OLEH : SGD 8
BELAJAR SEPANJANG HAYAT

DEFINISI   MANFAAT   FAKTOR   TUJUAN LANDASAN
Belajar sepanjang hayat adalah suatu
konsep, suatu idea, gagasan pokok dalam konsep
ini ialah bahwa belajar itu tidak hanya
berlangsung di lembaga-lembaga pendidikan
formal seseorang masih dapat memperoleh
pengetahuan kalau ia mau, setelah ia selesai
mengikuti pendidikan di suatu lembaga
pendidikan formal. Ditekankan pula bahwa
belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu
yang berlangsung sepanjang kehidupan
seseorang. Bedasarkan idea tersebut konsep
belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan
sebagai belajar berkesinambungan (continuing
learning).
Belajar sepanjang hayat adalah suatu
konsep tentang belajar terus menerus dan
berkesinambungan (continuing-learning) dari
buaian sampai akhir hayat, sejalan dengan
fase-fase perkembangan pada manusia. Oleh
karena setiap fase perkembangan pada
masing-masing individu harus dilalui dengan
belajar agar dapat memenuhi tugas-tugas
perkembanganya, maka belajar itu dimulai
dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan
bahkan masa tua.
1.   Menjadikan seseorang tidak ketinggalan zaman
2.   Dapat terus memperbaharui pengetahuannya,
     terutama bagi mereka yang sudah tidak
     mengenyam bangku sekolah lagi. Dalam arti
     kata telah lulus dari sekolah formal.
3.   Menjadikan individu yang tidak akan terasing
     oleh generasi dibawahnya,
4.   Menjadikan individu yang berwawasan luas
     serta mampu beradaptasi dengan perubahan
     yang akan datang, sehingga dapat tetap
     memberikan sumbangannya ilmu pengetahuan
     bagi kehidupan di lingkungannya.
Adapun faktor-faktor yang
  mempengaruhi belajar sepanjang hayat
  adalah:
1. Adanya sifat ingin tahu untuk menyelidiki
   dunia yang lebih luas.
2. Adanya sifat kreatif yang ada pada manusia
   dan keinginan untuk selalu maju
3. Adanya keinginan untuk memperbaiki
   kegagalan yang lalu dengan usaha yang
   baru.
1. Untuk memperkaya kemampuan intelektual
  seseorang.
2. Menjadikan individu yang lebih lebih dinamis,
  lebih mudah menerima gagasan-gagasan
  pembaharuan, dan lebih mudah berinteraksi
  dengan masyarakat-masyarakat di
  lingkungannya.
3. Untuk membantu individu dalam menimba ilmu
  bagi merealisasikan impian-impiannya.
4. Untuk mengembangkan kemampuan nalarnya
  secara terus menerus bukan saja objek-objek
  diluar dirinya tetapi juga terhadap
  kehidupannya sendiri sebagai perorangan
  maupun sebagai suatu komunitas.
a. Semakin banyaknya lulusan dari system
  persekolahan (system pendidikan formal) yang
  ingin melanjutkan pendidikan,
b. Semakin cepatnya perkembangan pengetahuan
  baru mengakibatkan meningkatnya kebutuhan
  pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan
  tuntutan masa.
c. Asas bahwa pendidikan merupakan suatu proses
  kontinyu yang bermula sejak seseorang di
  lahirkan hingga meninggal dunia. Proses
  pendidikan tidak hanya terbatas pada bangku
  sekolah tetapi juga mencakup bentuk-bentuk
  belajar secara informal.
d. Memberikan motivasi kepada mereka yang
  telah selesai mengikuti pendidikan sekolah
  agar tetap belajar dalam rangka
  meningkatkan kualitas kehidupannya.
e. Semakin ketatnya persaingan di berbagai
  bidang kehidupan.
Belajar Sepanjang Hayat adalah suatu
gagasan yang manyatakan bahwa belajar
dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang
berlangsung secara terus-menerus
sepanjang kehidupan, selama manusia
masih bernafas dan masih diberi kesehatan
oleh Allah SWT. Belajar sepanjang hayat
berguna untuk menjadikan hidup lebih
optimal dan diri menjadi lebih intelektual
serta tercapai semua angan-angan sehingga
minim timbulnya masalah dalam kehidupan
nyata.

