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop 
elektron 
Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan 
objek 
Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000– 
2.000 kali dari ukuran aslinya 
Mikroskop cahaya
Mikroskop elektron menggunakan pancaran/penyinaran elektron 
(seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa 
elektromagnetik 
Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi, 
yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali 
Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel-sel 
Mikroskop elektron menggunakan pancaran/penyinaran elektron 
(seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa 
elektromagnetik 
Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi, 
yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali 
Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel-sel 
hidup 
hidup 
Mikroskop elektron 
Insulator 
Penembak elektron 
Pancaran elektron 
Lensa objektif 
Hampa udara 
Lensa projektor 
Layar fluoresen 
Ruang kamera 
Lensa kondensor 
Posisi spesimen 
Mata
Membran sel = membran plasma = 
plasmalemma (plasma = cairan; 
lemma = selaput) 
Semua sel memiliki membran sel 
Tersusun atas lemak dan protein 
Sifat: selektif permeabel 
Fungsi: mengatur keluar masuknya 
zat-zat dari dan ke dalam sel 
Glikoprotein 
Glikolipid 
Dua lapisan lipid 
Molekul protein integral 
Kolesterol 
Molekul protein periferal 
Penampang melintang membran sel 
1. Membran Sel
Model mosaik cairan (fluid mosaic model) struktur 
membran sel yang diajukan oleh Singer dan Nicolson 
Luar 
Dalam 
Glikoprotein 
Glikolipid 
Kolesterol Molekul lipid 
Protein integral Protein periferal 
Protein membran 
Pori
2. Inti Sel (Nukleus) 
Berfungsi mengatur/mengendalikan semua proses atau aktivitas yang terjadi 
di dalam sel 
Bentuk bervariasi, antara lain bulat, oval, lonjong, atau gepeng, berkaitan 
dengan aktivitas sel 
Sebagian besar sel hanya memiliki satu nukleus 
Sel-sel darah merah Mammalia tidak memiliki inti 
Paramecium dan sebagian besar jamur Basidiomycota memiliki dua nukleus 
Sel-sel tulang dan sel-sel otot (otot lurik dan otot jantung) memiliki banyak 
nukleus 
Komponen nukleus: membran nukleus, plasma inti, dan anak inti
Nukleus 
Mikrograf elektron 
membran nukleus 
Nukleolus 
Mikrograf elektron nukleus 
Pori inti 
Ribosom 
Retikulum 
endoplasma kasar Nukleolus 
Pori inti 
Retikulum 
endoplasma kasar
a. Membran Nukleus 
Membran nukleus = selaput inti = 
karioteka 
Terdiri atas dua lapisan yang 
dipisahkan oleh ruang (sisterna) 
perinukleus 
Tiga kali lebih tebal dibandingkan 
membran sel 
Memiliki banyak pori 
b. Cairan Inti (Nukleoplasma) 
Merupakan cairan yang 
terdapat di dalam nukleus 
Berisi enzim, protein, 
nukleotida, ion, dan kromatin 
c. Anak Inti (Nukleolus) 
Ukurannya bervariasi pada tiap sel 
Tempat terjadinya sintesis berbagai 
macam molekul RNA untuk sintesis 
dan pembentukan ribosom
3. Sitoplasma 
Sitoplasma = plasma sel 
Berupa cairan bersifat koloid, 
jernih, dan homogen yang 
dikelilingi oleh membran 
plasma 
Tersusun atas 85-95% air 
Dibagi menjadi dua zona, 
yaitu endoplasma dan 
ektoplasma 
Endoplasma berisi organela 
sel dan badan inklusio, 
terletak di sekeliling 
sentrosom 
Ektoplasma berbentuk jeli, 
terletak di bawah membran 
plasma
a. Mitokondria 
Berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk 
menghasilkan energi dalam bentuk ATP 
Berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk reaksi 
respirasi 
Memiliki ribosom untuk membentuk protein 
mitokondria 
Memiliki DNA sendiri
b. Retikulum Endoplasma (RE) 
Berupa organel sel berbentuk anyaman 
membran seperti jala (Latin, rete = jala) 
Berbentuk kantong pipih (sisterna), 
pipa (tubulus), gelembung (vesikula), 
