http://fisika79.wordpress.com                                      2012
                                         SKL 1                                                                                      dv                     Perbandingan g:
                                                                                                                                                                                                    g1         r22
                                                                                       Percepatan sesaat :                   a
7 Besaran Dasar (Pokok)                                                                                                             dt                                                              g2         r12
   PaMaWa SuKu Ju Inten                                                                                                                v2   v1       Letak titik C jika di titik C tersebut
                                                                                       Percepatan rata-rata : a
1. Pengukuran                                                                                                                                        memiliki gaya atau medan gravitasi nol
                                                                                                                                       t2   t1
    a. Jangka Sorong                                                                                                                                 ditentukan menggunakan rumus :
                                                            Skala Utama        Gerak Lurus Beraturan (GLB)                                                                 x                    r–x
    2                              3                   4                         Pada GLB v = tetap, shg a = 0.                                          mA                                                         mB
                                                                                 Persamaan gerak : s v.t                                                                        C
                                                                                 Grafik v – t :
             0                 5                                                   v              Luas grafik = s
                                                                                                                                                                                       r
                                                       Nonius                                                                                                              mA               mB
                                                                                              t  (perpindahan)
Panjang yang terukur pada jangka                                                                                                                                           x2             (r x) 2
sorong :
   L 2,4 6 0,01 0,005 cm                                                       Gerak Lurus Berubah Beraturan
                                                                                                                                                     Kelajuan satelit mengorbit bumi :
                                                                               (GLBB)
   L 2,46 0,005 cm                                                               Pada GLBB, kecepatan berubah                                                                  GM
Skala terkecil jangka sorong = 0,01 cm.                                                                                                                           v
                                                                                  secara teratur (nilai a konstan).                                                              R
          b.          Mikrometer Skrup
                                                                                        vt        v0           at           + = gerak diprcpt
                                                                                            2             2                - = gerak diprlmbt       Hukum Keppler
                                                                                        vt            v0            2as                                               2           2
                                                                                                                                                                 T1            T2 dengan kata lain
             0 1 2 3 4 5 6                                    20         No                                    1 2                                                    3           3
                                                                                        s        v0 t            at                                              R1            R2
                                                                         niu                                   2
                                                                         s                                                                                       T2            konstan
                                                                               2.       Hukum Newton
                                                              15                                                                                                 R3
                                                                                       Hk I Newton :     F 0
                      Skala Utama
                                                                                       Hk II Newton :    F m. a                                     4.     Kesetimbangan dan Titik Berat
                                                                                       Hk            III   Newton                               :         Syarat kesetimbangan partikel
Panjang yang terukur pada mikrometer
                                                                                             Faksi                  Freaksi                                   F 0     T           T
skrup :
   L 6,5 17 0,01 0,005 mm                                                              Gaya-gaya yang dialami benda                                                                                     γ
   L 6,85 0,005 mm                                                                      pada bidang mendatar :
Skala terkecil mikrometer skrup = 0,01                                                                                  N                                   W                    T1          T2 W
                                                                                                                              F
mm.                                                                                                f                                                       sin                 sin          sin
                                                                                                   w
2. Vektor                                                                                                                                                  Titik Berat (x0, y0)
                                                                                        Catatan : Jika F > f, benda
Penjumlahan Vektor                                                                                                                                              Ax         ;                             Ay
                                                                                        bergerak.                                                     X0                                   Y0
        F2                                                                              Gaya Normal : N                                                           A
                                                                                                         w m. g                                                                                          A
                      FR                                                                                                                                    Bentuk Benda                            Titik
                                                                                        Gaya Gesek : f       .N                                                                                     Berat
                                   F1                                                  Gaya-gaya yang dialami benda                                                                                     2R
                                                                                                                                                           Busur setengah
                                                                                        pada bidang miring :                                                                                    y
                                                                                                               N                                           lingkaran

Besar vektor F resultan :                                                                                                                                  Bidang setengah                               4R
                                                                                                                                                                                                y
                      2            2                                                                                                                       lingkaran                                     3
FR               F1           F2         2 F1 F2 cos                                     w sin
Cara cepat:                                                                                                                                                                                                  1
                                                                                                                        w cos                              Selimut kerucut                      y              t
 Jika = 0 maka FR = F1 + F2                                                                                                                                                                                 2
 Jika = 180 maka FR = F1 – F2                                                                     w
                                                                                                                                                                                                          3
 Jika    = 120 dan F1 = F2 maka                                                       Percepatan benda pada sistem                                       Setengah bola                        y
  FR = F1 = F2                                                                          katrol :                                                                                                         8R
                                                                                                                                                                                                         1
                                                                                        m1                          Jika bidang kasar :                    Kerucut                              y          t
Penguraian Vektor                                                                                                                                                                                        4
     Fy                                 Fx    F cos                                                                m2    .m1                                                                             1
                          F                                                                                         a        .g                            Segitiga                             y          t
                                        Fy    F sin                                                                 m1 m2                                                                                3
                                                                                                           m2
                                       Besar vektor F :                                                       Jika bidang
                                        F          Fx
                                                        2
                                                                Fy
                                                                     2                                        licin :                                5.    Gerak                Melingkar                    Beraturan
                          Fx                                                                                                                               (GMB)
                                                                                                                      m2
                                       Arah vektor F :                                                        a            .g                                1
                                                  Fy                                                               m1 m2                              T               ;    v          r              2 f           rad/s ;
                                       tan                                                                                                                   f
                                                  Fx                           INGAT!     Anda      harus     bisa
                                                                               menerjemahkan simbol F tergantung                                                          v2                        v2
                                                                               kasusnya. Hafal rumus tidak cukup!!
                                                                                                                                                           aS                    ;    FS        m
                    SKL 2                                                                                                                                                 r                          r
1.        Persamaan Gerak Lurus
                                                                               3.       Gaya Gravitasi                                                Gerak Melingkar Berubah Beraturan
         Perpindahan :   r r2 r1 atau
                                                                                                                                                     (GMBB)
             r            r0             v.dt                                                                                                              Perc. tangensial :                  aT            r.
