SEL DAN KOMUNIKASI ANTAR SEL SEL Unit struktural & fungsional terkecil organisme, yang dapat melakukan aktivitas kehidupan.  Aktivitas tersebut memungkinkan  organisme untuk hidup => memanfaatkan lingkungannya bagi kehidupan  serta mempertahankan kelangsungan jenisnya melalui proses reproduksi Ukuran bervariasi: kecil contohnya stapilokokus dengan diameter ±  1 µm besar contohnya ovum dengan diameter ± 70µm dan amuba dengan diameter ± 300 µm Bentuk juga bervariasi: Ada yang statik  Kecil dan spherik misalnya E. coli Sangat kompleks misalnya  saraf bentuk berubah (dinamik) misalnya amuba dan pagosit Beberapa diantaranya dilengkapi dengan struktur tambahan yang mempunyai fungsi spesifik misalnya silia pada protozoa, flagela pada  epitel dan reseptor sistem saraf Dibentuk oleh nukleus dan sitoplasma yang dipisahka satu dengan yang lainnya/lingkungan oleh membran
stapilokokus ovum Amoeba Proteus
E. Coli Bentuk Tetap Bentuk Dinamik
Organisme uniseluler = Organisme sederhana yang hanya    dibentuk oleh satu sel  misalnya bakteri dan amuba Organisme multiseluler = Organisme kompleks yang dibentuk oleh lebih dari satu sel Prokariot =  Sel primitif, tidak memiliki membran inti => DNA    (materi genetik di sitoplasma); trasfer materi genetik    berlangsung secara sederhana   contohnya bakteri dan alga Eukariot =  Sel yang lebih tinggi tingkat evolusinya; DNA berada    di dalam nukleus yang dipisahkan oleh membran    nukleus dengan sitoplasma; transfer informasi genetik    berlangsung kompleks, melibatkan lebih banyak    enzim dan organel sitoplasma   contohnya hewan tingkat tinggi, tumbuhan
Prokariot
Sel
 
Sitoplasma = Bagian cair sel yang mengandung organel dan  sitosol Sitosol =  Matrik cair sel yang komponen utamanya adalah air dan mengandung garam, molekul terlarut, enzim dan lain-lain tempat berlangsungnya glikolisis  Organel = Komponen struktural yang terdapat dalam sitoplasma Ada yang bermembran:  mitokondria, retikulum  endoplasma, aparatus Golgi, lisosom dan peroksisom Tidak bermembran: Ribosom, sentriol, sentrosom, sitoskeleton,  silia dan flagela  Endosimbiosis = Keadaan dimana sel pada eukariot memakan sel lain, tetapi sel yang dimakan ini kadang-kadang tidak dicerna, hidup bersama untuk keuntungan bersama.  Beberapa organel diduga berasal dari proses ini misalnya mitokondria pada eukariot dan kloroplas pada tumbuhan
SEL
Sel
Komponen Pembentuk Sel Air:   60 - 90% dari organisme hidup (dan cells)  Penting karena air merupakan pelarut yang baik (solven) dan masuk dalam banyak reaksi metabolisme Ion Atom atau molekul yang mengandung  elektron dan proton yang tidak sama  jumlahnya  Ditemukan di CES dan CIS  Contoh ion yang penting: sodium, potasium, kalsium dan klorida  Makro molekul Molekul yang berukuran besar, 4 diantaranya = biomolekul yaitu:  Karbohidrat, lemak,  protein dan nukleotida Tiga yang pertama digunakan oleh organisme sebagai sumber energi dan bahan  pembentuk komponen seluler Sedangkan yang ke empat nukleotida termasuk DNA dan RNA yang merupakan  komponen struktural material genetik Protein, lemak dan karbohidrat dapat bergabung membentuk lipoprotein (gabungan lemak dengan protein), glikoprotein (gabungan karbohidrat dengan protein) atau glikolipid (gabungan karbohidrat dengan lemak) “ allosterix” = Kemampuan untuk berubah bentuk.  Kemampuan ini dimiliki oleh makro molekul protein yang memungkinkan protein datat berperan dalam hampir semua aktivitas fungsional sel/organisme
Protein ± 50 - 60% berat kering sel  Dibentuk oleh 20 jenis asam amino Struktur dasar asam aminonya adalah: amin (NH2) dan karboksil (COOH) Dua puluh jenis asam amino berbeda dalam gugus tepinya(R) Asam aminonya berikatan dari kepala sampai ekor melalui ikatan peptida,  dimana  gugus karboksil dari satu asam amino berikatan dengan gugus  amin asam amino yang lainnya, reaksi ini membutuhkan energi ATP  dan mengeluarkan air Perbedaan antar jenis makromolekul ini berdasarkan:  Jumlah asam aminonya (Jenis umum mengandung 200 sampai 1000 asam amino Urutan dari asam amino Berperan sebagai:  Bahan struktural (mengontrol bentuk sel, menyatukan sel => kolagen) Katalisator reaksi kimia => enzim pompa dan saluran ion alat gerak => otot, flagela dan silia komponen sistem pertahanan tubuh => antibodi reseptor dan ligan => hormon dan neura transmiter
Lipid Makromolekul yang unsur pembentuknya adalah karbon, hidrogen dan  oksigen (kandungan oksigennya lebih rendah dari kandungan  oksigen karbohidrat) Tidak larut dalam air karena strukturnya nonpolar Secara teknis makromolekul ini disebut lemak bila berbentuk solid pada suhu  ruangan dan minyak bila berbentuk cairan dalam suhu ruangan Terlibat dalam cadangan energi jangka panjang; fungsi lain adalah komponen  struktural dan sebagao ligan (hormon)  Asam lemak tersaturasi = Asam lemak yang tidak terdapat ikatan ganda  antara karbonnya Asam lemak mono unsaturasi =  Asam lemak yang terdapat satu ikatan ganda  antara  karbonnya Asam lemak poli unsaturasi = Asam lemak yang terdapat dua atau lebih  ikatan ganda antara atom karbonnya T riglserid a = Mengandung 1 molekul gliserol + 3 asam lemak Asam lemak khasnya terdiri dari rantai 16 atau 18 karbon (ditambah banyak  hidrogen)   Fosfolipids = Fosfate  (-PO4) mengganti 1 asam lemak,   komponen penting membran sel  S teroids  = Lemak yang memiliki 4 cincin karbon yang bahan pembentuknya  kolesterol, termasuk diantaranya  testosteron ,  estrogen
Karbohidrat:   ± 3% berat kering sel  Mengandung atom karbon, hidrogen & oksigen  rumus (CH2O)n mis. glukosa  C6H12O6  Makromolekul yang berperan sebagai sumber energi dan bahan struktural sel  Namanya karena strukturnya terbentuk dari karbon dan air Monosakarida bentuk sederhana dari karbohidrat yang mengandung 5 atom  karbon misalnya ribosa atau 6 atom karbon yaitu glukosa  Glukosa merupakan gula yang paling penting karena merupakan sumber energi utama; otak mutlak membutuhkan glukosa sebagai sumber energinya; energi yang tersimpan dalam 1 gram glukosa (karbohidrat) adalah 4 Kalori/gm Disakarida = Gabungan dari dua monosakarida misalnya: maltose gabungan  2 glukosa; sukrosa gabungan glukosa dengan fruktosa; dan maltosa  gabungan glukosa dengan galaktosa Polisakarida =  Karbohidrat yang berukuran sangat besar yang terbuat dari  gabungan banyak glukosa Semua sel hidup menyimpan glukosa dalam jenis karbohidrat ini misalnya: Jamur dan bakteri membentuk polimer simpanan glukosa yang disebut dekstrin;  Sel hewan membentuk polimer glukosa yang disebut glikogen;  Beberapa invertebrata membentuk struktural karbohidrat jenis ini yaitu kitin