atau lembaran 
Ada dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE 
granuler), dan RE halus (RE agranuler) 
RE kasar memiliki ribosom-ribosom 
sehingga tampak kasar 
RE kasar berperan dalam sintesis 
protein 
RE halus (agranuler) tidak memiliki 
ribosom 
sehingga tampak halus 
RE halus berperan dalam sintesis dan 
transportasi glikogen, lemak 
(kolesterol), dan steroid 
RE pada sel otot dinamakan retikulum 
sarkoplasma
Merupakan organel terkecil (berdiameter 20 nm) 
Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada 
subunit lainnya 
Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran 
RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks 
sitoplasma 
Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis 
protein untuk disekresikan ke luar sel 
Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural 
dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel 
Merupakan organel terkecil (berdiameter 20 nm) 
Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada 
subunit lainnya 
Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran 
RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks 
sitoplasma 
Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis 
protein untuk disekresikan ke luar sel 
Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural 
dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel 
c. Ribosom
Ditemukan pada tahun 1898 oleh 
seorang ahli histologi Italia bernama 
Camillo Golgi 
Terdiri atas setumpuk kantong pipih 
yang dibatasi oleh membran 
Fungsi badan Golgi: untuk 
menyimpan hasil sekresi sel serta 
menyimpan protein dan lemak yang 
disintesis di dalam RE 
Ditemukan pada tahun 1898 oleh 
seorang ahli histologi Italia bernama 
Camillo Golgi 
Terdiri atas setumpuk kantong pipih 
yang dibatasi oleh membran 
Fungsi badan Golgi: untuk 
menyimpan hasil sekresi sel serta 
menyimpan protein dan lemak yang 
disintesis di dalam RE 
Camillo Golgi
Merupakan organel kecil 
berdiameter 0,25–0,75 mm yang 
dibungkus membran dan berisi 
enzim-enzim hidrolisis 
Ukurannya lebih besar daripada 
ribosom, tetapi lebih kecil daripada 
mitokondria 
Berasal dari RE atau badan Golgi 
Contoh enzim hidrolisis lisosom, 
antara lain fosfatase, ribonuklease, 
deoksiribonuklease, lipase, 
protease, dan sulfatase 
Terdapat pada hampir semua sel 
hewan, kecuali sel-sel darah merah 
Mammalia 
Lisosom tidak dijumpai pada sel-sel 
tumbuhan
Badan mikro mirip dengan lisosom, yaitu sama-sama 
dikelilingi oleh membran tunggal dan sama-sama berisi 
enzim-enzim 
Badan mikro berukuran lebih kecil daripada lisosom 
dan di dalam sel jumlahnya lebih banyak 
Ada dua macam badan mikro, yaitu peroksisom dan 
glioksisom 
Peroksisom mengandung enzim oksidase, yaitu 
katalase yang mengatalisis proses perombakan 
hidrogen peroksida menjadi air (H2O) dan oksigen(O2) 
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah produk sampingan 
reaksi-reaksimetabolisme tertentu
 Merupakan organel 
bermembran tunggal yang 
berisi cairan 
 Terbentuk dari pelipatan dan 
penonjolan membran sel atau 
perbesaran vesikula yang 
terputus dari badan Golgi 
 Pada sel tumbuhan berisi 
getah sel 
 Pada sel hewan berisi bahan-bahan 
makanan padat atau 
cair yang tertelan 
 Vakuola pada sel hewan 
berukuran sangat kecil dan 
tidak permanen, disebut 
vesikula
 Hanya ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista 
 Ada beberapa macam plastida: 
a. kloroplas (pigmen klorofil ® hijau) 
b. kromoplas (pigmen karotenoid ® jingga) 
c. phaeoplas (pigmen fukosantin ® cokelat) 
d. rodoplas (pigmen fikoeritrin ® merah) 
e. leukoplas (tanpa pigmen ® tidak berwarna) 
 Hanya ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista 
 Ada beberapa macam plastida: 