                                                                                    M                                              M
         Kecepatan sesaat : v   dr                                                                                                                                                                  2               2
                                                                                                                                                           Perc. total :             a         aT             aS
                                 dt
                                                                                     M . m ; G = 6,67 10-11 Nm2/kg2
         Kecepatan rata-rata : v r2 r1 or                                     F        G
                                                                                      r2
                                   t 2 t1
                                                                               Kuat medan (percepatan) gravitasi :
             v            v0                a.dt                                                               M
                                                                                                  g        G
                                                                                                               r2
http://fisika79.wordpress.com                            2012
 Hubungan Roda-roda                                                        1.    Skala Suhu                                                                    T2
                                                                                                                                  Efisensi :              1               dg: Q1            Q2
 INGAT!! v   r                                                                  C : R : (F-32) : (K-273) = 5 : 4: 9: 5                                         T1                 T1        T2
      Roda-                   Roda-roda                  Roda-roda                                                                                SKL 4
      roda                  bersinggungan                 dengan                     B       D                                    1. Gelombang Elektrmagentik
      poros                                                rantai                                           X    A     Y C        Spektrum gelombang elektromagnetik
                                                                                     X       Y              B    A     D C        1. gelombang radio
     2                                                       2                                                                    2. gelombang mikro (radar dan TV)
                                                1                     1
             1                    2                                                  A       C                                    3. sinar inframerah
                                                                                                                                  4. Sinar tampak (mejikuhibiniu)
                                                                           Kalor                                                  5. sinar ultraungu                f
         1         2         v1        v2                    v1     v2        Kalor Q m. c . T (Kenaikan                         6. sinar X
                                                                               suhu)                                              7. Sinar Gamma
                                                                              Kalor Laten (Perubahan Wujud)
 6.          Usaha dan Energi                                                                                                     2.    Gelombang Berjalan
                                                                                 Q         m. L                                         Simpangan gelombang berjalan ( sifat
                                      F                                         Asas Black                                             gelombang --- Amplitudonya tetap
                                                                                 Qlepas          Qterima                                y
                                            s                                                                                                    A
            Besarnya usaha : W F .s cos                                   Perpindahan Kalor                                                                      P
            Usaha adalah perubahan energi,                                   Konduksi (tanpa disertai
             atau : W    E                                                     perpindahan partikel)                                                  x
              EP m. g . h ; EK 1 . m . v 2                                      H
                                                                                     kA T                                                         ke atas             ke kanan
                                2                                                      L
 7.          Elastisitas                                                      Konveksi (disertai perpindahan                               yP            A sin t  kx
                                                                               partikel)
                              F                                                 H hA T                                                                                    ke kiri
Tegangan                                                                                                                                        ke bawah
                              A                 Modulus young                 Radiasi (gelombang
(stress)                                                                                                                          
                                                                  F           elektromagnetik)                                      Rumus ini bisa dalam bentuk lain jadi
Reganga                                        Y                                                                                    di soal urutan rumusnya brbeda.
n (strain)              e                                e        A 0            Q
                                                                                          e T 4A                                    TIPS! Jadikan persamaan di soal
                                                                                  t                                                  seperti bentuk rumus di atas. Jika
                                                                           2.    Persamaan Bernoulli                                 kamu tdk hapal bentuk rumus yg lain.
  Hukum Hooke : Jika gaya tidak                                                       1                                 1        Rumus Pendukung (wajib hafal juga nih!)
                                                                                            2                                 2
   melampaui batas elastisitas pegas,                                      p1     gh1    v1   p2     gh2                   v2             2
                                                                                       2                                 2                     2 f
   pertambahan panjang pegas                                                                                                               T
   berbanding lurus (sebanding)
   dengan gaya tariknya, atau                                              Penerapan Azas Bernaulli adalah sbb:                     Bilangan glmbng k 2
   F               k. x                                                    1. Alat penyemprot obat nyamuk dan
                                                                              parpum
  1                1   1                   ;       kp       k1     k2     2. Karburator                                               Cepat rambat gelombang v
                                                                                                                                                                                        k
   ks               k1 k 2                                                 3. Gaya angkat pesawat terbang
                                                                                                                                       Sudut fase gelombang :
                                                                                          1      2           2
                                                                                 F          A v1        v2                                                                t       x
 8.          Hukum     Kekekalan                                  Energi                  2                                                 P        t kx         2
             Mekanik :                                                     3.    Hk. Boyle Gay Lussac                                                                     T
             EM 1 EM 2                                                            P1V1       P2V2       ;                         3.    Interferensi dan difraksi cahaya
             EP1       EK1         EP2          EK 2                               T1         T2                                  1.    Difraksi Celah Tunggal
                                                                           Persamaan Umum Gas Ideal                                     d sin                 n ;n            0,1, 2, ...
 9. Impuls dan Momentum                                                          PV        nRT ___ PV            NkT
  I F. t       ; p m.v                                                                                                                 n = 1, untuk pita gelap ke-1, dst...
                                                                           R : tetapan gas umum 8,314 J/mol K
  Hubungan I dan p                                                                                        -23
                                                                           k : ttapan Boltzmann 1,3807 . 10 J/K
                                                                                                           23
                                                                                                                                  2.    Interferensi Celah Ganda (Young)
         F. t               m(v2            v1 )                           N0 : bilngan Avogadro 6,022 . 10 /mol                        Jarak antara dua pita terang atau dua
  Tumbukan (tanpa gaya luar) :                                                                                                         pita gelap yang berdekatan :
                                                                           4.    Kecepatan – Energi Kinetik
         m1v1            m2 v2            m1v1 ' m2 v2 '                                                                                                                  B --pita terang pertama
                                                                                          3kT                    3
  Koefisien restitusi (kelentingan) :                                           v                     ; Ek        kT         ;
                                                                                           m                     2                                                            Yn --- pita gelap
                       v1 ' v2 '                                                                                                  S2
         e                                                                                2N
                       v1 v2                                                     P           Ek                                   d                                           o        terang pusat
                                                                                          3V
  Tumbukan Elastis Sempurna                                                     m : massa partikel gas                           S1        S
   o Koefisien restitusi e = 1.                                                  v : kecepatan rata-rata partikel                                    L
  Tumbukan Elastis Sebagian                                                     Ek : energi kinetik rata-rata partikel
   o Koefisien restitusi 0 < e < 1.                                              V : volume                                       Jarak pita terang ke- n dari terang pusat
  Tumbukan tak Elastis                                                    5.    Termodinamika                                    dirumuskan:
   o Koefisien restitusi e = 0.                                                                                                                               Y
                                                                                 Kerja : W Q1 Q2                                                     n
 Cara cepat :                                                                                                                          Pita terang d                  n       ; n = 0,1,2,….
