Bab 1Bab 1
Sumber: www.pereplet.ru/nauka/images/Apoptosis.jpg; 10 Desember 2007
Sel
Komponen Kimiawi Bentuk dan Ukuran Struktur Anatomi
Air
Garam-Garam
Mineral
Vitamin
Protein
Lemak
Karbohidrat
Mikroskop
Cahaya
Mikroskop
Elektron
Membran
Sel
Nukleus Sitoplasma Dinding Sel
(Tumbuhan)
Transportasi Zat Organela
Pasif Aktif Eksositosis Endositosis
Difusi Osmosis Fagositosis Pinositosis
memiliki
tersusun atas
berperan dalam berisi
dapat diamati dengan
terdiri atas terdiri atas
terdiri atas
dengan cara
SelSelSelSel
A. Komponen Kimia SelA. Komponen Kimia SelA. Komponen Kimia SelA. Komponen Kimia Sel
B. Bentuk dan Ukuran SelB. Bentuk dan Ukuran SelB. Bentuk dan Ukuran SelB. Bentuk dan Ukuran Sel
C. Anatomi Umum SelC. Anatomi Umum SelC. Anatomi Umum SelC. Anatomi Umum Sel
D. Transportasi Zat Melintasi MembranD. Transportasi Zat Melintasi MembranD. Transportasi Zat Melintasi MembranD. Transportasi Zat Melintasi Membran
2. Protein2. Protein
3. Lemak3. Lemak
A. Komponen Kimia Sel
1. Air1. Air Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel
Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik
Berperan dalam banyak reaksi kimia penting
Sebagai penyerap panas
Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel
Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik
Berperan dalam banyak reaksi kimia penting
Sebagai penyerap panas
Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air
Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S
Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan
menjadi protein struktural dan protein fungsional
Protein struktural adalah protein penyusun organel sel,
misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom
Protein fungsional meliputi enzim-enzim
Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air
Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S
Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan
menjadi protein struktural dan protein fungsional
Protein struktural adalah protein penyusun organel sel,
misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom
Protein fungsional meliputi enzim-enzim
Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur
membran di dalam sel
Merupakan sumber energi bagi sel
Tersusun atas unsur C, H, dan O
Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak
dan satu molekul gliserol (triasil gliserol)
Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur
membran di dalam sel
Merupakan sumber energi bagi sel
Tersusun atas unsur C, H, dan O
Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak
dan satu molekul gliserol (triasil gliserol)
4. Karbohidrat4. Karbohidrat
5. Garam5. Garam
Jumlah dalam sel hanya satu persen
Tersusun atas unsur C, H, dan O
Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel
Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin
karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa
Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk
polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa
Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel
hewan
Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam
plastida sel-sel tumbuhan
Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan
Jumlah dalam sel hanya satu persen
Tersusun atas unsur C, H, dan O
Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel
Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin
karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa
Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk
polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa
Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel
hewan
Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam
plastida sel-sel tumbuhan
Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan
Terdapat dalam bentuk ion-ion
Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH
dan mengatur tekanan osmosis sel
Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi
Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan
kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel
Terdapat dalam bentuk ion-ion
Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH
dan mengatur tekanan osmosis sel
Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi
Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan
kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel
6. Vitamin6. Vitamin Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel
Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri,
sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk
siap pakai
Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel
Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri,
sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk
siap pakai
Satuan ukuran untuk sel adalah mikrometer (µm) atau
mikron
Diameter sel adalah sekitar 5–500 µm
Sel prokariota berdiameter 1–10 µm
Sel eukariota berdiameter 10–100 µm
Sel hewan terbesar adalah sel telur burung unta yang
berdiameter 15 cm
Sel tumbuhan yang dapat dilihat tanpa mikroskop
adalah serat kapas dan serat kapuk randu
B. Bentuk dan Ukuran Sel
Untuk melihat sel digunakan mikroskop
Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop
elektron
Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan
objek
Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000–
2.000 kali dari ukuran aslinya
Untuk melihat sel digunakan mikroskop
Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop
elektron
Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan
objek
Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000–
2.000 kali dari ukuran aslinya
Mikroskop cahaya
Mikroskop elektron menggunakan pancaran/penyinaran elektron
(seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa
elektromagnetik
Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi,
yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali
Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel-
sel hidup
Mikroskop elektron menggunakan pancaran/penyinaran elektron
(seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa
elektromagnetik
Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi,
yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali
Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel-
sel hidup
Mikroskop elektron
Insulator
Penembak elektron
Pancaran elektron
Lensa objektif
Hampa udara
Lensa projektor
Layar fluoresen
Ruang kamera
Lensa kondensor
Posisi spesimen
Mata
Membran sel = membran plasma =
plasmalemma (plasma = cairan;
lemma = selaput)
Semua sel memiliki membran sel
Tersusun atas lemak dan protein
Sifat: selektif permeabel
Fungsi: mengatur keluar masuknya
zat-zat dari dan ke dalam sel
Penampang melintang membran sel
Glikoprotein
Glikolipid
Dua lapisan lipid
Molekul protein integral
Kolesterol
Molekul protein periferal
1. Membran Sel
Model mosaik cairan (fluid mosaic model) struktur
membran sel yang diajukan oleh Singer dan Nicolson
Luar
Dalam
Glikoprotein
Glikolipid
Kolesterol Molekul lipid
Protein integral Protein periferal
Protein membran
Pori
Berfungsi mengatur/mengendalikan semua proses atau aktivitas yang terjadi
di dalam sel
Bentuk bervariasi, antara lain bulat, oval, lonjong, atau gepeng, berkaitan
dengan aktivitas sel
Sebagian besar sel hanya memiliki satu nukleus
Sel-sel darah merah Mammalia tidak memiliki inti
Paramecium dan sebagian besar jamur Basidiomycota memiliki dua nukleus
Sel-sel tulang dan sel-sel otot (otot lurik dan otot jantung) memiliki banyak
nukleus
Komponen nukleus: membran nukleus, plasma inti, dan anak inti
2. Inti Sel (Nukleus)
Nukleus
Mikrograf elektron
membran nukleus
Nukleolus
Mikrograf elektron nukleus
Pori inti
Ribosom
Retikulum
endoplasma kasar
Nukleolus
Pori inti
Retikulum
endoplasma kasar
b. Cairan Inti (Nukleoplasma)
Merupakan cairan yang
terdapat di dalam nukleus
Berisi enzim, protein,
nukleotida, ion, dan kromatin
c. Anak Inti (Nukleolus)
Ukurannya bervariasi pada tiap sel
Tempat terjadinya sintesis berbagai
macam molekul RNA untuk sintesis
dan pembentukan ribosom
a. Membran Nukleus
Membran nukleus = selaput inti =
karioteka
Terdiri atas dua lapisan yang
dipisahkan oleh ruang (sisterna)
perinukleus
Tiga kali lebih tebal dibandingkan
membran sel
Memiliki banyak pori
Sitoplasma = plasma sel
Berupa cairan bersifat koloid,
jernih, dan homogen yang
dikelilingi oleh membran
plasma
Tersusun atas 85-95% air
Dibagi menjadi dua zona,
yaitu endoplasma dan
ektoplasma
Endoplasma berisi organela
sel dan badan inklusio,
terletak di sekeliling
sentrosom
Ektoplasma berbentuk jeli,