a. kloroplas (pigmen klorofil ® hijau) 
b. kromoplas (pigmen karotenoid ® jingga) 
c. phaeoplas (pigmen fukosantin ® cokelat) 
d. rodoplas (pigmen fikoeritrin ® merah) 
e. leukoplas (tanpa pigmen ® tidak berwarna) 
Stroma 
Granum 
Membran tilakoid 
Lamela stroma 
Membran 
luar 
Membran 
dalam 
Membran 
tilakoid 
Ruang 
tilakoid 
Struktur kloroplas
 Dijumpai hanya pada sel-sel 
hewan 
 Fungsi: sebagai kutub-kutub 
pembelahan saat pembelahan sel 
 Terdiri atas dua sentriol, yang 
terdapat di samping kiri dan 
kanan nukleus 
 Setiap sentriol tersusun atas 9 ´ 3 
mikrotubulus (serabut silindris 
berongga) 
Sentros 
om
Dinding sel adalah struktur terluar sel dan bukan 
merupakan organel 
Hanya dijumpai pada sel-sel tumbuhan 
Berfungsi melindungi dan menyokong atau 
memberi bentuk sel 
Bahan penyusun dinding sel disekresi oleh 
diktiosom dan membran sel 
Sebagian besar penyusun dinding sel adalah 
selulosa 
Selain selulosa, hemiselulosa dan senyawa 
pektin juga ikut menyusun dinding sel 
Ada tiga bagian pada dinding sel, yaitu lamela 
tengah, dinding sel primer, dan dinding sel 
sekunder 
Di dalam dinding sel terdapat plasmodesma, 
yaitu ”jembatan” penghubung antarsel
Perbedaan Struktur antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
11.. DDififuussii 
Contoh peristiwa difusi 
Merupakan pergerakan atau 
perpindahan partikel atau 
molekul suatu zat (padat, 
cair, atau gas) dari tempat 
yang berkonsentrasi tinggi 
ke tempat yang 
berkonsentrasi rendah, baik 
melewati membran maupun 
tidak 
Difusi termasuk proses 
transportasi pasif karena 
tidak memerlukan energi 
Merupakan pergerakan atau 
perpindahan partikel atau 
molekul suatu zat (padat, 
cair, atau gas) dari tempat 
yang berkonsentrasi tinggi 
ke tempat yang 
berkonsentrasi rendah, baik 
melewati membran maupun 
tidak 
Difusi termasuk proses 
transportasi pasif karena 
tidak memerlukan energi
Perbandingan antara difusi pasif dan difusi fasilitatif 
Syarat terjadinya difusi: 
a. partikel atau molekulnya 
merupakan partikel 
merupakan partikel atau 
molekul sederhana 
b. berukuran kecil 
c. dapat larut dalam air 
ataupun lemak 
Difusi fasilitatif adalah proses 
difusi yang dibantu oleh protein 
membran khusus 
Contoh difusi fasilitatif: transpor 
glukosa ke dalam sel-sel darah 
merah 
Syarat terjadinya difusi: 
a. partikel atau molekulnya 
merupakan partikel 
merupakan partikel atau 
molekul sederhana 
b. berukuran kecil 
c. dapat larut dalam air 
ataupun lemak 
Difusi fasilitatif adalah proses 
difusi yang dibantu oleh protein 
membran khusus 
Contoh difusi fasilitatif: transpor 
glukosa ke dalam sel-sel darah 
merah
Merupakan 
proses 
perpindahan 
molekul-molekul 
zat pelarut dari 
tempat 
berkonsentrasi 
rendah ke 
tempat 
berkonsentrasi 
tinggi melalui 
membran 
semipermeabel 
Merupakan 
proses 
perpindahan 
molekul-molekul 
zat pelarut dari 
tempat 
berkonsentrasi 
rendah ke 
tempat 
berkonsentrasi 
tinggi melalui 
membran 
semipermeabel 
Larutan isotonis 
Larutan hipertonis 
Pengaruh konsentrasi medium terhadap Larutan hipotonis 
sel darah merah
 Merupakan perpindahan molekul-molekul zat melalui membran 
 Merupakan perpindahan molekul-molekul zat melalui membran 
dengan menggunakan energi berupa ATP 
dengan menggunakan energi berupa ATP 
 Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan 
 Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan 
konsentrasi 
konsentrasi 
 Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan 
 Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan 
molekul pembawa berupa protein membran 
molekul pembawa berupa protein membran
Kelebihan transpor aktif: 
1. dapat mengangkut molekul-molekul 
zat yang 
berukuran besar 
2. dapat mengangkut molekul-molekul 
zat melawan 
