PENTINGNYA MANAJEMEN PRODUKSI
                   & OPERASI


             PERANAN KOMPUTER & TEKNOLOGI



             FAKTOR-FAKTOR PENGAMBILAN KEPUTUSAN LOKASI PABRIK


MANAJEMEN
PRODUKSI &   PEKERJAAN MANAJER PRODUKSI & OPERASI
  OPERASI
             LANGKAH-LANGKAH PENGENDALIAN PRODUKSI


             PENGENDALIAN MUTU
                &STANDAR ISO

             ILUSTRASI TATA LETAK
                    PABRIK
   Manajemen produksi dan operasi merupakan satu
    fungsi bisnis yang penting. Tanpa barang dan jasa
    yang bermutu, sebuah perusahaan tidak bisa
    menghasilkan laba dan menuju kebangkrutan.
    Manajemen produksi dan operasi memainkan peran
    strategis yang penting denagn menurunkan biaya
    produksi, meningkatkan mutu output, dan
    memungkinkan perusahaan merespons secara fleksibel
    terhadap permintaan pelanggannya.
  Teknologi desain dan produksi yang penting diantaranya adalah
   robot, desain berbantuan komputer (computer aided desaign-
   CAD), produksi berbantuan komputer (computer aided
   manufacturing-CAM), dan proses manufaktur terintegrasi
   komputer (computer integrated manufacturing-CIM).
I. Robot
   robot adalah suatu mesin yang diprogram ulang yang mampu
   melakukan berbagai pekerjaan yang membutuhkan manipulasi
   bahan baku dan peralatan. Tujuan penggunaan robot sebagai
   alternatif produksi yang murah dan lebih fleksibel. Perusahaan
   mengoperasikan banyak jenis robot berbeda. Model paling
   sederhana, robot pengambil-dan-pemindah, memindahkan
   sesuatu dari satu titik ke tempat lain dalam dua atau tiga arah.
   Robot yang disebut robot lapangan mambantu manusia dalam
   lingkungan produksi nonmanufaktur yang kadang berbahaya,
   seperti pembangkit listrik tenaga nuklir, stasiun luar angkasa,
   dan bahkan medan perang.
II.  Desain dan Produksi Berbantuan Komputer
     suatu proses yang disebut desain berbantuan komputer
     (computer aided design-CAD) memungkinkan para teknisi
     mendesain komponen-komponen pada layar komputer dengan
     lebih cepat dan lebih sedikit mengandung kesalahan dibandingkan
     yang dapat mereka capai dengan sistem desain tradisional. Proses
     produksi berbantuan komputer (computer aided manufacturing-
     CAM) dijalankan setelah CAD selesai. Alat-alat komputer
     memungkinkan suatu perusahaan menganalisis langkah-langkah
     yang harus diambil sebuah mesin untuk memproduksi produk atau
     komponen yang dibutuhkan.
III. Produksi Terintegrasi Komputer
     Perusahaan mengintegrasikan robot,CAD/CAM,komputer, dan
     teknologi lainnya untuk mengimplementasikan proses manufaktur
     terintegrasi komputer (computer integrated manufacturing-CIM),
     yaitu sistem produksi menggunakan komputer yang membantu para
     pekerja mendesain produk, mengendalikan mesin, mengelola
     bahan baku, dan mengendalikan fungsi produksi secara
     terintegrasi.
   Kriteria untuk memilih lokasi terbaik fasilitas produksi
    mencakup tiga kategori: transportasi, manusia, dan faktor-
    faktor fisik. Faktor transportasi mencakup kedekatan dengan
    pasar dan bahan baku, serta tersedianya alternatif
    transportasi. Variabel-variabel fisik mencakup masalah-
    masalah seperti cuaca,pasokan air, pasokan listrik, dan
    tersedianya alternatif untuk membuang bahan-bahan
    berbahaya. Taman bermain seperti Walt Disney World, sering
    kali terletak di daerah beriklim hangat sehingga dapat terus
    dibuka dan menarik pengunjung sepanjang tahun. Faktor
    manusia mencakup ketersediaan tenaga kerja di daerah
    tersebut, peraturan setempat, dan kondisi lingkungan. Suatu
    perusahaan yang ingin berlokasi dekat dengan tempat tinggal
    penduduk harus menyiapkan studi dampak lingkungan
    (environmental impact study) yang menganalisis dampak