terletak di bawah membran
plasma
3. Sitoplasma
Berfungsi sebagai tempat respirasi sel untuk
menghasilkan energi dalam bentuk ATP
Berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk reaksi
respirasi
Memiliki ribosom untuk membentuk protein
mitokondria
Memiliki DNA sendiri
a. Mitokondria
Berupa organel sel berbentuk anyaman
membran seperti jala (Latin, rete = jala)
Berbentuk kantong pipih (sisterna),
pipa (tubulus), gelembung (vesikula),
atau lembaran
Ada dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE
granuler), dan RE halus (RE agranuler)
RE kasar memiliki ribosom-ribosom
sehingga tampak kasar
RE kasar berperan dalam sintesis
protein
RE halus (agranuler) tidak memiliki
ribosom
sehingga tampak halus
RE halus berperan dalam sintesis dan
transportasi glikogen, lemak
(kolesterol), dan steroid
RE pada sel otot dinamakan retikulum
sarkoplasma
b. Retikulum Endoplasma (RE)
Merupakan organel terkecil (berdiameter 20 nm)
Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada
subunit lainnya
Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran
RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks
sitoplasma
Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis
protein untuk disekresikan ke luar sel
Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural
dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel
Merupakan organel terkecil (berdiameter 20 nm)
Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada
subunit lainnya
Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran
RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks
sitoplasma
Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis
protein untuk disekresikan ke luar sel
Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural
dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel
c. Ribosom
Ditemukan pada tahun 1898 oleh
seorang ahli histologi Italia bernama
Camillo Golgi
Terdiri atas setumpuk kantong pipih
yang dibatasi oleh membran
Fungsi badan Golgi: untuk
menyimpan hasil sekresi sel serta
menyimpan protein dan lemak yang
disintesis di dalam RE
Ditemukan pada tahun 1898 oleh
seorang ahli histologi Italia bernama
Camillo Golgi
Terdiri atas setumpuk kantong pipih
yang dibatasi oleh membran
Fungsi badan Golgi: untuk
menyimpan hasil sekresi sel serta
menyimpan protein dan lemak yang
disintesis di dalam RE
Camillo Golgi
Merupakan organel kecil
berdiameter 0,25–0,75 mm yang
dibungkus membran dan berisi
enzim-enzim hidrolisis
Ukurannya lebih besar daripada
ribosom, tetapi lebih kecil daripada
mitokondria
Berasal dari RE atau badan Golgi
Contoh enzim hidrolisis lisosom,
antara lain fosfatase, ribonuklease,
deoksiribonuklease, lipase,
protease, dan sulfatase
Terdapat pada hampir semua sel
hewan, kecuali sel-sel darah merah
Mammalia
Lisosom tidak dijumpai pada sel-sel
tumbuhan
Badan mikro mirip dengan lisosom, yaitu sama-sama
dikelilingi oleh membran tunggal dan sama-sama berisi
enzim-enzim
Badan mikro berukuran lebih kecil daripada lisosom
dan di dalam sel jumlahnya lebih banyak
Ada dua macam badan mikro, yaitu peroksisom dan
glioksisom
Peroksisom mengandung enzim oksidase, yaitu
katalase yang mengatalisis proses perombakan
hidrogen peroksida menjadi air (H2O) dan oksigen(O2)
Hidrogen peroksida (H2O2) adalah produk sampingan
reaksi-reaksimetabolisme tertentu
 Merupakan organel
bermembran tunggal yang
berisi cairan
 Terbentuk dari pelipatan dan
penonjolan membran sel atau
perbesaran vesikula yang
terputus dari badan Golgi
 Pada sel tumbuhan berisi
getah sel
 Pada sel hewan berisi bahan-
bahan makanan padat atau
cair yang tertelan
 Vakuola pada sel hewan
berukuran sangat kecil dan
tidak permanen, disebut
vesikula
 Hanya ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista
 Ada beberapa macam plastida:
a. kloroplas (pigmen klorofil → hijau)
b. kromoplas (pigmen karotenoid → jingga)
c. phaeoplas (pigmen fukosantin → cokelat)
d. rodoplas (pigmen fikoeritrin → merah)
e. leukoplas (tanpa pigmen → tidak berwarna)
 Hanya ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista
 Ada beberapa macam plastida:
a. kloroplas (pigmen klorofil → hijau)
b. kromoplas (pigmen karotenoid → jingga)
c. phaeoplas (pigmen fukosantin → cokelat)