Membran sel Bagian struktural sel yang memisahkan sitoplasma dengan lingkungan luarnya Dibentuk oleh: a. Dua lapisan lipid (posfolipid) bagian kepala yang bersifat hidropilik  mengarah ke  cairan ekstrasel dan ke sitoplasma , sedangkan kakinya yang hidropobik  bertemu  pada bagian dalam lapisa membran. b. Protein yang tersusun seperti mosaik pada lapisan lipid (pada bagian dalam, luar  dan menembus dari luar ke dalam membran/trasmembran) yang berfungsi  sebagai komponen struktural membran, pompa dan saluran ion, carrier,  reseptor dan enzim. c. Kolesterol (pada hewan /eukariot dan jumlah kolesterol ini menentukan  permeabilitas membran terhadap air, makin banyak kolesterol makin kurang  permeabilitasnya terhadap air misal pada tubuli distal ginjal). Sebagai pembatas pergerakan bahan masuk dan ke luar sel Molekul hidropobik/larut dalam lemak dapat melewatinya dengan mudah , Oksigen, karbon diolsida, molekul steroid dan  anasthetikum sedangkan molekul hidropilik/larut dalam air/tidak larut dalam lemak lebih sulit  kecuali yang berukuran kecil yang masuk melalui pori/saluran ion (diameter pori dan saluran ion bevariasi beberapa kecil 4 Angstrom dan ada  yang mencapai 8 Angstrom): air; urea;  gas terlarut (CO2, O2); dan ion mis Na+, K+ dan Ca2+ Sistem traspot yang terdapat pada struktur sel (saluran ion dan carrier)  memungkinkan perpindahan bahan secara selektif
Membran sel
 
Membran Protein Protein Integral Transpoter Enzim Reseptor/Tranduksi Penghubung  Penanda Pelekat dengan matrik ekstrasel
Permeabilitas membran terhadap molekul-molekul
Mitokondria Organel sel yang diselaputi oleh dua lapis membran Terbagi menjadi 4: Membran luar; Membrane dalam (membentuk krista) => unsur utama kardiolipin; Ruang intermembrane space: antara membran luar dan dalam; Matrix: Daerah di dalam membran dalam  .Berperan sebagai mesin energi sel, tempat berlangsungnya katabolisme  (membutuhkan oksigen) bahan sumber energi Membran luar mengandung enzim untuk oksidasi biologis yang menyiapkan  bahan sumber energi untuk di proses lebih lanjut dalam organel ini Bagian dalam organel ini (ruang matrik) mengandung enzim untuk siklus  Kreb,  transfer elektron dan oksidatif posforilasi.  Karbohidrat ,  lipid  (oksidasi beta) dan  protein => siklus Kreb => CO2 + H2O dan ATP  Sel umum memiliki sekitar 1000 organel ini, sedangkan sel yang aktif seperti  sel otot bisa memilikinya dalam jumlah yang lebih banyak Dapat bereplikasi sendiri pada keadaan sel membutuhkan lebih banyak  energi Mengandung DNA, yang berasal dari ibu
MATRIK KRISTA MEMBRAN DALAM MEMBRAN LUAR
Biogenesis Mitokondria Otot Rangka   Dirangsang oleh:  Differentsasi myoblast menjadi  myotubuli matang  Peningkatan konsentrasi piruvat ekstrasel  Kebutuhan energi melebihi kapasitas oksidatif : Latihanan  ketahanan (Endurance)  Menurun oleh: Berkurangnya aktivitas (gerakan)  Penuaan
Retikulum endo plasma Organel sel yang terbentuk dari gabungan/jalinan struktur vesikular dan tubular  Granuler (rought) bila ribosom melekat pada nya =>berfungsi sebagai tempat mensintesis protein Non granuler (smooth) bila tidak ada ribosom yang melekat =>  tempat mensintesis lemak (lemak membran sel, hormon steroid) Nongranuler sel hati memiliki enzim untuk mendetoksikasi obat  (sistem sitokrom p450) Nongranuler pada otot rangka berperan sebagai depot Ca  Aparatus Golgi Organel sel yang dibentuk oleh kelompok sisterne (aparatus = sisterne) Berfungsi: Pada pemrosesan akhir bahan yang dihasilkan endoplasmik retikulum (menambahkan karbohidrat pada gugus tepi protein, mencegah pemecahan protein) Membentuk vesikel protein Menyaring dan mengarahkan protein ke tujuannya
 
Reseptor Membran REG Ribosom Produk akhir protein Produk awal protein Pembentukan vesikel transpot Vesikel transpot
Aparatus Golgi menerima vesikel transpot => pemrosesas dan pengemasan akhir
 
 
Lisosom Struktur ireguler yang lebih asam dari komponen sitoplasma yang lain Diameter 250 – 750 nm Berfungsi sebagai sistem digestif sel (mengandung enzim hidrolitik), mencerna  bahan-bahan tidak diperlukan sel misal bakteri  Peroksisom Organel yang bentuk fisiknya mirip lisosom  Mengandung enzim oksidase yang berperan mengoksidasi bahan-bahan yang  berbahaya bagi sel misalnya alkohol; enzim katalase yang mengubah  hidrogen peroksida menjadi O2 dan air  Ribosom Organel sel dengan diameter sekitar 15 nm, yang dibentuk oleh subunit besardan kecil, mengandung ± 65% RNA, 35% protein Tempat berlangsungnya sintesa protein: Protein sitoplasma (Hb), protein peroksisom dan protein mitokondria disintesa pada organel yang bebas  Protein hormon, protein lisosom dan protein membran disintesa pada organel ini yang melekat pada endoplasmik retikulum
Sentriol Organel sel ini mengorganisasi spindel mitosis pada pembelahan sel Dibentuk oleh sepasang struktur kecil mirip silia Dibentuk oleh 9 triplet tubulus  yang ditemukan pada sentrosom Pada sel hewan organel ini membelah diri terlebih dahulu sebelum pembelahan sel  Sentrosom Organel tidak bermembran yang melekat pada permukaan nukleus Dimana sesaat sebelum mitosis organel ini membelah diri, 2 sentrosom baru akan  berpisah sampai berapa pada sisi  yang berlawanan Saat mitosis berlanjut mikrotubulus tumbuh dari masing-masing sentrosom dengan ujung plusnya tumbuh ke arah piring metafase, kelompok mikrotubulus ini disebut serabut “spindle” membentuk spindel