Belajar sepanjang hayat

  • 1.
  • 2.
    BELAJAR SEPANJANG HAYAT DEFINISI MANFAAT FAKTOR TUJUAN LANDASAN
  • 3.
    Belajar sepanjang hayatadalah suatu konsep, suatu idea, gagasan pokok dalam konsep ini ialah bahwa belajar itu tidak hanya berlangsung di lembaga-lembaga pendidikan formal seseorang masih dapat memperoleh pengetahuan kalau ia mau, setelah ia selesai mengikuti pendidikan di suatu lembaga pendidikan formal. Ditekankan pula bahwa belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung sepanjang kehidupan seseorang. Bedasarkan idea tersebut konsep belajar sepanjang hayat sering pula dikatakan sebagai belajar berkesinambungan (continuing learning).
  • 4.
    Belajar sepanjang hayatadalah suatu konsep tentang belajar terus menerus dan berkesinambungan (continuing-learning) dari buaian sampai akhir hayat, sejalan dengan fase-fase perkembangan pada manusia. Oleh karena setiap fase perkembangan pada masing-masing individu harus dilalui dengan belajar agar dapat memenuhi tugas-tugas perkembanganya, maka belajar itu dimulai dari masa kanak-kanak sampai dewasa dan bahkan masa tua.
  • 5.
    1. Menjadikan seseorang tidak ketinggalan zaman 2. Dapat terus memperbaharui pengetahuannya, terutama bagi mereka yang sudah tidak mengenyam bangku sekolah lagi. Dalam arti kata telah lulus dari sekolah formal. 3. Menjadikan individu yang tidak akan terasing oleh generasi dibawahnya, 4. Menjadikan individu yang berwawasan luas serta mampu beradaptasi dengan perubahan yang akan datang, sehingga dapat tetap memberikan sumbangannya ilmu pengetahuan bagi kehidupan di lingkungannya.
  • 6.
    Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi belajar sepanjang hayat adalah: 1. Adanya sifat ingin tahu untuk menyelidiki dunia yang lebih luas. 2. Adanya sifat kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk selalu maju 3. Adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru.
  • 7.
    1. Untuk memperkayakemampuan intelektual seseorang. 2. Menjadikan individu yang lebih lebih dinamis, lebih mudah menerima gagasan-gagasan pembaharuan, dan lebih mudah berinteraksi dengan masyarakat-masyarakat di lingkungannya. 3. Untuk membantu individu dalam menimba ilmu bagi merealisasikan impian-impiannya. 4. Untuk mengembangkan kemampuan nalarnya secara terus menerus bukan saja objek-objek diluar dirinya tetapi juga terhadap kehidupannya sendiri sebagai perorangan maupun sebagai suatu komunitas.
  • 8.
    a. Semakin banyaknyalulusan dari system persekolahan (system pendidikan formal) yang ingin melanjutkan pendidikan, b. Semakin cepatnya perkembangan pengetahuan baru mengakibatkan meningkatnya kebutuhan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masa. c. Asas bahwa pendidikan merupakan suatu proses kontinyu yang bermula sejak seseorang di lahirkan hingga meninggal dunia. Proses pendidikan tidak hanya terbatas pada bangku sekolah tetapi juga mencakup bentuk-bentuk belajar secara informal.
  • 9.
    d. Memberikan motivasikepada mereka yang telah selesai mengikuti pendidikan sekolah agar tetap belajar dalam rangka meningkatkan kualitas kehidupannya. e. Semakin ketatnya persaingan di berbagai bidang kehidupan.
  • 10.
    Belajar Sepanjang Hayatadalah suatu gagasan yang manyatakan bahwa belajar dalam arti sebenarnya adalah sesuatu yang berlangsung secara terus-menerus sepanjang kehidupan, selama manusia masih bernafas dan masih diberi kesehatan oleh Allah SWT. Belajar sepanjang hayat berguna untuk menjadikan hidup lebih optimal dan diri menjadi lebih intelektual serta tercapai semua angan-angan sehingga minim timbulnya masalah dalam kehidupan nyata.