d. rodoplas (pigmen fikoeritrin → merah)
e. leukoplas (tanpa pigmen → tidak berwarna)
Stroma
Granum
Membran tilakoid
Lamela stroma
Membran
dalam
Membran
luar
Ruang
tilakoid
Membran
tilakoid
Struktur kloroplas
 Dijumpai hanya pada sel-sel
hewan
 Fungsi: sebagai kutub-kutub
pembelahan saat pembelahan sel
 Terdiri atas dua sentriol, yang
terdapat di samping kiri dan
kanan nukleus
 Setiap sentriol tersusun atas 9 × 3
mikrotubulus (serabut silindris
berongga)
Sentros
om
Dinding sel adalah struktur terluar sel dan bukan
merupakan organel
Hanya dijumpai pada sel-sel tumbuhan
Berfungsi melindungi dan menyokong atau
memberi bentuk sel
Bahan penyusun dinding sel disekresi oleh
diktiosom dan membran sel
Sebagian besar penyusun dinding sel adalah
selulosa
Selain selulosa, hemiselulosa dan senyawa
pektin juga ikut menyusun dinding sel
Ada tiga bagian pada dinding sel, yaitu lamela
tengah, dinding sel primer, dan dinding sel
sekunder
Di dalam dinding sel terdapat plasmodesma,
yaitu ”jembatan” penghubung antarsel
Perbedaan Struktur antara Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
1. Difusi1. Difusi
Contoh peristiwa difusi
Merupakan pergerakan atau
perpindahan partikel atau
molekul suatu zat (padat,
cair, atau gas) dari tempat
yang berkonsentrasi tinggi
ke tempat yang
berkonsentrasi rendah, baik
melewati membran maupun
tidak
Difusi termasuk proses
transportasi pasif karena
tidak memerlukan energi
Merupakan pergerakan atau
perpindahan partikel atau
molekul suatu zat (padat,
cair, atau gas) dari tempat
yang berkonsentrasi tinggi
ke tempat yang
berkonsentrasi rendah, baik
melewati membran maupun
tidak
Difusi termasuk proses
transportasi pasif karena
tidak memerlukan energi
Perbandingan antara difusi pasif dan difusi fasilitatif
Syarat terjadinya difusi:
a. partikel atau molekulnya
merupakan partikel
merupakan partikel atau
molekul sederhana
b. berukuran kecil
c. dapat larut dalam air
ataupun lemak
Difusi fasilitatif adalah proses
difusi yang dibantu oleh protein
membran khusus
Contoh difusi fasilitatif: transpor
glukosa ke dalam sel-sel darah
merah
Syarat terjadinya difusi:
a. partikel atau molekulnya
merupakan partikel
merupakan partikel atau
molekul sederhana
b. berukuran kecil
c. dapat larut dalam air
ataupun lemak
Difusi fasilitatif adalah proses
difusi yang dibantu oleh protein
membran khusus
Contoh difusi fasilitatif: transpor
glukosa ke dalam sel-sel darah
merah
Merupakan
proses
perpindahan
molekul-molekul
zat pelarut dari
tempat
berkonsentrasi
rendah ke
tempat
berkonsentrasi
tinggi melalui
membran
semipermeabel
Merupakan
proses
perpindahan
molekul-molekul
zat pelarut dari
tempat
berkonsentrasi
rendah ke
tempat
berkonsentrasi
tinggi melalui
membran
semipermeabel
Larutan isotonis
Larutan hipertonis
Larutan hipotonisPengaruh konsentrasi medium terhadap
sel darah merah
 Merupakan perpindahan molekul-molekul zat melalui membran
dengan menggunakan energi berupa ATP
 Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan
konsentrasi
 Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan
molekul pembawa berupa protein membran
 Merupakan perpindahan molekul-molekul zat melalui membran
dengan menggunakan energi berupa ATP
 Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan
konsentrasi
 Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan
molekul pembawa berupa protein membran
Kelebihan transpor aktif:
1. dapat mengangkut molekul-
molekul zat yang
berukuran besar
2. dapat mengangkut molekul-
molekul zat melawan
perbedaan konsentrasi (dari
konsentrasi rendah ke
konsentrasi tinggi) dan
perbedaan muatan (untuk
pengangkutan ion)
3. zat yang diangkut dapat
ditimbun di dalam sel
Pengangkutan ion Na+
ke luar sel-sel epitel usus
halus sebagai contoh transpor aktif
Molekul-molekul besar, seperti
protein dan polisakarida,
melintasi membran dengan cara
endositosis dan eksositosis
Endositosis adalah pemasukan
zat atau molekul dari luar sel ke
dalam sel melalui
pembungkusan oleh membran
Endositosis terdiri atas
fagositosis (penelanan partikel
padat) dan pinositosis
(penelanan cairan)
Eksositosis adalah kebalikan
dari endositosis, merupakan
pengeluaran partikel

Biologi Sel

  • 1.
    Bab 1Bab 1 Sumber:www.pereplet.ru/nauka/images/Apoptosis.jpg; 10 Desember 2007
  • 2.