perbedaan konsentrasi (dari 
konsentrasi rendah ke 
konsentrasi tinggi) dan 
perbedaan muatan (untuk 
pengangkutan ion) 
3. zat yang diangkut dapat 
ditimbun di dalam sel 
Pengangkutan ion Na+ ke luar sel-sel epitel usus 
halus sebagai contoh transpor aktif
Molekul-molekul besar, seperti 
protein dan polisakarida, 
melintasi membran dengan cara 
endositosis dan eksositosis 
Endositosis adalah pemasukan 
zat atau molekul dari luar sel ke 
dalam sel melalui 
pembungkusan oleh membran 
Endositosis terdiri atas 
fagositosis (penelanan partikel 
padat) dan pinositosis 
(penelanan cairan) 
Eksositosis adalah kebalikan 
dari endositosis, merupakan 
pengeluaran partikel

Buku xi bab 1

  • 1.
  • 2.
    Sel memiliki KomponenKimiawi Bentuk dan Ukuran Struktur Anatomi Air Lemak Protein Karbohidrat Garam-Garam Mineral Vitamin Mikroskop Cahaya Mikroskop Elektron Membran Sel terdiri atas Nukleus Sitoplasma Dinding Sel (Tumbuhan) Transportasi Zat Organela dengan cara Pasif Aktif Eksositosis Endositosis Difusi Osmosis Fagositosis Pinositosis tersusun atas berperan dalam berisi dapat diamati dengan terdiri atas terdiri atas
  • 3.
    SSSSeeeellll AAAA.... KKKKoooommmmppppoooonnnneeeennnnKKKKiiimimmmiiiaiaaa SSSSeeeellll BBBB.... BBBBeeeennnnttttuuuukkkk ddddaaaannnn UUUUkkkkuuuurrrraaaannnn SSSSeeeellll CCCC.... AAAAnnnnaaaattttoooommmmiii i UUUUmmmmuuuummmm SSSSeeeellll DDDD.... TTTTrrrraaaannnnssssppppoooorrrrttttaaaassssiii i ZZZZaaaatttt MMMMeeeellliliininnnttttaaaassssiii i MMMMeeeemmmmbbbbrrrraaaannnn
  • 4.
    A. Komponen KimiaSel 11. .A Airir Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel 22. .P Prrootteeinin 33. .L Leemmaakk Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik Berperan dalam banyak reaksi kimia penting Sebagai penyerap panas Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik Berperan dalam banyak reaksi kimia penting Sebagai penyerap panas Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein fungsional Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom Protein fungsional meliputi enzim-enzim Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein fungsional Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom Protein fungsional meliputi enzim-enzim Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur membran di dalam sel Merupakan sumber energi bagi sel Tersusun atas unsur C, H, dan O Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol (triasil gliserol) Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur membran di dalam sel Merupakan sumber energi bagi sel Tersusun atas unsur C, H, dan O Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol (triasil gliserol)
  • 5.
    44. .K Kaarrbboohhididrraatt 55. .G Gaarraamm Jumlah dalam sel hanya satu persen Tersusun atas unsur C, H, dan O Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel hewan Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam plastida sel-sel tumbuhan Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan Terdapat dalam bentuk ion-ion Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan mengatur tekanan osmosis sel Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel Jumlah dalam sel hanya satu persen Tersusun atas unsur C, H, dan O Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel hewan Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam plastida sel-sel tumbuhan Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan Terdapat dalam bentuk ion-ion Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan mengatur tekanan osmosis sel Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel 66. .V Vititaamminin Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk siap pakai Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk siap pakai
  • 6.
