MAKALAH/BEST PRACTICE
PENERAPAN SUPERDEPENKOL
UNTUK MENINGKATKAN KINERJA GURU
DI SD NEGERI 1 KALILUNJAR
KECAMATAN BANJARMANGU
Latar Belakang
• Kinerja guru rendah
• Komunikasi kepala sekolah
terlalu formal
• Pemberdayaan guru belum
optimal
• Proses pembelajaran
berlangsung monoton
• Prestasi sekolah rendah
•
PERMASALAHAN
1. Bagaimana proses pelaksanaan
superdepenkol untuk
meningkatkan kinerja bagi guru
SDN 1 Kalilunjar?
2. Bagaimana hasil peningkatan
kinerja guru setelah dilakukan
superdepenkol?
STRATEGI PEMECAHAN MASALAH
Dalam tahapan pelaksanaan pemecahan masalah
ini, penerapan SUPERDEPENKOL dilakukan
dengan tahapan-tahapan sebagai berikut:
1. Membentuk team work yang solid
2. Membangun semangat dan komitmen
3. Persiapan dengan menciptakan suasana yang
akrab dengan guru
4. Pelaksanaan program.
5. Pelaksanaan tindak lanjut hasil supervisi dengan
memberikan umpan balik
6. Prestasi dan reward
KERANGKA BERPIKIR
 Kinerja guru rendah
 Pemberdayaan guru
belum optimal
 Pembelajaran monoton
 Prestasi rendah
Hasil /
Dampak
Team Work yang Solid
 Semangat dan
Komitmen Tinggi
 Kinerja Meningkat
 Prestasi Meningkat
Aktivitas
Penerapan
SUPRDEPENKOL
Kondisi
Awal
Kepala Sekolah belum
menerapkan
SUPRDEPENKOL
METODOLOGI PENELITIAN
A. Tempat
 SDN 1 Kalilunjar Kec. Banjarmangu
B. Teknik Pengumpulan Data
 Observasi langsung: mengalami langsung
dalam setiap tahapan
 Studi dokumen: dokumen terkait yang ada di
sekolah (EDS, RKS, RKAS, Kurikulum, Profil)
 Wawancara: bincang-bincang non formal
dengan warga sekolah
C. Teknik Analisis Data
 Teknik analisis deskriptif: mendiskripsikan hasil
penerapan SUPERDEPENKOL
ALASAN PEMILIHAN STRATEGI
• Kepala Sekolah mempunyai peran strategis dalam
meningkatkan mutu pendidikan.
• Untuk meningkatkan kinerja menggunakan strategi
Superdepenkol alasannya;
1. Bantuan yg diberikan bukan instrusksi /perintah tetapi
tercipta hubungan manusiawi, kesepakatan bersama,
dan timbul dari harapan dan dorongan guru
2. Suasana kehangatan, kedekatan dan keterbukaan.
3. Perencanaan dan Instrument atas dasar kesepakatan
4. Pada refleksi umpan balik cepat dan Obyektif ,
seharusnya datang dari pihak guru lebih dulu,
5. Atas dasar harapan dan dorongan dari guru memang
membutuhkan
6. Dilaksanakan berkesinambungan
HASIL YANG DICAPAI
• Team Work Sekolah yang Solid
• Pemberdayaan Guru:
(KKG, Pembagian Tugas, melanjutkan
Studi)
• Kinerja Guru Meningkat: Disiplin,
PAKEM, Semangat mengajar dan kegiatan
ekstrakurikuler)
• Prestasi sekolah meningkat:
Kejuaraan tingkat kec, kab. dan provinsi
PRESTASI GURU
• Juara 2 Guru berprestasi dalam PTK
tingkat kabupaten tahun 2013
• Juara 1 Kepala Sekolah berprestasi
Tingkat kecamatan tahun 2014
• Juara 1 Guru Berprestasi tingkat
kecamatan tahun 2014
• Juara 1 Kepala Sekolah berprestasi
tingkat kabupaten tahun 2014
PRESTASI SEKOLAH
• Juara 2 tingkat Kabupaten lomba Siswa Berprestasi
putri tahun 2013.
• Juara 3 Persari Tingkat Provinsi Lomba Pesta Bola
Putri Tahun 2013.
• Juara 2 Persari Tingkat Provinsi Lomba Pentas Seni
Putri Tahun 2013
• Juara 1 Jumbara PMR Tingkat Provinsi Tahun 2012
• Juara 1 Pesta Siaga Putri Kabupaten tahun 2012
• Juara 1 Pesta Siaga Putra Kabupaten tahun 2012
• Juara 1 Pesta Siaga Putri Kabupaten tahun 2013
LANJUTAN
• Juara 2 Pesta Siaga Putra Kabupaten tahun 2013
• Juara 2 Pesta Siaga Putri Kabupaten tahun 2014
• Juara 3 Pesta Siaga Putra Kabupaten tahun 2014
• Juara 2 LCC Tingkat kecamatan tahun 2012.