Sitoskeleton Komponen sel yang menentukan bentuk sel Berperan dalam transpot dalam sel (misalnya pergerakan kromosom saat mitosis,  transpot vesikel neurotransmiter)  Terlibat dalam pergerakan ke seluruhan sel Terbuat dari tubulus/filamen yang tersebar di dalam sel, yang membentuk jalinan serabut dengan 3 tipe dasar yaitu: Mikrotubulus (yang terbuat dari tubulin, dengan diameter 25 nm) Filamen intermediet ( terbuat dari berbagai protein,  diameter 8 – 12 nm) Mikrofilamen ( yang terbuat dari aktin, dengan diameter 7 nm)  Silia dan flagela Organel sel yang terdapat pada permukaan sel Berperan dalam pergerakan sel Memiliki struktur internal yang sama yaitu 9 pasang tubulus yang tersusun  melingkar, mengelilingi sepasang tubulus sentral Kontraksi protein dineim menghasilkan gerakan berulang seperti pendulum yang menyebabkan sel bergerak atau menggerakkan cairan pada permukaan sel Perbedaannya  Flagela lebih panjang (50 – 200 mikron) dari silia (5 – 10 mikron) Sel biasanya memiliki 1 atau 2 flagela, sedangkan silia jumlahnya biasanya  ratusan Contoh flagela adalah yang terdapat pada badan sperma, contoh silia adalah yang terdapat pada mukosa saluran respirasi , tuba Fallopii dan kanalis spinalis
Nukleus Komponen sel yang mengandung materi herediter yaitu DNA DNA mengandung  kode genetis dan diorganisasi menjadi kromosom (satu  kromosom mengandung banyak gen) Selain itu pada komponen sel ini bisa ditemukan 1 atau lebih nuklioli tempat  pembuatan ribosom Dikelilingi oleh dua lapis membran dengan pori-pori khusus untuk jalur RNA Tempat berlangsungnya proses traskripsi DNA membentuk cetakan (“copy”)  dari gen (m-RNA) untuk produksi protein tertentu Kebanyakan sel hanya mengandung 1 komponen sel ini Beberapa sel memiliki lebih dari 1 (poliploidi) seperti  beberapa sel hati dan  sel otot  rangka Sel eritrosit mamalia dewasa kehilangan  komponen sel ini
Transpot membran Perpindahan bahan melewati membran sel Bisa berlangsung secara pasif tanpa memerlukan energi (contohnya difusi  sederhana, difusi dipermudah dan osmosis)  Secara aktif yang memerlukan energi (contohnya transpot aktif primer dan  transpot akti sekunder Saluran ion Struktur membran yang berperan dalam pergerakan bahan melewati  membran Dibedakan menjadi:  Bergerbang ‘gated’ yang bisa dibuka oleh: voltase (voltage gated),  mediator kimia (ligand gated) dan secara mekanis oleh gerakan  sitoskeleton Tidak bergerbang “nongated contohnya pori (leak channel) Carrier Protein pembawa dapat mengikat bahan spesifik, Bila berikatan menyebabkan terjadinya perubahan bentuk protein yang  membawa bahan ke sisi yang berlawanan membran (tidak pernah  terbuka di dua sisi membran secara bersamaan) Ada titik jenuh (saturasi)
Difusi Perpindahan pasif bahan melewati membran sel Searah dengan gradien elektro-kimia (bergerak dari kadar tinggi ke rendah /  ke arah muatan yang berlawanan) Energi berasal dari energi kinetik dari pergerakan acak molekul/ion Sebelum tercapai kesetimbangan terdapat perpindahan bersih Setelah kesetimbangan tercapai, selisih pergerakan ke 2 arah adalah 0  (kesetimbangan dinamis) Bergantung pada kelarutan bahan dalam lemak dan adanya saluran protein  untuk molekul terebut Berbanding lurus dengan luas permukaan membran Berbanding terbalik dengan ketebalan membran
 
Difusi bahan bergantung hanya pada konsentrasi bahan tersebut tidak bergantung pada: Pasangan ion dari senyawa asal Kehadiran klorida tidak mempengaruhi difusi sodium yang berasal dari Na CL Kehadiran metabolitnya atau bentuk ioniknya Misal:  Glukosa segera di ubah menjadi glucosa-6-fosfat segera setelah masuk sel. Kehadiran metabolit glukosa ini tidak mempengaruhi difusi glukosa berikutnya Aspirin pada lambung, pH = 1.4, dalam bentuk tidak terionisasi (tidak bermuatan).  Dalam bentuk ini aspirin dapat masuk sel lambung, se saat di dalam sel, pH = 7.4, aspirin terionisasi, tidak mempengaruhi difusi aspirin selanjutnya.  Bentuk terionisasi tidak dapat meninggalkan sel, mengumpul di dalam sel mengalami presipitasi, membentuk kristal => merusak mukosa =>perdarahan lambung
Difusi
Transpot Diperantarai Carrier Transpot bahan berukuran besar Transpot bahan tidak larut lemak Spesifikasi => molekul tertentu, transporter untuk D-glukosa tidak bisa untul L-glukosa Saturasi =>kecepatan transpot bergantung pada jumlah transporter, bila semua transporter sudah bekerja tidak ada lagi peningkatan kecepatan = saturasi Kompetisi => transporter untuk lebih dari 1 bahan => terjadi kompetisi Difusi dipermudah Perpindahan pasif bahan melewati membran sel, searah gradien elektro-kimia  dengan bantuan carrier protein
Difusi Dipermudah
Transpot aktif primer Perpindahan bahan melewati membran sel melawan gradien elektro-kimia  menggunakan pompa (pompa biasanya adalah ATPase) ion dan membutuhkan energi.  Misalnya pompa Na-K yang mentranspot 3 Na ke luar sel dan 2 K ke dalam sel Transport aktif sekunder Perpindahan bahan melewati membran sel melawan gradien elektro-kimia, energi  digunakan untuk mentranspot ion tertentu menggunakan pompa ion, yang menyebabkan terbentuknya gradien konsentrasi, sehingga ion ini dapat mengaktifkan carrier protein untuk mentranspot molekul lain secara serentak dengan traspot ion ini kembali.  Simport Jenis transport aktif sekunder dimana ion/molekul ditransport searah dengan arah transpot ion yang mengaktifkan molekul pembawa.  Contohnya transpot aktif sekunder glukosa dan asam amino dengan Na pada sel usus dan tubuli ginjal Antiport Jenis transport aktif sekunder dimana ion/molekul ditransport berlawanan arah dengan arah transpot ion yang mengaktifkan molekul pembawa.  Contohnya adalah transpot aktif sekunder ion hidrogen dengan Na pada tubuli proksimal ginjal
Transpot Aktif Melawan Gradien Elektro/kimia
Membutuhkan Energi
TRANSPOT AKTIF  POMPA Na -K
Transport Aktif Sekunder
Endositosis Transport bahan berukuran besar ke dalam sel  Dibedakan menjadi pinositosis bila bahan yang ditranspor berupa larutan (trasnpot membawa serta CES)  pagositosi bila bahan yang ditranspot berupa bahan berukuran besar Eksositosis Transport bahan berukuran besar ke luar sel
Endositosis (pinositosis)
Pinositosis LDL
Endositosis (pagositosis)
Pagositosis
EKSOSITOSIS
OSMOSIS Perpindahan air melewati membran semipermiabel (permiabel terhadap air) -  Bila kosentrasi solut atau solven berbeda -  Air pindah (bersih) sampai kosentrasi solut sama -  Berlangsung secara pasif Isoosmotik, Hipoosmotik, hiperosmotik => bergantung pada jumlah partikel dalam larutan (tekanan osmotik=tekanan yang dapat mencegah perpindahan solven) Pergerakan air melewati membran sel => bergantung pada jumlah partikel yang tidak dapat menembus membran sel Hipotonis = Sel mengembung Isotonis = sel tidak berubah ukuran Hipertonis=sel mengalami plasmolisis =>mengkerut = krenasi
 