    Sel Komponen Kimiawi Bentukdan Ukuran Struktur Anatomi Air Garam-Garam Mineral Vitamin Protein Lemak Karbohidrat Mikroskop Cahaya Mikroskop Elektron Membran Sel Nukleus Sitoplasma Dinding Sel (Tumbuhan) Transportasi Zat Organela Pasif Aktif Eksositosis Endositosis Difusi Osmosis Fagositosis Pinositosis memiliki tersusun atas berperan dalam berisi dapat diamati dengan terdiri atas terdiri atas terdiri atas dengan cara
  • 3.
    SelSelSelSel A. Komponen KimiaSelA. Komponen Kimia SelA. Komponen Kimia SelA. Komponen Kimia Sel B. Bentuk dan Ukuran SelB. Bentuk dan Ukuran SelB. Bentuk dan Ukuran SelB. Bentuk dan Ukuran Sel C. Anatomi Umum SelC. Anatomi Umum SelC. Anatomi Umum SelC. Anatomi Umum Sel D. Transportasi Zat Melintasi MembranD. Transportasi Zat Melintasi MembranD. Transportasi Zat Melintasi MembranD. Transportasi Zat Melintasi Membran
  • 4.
    2. Protein2. Protein 3.Lemak3. Lemak A. Komponen Kimia Sel 1. Air1. Air Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik Berperan dalam banyak reaksi kimia penting Sebagai penyerap panas Merupakan bagian terbesar penyusun protoplasma sel Pelarut terbaik untuk bahan-bahan anorganik Berperan dalam banyak reaksi kimia penting Sebagai penyerap panas Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein fungsional Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom Protein fungsional meliputi enzim-enzim Penyusun protoplasma terbesar kedua setelah air Tersusun atas unsur C, H, O, N, dan S Protein yang terdapat di dalam sel dapat dikelompokkan menjadi protein struktural dan protein fungsional Protein struktural adalah protein penyusun organel sel, misalnya membran sel, mitokondria, ribosom, dan kromosom Protein fungsional meliputi enzim-enzim Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur membran di dalam sel Merupakan sumber energi bagi sel Tersusun atas unsur C, H, dan O Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol (triasil gliserol) Berperan dalam pembentukan membran sel dan struktur membran di dalam sel Merupakan sumber energi bagi sel Tersusun atas unsur C, H, dan O Satu molekul lemak tersusun atas tiga molekul asam lemak dan satu molekul gliserol (triasil gliserol)
  • 5.
    4. Karbohidrat4. Karbohidrat 5.Garam5. Garam Jumlah dalam sel hanya satu persen Tersusun atas unsur C, H, dan O Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel hewan Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam plastida sel-sel tumbuhan Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan Jumlah dalam sel hanya satu persen Tersusun atas unsur C, H, dan O Sebagai sumber energi untuk metabolisme sel Terdapat dalam bentuk gula sederhana (memiliki satu cincin karbon = monosakarida), contohnya glukosa dan fruktosa Gabungan beberapa molekul gula sederhana akan membentuk polisakarida, contohnya glikogen, amilum, dan selulosa Glikogen merupakan bahan cadangan makanan pada sel hewan Amilum adalah bahan cadangan makanan penting dalam plastida sel-sel tumbuhan Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan Terdapat dalam bentuk ion-ion Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan mengatur tekanan osmosis sel Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel Terdapat dalam bentuk ion-ion Ion-ion garam berfungsi membantu pemeliharaan stabilitas pH dan mengatur tekanan osmosis sel Ion fosfat berperan dalam reaksi transfer energi Ion kalsium, kalium, dan natrium berperan dalam perubahan kimia yang berhubungan dengan aktivitas elektris sel 6. Vitamin6. Vitamin Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk siap pakai Berperan dalam reaksi-reaksi kimia dalam sel Tumbuhan dapat membuat vitamin-vitaminnya sendiri, sedangkan hewan memperoleh vitamin-vitamin dalam bentuk siap pakai
  • 6.
    Satuan ukuran untuksel adalah mikrometer (µm) atau mikron Diameter sel adalah sekitar 5–500 µm Sel prokariota berdiameter 1–10 µm Sel eukariota berdiameter 10–100 µm Sel hewan terbesar adalah sel telur burung unta yang berdiameter 15 cm Sel tumbuhan yang dapat dilihat tanpa mikroskop adalah serat kapas dan serat kapuk randu B. Bentuk dan Ukuran Sel
  • 7.