    B. Bentuk danUkuran Sel Satuan ukuran untuk sel adalah mikrometer (μm) atau mikron Diameter sel adalah sekitar 5–500 μm Sel prokariota berdiameter 1–10 μm Sel eukariota berdiameter 10–100 μm Sel hewan terbesar adalah sel telur burung unta yang berdiameter 15 cm Sel tumbuhan yang dapat dilihat tanpa mikroskop adalah serat kapas dan serat kapuk randu
  • 7.
    Untuk melihat seldigunakan mikroskop Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan objek Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000– 2.000 kali dari ukuran aslinya Untuk melihat sel digunakan mikroskop Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan objek Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000– 2.000 kali dari ukuran aslinya Mikroskop cahaya
  • 8.
    Mikroskop elektron menggunakanpancaran/penyinaran elektron (seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa elektromagnetik Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi, yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel-sel Mikroskop elektron menggunakan pancaran/penyinaran elektron (seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa elektromagnetik Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi, yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel-sel hidup hidup Mikroskop elektron Insulator Penembak elektron Pancaran elektron Lensa objektif Hampa udara Lensa projektor Layar fluoresen Ruang kamera Lensa kondensor Posisi spesimen Mata
  • 9.
    Membran sel =membran plasma = plasmalemma (plasma = cairan; lemma = selaput) Semua sel memiliki membran sel Tersusun atas lemak dan protein Sifat: selektif permeabel Fungsi: mengatur keluar masuknya zat-zat dari dan ke dalam sel Glikoprotein Glikolipid Dua lapisan lipid Molekul protein integral Kolesterol Molekul protein periferal Penampang melintang membran sel 1. Membran Sel
  • 10.
    Model mosaik cairan(fluid mosaic model) struktur membran sel yang diajukan oleh Singer dan Nicolson Luar Dalam Glikoprotein Glikolipid Kolesterol Molekul lipid Protein integral Protein periferal Protein membran Pori
  • 11.
    2. Inti Sel(Nukleus) Berfungsi mengatur/mengendalikan semua proses atau aktivitas yang terjadi di dalam sel Bentuk bervariasi, antara lain bulat, oval, lonjong, atau gepeng, berkaitan dengan aktivitas sel Sebagian besar sel hanya memiliki satu nukleus Sel-sel darah merah Mammalia tidak memiliki inti Paramecium dan sebagian besar jamur Basidiomycota memiliki dua nukleus Sel-sel tulang dan sel-sel otot (otot lurik dan otot jantung) memiliki banyak nukleus Komponen nukleus: membran nukleus, plasma inti, dan anak inti
  • 12.
    Nukleus Mikrograf elektron membran nukleus Nukleolus Mikrograf elektron nukleus Pori inti Ribosom Retikulum endoplasma kasar Nukleolus Pori inti Retikulum endoplasma kasar
  • 13.
    a. Membran Nukleus Membran nukleus = selaput inti = karioteka Terdiri atas dua lapisan yang dipisahkan oleh ruang (sisterna) perinukleus Tiga kali lebih tebal dibandingkan membran sel Memiliki banyak pori b. Cairan Inti (Nukleoplasma) Merupakan cairan yang terdapat di dalam nukleus Berisi enzim, protein, nukleotida, ion, dan kromatin c. Anak Inti (Nukleolus) Ukurannya bervariasi pada tiap sel Tempat terjadinya sintesis berbagai macam molekul RNA untuk sintesis dan pembentukan ribosom
  • 14.