• Juara 3 Berhitung lomba Calistung tingkat kecamatan tahun 2012
• Juara 1 Menulis lomba Calistung tingkat kecamatan tahun 2012
• Juara 1 Cipta dan baca puisi tingkat kecamatan tahun 2012
• Juara 1 Matemtika lomba Olimpiade MIPA tingkat kecamatan 2012
• Juara 1 Siswa Berprestasi putra tingkat kecamatan tahun 2012.
• Juara 2 Siswa Berprestasi putri tingkat kecamatan tahun 2012
• Juara 1 Siswa Berprestasi putri tingkat kecamatan tahun 2013.
• Juara 3 Siswa Berprestasi putra tingkat kecamatan tahun 2013
• Juara 1 Siswa Berprestasi putri tingkat kecamatan tahun
2014Juara 2 Siswa Berprestasi putra tingkat kecamatan tahun
2014
KENDALA YANG DIHADAPI
• Kemauan guru untuk berubah
rendah.
• Guru merasa nyaman dengan pola
lama
• Lingkungan keluarga/masyarakat
ada yang acuh terhadap pendidikan.
• Dukungan sarana dan prasarana
dari pemerintah yang masih kurang
FAKTOR PENDUKUNG
• Kepala sekolah, guru, dan tenaga
pendidikan memiliki semangat dan
komitmen yang tinggi.
• Komite sekolah memberikan dukungan
yang tinggi.
• Kepala UPTD dan Pengawas sangat
mengapresiasi dan memberikan
semangat
• Masyarakat merespon kemajuan SD.
• Terjalinnya kerjasama yang erat
dengan berbagai lembaga
ALTERNATIF PENGEMBANGAN
• Perlu dilakukan oleh Kepala Sekolah terhadap
semua guru dalam rangka meningkatkan mutu
pembelajaran
• Supervisi dengan pendekatan kolaboratif perlu
dilakukan secara terprogram dan terencana,
terhadap semua guru kelas dan semua guru
bidang studi yang ada di Sekolah
• Perlu dikembangkan adanya pendampingan yang
dilakukan oleh guru senior (mentor) terhadap
guru yunior atau guru baru, dalam rangka berbagi
pengalaman dalam pembelajaran.
•
KESIMPULAN
• Pengembangan sekolah melalui penerapan
SUPRDEPENKOL di SDN 1 Kalilunjar, dilakukan
dengan enam tahap kegiatan, yakni: (1) membentuk
team work yang solid, (2) membangun semangat
dan komitmen, (3) Penyusunan program Supervisi
(4) pelaksanaan program, dan (5) pelaksanaan
Tindak lanjut hasil supervisi (6) Pemberian reward
kepada yang berprestasi.
• Dampak positif dari penerapan
SUPEREDEPENKOL: terbentuknya team work
yang solid, terwujudnya semangat kerja yang tinggi
dan komitmen dalam menjalakan pengabdian dan
tugas, Kinerja Guru meningkat, Prestasi Sekolah
meningkat.
REKOMENDASI
• Sekolah perlu menkondisikan agar terbentuk team work yang
solid dengan keterbukaan dan menjalin kerja sama
• Supervisi dengan pendekatan kolaboratif dapat dilakukan
oleh Kepala sekolah terhadap semua guru
• Dalam pembelajaran guru perlu diarahkan untuk
mempersiapkan media dan sumber belajar dengan baik,
• Kesulitan-kesulitan guru dalam mempersiapkan media dan
sumber belajar perlu didukung oleh sekolah dalam hal
pendanaan sehingga media dan sumber belajar yang
dipersiapkan dapat lebih optimal.
DAFTAR PUSTAKA
Departemen Pendidikan Nasional, 2007, Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Kepala
Sekolah, Jakarta, Dirjen PMPTK
Departemen Pendidikan Nasional, 2007, Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Kompetensi Guru, Jakarta, Dirjen PMPTK
Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University
Press. Universitas Negeri Surabaya.
Nuryanah,Sri. Supervisi Akademik meningkatkan Kinerja Guru.Bandung:
PT.Rinai Jaya.
Sahertian, Piet. 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam
rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
Nama:
SUBIARTO, S.Pd.,M.M
Alamat Rumah:
Banjarmangu Rt 01 Rw 04
Kec. Banjarmangu kab. Banjarnegara
Alamat Kantor:
SD Negeri 1 Kalilunjar
Kecamatan Banjarmangu
Kabupaten Banjarnegara
Motto Hidup:
BEKERJA KERAS, CERDAS, TUNTAS,
DAN IKLAS
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

Best practice ks

  • 1.