                                                                           P     Siklus Carnot                                                                L
     m1 v1 m 2 v 2                                                                              T1 > T2
  C                                                                             a Q                                                    n=0                terang pusat
      m1 m 2                                                                                    b T1                                   n=1                pita terang ke-1
                                                                                      1                     Proses a-b dan             dst
  v' C e(C v)                                                                    d                          c-d = isotermik
 ingat!! V = negatif jika benda brgerak ke                                            Q         cT2         Proses b-c &
                                                                                                                                                    Y
                                                                                                                                                     n (n 1 )
                                                                                                                                       Pita gelap d                 ;n = 1,2,3..
 kiri                                                                                                       d-a = adiabatik                          L         2
                                                                                      2          V                                     n=1          pita gelap ke-1
                                                                                                                                       n=2          pita gelap ke-2
                                                                           Mesin Carnot merupakan mesin kalor                          dst
                                                                           dengan efisiensi maksimum.
                                  SKL 3
http://fisika79.wordpress.com                          2012
4.   Intensitas Bunyi (I)                               Hukum II Kirrchoff :                                                 besaran fisisnya. (masih ingat kan teoremai
             P                                                       R1          _    E1, r1                                 phytagoras ??)
     I                                                  I                                                                    Jadi cukup kita fahami diagram fasornya
             A                                                                                                               wae....
P : daya gelombang (watt)                                                 LOOP                                               Rumus yang diperoleh sbb:
                                                             E2, r2
A : luas penyebaran gelombang (m2)                                                                                                       2
                                                              + _                     R2                                     V      VR        (V L     VC ) 2
Karena bunyi menyebar ke segala arah,                                E           IR        0                                 Dan jika fasornya (fase vektor) berupa
maka luas yang digunakan adalah luas                                                                                         vektor hambatan maka
                                                        Dari rangkaian di atas :
permukaan bola, sehingga :                                                                                                   Hambatan totalnya (kita istilahkan
      P dengan r : jari-jari bola (m)                        E1 E 2              I ( R1 r1          R2    r2 ) 0
I                                                       TRIK! I atau II Loop                                                 Impedansi “Z”) adalah sbb:
     4 r2                                               1. Tentukan arah I dalam rangkaian                                   Z      R2       (X l      X C )2
                                                        2. Tentukan arah LOOP
Taraf Intensitas Bunyi (TI)                             3. Tuliskan rumus HK II Kirrchoff.                                   Begitu juga kalu untuk rangkaian yang
                    I                                   4. Jika I searah dg LOPP maka I positif                              lainnya R-L, R-C atau L-C gunakan aja
     TI      10 log                                     5. Jika Loop menemui kutub negativ                                   T.Phytagoras. Mudah kan...???
                    I0
                                                           sumber tegangan maka E negatif
     I0     : Intensitas ambang pendengaran             6. Jika diperoleh nilai I negatif berarti                            Ingat rumus-rumus sponsor ini !!
              manusia (10-12 watt/m2)                      arah arus tadi keliru ( yg benar                                                                              V
                                                                                                                             1.   Kuat Arus Rangkaian : I
TIPS! Untuk n buah sumber bunyi (TIn)                      sebaliknya)                                                                                                   Z
     TI n         TI 1 10 log n                         4.       Medan Magnet
                                                                                                                                                       VR       I .R
dengan TI1 : taraf intensitas 1 buah sumber             A.       Besar Induksi Magnet pada Kawat                             2.   Beda Potensial      :V        I .X L
                                                                                                                                                           L
bunyi.                                                           Lurus Berarus                                                                         VC       I .X C
                                                                 I
5. Efek Doppler                                                                                                     .i                                 VR
                                                                                                     BP                0     3.   Resistor (R) : I
Hubungan frekuensi dengan laju gelom-
bang bunyi :                                                                                                      2 .a                                  R
                                                                         a                                                   4.   Reaktansi Induktif (XL) :
               v vP
      fP            fS                                                                                                            XL       .L          VL
               v vS                                              P           B                                                                      I
                                                                                                                                                       XL
     Catatan :
                                                                                                                             5.   Reaktansi Kapasitif (XC)           :
     vS (+) jika S menjauhi P.
     vP (+) jika P mendekati S.                         B.       Besar Induksi Magnet pada Pusat                                             1                 VC
                                                                 Kawat Melingkar                                                  XC           ; I
                                                                                                                                             C                 XC
Pelayangan
Pelayangan terjadi karena interferensi dua                                                                     .i . N        6.          2 f   rad/s
gelombang dengan frekuensi yang sedikit                      I               a                 BP             0
                                                                                                                             7.   Sudut fase rangkaian :
berbeda     f layangan          f1     f2                         B          P                                2. a
                                                                                                                                             XL       XC       VL        VC
                                                                                                                                  tan
                                                                                                                                                  R                 VR
                 SKL 5                                                                                                       Jika XL > XC → arus tertinggal sebesar θ
                                                        C.       Besar Induksi Magnet di Pusat
1.   Hukum Coulomb                                                                                                           Jika XL < XC → arus mendahului sebesar θ
                                                                 Solenoida dan di Ujung Solenoida
          q . q'     1                                                                                                       Arus I sama untuk semua komponen
     F k 2 ;k                              9 10 9
           r       4 0                                                                     Di Pusat :
     Medan Listrik                                                   P            Q        BP     0 .i . N                                        SKL 6
             F            q                                                                                                 1.   TEORI ATOM
     E                k                                 I                                                                    A.   MODEL ATOM DALTON
             q'           r2                                                              Di Ujung :                             Prinsip utama model atom menurut
2.    Kapasitor                                                                                      1        .i . N         John Dalton adalah atom merupakan
                                                                                                          0
      Kapasitor merupakan komponen                                                             BQ
                                                                                                     2                      bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak
listrik yang memiliki kemampuan untuk                                                                                        dapat dibagi lagi.
menyim-pan muatan dan energi listrik.                   D.       Besar Induksi Magnet di Sumbu                               Model ini gagal dengan ditemukannya
Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar :                             Toroida
                                                                                     B                                       elektron oleh Joseph John Thomson.
             K    0A                                                 P
     C
                  d                                                                                               0 .i . N   B.   MODEL ATOM THOMSON
                                                                     a                              BP
Muatan yg Trsimpan (Q) : Q                      C.V                                                               2 .a            Atom berbentuk bulat padat dengan
                                                                                                                             muatan listrik positif tersebar merata di
                                               1    2                                                                        seluruh bagian atom. Muatan positif ini
Energi yg Trsmpan (W): W                         CV
                                               2                     I                                                       dinetralkan oleh elektron-elektron yang
                                                                                                                             tersebar di antara muatan-muatan positif
3. Listrik DC dan Hukum Kirchoff                        5.       Listrik arus AC                                             seperti roti kismis.
