Dokumen tersebut membahas tiga metode perpindahan panas yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Juga menjelaskan rumus-rumus yang terkait dengan ketiga metode tersebut beserta contoh perhitungannya."
Perpindahan Panas Konduksi
Adalah proses transport panas dari daerah
bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah dalam
satu medium (padat, cair atau gas), atau antara
medium – medium yang berlainan yang
bersinggungan secara langsung
Dinyatakan dengan :
dT
q = kA
−
dx
3.
Perpindahan Panas Konduksi
Dimana:
q = Laju perpindahan panas (w)
A = Luas penampang dimana panas mengalir (m 2)
dT/dx = Gradien suhu pada penampang, atau laju
perubahan suhu T terhadap jarak dalam arah
aliran panas x
k = Konduktivitas thermal bahan (w/m oC)
4.
Perpindahan Panas Konduksi
contoh:
Salah satu permukaan sebuah plat
tembaga yang tebalnya 3 cm mempunyai
suhu tetap 400 0C, sedangkan suhu
permukaan yg sebelah lagi dijaga tetap 100
0
C. Berapa kalor yang berpindah melintasi
lempeng itu?
Perpindahan Panas Konveksi
Adalahtransport energi dengan kerja gabungan
dari konduksi panas, penyimpanan, energi dan
gerakan mencampur. Proses terjadi pada
permukaan padat (lebih panas atau dingin)
terhadap cairan atau gas (lebih dingin atau
panas).
q = h A (∆T)
8.
Perpindahan Panas Konveksi
Dimana:
q = Laju perpindahan panas konveksi
h = Koefisien perpindahan panas konveksi
(w/m2 0C)
A = Luas penampang (m2)
∆T = Perubahan atau perbedaan suhu
(0C; 0F)
9.
Perpindahan Panas Konveksi
Contoh:
Udara pada suhu 20 0C bertiup diatas plat panas
50 x 75 cm. Suhu plat dijaga tetap 250 0C. Koefisien
perpindahan kalor konveksi adalah 25 W/m2 0C. Hitunglah
perpindahan kalor.
Penyelesaian
Dari persamaan :
q = h A (Tw
- T∞)
= (25)
(0,50)(0,75)(250 – 20)
= 2,156
kW
10.
Perpindahan Panas Radiasi
Adalahproses transport panas dari benda
bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu
lebih rendah, bila benda – benda itu
terpisah didalam ruang (bahkan dalam
ruang hampa sekalipun
q = δ A (T14 – T24)
Perpindahan Panas Radiasi
Contoh:
Duaplat hitam tak berhingga yang suhunya masing masing
800 0C dan 300 0C saling bertukar kalor melalui radiasi.
Hitunglah perpindahan kalor persatuan luas.
Penyelesaian
Dari persamaan:
q = δ A (T14 – T24)
q/A = δ (T14 – T24)
q/A = (5,669 x 10-8)(10734 – 5734)
q/A = 69,03 kW/m2
13.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Dinding Datar
Laju perpindahan panas secara konduksi telah kita dapatkan
dT
q = −kA
dx
Atau :
KA
q=− ( T2 − T1 )
∆x
KA
q= ( T1 − T2 )
∆x
14.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Bilamana konduktivitas thermal bahan tetap, tebal dinding
adalah ∆x, sedang T1 dan T2 adalah suhu permukaan
dinding seperti terlihat pada gambar berikut :
Profil Suhu
q
T1
T2 q
x
∆x
15.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Jika dalam sistem tersebut terdapat lebih dari satu
macam bahan, dan terdiri dari beberapa lapis dinding
seperti terlihat pada gambar berikut :
A
q
q
A
B
C
1 2 3 4
16.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Aliran kalor dapat dituliskan :
T2 − T1 T3 − T2 T4 − T3
q = −K A A = −K B A = −KC A
∆x A ∆xB ∆xC
atau :
T1 −T4
q=
∆Ax ∆Bx ∆C
x
+ +
K A.A K B .A KC .A
17.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Dimana :
∆x A ∆x B ∆xC
; ;
K A. A K B . A K C . A
Disebut sebagai Tahanan Thermal
18.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Dari Gambar dapat juga kita buat analogi listriknya:
q
RA RB RC
∆x A ∆x B ∆xC
K A .A K C .A
K B .A
Analogi listrik digunakan untuk mempermudah
memecahkan soal-soal yang rumit baik yang seri maupun
paralel.
19.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Persamaan aliran kalor satu dimensi dapat juga dituliskan
sebagai berikut apabila kasusnya seperti pada gambar berikut
ini:
B F
q q
A C E
G
D
1 2 3 4 5
∆Tmenyeluruh
q=
∑R th
20.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Sistem Silinder - Radial
Mari kita tinjau suatu silinder panjang dengan jari-jari
dalam ri, jari-jari luar ro dan panjang L
ro
q ri
L
21.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Dimana silinder ini mengalami beda suhu Ti – To. Untuk
silinder yang panjangnya sangat besar dibandingkan
dengan diameternya, dapat diandaikan bahwa aliran
kalor berlangsung menurut arah radial.