    pabrik yang akan didirikan terhadap kualitas hidup di daerah
    sekitarnya.
    Terdapat empat utama tugas manajer produksi dan operasi. Pertama,
     manajer harus merencanakan keseluruhan proses produksi. Selanjutnya,
     mereka harus menentukan tata letak terbaik untuk fasilitas pabrik.
     Kemudian mereka mengimplementasikan renacana produksi. Terakhir,
     mereka bertanggung jawab untuk mengawasi proses produksi dan
     mengevaluasi hasil, guna mempertahankan mutu yang tinggi.
1.   Perencanaan Proses Produksi
     perencanaan produksi perusahaan dimulai dari pilihan perusahaan atas
     barang atau jasa yang akan ditawarkan ke pelanggan. Riset pemasaran
     memaparkan reaksi pelanggan terhadap produk yang ditawarkan, menguji
     prototipe dari produk-produk baru, dan mengestimasikan potensi tingkat
     penjualan dan profitabilitas.
2.   Penentuan Tata Letak Pabrik
     ada tiga desain tata letak yang umum diterapkan: tata letak proses,
     produk, dan posisi tetap.
     a. Tata letak proses: mengelompokkan mesin dan peralatan berdasarkan
     fungsi-fungsinya. Produk yang sedang diproses melewati berbagai bengkel
     kerja. Di akhir setiap bengkel kerja, para pekerja melakukan pemeriksaan
     sebelum barang dipindahkan ke bengkel berikutnya.
    b. Tata letak produk: pada tata letak jenis ini barang-barang yang serupa
     bisa secara efisien diproduksi dalam jumlah besar, tetapi bisa terbukti
     tidak fleksibel dan hanya bisa mengakomodasi sedikit variasi produk.
    c. Tata letak posisi tetap: menempatkan produk di satu titik, kemudian
     para pekerja, bahan baku, dan peralatan didatangkan untuk
     memprosesnya. Pendekatan ini cocok untuk produksi barang-barang dalam
     jumlah besar, berat, atau mudah pecah. Contohnya adalah pembangunan
     jembatan.
3.   Pengimplementasian Rencana Produksi.
     aktivitas ini mencakup (1) memutuskan apakah harus
     membuat,membeli,atau menyewa suatu komponen; (2) memilih pemasok
     terbaik untuk bahan baku; dan (3) mengontrol persediaan agar cukup
     tersedia, tetapi tidak kebanyakan.
     a. Keputusan membuat, membeli, atau menyewa: terdapat beberapa
     faktor yang mempengaruhi keputusan membuat,membeli, atau menyewa,
     termasuk biaya menyewa atau membeli komponen dari pemasok luar
     dibandingkan dengan biaya untuk memproduksinya sendiri. Keputusan
     tersebut kadang-kadang bergantung pada ada tidaknya pemasok luar yang
     bisa memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang ditetapkan perusahaan.
     Pentingnya kerahasiaan terkadang mempengaruhi keputusan ini, begitu
     pula lama jangka panjang atau jangka pendek dari kebutuhan perusahaan
     akan pemasok.
   b. Pemilihan pemasok: setelah perusahaan memutuskan input yang akan
    dibeli, selanjutnya perusahaan harus memilih pemasok terbaik. Untuk
    membuat keputusan ini, manajer produksi membandingkan mutu, harga,
    keandalan pengiriman, dan jasa-jasa yang ditawarkan oleh perusahaan
    saingan. Pemasok yang berbeda mungkin menawarkan barang yang
    kelihatan sama mutu dan harganya, sehingga keputusan akhir sering
    terletak pada faktor-faktor seperti pengalaman perusahaan dengan setiap
    pemasok, kecepatan pengiriman, garansi, dan layanan-layanan lainnya.
    Pilihan pemasok untuk suatu industri kain misalnya, mungkin membutuhkan
    keputusan bersama dari departemen produksi,teknis,pembelian, dan
    pengendalian mutu. Departemen-departemen ini kadang harus
    menyamakan berbagai pandangan mereka untuk kemudian sampai pada
    keputusan membeli.
   c. Pengendalian persediaan: tanggung jawab manajer produksi dan
    operasi dalam hal pengendalian persediaan (inventory control),
    mengharuskan mereka menyeimbangkan kebutuhan menjaga jumlah