Hukum Ohm :                                                                                                                  Model Atom Thomson gagal karena tidak
Besarnya arus listrik (I) yang melalui suatu                                                                                 sesuai dengan hasil percobaan hamburan
penghantar berbanding lurus dengan beda                                                                                      partikel α yang dilakukan oleh Rutherford.
potensial (V) di antara kedua ujung
penghantar dan dipengaruhi oleh jenis                                                                                        C.  MODEL ATOM RUTHERFORD
penghambatnya (R).                                                                                                               Rutherford melakukan percobaan
                                     Vab                                                                                     hamburan partikel α dan diperoleh
Secara matematis :          I                                                                                                kesimpulan :
                                      R                                                                                      1. Semua muatan positif dan sebagian
                                                                                                                                 besar massa atom berkumpul di
Hukum I Kirrchoff :                                                                                                              tengah-tengah atom, yang disebut inti
          Imasuk =        Ikeluar                       Jika rangkaian arus AC mengandung                                        atom.
                                                        Resistor (R), Induktor (L), dan Kapasitor                            2. Inti atom dikelilingi oleh elektron-
                                                        (C) maka dengan menggunakan teorema                                      elektron pada jarak relatif jauh,
                                                        Phytagoras kita bisa menentukan besaran-                                 seperti    planet-planet   mengitari
                                                                                                                                 matahari dalam tatasurya.
http://fisika79.wordpress.com            2012
                                               kalor Q yang dipancarkan suatu benda              inti-inti yang tidak stabil menjadi inti-inti
                                               selama selang waktu t adalah sebesar :            yang lebih stabil.
Kelemahan teori Rutherford:                                                                       Jika sebuah inti meluruh dengan
1. Elektron dapat "runtuh" ke inti atom                  Q                                             memancar-kan sinar- α, inti itu
    karena dipercepat dan memancarkan               P         e AT 4                                   kehilangan dua proton dan dua
    energi. (Tidak dapat menjelaskan
                                                         t                                             neutron.
    kestabilan atom).                                                                                 A         A 4       4
2. Spektrum atom hidrogen berupa
                                               Keterangan :                                           Z   X     Z 2 Y     2
                                                P : Energi yang dipancarkan tiap
    spektrum kontinu (kenyataannya
                                                        satuan waktu atau daya (J/s
    spektrum garis).
                                                        atau Watt)
D. MODEL ATOM BOHR                              Q : Energi          (kalor)   yang
Niels    Bohr       menjelaskan   hasil                 dipancarkan suatu benda
temuannya sbb:                                          (Joule)
                                                t    : Selang waktu pemancaran
1. Elektron tidak dapat berputar di                     energi (sekon)
    sekitar inti atom melalui setiap            e    : Emisivitas      benda   atau              RADIOISOTOP
    orbit, tetapi hanya pada orbit-                     kemampuan benda dalam                    Radioisotop adalah isiotop dari zat
    orbit tertentu tanpa membebaskan                    memancarkan energi radiasi,              radioaktif, dibuat dengan menggunakan
    energi.                                             besarnya (0 < e < 1)                     reaksi      inti     dengan    netron.
2. Elektron dapat berpindah dari                     : Tetapan Stefan Boltzmann =                Misalnya :
    satu orbit ke orbit lainnya dengan                  5,67 10-8 W/m2K4                          92 U 238 + 0 n 1 29 U 239 +
    membebaskan atau menyerap                   A : Luas permukaan benda (m2)                    Penggunaan radioisotop:
    energi.                                     T : Suhu mutlak benda dalam                      - Bidang hidrologi
                                                        satuan Kelvin (TK = TC –                 - biologi
3. Orbit-orbit yang diperkenankan
                                                        273)                                     - industri
    ditem-pati oleh elektron adalah
    orbit-orbit yang momentum                    Sebuah benda yang dapat menyerap                READ ME
    sudutnya kelipatan bulat dari              semua radiasi yang mengenainya disebut            Mungkin anda sudah tidak asing
    h/2π, ditulis :                            benda hitam sempurna. Radiasi yang                dengan kalimat ini, yang akrab degan
                 h                             dihasilkan oleh sebuah benda hitam                software komputer pasti tahu..
      mvrn n                                   sempurna ketika dipanaskan disebut radiasi
                2                              benda hitam. Perlu Anda pahami bahwa              HIKMAH konsep USAHA (W = F.s)
Kelemahan Model Atom Bohr:
                                               benda hitam sempurna hanyalah suatu               Saya yakin anda sudah hafal dengan
1. Tidak dapat menerangkan atom                model ideal. Artinya, tak ada satu pun            konsep usaha . Ketika kita berusaha
    berelektron banyak
                                               benda di dunia ini yang berperilaku               memindahkan benda sejauh s meter
2. Tidak dapat menerangkan pengaruh
                                               sebagai benda hitam sempurna. Benda               berarti kita telah memberikan gaya
    medan magnet terhadap spektrum
                                               hitam sempurna (jika ada) akan memiliki           (action) dengan dorongan atau tarikan.
    atom (kelemahan ini dapat diperbaiki       nilai emisivitas 1.                               Dan tentunya kita telah berhasil
    oleh Zeeman, yaitu setiap garis pada
                                                                                                 merubah posisi benda dengan gaya
    spektrum memiliki intensitas dan
    panjang gelombang yang berbeda)            5. REAKSI INTI                                    kita. Kalau dihitung secara matematis
3.  Tidak dapat menerangkan kejadian           Defek massa (Δm) adalah massa yang                usaha kita tidak bernilai nol.
                                               hilang dan berubah menjadi energi ikat inti.      Bagaimanakah jadinya kalau posisi
    ikatan kimia
                                               Satuan dari defek massa adalah sma                benda      tidak     berubah/berpindah
                                               (satuan massa atom).                              meskipun      sudah       kita  berikan
                                                                                                 gaya/action? Dalam Fisika berarti itu
4. Teori Planck
Kegagalan Wien dan Rayleigh – Jeans ini        Hubungan antara defek massa (Δm) dan              tidak ada nilai usahanya (W=0) alias
                                               energi ikat inti (ΔE) :                           tidak berhasil.         Mungkin anda
memacu seorang ilmuwan fisika Max                                                                membantahnya.. kan tadi saya sudah
Planck untuk membuktikan Hukum Stefan                                         MeV
                                                          E     m       931                      berusaha, berarti ada dunk usahanya!!!