Osmosis Melewati Membran Sel
Komunikasi Antar Sel Organisme => Banyak sel 75 triliun sel 200 jenis luar Respon tepat <= rangsangan dalam Komunikasi antar sel Hubungan langsung sel-sel (gap junction) Difusi  lokal Impul saraf Mediator kimia (ligan) =>CES=SCD jauh
Informasi/Sinyal biologis: Listrik <= Perubahan potensial membran Kimia <= Molekul yang disekresikan ke CES Sel yang menerima sinyal = Sel Target Gap Junction <=  Komunikasi sederhana Koneksin 2 sel menyatu, terbentuk konekson Konekson tertutup/terbuka Saat terbuka 2 sel = 1 sel => sinsitium, ion dan molekul kecil (Asam amino, ATP dan cAMP) difusi Merupakan 1nya jalur transfer sinyal listrik langsung Misal pada otot jantung, beberapa otot polos, sel hati, beberapa saraf pada CNS Komunikasi Antar Sel
Parakrin dan Autokrin Bentuk komunikasi lokal Setelah disekresikan difusi di CES Parakrin, para = sebelah/sekitar krein = mensekresikan Bila molekul sinyal pada sel yang mensekresikan = Autokrin Misal: Eicosanoid (Prostaglandin, tromboksan leukotrien = pada asthma) Histamin
Komunikasi Jarak Jauh Semua sel tubuh bisa => parakrin Komunikasi jarak jauh hanya: Hormon <= sistem endokrin  Nuerohormon Sinyal listrik <= Sistem saraf Bila mediator kimia dari ujung akson disekresikan ke sinap = neurotransmiter Bila mediator kimia dari ujung akson disekresikan ke CES => SCV = neurohormon
Hormon/neurohormon =>CES=>SCV=> Seluruh sel, yang berespon hanya yang memiliki reseptor Reseptor =  Protein membran sel yang  mengenali, dapat mengikat  dan menerjemahkan ( reception ) informasi yang dibawa ligan,  memulai pengaruh,  untuk menghasilkan respon seluler Ligan = Bahan atau zat yang membawa informasi (pembawa berita pertama) pada sel target, dapat berikatan  dan mengaktifkan  reseptor.  Satu bahan ini dapat mempunyai beberapa reseptor (reseptor  isoform ) dengan respons seluler yang berbeda.  Dapat pula berbagai bahan ini untuk satu reseptor (tetapi dengan afinitas yang berbeda)
 
Reseptor Pada membran sel => ligan lipopobik Dalam sel (sitosol/membran inti) => ligan lipopilik Bisa: Enzim Saluran ion Protein integral membral =>bisa mempengaruhi/mengaktifkan enzim atau ligan gated chanel Aktivasi reseptor => Perubahan keadaan saluran bergerbang atau fungsi enzim => mengubah potensial membran atau kadar(konsentrasi) ion atau molekul tertentu Molekul atau ion yang diaktifkan oleh ikatan ligan-reseptor = Messenger 2
 
Gambaran Umum Jalur Sinyal Ligan (Messenger I) => reseptor spesifik Aktivasi reseptor => Transduksi sinyal Transduksi = Proses perubahan informasi ekstraseluler yang dibawa oleh pembawa berita pertama menjadi informasi intraseluler yang merangsang respon seluler Beberapa perubahan diperantarai oleh pengaktifan protein kinase Protein kinase = Enzim yang mentransfer gugus fosfat dari ATP ke protein Fosforilasi protein mengubah konfigurasinya dan memicu proses pembentukan respon sel Contoh perubahan <= fosforilasi: Meningkatkan/menurunkan aktivitas enzim Mengubah keadaan gerbang saluran ion (ligan gated chanel)
Protein G = Substansi heterotrimik yaitu memiliki tiga sub unit alpha, beta dan gamma, yang diberi nama seperti itu karena mengikat nukleotida guanine (GDP dan GTP), berhubungan dengan permukaan dalam membran sel  (saluran ion atau enzim) dan reseptor transmembran Komplek ligan- reseptor protein G aktif memicu produksi dan pelepasan  messenger 2 diantaranya :  cAMP, inositol triphosphate (IP3), diacylglycerol (DAG), cGMP, Ca++ Adenil Siklase =Enzim pada permukaan dalam membran sel yang diaktifkan oleh Gαs,, bekerja mengkatalisis perubahan ATP menjadi pembawa berita kedua cAMP dan dihambat oleh Gαi.
Messenger 2 Ion Ca c AMP <= ATP IP 3  dan  DAG <= PIP 2  (posfoinositol diposfat) Sel berbeda respon berbeda terhadap informasi yang dibawa messenger 2 =>fungsi khusus sel Misalnya respon terhadap peningkatan [Ca ++ ): Otot => kontraksi Saraf =>pengeluaran neurotransmiter Informasi fisiologis Spesifik pada ikatan ligan-reseptor, tidak pada jenis ligannya (hormon/neurotransmiter) Ligan yang sama, berikatan dengan reseptor sel  berbeda =>informasi beda, respon beda Misal Asetilkolin:  berikatan dengan reseptor nikotinik (saluran ion) dan muskarinik (bukan saluran ion) Perubahan bentuk reseptor saat berikatan dengan ligan => pesan spesifik
 
 
 
 
 
Posfolipase-C = Kinase yang mengubah posfolipid membran (posfatidil 4,5-diposfat (PIP2) menjadi 2 pembawa berita kedua yang berbeda yaitu inositol triposfat (IP3) dan diasil gliserol (DAG) cGMP = Pembawa berita kedua yang dibentuk dari GTP, dikatalisis oleh guanilat siklase,  berikatan dengan reseptor,  aktif bila reseptor mengikat ligan, atau dikatalisis oleh guanilat siklase yang larut dalam sitosol, yang diaktifkan oleh NO
 
 
Sel dapat atur kepekaan terhadap ligan Down  regulasi [ligan] tinggi dalam waktu lama, reseptor diendositosis dan dihancurkan lisosom Up  regulasi [ligan] rendah rangsang pembentukan reseptor
Agonis   ialah suatu molekul atau obat yang dapat mengaktifkan reseptor dengan hasil respon sama dengan ligan alami.  Antagonis ialah suatu molekul  atau obat yang dapat berikatan dengan binding site yang sama dengan ligan alami pada reseptor dan meng-hambat perikatan ligan dengan reseptor-nya, sehingga men-cegah efek dari ligan tersebut.  Komunikasi Antar-Sel
Kalsium Intrasel peran utamanya sebagai sinyal fisiologis (messenger 2) misal Ca pada aktomiosin ATPase => kontraksi otot Ekstrasel mineral utama tulang Kadar istirahat intrasel rendah Peningkatan mudah dideteksi Peningkatan cepat terjadi karena kadar ekstrasel dan depot intra sel (RE, Mitokondria kemungkinan pada membran) sangat tinggi [Ca] naik berikatan dengan transporter: Troponin pada otot rangka Kalmodulin sel lainnya
Endokrin Hormon Sel kelenjar Sel target
c AMP Aktivitas Protein kinase Kalsium dan/ fosfoinositol c GMP  Epinefrin, Norepinefrin, Glukagon, LH, FSH, TSH, kaslcitonin, H Paratiroid, ADH Insulin, GH, Prolaktin, Oksitosin,Eritropoietin, Beberapa Growth Factor Epinefrin, Norepinefrin, Angiotensin II, Glucagon,  GnRH, TSH  Atrial Naturetic H,Nitric Oxide Ligan

Sel

  • 1.