    persediaan untuk memenuhi permintaan dengan biaya penyimpanannya.
    Beban-beban penyimpanan persediaan mencakup biaya pergudangan,
    pajak, asuransi, dan pemeliharaan. Pengendalian persediaan yang efisien
    bisa menghemat uang dalam jumlah besar. Banyak perusahaan menerapkan
    sistem persediaan perpetual (perpetual inventory) untuk memonitor
    jumlah dan lokasi persediaan mereka. Sistem pengendalian persediaan
    semacam ini pada umumnya bergantung pada komputer, dan banyak
    menghasilkan pemesanan secara otomatis pada waktu yang tepat.
4. Pengendalian Proses Produksi: tugas akhir dari manajer produksi dan
   operasi adalah mengawasi proses produksi untuk mempertahankan mutu
   tertinggi. Pada tahap ini dibuat seperangkat prosedur yang terdefinisi
   dengan baik untuk mengoordinasikan tenaga kerja, bahan baku, dan mesin
   untuk memastikan efisiensi produksi yang maksimum.
1.   Perencanaan Produksi. Dalam tahap ini ditentukan jumlah sumber-
     sumber daya (termasuk bahan baku dan komponen-komponen lainnya)
     yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi output tertentu. Dalam
     proses ini dibuat daftar bahan baku berisi semua bahan yang diperlukan.
2.     Penyusunan Rute. Menentukan urutan pekerjaan di sepanjang fasilitas
     pabrik dan menentukan siapa yang akan melakukan setiap aspek
     pekerjaan dan lokasinya. Pilihan rute bergantung pada tata letak pabrik
     yang telah dibahas sebelumnya.
3.   Penjadwalan. Dalam hal ini, manajer membuat jadwal berisi berapa lama
     setiap operasi dalam proses produksi berlangsung dan kapan pekerja
     harus melaksanakannya. Penjadwalan yang efisien memastikan bahwa
     produksi akan memenuhi jadwal pengiriman dan membuat penggunaan
     sumber daya menjadi efisien.
4.   Pengaturan. Yaitu, tahap pengendalian produksi yang berisi instruktur
     manajer setiap departemen, mengenai pekerjaan yang akan dilakukan
     dan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian. Pengaturan bisa menjadi
     tanggung jawab seorang manajer atau tim kerja yang dikelola sendiri.
5.   Penindaklanjutan. Renacana terbaik sekalipun terkadang bisa meleset,
     maka manajer produksi perlu mewaspadai masalah-masalah yang mungkin
     timbul.
   Penindaklanjutan (follow-up) merupakan tahap pengendalian produksi saat
    karyawan dan supervisor mereka memetakan masalah dalam proses
    produksi dan menentukan perubahan yang diperlukan. Masalah bisa terjadi
    dalam berbagai bentuk: mesin yang tidak berfungsi,pengiriman yang
    tertunda, dan ketidakhadiran karyawan.
1.   Pengendalian Mutu
     pengendalian mutu (quality control) melibatkan pengukuran output yang
     dibandingkan dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Cara-cara
     untuk memonitor tingkat mutu dari output suatu perusahaan mencakup
     pengawasan visual, sensor elektronik, robot, dan sinar X. Survei
     pelanggan bisa memberikan informasi pengendalian mutu bagi bisnis jasa.
     Umpan balik yang negatif atau tingkat penolakan yang tinggi atas suatu
     produk atau komponen memberikan sinyal bahaya bahwa produksi
     tersebut tidak mencapai standar mutu.
2.   Standar ISO
     ukuran penting mutu adalah memenuhi standar dari International
     Organization for Standardization, yang disingkat ISO-bukan merupakan
     akronim tetapi merupakan istilah yang lebih pendek dari bahasa
     Yunani,isos, yang berarti ‘sama’. Seri standar ISO 9000 menetapkan
     syarat-syarat untuk proses mutu, standar-standar ini mendefinisikan
     bagaimana perusahaan harus memastikan produknya memenuhi kepuasan
     pelanggan. Seri ISO 14000 menetapkan standar untuk operasi yang
     meminimalkan kerusakan lingkungan.
Penyimpanan        Pengecoran                 mesin    Alat pemotong   Alat penghalus
bahan baku         logam