– Boltzmann. Ada dua teori yang                                               sma                Menurut hemat saya Anda sudah
dikemukakan Planck mengenai hal ini :           Sinar alfa (α) :                                berbuat/memberi gaya namun tidak
1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh                             4                            berhasil. Jangan kecewa dulu ya...
    benda bersifat diskret, yang besarnya :    1.       Inti Helium 2 He
                                                                                                 Ingat firman Allah swt. “Sebab
         En      n .h .f                       2.       Dibelokkan oleh medan magnetik           sungguh, bersama kesukaran ada
                                               3.       Memiliki massa terbesar dan daya         keringanan.     Sunggguh,      bersama
     Dengan n adalah bilangan asli (1, 2,
                                                        ionisasi terbesar                        kesukaran ada keringanan. Karena
     3, ....) yang disebut bilangan kuantum.
                                               4.       Daya tembus dan kelajuan kecil           itu,setelah selesai (tugasmu) teruslah
     Sedangkan f adalah frekuensi getaran
                                               5.       Jejak dalam kamar kabut adalah lurus.    rajin bekerja. Kepada Tuhanmu
     molekul benda. Dan h adalah
     konstanta (tetapan) Planck yang                                                             tunjukan permohonan”.(Q.S.94:5-8)
                                                Sinar beta (β) :
     besarnya 6,626 10-34 Js.                                             0
                                               1.       Partikel elektron -1 e                   Pertanyaan saya adalah sudah sejauh
2.   Molekul-molekul       dalam     benda     2.       Dibelokkan dengan kuat oleh medan        manakah/sebesar apakah gaya belajar
     memancarkan (emisi) atau menyerap                  magnetik                                 Anda untuk merubah posisi Anda
     (absorbsi) energi radiasi dalam paket-    3.       Daya tembus dan kelajuan menengah        menjadi yang terbaik.??
     paket diskret yang disebut kuantum        4.       Jejak dalam kamar kabut adalah           Cobalah         kerahkan        semua
     atau foton.                                        berbelok-belok.                          gaya/dorongan internal atau eksternal
                                                                                                 yang Anda miliki!! Kita bukan benda
Gagasan Planck ini baru menyangkut              Sinar gamma (γ) :                               mati bergerak jika diberi gaya, karena
permukaan benda hitam. Dan berdasarkan         1. Gelombang elektromagnetik dengan               benda mati tidak tidak memiliki
teori kuantum, cahaya merupakan pancaran                                          0
                                                                                                 dorongan dalam dirinya....(ingat kan
paket-paket      energi  (foton)    yang                frekuensi paling tinggi   0              Hukum I Newton??)
terkuantisasi (diskret).                       2.       Tidak dibelokkan oleh medan
          Radiasi adalah perpindahan                    magnetik                                 Kerahkan semua fikiran, dzikir kita,
kalor tanpa medium perantara. Biasanya         3.       Memiliki massa hampir nol dan daya       dan ikhtiar kita. Selalulah berdoa dan
dipancarkan dalam bentuk spektrum                       ionisasi terkecil                        berusaha. Selamat dan Sukses UN
gelombang elektromagnetik.                     4.       Daya tembus dan kelajuan paling          2009. Aamiin
                                                        besar.
Selanjutnya    Luidwig      Boltzmann                                                            Created by: Aan S
                                                                                                 Arkadiea(msgravitasi@gmail.com)
merumuskan secara matematis banyaknya          Radioaktifitas adalah pemancaran sinar            http://fisika79.wordpress.com
                                               radioaktif (α, β dan γ) secara spontan oleh
http://fisika79.wordpress.com   2012

Rumus fisika-per-skl

  • 1.
    http://fisika79.wordpress.com 2012 SKL 1 dv Perbandingan g: g1 r22  Percepatan sesaat : a 7 Besaran Dasar (Pokok) dt g2 r12 PaMaWa SuKu Ju Inten v2 v1 Letak titik C jika di titik C tersebut  Percepatan rata-rata : a 1. Pengukuran memiliki gaya atau medan gravitasi nol t2 t1 a. Jangka Sorong ditentukan menggunakan rumus : Skala Utama Gerak Lurus Beraturan (GLB) x r–x 2 3 4  Pada GLB v = tetap, shg a = 0. mA mB  Persamaan gerak : s v.t C  Grafik v – t : 0 5 v Luas grafik = s r Nonius mA mB t (perpindahan) Panjang yang terukur pada jangka x2 (r x) 2 sorong : L 2,4 6 0,01 0,005 cm Gerak Lurus Berubah Beraturan Kelajuan satelit mengorbit bumi : (GLBB) L 2,46 0,005 cm  Pada GLBB, kecepatan berubah GM Skala terkecil jangka sorong = 0,01 cm. v secara teratur (nilai a konstan). R b. Mikrometer Skrup vt v0 at + = gerak diprcpt  2 2 - = gerak diprlmbt Hukum Keppler vt v0 2as 2 2 T1 T2 dengan kata lain 0 1 2 3 4 5 6 20 No 1 2 3 3 s v0 t at R1 R2 niu 2 s T2 konstan 2. Hukum Newton 15 R3  Hk I Newton : F 0 Skala Utama  Hk II Newton : F m. a 4. Kesetimbangan dan Titik Berat  Hk III Newton :  Syarat kesetimbangan partikel Panjang yang terukur pada mikrometer Faksi Freaksi F 0 T T skrup : L 6,5 17 0,01 0,005 mm  Gaya-gaya yang dialami benda γ L 6,85 0,005 mm pada bidang mendatar : Skala terkecil mikrometer skrup = 0,01 N W T1 T2 W F mm. f sin sin sin w 2. Vektor  Titik Berat (x0, y0) Catatan : Jika F > f, benda Penjumlahan Vektor Ax ; Ay bergerak. X0 Y0 F2 Gaya Normal : N A w m. g A FR Bentuk Benda Titik Gaya Gesek : f .N Berat F1  Gaya-gaya yang dialami benda 2R Busur setengah pada bidang miring : y N lingkaran Besar vektor F resultan : Bidang setengah 4R y 2 2 lingkaran 3 FR F1 F2 2 F1 F2 cos w sin Cara cepat: 1 w cos Selimut kerucut y t  Jika = 0 maka FR = F1 + F2 2  Jika = 180 maka FR = F1 – F2 w 3  Jika = 120 dan F1 = F2 maka  Percepatan benda pada sistem Setengah bola y FR = F1 = F2 katrol : 8R 1 m1 Jika bidang kasar : Kerucut y t Penguraian Vektor 4 Fy Fx F cos m2 .m1 1 F a .g Segitiga y t Fy F sin m1 m2 3 m2 Besar vektor F : Jika bidang F Fx 2 Fy 2 licin : 5. Gerak Melingkar Beraturan Fx (GMB) m2 Arah vektor F : a .g 1 Fy m1 m2 T ; v r 2 f rad/s ; tan f Fx INGAT! Anda harus bisa menerjemahkan simbol F tergantung v2 v2 kasusnya. Hafal rumus tidak cukup!! aS ; FS m SKL 2 r r 1. Persamaan Gerak Lurus 3. Gaya Gravitasi Gerak Melingkar Berubah Beraturan  Perpindahan : r r2 r1 atau (GMBB) r r0 v.dt  Perc. tangensial : aT r. M M  Kecepatan sesaat : v dr 2 2  Perc. total : a aT aS dt M . m ; G = 6,67 10-11 Nm2/kg2  Kecepatan rata-rata : v r2 r1 or F G r2 t 2 t1 Kuat medan (percepatan) gravitasi : v v0 a.dt M g G r2
  • 2.