    3. Sitoplasma Sitoplasma= plasma sel Berupa cairan bersifat koloid, jernih, dan homogen yang dikelilingi oleh membran plasma Tersusun atas 85-95% air Dibagi menjadi dua zona, yaitu endoplasma dan ektoplasma Endoplasma berisi organela sel dan badan inklusio, terletak di sekeliling sentrosom Ektoplasma berbentuk jeli, terletak di bawah membran plasma
  • 15.
    a. Mitokondria Berfungsisebagai tempat respirasi sel untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP Berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk reaksi respirasi Memiliki ribosom untuk membentuk protein mitokondria Memiliki DNA sendiri
  • 16.
    b. Retikulum Endoplasma(RE) Berupa organel sel berbentuk anyaman membran seperti jala (Latin, rete = jala) Berbentuk kantong pipih (sisterna), pipa (tubulus), gelembung (vesikula), atau lembaran Ada dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE granuler), dan RE halus (RE agranuler) RE kasar memiliki ribosom-ribosom sehingga tampak kasar RE kasar berperan dalam sintesis protein RE halus (agranuler) tidak memiliki ribosom sehingga tampak halus RE halus berperan dalam sintesis dan transportasi glikogen, lemak (kolesterol), dan steroid RE pada sel otot dinamakan retikulum sarkoplasma
  • 17.
    Merupakan organel terkecil(berdiameter 20 nm) Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada subunit lainnya Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks sitoplasma Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis protein untuk disekresikan ke luar sel Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel Merupakan organel terkecil (berdiameter 20 nm) Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada subunit lainnya Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks sitoplasma Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis protein untuk disekresikan ke luar sel Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel c. Ribosom
  • 18.
    Ditemukan pada tahun1898 oleh seorang ahli histologi Italia bernama Camillo Golgi Terdiri atas setumpuk kantong pipih yang dibatasi oleh membran Fungsi badan Golgi: untuk menyimpan hasil sekresi sel serta menyimpan protein dan lemak yang disintesis di dalam RE Ditemukan pada tahun 1898 oleh seorang ahli histologi Italia bernama Camillo Golgi Terdiri atas setumpuk kantong pipih yang dibatasi oleh membran Fungsi badan Golgi: untuk menyimpan hasil sekresi sel serta menyimpan protein dan lemak yang disintesis di dalam RE Camillo Golgi
  • 19.
    Merupakan organel kecil berdiameter 0,25–0,75 mm yang dibungkus membran dan berisi enzim-enzim hidrolisis Ukurannya lebih besar daripada ribosom, tetapi lebih kecil daripada mitokondria Berasal dari RE atau badan Golgi Contoh enzim hidrolisis lisosom, antara lain fosfatase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, protease, dan sulfatase Terdapat pada hampir semua sel hewan, kecuali sel-sel darah merah Mammalia Lisosom tidak dijumpai pada sel-sel tumbuhan
  • 20.
    Badan mikro miripdengan lisosom, yaitu sama-sama dikelilingi oleh membran tunggal dan sama-sama berisi enzim-enzim Badan mikro berukuran lebih kecil daripada lisosom dan di dalam sel jumlahnya lebih banyak Ada dua macam badan mikro, yaitu peroksisom dan glioksisom Peroksisom mengandung enzim oksidase, yaitu katalase yang mengatalisis proses perombakan hidrogen peroksida menjadi air (H2O) dan oksigen(O2) Hidrogen peroksida (H2O2) adalah produk sampingan reaksi-reaksimetabolisme tertentu
  • 21.
     Merupakan organel bermembran tunggal yang berisi cairan  Terbentuk dari pelipatan dan penonjolan membran sel atau perbesaran vesikula yang terputus dari badan Golgi  Pada sel tumbuhan berisi getah sel  Pada sel hewan berisi bahan-bahan makanan padat atau cair yang tertelan  Vakuola pada sel hewan berukuran sangat kecil dan tidak permanen, disebut vesikula
  • 22.
     Hanya ditemukanpada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista  Ada beberapa macam plastida: a. kloroplas (pigmen klorofil ® hijau) b. kromoplas (pigmen karotenoid ® jingga) c. phaeoplas (pigmen fukosantin ® cokelat) d. rodoplas (pigmen fikoeritrin ® merah) e. leukoplas (tanpa pigmen ® tidak berwarna)  Hanya ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista  Ada beberapa macam plastida: a. kloroplas (pigmen klorofil ® hijau) b. kromoplas (pigmen karotenoid ® jingga) c. phaeoplas (pigmen fukosantin ® cokelat) d. rodoplas (pigmen fikoeritrin ® merah) e. leukoplas (tanpa pigmen ® tidak berwarna) Stroma Granum Membran tilakoid Lamela stroma Membran luar Membran dalam Membran tilakoid Ruang tilakoid Struktur kloroplas
  • 23.