  Pengemasan dan                  perakitan           pabrikasi
  pengiriman




                                (A) TATA LETAK PROSES
Penyimpanan          Penyimpanan          Penyimpanan
       bahan baku 1         bahan baku 2         bahan baku 3




                                                                        Kelompok karyawan 1
Subkontraktor
A




 Subkontraktor                                                          Kelompok karyawan 2
 B




                                                                        Kelompok karyawan 3
 Subkontraktor
 C

                 Kelompok mesin 1 Kelompok mesin 2   Kelompok mesin 3



                       (B) TATA LETAK PABRIK DENGAN POSISI
                                      TETAP

Bab 7 produksi

  • 1.
    PENTINGNYA MANAJEMEN PRODUKSI & OPERASI PERANAN KOMPUTER & TEKNOLOGI FAKTOR-FAKTOR PENGAMBILAN KEPUTUSAN LOKASI PABRIK MANAJEMEN PRODUKSI & PEKERJAAN MANAJER PRODUKSI & OPERASI OPERASI LANGKAH-LANGKAH PENGENDALIAN PRODUKSI PENGENDALIAN MUTU &STANDAR ISO ILUSTRASI TATA LETAK PABRIK
  • 2.
    Manajemen produksi dan operasi merupakan satu fungsi bisnis yang penting. Tanpa barang dan jasa yang bermutu, sebuah perusahaan tidak bisa menghasilkan laba dan menuju kebangkrutan. Manajemen produksi dan operasi memainkan peran strategis yang penting denagn menurunkan biaya produksi, meningkatkan mutu output, dan memungkinkan perusahaan merespons secara fleksibel terhadap permintaan pelanggannya.
  • 3.
     Teknologidesain dan produksi yang penting diantaranya adalah robot, desain berbantuan komputer (computer aided desaign- CAD), produksi berbantuan komputer (computer aided manufacturing-CAM), dan proses manufaktur terintegrasi komputer (computer integrated manufacturing-CIM). I. Robot robot adalah suatu mesin yang diprogram ulang yang mampu melakukan berbagai pekerjaan yang membutuhkan manipulasi bahan baku dan peralatan. Tujuan penggunaan robot sebagai alternatif produksi yang murah dan lebih fleksibel. Perusahaan mengoperasikan banyak jenis robot berbeda. Model paling sederhana, robot pengambil-dan-pemindah, memindahkan sesuatu dari satu titik ke tempat lain dalam dua atau tiga arah. Robot yang disebut robot lapangan mambantu manusia dalam lingkungan produksi nonmanufaktur yang kadang berbahaya, seperti pembangkit listrik tenaga nuklir, stasiun luar angkasa, dan bahkan medan perang.
  • 4.
    II. Desaindan Produksi Berbantuan Komputer suatu proses yang disebut desain berbantuan komputer (computer aided design-CAD) memungkinkan para teknisi mendesain komponen-komponen pada layar komputer dengan lebih cepat dan lebih sedikit mengandung kesalahan dibandingkan yang dapat mereka capai dengan sistem desain tradisional. Proses produksi berbantuan komputer (computer aided manufacturing- CAM) dijalankan setelah CAD selesai. Alat-alat komputer memungkinkan suatu perusahaan menganalisis langkah-langkah yang harus diambil sebuah mesin untuk memproduksi produk atau komponen yang dibutuhkan. III. Produksi Terintegrasi Komputer Perusahaan mengintegrasikan robot,CAD/CAM,komputer, dan teknologi lainnya untuk mengimplementasikan proses manufaktur terintegrasi komputer (computer integrated manufacturing-CIM), yaitu sistem produksi menggunakan komputer yang membantu para pekerja mendesain produk, mengendalikan mesin, mengelola bahan baku, dan mengendalikan fungsi produksi secara terintegrasi.
  • 5.
    Kriteria untuk memilih lokasi terbaik fasilitas produksi mencakup tiga kategori: transportasi, manusia, dan faktor- faktor fisik. Faktor transportasi mencakup kedekatan dengan pasar dan bahan baku, serta tersedianya alternatif transportasi. Variabel-variabel fisik mencakup masalah- masalah seperti cuaca,pasokan air, pasokan listrik, dan tersedianya alternatif untuk membuang bahan-bahan berbahaya. Taman bermain seperti Walt Disney World, sering kali terletak di daerah beriklim hangat sehingga dapat terus dibuka dan menarik pengunjung sepanjang tahun. Faktor manusia mencakup ketersediaan tenaga kerja di daerah tersebut, peraturan setempat, dan kondisi lingkungan. Suatu perusahaan yang ingin berlokasi dekat dengan tempat tinggal penduduk harus menyiapkan studi dampak lingkungan (environmental impact study) yang menganalisis dampak pabrik yang akan didirikan terhadap kualitas hidup di daerah sekitarnya.