    Untuk melihat seldigunakan mikroskop Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan objek Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000– 2.000 kali dari ukuran aslinya Untuk melihat sel digunakan mikroskop Mikroskop dibedakan menjadi mikroskop cahaya dan mikroskop elektron Mikroskop cahaya menggunakan cahaya untuk memantulkan bayangan objek Mikroskop cahaya mampu memperbesar bayangan objek hingga 1.000– 2.000 kali dari ukuran aslinya Mikroskop cahaya
  • 8.
    Mikroskop elektron menggunakanpancaran/penyinaran elektron (seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa elektromagnetik Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi, yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel- sel hidup Mikroskop elektron menggunakan pancaran/penyinaran elektron (seperti pada pesawat televisi) yang diatur oleh lensa elektromagnetik Mikroskop elektron memiliki kemampuan perbesaran yang tinggi, yaitu 300.000 hingga 1.000.000 kali Mikroskop elektron tidak dapat digunakan untuk pemeriksaan sel- sel hidup Mikroskop elektron Insulator Penembak elektron Pancaran elektron Lensa objektif Hampa udara Lensa projektor Layar fluoresen Ruang kamera Lensa kondensor Posisi spesimen Mata
  • 9.
    Membran sel =membran plasma = plasmalemma (plasma = cairan; lemma = selaput) Semua sel memiliki membran sel Tersusun atas lemak dan protein Sifat: selektif permeabel Fungsi: mengatur keluar masuknya zat-zat dari dan ke dalam sel Penampang melintang membran sel Glikoprotein Glikolipid Dua lapisan lipid Molekul protein integral Kolesterol Molekul protein periferal 1. Membran Sel
  • 10.
    Model mosaik cairan(fluid mosaic model) struktur membran sel yang diajukan oleh Singer dan Nicolson Luar Dalam Glikoprotein Glikolipid Kolesterol Molekul lipid Protein integral Protein periferal Protein membran Pori
  • 11.
    Berfungsi mengatur/mengendalikan semuaproses atau aktivitas yang terjadi di dalam sel Bentuk bervariasi, antara lain bulat, oval, lonjong, atau gepeng, berkaitan dengan aktivitas sel Sebagian besar sel hanya memiliki satu nukleus Sel-sel darah merah Mammalia tidak memiliki inti Paramecium dan sebagian besar jamur Basidiomycota memiliki dua nukleus Sel-sel tulang dan sel-sel otot (otot lurik dan otot jantung) memiliki banyak nukleus Komponen nukleus: membran nukleus, plasma inti, dan anak inti 2. Inti Sel (Nukleus)
  • 12.
    Nukleus Mikrograf elektron membran nukleus Nukleolus Mikrografelektron nukleus Pori inti Ribosom Retikulum endoplasma kasar Nukleolus Pori inti Retikulum endoplasma kasar
  • 13.
    b. Cairan Inti(Nukleoplasma) Merupakan cairan yang terdapat di dalam nukleus Berisi enzim, protein, nukleotida, ion, dan kromatin c. Anak Inti (Nukleolus) Ukurannya bervariasi pada tiap sel Tempat terjadinya sintesis berbagai macam molekul RNA untuk sintesis dan pembentukan ribosom a. Membran Nukleus Membran nukleus = selaput inti = karioteka Terdiri atas dua lapisan yang dipisahkan oleh ruang (sisterna) perinukleus Tiga kali lebih tebal dibandingkan membran sel Memiliki banyak pori
  • 14.
    Sitoplasma = plasmasel Berupa cairan bersifat koloid, jernih, dan homogen yang dikelilingi oleh membran plasma Tersusun atas 85-95% air Dibagi menjadi dua zona, yaitu endoplasma dan ektoplasma Endoplasma berisi organela sel dan badan inklusio, terletak di sekeliling sentrosom Ektoplasma berbentuk jeli, terletak di bawah membran plasma 3. Sitoplasma
  • 15.
    Berfungsi sebagai tempatrespirasi sel untuk menghasilkan energi dalam bentuk ATP Berisi enzim-enzim yang diperlukan untuk reaksi respirasi Memiliki ribosom untuk membentuk protein mitokondria Memiliki DNA sendiri a. Mitokondria
  • 16.