    SEL DAN KOMUNIKASIANTAR SEL SEL Unit struktural & fungsional terkecil organisme, yang dapat melakukan aktivitas kehidupan. Aktivitas tersebut memungkinkan organisme untuk hidup => memanfaatkan lingkungannya bagi kehidupan serta mempertahankan kelangsungan jenisnya melalui proses reproduksi Ukuran bervariasi: kecil contohnya stapilokokus dengan diameter ± 1 µm besar contohnya ovum dengan diameter ± 70µm dan amuba dengan diameter ± 300 µm Bentuk juga bervariasi: Ada yang statik Kecil dan spherik misalnya E. coli Sangat kompleks misalnya saraf bentuk berubah (dinamik) misalnya amuba dan pagosit Beberapa diantaranya dilengkapi dengan struktur tambahan yang mempunyai fungsi spesifik misalnya silia pada protozoa, flagela pada epitel dan reseptor sistem saraf Dibentuk oleh nukleus dan sitoplasma yang dipisahka satu dengan yang lainnya/lingkungan oleh membran
  • 2.
  • 3.
    E. Coli BentukTetap Bentuk Dinamik
  • 4.
    Organisme uniseluler =Organisme sederhana yang hanya dibentuk oleh satu sel misalnya bakteri dan amuba Organisme multiseluler = Organisme kompleks yang dibentuk oleh lebih dari satu sel Prokariot = Sel primitif, tidak memiliki membran inti => DNA (materi genetik di sitoplasma); trasfer materi genetik berlangsung secara sederhana contohnya bakteri dan alga Eukariot = Sel yang lebih tinggi tingkat evolusinya; DNA berada di dalam nukleus yang dipisahkan oleh membran nukleus dengan sitoplasma; transfer informasi genetik berlangsung kompleks, melibatkan lebih banyak enzim dan organel sitoplasma contohnya hewan tingkat tinggi, tumbuhan
  • 5.
  • 6.
  • 7.
  • 8.
    Sitoplasma = Bagiancair sel yang mengandung organel dan sitosol Sitosol = Matrik cair sel yang komponen utamanya adalah air dan mengandung garam, molekul terlarut, enzim dan lain-lain tempat berlangsungnya glikolisis Organel = Komponen struktural yang terdapat dalam sitoplasma Ada yang bermembran: mitokondria, retikulum endoplasma, aparatus Golgi, lisosom dan peroksisom Tidak bermembran: Ribosom, sentriol, sentrosom, sitoskeleton, silia dan flagela Endosimbiosis = Keadaan dimana sel pada eukariot memakan sel lain, tetapi sel yang dimakan ini kadang-kadang tidak dicerna, hidup bersama untuk keuntungan bersama. Beberapa organel diduga berasal dari proses ini misalnya mitokondria pada eukariot dan kloroplas pada tumbuhan
  • 9.
  • 10.
  • 11.
    Komponen Pembentuk SelAir: 60 - 90% dari organisme hidup (dan cells) Penting karena air merupakan pelarut yang baik (solven) dan masuk dalam banyak reaksi metabolisme Ion Atom atau molekul yang mengandung elektron dan proton yang tidak sama jumlahnya Ditemukan di CES dan CIS Contoh ion yang penting: sodium, potasium, kalsium dan klorida Makro molekul Molekul yang berukuran besar, 4 diantaranya = biomolekul yaitu: Karbohidrat, lemak, protein dan nukleotida Tiga yang pertama digunakan oleh organisme sebagai sumber energi dan bahan pembentuk komponen seluler Sedangkan yang ke empat nukleotida termasuk DNA dan RNA yang merupakan komponen struktural material genetik Protein, lemak dan karbohidrat dapat bergabung membentuk lipoprotein (gabungan lemak dengan protein), glikoprotein (gabungan karbohidrat dengan protein) atau glikolipid (gabungan karbohidrat dengan lemak) “ allosterix” = Kemampuan untuk berubah bentuk. Kemampuan ini dimiliki oleh makro molekul protein yang memungkinkan protein datat berperan dalam hampir semua aktivitas fungsional sel/organisme
  • 12.
    Protein ± 50- 60% berat kering sel Dibentuk oleh 20 jenis asam amino Struktur dasar asam aminonya adalah: amin (NH2) dan karboksil (COOH) Dua puluh jenis asam amino berbeda dalam gugus tepinya(R) Asam aminonya berikatan dari kepala sampai ekor melalui ikatan peptida, dimana gugus karboksil dari satu asam amino berikatan dengan gugus amin asam amino yang lainnya, reaksi ini membutuhkan energi ATP dan mengeluarkan air Perbedaan antar jenis makromolekul ini berdasarkan: Jumlah asam aminonya (Jenis umum mengandung 200 sampai 1000 asam amino Urutan dari asam amino Berperan sebagai: Bahan struktural (mengontrol bentuk sel, menyatukan sel => kolagen) Katalisator reaksi kimia => enzim pompa dan saluran ion alat gerak => otot, flagela dan silia komponen sistem pertahanan tubuh => antibodi reseptor dan ligan => hormon dan neura transmiter
  • 13.
    Lipid Makromolekul yangunsur pembentuknya adalah karbon, hidrogen dan oksigen (kandungan oksigennya lebih rendah dari kandungan oksigen karbohidrat) Tidak larut dalam air karena strukturnya nonpolar Secara teknis makromolekul ini disebut lemak bila berbentuk solid pada suhu ruangan dan minyak bila berbentuk cairan dalam suhu ruangan Terlibat dalam cadangan energi jangka panjang; fungsi lain adalah komponen struktural dan sebagao ligan (hormon) Asam lemak tersaturasi = Asam lemak yang tidak terdapat ikatan ganda antara karbonnya Asam lemak mono unsaturasi = Asam lemak yang terdapat satu ikatan ganda antara karbonnya Asam lemak poli unsaturasi = Asam lemak yang terdapat dua atau lebih ikatan ganda antara atom karbonnya T riglserid a = Mengandung 1 molekul gliserol + 3 asam lemak Asam lemak khasnya terdiri dari rantai 16 atau 18 karbon (ditambah banyak hidrogen)   Fosfolipids = Fosfate (-PO4) mengganti 1 asam lemak, komponen penting membran sel S teroids = Lemak yang memiliki 4 cincin karbon yang bahan pembentuknya kolesterol, termasuk diantaranya testosteron , estrogen
  • 14.
    Karbohidrat: ± 3% berat kering sel Mengandung atom karbon, hidrogen & oksigen rumus (CH2O)n mis. glukosa C6H12O6 Makromolekul yang berperan sebagai sumber energi dan bahan struktural sel Namanya karena strukturnya terbentuk dari karbon dan air Monosakarida bentuk sederhana dari karbohidrat yang mengandung 5 atom karbon misalnya ribosa atau 6 atom karbon yaitu glukosa Glukosa merupakan gula yang paling penting karena merupakan sumber energi utama; otak mutlak membutuhkan glukosa sebagai sumber energinya; energi yang tersimpan dalam 1 gram glukosa (karbohidrat) adalah 4 Kalori/gm Disakarida = Gabungan dari dua monosakarida misalnya: maltose gabungan 2 glukosa; sukrosa gabungan glukosa dengan fruktosa; dan maltosa gabungan glukosa dengan galaktosa Polisakarida = Karbohidrat yang berukuran sangat besar yang terbuat dari gabungan banyak glukosa Semua sel hidup menyimpan glukosa dalam jenis karbohidrat ini misalnya: Jamur dan bakteri membentuk polimer simpanan glukosa yang disebut dekstrin; Sel hewan membentuk polimer glukosa yang disebut glikogen; Beberapa invertebrata membentuk struktural karbohidrat jenis ini yaitu kitin
  • 15.