Maka laju aliran panas yang terjadi dapat kita tuliskan :
dT
q = −KA
dr
22.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Dimana :
A = 2ПrL
Maka :
dT
q = −2πrlK
dr
Dengan kondisi batas :
T = Ti pada r = ri
T = To pada r = ro
23.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Bila persamaan diatas diintegralkan didapat :
2πKL (Ti −To )
q=
Ln( ro / ri )
Dan tahanan thermal disini adalah :
Ln( ro / ri )
Rth =
2πKL
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Sehingga laju aliran kalor menyeluruh menjadi:
q = U 0 . A.∆ Tmenyeluruh
Dimana :
Uo = koefisien perpindahan kalor menyeluruh
A = luas bidang aliran kalor
ΔTm = beda suhu menyeluruh
26.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Sistem dengan sumber kalor
Dinding datar dengan sumber kalor
q = kalor
yang
X=0
dibangkitkan
Tw Tw
persatuan
x
volume
L L
27.
KONDISI KEADAAN TUNAKSATU DIMENSI
Laju aliran panas yang dibangkitkan disini sama dengan rugi kalor
pada permukaan, dan untuk mendapatkan besar suhu pusat:
qL2
To = + Tw
2K
Untuk silinder dengan sumber kalor:
qR 2
To = + Tw
4K
28.
KONDISI KEADAAN TUNAKDIMENSI RANGKAP
Perhatikan sebuah benda dua dimensi yang dibagi atas
sejumlah jenjang yang kecil yang sama pada arah x dan y
seperti terlihat pada gambar:
m,n+1
m-1,n m,n m+1,n
∆y
∆x
m,n-1
29.
KONDISI KEADAAN TUNAKDIMENSI RANGKAP
Jika ∆x =∆y maka gradien suhu :
T( m −1),n + T( m +1),n + Tm,( n −1) + Tm ,( n +1) − 4Tm ,n = 0
Laju Aliran Panas :
∆T
q = − ∑ k .∆x.
∆y
30.
KONDISI KEADAAN TUNAKDIMENSI RANGKAP
Contoh:
T = 500 0C
1 2
T = 100 0C T = 100 0C
3 4
T = 100 0C
Tentukan :
a. Distribusi Suhu
b. Laju Aliran Panas
KONDISI KEADAAN TUNAKDIMENSI RANGKAP
Dari Persamaan (1)
600 + T2 + T3 – 4T1 = 0
600 + T1 + T3 – 4T1 = 0
600 + T3 – 3T1 = 0 ...................(5)
Dari Persamaan (3)
200 + T1 + T4 – 4T3 = 0
200 + T1 + T3 – 4T3 = 0
200 + T1 – 3T3 = 0 ..................(6)
Maka dari persamaan (5) dan (6)
33.
KONDISI KEADAAN TUNAKDIMENSI RANGKAP
600 + T3 – 3T1 = 0 600 + T3 – 3T1 = 0
200 + T1 – 3T3 = 0 600 + 3T1 – 9T3 = 0
12008– 8T3 = 0
T3 = 1200
T
Substitusi ke = 150 0Catau (6)
3 pers (5)
600 + T3 – 3T1 = 0
600 + 150 – 3T1 = 0
750 = 3T1
T1 = 250 0C
Maka :
T1 = T2 = 250 0C
T3 = T4 = 150 0C
34.
KONDISI KEADAAN TUNAKDIMENSI RANGKAP
Laju Aliran Panas :
∆T
q =−∑ .∆ .
k x
∆y
Untuk Permukaan 500 0C
Q = -∑k(Δx/Δy)[250 - 500] +[250 - 500] = - k (-500) = 500 k
Untuk Permukaan 100 0C
Q = -∑k(Δx/Δy)[250 – 100] + [150 – 100] + [150 – 100] +
[150 – 100] + [150 – 100] + [250 – 100] = - 500 k
35.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Rumus Empiris untuk aliran dalam pipa/tabung
q
m, Cp
Aliran
1 2
L
Tb1 Tb2
36.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Besarnya perpindahan kalor yang terjadi pada suatu
penampang/saluran yang berbentuk pipa/tabung dapat
dinyatakan dengan beda suhu limbak (bulk temperature):
q = m.Cp(Tb2 – Tb1) = h.A(Tw – Tb)
m = ρ.Um.A
Untuk mengetahui apakah alirannya laminar atau turbulen maka
dibutuhkan bilangan Reynold:
ρ.U m d
Re =
µ
37.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Dimana :
m = laju aliran fluida (kg/s)
Cp = Panas jenis (kj/kg.0C)
Tb = Suhu limbak
Tw = Suhu dinding
Um = Kec. Rata-rata (m/s)
μ = Kekentalan (kg/m.s)
ρ = Kerapatan (kg/m3)
38.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Untuk Aliran Turbulen :
Nud = 0,023.Re0,8. Prn = h.d/k..............pipa licin
n
( f / 8) Re . Pr µ b h.d
N ud = =
1,07 + 12,7( f / 8) (Pr − 1) µ w
1/ 2 2/3
k
Untuk pipa licin dgn faktor gesek
Dimana:
n = 0,11 jika Tw
>Tb
n = 0,25 jika Tw
< Tb
39.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Untuk Aliran Laminar:
N ud = 1,86(Re . Pr) (d / L) ( µ / µ w )
1/ 3 1/ 3 0 ,14
Contoh:
Tabung yang diameternya 2 cm mempunyai kekasaran
relatif 0,001 berada pada suhu dinding tetap 90 0C. Air
masuk kedalam tabung pada suhu 40 0C dan yang keluar
adalah 60 0C. Jika kecepatan masuk ialah 3 m/s hitunglah
panjang tabung yang diperlukan.