    http://fisika79.wordpress.com 2012 Hubungan Roda-roda 1. Skala Suhu T2 Efisensi : 1 dg: Q1 Q2 INGAT!! v r C : R : (F-32) : (K-273) = 5 : 4: 9: 5 T1 T1 T2 Roda- Roda-roda Roda-roda SKL 4 roda bersinggungan dengan B D 1. Gelombang Elektrmagentik poros rantai X A Y C Spektrum gelombang elektromagnetik X Y B A D C 1. gelombang radio 2 2 2. gelombang mikro (radar dan TV) 1 1 1 2 A C 3. sinar inframerah 4. Sinar tampak (mejikuhibiniu) Kalor 5. sinar ultraungu f 1 2 v1 v2 v1 v2  Kalor Q m. c . T (Kenaikan 6. sinar X suhu) 7. Sinar Gamma  Kalor Laten (Perubahan Wujud) 6. Usaha dan Energi 2. Gelombang Berjalan Q m. L Simpangan gelombang berjalan ( sifat F  Asas Black gelombang --- Amplitudonya tetap Qlepas Qterima y s A  Besarnya usaha : W F .s cos Perpindahan Kalor P  Usaha adalah perubahan energi,  Konduksi (tanpa disertai atau : W E perpindahan partikel) x EP m. g . h ; EK 1 . m . v 2 H kA T ke atas ke kanan 2 L 7. Elastisitas  Konveksi (disertai perpindahan yP A sin t  kx partikel) F H hA T ke kiri Tegangan ke bawah A Modulus young  Radiasi (gelombang (stress)  F  elektromagnetik) Rumus ini bisa dalam bentuk lain jadi Reganga  Y di soal urutan rumusnya brbeda. n (strain) e e A 0 Q  e T 4A TIPS! Jadikan persamaan di soal t seperti bentuk rumus di atas. Jika 2. Persamaan Bernoulli kamu tdk hapal bentuk rumus yg lain.  Hukum Hooke : Jika gaya tidak 1 1 Rumus Pendukung (wajib hafal juga nih!) 2 2 melampaui batas elastisitas pegas, p1 gh1 v1 p2 gh2 v2 2 2 2  2 f pertambahan panjang pegas T berbanding lurus (sebanding) dengan gaya tariknya, atau Penerapan Azas Bernaulli adalah sbb:  Bilangan glmbng k 2 F k. x 1. Alat penyemprot obat nyamuk dan parpum  1 1 1 ; kp k1 k2 2. Karburator  Cepat rambat gelombang v k ks k1 k 2 3. Gaya angkat pesawat terbang  Sudut fase gelombang : 1 2 2 F A v1 v2 t x 8. Hukum Kekekalan Energi 2 P t kx 2 Mekanik : 3. Hk. Boyle Gay Lussac T EM 1 EM 2 P1V1 P2V2 ; 3. Interferensi dan difraksi cahaya EP1 EK1 EP2 EK 2 T1 T2 1. Difraksi Celah Tunggal Persamaan Umum Gas Ideal d sin n ;n 0,1, 2, ... 9. Impuls dan Momentum PV nRT ___ PV NkT  I F. t ; p m.v n = 1, untuk pita gelap ke-1, dst... R : tetapan gas umum 8,314 J/mol K  Hubungan I dan p -23 k : ttapan Boltzmann 1,3807 . 10 J/K 23 2. Interferensi Celah Ganda (Young) F. t m(v2 v1 ) N0 : bilngan Avogadro 6,022 . 10 /mol Jarak antara dua pita terang atau dua  Tumbukan (tanpa gaya luar) : pita gelap yang berdekatan : 4. Kecepatan – Energi Kinetik m1v1 m2 v2 m1v1 ' m2 v2 ' B --pita terang pertama 3kT 3  Koefisien restitusi (kelentingan) : v ; Ek kT ; m 2 Yn --- pita gelap v1 ' v2 ' S2 e 2N v1 v2 P Ek d o terang pusat 3V  Tumbukan Elastis Sempurna m : massa partikel gas S1 S o Koefisien restitusi e = 1. v : kecepatan rata-rata partikel L  Tumbukan Elastis Sebagian Ek : energi kinetik rata-rata partikel o Koefisien restitusi 0 < e < 1. V : volume Jarak pita terang ke- n dari terang pusat  Tumbukan tak Elastis 5. Termodinamika dirumuskan: o Koefisien restitusi e = 0. Y Kerja : W Q1 Q2 n Cara cepat : Pita terang d n ; n = 0,1,2,…. P Siklus Carnot L m1 v1 m 2 v 2 T1 > T2 C a Q n=0 terang pusat m1 m 2 b T1 n=1 pita terang ke-1 1 Proses a-b dan dst v' C e(C v) d c-d = isotermik ingat!! V = negatif jika benda brgerak ke Q cT2 Proses b-c & Y n (n 1 ) Pita gelap d ;n = 1,2,3.. kiri d-a = adiabatik L 2 2 V n=1 pita gelap ke-1 n=2 pita gelap ke-2 Mesin Carnot merupakan mesin kalor dst dengan efisiensi maksimum. SKL 3
  • 3.