  • 6.
    Terdapat empat utama tugas manajer produksi dan operasi. Pertama, manajer harus merencanakan keseluruhan proses produksi. Selanjutnya, mereka harus menentukan tata letak terbaik untuk fasilitas pabrik. Kemudian mereka mengimplementasikan renacana produksi. Terakhir, mereka bertanggung jawab untuk mengawasi proses produksi dan mengevaluasi hasil, guna mempertahankan mutu yang tinggi. 1. Perencanaan Proses Produksi perencanaan produksi perusahaan dimulai dari pilihan perusahaan atas barang atau jasa yang akan ditawarkan ke pelanggan. Riset pemasaran memaparkan reaksi pelanggan terhadap produk yang ditawarkan, menguji prototipe dari produk-produk baru, dan mengestimasikan potensi tingkat penjualan dan profitabilitas. 2. Penentuan Tata Letak Pabrik ada tiga desain tata letak yang umum diterapkan: tata letak proses, produk, dan posisi tetap. a. Tata letak proses: mengelompokkan mesin dan peralatan berdasarkan fungsi-fungsinya. Produk yang sedang diproses melewati berbagai bengkel kerja. Di akhir setiap bengkel kerja, para pekerja melakukan pemeriksaan sebelum barang dipindahkan ke bengkel berikutnya.
  • 7.
    b. Tata letak produk: pada tata letak jenis ini barang-barang yang serupa bisa secara efisien diproduksi dalam jumlah besar, tetapi bisa terbukti tidak fleksibel dan hanya bisa mengakomodasi sedikit variasi produk.  c. Tata letak posisi tetap: menempatkan produk di satu titik, kemudian para pekerja, bahan baku, dan peralatan didatangkan untuk memprosesnya. Pendekatan ini cocok untuk produksi barang-barang dalam jumlah besar, berat, atau mudah pecah. Contohnya adalah pembangunan jembatan. 3. Pengimplementasian Rencana Produksi. aktivitas ini mencakup (1) memutuskan apakah harus membuat,membeli,atau menyewa suatu komponen; (2) memilih pemasok terbaik untuk bahan baku; dan (3) mengontrol persediaan agar cukup tersedia, tetapi tidak kebanyakan. a. Keputusan membuat, membeli, atau menyewa: terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan membuat,membeli, atau menyewa, termasuk biaya menyewa atau membeli komponen dari pemasok luar dibandingkan dengan biaya untuk memproduksinya sendiri. Keputusan tersebut kadang-kadang bergantung pada ada tidaknya pemasok luar yang bisa memenuhi standar kualitas dan kuantitas yang ditetapkan perusahaan. Pentingnya kerahasiaan terkadang mempengaruhi keputusan ini, begitu pula lama jangka panjang atau jangka pendek dari kebutuhan perusahaan akan pemasok.
  • 8.
    b. Pemilihan pemasok: setelah perusahaan memutuskan input yang akan dibeli, selanjutnya perusahaan harus memilih pemasok terbaik. Untuk membuat keputusan ini, manajer produksi membandingkan mutu, harga, keandalan pengiriman, dan jasa-jasa yang ditawarkan oleh perusahaan saingan. Pemasok yang berbeda mungkin menawarkan barang yang kelihatan sama mutu dan harganya, sehingga keputusan akhir sering terletak pada faktor-faktor seperti pengalaman perusahaan dengan setiap pemasok, kecepatan pengiriman, garansi, dan layanan-layanan lainnya. Pilihan pemasok untuk suatu industri kain misalnya, mungkin membutuhkan keputusan bersama dari departemen produksi,teknis,pembelian, dan pengendalian mutu. Departemen-departemen ini kadang harus menyamakan berbagai pandangan mereka untuk kemudian sampai pada keputusan membeli.  c. Pengendalian persediaan: tanggung jawab manajer produksi dan operasi dalam hal pengendalian persediaan (inventory control), mengharuskan mereka menyeimbangkan kebutuhan menjaga jumlah persediaan untuk memenuhi permintaan dengan biaya penyimpanannya. Beban-beban penyimpanan persediaan mencakup biaya pergudangan, pajak, asuransi, dan pemeliharaan. Pengendalian persediaan yang efisien bisa menghemat uang dalam jumlah besar. Banyak perusahaan menerapkan sistem persediaan perpetual (perpetual inventory) untuk memonitor jumlah dan lokasi persediaan mereka. Sistem pengendalian persediaan semacam ini pada umumnya bergantung pada komputer, dan banyak menghasilkan pemesanan secara otomatis pada waktu yang tepat.