    Membran sel Bagianstruktural sel yang memisahkan sitoplasma dengan lingkungan luarnya Dibentuk oleh: a. Dua lapisan lipid (posfolipid) bagian kepala yang bersifat hidropilik mengarah ke cairan ekstrasel dan ke sitoplasma , sedangkan kakinya yang hidropobik bertemu pada bagian dalam lapisa membran. b. Protein yang tersusun seperti mosaik pada lapisan lipid (pada bagian dalam, luar dan menembus dari luar ke dalam membran/trasmembran) yang berfungsi sebagai komponen struktural membran, pompa dan saluran ion, carrier, reseptor dan enzim. c. Kolesterol (pada hewan /eukariot dan jumlah kolesterol ini menentukan permeabilitas membran terhadap air, makin banyak kolesterol makin kurang permeabilitasnya terhadap air misal pada tubuli distal ginjal). Sebagai pembatas pergerakan bahan masuk dan ke luar sel Molekul hidropobik/larut dalam lemak dapat melewatinya dengan mudah , Oksigen, karbon diolsida, molekul steroid dan anasthetikum sedangkan molekul hidropilik/larut dalam air/tidak larut dalam lemak lebih sulit kecuali yang berukuran kecil yang masuk melalui pori/saluran ion (diameter pori dan saluran ion bevariasi beberapa kecil 4 Angstrom dan ada yang mencapai 8 Angstrom): air; urea; gas terlarut (CO2, O2); dan ion mis Na+, K+ dan Ca2+ Sistem traspot yang terdapat pada struktur sel (saluran ion dan carrier) memungkinkan perpindahan bahan secara selektif
  • 16.
  • 17.
  • 18.
    Membran Protein ProteinIntegral Transpoter Enzim Reseptor/Tranduksi Penghubung Penanda Pelekat dengan matrik ekstrasel
  • 19.
  • 20.
    Mitokondria Organel selyang diselaputi oleh dua lapis membran Terbagi menjadi 4: Membran luar; Membrane dalam (membentuk krista) => unsur utama kardiolipin; Ruang intermembrane space: antara membran luar dan dalam; Matrix: Daerah di dalam membran dalam .Berperan sebagai mesin energi sel, tempat berlangsungnya katabolisme (membutuhkan oksigen) bahan sumber energi Membran luar mengandung enzim untuk oksidasi biologis yang menyiapkan bahan sumber energi untuk di proses lebih lanjut dalam organel ini Bagian dalam organel ini (ruang matrik) mengandung enzim untuk siklus Kreb, transfer elektron dan oksidatif posforilasi. Karbohidrat , lipid (oksidasi beta) dan protein => siklus Kreb => CO2 + H2O dan ATP Sel umum memiliki sekitar 1000 organel ini, sedangkan sel yang aktif seperti sel otot bisa memilikinya dalam jumlah yang lebih banyak Dapat bereplikasi sendiri pada keadaan sel membutuhkan lebih banyak energi Mengandung DNA, yang berasal dari ibu
  • 21.
    MATRIK KRISTA MEMBRANDALAM MEMBRAN LUAR
  • 22.
    Biogenesis Mitokondria OtotRangka Dirangsang oleh: Differentsasi myoblast menjadi myotubuli matang Peningkatan konsentrasi piruvat ekstrasel Kebutuhan energi melebihi kapasitas oksidatif : Latihanan ketahanan (Endurance) Menurun oleh: Berkurangnya aktivitas (gerakan) Penuaan
  • 23.
    Retikulum endo plasmaOrganel sel yang terbentuk dari gabungan/jalinan struktur vesikular dan tubular Granuler (rought) bila ribosom melekat pada nya =>berfungsi sebagai tempat mensintesis protein Non granuler (smooth) bila tidak ada ribosom yang melekat => tempat mensintesis lemak (lemak membran sel, hormon steroid) Nongranuler sel hati memiliki enzim untuk mendetoksikasi obat (sistem sitokrom p450) Nongranuler pada otot rangka berperan sebagai depot Ca Aparatus Golgi Organel sel yang dibentuk oleh kelompok sisterne (aparatus = sisterne) Berfungsi: Pada pemrosesan akhir bahan yang dihasilkan endoplasmik retikulum (menambahkan karbohidrat pada gugus tepi protein, mencegah pemecahan protein) Membentuk vesikel protein Menyaring dan mengarahkan protein ke tujuannya
  • 24.
  • 25.
    Reseptor Membran REGRibosom Produk akhir protein Produk awal protein Pembentukan vesikel transpot Vesikel transpot
  • 26.
    Aparatus Golgi menerimavesikel transpot => pemrosesas dan pengemasan akhir
  • 27.
  • 28.
  • 29.
    Lisosom Struktur ireguleryang lebih asam dari komponen sitoplasma yang lain Diameter 250 – 750 nm Berfungsi sebagai sistem digestif sel (mengandung enzim hidrolitik), mencerna bahan-bahan tidak diperlukan sel misal bakteri Peroksisom Organel yang bentuk fisiknya mirip lisosom Mengandung enzim oksidase yang berperan mengoksidasi bahan-bahan yang berbahaya bagi sel misalnya alkohol; enzim katalase yang mengubah hidrogen peroksida menjadi O2 dan air Ribosom Organel sel dengan diameter sekitar 15 nm, yang dibentuk oleh subunit besardan kecil, mengandung ± 65% RNA, 35% protein Tempat berlangsungnya sintesa protein: Protein sitoplasma (Hb), protein peroksisom dan protein mitokondria disintesa pada organel yang bebas Protein hormon, protein lisosom dan protein membran disintesa pada organel ini yang melekat pada endoplasmik retikulum
  • 30.
    Sentriol Organel selini mengorganisasi spindel mitosis pada pembelahan sel Dibentuk oleh sepasang struktur kecil mirip silia Dibentuk oleh 9 triplet tubulus yang ditemukan pada sentrosom Pada sel hewan organel ini membelah diri terlebih dahulu sebelum pembelahan sel Sentrosom Organel tidak bermembran yang melekat pada permukaan nukleus Dimana sesaat sebelum mitosis organel ini membelah diri, 2 sentrosom baru akan berpisah sampai berapa pada sisi yang berlawanan Saat mitosis berlanjut mikrotubulus tumbuh dari masing-masing sentrosom dengan ujung plusnya tumbuh ke arah piring metafase, kelompok mikrotubulus ini disebut serabut “spindle” membentuk spindel
  • 31.
    Sitoskeleton Komponen selyang menentukan bentuk sel Berperan dalam transpot dalam sel (misalnya pergerakan kromosom saat mitosis, transpot vesikel neurotransmiter) Terlibat dalam pergerakan ke seluruhan sel Terbuat dari tubulus/filamen yang tersebar di dalam sel, yang membentuk jalinan serabut dengan 3 tipe dasar yaitu: Mikrotubulus (yang terbuat dari tubulin, dengan diameter 25 nm) Filamen intermediet ( terbuat dari berbagai protein, diameter 8 – 12 nm) Mikrofilamen ( yang terbuat dari aktin, dengan diameter 7 nm) Silia dan flagela Organel sel yang terdapat pada permukaan sel Berperan dalam pergerakan sel Memiliki struktur internal yang sama yaitu 9 pasang tubulus yang tersusun melingkar, mengelilingi sepasang tubulus sentral Kontraksi protein dineim menghasilkan gerakan berulang seperti pendulum yang menyebabkan sel bergerak atau menggerakkan cairan pada permukaan sel Perbedaannya Flagela lebih panjang (50 – 200 mikron) dari silia (5 – 10 mikron) Sel biasanya memiliki 1 atau 2 flagela, sedangkan silia jumlahnya biasanya ratusan Contoh flagela adalah yang terdapat pada badan sperma, contoh silia adalah yang terdapat pada mukosa saluran respirasi , tuba Fallopii dan kanalis spinalis
  • 32.