    http://fisika79.wordpress.com 2012 4. Intensitas Bunyi (I) Hukum II Kirrchoff : besaran fisisnya. (masih ingat kan teoremai P R1 _ E1, r1 phytagoras ??) I I Jadi cukup kita fahami diagram fasornya A wae.... P : daya gelombang (watt) LOOP Rumus yang diperoleh sbb: E2, r2 A : luas penyebaran gelombang (m2) 2 + _ R2 V VR (V L VC ) 2 Karena bunyi menyebar ke segala arah, E IR 0 Dan jika fasornya (fase vektor) berupa maka luas yang digunakan adalah luas vektor hambatan maka Dari rangkaian di atas : permukaan bola, sehingga : Hambatan totalnya (kita istilahkan P dengan r : jari-jari bola (m) E1 E 2 I ( R1 r1 R2 r2 ) 0 I TRIK! I atau II Loop Impedansi “Z”) adalah sbb: 4 r2 1. Tentukan arah I dalam rangkaian Z R2 (X l X C )2 2. Tentukan arah LOOP Taraf Intensitas Bunyi (TI) 3. Tuliskan rumus HK II Kirrchoff. Begitu juga kalu untuk rangkaian yang I 4. Jika I searah dg LOPP maka I positif lainnya R-L, R-C atau L-C gunakan aja TI 10 log 5. Jika Loop menemui kutub negativ T.Phytagoras. Mudah kan...??? I0 sumber tegangan maka E negatif I0 : Intensitas ambang pendengaran 6. Jika diperoleh nilai I negatif berarti Ingat rumus-rumus sponsor ini !! manusia (10-12 watt/m2) arah arus tadi keliru ( yg benar V 1. Kuat Arus Rangkaian : I TIPS! Untuk n buah sumber bunyi (TIn) sebaliknya) Z TI n TI 1 10 log n 4. Medan Magnet VR I .R dengan TI1 : taraf intensitas 1 buah sumber A. Besar Induksi Magnet pada Kawat 2. Beda Potensial :V I .X L L bunyi. Lurus Berarus VC I .X C I 5. Efek Doppler .i VR BP 0 3. Resistor (R) : I Hubungan frekuensi dengan laju gelom- bang bunyi : 2 .a R a 4. Reaktansi Induktif (XL) : v vP fP fS XL .L VL v vS P B I XL Catatan : 5. Reaktansi Kapasitif (XC) : vS (+) jika S menjauhi P. vP (+) jika P mendekati S. B. Besar Induksi Magnet pada Pusat 1 VC Kawat Melingkar XC ; I C XC Pelayangan Pelayangan terjadi karena interferensi dua .i . N 6. 2 f rad/s gelombang dengan frekuensi yang sedikit I a BP 0 7. Sudut fase rangkaian : berbeda f layangan f1 f2 B P 2. a XL XC VL VC tan R VR SKL 5 Jika XL > XC → arus tertinggal sebesar θ C. Besar Induksi Magnet di Pusat 1. Hukum Coulomb Jika XL < XC → arus mendahului sebesar θ Solenoida dan di Ujung Solenoida q . q' 1 Arus I sama untuk semua komponen F k 2 ;k 9 10 9 r 4 0 Di Pusat : Medan Listrik P Q BP 0 .i . N SKL 6 F q  1. TEORI ATOM E k I A. MODEL ATOM DALTON q' r2  Di Ujung : Prinsip utama model atom menurut 2. Kapasitor 1 .i . N John Dalton adalah atom merupakan 0 Kapasitor merupakan komponen BQ 2  bagian terkecil dari suatu unsur yang tidak listrik yang memiliki kemampuan untuk dapat dibagi lagi. menyim-pan muatan dan energi listrik. D. Besar Induksi Magnet di Sumbu Model ini gagal dengan ditemukannya Kapasitas Kapasitor Keping Sejajar : Toroida B elektron oleh Joseph John Thomson. K 0A P C d 0 .i . N B. MODEL ATOM THOMSON a BP Muatan yg Trsimpan (Q) : Q C.V 2 .a Atom berbentuk bulat padat dengan muatan listrik positif tersebar merata di 1 2 seluruh bagian atom. Muatan positif ini Energi yg Trsmpan (W): W CV 2 I dinetralkan oleh elektron-elektron yang tersebar di antara muatan-muatan positif 3. Listrik DC dan Hukum Kirchoff 5. Listrik arus AC seperti roti kismis. Hukum Ohm : Model Atom Thomson gagal karena tidak Besarnya arus listrik (I) yang melalui suatu sesuai dengan hasil percobaan hamburan penghantar berbanding lurus dengan beda partikel α yang dilakukan oleh Rutherford. potensial (V) di antara kedua ujung penghantar dan dipengaruhi oleh jenis C. MODEL ATOM RUTHERFORD penghambatnya (R). Rutherford melakukan percobaan Vab hamburan partikel α dan diperoleh Secara matematis : I kesimpulan : R 1. Semua muatan positif dan sebagian besar massa atom berkumpul di Hukum I Kirrchoff : tengah-tengah atom, yang disebut inti Imasuk = Ikeluar Jika rangkaian arus AC mengandung atom. Resistor (R), Induktor (L), dan Kapasitor 2. Inti atom dikelilingi oleh elektron- (C) maka dengan menggunakan teorema elektron pada jarak relatif jauh, Phytagoras kita bisa menentukan besaran- seperti planet-planet mengitari matahari dalam tatasurya.