     Dijumpai hanyapada sel-sel hewan  Fungsi: sebagai kutub-kutub pembelahan saat pembelahan sel  Terdiri atas dua sentriol, yang terdapat di samping kiri dan kanan nukleus  Setiap sentriol tersusun atas 9 ´ 3 mikrotubulus (serabut silindris berongga) Sentros om
  • 24.
    Dinding sel adalahstruktur terluar sel dan bukan merupakan organel Hanya dijumpai pada sel-sel tumbuhan Berfungsi melindungi dan menyokong atau memberi bentuk sel Bahan penyusun dinding sel disekresi oleh diktiosom dan membran sel Sebagian besar penyusun dinding sel adalah selulosa Selain selulosa, hemiselulosa dan senyawa pektin juga ikut menyusun dinding sel Ada tiga bagian pada dinding sel, yaitu lamela tengah, dinding sel primer, dan dinding sel sekunder Di dalam dinding sel terdapat plasmodesma, yaitu ”jembatan” penghubung antarsel
  • 25.
    Perbedaan Struktur antaraSel Hewan dan Sel Tumbuhan
  • 26.
    11.. DDififuussii Contohperistiwa difusi Merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat, cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran maupun tidak Difusi termasuk proses transportasi pasif karena tidak memerlukan energi Merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat, cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran maupun tidak Difusi termasuk proses transportasi pasif karena tidak memerlukan energi
  • 27.
    Perbandingan antara difusipasif dan difusi fasilitatif Syarat terjadinya difusi: a. partikel atau molekulnya merupakan partikel merupakan partikel atau molekul sederhana b. berukuran kecil c. dapat larut dalam air ataupun lemak Difusi fasilitatif adalah proses difusi yang dibantu oleh protein membran khusus Contoh difusi fasilitatif: transpor glukosa ke dalam sel-sel darah merah Syarat terjadinya difusi: a. partikel atau molekulnya merupakan partikel merupakan partikel atau molekul sederhana b. berukuran kecil c. dapat larut dalam air ataupun lemak Difusi fasilitatif adalah proses difusi yang dibantu oleh protein membran khusus Contoh difusi fasilitatif: transpor glukosa ke dalam sel-sel darah merah
  • 28.
    Merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut dari tempat berkonsentrasi rendah ke tempat berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel Merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut dari tempat berkonsentrasi rendah ke tempat berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel Larutan isotonis Larutan hipertonis Pengaruh konsentrasi medium terhadap Larutan hipotonis sel darah merah
  • 29.
     Merupakan perpindahanmolekul-molekul zat melalui membran  Merupakan perpindahan molekul-molekul zat melalui membran dengan menggunakan energi berupa ATP dengan menggunakan energi berupa ATP  Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan  Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan konsentrasi konsentrasi  Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan  Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan molekul pembawa berupa protein membran molekul pembawa berupa protein membran
  • 30.
    Kelebihan transpor aktif: 1. dapat mengangkut molekul-molekul zat yang berukuran besar 2. dapat mengangkut molekul-molekul zat melawan perbedaan konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi) dan perbedaan muatan (untuk pengangkutan ion) 3. zat yang diangkut dapat ditimbun di dalam sel Pengangkutan ion Na+ ke luar sel-sel epitel usus halus sebagai contoh transpor aktif
  • 31.
    Molekul-molekul besar, seperti protein dan polisakarida, melintasi membran dengan cara endositosis dan eksositosis Endositosis adalah pemasukan zat atau molekul dari luar sel ke dalam sel melalui pembungkusan oleh membran Endositosis terdiri atas fagositosis (penelanan partikel padat) dan pinositosis (penelanan cairan) Eksositosis adalah kebalikan dari endositosis, merupakan pengeluaran partikel