    Nukleus Komponen selyang mengandung materi herediter yaitu DNA DNA mengandung kode genetis dan diorganisasi menjadi kromosom (satu kromosom mengandung banyak gen) Selain itu pada komponen sel ini bisa ditemukan 1 atau lebih nuklioli tempat pembuatan ribosom Dikelilingi oleh dua lapis membran dengan pori-pori khusus untuk jalur RNA Tempat berlangsungnya proses traskripsi DNA membentuk cetakan (“copy”) dari gen (m-RNA) untuk produksi protein tertentu Kebanyakan sel hanya mengandung 1 komponen sel ini Beberapa sel memiliki lebih dari 1 (poliploidi) seperti beberapa sel hati dan sel otot rangka Sel eritrosit mamalia dewasa kehilangan komponen sel ini
  • 33.
    Transpot membran Perpindahanbahan melewati membran sel Bisa berlangsung secara pasif tanpa memerlukan energi (contohnya difusi sederhana, difusi dipermudah dan osmosis) Secara aktif yang memerlukan energi (contohnya transpot aktif primer dan transpot akti sekunder Saluran ion Struktur membran yang berperan dalam pergerakan bahan melewati membran Dibedakan menjadi: Bergerbang ‘gated’ yang bisa dibuka oleh: voltase (voltage gated), mediator kimia (ligand gated) dan secara mekanis oleh gerakan sitoskeleton Tidak bergerbang “nongated contohnya pori (leak channel) Carrier Protein pembawa dapat mengikat bahan spesifik, Bila berikatan menyebabkan terjadinya perubahan bentuk protein yang membawa bahan ke sisi yang berlawanan membran (tidak pernah terbuka di dua sisi membran secara bersamaan) Ada titik jenuh (saturasi)
  • 34.
    Difusi Perpindahan pasifbahan melewati membran sel Searah dengan gradien elektro-kimia (bergerak dari kadar tinggi ke rendah / ke arah muatan yang berlawanan) Energi berasal dari energi kinetik dari pergerakan acak molekul/ion Sebelum tercapai kesetimbangan terdapat perpindahan bersih Setelah kesetimbangan tercapai, selisih pergerakan ke 2 arah adalah 0 (kesetimbangan dinamis) Bergantung pada kelarutan bahan dalam lemak dan adanya saluran protein untuk molekul terebut Berbanding lurus dengan luas permukaan membran Berbanding terbalik dengan ketebalan membran
  • 35.
  • 36.
    Difusi bahan bergantunghanya pada konsentrasi bahan tersebut tidak bergantung pada: Pasangan ion dari senyawa asal Kehadiran klorida tidak mempengaruhi difusi sodium yang berasal dari Na CL Kehadiran metabolitnya atau bentuk ioniknya Misal: Glukosa segera di ubah menjadi glucosa-6-fosfat segera setelah masuk sel. Kehadiran metabolit glukosa ini tidak mempengaruhi difusi glukosa berikutnya Aspirin pada lambung, pH = 1.4, dalam bentuk tidak terionisasi (tidak bermuatan). Dalam bentuk ini aspirin dapat masuk sel lambung, se saat di dalam sel, pH = 7.4, aspirin terionisasi, tidak mempengaruhi difusi aspirin selanjutnya. Bentuk terionisasi tidak dapat meninggalkan sel, mengumpul di dalam sel mengalami presipitasi, membentuk kristal => merusak mukosa =>perdarahan lambung
  • 37.
  • 38.
    Transpot Diperantarai CarrierTranspot bahan berukuran besar Transpot bahan tidak larut lemak Spesifikasi => molekul tertentu, transporter untuk D-glukosa tidak bisa untul L-glukosa Saturasi =>kecepatan transpot bergantung pada jumlah transporter, bila semua transporter sudah bekerja tidak ada lagi peningkatan kecepatan = saturasi Kompetisi => transporter untuk lebih dari 1 bahan => terjadi kompetisi Difusi dipermudah Perpindahan pasif bahan melewati membran sel, searah gradien elektro-kimia dengan bantuan carrier protein
  • 39.
  • 40.
    Transpot aktif primerPerpindahan bahan melewati membran sel melawan gradien elektro-kimia menggunakan pompa (pompa biasanya adalah ATPase) ion dan membutuhkan energi. Misalnya pompa Na-K yang mentranspot 3 Na ke luar sel dan 2 K ke dalam sel Transport aktif sekunder Perpindahan bahan melewati membran sel melawan gradien elektro-kimia, energi digunakan untuk mentranspot ion tertentu menggunakan pompa ion, yang menyebabkan terbentuknya gradien konsentrasi, sehingga ion ini dapat mengaktifkan carrier protein untuk mentranspot molekul lain secara serentak dengan traspot ion ini kembali. Simport Jenis transport aktif sekunder dimana ion/molekul ditransport searah dengan arah transpot ion yang mengaktifkan molekul pembawa. Contohnya transpot aktif sekunder glukosa dan asam amino dengan Na pada sel usus dan tubuli ginjal Antiport Jenis transport aktif sekunder dimana ion/molekul ditransport berlawanan arah dengan arah transpot ion yang mengaktifkan molekul pembawa. Contohnya adalah transpot aktif sekunder ion hidrogen dengan Na pada tubuli proksimal ginjal
  • 41.
    Transpot Aktif MelawanGradien Elektro/kimia
  • 42.
  • 43.
    TRANSPOT AKTIF POMPA Na -K
  • 44.
  • 45.
    Endositosis Transport bahanberukuran besar ke dalam sel Dibedakan menjadi pinositosis bila bahan yang ditranspor berupa larutan (trasnpot membawa serta CES) pagositosi bila bahan yang ditranspot berupa bahan berukuran besar Eksositosis Transport bahan berukuran besar ke luar sel
  • 46.
  • 47.
  • 48.
  • 49.
  • 50.
  • 51.
    OSMOSIS Perpindahan airmelewati membran semipermiabel (permiabel terhadap air) - Bila kosentrasi solut atau solven berbeda - Air pindah (bersih) sampai kosentrasi solut sama - Berlangsung secara pasif Isoosmotik, Hipoosmotik, hiperosmotik => bergantung pada jumlah partikel dalam larutan (tekanan osmotik=tekanan yang dapat mencegah perpindahan solven) Pergerakan air melewati membran sel => bergantung pada jumlah partikel yang tidak dapat menembus membran sel Hipotonis = Sel mengembung Isotonis = sel tidak berubah ukuran Hipertonis=sel mengalami plasmolisis =>mengkerut = krenasi
  • 52.
  • 53.
  • 54.
    Komunikasi Antar SelOrganisme => Banyak sel 75 triliun sel 200 jenis luar Respon tepat <= rangsangan dalam Komunikasi antar sel Hubungan langsung sel-sel (gap junction) Difusi lokal Impul saraf Mediator kimia (ligan) =>CES=SCD jauh
  • 55.