    MAKALAH/BEST PRACTICE PENERAPAN SUPERDEPENKOL UNTUKMENINGKATKAN KINERJA GURU DI SD NEGERI 1 KALILUNJAR KECAMATAN BANJARMANGU
  • 2.
    Latar Belakang • Kinerjaguru rendah • Komunikasi kepala sekolah terlalu formal • Pemberdayaan guru belum optimal • Proses pembelajaran berlangsung monoton • Prestasi sekolah rendah •
  • 3.
    PERMASALAHAN 1. Bagaimana prosespelaksanaan superdepenkol untuk meningkatkan kinerja bagi guru SDN 1 Kalilunjar? 2. Bagaimana hasil peningkatan kinerja guru setelah dilakukan superdepenkol?
  • 4.
    STRATEGI PEMECAHAN MASALAH Dalamtahapan pelaksanaan pemecahan masalah ini, penerapan SUPERDEPENKOL dilakukan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Membentuk team work yang solid 2. Membangun semangat dan komitmen 3. Persiapan dengan menciptakan suasana yang akrab dengan guru 4. Pelaksanaan program. 5. Pelaksanaan tindak lanjut hasil supervisi dengan memberikan umpan balik 6. Prestasi dan reward
  • 5.
    KERANGKA BERPIKIR  Kinerjaguru rendah  Pemberdayaan guru belum optimal  Pembelajaran monoton  Prestasi rendah Hasil / Dampak Team Work yang Solid  Semangat dan Komitmen Tinggi  Kinerja Meningkat  Prestasi Meningkat Aktivitas Penerapan SUPRDEPENKOL Kondisi Awal Kepala Sekolah belum menerapkan SUPRDEPENKOL
  • 6.
    METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat SDN 1 Kalilunjar Kec. Banjarmangu B. Teknik Pengumpulan Data  Observasi langsung: mengalami langsung dalam setiap tahapan  Studi dokumen: dokumen terkait yang ada di sekolah (EDS, RKS, RKAS, Kurikulum, Profil)  Wawancara: bincang-bincang non formal dengan warga sekolah C. Teknik Analisis Data  Teknik analisis deskriptif: mendiskripsikan hasil penerapan SUPERDEPENKOL
  • 7.
    ALASAN PEMILIHAN STRATEGI •Kepala Sekolah mempunyai peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan. • Untuk meningkatkan kinerja menggunakan strategi Superdepenkol alasannya; 1. Bantuan yg diberikan bukan instrusksi /perintah tetapi tercipta hubungan manusiawi, kesepakatan bersama, dan timbul dari harapan dan dorongan guru 2. Suasana kehangatan, kedekatan dan keterbukaan. 3. Perencanaan dan Instrument atas dasar kesepakatan 4. Pada refleksi umpan balik cepat dan Obyektif , seharusnya datang dari pihak guru lebih dulu, 5. Atas dasar harapan dan dorongan dari guru memang membutuhkan 6. Dilaksanakan berkesinambungan
  • 8.
    HASIL YANG DICAPAI •Team Work Sekolah yang Solid • Pemberdayaan Guru: (KKG, Pembagian Tugas, melanjutkan Studi) • Kinerja Guru Meningkat: Disiplin, PAKEM, Semangat mengajar dan kegiatan ekstrakurikuler) • Prestasi sekolah meningkat: Kejuaraan tingkat kec, kab. dan provinsi
  • 9.
    PRESTASI GURU • Juara2 Guru berprestasi dalam PTK tingkat kabupaten tahun 2013 • Juara 1 Kepala Sekolah berprestasi Tingkat kecamatan tahun 2014 • Juara 1 Guru Berprestasi tingkat kecamatan tahun 2014 • Juara 1 Kepala Sekolah berprestasi tingkat kabupaten tahun 2014
  • 10.
    PRESTASI SEKOLAH • Juara2 tingkat Kabupaten lomba Siswa Berprestasi putri tahun 2013. • Juara 3 Persari Tingkat Provinsi Lomba Pesta Bola Putri Tahun 2013. • Juara 2 Persari Tingkat Provinsi Lomba Pentas Seni Putri Tahun 2013 • Juara 1 Jumbara PMR Tingkat Provinsi Tahun 2012 • Juara 1 Pesta Siaga Putri Kabupaten tahun 2012 • Juara 1 Pesta Siaga Putra Kabupaten tahun 2012 • Juara 1 Pesta Siaga Putri Kabupaten tahun 2013
  • 11.