    Berupa organel selberbentuk anyaman membran seperti jala (Latin, rete = jala) Berbentuk kantong pipih (sisterna), pipa (tubulus), gelembung (vesikula), atau lembaran Ada dua jenis RE, yaitu RE kasar (RE granuler), dan RE halus (RE agranuler) RE kasar memiliki ribosom-ribosom sehingga tampak kasar RE kasar berperan dalam sintesis protein RE halus (agranuler) tidak memiliki ribosom sehingga tampak halus RE halus berperan dalam sintesis dan transportasi glikogen, lemak (kolesterol), dan steroid RE pada sel otot dinamakan retikulum sarkoplasma b. Retikulum Endoplasma (RE)
  • 17.
    Merupakan organel terkecil(berdiameter 20 nm) Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada subunit lainnya Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks sitoplasma Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis protein untuk disekresikan ke luar sel Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel Merupakan organel terkecil (berdiameter 20 nm) Memiliki dua subunit, satu subunit lebih besar daripada subunit lainnya Ribosom ada yang melekat pada permukaan membran RE atau terdapat secara bebas di dalam matriks sitoplasma Ribosom yang melekat pada RE berperan dalam sintesis protein untuk disekresikan ke luar sel Ribosom bebas berperan menghasilkan protein struktural dan enzim yang digunakan untuk metabolisme sel c. Ribosom
  • 18.
    Ditemukan pada tahun1898 oleh seorang ahli histologi Italia bernama Camillo Golgi Terdiri atas setumpuk kantong pipih yang dibatasi oleh membran Fungsi badan Golgi: untuk menyimpan hasil sekresi sel serta menyimpan protein dan lemak yang disintesis di dalam RE Ditemukan pada tahun 1898 oleh seorang ahli histologi Italia bernama Camillo Golgi Terdiri atas setumpuk kantong pipih yang dibatasi oleh membran Fungsi badan Golgi: untuk menyimpan hasil sekresi sel serta menyimpan protein dan lemak yang disintesis di dalam RE Camillo Golgi
  • 19.
    Merupakan organel kecil berdiameter0,25–0,75 mm yang dibungkus membran dan berisi enzim-enzim hidrolisis Ukurannya lebih besar daripada ribosom, tetapi lebih kecil daripada mitokondria Berasal dari RE atau badan Golgi Contoh enzim hidrolisis lisosom, antara lain fosfatase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, protease, dan sulfatase Terdapat pada hampir semua sel hewan, kecuali sel-sel darah merah Mammalia Lisosom tidak dijumpai pada sel-sel tumbuhan
  • 20.
    Badan mikro miripdengan lisosom, yaitu sama-sama dikelilingi oleh membran tunggal dan sama-sama berisi enzim-enzim Badan mikro berukuran lebih kecil daripada lisosom dan di dalam sel jumlahnya lebih banyak Ada dua macam badan mikro, yaitu peroksisom dan glioksisom Peroksisom mengandung enzim oksidase, yaitu katalase yang mengatalisis proses perombakan hidrogen peroksida menjadi air (H2O) dan oksigen(O2) Hidrogen peroksida (H2O2) adalah produk sampingan reaksi-reaksimetabolisme tertentu
  • 21.
     Merupakan organel bermembrantunggal yang berisi cairan  Terbentuk dari pelipatan dan penonjolan membran sel atau perbesaran vesikula yang terputus dari badan Golgi  Pada sel tumbuhan berisi getah sel  Pada sel hewan berisi bahan- bahan makanan padat atau cair yang tertelan  Vakuola pada sel hewan berukuran sangat kecil dan tidak permanen, disebut vesikula
  • 22.
     Hanya ditemukanpada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista  Ada beberapa macam plastida: a. kloroplas (pigmen klorofil → hijau) b. kromoplas (pigmen karotenoid → jingga) c. phaeoplas (pigmen fukosantin → cokelat) d. rodoplas (pigmen fikoeritrin → merah) e. leukoplas (tanpa pigmen → tidak berwarna)  Hanya ditemukan pada sel-sel tumbuhan dan beberapa jenis Protista  Ada beberapa macam plastida: a. kloroplas (pigmen klorofil → hijau) b. kromoplas (pigmen karotenoid → jingga) c. phaeoplas (pigmen fukosantin → cokelat) d. rodoplas (pigmen fikoeritrin → merah) e. leukoplas (tanpa pigmen → tidak berwarna) Stroma Granum Membran tilakoid Lamela stroma Membran dalam Membran luar Ruang tilakoid Membran tilakoid Struktur kloroplas
  • 23.