  • 9.
    4. Pengendalian ProsesProduksi: tugas akhir dari manajer produksi dan operasi adalah mengawasi proses produksi untuk mempertahankan mutu tertinggi. Pada tahap ini dibuat seperangkat prosedur yang terdefinisi dengan baik untuk mengoordinasikan tenaga kerja, bahan baku, dan mesin untuk memastikan efisiensi produksi yang maksimum.
  • 10.
    1. Perencanaan Produksi. Dalam tahap ini ditentukan jumlah sumber- sumber daya (termasuk bahan baku dan komponen-komponen lainnya) yang dibutuhkan perusahaan untuk memproduksi output tertentu. Dalam proses ini dibuat daftar bahan baku berisi semua bahan yang diperlukan. 2. Penyusunan Rute. Menentukan urutan pekerjaan di sepanjang fasilitas pabrik dan menentukan siapa yang akan melakukan setiap aspek pekerjaan dan lokasinya. Pilihan rute bergantung pada tata letak pabrik yang telah dibahas sebelumnya. 3. Penjadwalan. Dalam hal ini, manajer membuat jadwal berisi berapa lama setiap operasi dalam proses produksi berlangsung dan kapan pekerja harus melaksanakannya. Penjadwalan yang efisien memastikan bahwa produksi akan memenuhi jadwal pengiriman dan membuat penggunaan sumber daya menjadi efisien. 4. Pengaturan. Yaitu, tahap pengendalian produksi yang berisi instruktur manajer setiap departemen, mengenai pekerjaan yang akan dilakukan dan waktu yang diperlukan untuk penyelesaian. Pengaturan bisa menjadi tanggung jawab seorang manajer atau tim kerja yang dikelola sendiri. 5. Penindaklanjutan. Renacana terbaik sekalipun terkadang bisa meleset, maka manajer produksi perlu mewaspadai masalah-masalah yang mungkin timbul.
  • 11.
    Penindaklanjutan (follow-up) merupakan tahap pengendalian produksi saat karyawan dan supervisor mereka memetakan masalah dalam proses produksi dan menentukan perubahan yang diperlukan. Masalah bisa terjadi dalam berbagai bentuk: mesin yang tidak berfungsi,pengiriman yang tertunda, dan ketidakhadiran karyawan.
  • 12.
    1. Pengendalian Mutu pengendalian mutu (quality control) melibatkan pengukuran output yang dibandingkan dengan standar mutu yang telah ditetapkan. Cara-cara untuk memonitor tingkat mutu dari output suatu perusahaan mencakup pengawasan visual, sensor elektronik, robot, dan sinar X. Survei pelanggan bisa memberikan informasi pengendalian mutu bagi bisnis jasa. Umpan balik yang negatif atau tingkat penolakan yang tinggi atas suatu produk atau komponen memberikan sinyal bahaya bahwa produksi tersebut tidak mencapai standar mutu. 2. Standar ISO ukuran penting mutu adalah memenuhi standar dari International Organization for Standardization, yang disingkat ISO-bukan merupakan akronim tetapi merupakan istilah yang lebih pendek dari bahasa Yunani,isos, yang berarti ‘sama’. Seri standar ISO 9000 menetapkan syarat-syarat untuk proses mutu, standar-standar ini mendefinisikan bagaimana perusahaan harus memastikan produknya memenuhi kepuasan pelanggan. Seri ISO 14000 menetapkan standar untuk operasi yang meminimalkan kerusakan lingkungan.
  • 13.
    Penyimpanan Pengecoran mesin Alat pemotong Alat penghalus bahan baku logam Pengemasan dan perakitan pabrikasi pengiriman (A) TATA LETAK PROSES
  • 14.
    Penyimpanan Penyimpanan Penyimpanan bahan baku 1 bahan baku 2 bahan baku 3 Kelompok karyawan 1 Subkontraktor A Subkontraktor Kelompok karyawan 2 B Kelompok karyawan 3 Subkontraktor C Kelompok mesin 1 Kelompok mesin 2 Kelompok mesin 3 (B) TATA LETAK PABRIK DENGAN POSISI TETAP