    LANJUTAN • Juara 2Pesta Siaga Putra Kabupaten tahun 2013 • Juara 2 Pesta Siaga Putri Kabupaten tahun 2014 • Juara 3 Pesta Siaga Putra Kabupaten tahun 2014 • Juara 2 LCC Tingkat kecamatan tahun 2012. • Juara 3 Berhitung lomba Calistung tingkat kecamatan tahun 2012 • Juara 1 Menulis lomba Calistung tingkat kecamatan tahun 2012 • Juara 1 Cipta dan baca puisi tingkat kecamatan tahun 2012 • Juara 1 Matemtika lomba Olimpiade MIPA tingkat kecamatan 2012 • Juara 1 Siswa Berprestasi putra tingkat kecamatan tahun 2012. • Juara 2 Siswa Berprestasi putri tingkat kecamatan tahun 2012 • Juara 1 Siswa Berprestasi putri tingkat kecamatan tahun 2013. • Juara 3 Siswa Berprestasi putra tingkat kecamatan tahun 2013 • Juara 1 Siswa Berprestasi putri tingkat kecamatan tahun 2014Juara 2 Siswa Berprestasi putra tingkat kecamatan tahun 2014
  • 12.
    KENDALA YANG DIHADAPI •Kemauan guru untuk berubah rendah. • Guru merasa nyaman dengan pola lama • Lingkungan keluarga/masyarakat ada yang acuh terhadap pendidikan. • Dukungan sarana dan prasarana dari pemerintah yang masih kurang
  • 13.
    FAKTOR PENDUKUNG • Kepalasekolah, guru, dan tenaga pendidikan memiliki semangat dan komitmen yang tinggi. • Komite sekolah memberikan dukungan yang tinggi. • Kepala UPTD dan Pengawas sangat mengapresiasi dan memberikan semangat • Masyarakat merespon kemajuan SD. • Terjalinnya kerjasama yang erat dengan berbagai lembaga
  • 14.
    ALTERNATIF PENGEMBANGAN • Perludilakukan oleh Kepala Sekolah terhadap semua guru dalam rangka meningkatkan mutu pembelajaran • Supervisi dengan pendekatan kolaboratif perlu dilakukan secara terprogram dan terencana, terhadap semua guru kelas dan semua guru bidang studi yang ada di Sekolah • Perlu dikembangkan adanya pendampingan yang dilakukan oleh guru senior (mentor) terhadap guru yunior atau guru baru, dalam rangka berbagi pengalaman dalam pembelajaran. •
  • 15.
    KESIMPULAN • Pengembangan sekolahmelalui penerapan SUPRDEPENKOL di SDN 1 Kalilunjar, dilakukan dengan enam tahap kegiatan, yakni: (1) membentuk team work yang solid, (2) membangun semangat dan komitmen, (3) Penyusunan program Supervisi (4) pelaksanaan program, dan (5) pelaksanaan Tindak lanjut hasil supervisi (6) Pemberian reward kepada yang berprestasi. • Dampak positif dari penerapan SUPEREDEPENKOL: terbentuknya team work yang solid, terwujudnya semangat kerja yang tinggi dan komitmen dalam menjalakan pengabdian dan tugas, Kinerja Guru meningkat, Prestasi Sekolah meningkat.
  • 16.
    REKOMENDASI • Sekolah perlumenkondisikan agar terbentuk team work yang solid dengan keterbukaan dan menjalin kerja sama • Supervisi dengan pendekatan kolaboratif dapat dilakukan oleh Kepala sekolah terhadap semua guru • Dalam pembelajaran guru perlu diarahkan untuk mempersiapkan media dan sumber belajar dengan baik, • Kesulitan-kesulitan guru dalam mempersiapkan media dan sumber belajar perlu didukung oleh sekolah dalam hal pendanaan sehingga media dan sumber belajar yang dipersiapkan dapat lebih optimal.
  • 17.
    DAFTAR PUSTAKA Departemen PendidikanNasional, 2007, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 Tentang Standar Kompetensi Kepala Sekolah, Jakarta, Dirjen PMPTK Departemen Pendidikan Nasional, 2007, Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru, Jakarta, Dirjen PMPTK Ngalim, Purwanto M. 1990. Psikologi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas Negeri Surabaya. Nuryanah,Sri. Supervisi Akademik meningkatkan Kinerja Guru.Bandung: PT.Rinai Jaya. Sahertian, Piet. 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi Pendidikan dalam rangka Pengembangan Sumberdaya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta
  • 18.
    Nama: SUBIARTO, S.Pd.,M.M Alamat Rumah: BanjarmanguRt 01 Rw 04 Kec. Banjarmangu kab. Banjarnegara Alamat Kantor: SD Negeri 1 Kalilunjar Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara Motto Hidup: BEKERJA KERAS, CERDAS, TUNTAS, DAN IKLAS
  • 19.