    Informasi/Sinyal biologis: Listrik<= Perubahan potensial membran Kimia <= Molekul yang disekresikan ke CES Sel yang menerima sinyal = Sel Target Gap Junction <= Komunikasi sederhana Koneksin 2 sel menyatu, terbentuk konekson Konekson tertutup/terbuka Saat terbuka 2 sel = 1 sel => sinsitium, ion dan molekul kecil (Asam amino, ATP dan cAMP) difusi Merupakan 1nya jalur transfer sinyal listrik langsung Misal pada otot jantung, beberapa otot polos, sel hati, beberapa saraf pada CNS Komunikasi Antar Sel
  • 56.
    Parakrin dan AutokrinBentuk komunikasi lokal Setelah disekresikan difusi di CES Parakrin, para = sebelah/sekitar krein = mensekresikan Bila molekul sinyal pada sel yang mensekresikan = Autokrin Misal: Eicosanoid (Prostaglandin, tromboksan leukotrien = pada asthma) Histamin
  • 57.
    Komunikasi Jarak JauhSemua sel tubuh bisa => parakrin Komunikasi jarak jauh hanya: Hormon <= sistem endokrin Nuerohormon Sinyal listrik <= Sistem saraf Bila mediator kimia dari ujung akson disekresikan ke sinap = neurotransmiter Bila mediator kimia dari ujung akson disekresikan ke CES => SCV = neurohormon
  • 58.
    Hormon/neurohormon =>CES=>SCV=> Seluruhsel, yang berespon hanya yang memiliki reseptor Reseptor = Protein membran sel yang mengenali, dapat mengikat dan menerjemahkan ( reception ) informasi yang dibawa ligan, memulai pengaruh, untuk menghasilkan respon seluler Ligan = Bahan atau zat yang membawa informasi (pembawa berita pertama) pada sel target, dapat berikatan dan mengaktifkan reseptor. Satu bahan ini dapat mempunyai beberapa reseptor (reseptor isoform ) dengan respons seluler yang berbeda. Dapat pula berbagai bahan ini untuk satu reseptor (tetapi dengan afinitas yang berbeda)
  • 59.
  • 60.
    Reseptor Pada membransel => ligan lipopobik Dalam sel (sitosol/membran inti) => ligan lipopilik Bisa: Enzim Saluran ion Protein integral membral =>bisa mempengaruhi/mengaktifkan enzim atau ligan gated chanel Aktivasi reseptor => Perubahan keadaan saluran bergerbang atau fungsi enzim => mengubah potensial membran atau kadar(konsentrasi) ion atau molekul tertentu Molekul atau ion yang diaktifkan oleh ikatan ligan-reseptor = Messenger 2
  • 61.
  • 62.
    Gambaran Umum JalurSinyal Ligan (Messenger I) => reseptor spesifik Aktivasi reseptor => Transduksi sinyal Transduksi = Proses perubahan informasi ekstraseluler yang dibawa oleh pembawa berita pertama menjadi informasi intraseluler yang merangsang respon seluler Beberapa perubahan diperantarai oleh pengaktifan protein kinase Protein kinase = Enzim yang mentransfer gugus fosfat dari ATP ke protein Fosforilasi protein mengubah konfigurasinya dan memicu proses pembentukan respon sel Contoh perubahan <= fosforilasi: Meningkatkan/menurunkan aktivitas enzim Mengubah keadaan gerbang saluran ion (ligan gated chanel)
  • 63.
    Protein G =Substansi heterotrimik yaitu memiliki tiga sub unit alpha, beta dan gamma, yang diberi nama seperti itu karena mengikat nukleotida guanine (GDP dan GTP), berhubungan dengan permukaan dalam membran sel (saluran ion atau enzim) dan reseptor transmembran Komplek ligan- reseptor protein G aktif memicu produksi dan pelepasan messenger 2 diantaranya : cAMP, inositol triphosphate (IP3), diacylglycerol (DAG), cGMP, Ca++ Adenil Siklase =Enzim pada permukaan dalam membran sel yang diaktifkan oleh Gαs,, bekerja mengkatalisis perubahan ATP menjadi pembawa berita kedua cAMP dan dihambat oleh Gαi.
  • 64.
    Messenger 2 IonCa c AMP <= ATP IP 3 dan DAG <= PIP 2 (posfoinositol diposfat) Sel berbeda respon berbeda terhadap informasi yang dibawa messenger 2 =>fungsi khusus sel Misalnya respon terhadap peningkatan [Ca ++ ): Otot => kontraksi Saraf =>pengeluaran neurotransmiter Informasi fisiologis Spesifik pada ikatan ligan-reseptor, tidak pada jenis ligannya (hormon/neurotransmiter) Ligan yang sama, berikatan dengan reseptor sel berbeda =>informasi beda, respon beda Misal Asetilkolin: berikatan dengan reseptor nikotinik (saluran ion) dan muskarinik (bukan saluran ion) Perubahan bentuk reseptor saat berikatan dengan ligan => pesan spesifik
  • 65.
  • 66.
  • 67.
  • 68.
  • 69.
  • 70.
    Posfolipase-C = Kinaseyang mengubah posfolipid membran (posfatidil 4,5-diposfat (PIP2) menjadi 2 pembawa berita kedua yang berbeda yaitu inositol triposfat (IP3) dan diasil gliserol (DAG) cGMP = Pembawa berita kedua yang dibentuk dari GTP, dikatalisis oleh guanilat siklase, berikatan dengan reseptor, aktif bila reseptor mengikat ligan, atau dikatalisis oleh guanilat siklase yang larut dalam sitosol, yang diaktifkan oleh NO
  • 71.
  • 72.
  • 73.
    Sel dapat aturkepekaan terhadap ligan Down regulasi [ligan] tinggi dalam waktu lama, reseptor diendositosis dan dihancurkan lisosom Up regulasi [ligan] rendah rangsang pembentukan reseptor
  • 74.
    Agonis ialah suatu molekul atau obat yang dapat mengaktifkan reseptor dengan hasil respon sama dengan ligan alami. Antagonis ialah suatu molekul atau obat yang dapat berikatan dengan binding site yang sama dengan ligan alami pada reseptor dan meng-hambat perikatan ligan dengan reseptor-nya, sehingga men-cegah efek dari ligan tersebut. Komunikasi Antar-Sel
  • 75.
    Kalsium Intrasel peranutamanya sebagai sinyal fisiologis (messenger 2) misal Ca pada aktomiosin ATPase => kontraksi otot Ekstrasel mineral utama tulang Kadar istirahat intrasel rendah Peningkatan mudah dideteksi Peningkatan cepat terjadi karena kadar ekstrasel dan depot intra sel (RE, Mitokondria kemungkinan pada membran) sangat tinggi [Ca] naik berikatan dengan transporter: Troponin pada otot rangka Kalmodulin sel lainnya
  • 76.
    Endokrin Hormon Selkelenjar Sel target
  • 77.
    c AMP AktivitasProtein kinase Kalsium dan/ fosfoinositol c GMP Epinefrin, Norepinefrin, Glukagon, LH, FSH, TSH, kaslcitonin, H Paratiroid, ADH Insulin, GH, Prolaktin, Oksitosin,Eritropoietin, Beberapa Growth Factor Epinefrin, Norepinefrin, Angiotensin II, Glucagon, GnRH, TSH Atrial Naturetic H,Nitric Oxide Ligan