40.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Jwb :
q = m.Cp(Tb2 – Tb1) = h.A(Tw – Tb)
= ρ.Um.A.Cp(60 - 40)
= ρ.Um.πr2.Cp(60 – 40)
Untuk mendapatkan harga ρ dan Cp kita gunakan tabel dan
menggunakan rumus interpolasi :
Dari temperatur limbak :
Tb = (60 +40)/2 = 50 0C
Maka :
ρ = 990 kg/m3
Cp = 4181 j/kg
Maka :
q = 990.3. π.(0,01)2.4181(60 –
40)
q = 77982 W
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Untuk permukaan tabung dengan kekasaran relatif,
temperatur rata-ratanya:
Tf = (90+50)/2 = 70 0C
ρ = 980 kg/m3
k = 0,660 w/m0C
Pr = 2,62
υ = 0,421x10-6m2/s
μ = ρ.υ = 4,126x10-4 kg/m.s
Re = 142.510………..Turbulen
Maka rumus yang digunakan :
n
( f / 8) Re . Pr µ b h.d
N ud = =
1,07 + 12,7( f / 8) (Pr − 1) µ w
1/ 2 2/3
k
43.
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Dari diagram mody didapat harga f = 0,0215
Maka f/8 = 0,002688
n = 0,11 karna Tw > Tb
μb = ρb.vb = 990.0,568x10-6 = 5,62x10-4 kg/m.s
μw = ρw.vw = 967 . 0,33x10-6 m2/s = 3,19x10-4 kg/m.s
maka :
0 ,11
(0,002688)142510 x 2,62 5,62 x10 −4 h.d
N ud = =
1,07 + 12,7(0,002688) (2,62 − 1) 3,19 −4
1/ 2 2/3
k
Nud = 640 =h.d/k
h = (640x0,66)/0,02 = 21120 w/m2 0C
PERPINDAHAN KALOR KONVEKSIPAKSA
Maka panjang tabung :
q = h.A(Tw – Tb)
q = h. Π.d.L(Tw – Tb) = 77982 w
77982
L=
h.π .d (90 − 50)
77982
L=
21120 x3,14 x0,02(90 − 50)
L = 1,47 m
46.
RADIASI TERMAL
Jika suatubenda ditempatkan dalam
pengurung, dan suhu pengurung lebih
rendah dari pada suhu benda, maka suhu
benda tersebut akan turun, sekalipun
ruang dalam pengurung tersebut hampa.
Proses pemindahan panas yang terjadi
hanya semata karena benda suhu dan
tanpa bantuan zat perantara (medium),
disebut perpindahan panas radiasi
47.
Ditinjau dari gelombang
elektromagnetik, energi radiasi
dibawa oleh gelombang
elektomagnetik .Ada banyak jenis
radiasi, yaitu dari radiasi sinar
gama ,sinar x, radiasi termal hingga
radiasi gelombang radio (dari
spektrum panjang gelombang
pendek sampai yang berpanjang
gelombang panjang).
48.
Sedang radiasi termal,energi pancarannya
adalah ditentukan berdasar dari suhu
benda tersebut.
Daerah spektrum panjang gelombang
radiasi termal adalah dari 0 , 1 sampai
dengan 100 mikron
Radiasi matahari juga merupakan radiasi
termal dengan daerah panjang gelombang
khusus yaitu 0, 25 sampai dengan 3
mikron.
49.
RADIASI BENDA HITAM
Bendahitam adalah idealisasi benda yang
pada suhu berapapun, memancarkan atau
menyerap seluruh radiasi pada panjang
gelombang tertentu manapun (disebut
Radiator sempurna).
Daya pancar benda hitam tergantung dari
suhu dan panjang gelombangnya, seperti
terlihat dari persamaan berikut :