     Dijumpai hanyapada sel-sel hewan  Fungsi: sebagai kutub-kutub pembelahan saat pembelahan sel  Terdiri atas dua sentriol, yang terdapat di samping kiri dan kanan nukleus  Setiap sentriol tersusun atas 9 × 3 mikrotubulus (serabut silindris berongga) Sentros om
  • 24.
    Dinding sel adalahstruktur terluar sel dan bukan merupakan organel Hanya dijumpai pada sel-sel tumbuhan Berfungsi melindungi dan menyokong atau memberi bentuk sel Bahan penyusun dinding sel disekresi oleh diktiosom dan membran sel Sebagian besar penyusun dinding sel adalah selulosa Selain selulosa, hemiselulosa dan senyawa pektin juga ikut menyusun dinding sel Ada tiga bagian pada dinding sel, yaitu lamela tengah, dinding sel primer, dan dinding sel sekunder Di dalam dinding sel terdapat plasmodesma, yaitu ”jembatan” penghubung antarsel
  • 25.
    Perbedaan Struktur antaraSel Hewan dan Sel Tumbuhan
  • 26.
    1. Difusi1. Difusi Contohperistiwa difusi Merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat, cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran maupun tidak Difusi termasuk proses transportasi pasif karena tidak memerlukan energi Merupakan pergerakan atau perpindahan partikel atau molekul suatu zat (padat, cair, atau gas) dari tempat yang berkonsentrasi tinggi ke tempat yang berkonsentrasi rendah, baik melewati membran maupun tidak Difusi termasuk proses transportasi pasif karena tidak memerlukan energi
  • 27.
    Perbandingan antara difusipasif dan difusi fasilitatif Syarat terjadinya difusi: a. partikel atau molekulnya merupakan partikel merupakan partikel atau molekul sederhana b. berukuran kecil c. dapat larut dalam air ataupun lemak Difusi fasilitatif adalah proses difusi yang dibantu oleh protein membran khusus Contoh difusi fasilitatif: transpor glukosa ke dalam sel-sel darah merah Syarat terjadinya difusi: a. partikel atau molekulnya merupakan partikel merupakan partikel atau molekul sederhana b. berukuran kecil c. dapat larut dalam air ataupun lemak Difusi fasilitatif adalah proses difusi yang dibantu oleh protein membran khusus Contoh difusi fasilitatif: transpor glukosa ke dalam sel-sel darah merah
  • 28.
    Merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut dari tempat berkonsentrasi rendahke tempat berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel Merupakan proses perpindahan molekul-molekul zat pelarut dari tempat berkonsentrasi rendah ke tempat berkonsentrasi tinggi melalui membran semipermeabel Larutan isotonis Larutan hipertonis Larutan hipotonisPengaruh konsentrasi medium terhadap sel darah merah
  • 29.
     Merupakan perpindahanmolekul-molekul zat melalui membran dengan menggunakan energi berupa ATP  Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan konsentrasi  Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan molekul pembawa berupa protein membran  Merupakan perpindahan molekul-molekul zat melalui membran dengan menggunakan energi berupa ATP  Molekul-molekul tersebut bergerak melawan perbedaan konsentrasi  Selain memerlukan energi, transpor aktif juga memerlukan molekul pembawa berupa protein membran
  • 30.
    Kelebihan transpor aktif: 1.dapat mengangkut molekul- molekul zat yang berukuran besar 2. dapat mengangkut molekul- molekul zat melawan perbedaan konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi) dan perbedaan muatan (untuk pengangkutan ion) 3. zat yang diangkut dapat ditimbun di dalam sel Pengangkutan ion Na+ ke luar sel-sel epitel usus halus sebagai contoh transpor aktif
  • 31.
    Molekul-molekul besar, seperti proteindan polisakarida, melintasi membran dengan cara endositosis dan eksositosis Endositosis adalah pemasukan zat atau molekul dari luar sel ke dalam sel melalui pembungkusan oleh membran Endositosis terdiri atas fagositosis (penelanan partikel padat) dan pinositosis (penelanan cairan) Eksositosis adalah kebalikan dari endositosis, merupakan pengeluaran partikel