  • 4.
    http://fisika79.wordpress.com 2012 kalor Q yang dipancarkan suatu benda inti-inti yang tidak stabil menjadi inti-inti selama selang waktu t adalah sebesar : yang lebih stabil. Kelemahan teori Rutherford:  Jika sebuah inti meluruh dengan 1. Elektron dapat "runtuh" ke inti atom Q memancar-kan sinar- α, inti itu karena dipercepat dan memancarkan P e AT 4 kehilangan dua proton dan dua energi. (Tidak dapat menjelaskan t neutron. kestabilan atom). A A 4 4 2. Spektrum atom hidrogen berupa Keterangan : Z X Z 2 Y 2 P : Energi yang dipancarkan tiap spektrum kontinu (kenyataannya satuan waktu atau daya (J/s spektrum garis). atau Watt) D. MODEL ATOM BOHR Q : Energi (kalor) yang Niels Bohr menjelaskan hasil dipancarkan suatu benda temuannya sbb: (Joule) t : Selang waktu pemancaran 1. Elektron tidak dapat berputar di energi (sekon) sekitar inti atom melalui setiap e : Emisivitas benda atau RADIOISOTOP orbit, tetapi hanya pada orbit- kemampuan benda dalam Radioisotop adalah isiotop dari zat orbit tertentu tanpa membebaskan memancarkan energi radiasi, radioaktif, dibuat dengan menggunakan energi. besarnya (0 < e < 1) reaksi inti dengan netron. 2. Elektron dapat berpindah dari : Tetapan Stefan Boltzmann = Misalnya : satu orbit ke orbit lainnya dengan 5,67 10-8 W/m2K4 92 U 238 + 0 n 1 29 U 239 + membebaskan atau menyerap A : Luas permukaan benda (m2) Penggunaan radioisotop: energi. T : Suhu mutlak benda dalam - Bidang hidrologi satuan Kelvin (TK = TC – - biologi 3. Orbit-orbit yang diperkenankan 273) - industri ditem-pati oleh elektron adalah orbit-orbit yang momentum Sebuah benda yang dapat menyerap READ ME sudutnya kelipatan bulat dari semua radiasi yang mengenainya disebut Mungkin anda sudah tidak asing h/2π, ditulis : benda hitam sempurna. Radiasi yang dengan kalimat ini, yang akrab degan h dihasilkan oleh sebuah benda hitam software komputer pasti tahu.. mvrn n sempurna ketika dipanaskan disebut radiasi 2 benda hitam. Perlu Anda pahami bahwa HIKMAH konsep USAHA (W = F.s) Kelemahan Model Atom Bohr: benda hitam sempurna hanyalah suatu Saya yakin anda sudah hafal dengan 1. Tidak dapat menerangkan atom model ideal. Artinya, tak ada satu pun konsep usaha . Ketika kita berusaha berelektron banyak benda di dunia ini yang berperilaku memindahkan benda sejauh s meter 2. Tidak dapat menerangkan pengaruh sebagai benda hitam sempurna. Benda berarti kita telah memberikan gaya medan magnet terhadap spektrum hitam sempurna (jika ada) akan memiliki (action) dengan dorongan atau tarikan. atom (kelemahan ini dapat diperbaiki nilai emisivitas 1. Dan tentunya kita telah berhasil oleh Zeeman, yaitu setiap garis pada merubah posisi benda dengan gaya spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda) 5. REAKSI INTI kita. Kalau dihitung secara matematis 3. Tidak dapat menerangkan kejadian Defek massa (Δm) adalah massa yang usaha kita tidak bernilai nol. hilang dan berubah menjadi energi ikat inti. Bagaimanakah jadinya kalau posisi ikatan kimia Satuan dari defek massa adalah sma benda tidak berubah/berpindah (satuan massa atom). meskipun sudah kita berikan gaya/action? Dalam Fisika berarti itu 4. Teori Planck Kegagalan Wien dan Rayleigh – Jeans ini Hubungan antara defek massa (Δm) dan tidak ada nilai usahanya (W=0) alias energi ikat inti (ΔE) : tidak berhasil. Mungkin anda memacu seorang ilmuwan fisika Max membantahnya.. kan tadi saya sudah Planck untuk membuktikan Hukum Stefan MeV E m 931 berusaha, berarti ada dunk usahanya!!! – Boltzmann. Ada dua teori yang sma Menurut hemat saya Anda sudah dikemukakan Planck mengenai hal ini :  Sinar alfa (α) : berbuat/memberi gaya namun tidak 1. Energi radiasi yang dipancarkan oleh 4 berhasil. Jangan kecewa dulu ya... benda bersifat diskret, yang besarnya : 1. Inti Helium 2 He Ingat firman Allah swt. “Sebab En n .h .f 2. Dibelokkan oleh medan magnetik sungguh, bersama kesukaran ada 3. Memiliki massa terbesar dan daya keringanan. Sunggguh, bersama Dengan n adalah bilangan asli (1, 2, ionisasi terbesar kesukaran ada keringanan. Karena 3, ....) yang disebut bilangan kuantum. 4. Daya tembus dan kelajuan kecil itu,setelah selesai (tugasmu) teruslah Sedangkan f adalah frekuensi getaran 5. Jejak dalam kamar kabut adalah lurus. rajin bekerja. Kepada Tuhanmu molekul benda. Dan h adalah konstanta (tetapan) Planck yang tunjukan permohonan”.(Q.S.94:5-8)  Sinar beta (β) : besarnya 6,626 10-34 Js. 0 1. Partikel elektron -1 e Pertanyaan saya adalah sudah sejauh 2. Molekul-molekul dalam benda 2. Dibelokkan dengan kuat oleh medan manakah/sebesar apakah gaya belajar memancarkan (emisi) atau menyerap magnetik Anda untuk merubah posisi Anda (absorbsi) energi radiasi dalam paket- 3. Daya tembus dan kelajuan menengah menjadi yang terbaik.?? paket diskret yang disebut kuantum 4. Jejak dalam kamar kabut adalah Cobalah kerahkan semua atau foton. berbelok-belok. gaya/dorongan internal atau eksternal yang Anda miliki!! Kita bukan benda Gagasan Planck ini baru menyangkut  Sinar gamma (γ) : mati bergerak jika diberi gaya, karena permukaan benda hitam. Dan berdasarkan 1. Gelombang elektromagnetik dengan benda mati tidak tidak memiliki teori kuantum, cahaya merupakan pancaran 0 dorongan dalam dirinya....(ingat kan paket-paket energi (foton) yang frekuensi paling tinggi 0 Hukum I Newton??) terkuantisasi (diskret). 2. Tidak dibelokkan oleh medan Radiasi adalah perpindahan magnetik Kerahkan semua fikiran, dzikir kita, kalor tanpa medium perantara. Biasanya 3. Memiliki massa hampir nol dan daya dan ikhtiar kita. Selalulah berdoa dan dipancarkan dalam bentuk spektrum ionisasi terkecil berusaha. Selamat dan Sukses UN gelombang elektromagnetik. 4. Daya tembus dan kelajuan paling 2009. Aamiin besar. Selanjutnya Luidwig Boltzmann Created by: Aan S Arkadiea(msgravitasi@gmail.com) merumuskan secara matematis banyaknya Radioaktifitas adalah pemancaran sinar http://fisika79.wordpress.com radioaktif (α, β dan γ) secara spontan oleh
  • 5.